• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembangunan PLTPB Arjuno-Welirang

N/A
N/A
Mauli Rizki Amelia

Academic year: 2024

Membagikan "Pembangunan PLTPB Arjuno-Welirang"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Nama: Mauli Rizki Amelia NIM: 205060701111037 Kel.Optimasi: 16

Pembangunan PLTPB Arjuno-Welirang

Jawa Timur memiliki potensi panas bumi yang tersebar di bebarapa daerah, yang menjadi hal menarik untuk melakukan pembangunan PLTPB (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi). PLTPB sendiri adalah pembangkit listrik yang menggunakan panas bumi sebagai sumber energinya. Untuk membangkitkan listrik dengan panas bumi dilakukan dengan mengebor tanah di daerah yang memilki potensi panas bumi. Salah satu tempat yang mendapatkan perhatian khusus terkait rencana pembangunan PLTPB adalah wilayah Arjuno-Welirang yang masuk kedalam wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.

Dari pembangunan mega proyek ini, apabila berjalan baik maka akan menghasilkan banyak keuntungan, seperti sumber energi listrik masyarakat yang akan tercukupi dan pendapatan negara akan meningkat. Di sisi lain, pembangunan ini akan menitikkan proyek di tengah hutan dan dikelilingi oleh dua gunung yakni Arjuno-Welirang, maka tidak bisa dipungkiri bahwa pembukaan lahan pasti terjadi. Hal ini tentu merugikan, sehingga dampak buruk yang dihasilkan dari mega proyek pun harus dipertimbangkan.

Berdasarkan catatan Walhi Jatim bahwa tingkat kerentanan kebencanaan di Gunung Arjuno dan Welirang cukup tinggi. Terutama pergerakan tanah longsor. Tetapi belum ada kepastian apakah teknologi yang dimiliki geothermal dapat mencegah situasi kerentanan ini. Ditambah lagi, daerah tersebut memiliki sejumlah satwa liar langka, yang bisa saja terganggu akibat pembangunan ini.

Alasan dipilihnya wilayah tersebut juga tidak pernah disampaikan secara jelas oleh pemerintah, kecuali dengan dalih sebagai upaya membantu kebutuhan listrik di Indonesia. Sedangkan kebutuhan listrik di Jawa Timur sendiri hanya kurang dari angka 2% sehingga dengan mengorbankan lingkungan tentu tidak sebanding dengan dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam dengan melibatkan masyarakat sebagai pihak yang menerima langsung dampak akibat pembangunan ini. Tidak hanya itu, pendekatan lingkungan pun harus intensif dilakukan untuk mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan.

(2)

Gambar 1. Diagram Fishbone mengenai Proyek PLTPB Arjuno-Welirang

Referensi

Dokumen terkait

Konstruksi Sumur MT-2 Panas Bumi Daratei Todabelu Mataloko, Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur.. Konstruksi Sumur MT-3 Panas Bumi Daratei Todabelu Mataloko, Kabupaten Ngada

2.4 Tinjauan Aspek Keekonomian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Mengingat pengembangan potensi panas bumi memerlukan initial investment yang cukup besar, serta

Potensi panas bumi pada lapangan komplek gunungapi pada umumnya memiliki potensi besar yaitu di atas 100 MW.Beberapa daerah panas bumi yang berhubungan dengan sistem

Kerjasama dengan dinas terkait 6 Pemberdayaan masyarakat di daerah potensi panas bumni melalui teknologi pemanfaatan secara langsung potensi panas bumi yang ada

Berdasarkan data Badan Geologi menyebutkan bahwa pada tahun 2010, dari 265 daerah panas bumi (dpb) yang tersebar di seluruh Indonesia, terdapat 29 dpb (10,9%) dengan potensi

Penelitian yang berjudul “Analisis Anomali Suhu Permukaan dan Kerapatan Vegetasi Berdasarkan Citra Satelit Landsat 8 untuk Pemetaan Potensi Panas Bumi di Wilayah Kerja Panas

Tahanan jenis rendah yang diperkirakan ber- hubungan dengan pembentukan sistem panas bumi dan merupakan daerah prospek panas bumi tersebar di sekitar mata air panas Sumani

Informasi yang ditampilkan dalam peta panas bumi hasil inderaan jauh diantaranya adalah titik-titik dimana daerah tersebut memiliki potensi panas bumi Tujuan Penelitian Tujuan