Hukum penyelenggara
an pelayanan kesehatan
Kuliah Pengantar Prof Pande Putu Januraga
Topik yang dibahas
• Dasar Hukum Pelayanan Publik di Indonesia
• Prinsip Pelayanan Publik dalam Bidang Kesehatan
• Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam Pelayanan Kesehatan
• Tantangan Pelayanan Publik di Sektor Kesehatan
Definisi pelayanan publik
• Pelayanan publik adalah layanan yang diberikan oleh penyelenggara
pelayanan publik kepada masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar dan pelayanan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-
undangan
• Sebagai wujud tanggung jawab negara dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat sesuai amanat UUD 45
• Penyelenggara Pelayanan Publik yang selanjutnya disebut Penyelenggara adalah setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga
independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan public
Tujuan Pengaturan Pelayanan Publik dalam Konteks Kesehatan
• Menjamin kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
• Mencegah diskriminasi dalam pelayanan kesehatan.
• Melindungi masyarakat dari malpraktik dan ketidakprofesionalan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
UUD 1945 dan Pelayanan Publik
• Pasal 28H: Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin,
bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
• Penekanan pada kewajiban negara dalam menyediakan pelayanan publik sebagai wujud pemenuhan hak konstitusional warga negara.
Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
• Definisi: Pelayanan yang diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik kepada masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar dan
pelayanan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
• Prinsip Pelayanan Publik: Kesamaan hak dalam memperoleh pelayanan, pelayanan yang mudah diakses, cepat, tepat, akuntabel, dan transparan.
• Hak dan Kewajiban Penyelenggara dan Penerima Pelayanan: Menjelaskan hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam penyelenggaraan dan
penerimaan pelayanan publik.
• Mekanisme Pengaduan: Masyarakat dapat mengajukan pengaduan terkait pelayanan publik yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
• Pelayanan kesehatan sebagai salah satu bentuk pelayanan publik.
• Wajib hukum negara dalam menyelenggarakan sistem kesehatan nasional yang berbasis pada kepentingan masyarakat.
• Kesetaraan hak setiap orang dalam mendapatkan akses terhadap
sumber daya kesehatan dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
• UU No. 17 tahun 2023 tentang Kesehatan?
Prinsip Pelayanan Publik dalam Bidang Kesehatan
• Kesetaraan dalam Mendapatkan Akses Pelayanan
• Transparansi dan Akuntabilitas Penyelenggaraan
• Efisiensi dan Efektivitas Layanan
• Partisipasi Masyarakat
Bentuk pelayanan publik sektor kesehatan
Layanan Dasar Kesehatan
1. Upaya kesehatan perorangan: Fokus pada pencegahan dan penanganan masalah kesehatan individu.
1.Contoh: Puskesmas, klinik praktek dokter, posyandu.
2.Upaya kesehatan masyarakat: Fokus pada promosi dan pencegahan penyakit di masyarakat.
1.Contoh: Kampanye vaksinasi, edukasi gizi seimbang.
Layanan Kesehatan Spesialis dan Rujukan
3.Pelayanan Kesehatan Sekunder: Penanganan masalah kesehatan yang memerlukan spesialisasi.
1.Contoh: Pelayanan di rumah sakit tipe C atau B.
4.Pelayanan Kesehatan Tersier: Penanganan masalah kesehatan yang kompleks dan memerlukan peralatan khusus.
1.Contoh: Pelayanan di rumah sakit tipe A, rumah sakit rujukan nasional.
Lanjutan
Layanan Kesehatan Khusus
1.Pelayanan Kesehatan Jiwa: Fokus pada masalah kesehatan mental dan psikologis.
1.Contoh: Rumah sakit jiwa, klinik psikologi.
2.Pelayanan Kesehatan Reproduksi: Menangani kesehatan reproduksi wanita dan pria.
1.Contoh: Klinik kebidanan, konseling keluarga berencana.
Layanan Kesehatan Darurat
3.Pelayanan Gawat Darurat: Penanganan kondisi medis darurat.
1.Contoh: IGD di rumah sakit, layanan ambulans.
4.Manajemen Bencana: Penanganan krisis kesehatan masyarakat akibat bencana.
1.Contoh: Tim medis respons cepat saat bencana, posko kesehatan darurat.
SPM dalam Pelayanan Kesehatan
• Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah standar dasar pelayanan
yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Dalam konteks kesehatan, SPM bertujuan untuk memastikan bahwa setiap warga negara mendapat akses pelayanan kesehatan yang bermutu, efisien, dan merata.
• Di Indonesia, SPM bidang kesehatan diatur dalam berbagai peraturan yang melibatkan beberapa level pelayanan kesehatan, seperti
pelayanan dasar di Puskesmas hingga pelayanan lanjutan di rumah
sakit. Peraturan-peraturan ini diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
SPM Kesehatan Tingkat Kabupaten/Kota
• Akses Pelayanan Kesehatan Dasar: Rasio antara fasilitas kesehatan (seperti Puskesmas) dan jumlah penduduk.
• Cakupan Imunisasi: Persentase anak yang telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
• Kesehatan Ibu dan Anak: Angka kematian ibu dan bayi, serta persentase ibu hamil yang mendapatkan pemeriksaan antenatal minimal 4 kali.
• Pelayanan Kesehatan Penyakit Menular: Cakupan pelayanan kesehatan untuk penyakit-penyakit menular seperti tuberkulosis, HIV/AIDS, dan malaria.
• Pelayanan Kesehatan Penyakit Tidak Menular: Program deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kanker.
• Ketersediaan Obat: Ketersediaan obat esensial di Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
SPM Kesehatan Tingkat Provinsi
• Akses Pelayanan Kesehatan Rujukan: Ketersediaan dan kualitas pelayanan di rumah sakit rujukan provinsi.
• Pelayanan Kesehatan Khusus: Seperti pelayanan kesehatan jiwa, rehabilitasi medik, dan pelayanan kesehatan khusus lainnya.
• Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kesehatan: Program pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi tenaga kesehatan di seluruh provinsi.
• Pengawasan dan Akreditasi Fasilitas Kesehatan: Melakukan pengawasan terhadap standar pelayanan di fasilitas kesehatan dan mengakreditasi fasilitas tersebut.
• Pendukung Kebijakan Kesehatan: Seperti penelitian kesehatan, pengembangan kebijakan, dan kerjasama antar-sektoral di tingkat provinsi.
• Manajemen Kedaruratan Kesehatan Publik: Penanganan dan respon terhadap wabah penyakit atau bencana kesehatan lainnya di tingkat provinsi.
Tantangan Pelayanan Publik di Sektor Kesehatan
• Ketersediaan Fasilitas dan Sarana Kesehatan:
• Infrastruktur Kesehatan: Banyak daerah, terutama di wilayah perdesaan atau terpencil, masih kekurangan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, rumah sakit, atau klinik.
• Sarana Kesehatan: Kekurangan alat medis canggih, teknologi informasi, dan pasokan obat-obatan di beberapa tempat.
• Ketersediaan dan Distribusi Tenaga Kesehatan:
• Banyak daerah yang mengalami kekurangan tenaga medis dan kesehatan, seperti dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya.
• Masalah distribusi tidak merata, di mana banyak tenaga kesehatan berkumpul di kota besar, sedangkan daerah-daerah lain mengalami kekurangan.
• Kualitas Pelayanan:
• Varian kualitas layanan di antara fasilitas kesehatan, yang mungkin disebabkan oleh perbedaan pelatihan, sarana, atau pemahaman standar pelayanan.
• Tingginya kasus malpraktik atau kelalaian medis di beberapa fasilitas kesehatan.
Tantangan Pelayanan Publik di Sektor Kesehatan
• Pembiayaan Kesehatan:
• Ketersediaan dana yang terbatas untuk mendukung program dan inisiatif kesehatan.
• Kendala dalam implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan tantangan dalam pembiayaannya.
• Aksesibilitas Layanan:
• Hambatan geografis, terutama di wilayah kepulauan atau pegunungan, yang membuat sulitnya masyarakat mengakses fasilitas kesehatan.
• Hambatan budaya atau sosial yang mungkin menghalangi sebagian masyarakat untuk menggunakan layanan kesehatan.
• Penyakit dan Ancaman Kesehatan Publik:
• Meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.
• Ancaman penyakit menular baru atau resistensi antibiotik.
Tantangan Pelayanan Publik di Sektor Kesehatan
• Kesadaran dan Pendidikan Kesehatan:
• Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat, vaksinasi, atau pencegahan penyakit tertentu.
• Kurangnya program edukasi yang efektif untuk masyarakat luas.
• Integrasi Sistem Informasi Kesehatan:
• Tantangan dalam mengintegrasikan data dan informasi kesehatan dari berbagai sumber untuk mendukung pengambilan keputusan dan kebijakan.
• Tata Kelola dan Birokrasi:
• Adanya hambatan birokrasi yang bisa menghambat inovasi atau implementasi kebijakan baru di sektor kesehatan.
• Keterlibatan Masyarakat:
• Kurangnya partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan evaluasi layanan kesehatan.
Pertemuan selanjutnya
• Sistem Kesehatan Nasional
• Hak dan Kewajiban Pasien dan Masyarakat
• Hak dan Kewajiban Penyelenggara Pelayanan Kesehatan
• Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
• Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit
• Jaminan Kesehatan Nasional
• Regulasi dan Akreditasi
• Hukum Farmasi dan Alat Kesehatan
• Hukum dalam Praktik Kedokteran
• Penyelesaian Sengketa Medis
• Etika dan Profesionalisme dalam Pelayanan Kesehatan
Studi Kasus: Pelayanan Publik di Sektor Kesehatan
Sebagai bagian dari program studi magister hukum kesehatan,
mahasiswa akan diberikan sebuah studi kasus nyata dari pelayanan publik di sektor kesehatan. Tujuan dari tugas ini adalah untuk melatih mahasiswa dalam menganalisis, memahami, dan memberikan solusi terhadap masalah yang ada di lapangan.
Contoh kasus
Tahun 2018, sebuah rumah sakit daerah di Jawa Tengah melaporkan kematian seorang pasien wanita setelah melahirkan. Dari informasi awal, diketahui bahwa pasien tersebut datang dengan kondisi darurat tetapi harus menunggu lebih dari satu jam untuk mendapatkan
pelayanan. Keluarga pasien merasa kecewa dan menduga adanya malpraktik yang dilakukan oleh rumah sakit tersebut.
Tugas mahasiswa
• Deskripsi Kasus:
• Rangkum kronologi kejadian berdasarkan informasi yang tersedia.
• Identifikasi pihak-pihak yang terlibat dan peran masing-masing pihak.
• Analisis Faktual:
• Apa saja faktor yang menyebabkan keterlambatan pelayanan?
• Apakah ada prosedur standar yang dilanggar oleh rumah sakit atau tenaga medisnya?
• Bagaimana respons rumah sakit terhadap kejadian ini?
• Analisis Hukum:
• Identifikasi regulasi atau undang-undang yang relevan dengan kasus ini.
• Apakah ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh rumah sakit atau tenaga medisnya?
• Bagaimana hukum di Indonesia mengatur tentang malpraktik medis?
Lanjutan
• Analisis Etika dan Profesionalisme:
• Apakah ada pelanggaran etika medis yang dilakukan?
• Bagaimana seharusnya tenaga medis bersikap dalam situasi darurat seperti ini?
• Rekomendasi:
• Berikan saran atau langkah-langkah yang seharusnya diambil oleh rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
• Bagaimana cara meningkatkan pelayanan publik di sektor kesehatan untuk menghindari kasus-kasus serupa?
• Laporan:
• Setiap kelompok mahasiswa akan diminta untuk mempresentasikan hasil analisis dan rekomendasi mereka melaporkannya dalam laporan studi kasus.