Romita Anjani, 2022, Pengembangan Disiplin Karakter Pondok Pesantren Untuk Meningkatkan Aktivitas Sholat Subuh Kota Santri Kelas 7 A Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu Fakultas Tarbiyah dan Tadris Universitas Islam Negeri (UIN ) Fatmawati Sukarno Bengkulu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana cara menumbuhkembangkan karakter disiplin di pondok pesantren untuk meningkatkan keaktifan shalat subuh berjamaah santri kelas 7 A di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an memperbesar Kota Bengkulu. 2) Apa saja faktor penghambat dan pendukung penerapan pengembangan karakter disiplin di pondok pesantren untuk meningkatkan keaktifan sholat subuh berjamaah pada santri kelas 7 A di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu. Kegiatan Doa Subuh Berjamaah Santri Kelas 7 A Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap santri di Pondok Pesantren Al-Qur'an Harsallakum wajib melaksanakan shalat sunnah, apabila santri tidak melaksanakan shalat subuh berjamaah maka santri akan dikenakan sanksi berupa piket di asrama untuk satu orang. pekan. Alhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat, taufiq dan hidayah yang diberikan kepada kami khususnya penulis, sehingga penulis dapat mengajukan proposal skripsi yang berjudul “Pembangunan Karakter Disiplin Sholat Subuh Berjamaah Pondok Pesantren Dewasa”. Kegiatan Santri Kelas 7 A di Asrama Islam Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu. Semoga doa dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam shalat berjamaah banyak sekali hikmah yang dapat dipetik dan dapat mempengaruhi perilaku keagamaan anak.
Dalam observasi tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang diberi judul, “Pembangunan Karakter Disiplin Pondok Pesantren Untuk Meningkatkan Kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Pada Santri Kelas 7 A Di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur’an Kota Bengkulu” .
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Sholat subuh berjamaah untuk santri Kelas 7 A Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu. Apa saja faktor penghambat dan pendukung penerapan pembinaan karakter disiplin di pondok pesantren untuk meningkatkan keaktifan sholat subuh berjamaah pada santri kelas 7 A di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu. Apa hasil dari pembinaan karakter disiplin di pondok pesantren untuk meningkatkan keaktifan salat subuh berjamaah pada santri kelas 7 A di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
Konsep Kedisiplinan Pondok Pesantren
Pembinaan karakter kedisiplinan di rumah islam untuk meningkatkan keaktifan salat subuh berjamaah pada siswa kelas 7 A di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu, masih kurangnya keaktifan anak dalam melaksanakan salat subuh berjamaah . Pembinaan karakter kedisiplinan di rumah islam untuk meningkatkan keaktifan salat subuh berjamaah pada siswa kelas 7 A di rumah islam Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu. Observasi awal penulis mengamati pembentukan karakter disiplin sholat subuh berjamaah kelas 7 A di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu.
Melaksanakan sholat subuh berjamaah santri kelas 7 A di Pondok Pesantren Al-Qur'an Harsallakum Kota Bengkulu. Pelaksanaan salat subuh santri berjamaah di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an dilakukan karena kebiasaan, sebagai guru saya harus membangunkan santri untuk melaksanakan salat subuh berjamaah. Selain itu, hasil observasi dan dokumentasi menunjukkan salat subuh berjamaah pada santri kelas 7 A di Pondok Pesantren Al-Qur'an Harsallakum Kota Bengkulu belum terlaksana dengan baik.
Hal ini dibuktikan dengan dokumentasi berupa foto saat salat subuh berjamaah di pesantren. Pengembangan Karakter Disiplin Sholat Subuh Berjamaah Kelas 7 A Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu. Selain itu, hasil observasi dan dokumentasi menunjukkan bahwa pengembangan sifat disiplin siswa kelas 7 A sholat subuh berjamaah di Pondok Pesantren Al-Qur'an Harsallakum Kota Bengkulu.
Dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa santri mempunyai peranan yang sangat penting dalam melaksanakan shalat subuh berjamaah. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan manfaat dan tujuan pengembangan karakter disiplin sholat subuh berjamaah bagi Kelas 7 A di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu. Mengembangkan karakter disiplin di pondok pesantren untuk meningkatkan keaktifan sholat subuh berjamaah pada santri kelas 7 A Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu.
Respon santri dalam pelaksanaan sholat subuh berjamaah di kediaman Islam Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu. Faktor penghambat dan faktor pendukung pelaksanaan pembinaan karakter disiplin di pondok pesantren untuk meningkatkan keaktifan salat subuh berjamaah santri kelas 7 A di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu.
Konsep Sholat Subuh Berjama’ah
Konsep Santri
KBBI menjelaskan bahwa santri adalah orang yang mempelajari agama Islam, orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh dan orang yang bertakwa. Ketiga makna kata santri yang ditemukan oleh para ahli tersebut tentunya memberikan makna yang tidak sembarangan dan telah melalui proses perkiraan makna, kesesuaian dan penggunaan suku kata. Santri berasal dari kata cantrik (Sansekerta atau Jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti gurunya, kemanapun gurunya pergi.
Santri berasal dari kata Tamil dalam kosa kata Tamil yang berarti guru mengaji. Menurut Zamaksari Dhofir, santri berasal dari kata sant (orang baik) dari tri (suka menolong), jadi santri berarti orang baik yang suka menolong secara kolektif. Menurut Clifford Geertz (dan banyak ulama lainnya), santri berasal dari kata India atau Sansekerta shastri yang berarti ulama Hindu yang pandai menulis dan mendidik orang.
Santri yang sudah lama hidup biasanya memikul tanggung jawab mengurus kepentingan pondok pesantren sehari-hari, mendidik santri muda tentang kitab-kitab kelas bawah dan menengah. Santri Kalong adalah santri yang berasal dari desa sekitar yang biasanya tidak tinggal di gubuk kecuali sesekali.
Kajian Hasil Penelitian Terdahulu
Muhammad Habibi (2019) Mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung. Dalam penulisan skripsi ini diteliti: Kebiasaan Sholat berjamaah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MTS NU Kaliawi Bandar Lampung. Hasil survei mengungkapkan masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib di sekolah, karena siswa merupakan tongkat estafet bangsa Indonesia yang terus berjuang mengembangkan pendidikan ke arah yang lebih baik.
Nurma A'ini (2018), “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Menanamkan Disiplin Sholat Berjamaah Pada Siswa di SMP Al-Hidayah Malang”. Hasil penelitian yang dicapai adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh guru PAI dalam membentuk disiplin sholat berjamaah di SMP Al-Hidayah, baik dari guru maupun seluruhnya.
Kerangka Berfikir
Sebuah karya ilmiah tidak lepas dari metode penelitian sebagai acuan dalam mencapai tujuan kegiatan penelitian. Pada dasarnya metode penelitian adalah cara ilmiah untuk memperoleh data yang diperoleh melalui penelitian atau data empiris untuk tujuan dan kegunaan tertentu, seperti yang dikemukakan oleh Sugiono Metode penelitian pada dasarnya adalah cara ilmiah untuk memperoleh data dan tujuan tertentu yang bermanfaat. 24.
Setting Penelitian
Objek Penelitian
Hasil observasi lapangan jelas menunjukkan bahwa masih ada siswa yang sulit bangun saat salat subuh berjamaah. Pelaksanaan salat subuh berjamaah bagi santri Kelas 7 A Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu dengan menciptakan suasana yang kondusif sehingga melaksanakan salat subuh berjamaah dengan tenang dan tertib.” 41 Pelaksanaan salat subuh di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu telah dilaksanakan, namun masih ada sekitar enam santri yang kesulitan bangun tidur untuk melaksanakan salat subuh bersama.
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa kami telah melakukan pembinaan karakter disiplin sholat subuh berjamaah kelas 7 A di Pondok Pesantren Al-Qur'an Harsallakum kota Bengkulu. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa strategi ustadz dalam mengembangkan karakter disiplin jamaah sholat subuh kelas 7 A di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an kota Bengkulu sebelum menunaikan salat subuh Sholat, santri wajib mandi terlebih dahulu agar santri tidak perlu tidur, untuk melaksanakan sholat subuh bersama jamaah. Dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa respon santri ketika ustadz membangunkannya untuk menunaikan sholat subuh bersama jamaah sama beragamnya dengan santri.
Faktor Penghambat dan Pendukung Implementasi Pengembangan Karakter Disiplin Pondok Pesantren Untuk Meningkatkan Kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Santri Kelas 7 A Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an ditemukan bahwa pengembangan karakter disiplin di pondok pesantren untuk meningkatkan keaktifan sholat subuh bersama santri kelas 7 A dilakukan dengan menggunakan Uswah Hasanah, pembiasaan dan suasana kondusif. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an diketahui bahwa strategi yang digunakan guru dalam membentuk karakter disiplin sholat subuh santri kelas 7 A adalah santri harus mandi terlebih dahulu, agar para santri tidak mengantuk saat menunaikan solat subuh berjamaah.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an ditemukan bahwa hukuman bagi santri jika tidak menunaikan shalat subuh berjamaah maka sanksinya adalah membersihkan asrama selama seminggu, menjemur di dalam berjemur di lapangan, dan melakukan push-up. Senada, Zakaria menjelaskan faktor penghambat implementasi pembinaan karakter disiplin di pondok pesantren untuk meningkatkan keaktifan shalat subuh berjamaah bagi santri kelas 7 A di Pondok Pesantren Harsallakum Al-Qur'an Kota Bengkulu, yaitu: waktu dan santri. . Pembinaan karakter disiplin di Pondok Pesantren Al-Qur'an Harsallakum Kota Bengkulu untuk meningkatkan keaktifan sholat subuh berjamaah bagi santri kelas 7 A dilakukan dalam bentuk uswah hasanah, pembiasaan dan penciptaan suasana kondusif.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik keabsahan Data
Tujuan dari guru tersebut sangat bermanfaat bagi kami khususnya kelas 7A, karena guru selalu membangunkan kami untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.” 59.
Teknik Analisis Data
Deskripsi Hasil Penelitian
Strategi yang kami lakukan sebagai pelajar dilakukan secara benar dengan melaksanakan shalat tahajud dan mencuci sebelum shalat Subuh berjamaah.” 47. “Hukuman yang saya berikan jika para santri tidak salat subuh berjamaah, saya jemur di ladang selama setengah jam.” 55.
Pembahsan Hasil Penelitian
Saran
Abdurrahman, M, 2016, Akhlak, Jakarta: PT Raja Grafindo Ahmadi, abu, Uhbiyati, Nur, 2001, Ilmu Pendidikan, Jakarta: PT Rineka Cipta.