• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PDF PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

Dilihat dari kesulitan pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 19 Medan dalam menyajikan teks persuasi, proses pembelajaran yang dilakukan guru cenderung lebih bersifat ceramah dalam menyampaikan materi kepada siswa. Kedua, guru masih menggunakan metode konvensional. Ketiga, siswa merasa jenuh dan bosan jika pembelajaran menyajikan teks persuasi kurang kreatif sehingga siswa kesulitan dalam mengungkapkannya. Dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam menulis teks secara lisan dan tertulis.Pembelajaran menyajikan teks persuasi memerlukan metode pembelajaran kooperatif yaitu pembelajaran kelompok.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka saya mengadakan penelitian yang berjudul “Pengaruh Model Two-Stand-Two-Wanderer (Two-Stand-Two-Guest) Terhadap Penyajian Teks Persuasif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Medan pada Akademik Tahun 2017/2018". Bagaimana keterampilan siswa dalam menyajikan teks persuasi sebelum menggunakan model Two Stay-Two Stray dalam menyajikan teks persuasi Kelas VIII SMP Negeri 19 Medan. Bagaimana kemampuan siswa dalam menyajikan teks persuasi setelah menggunakan model Two Stay-Two Stray (Two Stay Two Guest) dalam menyajikan teks persuasi untuk kelas VIII SMP Negeri 19 Medan.

Apakah ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Two Stay-Two Stray terhadap kemampuan menyajikan teks persuasi siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Medan? Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Medan sebelum menggunakan model Two Stay-Two Stray dalam menyajikan teks persuasif. Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Medan setelah menggunakan model Two Stay-Two Stray dalam menyajikan teks persuasif.

Untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Two Stay-Two Stray dalam penyajian teks persuasif pada siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Medan.

Ciri-ciri Teks Persuasi

Bentuk persuasi yang umum dikenal adalah propaganda yang dilakukan oleh kelompok atau badan tertentu, iklan di surat kabar, majalah atau media massa lainnya, leaflet, kampanye verbal dan lain sebagainya. Persuasi bertujuan untuk mengubah pemikiran orang lain, berusaha membuat orang lain menerima dan melakukan sesuatu yang kita inginkan. Untuk menerima dan melakukan sesuatu yang kita inginkan harus diciptakan landasan yaitu landasan kepercayaan.Persuasi sendiri merupakan upaya untuk menciptakan kesesuaian atau kesepakatan melalui kepercayaan.

Teknik-teknik persuasi

Sugesti merupakan upaya membujuk atau mempengaruhi orang lain agar menerima suatu keyakinan atau sikap tertentu tanpa memberikan landasan logis atas keyakinan orang lain yang ingin dipengaruhi tersebut. Rangkaian kata yang menarik dan persuasif serta nadanya yang berwibawa membuat seseorang mampu mempengaruhi orang lain. Proyeksi adalah suatu teknik menjadikan sesuatu yang tadinya subjek menjadi objek, misalnya suatu sifat yang dimiliki seseorang dijadikan sebagai ciri khas orang lain dan mereka tidak mau lagi mengenalinya sebagai sifat mereka.

Kesulitan siswa dalam menulis teks persuasif masih rendah. Kesulitan pertama adalah menentukan tema dan memilih topik, penyampaian penjelasan kurang efektif dan kalimat yang tertulis tidak sesuai EYD. Saat menulis teks persuasif, Anda harus menentukan topiknya terlebih dahulu. Topik merupakan ruang lingkup pembahasan dalam satu bagian. Topik karangan atau tulisan persuasif dapat dikembangkan dari berbagai bidang. Hampir semua bidang dapat dijadikan topik teks persuasif, asalkan topik tersebut mengandung ajakan atau persuasi kepada pembaca. Teks persuasif terdiri dari beberapa bagian yang bagian-bagiannya disusun secara sistematis dan saling berhubungan.Teks persuasif diawali dengan pengenalan masalah.

Teks persuasif terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing tersusun secara sistematis dan saling berhubungan.Teks persuasif diawali dengan pendahuluan terhadap suatu permasalahan, dilanjutkan dengan pemaparan sejumlah argumen, dilanjutkan dengan ajakan yang diakhiri dengan penegasan kembali. struktur teks persuasif yaitu pendahuluan permasalahan, seperangkat argumentasi (pendapat dan fakta), ajakan dan penegasan, kesimpulan dan rangkuman.

Model Two Stay Two Stray (Dua Tinggal Dua Tamu)

Sehingga tidak terjadi konflik antara penulis dan pembaca, dan pembaca akan tertarik dan mengikuti paragraf yang ditulisnya. Menulis teks persuasif hendaknya menggunakan kalimat yang efektif. Kalimat yang efektif tentunya terhindar dari makna yang ambigu. a) Siswa bekerja sama dalam kelompok beranggotakan empat orang seperti biasa. Untuk mengatasi kekurangan pada model pembelajaran TSTS, sebelum mengajar, guru terlebih dahulu mempersiapkan dan membentuk kelompok belajar yang heterogen ditinjau dari gender dan kemampuan akademik.

Terbentuknya kelompok heterogen memberikan kesempatan untuk saling mengajar dan saling mendukung sehingga memudahkan pengelolaan kelas, karena orang yang memiliki kemampuan akademik tinggi diharapkan mampu membantu anggota kelompok lainnya. Shoimin, tahapan dalam model sikap dua hilang dua adalah sebagai berikut. Pada tahap persiapan ini yang dilakukan guru adalah membuat silabus dan sistem penilaian, merancang pembelajaran, menyiapkan tugas siswa dan membagi siswa dalam suatu kelas menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari 4 siswa dan setiap anggota kelompok harus heterogen. dalam hal gender dan prestasi. mahasiswa akademis.

Kegiatan ini melibatkan pembelajaran dengan menggunakan lembar kegiatan yang berisi tugas-tugas yang harus dipelajari oleh setiap siswa dalam satu kelompok. Setelah mendapat lembar kegiatan yang berisi permasalahan yang berkaitan dengan konsep materi dan klasifikasinya, siswa mempelajarinya dalam kelompok kecil yaitu mendiskusikan masalah tersebut. Bersama-sama dengan anggota kelompoknya…setiap kelompok menyelesaikan atau memecahkan masalah yang diberikan dengan caranya masing-masing. Setelah mendapat informasi dari dua anggota yang tersisa, para tamu pamit dan kembali ke kelompoknya masing-masing dan melaporkan temuannya kepada kelompok lain serta membandingkan dan mendiskusikan hasil pekerjaannya. Setelah belajar kelompok dan menyelesaikan permasalahan yang diberikan, salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya agar dapat dikomunikasikan atau didiskusikan dengan kelompok lain. Kemudian guru mendiskusikan siswa dan mengarahkan mereka ke bentuk formal. e) Evaluasi kelompok dan pemberian hadiah.

Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan pemahaman siswa terhadap materi yang dicapai dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif TSTS. Setiap siswa diberikan kuis berisi soal-soal hasil belajar model TSTS yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada kelompok yang mempunyai nilai rata-rata tertinggi. Kedudukan pembelajaran Penyajian teks persuasi dalam kurikulum 2013 Kurikulum menjadi landasan atau acuan dalam setiap proses pembelajaran di sekolah karena dengan kurikulum proses pembelajaran dapat direncanakan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Dalam kurikulum terdapat KI dan KD yang merupakan jenjang yang harus dilalui peserta didik untuk mencapai tingkat kompetensi kelulusan satuan pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi 2013 dapat diartikan sebagai konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melaksanakan tugas menurut standar tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh siswa. Dalam Kurikulum 2013 terdapat KI dan KD yang merupakan jenjang yang harus dilalui peserta didik untuk mencapai kompetensi lulusan pada tingkat satuan pengajaran.

Kerangka Konseptual

Penyajian teks persuasif secara tertulis dan lisan dengan memperhatikan daya tarik isi, struktur dan kaidah kebahasaan. Pertama, persiapan persuasi, ajakan. Kedua. Perhatian pada struktur dan kaidah teks persuasif. Model Two Stay Two Stray merupakan suatu sistem pembelajaran kelompok dengan tujuan agar siswa dapat bekerja sama, bertanggung jawab, saling membantu memecahkan masalah dan saling mendorong untuk berprestasi. Two Stay Two Stray dikarenakan adanya pembagian kerja kelompok yang jelas bagi setiap anggota kelompok, siswa dapat bekerja sama dengan temannya, serta dapat mengatasi kondisi dimana siswa sibuk dan sulit diatur selama proses belajar mengajar.

Hubungan Penyajian teks persuasif dengan model Two Stay Two Stray yaitu akan mengarahkan siswa untuk lebih aktif baik dalam berdiskusi, bertanya, mencari jawaban, menjelaskan dan juga mendengarkan materi yang dijelaskan teman, persuasi untuk mengubah pendapat orang lain. pikiran, ia mencoba membuat orang menerima dan melakukan sesuatu yang kita inginkan.

Hipotesis Penelitian

Metode Penelitian

Metode eksperimen adalah “metode yang digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu perlakuan tertentu terhadap perlakuan lain dalam kondisi terkendali”.

Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel Penelitian a. Populasi

Dalam pengambilan sampel, peneliti menentukan kelas mana yang akan dijadikan sampel dengan melakukan proses pengambilan sampel secara probabilitas dengan menggunakan teknik cluster sampling. Pertama, peneliti akan mencatat nama masing-masing kelas pada selembar kertas, kemudian menggulung setiap lembar kertas tersebut dan memasukkannya ke dalam tabung dan mengocoknya. Setelah itu peneliti akan mengeluarkan gulungan kertas tersebut, gulungan kertas terpilih tersebut akan dijadikan sampel.

Instrumen Penelitian

Sangat tepat, teratur dan menyeluruh 5. cukup tepat, teratur dan menyeluruh 3 - tidak cukup tepat, teratur dan menyeluruh 2 - tidak tepat, teratur dan menyeluruh 1 8 Penggunaan kata ganti. Sangat tepat, teratur dan teliti 5. cukup tepat, teratur dan teliti 3 - kurang tepat, teratur dan teliti 2 - tidak tepat, teratur dan teliti 1 9 Pengiriman/. Teks persuasif disajikan/disampaikan dengan sangat jelas dan dapat melayani pembaca.

Desain Eksperimen

10 Pilihan kata – sangat tepat, relevan, teliti 5. Buku Ajar Pendamping Bahasa Indonesia Siswa SMP-MTs Kelas VIII 2017 : 193). Proses yang terdapat dalam penelitian ini adalah pembelajaran diawali dengan persiapan untuk mengetahui kemampuan awal siswa, kemudian dilakukan treatment dengan menggunakan teknik mengajar, kemudian dilakukan post-test untuk menilai kemampuan siswa setelah dilakukan treatment.

Jalannya Eksperimen

Para tamu mohon diri dan kembali ke kelompoknya masing-masing dan melaporkan temuannya kepada kelompok lain.

Oraganisasi Pengolahan Data

Teknik Analisis Data

Tujuan dari uji normalitas adalah untuk mengetahui normal atau tidaknya data penelitian setiap variabel penelitian. Tes yang digunakan adalah tes Liliefors. Jika kita ambil nilai terbesar dari nilai absolut, maka selisih dengan nilai terbesar adalah L0 dan nilai kritis L diambil dari daftar uji Lilifors dengan taraf signifikansi 0,05 (5%). Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil mempunyai varian yang homogen atau tidak.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui Apakah hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran

Definisi operasional dimaksudkan untuk menyamakan persepsi terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam judul “Pembelajaran Menyajikan Teks persuasi dengan Media

Maka pada penelitian ini, model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray yang diintegrasikan dengan media puzzle dan molymod diharapkan mampu menciptakan

Penelitian ini diharapkan dapat mampu memberikan referensi pada penelitian selanjutnya dan pihak lain yang membutuhkan akan ketelitian auditor dan kemampuan menilai

Apakah peningkatan hasil belajar Matematika dapat diupayakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada siswa Kelas 5

Hasil Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan ajar membaca teks sastra, tidak hanya pada aspek membaca, tetapi pada semua aspek yang sesuai kebutuhan

Hal tersebut di atas membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Efektivitas Metode Bercerita dengan Gambar dalam Meningkatkan Kemampuan berbicara Anak Kelompok

Suhartono mengatakan bahwa : Aspek kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengembangkan kemampuan berbahasa di taman kanak-kanak yaitu dengan cara merangsang minat anak untuk