• Tidak ada hasil yang ditemukan

patologi muslim - Digilib UIN Sunan Ampel Surabaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "patologi muslim - Digilib UIN Sunan Ampel Surabaya"

Copied!
226
0
0

Teks penuh

Buku kecil ini diharapkan dapat menjadi bahan renungan yang bermanfaat bagi upaya memahami kepribadian dan menambah wawasan mengenai penyakit-penyakit yang mengancam kesehatan kepribadian umat Islam, sehingga mampu. Segala pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu per satu terutama berkaitan dengan penyelesaian naskah serta penulisan dan penerbitan buku ini.

BAB I

PENDAHULUAN

  • Konsep Dasar Patologi Muslim
  • Obyek Studi dan Karakter Keilmuan Patologi Muslim
  • Pendekatan Keilmuan Patologi Muslim
  • Metode Ilmiah dan Teknik Pengembangan Patologi Muslim Untuk dapat mencapai standard ilmiah bahwa patologi
  • Sistematika Pembahasan

Jadi yang dimaksud dengan patologi muslim adalah gejala-gejala kepribadian muslim yang bermasalah atau menyimpang seperti contoh di atas. Bab ini merupakan pembahasan pengantar yang menjelaskan posisi patologi Muslim dalam bidang kesehatan kepribadian Muslim.

BAB II

ISLAM DAN KONSTRUKSI KEPRIBADIAN MUSLIM

Karakter Dasar Agama Islam

Islam hadir sebagai jembatan yang menghubungkan sekaligus mempertemukan secara seimbang ajaran spiritual dan hukum sekuler sebagaimana terlihat dalam pesan-pesan Al-Qur'an dan hadis Nabi. Orang-orang Yahudi memiliki karakter sayap kiri ekstrim (ifrāṭ) dalam menanggapi Nabi Isa (Isa) dan Maryam ketika mereka mengatakan bahwa Isa adalah anak haram.

دي

Islam Menyuguhkan Nilai-nilai Pembentuk Kepribadian Manusia

Nilai-nilai yang diajarkan Islam khususnya yang berkaitan dengan jati diri manusia sebagai makhluk adalah perdamaian, ketertiban,. Nilai-nilai tersebut ibarat bahan baku dan sekaligus menjadi acuan dalam upaya membentuk kepribadian manusia muslim yang mulia.

مِلْسُملَا

Nilai-nilai tersebut merupakan ekspresi diri Tuhan dan sifat-sifat Tuhan, sehingga manusia terpanggil untuk bertingkah laku sesuai dengan sifat-sifat Tuhan. Kedamaian adalah sifat Tuhan, seperti yang dapat dilihat dalam ungkapan al-salām.13 Ini bermakna Tuhan itu damai dan merupakan sumber kedamaian, cintakan keamanan, dan menganjurkan keamanan.

نوُمِلْسُملا ُ

Nilai-nilai tersebut berasal dari gagasan Tuhan dan juga merupakan misi Tuhan dalam ciptaan ini, agar hakikatnya bersifat universal, dalam artian semua orang membutuhkan dan memahami nilai-nilai tersebut sebagai kebutuhan dan kesempurnaan hidupnya. Kepada Allah lah segalanya dipermudah, oleh karena itu hendaknya manusia selalu memohon kepada Allah agar mampu menciptakan kehidupan yang tenteram.

هِناَسِل ُ

رَجاَه ُاَمُُ

هللا ُ

Muslim sebagai Sosok Pribadi yang Mengimplementasikan Islam

Istilah 'Muslim' berasal dari bahasa Arab dan berarti orang yang menyatakan dirinya sebagai pengikut, pengamal atau penganut agama Islam, bukan sekedar orang yang mengamati dan mempelajari Islam, dan yang terakhir ini dikenal sebagai 'Islamis'. Untuk mencapai semua itu, Islam memberikan seperangkat nilai-nilai yang secara sistematis akan menggambarkan kepribadian makhluk yang unggul dan mulia yang disebut ‘Muslim’.

BAB III

KONSEP KEPRIBADIAN MUSLIM

Pengertian Kepribadian

Kepribadian dalam banyak definisi juga diartikan sebagai keterangan tentang ciri-ciri atau ciri-ciri yang dimiliki oleh suatu sosok pribadi yang dapat dibedakan dengan orang lain, sehingga pembahasan tentang kepribadian berarti pembahasan mengenai ciri-ciri khusus dan pola ekspresi yang dimiliki oleh setiap individu tokoh. Atau secara singkat dapat dikatakan bahwa kepribadian adalah suatu persoalan sifat-sifat esensial-substansial, bentuk-bentuk pribadi yang tercermin dalam pola-pola tingkah laku khas seorang individu dalam bereaksi dan berinteraksi dengan dunianya.

سْفَّ نلا ُ

ةَخِساَر ُ

اهنع

لاَعفَلاا ُ

ةَلو ه سِب ُ

ةضجاَح ُ

ىلا

تَناَك ُ

ةَئْ يَهلا ُ

ثيحب

لاعفلاا ُ

ةليمَجلا ُ

ومحملا

ةد

لاقع

اعرشو

كلت

ناو

ناك

رداصلا ُ

ةحيبقلا تيم س ُ

ةئيهلا ُ

يتلا

يه

ردصملا

لاَح ُ

سفنلل

ةيعاَد ُ

اهل

يلا

اهِلاعفأ

نم

ريغ

ركف

Struktur Kepribadian

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, kepribadian dalam bahasa Arab disebut syakhṣiyyah (ةيسخش) atau juga nafsiyyah/nafsāniyyah (ةيناسفن ُ ُ ةيسفن). Sedangkan raga rohani sebenarnya hadir dalam potensi kekuatan yang mengarahkan jiwa dan gairah hidup yang dalam bahasa agama Islam disebut nafsu atau hawa.

Struktur Kepribadian Menurut al-Gazālī ( لقع , بلق , حور , سفن )

Orang dengan kualitas diri (nafs) yang pertama dinilai sebagai orang yang buruk, menjijikkan. Sedangkan istilah al-nafs dengan arti kedua melambangkan manusia yang terpuji, manusia yang hakiki, dengan sifat orang yang bertakwa (dzikir) dan beriman kepada Allah yang mencintai kebaikan sebagai wujud amalnya. . perintah Allah dan penghindaran larangan-Nya.

Struktur Kepribadian Perspektif Psikologi Modern: Teori Psikoanalisis Sigmund Freud

Sebenarnya potensi super ego sangat diperlukan karena dapat membantu subjek (ego) untuk memuaskan dorongan-dorongan id dengan baik. Tapi, kata Freud, sifat dasar ego adalah berpihak pada id, sehingga super ego terkadang tertipu oleh ego.

Kepribadian dan Mekanisme Perilaku Muslim

Konsep Kepribadian Muslim| 47. super ego) yang selaras, jika tidak maka akan timbul tekanan psikologis yang dapat menjadi faktor terjadinya penyakit kepribadian, misalnya histeria, stress, pikiran untuk bunuh diri, dan lain-lain. Dalam perspektif struktur kepribadian psikoanalitik, kepribadian muslim adalah pribadi yang mempunyai unsur super ego yang kuat karena mengandung nilai-nilai moral ketuhanan dan mempunyai ideologi agama yang tauhid.

BAB IV

KONSEP MUSLIM IDEAL DAN CIRI-CIRINYA

Makna Kepribadian Normal dan Terminologinya

Aspek spiritual yang mewujud dalam bentuk agama (religio), yaitu rasa keimanan dan ketakwaan, sebelumnya diabaikan oleh para ahli kesehatan di Barat (khususnya dunia psikiatri/psikiatri), sehingga pengobatan/pengobatan tidak menjadi hal yang penting. optimal untuk menyembuhkan gangguan kesehatan manusia 4 Sesungguhnya spiritualitas (berdasarkan aspek hati/hati) adalah hakikat manusia. Dengan demikian, pelayanan kesehatan jiwa dan pribadi yang ditangani tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di tempat ibadah seperti masjid, dan dapat berperan sebagai penyembuh yang ampuh (sebelumnya kesehatan diri), yaitu dapat meningkatkan kekebalan diri. penyakit karena bebas dari stres, kecemasan dan depresi.

Kepribadian Muslim Ideal

Sedangkan muslim yang ideal adalah muslim yang teguh berpegang pada nilai-nilai ajaran Islam yang tercermin dalam perilaku akhlaknya yang luhur. Berdasarkan hal tersebut maka muslim yang ideal adalah muslim yang berkepribadian penuh dengan ilmu nilai-nilai Islam yang membentuk kesadarannya sebagai manusia, sebagai hamba Tuhan Allah SWT.

Unsur-unsur dan Ciri-ciri Muslim Ideal

Bagi umat Islam, ibadah merupakan lembaga keimanan atau keyakinan, dan melalui ibadah yang benar, seorang muslim terus memperkuat keyakinannya. Atas dasar itulah seorang muslim harus memahami nilai-nilai filosofis-simbolis dari ibadahnya, sehingga dapat dirasakan semangat positif dalam melaksanakan ibadah tersebut, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa sholat membawa semangat nilai-nilai kedamaian bagi umat Islam. individu yang bersangkutan.

نِمْؤ ملا

وَقلا ُ

هللا

نمؤملا

فْيِعَّضلا ُ

ام

نِعَتْساَو ُ

هللاب

كَباَصَأ ُ

ئيش ُ

لاف

ناَكَل ُ

اذك

اذكو

نِكلَو ُ

هللا اَمَو ُ

ءاش ُ

ناطيَّشلا

Muslim ideal sangat berhati-hati terhadap tipu muslihat hawa nafsu tersebut, sebaliknya ia berusaha mengarahkan hawa nafsunya pada kekuatan hidup dalam semangat kebaikan. Seorang muslim ideal mempunyai sifat lain yaitu kerapian dan ketertiban dalam melakukan aktivitas/pekerjaan dalam hidupnya.

لِمَع ُمك دحأُ

نأ

يفه

دَيلا ُ

Mampu membahagiakan orang lain merupakan turunan dari sifat Tuhan yang selalu membukakan pintu keluar dari kesulitan seluruh hamba/umatnya, dan dengan demikian muslim ideal dapat hadir aktif dalam memberikan solusi atas permasalahan kehidupan. Dengan sifat-sifat yang demikian, maka seorang muslim ideal pasti akan mendapatkan cinta dari Tuhan Allah SWT, dan pasti akan mendapatkan penerimaan (acceptability) dari lingkungan sosialnya, yaitu disukai oleh sesamanya.

BAB V

KONSEP MUSLIM MENYIMPANG DAN MUSLIM PATOLOGIS

Pengertian Menyimpang dan Patologis

Seorang muslim yang sakit mencerminkan keadaan rohani (mental-spiritual) yang tidak sehat yang tampak dalam suatu sistem perilaku menyimpang yang dapat diukur dan dinilai berbahaya, baik bagi dirinya maupun lingkungan sekitarnya.3. Sementara itu, ada juga definisi konseptual tentang Muslim yang sakit (Muslim patologis), yaitu organisasi psiko-spiritual yang terinfeksi satu atau lebih benih (potensi) penyakit jiwa yang merusak struktur dan fungsi mental umat Islam, yang akibatnya adalah adalah ; 1) mengalami penyakit jiwa secara mental; 2) secara rohani mengalami siksaan rohani, bahkan; 3) secara fisik, Anda mungkin juga mengalami gangguan kesehatan fisik (psikosomatis).

نأيبنلا

انيِحينزاي

بارشي ارمخلا

انيحاهُبارْشاي

قِرْساي لَو ُقراسلا

قِرْسايوهو

نمؤم

اامَّنِإ ؤُمٱ ل

يالاع مِه

اميِإن

انوُلَّكاوا تا ي٢

انوُقِفنُي٣

مُهَّل اجاراد

ةارِف زِراو ٗ

لافنلأا ةروس[

Sebagai orang yang merusak dan mengacaukan masyarakat, meski tidak suka, ia malah percaya bahwa orang lain salah. Sebagai orang yang meragukan kebenaran, apalagi meragukan keberadaan hakikat yang paling hakiki yaitu Allah SWT.

هوُجُوۡ ُّضَي

هوُجُوۡ ُّدَو

نيِذَّل ۡ ٱ

مُهُهوُجُو ۡ

قو ُذَف

إو

نو ُرُف٦٠١

يإ

هإَدَي ۡ

مِهِبوُلُق ۡ

يِفَوُۡهوُهَق

مِهِنإَذإَء ۡ

Individu yang kriterianya seperti di atas dikenakan sanksi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan buruknya di dunia dan akhirat. Dari ayat di atas dapat ditegaskan bahwa umat Islam yang patologis mempunyai dampak berupa hati yang tertutup, yang disebut dengan hati yang mati, yaitu hati tidak dapat merespon kebaikan, karena terkena dosa-dosanya.

نوُدَعوُت ۡ

نو ُرُف

Faktor-Faktor Terjadinya Penyimpangan dan Patologi Muslim

Pada dasarnya penyakit kepribadian muslim dapat disebabkan oleh faktor internal dan juga faktor eksternal. Seperti halnya penyakit fisik, penyakit mental dan kepribadian juga berbeda jika dilihat dari lokusnya.

Faktor Ekternal Terjadinya Patologi Muslim

Analoginya, jika nilai-nilai Islam yang diperoleh seseorang valid dan benar (berkualitas), maka karakter dasar seorang muslim adalah baik (sehat secara psikis), dan ada upaya serius untuk mengembangkan nilai-nilai tersebut dalam diri seseorang. hidup, dan akhlaknya, maka muslim itu dijamin baik dan baik (sālih). Sebab, kesalahan dalam perolehan nilai-nilai Islam akan berakibat pada terciptanya kepribadian muslim yang tidak benar dan menyimpang.

نِإ انْيِ دلا اذه

Imam Nawawi menjelaskan bahawa maksud perkataan al-mutanaṭṭiʻūn ialah mereka yang mendalami kefahaman, kefahaman dan pengamalan ajaran agama secara melampau dan melampaui batas makna yang munasabah.

رْسُي ْنالاو

اورِشبااو

اوُنيِعاتْساوةوْدغلاب

ةحْورلاو ئيشو

ةجْلدلا نم ادصقلا

ادصقلااوغُلبت

Simtom-simtom Patologi Muslim

Masalah kejiwaan sebagai fenomena kelainan diri yang justru menjadi perilaku buruk yang tidak pantas bagi seseorang, biasa disebut psikopatologi. Gangguan kepribadian mempunyai dua manifestasi: yang pertama nyata berupa neurosis; dan yang lainnya bersifat aktual berupa psikosis.

وُمال ٱ ع اامَّناأ ْا

Bahaya atau dampak negatif patologi umat Islam seperti yang telah diuraikan di atas, ditinjau dari segi kepribadian, antara lain sifat malas dalam hidup, sifat iri hati dan sifat-sifat buruk lainnya. Artinya, ia belum siap bersaing dalam kehidupan dunia yang sifatnya kompetitif, sebagaimana firman Allah dalam Q.S al-Hadid (57): 20.

ةٱ

Selain itu, sifat-sifat buruk yang melekat pada diri umat Islam juga akan berdampak pada kehidupan sosial yang mereka jalani. Apabila seorang muslim menderita rasa cemburu, maka pergaulannya dengan masyarakat akan terganggu, karena ia tidak suka melihat orang lain mengalami kebahagiaan, bahkan tidak suka melihat orang lain disekitarnya mempunyai kehidupan yang lebih baik. Karena itu. , Muslim tidak peduli bergaul dengan orang lain, karena dia merasa takut akan persaingan.

و ةانيِزاو ٗ

يا ب مُكان

Padahal, seorang muslim patologis mudah sekali berperilaku terhina dan nakal, berbohong, menganiaya diri sendiri dan orang lain, serta berbagai perilaku menyimpang yang disebabkan oleh lemahnya hati nurani. Padahal, seorang muslim yang patologis sangat mudah terserang penyakit fisik akibat tekanan atau gangguan mental dan spiritual.

BAB VI

VIRUS DAN PENYAKIT KEPRIBADIAN MUSLIM

Arti Virus dan Penyakit Kepribadian

Mengingat pentingnya memahami dan memahami penyakit mental/spiritual tersebut, maka hal ini telah dikaji dari sudut pandang Islam (Al-Qur'an) sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Benar bahwa penyakit rohani juga berkembang, dalam artian bersifat turun-temurun dan beraneka ragam, seperti halnya penyakit jasmani, yang jika tidak ditangani akan semakin parah dan semakin merusak serta menimbulkan penyakit-penyakit baru yang turunan.

Bagi umat islam wajib memahami, memahami dengan baik dan mengetahui cara mengatasi penyakit batin jika menginginkan kehidupan yang aman dan baik/bahagia di dunia dan akhirat.

نوُبِذ٠١

Penyakit-penyakit yang berasal dari cedera selain fisik- jasmani

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT telah mengingatkan anak-anak untuk menyayangi orang tuanya yang sedang mengalami penurunan mental dengan perasaan yang terkadang membuat anaknya tidak nyaman, sehingga ada sebagian orang yang membencinya dan merasa malu terhadap orang tuanya yang sedang mengalami penurunan mental. Sebab bagaimanapun juga mereka adalah orang tua yang harus diperlakukan dengan kasih sayang yang sebesar-besarnya seperti mereka mencintai anak-anaknya ketika mereka masih kecil, seolah-olah Allah ingin berfirman kepada orang-orang yang menemukan orang tuanya di hari tua: 'Wahai manusia.

Penyakit Akidah (maraḍ al-ʻaqlīyah-al-qalbīyah)

Atas dasar itu maka keyakinan dan/atau ideologi individu harus dikoreksi dan diukur serta dipolakan sesuai dengan standar keyakinan yang benar.15 Jika tidak maka akan timbul penyakit-penyakit yang merusak sistem kepercayaan individu, yang dengan sendirinya berakibat pada rusaknya kepribadian individu tersebut, yaitu aktif dalam tindakannya, konyol, seperti teroris dan sejenisnya. Dalam pandangan Islam, keyakinan yang benar adalah keyakinan akan keberadaan/wujud Keesaan Tuhan Allah SWT.

يِف اَهُع اَمَّسل ٱ

Seperti yang telah dijelaskan di atas, ideologi atau keyakinan merupakan bagian pengisi kepribadian yang berada pada dimensi super ego kemudian merasuk dan mengakar hingga menembus segmen/dimensi bawah sadar kepribadian sehingga fungsinya sangat esensial dalam energinya. ) dari tanah subur bumi (sebagai penerang hati nurani, akal, kebenaran) sehingga membuahkan hasil perilaku/kepribadian yang baik dan bermanfaat.

هدحو هللاب ناميا

Ideologi syirik adalah suatu sistem kepercayaan terhadap (konsep) banyak tuhan (politheisme) atau kepercayaan kepada satu tuhan yaitu Allah SWT, namun tetap ada tuhan selain Allah yang mendapat perhatian dan pengabdian yang serius. 18 Yakni menunjukkan bahwa syirik merupakan penyakit keimanan/kepercayaan yang merupakan induk dari segala penyakit kepribadian umat Islam; Konsekuensi sebaliknya adalah bahwa andalan kesehatan pribadi umat Islam adalah keyakinan pada tauhid; dan tauhid pada kenyataannya memiliki variasi kualitatif.

اوُبَر سَمٱ ل

عَ ب مِهِماَع َد

Penyakit perilaku/akhlakiyah (maraḍ al-nafsaniyah al- khuluqīyah)

Hati yang tidak mengandung keimanan yang teguh adalah hati yang busuk dan gelap, sehingga menjadi peluang kekuatan setan (jin jahat/setan) untuk menggoda dan menyesatkannya. Penyakit ini dikenal dengan ḥasad (ٌدَسَح), yaitu sikap mental yang tidak mau menerima nikmat yang telah Allah terima untuk orang lain, dan selanjutnya ia berharap kenikmatan tersebut hilang dari dirinya dan berpindah kepadanya.

راَّنلا َبَطَحلا

Yang dimaksudkan dengan penyakit kufur ialah mengingkari nikmat (nikmat) Allah yang dikurniakan kepada manusia. Terhadap orang-orang yang tidak bersyukur, akan ditimpakan azab yang tidak disangka-sangka, kadang-kadang berupa kesengsaraan, musibah, selalu ditimpa penyakit dan sebagainya, tetapi kadang-kadang juga berupa "sombong" yaitu penambahan nikmat yang berlebihan, sehingga mereka semakin kufur, sehingga akhirnya mereka dibinasakan dan ditarik oleh Allah, Pemberi nikmat.

ةَيَأ ِقفاَنُملا

ناَخ

لاق

لاقلوسر

بْذِكْلايِدْهَ ي

روجُفلا َّنِاو

روجفلايدهي

ىلا ِراَّنلا

بِذَكلا

بَتكُي ىتحللادنع

مكيلعو ِقْدِصلاِب

قْدِ صلا نافيدهي

ربلا ىلاناو

ربلايدهي

قُدْصَيَلىَّتح

بَتْكُيهللادنع

Inilah penyakit-penyakit yang bercokol di dalam hati manusia, dimana hati itu sendirilah yang menjadi pusat penyakit akhlak. Dari segi fisik sering diartikan sebagai bekuan darah yang disebut hati, seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya.

بْلَقْلَا ْضُعوه

Karena hati adalah penggerak tingkah laku manusia, maka penyakit-penyakit seperti yang disebutkan di atas sangat mudah diwujudkan dalam tingkah laku manusia sehari-hari. Hati atau hati dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu hati dari sisi jasmani dan hati dari sisi ruhani seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

عَفْدَي َمَّدلا

يف ِزاهِجلا

يِئاَعِولاوأ

فَرْعُ ي ام

زاهجلاب يِناَرَوَدلا

Hati yang sehat adalah hati yang bersih sehingga tidak akan ada seorangpun yang mampu bertahan di hari kiamat kecuali ia datang kepada Allah dengan membawa hal tersebut, sebagaimana firman Allah AS.

ىَتَأ لَقِب َهالل أ

Matinya hati bukan berarti hati lenyap dan lenyap begitu saja, melainkan hati yang aktif dalam kesengsaraan abadi. Melawan hati yang mati yang menggelapkan ruang pribadi, nafsu adalah pemimpin, nafsu adalah panglima, kebodohan adalah pengemudinya, kelalaian adalah kendaraannya.

نوُعِج٧٢

Penyakit konasi-nafsani (syahwāniyyah) 1) Pengertian syahwāt dan syahwāniyah

Pertama, berkaitan dengan pikiran yang tidak suci karena tunduk pada tuntutan syahwat, misalnya dijelaskan dalam Al-Qur'an Q.S.

وٱ َو ِةَّضِف ل

سُح ُنٱ

و َة ْاوُعَ بَّ تٱ

Kata nafsu yang berarti segala kenikmatan yang bersumber dari reaksi fisik, untuk memenuhi kebutuhan seseorang yang meliputi makanan dan minuman, hasrat dan istirahat seksual, kenyamanan dan hiburan, sering disederhanakan menjadi menggunakan kata nafsu saja. Dunia tasawuf dan tarekat mempopulerkan istilah syahwat dengan arti hasrat atau hawa nafsu, sehingga berkonotasi negatif.

لاَق ِ بَر

Seperti diketahui sebelumnya, nafsu selalu mendorong manusia untuk berbuat buruk dan sangat sulit dikendalikan. Nafsu dan syahwat dipandang sebagai hal yang paling kejam untuk membinasakan dan merugikan manusia, terutama di akhirat.

اَنِقَو َباَذَع

Ia mencipta perbuatan khianat dengan segala akibatnya yang tidak patut dipuji, dan oleh itu ia enggan menerima idea nasihat dan cadangan. Malah, dia telah mendahului (نظلا ءوس) semua idea dan cadangan yang baik sebagai penentang dan penghalang kepada matlamat yang diinginkannya.

Selain itu, nafsu (syahwāni) juga dapat membuat seseorang mendahulukan diri sendiri (penyakit egois) demi memperoleh keuntungan duniawi, misalnya dengan mengalahkan orang lain; cinta akan kejayaan, kedudukan, pujian, dan sebagainya. Dalam pandangan Freud, kesenangan (pleasure) merupakan subsistem kepribadian yang terletak pada dimensi bawah sadar, karena timbul dari tubuh fisik yang melalui proses biokimia menghasilkan impuls-impuls kenikmatan fisik-material, sehingga orang yang kepribadiannya didominasi oleh nafsunya (sisi kegelapan pribadinya), maka tingkah lakunya cenderung tidak wajar sebagaimana tingkah laku manusia.

BAB VII

FENOMENA PATOLOGI MUSLIM KONTEMPORER

Patologi Ideologis Muslim 1. Pengertian Ideologi

Begitu pula perlu dibangun sikap toleransi dalam memahami perbedaan ideologi yang ada dalam kehidupan ini. Sehubungan dengan kenyataan tersebut, Allah sendiri mengingatkan kita bahwa dalam memahami Islam harus berhati-hati, tidak boleh sembarangan, harus memilih pemahaman yang benar dan berlandaskan pada prinsip-prinsip ajaran Islam itu sendiri, serta sesuai dengan petunjuk. Islam. Nabi Muhammad.

Potensi Variasi Ideologis Muslim

Selain itu ada pula umat Islam yang berkepribadian seimbang dalam beragama yang disebut dengan Islam moderat, yaitu kepribadian yang memilih sikap tengah (moderat/ةَّيِطَسَو) dan. Sementara sebagian lainnya kurang mempunyai potensi untuk bersosialisasi dalam kehidupan global, dan sebaliknya rentan mengalami gesekan dengan ideologi kepribadian lain, sehingga kepribadian Islam yang ekstremis, fundamentalis, dan radikal nampaknya layak untuk dikategorikan sebagai kepribadian yang tidak normal atau sakit.

Diantara sikap fundamentalisme dalam beragama yang cenderung kaku dalam mengamalkan Islam, padahal sifat dasar Islam adalah mudah dan memberikan kenyamanan, adalah adanya keharusan untuk menjalankan praktik Islam yang formal. Penafsiran Islam terhadap posisi ekstrim dalam agama dikenal dengan istilah pendirian gulūw (ولغ), yang objeknya (ُ مسا .لعافلا) disebut dengan gālī Muslim (يلاغ).

هَّلل

ظل

نو مِل

آَِٰهَّلل

حو ُر و

بَْٰٓاوُنِما

ي خَْٰٓاوُه تن

هَّلۥ

م َّسل

وَِٰٓهَّلل

ليِك

Artinya tidak boleh menyimpang, sebagaimana halnya umat Nasrani yang berbuat/berperilaku gulūw dengan menempatkan kedudukan Nabi Isa (as). Namun karena beberapa hal yang menyimpang seperti itu, sehingga ada yang mengembangkan pemahaman bahwa Nabi Isa adalah anak Allah, yang juga harus didewakan selain Allah, sebagai Tuhan Anak, maka keyakinan seperti itu adalah di luar batas ( ولغ) .

ليِب َّسل٧٧

Inti dari ayat tersebut adalah bahwa para pengikut Taurat dan Injil, dalam hal ini Yahudi dan Nasrani, telah melakukan kesalahan dalam keimanan, yaitu melampaui kewajaran dalam menempatkan objek keimanan mereka, dimana Isa al- Masih ditempatkan sebagai Tuhan yang bukan Allah, semuanya terjadi karena mengikuti hawa nafsu. yang mengakibatkan hancurnya ajaran agama Nasrani (tepatnya dakwah Nabi Isa), yang bukan lagi merupakan ajaran asli Nabi Isa yang mengajarkan keesaan Allah dan beribadah kepada-Nya, tetapi juga menambah ibadah. Yesus, yang diyakini sebagai putranya. Padahal, persoalan pengampunan dosa merupakan hak mutlak/hak prerogatif Allah yang tidak dapat diwakili oleh manusia manapun, tidak terkecuali nabi-Nya.

سنسَ

م كاَّيِا

و ل غلاَو ُ

يف

نْيِ دلا ُاَّمنافُ

كلَه ُ

ولغلاب ُ

نْيِ دلا ُ

مكاَّيِا

نيدلا

ناف

لاعت

دق

هلعج ُ

الْهَس ُاو ذ خفُ

هنم

نِاف

بحي ُ

ماد

حلاص ُ

نِاو

Sikap Gulūw sebagai Bentuk Patologi Kepribadian Muslim Sebagai telah disinggung di atas, bahwa sikap ekstrem

Dengan demikian, kepribadian Islam yang ekstrim (gulūw) terdapat pada individu yang suka melakukan kesesatan dalam agama. Keempat, karena kesenangan mencari sensasi dalam agama dengan mencari landasan yang tidak sah, misalnya berdalil dari hadis-hadis yang lemah.

Nafsu merupakan bagian dari fitrah manusia, artinya manusia dibekali dengan nafsu terhadap hal-hal duniawi, termasuk syahwat, agar dapat merasa nyaman di dunia untuk menjalankan ibadah. Semula larangan guluv diperuntukkan bagi kaum Yahudi dan Nasrani yang telah menghancurkan landasan ajaran Allah, tauhid, namun pada prinsipnya larangan tersebut berlaku bagi semua kalangan, termasuk umat Islam.

م كِنيِدُيِفُْاو ل

Namun jika rasa keduniawian dan nafsu ini tidak disinari dengan akal sehat maka akan menimbulkan rasa bangga dan egois, dan keegoisan inilah yang membuat manusia melanggar norma agama dan menghalalkan segala cara atas nama agama. . Pandangan gulūw jelas-jelas melanggar larangan Allah dan Rasulullah, sehingga mempunyai nilai yang sangat buruk dan membawa pengaruh dosa bagi orang/individu yang melakukannya.

لاِإُِهَّلل

Atas dasar itulah seorang muslim harus mempelajari dasar-dasar agamanya. Terlebih lagi, para ulama yang hendak mengembangkan dan mendakwahkan agama Islam harus memahami Al-Qur'an beserta tafsirnya, hadis dan sunnahnya yang tercatat dalam kitab-kitab hadis dengan sekaligus mempelajari ayat-ayatnya.

حيِسَم ٱُ ل

ىَسيِع

لو سَرَُمَي

رَم ُ حو رَوَُمَي

بُْاو نِماٱ

يَخُْاو هَ تن ُٱر

لِإُ هَّلل ٱه

هَّلۥ ُُ

مَّسل ٱ

بٱ ليِكَوُِهَّلل

Faktanya, posisi ekstrim dalam keimanan mempunyai segmen yang sama banyaknya dengan ajaran Islam itu sendiri. Berbohong kepada Rasulullah berarti menolak masuk Islam dengan berbohong kepada Rasulullah. dan ajarannya), atau mengingkari sebagian dari seluruh ajaran yang dibawakan rasul.

يبنلا

Mengenai hal ini Allah berfirman yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik akan dimasukkan ke dalam neraka yang paling rendah.” 4. Sedangkan nifak kecil (Aṣgar) hanya melakukan sebagian perbuatan yang menjadi ciri dan ciri orang munafik sejati.

ىلص

هيلع

ملسو

ةيأ

قفانملا

ثلث

اذا

ثدح

بذك

اذاو

دعو

فلخأ

نمتؤا

ناخ

هيف

اك

اصلاخ

نمو

تناك

نهنم

ةلصخ ُ

قاَفِ نلا ُ

ىَّتح

نِم تْؤا ُ

ثدَح ُ

دَهاَع ُ

Penting untuk disadari secara serius bahwa Anda tidak boleh menganggap enteng hal-hal yang masuk dalam kategori syirik, kufur dan nifāq aṣgar hanya karena Anda terpengaruh dengan istilah 'kecil' (aṣgar). Karena sekecil apapun riya'/syirik, kecilnya kekufuran, dan kecilnya nifak, dampak negatif psikospiritualnya tetap besar sehingga masuk dalam kategori dosa besar.

BAB VIII

DAMPAK BURUK PATOLOGI MUSLIM

Dosa dan Kerusakan Kepribadian

Dengan demikian, agama mengharamkan dosa karena mengganggu kehidupan, yang artinya merupakan pelanggaran terhadap kehidupan. Karena dosa bersifat merusak dan merugikan, tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga bagi orang lain.

لْو لمُكَّن أ

Dan perbuatan berdosa terkadang merupakan akibat dari semangat kreatif manusia, yang terkadang membawa kebaikan karena agama sendiri yang menyuruh manusia untuk berkreasi agar bisa maju. Namun masalahnya tidak semua ciptaan manusia mewujudkan kebaikan, namun terkadang justru berupa kesalahan, karena ciptaan tersebut -sebagus apapun niat awalnya - melalui usaha (Baca: ijtihad).

هللااًقلخ

Seolah-olah Allah lebih suka dan memilih hamba-Nya yang sedar akan dosanya dan faham bahawa dirinya tidak sempurna, lalu memohon ampun atas dosa-dosanya dan memohon petunjuk kepada Allah agar mereka menjadi lebih baik lagi dalam tindakan selanjutnya. Tegasnya, kita manusia ini sangat layak melakukan dosa selagi mahu mengakuinya, bahkan Allah merindui suara merdu hambanya memohon ampun (taubat) agar Allah yang maha pengampun akan mengampuninya.

ل ف اوُّك زُ ت

Terminologi Dosa

Secara umum, dosa seperti ini dikenal sebagai tindakan moral yang bodoh dan keras hati. f) Munkar/ركنم yang artinya saya tidak suka. Dalam Al-Qur'an, kata maksiat mengacu pada perbuatan dosa berupa pelanggaran terhadap larangan Allah SWT, seperti pencurian, perampokan, perzinahan, meminum minuman beralkohol dan narkoba, pembunuhan, riba, dan menyekutukan Allah SWT. Selain itu, maksiat juga dimaksud dengan perbuatan mengabaikan perintah-perintah wajib, seperti tidak menunaikan shalat, berpuasa Ramadhan, mengeluarkan zakat kepada yang wajib, dan sebagainya. h) Wizr/رزو yang artinya beban yang dipikul di pundak yang sangat berat dan menyengsarakan pelakunya.

Hakikat dan Eksistensi Dosa

Dosa yang bernama wizr mengandung arti suatu perbuatan buruk dan jelek yang dampaknya adalah kesengsaraan yang menimpa diri sendiri, mungkin penjara atau penyiksaan.

نِا نِمْؤُملا

ب نْذ أاًبْ ن ذ

Macam-macam dan Varian Dosa

Ada yang mengatakan bahawa dosa besar ialah dosa yang diancam oleh Allah dengan azab neraka, dilaknat, dimurkai atau diancam dengan azab yang berat. Dengan pemahaman ini, dosa-dosa besar bukan sahaja sebanyak tujuh jenis seperti yang dijelaskan dalam Hadith 'al-sabʻu al-mūbiqāt',6 tetapi lebih banyak lagi dan bertingkat-tingkat.

Ini adalah dosa yang paling besar, dalam bentuk kemaksiatan yang pertama dalam drama kehidupan alam ini, kerana ia tidak bertindak balas dengan betul kepada kemahakuasaan Tuhan, kerana ia percaya bahawa orang lain mempunyai kuasa selain Tuhan. Atas dasar ini, syirik menjadi dosa besar yang tidak dapat diampuni, meninggalkan pelakunya di neraka.

ؤُمنِم

Inti dari perilaku tersebut adalah sikap kejam terhadap persaudaraan manusia yang seharusnya mencintai dirinya, namun justru melanggar hak kebendaan/harta manusia. Karena perilaku tersebut mencerminkan kepribadian yang busuk dan kegilaan, sehingga berdampak negatif pada dirinya, yaitu dapat mengakibatkan penderitaan di dunia, dan di akhirat ia akan mengalami kesengsaraan hidup.

أ ي نيِذَّل ٱ نوُلُك

ٱ يَّشل

ٱ ِراَّنل

Memakan harta benda anak yatim menandakan hilangnya rasa kebapakan seseorang yaitu rasa sayang terhadap anak, dan itu merupakan luka psikis-spiritual, karena seharusnya menjadi wali/pengasuh pengganti orang tua yang seharusnya penuh kasih sayang, namun malah menzalimi. . Dikatakan luka, akibat hilangnya kodrat sebagai manusia yang berpotensi menyayangi anak-anak yang masih membutuhkan kasih sayang karena orang tua aslinya telah meninggal, namun kenyataannya justru sebaliknya.

Sifat perilaku menyimpang tersebut lebih dari sekedar binatang yang paling buruk, misalnya saja harimau, yang meskipun termasuk binatang yang berwatak liar, namun tetap dapat memberikan kasih sayang yaitu pemberian makanan dan penghidupan kepada keturunannya. Perilaku buruk ini mendatangkan kehidupan yang tidak berkah di dunia bagi pelakunya dan siksa yang pedih di akhirat sebagaimana firman Allah SWT.

Karena ini merupakan perbuatan yang jahat dan sangat jelek bagi kemungkinan kejayaan Islam, bahkan orang yang berkepribadian seperti itu pun mempunyai kekurangan, maka Allah melarang keras hal tersebut, pelakunya diancam dengan siksaan yang berat sebagaimana firman-Nya dalam Q.S.

ح ز ْاوُر ف ك نيِذَّل ٱ ٗف

ى لِإ اًزِّي ح تُمة ئِف

Dari hadis ini terlihat jelas bahwa orang yang durhaka kepada orang tuanya selalu berada di bawah murka Allah di dunianya, sehingga tidak mungkin mereka menjadi perantara turunnya rahmat Allah kepada masyarakat. Dengan demikian, tidak mungkin dipahami bahwa orang yang mendurhakai orang tuanya adalah orang yang berbudi luhur dan membawa keberkahan dan kebaikan, karena dirinya sendiri berada di bawah kendali azab Allah SWT.

Para penjudi malas dan tidak realistis dalam memenuhi kebutuhannya, sehingga akan menyusul dosa-dosa lainnya, seperti mencuri, mabuk-mabukan, membunuh, dan kemiskinan yang semuanya disukai setan.

ل م عٱ

نوُحِل٠١

Judi juga merupakan penyakit pribadi yang mempunyai dampak dosa karena menyebabkan kemerosotan mental pelakunya, kehancuran ekonomi dan permusuhan manusia akibat perjudian. Pelaku dipermalukan Allah dengan hukuman potong tangan sebagai tanda bahwa sikap tersebut merupakan penyakit mematikan yang harus diamputasi dari masyarakat.

وٱ و ُقِراَّسل

نِّم اٱ

ميِك ح١٣ ٗ

نبا ناَّف ع

رْم خْلاا هَّ نِا ف

Adalah perbuatan (kejahatan) menyimpang meminum minuman keras atau sejenisnya, misalnya narkoba, yang dampaknya merusak pikiran dan akhirnya merusak sistem kesadaran, sehingga mengakibatkan orang sakit dan mematikan. Selain itu dari perzinahan juga terjadi kemerosotan nilai-nilai kemanusiaan, karena akan banyak anak manusia yang lahir tanpa keturunan yang sah, karena pada akhirnya timbul kecenderungan untuk mengangkat anak, yang dampaknya lebih buruk lagi yaitu pengabaian terhadap kemanusiaan.

Hal ini dikarenakan anak yang diasuh oleh orang tua yang bukan orang tua akan kurang optimal dan mendalam dibandingkan dengan anak yang diasuh oleh orang tuanya sendiri.

Maksudnya: “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu lakukan, nescaya Kami hapuskan kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosa kecilmu) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (Syurga)”. Adapun contoh-contoh perbuatan/perbuatan yang memberi kesan menghapuskan dosa-dosa kecil, seperti bersuci daripada hadas, seperti berwuduk, pergi ke masjid dengan khusyuk, waktu cuti.

رِئا س مِلس ِد س جلا

نِا هللا

مكِلاوْمأو ُرُظْن ي نكلو

ق ىلا ِبول

Referensi

Dokumen terkait