MODUL AJAR
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk Sekolah Dasar
Pusat Asesmen dan Pembelajaran
Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset dan Teknologi
Salam
Sekolah Dasar Kelas 4
Alokasi Waktu: 1 Pekan/4 JP Ahmad Faozan, M.Pd.
SDN Indramayu Jawa Barat Diselesaikan pada 06 Juli 2021 Modul Ajar
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
ISL.B.AHF.4.8.
Alur Tujuan Pembelajaran Fase B Elemen Akhlak
Kata Kunci: salam Pertanyaan Inti (essensial question):
o Bagaimana seharusnya sikap kita ketika bertemu atau hendak berpisah dengan orang lain? Mengapa kita perlu menyampaikan salam?”
4.8. Menjelasakan makna salam, sikap senang menolong orang lain, ciri-ciri munafik, dapat membuat paparan mengenai salam, sikap senang menolong orang lain, dan ciri-ciri munafik, sehingga dapat menumbuhkan sikap toleran dan simpati dengan dilandasi pemahaman akidah yang kuat sebagai cerminan dari iman.
(Durasi 3 Pekan/12 Jam Pelajaran)
Tujuan
Pembelajaran
▪ Menjelaskan makna salam dengan baik.
▪ Membuat paparan mengenai salam dengan baik
▪ Menunjukkan sikap toleran dan simpati dengan dilandasi
pemahaman akidah yang kuat
sebagai cerminan dari iman.
Profil Pelajar Pancasila
Peserta didik menjadi pribadi yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis (mampu menganalisa secara kritis tanpa memaksakan pendapatnya
sendiri) dan kreatif (selalu berupaya aktif menolong orang-orang yang membutuhkan dan mencarikan solusi terbaik untuk mendukung
keberlangsungan kehidupan mereka).
02 03
Tahapan dalam Modul Ajar
Experiential Learning
Diskusi tentang
pengalaman bersikap ketika hendak pergi ke sekolah, jika bertemu dengan sahabat, jika memulai menelepon, dan jika bertamu ke rumah sahabat,
Mind Mapping dan Gallery Walk
▪ Berdiskusi tentang a) Mengapa kita perlu menyampaikan salam?, b) apakah salam itu?, c) bagaimana ucapan salam itu? d) Kapan ucapan salam disampaikan? e) Bagaimana jawaban salam? f) Siapa yang lebih dahulu mengucapkan salam? g) Bagaimana menyebarkan salam dapat menjadikan kita saling menyayangi?
▪ Menulis hasil diskusi dalam bentuk mind maping dan memajangnya
▪ Berkeliling mengunjungi pajangan kelompok lain dan memberi komentar
Modelling
Membaca kisah teladan Rasulullah saw. tentang salam.
01
o Komputer dan Printer o Ruang kelas dengan
pengaturan tempat duduk untuk kelompok kecil
o Catatan: Guru dapat menggunakan alat dan bahan yang mudah
didapat dan murah untuk membuat kartu
permainan
Sarana
Prasarana
Jumlah Peserta Didik
Target dan Jumlah Peserta Didik serta Ketersediaan Materi
Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk
mengajar:
Peserta didik reguler/tipikal
Target
Maksimum 28 peserta didik per kelas
(disesuaikan dengan kondisi actual pembelajaran)
Ketersediaan Materi
o Pengayaan untuk siswa berpencapaian tinggi: YA / TIDAK
o Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami konsep:
YA / TIDAK
Moda Pembelajaran, Materi Ajar, Alat dan Bahan
Alat dan Bahan
▪ Hand out tema diskusi untuk pembelajaran Experiental Learning
▪ Hand out kisah teladan untuk pembelajaran modelling
▪ Kertas hvs/kertas buram/kertas bekas dan spidol warna atau peralatan berbasis teknologi informasi untuk pembelajaran Gallery
Walk
Moda Pembelajaran
Paduan Tatap Muka dan Daring (Blended
Learning)
Biaya
Disesuaikan dengan ketersediaan. Guru dapat membuat kartu dan lembar kerja menggunakan fasilitas dalam jaringan atau kertas bekas
Sumber Belajar Utama
▪ Ahmad Faozan dan Jamaluddin, Buku Siswa PAI dan BP untuk Kelas 4 SD, Kemdikbud, 2021.
▪ Faozan, Ahmad, dan Jamaluddin, Buku Pegangan Guru PAI dan BP untuk Kelas 4 SD, Kemdikbud, 2021.
▪ Rahman, Afzalur, Ensiklopedi Muhammad: Muhammad sebagai Pribadi Mulia, Jilid 2, Terj. Rani Moediarta, Bandung: Pelangi Mizan, 2015.
▪ Shihab, M. Quraish, Menjawab Pertanyaan Anak tentang Islam.
Tangerang: Penerbit Lentera Hati, 2014.
Individu Berkelompok
Kegiatan Pembelajaran Utama
Pengaturan
Peserta Didik Model
Pembelajaran
Experiential Learning, Modelling, Mind Mapping,
Gallery Walk
Asesmen
Bagaimana guru menilai
ketercapaian tujuan pembelajaran?
o Asesmen Individu o Asesmen Kelompok
o Performa o Tertulis
Jenis Asesmen
Persiapan Pembelajaran
Membaca
Materi tentang Salam
Menyiapkan
Alat dan bahan yang digunakan
dalam pembelajaran seperti hand out, kertas dan spidol
atau komputer
Menyiapkan
Lembar Kerja Siswa baik
Individual maupun kelompok
Menyiapkan
Ruang kelas dengan pengaturan kelompok kecil
30’ 20’ 20’ 20’
Estimasi waktu dalam menit bersifat fleksibel
Bagaimana seharusnya sikap kita ketika bertemu atau hendak berpisah dengan orang lain? Mengapa kita perlu menyampaikan salam?”
PAI & BP SD KELAS 4
Pemahaman Bermakna
Menyampaikan salam termasuk perilaku yang terbaik. Dikisahkan, seseorang bertanya kepada Rasulullah, mana ajaran Islam yang terbaik?
Rasulullah saw. menjawab, “Memberi makan kepada fakir miskin dan memberi salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang belum engkau kenal. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin‘Amrr.a.).
Salam artinya damai. Salam juga berarti pernyataan hormat, tabik, atau ucapan assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ucapan salam yang lengkap yaitu:
Artinya: “Semoga keselamatan, kasih sayang dan keberkahan Allah tercurah kepada kalian.”
Salam disampaikan ketika kita bertemu. Salam diucapkan ketika hendak berpamitan atau berpisah. Salam diucapkan ketika masuk rumah. Salam diucapkan ketika hendak bertamu ke rumah orang lain. Salam diucapkan juga ketika memulai menelepon.
Orang yang mendengar ucapan salam hendaknya menjawab dengan ucapan serupa. Jika mendengar ucapan salam, maka kita wajib menjawabnya. (Q.S. An-Nisa/4: 86) Berikut jawaban salam yang lengkap
Lalu siapa yang lebih dahulu menyampaikan salam? Dari kisah di atas, kita menjadi tahu bahwa Rasulullah mendahului menyapa dan menyampaikan salam ketika bertemu dengan siapa pun, laki- laki, perempuan atau anak-anak.
Pertanyaan Kunci
Menurut Rasul, orang yang memulai salam adalah orang yang paling utama di sisi Allah. Rasulullah saw. juga mengajarkan,“Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, kelompok orang yang sedikit memberi salam kepada kelompok yang banyak, dan kelompok orang yang muda memberi salam kepada kelompok yang tua.”(Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a.).
Bagaimana kesan kalian dengan ajaran Islam tentang salam? Indah, bukan? Anak-Anak, Rasulullah juga mengajarkan,“Maukah kalian aku tunjukkan suatu perbuatan, jika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.”
Bagaimana menyebarkan salam dapat menjadikan kita saling menyayangi? Salam berarti ucapan assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam berarti penghormatan atau tabik. Salam juga berarti damai. Ketika mengucapkan assalamu alaikum, di dalam benak kita juga berkata, “Saya menjaga keselamatanmu, maka kamu juga harus menjaga keselamatanku.
Mari kita menjaga perdamaian.” Menyampaikan salam hukumnya sunnah. Jika mendengar ucapan salam, maka kita wajib menjawabnya.
Berarti, “jika saya mengajak damai, maka kalian wajib menjaga damai juga.” Atau “jika kalian mengajakku damai, maka saya wajib menjaga damai juga.”Negara kita adalah negara yang beragam suku, bahasa, dan agama. Walaupun berbeda-beda, kita tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu Indonesia yang aman dan damai. Kita wajib menjaga negara kita agar tetap aman dan damai
Bagaimana seharusnya sikap kita ketika bertemu atau hendak berpisah dengan orang lain? Mengapa kita perlu menyampaikan salam?”
PAI & BP SD KELAS 4
Pertanyaan Pemantik
▪ Bagaimana sikap kalian ketika hendak pergi ke sekolah?
▪ Bagaimana sikap kalian jika bertemu dengan sahabat?
▪ Bagaimana sikap kalian jika memulai menelepon?
▪ Bagaimana sikap kalian jika bertamu ke rumah sahabat?
▪ Menurutmu, bagaimana seharusnya sikap kita
ketika bertemu atau hendak berpisah dengan orang lain? Mengapa kita perlu menyampaikan salam?
▪ Mengapa kita perlu menyampaikan salam?
▪ apakah salam itu?,
▪ bagaimana ucapan salam itu?
▪ Kapan ucapan salam disampaikan?
▪ Bagaimana jawaban salam?
▪ Siapa yang lebih dahulu mengucapkan salam?
▪ Bagaimana menyebarkan salam dapat menjadikan kita saling menyayangi?
Pertanyaan Kunci
Tips untuk Guru
▪ Guru dapat memulai pembelajaran dengan pertanyaan pemantik
▪ Guru tidak perlu membenarkan apalagi
menyalahkan jawaban peserta didik. Apabila ada yang perlu diluruskan pemahaman peserta didik dapat diluruskan dengan penguatan dalam bentuk pertanyaan Bagaimana membaca Al-Qur’an dengan tartil?
Indikator Keberhasilan
▪ Peserta didik dapat menjelaskan makna salam dengan baik.
▪ Peserta didik dapat membuat paparan mengenai salam dengan baik
▪ Menunjukkan sikap toleran dan simpati dengan dilandasi pemahaman akidah yang kuat sebagai cerminan dari iman.
Metode
Experiential Learning, Modelling, Mind Mapping, Gallery Walk
Bagaimana seharusnya sikap kita ketika bertemu atau hendak berpisah dengan orang lain? Mengapa kita perlu menyampaikan salam?”
PAI & BP SD KELAS 4 Pertanyaan Kunci
Apersepsi
a. Guru melakukan apersepsi dengan meminta peserta didik mengamati gambar anak-anak dengan ragam suku dan agama sedang bermain.
b. Peserta didik mengamati gambar. Guru bertanya, “apakah agama itu?”
c. Peserta didik menjawab pertanyaan guru. e. Guru memberikan penguatan bahwa inti agama adalah akhlak yang baik.
Pemantik/Pemanasan
a. Guru meminta peserta didik mengamati gambar (lihat LK experiential learning).
b. Peserta didik mengamati gambar. Guru mengajukan pertanyaan pemantik, “bagaimana seharusnya sikap kita ketika bertemu atau hendak berpisah dengan orang lain? Mengapa kita perlu menyampaikan salam?”
Kegiatan Inti
a. Peserta didik membentuk kelompok kecil (4-5 orang). Peserta didik menentukan ketua kelompok.
b. Peserta didik melakukan diskusi kelompok dengan tema yang terdapat dalam rubrik Aktivitas Kelompok, yaitu a) Bagaimana sikap kalian ketika hendak pergi ke sekolah?, b) Bagaimana sikap kalian jika bertemu dengan sahabat?, c) Bagaimana sikap kalian jika memulai menelepon?, d) Bagaimana sikap kalian jika bertamu ke rumah sahabat?, e) Mengapa kita perlu menyampaikan salam?
c. Setiap kelompok memaparkan hasil diskusi kelompok. Guru memberikan penguatan atas hasil diskusi dengan bertanya,
“bagaimana seharusnya sikap kita ketika bertemu atau hendak berpisah dengan orang lain? Mengapa kita perlu menyampaikan salam?” Peserta didik menjawab pertanyaan guru.
d. Untuk penguatan pembelajaran, peserta didik dapat membaca kisah teladan. Guru dapat melakukan variasi kegiatan ini.
Peserta didik membaca kisah, guru bercerita atau salah satu peserta didik menceritakan kisah.
Bagaimana seharusnya sikap kita ketika bertemu atau hendak berpisah dengan orang lain? Mengapa kita perlu menyampaikan salam?”
PAI & BP SD KELAS 4 Pertanyaan Kunci
Kegiatan Inti (Lanjutan)
e. Setiap kelompok menyiapkan kertas hvs/kertas buram/kertas bekas dan spidol warna atau peralatan berbasis teknologi informasi. Peserta didik melakukan diskusi kelompok dengan tema yang terdapat dalam rubrik Aktivitas Kelompok Peta Konsep yaitu a) Mengapa kita perlu menyampaikan salam?, b) apakah salam itu?, c) bagaimana ucapan salam itu? d) Kapan ucapan salam disampaikan? e) Bagaimana jawaban salam? f) Siapa yang lebih dahulu mengucapkan salam? g) Bagaimana menyebarkan salam dapat menjadikan kita saling menyayangi?
f. Hasil belajar kelompok disusun dengan model peta konsep/ mind mapping/ peta pikiran. Tiap kelompok dapat berkreasi dalam bentuk, warna, tulisan atau gambar. Tiap kelompok dapat menggunakan beragam media: kertas bekas, kertas karton, atau paparan berbasis teknologi informasi.
g. Hasil belajar kelompok ditempel di dinding atau ditata di tempat yang sudah disediakan. Setiap kelompok berkeliling mendatangi hasil belajar kelompok lain dan menuliskan komentar. Perwakilan kelompok menjelaskan pertanyaan yang diajukan peserta dari kelompok yang berkunjung.
h. Peserta didik melakukan koreksi bersama.
i. Guru bersama peserta didik melakukan klarifikasi dan menarik kesimpulan. Guru memberikan pesan penguatan untuk menjaga Indonesia tetap aman dan damai.
Kegiatan Penutup Refleksi dan Kesimpulan
Proses Asesmen: Guru mengamati proses aktivitas kelompok
Amati gambar berikut!
Diskusikan (jika berkelompok)/ceritakan (jika individu)!
a) Bagaimana sikap kalian ketika hendak pergi ke sekolah?
b) Bagaimana sikap kalian jika bertemu dengan sahabat?
c) Bagaimana sikap kalian jika memulai menelepon?
d) Bagaimana sikap kalian jika bertamu ke rumah sahabat?
e) Mengapa kita perlu menyampaikan salam?
Lembar Kerja Experiential Learning
(kelompok atau individu)
Hand out Modelling
Bacalah kisah berikut!
Jabir bin Abdullah mengisahkan bahwa setelah dia memeluk Islam, Nabi Muhammad saw. selalu menyambut kedatangannya dan selalu menyapanya sambil tersenyum. Abdullah bin Haris pun mengisahkan bahwa dia belum pernah melihat orang yang lebih sopan daripada Nabi saw.
Rasulullah selalu mendahului menyapa. Rasul menyampaikan salam ketika bertemu dengan siapa pun, laki-laki, perempuan atau anak-anak. Jika seseorang ingin berbicara dengannya, Nabi saw. tidak pernah berpaling dari orang itu hingga orang itu pergi. Setiap kali berjabatan tangan dengan siapa pun, Nabi tidak pernah melepaskan tangan orang itu hingga orang itu sendiri melepaskannya.
Sumber: Afzalur Rahman, Ensiklopedi Muhammad: Muhammad
sebagai Pribadi Mulia, 9
Lembar Kerja Mind Mapping
Buatlah peta pikiran tentang salam
SALAM
Mengapa perlu menyampaikan
salam?
Arti Salam
Ucapan Salam
Kapan salam disampaikan?
Jawaban salam Siapa yang
mendahului salam Bagaimana menyebarkan salam dapat menjadikan kita
saling menyayangi?
Asesmen Formatif
1
Mengapa perlu menyampaikan
salam?
2
Kapan salam disampaikan?
3
Bagaimana ucapan dan jawaban
salam?
4
Siapa yang mendahului salam?
5
Bagaimana menyebarkan salam dapat menjadikan kita
saling menyayangi?
02
Remedial
Bimbingan Individual
Jika terdapat beberapa peserta didik yang memiliki kesukaran variatif sehingga membutuhkan bimbingan belajar perorangan.
Bimbingan Kelompok
Jika ada beberapa peserta didik memiliki kesamaan kesukaran belajar.
Pembelajaran ulang dilakukan menggunakan metode dan media yang berbeda jika seluruh peserta didik memiliki kesukaran.
01
Bimbingan belajar perorangan dan kelompok dapat diberikan melalui tugas-tugas latihan. Bimbingan ini dapat dilakukan dengan menyediakan tutor sebaya. Bimbingan
belajar dilakukan oleh pendidik jika tingkat kesukaran belajar peserta didik membutuhkan bimbingan khusus. Bimbingan ini dapat dilakukan secara perorangan
maupun kelompok.
Pelajarilah ayat tentang salam
a. Q.S. Al-An’am/6: 54;
b. Q.S. An-Nur/24: 61
Pengayaan
Lampiran
Refleksi Guru
▪ Apa yang bisa diperbaiki dari seluruh kegiatan ini?
▪ Apabila bisa diulang, apa yang akan dilakukan untuk membuat
pembelajaran lebih baik?
▪ Bagaimana keterlibatan peserta didik?
▪ Apa saja kesulitan yang dialami oleh peserta didik?
Daftar Pustaka
▪ Rahman, Afzalur, Ensiklopedi Muhammad: Muhammad sebagai Pribadi Mulia, Jilid 2, Terj. Rani Moediarta, Bandung:
Pelangi Mizan, 2015.
▪ Arends, Richard I. 2013. Belajar untuk Mengajar, Edisi 9, Buku 2. Jakarta: Humanika.
▪ DePorter, Bobbi & Mike Hernacki. 1999. Quantum Learning.
Bandung: Penerbit Kaifa.
▪ Faozan, Ahmad, dan Jamaluddin, 2021. Buku Siswa PAI dan BP untuk Kelas 4 SD, Kemdikbud,.
▪ Faozan, Ahmad, dan Jamaluddin, 2021. Buku Pegangan Guru PAI dan BP untuk Kelas 4 SD, Kemdikbud.
▪ Faozan, Ahmad, Ragam Pengaturan Kelompok dan Peran di Kelas Besar, dalamGuru BelajarEdisi VII Tahun Kedua Desember 2017.
▪ Huda, Miftahul. 2017. Cooperative Learning: Metode, Teknik, Struktur dan Model Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
▪ Shihab, M. Quraish, 2018. Islam yang Saya Anut: Dasar- Dasar Ajaran Islam, Tangerang: Penerbit Lentera Hati, Cet. I.
▪ Shihab, M. Quraish, 2014. Menjawab Pertanyaan Anak tentang Islam. Tangerang: Penerbit Lentera Hati.
▪ Silberman, Mel. 2014. Handbook Experiential Learning.
Bandung: Nusa Media.
▪ Tim Puslitbang, 2014.Kamus Istilah Keagamaan, Jakarta:
Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI,.
Glosarium
Salam: ucapan assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh sebagai penghormatan sesama muslim yang mengandung doa keselamatan, rahmat, dan berkah Allah yang senantiasa menyertai; 2
penghormatan untuk penghuni surga; 3 salah satu nama Allah
yang indah yang berarti Allah Mahadamai.