• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh growth opportunity, profitabilitas dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengaruh growth opportunity, profitabilitas dan"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH GROWTH OPPORTUNITY, PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA

EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2018

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Manajemen

Oleh:

Ricky Setiawan NPM 21601081428

UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

MALANG 2020

(2)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Growth Opportunity, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal pada perusahaan Food And Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015 - 2018. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Berdasarkan data yang didapat terdapat 26 perusahaan.

Kemudian didapatkan 13 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian.

Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling yakni penentuan sampel dengan kriteria-kriteria tertentu. Dari penelitian ini, menghasilkan bahwa variabel Growth Opportunity berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Struktur Modal (DER). Pada variabel Profitabilitas (ROA) juga memiliki pengaruh yang sama yaitu berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Struktur Modal (DER). Dan pada variabel Ukuran Perusahaan juga memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Struktur Modal (DER). Untuk pengaruh secara simultan atau bersama- sama, ketiga variabel ini menunjukkan hasil bahwa Growth Opportunity, Profitabilitas (ROA) dan Ukuran Perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap Struktur Modal (DER).

Kata kunci: Food and Beverage, Struktur Modal, Growth Opportunity, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan.

(3)

ABSTRACT

This study aims to analyze the effect of Growth Opportunity, Profitability and Firm Size on the Capital Structure of Food and Beverage companies listed in the Indonesia Stock Exchange period of 2015 - 2018. The data analysis method used in this study is multiple linear regression analysis using the SPSS program. Based on the data obtained, there are 26 companies. Then, it is found 13 companies that meet the criteria as a research sample. The technique used by the researcher to determine this sample is purposive sampling technique. It is the determination of samples with certain criteria. From this study, it is found that the Growth Opportunity variable has a positive effect and not significant on the Capital Structure (DER). The profitability variable (ROA) also has the same effect which is positive effect and not significant on the Capital Structure (DER). The variable Company Size also has a positive effect and not significant on the Capital Structure (DER). For influence simultaneously or together, the result of these three variables show that Growth Opportunity, Profitability (ROA) and Firm Size simultaneously influence the Capital Structure (DER).

Keywords: Food and Beverage, Capital Structure, Growth Opportunity, Profitability, Firm Size.

(4)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Indonesia sekarang berada pada era Asean Economic Community (AEC) dan masyarakat sering menyebutnya dengan Masyarakat Ekonomi Asean. Jadi Indonesia harus siap dengan adanya persaingan kompetitif antar perusahaan dengan situasi perekonomian global pada saat ini. Untuk itu setiap perusahaan harus bisa mengoptimalkan modal yang ada untuk bisa menjalankan roda perusahaan sehingga bisa bersaing secara kompetitif di dalam ketatnya persaingan perekonomian global yang terjadi baru-baru ini.

Menurut Joni (2010), menyatakan ada dua jenis pendanaan yaitu secara internal dan eksternal, untuk pendanaan secara internal yaitu berasal dari laba ditahan dan depresiasi, sedangkan untuk eksternal berasal dari kreditur, pemegang surat hutang dan dana pemilik perusahaan. Setiap perusahaan yang telah go public menginginkan harga saham yang dijual memiliki harga potensial yang tinggi sehingga para calon investor akan lebih tertarik untuk menanamkan dananya di instansi tersebut. Jadi apabila nilai harga saham tinggi maka akan mempengaruhi nilai perusahaan dimana akan berdampak positif kepada para pemegang saham itu sendiri. Perusahaan Food And Beverage masih menjadi salah sau sektor andalan penopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional pada setiap tahunnya yng terlihat dari kontribusinya yang konsisten dan signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non-migas serta peningkatan realisasi investasi.

(5)

Tabel 1.1 Data kapitalisasi pasar perusahaan Food And Beverage

Sumber : www.idx.com Sumber : www.idx.com

Dapat dilihat dari tabel data kapitalisasi pasar diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai markel capital pada perusahaan Food And Beverage dari periode 2015-2018 semakin meningkat. Dengan nilai presentase yang sudah disebutkan pada tabel, jadi bisa dikatakan untuk nilai presentase market capital pada perusahaan food and beverage tahun 2015-2018 mengalami perkembangan dengan baik.

Perusahaan Food and Baverage pada tahun 2015 lalu hanya bertumbuh sekitar 4-5% itu disebabkan karena faktor-faktor yang telat menghambat industri tersebut yang diantara lain adalah penurunan subsidi bahan bakar, ekspor yang lambat, ketergantungan pada impor bahan mentah, melemahnya daya beli masyarakat dan nilai tukar rupiah yang melemah. Dalam hal investasi pun pada tahun 2015 hanya mencapai Rp. 43 triliun dibandingkan dengan tahun 2016 yang meningkat 16% dengan mencapai nilai Rp. 50 triliun sehingga peluang besar bagi industri bahan baku makanan dan minuman.

Menurut Sumantri (2009), “menyatakan struktur modal merupakan proporsi antara hutang jangka panjang dan ekuitas, yang digunakan dalam hal untuk

Tahun Market Capital %

2015 200,800 17,60

2016 269,786 23,64

2017 310,198 27,19

2018 360,017 31,55

(6)

membiayai investasi dan operasi perusahaan”. Manager perusahaan terutama pada bidang keuangan harus memahami tentang faktor utama yang mempengaruhi struktur modal. Struktur modal dinyatakan optimal apabila sebuah perusahaan dapat menjaga agar resiko dan return yang diterima selalu proporsional guna memaksimumkan harga saham. Jika perusahaan mempunyai hutang yang cukup banyak, maka para investor akan memikir dua kali untuk menanamkan modalnya kembali pada perusahaan tersebut dan juga perusahaan akan menerima resiko yang cukup besar yaitu berupa kebangkrutan. Akan tetapi perusahaan juga tidak akan mempunyai struktur modal optimal apabila tidak mempunyai hutang sama sekali, jadi manager perusahaan harus pintar dalam mengelola hutang agar tidak terjadi ketidakoptimalan dalam struktur modal. Pada hal ini manager harus paham atas teori dalam struktur modal dimana perusahaan bisa memilih berapa banyak pembiayaan hutang dan pembiayaan ekuitas yang dapat digunakan untuk menyeimbangkan antara biaya dan manfaat untuk mengurangi potensi kebangkrutan. Jadi kesimpulan dari pada teori ini yaitu bertujuan untuk menjelaskan fakta bahwa setiap perusahaan biasanya dibiayai dengan sebagaian hutang dan sebagian lagi dengan ekuitas perusahaan itu sendiri.

Menurut Suko (2006), menyatakan apabila rasio DER menghasilkan pengembalian yang tidak optimal maka bisa dikatakan perusahaan lebih tinggi dalam menggunakan hutang daripada modal yang dimiliki. Untuk itu apabila perusahaan mempunyai nilai rasio DER yang besarnya kurang dari satu maka para investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modalnya begitupun sebaliknya apabila perusahaan memiliki nilai DER lebih dari satu maka tingkat resiko yang

(7)

diterima juga akan meningkat sehingga investor kurang tertarik untuk berinvestasi. DER (Debt to Equity Ratio) adalah rasio keuangan yang dipakai untuk menilai utang dengan ekuitas perusahaan. Rasio ini digunakan untuk mengetahui total dana yang disediakan oleh kreditur dengan pemilik perusahaan.

Disaat emiten mempunyai komposisi hutang lebih tinggi dalam struktur modalnya, maka emiten tersebut lebih beresiko untuk tidak dapat membayarkan beban pinjaman beserta bunganya. Sehingga pandangan calon investor juga akan terpengaruh menjadi negatif, yang secara tidak langsung memandang perusahaan lebih mudah mengalami kesulitan finansial (financial distress) yang kemudian mengakibatkan calon investor ragu- ragu untuk menanamkan modalnya. Begitu juga sebaliknya, emiten yang memiliki komposisi hutang lebih sedikit maka akan cenderung menerbitkan saham baru dalam memenuhi struktur modalnya. Oleh karena itu apabila perusahaan mengeluarkan saham baru maka akan berdampak pada modal perusahaan. Untuk itu manager harus bisa menstabilkan antara proporsi hutang dengan menerbitkan saham baru karena untuk mengantisipasi adanya resiko pembayaran beban bunga yang terlalu besar dan biaya penerbitan saham baru.

Pernyataan diatas sesuai dengan Signalling Theory dimana teori ini menyatakan bahwa pihak manajemen atau manager akan memberikan petunjuk ataupun signal kepada para investor tentang bagaimana prospek perusahaan dimasa yang akan datang. Namun menurut Brigham (2011), apabila sebuah perusahaan mempunyai prospek usahanya sedang baik maka manager perusahaan akan lebih dulu mengetahui akan hal itu sebelum informasi tersebut sampai

(8)

kepada para investor. Untuk itu para manager cenderung untuk tidak melakukan penerbitan saham baru dikarenakan apabila manager melakukan hal itu untuk hasil laba yang diperoleh akan dibagi bersama para investor yang berupa deviden.

Begitu sebaliknya, manager perusahaan akan melakukan penerbitan saham baru apabila keadaan dari perusahaanya sedang tidak sehat agar bisa berbagi kerugian dengan pemegang saham.

Menurut Hermuningsih (2013), “Growth Opportunity yaitu peluang bertumbuhnya suatu perusahaan di masa yang akan datang”. Beberapa peneliti banyak menemukan bahwa growth opportunity dapat mempengaruhi struktur modal perusahaan. Sehingga selaras dengan teori packing order dimana teori ini lebih mengutamakan pendanaan yag berasal dari internal perusahaan dibandingkan pendanaan yang berasal dari eksternal perusahaan. Bagi perusahaan akan memilih menganggarkan dananya untuk menjalankan kegiatan operasionalnya ketika perusahaan memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi.

Menurut Kartini (2008), menyatakan bahwa bagi perusahaan akan lebih memilih untuk menggunakan hutang untuk menjalankan kegiatan operasionalnya apabila keadaan perusahaan sedang mengalami pertumbuhan yang rendah. Jadi alangkah baiknya jika tingkat pertumbuhan yang positif akan bisa mempengaruhi kondisi perputaran keuangan untuk bisa menjalankan roda perusahaan yang akan berdampak baik untuk mengembangkan atau melakukan ekspansi usahanya.

Begitupun sebaliknya apabila nilai growth opportunity rendah maka perusahaan akan lebih sulit untuk bisa mengembangkan usahanya dan juga akan berdampak negatif terhadap para pemegang saham.

(9)

Profitabilitas juga menjadi salah satu faktor yang diduga mempengaruhi struktur modal. Menurut Sartono (2001), profitabilitas ialah kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba dengan melihat jumlah aset, modal sendiri ataupun penjualan selama periode tertentu. Pernyataan ini sama halnya dengan teori pecking order yang menyatakan jika funding suatu perusahaan lebih dominan menggunakan internal funding daripada eksternal funding yang didasarkan pada urutan resiko yang didapat. Dengan nilai profitabilitas yang tinggi akan mempengaruhi para investor dalam menanamkan modalnya pada suatu perusahaan, dikarenakan para investor mempunyai asumsi bahwa return yang akan dihasilkan oleh perusahaan juga besar begitupun sebaliknya.

Profitabilitas juga menjadi tolak ukur keberhasilan suatu perusahaan dalam mendapatkan laba pada periode tertentu.

Di dalam suatu perusahaan seorang manager harus bisa membuat kebijakan yang cermat dalam menganggarkan pendanaan guna mendapatkan nilai profitabilitas yang maksimal. Menurut Subramanyam (2010), mengatakan bahwa untuk mengukur laba yang didapat perusahaan dengan mengurangi pendapatan dengan beban yang dikeluarkan selama periode tertentu maka manager bisa melihat dari nilai profitabilitas perusahaan.

Menurut Prasetyorini (2013), mengatakan ukuran perusahaan ialah suatu perusahaan dapat digolongkan besar kecilnya melalui berbagai metode yaitu bisa dilihat dari besarnya total aktiva, log size, nilai pasar saham dan lain sebagainya.

Ukuran setiap perusahaan memang berbeda, jadi apabila perusahaan memiliki ukuran yang besar akan cenderung lebih mudah dalam mendapatkan dana untuk

(10)

menjalankan operasional perusahaan dan apabila perusahaan semakin besar maka akan memudahkan akses ke pasar modal dikarenakan perusahaan tersebut akan mudah mendapatkan dana yang lebih besar.

Menurut Fahmi (2014), menyatakan apabila perusahaan itu besar maka para investor akan lebih berminat untuk menanamkan modalnya dikarenakan para investor akan melihat kinerja suatu perusahaan dan ukuran perusahaan untuk bisa mendapatkan deviden yang besar. Daya tangkap calon penanam modal akan adanya sinyal plus (+) dan minus (-) akan berdampak pada kondisi pasar, apabila perusahaan memberikan tanda minus atau negatif maka para investor akan menunggu dan melihat perkembangan perusahaan tersebut, apabila sinyal itu positif maka para investor akan melakukan tindakan untuk memutuskan apakah akan menanamkan modalnya diperusahaan tersebut.

Berdasarkan uraian diatas, diketahui bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi struktur modal masih layak untuk di teliti kembali sebab masih banyak result dari peneliti sebelumnya yang berbeda. Oleh sebab itu, peneliti terdorong untuk mengkaji ataupun menguji lebih lanjut dengan mengambil judul tentang “Pengaruh Growth Opportunity, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2018”.

(11)

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah Pengaruh Growth Opportunity secara parsial terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Food And Baverage di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018 ?

2. Bagaimanakah Pengaruh Profitabilitas secara parsial terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Food And Baverage di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018 ?

3. Bagaimanakah Pengaruh Ukuran Perusahaan secara parsial terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Food And Baverage di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018 ?

4. Bagaimanakah Pengaruh Growth Opportunity, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan secara simultan terhadap Struktur Modal Perusahaan Food And Baverage di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018 ?

1.3 Tujuan dan Manfaat 1.3.1 Tujuan

1. Untuk Mengetahui dan Menganalisis Pengaruh Growth Opportunity secara parsial terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Food And Baverage di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018.

2. Untuk Mengetahui dan Menganalisis Pengaruh Profitabilitas secara parsial terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Food And Baverage di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018.

(12)

3. Untuk Mengetahui dan Menganalisis Pengaruh Ukuran Perusahaan secara parsial terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Food And Baverage di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018.

4. Untuk Mengetahui dan Menganalisis Pengaruh Growth Opportunity, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan secara simultan terhadap Struktur Modal Perusahaan Food And Baverage di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018 ?

1.3.2 Manfaat

Untuk mencapai tujuan yang dipaparkan sebelumnya, maka peneliti berharap memberikan dampak positif terhadap penulis, perusahaan dan investor baik secara langsung maupun tidak langsung.

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut : b. Manfaat Teoritis

a. Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah untuk memberikan sumbangan ilmiah terhadap manajemen keuangan dalam penentuan struktur modal yang optimal melalui variabel Growth Opportunity, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan.

b. Sebagai rujukan untuk peneliti selanjutnya yang berhubungan dengan struktur modal perusahaan yang optimal untuk kajian kedepannya.

(13)

c. Manfaat Praktis a. Bagi Perusahaan

Sebagai bahan evaluasi dalam membuat keputusan pendanaan serta pemilihan struktur modal yang paling optimal bagi perusahaan.

b. Bagi Investor

Mempertimbangkan dalam mengambil kebijakan untuk menanamkan dananya diperusahaan dengan kata lain apakah perusahaan itu layak atau tidak untuk ditanami modal.

(14)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan

Sesuai dengan hasil penelitian tentang “Pengaruh Growth Opportunity, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Struktur Modal Perusahaan Manufaktur Subsektor Food And Baverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2018” dengan menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, dan uji hipotesis dengan menggunakan software pengolah data SPSS, peneliti berhasil mengambil kesimpulan diantaranya:

1. Growth Opportunity berpengaruh positif dan signifikan terhadap Struktur Modal pada perusahaan Food And Beverage yang terdaftar di BEI periode 2015-2018. Dan dapat disimpulkan apabila perusahaan menginginkan pertumbuhan yang cepat maka perusahaan harus siap dengan meningkatkan aktiva tetapnya atau dengan lebih banyak menahan labanya sehingga perusahaan mampu dalam membiayai kegiatan operasionalnya dimasa depan.

2. Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Struktur Modal pada perusahaan Food And Beverage yang terdaftar di BEI periode 2015- 2018. Dapat disimpulkan bahwa semakin besar kemampuan perusahaan mendapatkan laba maka keputusan menambah hutang perusahaan akan semakin kecil disebabkan dana internal perusahaan dipenuhi untuk menutupi sebagaian besar kegiatannya.

(15)

3. Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Struktur Modal pada perusahaan Food And Beverage yang terdaftar di BEI periode 2015-2018. Dapat disimpulkan bahwa secara garis besar perusahaan akan semakin mudah dalam memperoleh pendanaan untuk kegiatan operasionalnya jika ukuran perusahaan yang dimiliki besar.

4. Growth Opportunity, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap Struktur Modal pada perusahaan Food And Beverage yang terdaftar di BEI periode 2015-2018.

5.2 Keterbatasan

Ada beberapa keterbatasan dalam penelitian ini antara lain:

1. Pada penelitian ini hanya diteliti tentang “pengaruh Growth Opportunity, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal”.

Sedangkan pada hasil koefisien determinasi diketahui 82,1% adalah variabel lain yang tidak digunakan.

2. Pada penelitian ini objek yang diteliti hanya pada perusahaan Food And Beverage yang sudah listing di BEI tahun 2015-2018.

5.3 Saran

Apabila dilihat dari simpulan dan keterbatasan penelitian ini maka peneliti memiliki saran yaitu :

1. Untuk penelitian berikutnya diharapkan mampu menambah variabel yang dapat mempengaruhi struktur modal perusahaan agar lebih maksimal.

(16)

2. Bagi peneliti selanjutnya juga bisa menambah tahun penelitian agar memperoleh data yang luas dan hasil yang maksimal.

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Aditya, 2006. “Faktor-Faktor Penentu Struktur Modal Perusahaan Food And Beverage Yang Ada di BEJ Pada Periode 2000 – 2003, Skripsi.

Andriyanti, E. N. 2007. “Pengaruh Struktur Aktiva, Ukuran Perusahaan Dan Operating Leverage Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta (BEJ)”. Universitas Negeri Semarang.

Arikunto, S. 1998. “Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:

Rineka Cipta.

Arthur J Keown, dkk. 2010. “Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jakarta:

Salemba Empat.

Bambang, R. 2001. “Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan”. Edisi Keempat, Cetakan Ketujuh, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta, 59.

Brealey, R. A., Myers, S. C., & Marcus, A. J. 2008. “Dasar-dasar manajemen keuangan perusahaan. Jakarta: Erlangga.

Brigham, E. F., & Houston, J. F. 2006. “Dasar-dasar manajemen keuangan, edisi 11”. Jakarta: Salemba Empat.

Brigham, E. F., & Houston, J. F. 2009. “Fundamentals of Financial Management 12 edition. Cengage Learning.

Brigham, Eugene F. dan Houston, Joel F. 2011. “Dasar-dasar Manajemen Keuangan Terjemahan. Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.

Brigham, Eugene F., dan Joel F. Houston. 2011. “Fundamentals of Financial Management”. Jakarta: Salemba Empat

(18)

Brigham, Eugene.F dan Joel F. Houston. 2001. “Manajemen Keuangan. Edisi Kedelapan Buku 2. Jakarta: Erlangga.

Fahmi, Irham 2014. “Analisa Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta

Febriyani, N., & Srimindarti, C. 2010. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan-perusahaan LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2008. Dinamika Keuangan dan Perbankan, 2(2), 138-159.

Ghozali, I. 2013. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM dan SPSS. In aplikasi analisis multivariate dengan program ibm spss 19 (p.

113).

Ghozali, Imam. 2006. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS (Edisi Ke 4). Semarang:Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, Imam. 2011. “Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hermuningsih, S. 2013. “Pengaruh profitabilitas, growth opportunity, struktur modal terhadap nilai perusahaan pada perusahaan publik di Indonesia. Buletin ekonomi moneter dan perbankan, 16(2), 127-148.

Hery. 2015. “Analisis Laporan Keuangan. Edisi 1. Yogyakarta: Center For Academic Publishing Services.

Joni, J., & Lina, L. 2010. “Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, 12(2). 82-97.

(19)

Kartini, K., & Arianto, T. 2008. “Struktur Kepemilikan, Profitabilitas, Pertumbuhan Aktiva dan Ukuran Perusahaan Terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur”. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 12(1).

Lessy, Devi Anggriyani, 2016. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Profitabilitas dan Struktur Aktiva (Studi Empirik pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012 – 2014)”.

Skripsi Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta.

Lukas Setia, A. 2008. “Teori dan Praktik Manajemen Keuangan”.

Mustika, I. 2017. “Pengaruh Profitabilitas, Struktur Aset Dan Growth Opportunity Terhadap Struktur Modal Perusahaan (Studi Empiris Pada Seluruh Perusahaan Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia 2010-2014). Jurnal Akuntansi, 5(2).

Meutia, T., & Arfan, M. 2014. “Pengaruh Growth Opportunity, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Properti di Bursa Efek Indonesia”. Jurnal Administrasi Akuntansi: Program Pascasarjana Unsyiah, 3(2).

Nurrohim, H. K. 2008. “Pengaruh Profitabilitas, Fixed Asset Ratio, Kontrol Kepemilikan Dan Struktur Aktiva Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Di Indonesia. Sinergi Kajian Bisnis Dan Manajemen, 10 (1), 11–18.

Prasetyorini, Bhekti Fitri. 2013. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, Price Earning Ratio dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan”. Jurnal Ilmu Manajemen. 1(1). 183-196.

(20)

Raharjaputra, Hendra S 2009. “Manajemen keuangan dan akuntansi untuk eksekutif perusahaan. Jakarta: salemba empat

Santoso, Y., & Priantinah, D. 2016. “Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva, Likuiditas dan Growth Opportunity terhadap Struktur Modal Perusahaan. Jurnal Profita: Kajian Ilmu Akuntansi, 4(4).

Sartono, A. 2001. “Manajemen keuangan teori dan aplikasi. Yogyakarta: Bpfe.

Seftianne, S., & Handayani, R. 2011. “Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal pada perusahaan publik sektor manufaktur. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, 13(1), 39-56.

Santoso, Singgih. 2012. “Panduan Lengkap SPSS Versi 20. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Subramanyam, K. R., & Wild, J. J. 2010. “Analisis laporan keuangan. Jakarta:

Salemba Empat.

Sugiarto 2009. “Struktur Modal, Struktur Kepemilikan Perusahaan, Permasalahan, Keagenan dan Informasi Asimetri. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono, D. 2008. “Metode penelitian bisnis. Bandung: Pusat Bahasa Depdiknas.

Sugiyono, P. 2011. “Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alpabeta, Bandung.

Sugiyono, P. D. 2013. “Metode penelitian manajemen. Bandung: Alfabeta, CV.

Sugiyono. 2014. “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”. Bandung: Alfabeta.

(21)

Sugiyono. 2017. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”. Bandung : Alfabeta, CV.

Suko, A. 2006. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Properti yang Go-Public di BEJ untuk Periode Tahun 1994- 2004”. Doctoral dissertation, Thesis.

Sunyoto, D. 2016. “Statistika Deskriptif dan Probabilitas. Center for Academic Publishing Service (CAPS), Yogyakarta.

Supomo, B., & Indriantoro, N. 2002. “Metodologi Penelitian Bisnis. Cetakan Kedua, Yogyakarta

www.idx.co.id/data-pasar/laporan-statistik/statistik/

Zuriah Nuzul, 2009, “Metodologi Penelitian Sosial Pendidikan Teori-Aplikasi.

Jakarta: PT Bumi Aksara.

Gambar

Tabel 1.1 Data kapitalisasi pasar  perusahaan Food And Beverage

Referensi

Dokumen terkait

Judul Tesis : Kemampuan Profitabilitas dan Growth Opportunity Memoderasi Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Nilai Perusahaan(Studi Kasus pada

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh growth opportunity, ukuran perusahaan dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap profitabilitas pada perusahaan food and

PENGARUH PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, STRUKTUR AKTIVA, LIKUIDITAS DAN GROWTH OPPORTUNITY TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN MANUFAKTUR.. DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010

ngsih (2013) Pengaruh Profitabilitas, Growth Opportunity , Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Publik di Indonesia Dependen: Nilai Perusahaan

H 4 : Nilai perusahaan memperkuat pengaruh Growth Opportunity terhadap Profitabilitas. Moderasi Nilai perusahaan atas Pengaruh Ukuran perusahaan terhadap Profitabilitas. Dengan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh size, growth opportunity, struktur aset dan profitabilitas terhadap stuktur modal pada bank konvensional campuran

Dengan demikian, dapat disimpulkan dari beberapa informasi diatas menunjukkan bahwa titik fokus dalam penelitian ini akan meneliti tentang pengaruh ukuran perusahaan, Growth

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Growth opportunity, ukuran perusahaan dan