• Tidak ada hasil yang ditemukan

Patofisiologi Sesi 1

N/A
N/A
Natasya Azzahra

Academic year: 2025

Membagikan "Patofisiologi Sesi 1"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

PATOFISIOLOGI SESI 1

Sel merupakan unit structural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup.

Sel tersusun dari berbagai komponen kimiawi yang meliputi makromolekul yaitu; senyawa ( karbohidrat, lipid, protein, dan asam nukleat) dan makromolekul ( mineral dan air).

Struktur sel manusia menyerupai sel hewan. Lingkungan sel dapat di batasi dengan membrane plasma / membrane sel.

Patofisiologi adalah ilmu yang mempelajari gangguan fungsi organisme yang sakit.

Penyakit dapat didefinisikan sebagai kelainan dalam struktur dan fungsi dalam organisme.

Penyakit di bedakan menjadi 3 yaiu;

1. Penyakit akut : gejala yang biasanya parah tapi bertahan dalam waktu yang singkat.

2. Penyakit kronis : penyaki yang memiliki jangka waktu panjang

3. Penyakit Intercurrent : penyakit yang muncul dan berkembang setelah perjalanan penyakit lain.

Patologi dapat dibedakan menjadi patologi umum yang membahas tentang dasar-dasar penyakit (sifat proses), dan patologi sistemik yang membahas lebih rinci penyakit berdasarkan wilayah dan lokasi

PATOFISIOLOGI SESI 2

Inflamasi dapat di definisikan sebagai reaksi local jaringan terhadap infeksi.

Inflamasi merupakan respons cepat terhadap jejas yang terjadi pada jaringan hidup. Jejas ini dapat terjadi karena beberapa sebab yaitu;

a. infeksi mikroba b. agen fisik c. zat kimia

d. jaringan netrotik e. interaksi imun

Mekanisme terjadinya inflamasi diawali dengan adanya cedera sel, dimana sel tubuh memulai proses perbaikan sel tubuh yang rusak.

Tanda- tanda inflamaasi 1. panas (calor) 2. kemerahan (rubor) 3. edema (tumor) 4. nyeri (dolor)

5. kehilangan fungsi jaringan terkait Indikasi klinis terjadinya inflamasi

1. rasa tidak enak 2. demam

3. nyeri pada area inflamasi 4. peningkatan denyut nadi

5. hasil pemeriksaan laboratorium:

- Neutrofil darah tepi meningkat di atas nilai kisaran normal

(2)

- Laju sedimentasi eritrosit meningkat di atas nilai kisaran normal - Protein fase akut cth: CPR meningkat di atas kisaran normal Perbaikan jaringan inflamasi :

1. pemusnahan dan pembuangan jaringan yang rusak 2. reginerasi sel

3. pembentukan jaringan granulasi jaringan dapat di bedakan menjadi 3:

- jaringan labil : jaringan selnya terus berproliferasi selama hidupnya untuk menggantikan sel yang rusak

- jaringan stabil : jaringan selnya normal memiliki daya proliriferasi yang rendah tetapi dapat meningkat kemampuan prolifirasinya sebagai respon terhadap fisiologi dan patofisiologis

- jaringan permanen : jaringan sel pada daarnya tidak bergenerasi sehingga bila terjadi kerusakan maka tidak dapat digantikan oleh sel baru

PATOFISIOLOGI SESI 3

Saraf adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel yang terlibat dalam fungsi system saraf untuk komunikasi dengan regulasi seluruh aktivitas tubuh manusia, sel sel tersebut di sebut neuron.

Sisytem saraf memiliki 12 pasang saraf krinal yang berasal dri batang otak dan 31 saraf spinal yang berasal dari medulla spinalis

Sistem saraf pusat memiliki 4 perlindungan yaitu:

1. otak dibungkus oleh struktur trulang keras

2. antara tulang pelindung dan jaringan saraf terdapat membrane protektif dan nutritive yang disebut dengan menginges

3. otak “mengapunga” dalam suatau bantalan cairan khusus yang disebut serebrospinal 4. terdapat sawar darah otak yang selektif membatasi akses molekul yang berfluktuasi

dalam darah masuk ke jaringan otak.

System kerja saraf menggunakan sinyal elektrik dan kimia untuk berkomunikasi antar satu sama lain. Terdapat 2 macam sinyal elektrik yang mungkin terjadi pada neuron yakmi;

- potensial berjenjang - potensial aksi

sinyal itu terbentuk karna pad amembran plasma sel saraf terdapat potensial membrane istirahat dank anal ion.

Faktor gangguan pada mekanisme kerja system saraf : - kelainan bawaan

- komplikasi patofisiologi

- gangguan pada sirkulasi pada ssp - trauma pada ssp

- infeksi & inflamasi - gangguan metabolic - gangguan gizi - degenerative - tumor - reaksi imun

(3)

berbagai macam factor tersebut dapat menggang system kerja saraf melalui mekanisme- mekanisme:

- hipoksia & iskemik

- cedera asam amino eksitatorik

- edma serebral : vasogenik/sitotoksi edema - peningkatan volume & tekanan intracranial - trauma mekanik

PATOFISIOLOGI SESI 4

Metabolisme merupakan semua rangkaian reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup.

Insulin memiliki beberapa peran dalam metabolism antara lain:

1. efek pada karbohidrat

- merangsang peningkatan ekpresi dalam transport GLUT-4 ke membrane sel, hingga dengan adanya protein transport untuk glukosa tersebut akan

mempermudah transport glukosa masuk kedalam sebagian bvesar sel - merangsangglikogenesis di otot rangka dan hati

- menghambat glukogenolisis - menghambat gluconeogenesis 2. efek pada lipid

- merangsang peningkatan pemasukan asam lemak dari darah kedalam adiposity - imendorong reaksi pembentukan trigleresida dalam adiposity

- menghambat lipolysis

dari ketiga tersebut mengakibatkan lipid tersimpan dalam adiposit 3. efek pada protein

- mendorong transport aktif asam amino dari darah kedalam otot dan jaringan lain - menstimulasi perangkat untuk pembentukan protein dari asam amino kedalam sel - menghambat degradasi protein dalam sel

Gejala diabetes mellitus

1. poliuria (sering buanga air kencing) 2. polydipsia (merasa haus)

3. polyphagia (nafsu makan berlebih) 4. penurunan berat badan

5. muudah lelah

Gejala kroniknya adalah penurunan berat badan, mudah lelah, pandangan kabur, kesemutan dikaki & tangan, kulit kering jika terluka susah untuk disembuhkan.

PATOFISIOLOGI SESI 5

Mekanisme remodeling tulang adah proses ketiks kalus kers akan terus berubah bentuk dan menjadi lebih padat hingga membentuk tulang baru

Patofisiologi oteosporosis

(4)

Kepadatan tulang akan memuncak pada usia 30-an dan kemudian mulai turun setelah usia 40 tahun. Osteoporosis sering terjadi pada wanita pascamenopouse karna berkurangnya kadar hormone estrogen.

Klasifikasi osteoporosis :

1. osteoporosis primer, yang di akibatkan oleh kondisi kurangnya hormone pada wanita dan ageing

- OP tipe I : dihubungkan dengan penurunan hormon (post menopause osteoporosis)

- OP tipe II : senile osteoporosis

2. Osteoporosis sekunder : yang diakibatkan oleh keadaan klinis tertentu PATOFISIOLOGI SESI 6

Mekanisme Pengaturan Tekanan Darah: Aliran darah bergantung pada perbedaan tekanan dan resistensi vaskular. Tekanan arteri rerata yang stabil sangat penting untuk memastikan aliran darah ke organ. Perubahan diameter pembuluh darah, vasokonstriksi dan vasodilatasi, mengatur distribusi aliran darah dan tekanan arteri.

Penyakit yang Mengganggu Aliran Darah:

1. Trombus: Bekuan darah yang dapat menyumbat pembuluh.

2. Embolus: Benda asing yang bergerak dalam aliran darah dan dapat menyumbat pembuluh di lokasi lain.

3. Aneurisma: Pelebaran abnormal arteri akibat dinding arteri yang lemah.

4. Stenosis: Penyempitan pembuluh darah atau katup jantung.

Hipertensi Akibat Obesitas: Hipertensi dikaitkan dengan faktor risiko seperti usia, stres, dan obesitas. Pada obesitas, hormon seperti leptin dan resistin memengaruhi sistem saraf simpatis, hormon, dan pembuluh darah, menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Aterosklerosis: Kondisi ini ditandai oleh pengerasan arteri karena penumpukan lemak dan inflamasi di dinding arteri. Proses inflamasi kronis ini dapat memicu penyempitan pembuluh dan mengakibatkan risiko iskemia.

Angina Pektoris: Nyeri akibat pasokan oksigen yang tidak mencukupi ke otot jantung (miokardium), yang memicu jalur respirasi anaerob dan menghasilkan asam laktat yang menyebabkan nyeri.

Referensi

Dokumen terkait

Mulyani, Y., 2005, Evaluasi Penggunaan Obat pada Penderita Gangguan Fungsi Ginjal, Usia lanjut, Hipertensi dan Diabetes Mellitus di bagian Ilmu Penyakit Dalam Perjan Rumah Sakit

Kegiatan PKP yang dilaksanakan di rumah sakit meliputi: mempelajari fungsi dan tugas rumah sakit dalam pelayanan kesehatan masyarakat, mempelajari sistematika

Kegiatan PKP yang dilaksanakan di rumah sakit meliputi: mempelajari fungsi dan tugas rumah sakit dalam pelayanan kesehatan masyarakat, mempelajari sistematika kerja

Kegiatan PKP yang dilaksanakan di rumah sakit meliputi: mempelajari fungsi dan tugas rumah sakit dalam pelayanan kesehatan masyarakat, mempelajari sistematika kerja instalasi farmasi

m Tugas mandi ri mampu menjelaskan dan menguraikan secara rinci proses gangguan system pencernaan dan Penyakit pada sistem pencernaan mampu menjelaskan gangguan

- Tipologi adalah ilmu yang mempelajari kemungkinan penggabungan elemen-elemen dengan tipe-tipe yang tujuannya untuk mendapatkan klasifikasi organisme-organisme arsitektural -Tipologi

pasien New York Heart Association NYHA kelas IV; dan 31% pasien kelas III NYHA memiliki gangguan fungsi ginjal parah clearance kreatinin < 30 mL/menit.1 Demikian pula, gagal ginjal

Jadi anatomi fisiologi sistem reproduksi perempuan merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang susunan suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam organisme yang