PENGARUH INDONESIA-EUROPEAN UNION COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT (IEU CEPA) DALAM PENINGKATAN EKSPOR
TEMBAKAU INDONESIA KE SPANYOL
Oleh: Monica Lia Dinata ([email protected])
Pembimbing: Dr. Umi Oktyari Retnaningsih, MA
Bibliografi: 16 Jurnal, 11 Buku, 28 Website, 12 Laporan, 3 Skripsi Jurusan Ilmu Hubungan Internasional- Konsentrasi Ekonomi Politik Internasional
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau
Kampus Bina Widya, Jl. H.R. Soebrantas Km 12,5 Simp. Baru, Pekanbaru 28293 Telp/Fax. 0761-63277
Abstract
The research aims to explain about the Indonesia’s efforts to improve its economy by signing Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). Cooperation through internasional agreement can result in positive and negative effects. This research decribes how this agreement has positive impact on Indonesian tobacco export to Spain.
The research uses descriptive analysis as the method and Secondary data collections through document analysis from books, journals, newspapers, official reports from Indonesian Statistic Bureau, and websites was utilized to describe the phenomenon. Futhermore author uses the interdependence libralism perspective with nation-state level analysis and theory of international cooperation by K.J. Holsti and Free Trade Agreement model helped to analyzed the data.
The result showed that the agreement has positive impacts on Indonesian for foreign exchange, increasing of tobacco export to Spain, and better earning. The agreement helped Indonesia for tariff reduction through Generalized Scheme Preference (GSP), and lower tax.
Key Words: Export, Tobacco, Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA), Bilateral relation, Positive and Negative Effec.
PENDAHULUAN
Salah satu organisasi regional yang menjalin kerja sama di bidang ekonomi dengan Indonesia adalah European Union (EU) atau Uni Eropa. Dengan dimulainya perundingan pertama negosiasi Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA), hal tersebut tentunya membawa dampak yang akan mempengaruhi sektor bidang ekspor Indonesia ke Uni Eropa.1 CEPA telah dinyatakan sebagai perjanjian yang dapat membantu kedua belah pihak untuk meraih keuntungan penuh dari hubungan ekonomi yang belum termanfaatkan antara Indonesia dan Uni Eropa.
CEPA menjadi perjanjian yang bersifat menyeluruh yang membahas berbagai aspek hubungan ekonomi antara kedua perekonomian, sehingga menjadi lebih dari sekedar sebuah perjanjian sederhana untuk menghilangkan hambatan perdagangan. Liberalisasi perdagangan barang internasional merupakan aspek penting dari CEPA, ―promosi dan kemudahan investasi, peningkatan perdagangan jasa (trade in services), dan penetapan praktik kebijakan serta persaingan yang lebih baik juga akan meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih luas.‖
Indonesia mengharapkan adanya tiga kontribusi penting dari negosiasi CEPA.
Pertama, dorongan bagi peningkatan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa. Kedua, perjanjian berfokus pada liberalisasi perdagangan yang akan meningkatkan intensitas hubungan perdagangan. Ketiga, mengurangi hambatan dan memudahkan perdagangan.2
IEU CEPA yang diusulkan tidak
1Trade Map, ―Bilateral Trade between Indonesia and France Product: Total All Product‖, Geneva: Trade Map. (2016): hlm 1.
2Ibid.
hanya akan menambah ekspor Indonesia ke Uni Eropa, akan tetapi yang lebih penting adalah penghapusan tarif berdasarkan CEPA yang akan membantu dalam menghadapi kenaikan tarif pada saat Indonesia tidak lagi memenuhi syarat untuk mendapatkan fasilitas Generalized System of Preference (GSP).
GSP adalah kebijakan perdagangan suatu negara yang memberikan potongan bea masuk impor untuk produk ekspor negara penerima.3 Tingkat tarif rata-rata yang diberikan oleh program GSP adalah 40% lebih rendah dibandingkan dengan tarif lainnya. Hal tersebut memberikan keuntungan pada produk ekspor Indonesia yang menerima tarif preferensi. Pada tahun 2015, sekitar 70 persen dari ekspor Indonesia ke Uni Eropa dikenakan tarif di bawah 5%.4
Menurut Kemenko Perekonomian Republik Indonesia, IEU CEPA akan membantu meningkatkan perdagangan antara kedua perekonomian melalui peningkatan akses pasar. Akses pasar ke Uni Eropa merupakan hambatan utama bagi produk Indonesia di pasar Uni Eropa.
Permasalahan utamanya adalah sulitnya memenuhi berbagai persyaratan yang diterapkan oleh Uni Eropa, khususnya tindakan nontarif (NTM).
Salah satu tujuan ekspor Indonesia ke pasar Uni Eropa adalah Spanyol. Negara Spanyol merupakan pasar potensial bagi sejumlah produk ekspor Indonesia, salah satunya tembakau dan (produk olahan tembakau). Tembakau merupakan jenis tanaman yang dipanen daunnya dan merupakan bahan baku utama industri
3Ester Christine Natalia, ―Apa Itu GSP yang Jadi Awal Ribut-ribut Perang Dagang AS-RI?‖.
https://www.cnbcindonesia.com/news/2018070S817 3414-4-22521/apa-itu-gsp-yang-jadi-awal-ribut- ribut-perang-dagang-as-ri, hlm. 1. (diakses 19 Juli 2020).
4Ibid.
rokok. Tembakau adalah produk pertanian olahan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tembakau dapat dikonsumsi:
digunakan sebagai pestisida, dan dalam bentuk nikotin, serta juga dapat digunakan untuk beberapa jenis obat-obatan.
Spanyol memilih tembakau dari Indonesia dikarenakan harga tembakau Indonesia yang relatif murah. Pada tahun 2016, harga tembakau 30-35 ribu/kg. Pada tahun 2017, harga tembakau 40-45 ribu/kg.
Dan pada tahun 2018 harga tembakau 65-70 ribu/kg. Konsumen yang membeli baik dari para pengolah maupun langsung dari perusahaan-perusahaan importir atau perdagangan.5
Produsen eksportir Indonesia yang ingin mengakses pasar Spanyol harus mengetahui persyaratan mengakses pasar, baik dari mitra perdagangan, maupun peraturan dari pemerintah Spanyol. Persyaratan meliputi undang-undang dan pemberian merek, serta sistem manajemen dan kode. Persyaratan ini berdasarkan perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan konsumen dan isu sosial.6 Untuk mengekspor tembakau dan turunannya ke Spanyol, berikut beberapa regulasi yang perlu diperhatikan:
1. Reglamento (CE) 1008/2005 de la Comisión, de 8 de julio de 2005 (DOUE L 187 de 9.7.2005), tentang peraturan import trade tembakau dari negara ketiga (OJL 257, 8.11.1993), dimana telah dijabarkan produk tembakau yang telah disetujui oleh Uni Eropa di area tersebut.
2. Reglamento (CE) 1008/2005 de la Comisión, de 14 de diciembre de 2005, menjabarkan peraturan managemen dan distribusi kuota tembakau yang termasuk di dalam regulasi,
5Ibid hlm. 22.
6Ibid.
3. Reglamento (CEE) 3046/1993 del Consejo, tentang administrasi dan peraturan mengimportasikan tembakau dari negara ketiga (OJL 257, 8.11.1993),
4. Reglamento (CE) 5120/1994 del Consejo, de 7 de marzo de 1994, tentang peraturan-peraturan umum produk tembakau yang diimpor dari negara ketiga yang tidak termasuk ke dalam perjanjian bilateral.
Dimana juga menjabarkan peraturan impor rokok dari negara-negara yang bukan merupakan member dari WTO (World Trade Organisation).7
Berikut legislasi Uni Eropa mengenai rokok:
1. Uni Eropa akan membuat bungkus rokok dan produk konsumsi tembakau lainnya dipenuhi peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan tulisan. Peringatan akan memenuhi sekitar 65% dari bungkus di bagian depan dan belakang dan mulai berlaku pada tahun 2016.8
2. Bungkus rokok harus memasang gambar seram yang menunjukkan secara drastis dampak buruk merokok. Penyakit yang paling sering ditemui adalah kanker paru- paru, penyakit kronis paru-paru lainnya dan gangguan peredaran darah yang bisa mengakibatkan serangan jantung atau stroke.9
7 Kementerian dagang RI, ―Market Brief 2015 Tobacco‖, op. Cit.
8Lida Puspaningtya, Didi Purwadi. ―Uni Eropa perketat aturan tentang rokok‖, 28 Februari 2014,https://www.republika.co.id/berita/internasiona l/global/14/02/28/n1odaj-uni-eropa-perketat-aturan- tentang-rokok. (diakses 28 November 2019).
9Julia Mahncke. ―Uni Eropa mau gambar seram dibungkus rokok‖, 19 Desember 2012, https://www.dw.com/id/uni-eropa-mau-gambar- seram-di-bungkus-rokok/a-16465214. (diakses 2 Desember 2019).
3. Anggota Parlemen Eropa kesehatan masyarakat meminta di pasangnya peringatan kesehatan di kedua sisi bungkus rokok, serta larangan terhadap rokok dengan lintingan ramping dan kemasan yang menarik.
Namun para negara anggota dapat mengatur lebih ketat lagi sesuai aturan setiap negara, di bagian yang sudah termasuk aturan ini dilandasi kebutuhan untuk melindungi kesehatan masyarakat.10
Peluang untuk memperbesar pangsa pasar masih dimungkinkan mengingat tembakau Indonesia mempunyai keunggulan antara lain sebagai berikut:11
1. Daun tembakau jenis na-oogst mempunyai ciri lebih hijau, tipis, elastis dan beraroma netral.
Tembakau NO (Na-Oogst) digunakan sebagai bahan untuk pengisi cerutu, pembungkus dalam cerutu (omlad) dan pembungkus luar cerutu (dekblad) bagi kebutuhan konsumen di luar negeri, dan hanya sebagian kecil dibuat cerutu di dalam negeri.12
2. Tembakau Deli merupakan jenis tembakau sebagai penghasil daun pembalut (wrapper) cerutu yang terbaik di dunia. Keberadaannya sangat diminati oleh para pabrikan di Eropa Barat. Kehadirannya dalam
10AA. Ariwibowo. ―Uni Eropa dukung peraturan lebih ketat tentang merokok‖, 11 Juli 2013.
https://www.antaranews.com/berita/384711/uni- eropa-dukung-peraturan-lebih-ketat-tentang- merokok. (diakses 28 November 2019).
11Danang Nur Ihsan. ―Tembakau Cerutu Indonesia: Kualitas Kelas Wahid, Jadi Penentu Cita Rasa‖. 2020. https://m.solopos.com/tembakau- cerutu-indonesia-kualitas-kelas-wahid-jadi-penentu- cita-rasa-1051043. (diakses 20 Juli 2020).
12Cybext Pertanian Iindonesia. ―Panen Dan Pasca Panen Tembakau No (Na-Oogst)‖. 2019, http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/73794/PA NEN-DAN-PASCA-PANEN-TEMBAKAU-NO-Na- Oogst/, (diakses 20 Juli 2020).
lelang tembakau Indonesia di Bremen selalu dinantikan secara antusias oleh para pabrikan dan pedagang tembakau internasional.
3. Kualitas tembakau Indonesia dapat memenuhi persyaratan trend permintaan pasar, terutama untuk pasar Eropa.
4. Tembakau Indonesia menghasilkan daun pembungkus luar yang berkualitas baik dan warnanya rata serta sifatnya elastis.
5. Tembakau Indonesia akan digunakan sebagai dekblad yang menjadi penentu cita rasa cerutu sehingga berkasta tertinggi.
6. Tembakau Indonesia mempunyai rasa dan aroma yang khas.
7. Tembakau Indonesia jauh lebih ringan dan lebih aromatis dibandingkan produk tembakau ini dari negara manapun di dunia.
Impor tembakau secara umum dari negara-negara pengekspor tembakau ke Spanyol dilihat dari kuantitas jumlah negara tersebut, Indonesia sendiri menduduki peringkat ke lima dunia dan mengalami kenaikan dari tahun 2013 sebanyak USD 4,45 juta dengan kuantitas 126.310 kg, tahun 2014 sebanyak USD 4,50 juta dengan kuantitas 107.064 kg. Di tahun 2015 nilai ekspor Indonesia untuk produk Tembakau turun menjadi USD 1,98 Juta, dengan jumlah kuantitas 39,139 kg.13
Penurunan nilai total perdagangan Indonesia ke Spanyol terjadi antara lain karena situasi perekonomian Spanyol yang secara umum tidak dapat terlepas dari situasi perekonomian global maupun regional Eropa yang masih lesu dan belum
13Market Brief Tobacco.‖ Indonesian Trade Promotion Center Barcelona‖. 2015, https://docplayer.info/57820480-Market-brief-2015- hs-2401-tobacco-type-here.html, hlm. 26. (diakses 20 Juli 2020).
stabil.14 Peluang untuk meningkatkan nilai perdagangan Indonesia ke Spanyol sangat besar, oleh karena itu KBRI Madrid mendukung sepenuhnya rencana Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa untuk menciptakan butir-butir Kesepakatan Ekonomi Komprehensif Indonesia – Uni Eropa (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) secepatnya guna lebih membuka akses pasar di kedua pihak.15
Pentingnya meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia dan negara anggota Uni Eropa dapat diwujudkan dengan menciptakan hubungan perdagangan yang lebih baik dengan melakukan kesepakatan perdagangan yang memberikan akses pasar yang lebih luas bagi kedua perekonomian tersebut.
Didukung dengan banyaknya brand lokal rokok Spanyol yang diproduksi seperti Fortuna Red, Ducados Rubio, Nobel, Rizla +, Golden Virginia, Drum, Coburn, Origenes, dan di ekspor dari Indonesia, dimana menunjukkan bahwa negara Indonesia sudah memiliki sudut kualitas yang bagus dan terpercaya untuk kalangan masyarakat dan juga perusahaan yang bergerak pada pengekspor dan pengimpor produk tembakau dan turunannya di Spanyol.16
KERANGKA PEMIKIRAN
Kerangka dasar pemikiran diperlukan oleh penulis untuk membantu dalam menetapkan tujuan dan arah sebuah penelitian serta memiliki konsep yang tepat untuk pembentukan hipotesa. Teori bukan merupakan pengetahuan yang sudah pasti tapi merupakan petunjuk membuat sebuah hipotesis. Dalam melakukan penelitian ini,
14Kemlu RI. ―Perkembangan Perdagangan Indonesia-Spanyol‖. https://www. Kemlu. go.id/
madrid/id/beritaagenda/beritaperwakilan/Pages/Perk embanganPerdagangan—Indonesia—Spanyol-aspx.
(diakses 14 April 2019).
15Ibid.
16Ibid.
dibutuhkan adanya kerangka pemikiran yang menjadi pedoman peneliti dalam menemukan, menggambarkan dan menjelaskan objek penelitian sekaligus menjadi frame bagi peneliti.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan perspektif liberalisme independensi. Perspektif ini berpendapat bahwa pembagian tenaga kerja yang tinggi dalam perekonomian internasional meningkatkan interdependensi antar negara, sehingga mengurangi konflik kekerasan antar negara.17 Interdependensi secara lebih luas dalam hubungan internasional berbentuk suatu perdamaian. David Mitrany seorang fungsionalis percaya bahwa kerja sama seharusnya diatur oleh para ahli bidang teknik, bukan para ahli politisi.
Kerja sama teknik dan ekonomi akan meluas ketika para partisipan mendapatkan keuntungan timbal balik dari kerja sama tersebut. Ketika terjadinya peningkatan kesejahteraan dari kerja sama organisasi internasional, maka akan merubah ―kesetian mereka dari negara kepada organisasi internasional‖. Dengan demikian, interdependensi ekonomi akan mengakibatkan integrasi politik dan mewujudkan perdamaian. 18
Dari perspektif liberalisme tersebut, bisa dilihat bahwa kerja sama ekspor yang dilakukan oleh Indonesia dan Spanyol merupakan sebuah aktifitas yang akan mendapatkan keuntungan bagi kedua belah pihak yang terlibat. Liberalisme perdagangan menghasilkan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak, perdagangan meningkatkan kemakmuran dan kemakmuran mengurangi masalah dalam negeri.19
Dari sifat positif manusia di atas,
17Ibid, hlm. 148.
18 Ibid, hlm. 149.
19Walter Carlsnaes, Thomas Risse, dan Beth A simmons, terj. Imam Baehaqi. Handbook Hubungan Internasional. (Bandung: Nusa Media, 2013), hlm. 734.
kaum liberalis mengaitkannya dengan pola perilaku negara yang berisi oleh manusia, bahwa peperangan tidak mungkin terjadi karena hanya akan membawa kerugian sementara sifat manusia akan selalu mencari keuntungan.
Liberalisme interdependensi meningkatkan derajat dan ruang lingkup antara negara-negara akibat adanya modernisasi, seperti: ―pertama, aktor-aktor transnasional semakin meningkat, negara bukan lah unit yang koheren. Kedua, kekuatan militer kurang berguna, ekonomi dan instrumen institusional lebih berguna.
Ketiga, keamanan militer kurang penting, dan isyu kesejahteraan semakin penting‖.20
Tingkat analisis yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah negara- bangsa. Menurut Patrick Morgan dalam buku yang ditulis oleh Mohtar Mas’oed, tingkatan analisa dibagi dalam lima golongan, yakni: ―individu, perilaku kelompok, negara bangsa, dan perilaku negara-bangsa, serta sistem internasional atau global‖.21 Penelaahan penelitian ini difokuskan pada proses pembuatan keputusan tentang kerja sama internasional yakni IEU CEPA oleh suatu negara- bangsa sebagai satu kesatuan yang utuh, serta tingkat asumsinya yakni kedua negara pembuat keputusan, Indonesia dan Uni Eropa. Dengan demikian, analisa harus ditekankan pada perilaku negara-bangsa karena hubungan internasional pada dasarnya didominasi oleh perilaku negara bangsa.22
Peranan negara sangat penting dalam kerja sama antar negara satu dengan negara lain walaupun oknum yang bekerja dalam melakukan hubungan perdagangan adalah kelompok importir maupun eksportir. Analisa penelitiannya dilakukan
20 Op. Cit, hlm 152.
21Mohtar Mas’oed, Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin Dan Metodologi. (Jakarta:
LP3ES, 1994), hlm. 94-96.
22Ibid. hlm. 55.
secara kualitatif berdasarkan data-data yang sudah tersedia yang dikumpulkan dalam rangka memperoleh bahan untuk dapat memberikan jawaban terhadap pokok permasalahan yang ada sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Teori yang digunakan penulis adalah teori kerja sama internasional.
Menurut K.J Holsti, kerja sama internasional adalah bentuk interaksi dalam hubungan internasional dapat berupa konflik maupun kerja sama. Apabila pihak- pihak yang terlibat gagal dalam mencapai kesepakatan, maka interaksi antar aktor tersebut akan berujung pada konflik.
Namun, apabila pihak-pihak yang terlibat berhasil dalam mencapai kesepakatan, maka interaksi antar aktor yang terlibat akan menghasilkan suatu bentuk kerja sama.23
Kerja sama internasional merupakan hubungan antar bangsa yang memiliki tujuan berlandaskan kepentingan nasional.
Kerja sama internasional terdiri dari, seperangkat aturan, prinsip-prinsip, norma- norma, dan prosedur pembuat keputusan yang mengatur jalannya rezim internasional.
Selain itu, negara-negara yang melakukan kerja sama internasional mempunyai tujuan bersama atau kepentingan bersama karena, ketidakberadaan kepentingan bersama di dalam kerja merupakan sesuatu hal yang mustahil.
Dalam melakukan kerja sama, harus memiliki dua syarat utama, yaitu: pertama, adanya keharusan untuk menghargai kepentingan nasional masing-masing negara yang terlibat kerja sama. Kedua, adanya keputusan bersama dalam mengatasi persoalan yang timbul saat kerja sama berlangsung. Aktivitas kerja sama ekonomi Internasional itu sendiri meliputi seluruh kegiatan perekonomian yang dilaksanakan antara negara maupun individu dari suatu
23K.J Holsti, Politik internasional, kerangka untuk analisis, jilid II, terj. M. Tahrir Azhari.
(Jakarta: Erlangga, 1988), hlm. 652-653.
negara dengan negara-negara lainnya.24 Pada dasarnya, kerja sama antara dua negara atau lebih adalah untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai kepentingan masing-masing negara yang terlibat.
PEMBAHASAN
Tembakau termasuk salah satu komoditas pertanian yang mempunyai arti penting karena memberikan manfaat ekonomi, dan manfaat sosial. Peran tembakau di dalam perekonomian Indonesia dapat ditunjukkan terutama oleh besarnya cukai yang disumbangkan sebagai penerimaan negara dan banyaknya tenaga kerja yang terserap baik dalam tahap penanaman dan pengolahan tembakau sebelum di ekspor atau dibuat rokok, maupun pada tahap pembuatan rokok.
SEJARAH HUBUNGAN INDONESIA DAN SPANYOL DALAM BIDANG PERTANIAN
Hubungan antara Indonesia dan Spanyol dalam bidang pertanian sudah dimulaik sejak lama yaitu pada adab ke 15- 16 masehi. Columbus (1452), Vasco da Gama (1498), dan Magellan (1519-1522) menemukan daerah-daerah baru produk hasil pertanian tropis yang dibutuhkan sebagai bahan pangan dan mata dagang untuk memenuhi permintaan pasar Eropa.
Sebelum pelaut Inggris dan Belanda mencapai kawasan Indonesia Timur, pelaut- pelaut Spanyol dan Portugis sudah menjalin hubungan perdagangan (hasil pertanian) dengan kerajaan-kerajaan setempat.
Penemuan mata dagang rempah-rempah dan beras oleh bangsa Eropa di kawasan Indonesia timur membuka cakrawala baru bagi perkembangan pertanian di kawasan Indonesia.25
24K J Holsti, International Politics: A Framework for Analysis, (New Jersey: Prentice-Hall, 1987), hlm. 10.
25Tri Panadji. ―Perspektif Sejarah Pembangunan Pertanian Kawasan Timur Indonesia‖.http://www.litbang.pertanian.go.id/buku/
Namun, tantangan pertanian Indonesia juga akan semakin berat, terutama sejak Indonesia meratifikasi perjanjian GATT pada tahun 1994. Dalam kesepakatan tersebut, salah satu perjanjian yang akan membawa pengaruh besar pembangunan pertanian Indonesia adalah kesepakatan dibidang pertanian. Dampak dari kesepakatan tersebut lebih lanjut adalah konsekuensi kemampuan produk pertanian Indonesia yang mempunyai daya saing lebih besar di pasar internasional.26
Tembakau cerutu di Indonesia dibudidayakan di tiga tempat yaitu tembakau besuki di Jember Jawa Timur, tembakau vorstenlanden di Klaten Jawa Tengah, dan tembakau deli di Sumatra.
Tembakau besuki dan vorstenlanden digunakan untuk bahan dekblad atau wrapper. Terdapat dua jenis tembakau Vorstenlanden berdasarkan sistem penanamannya yaitu tembakau naungan dan tembakau na-oogst yang ditanam secara tradisional (tanpa naungan).
Tembakau deli Sumatra merupakan jenis tembakau penghasil daun pembalut (wrapper) cerutu yang terbaik di dunia, keberadaannya sangat diminati oleh para pabrikan di Eropa Barat. Kehadirannya dalam lelang tembakau Indonesia di Bremen selalu dinantikan secara antusias oleh para pabrikan dan pedagang tembakau internasional.
Peluang bisnis tembakau cerutu Indonesia di pasar internasional masih terbuka khususnya untuk kualitas-kualitas tinggi (high grade) seperti wrapper.
Dikarenakan rasa maupun aroma khas tembakau Indonesia jauh lebih ringan dan lebih aromatis dibandingkan produk tembakau cerutu dari negara manapun di menyoroti-dinamika-pembangunan/BAB-II-2.pdf, hlm. 29-30. (diakses 1 Februari 2020).
26Fitranita, Nawawi. Pembangunan Pertanian dan Marjinalisasi Petani: Dalam Konteks Pertanian Tanaman Pangan. (Jakarta: LIPI, 2001), hlm. 3.
dunia.
Tembakau cerutu Indonesia masih dicari oleh para industri pabrik cerutu khususnya pabrik-pabrik di Eropa. Untuk pembuatan rokok sigaret, baik rokok kretek maupun rokok putih, tembakau yang umum digunakan adalah tembakau virginia.
Daerah produsen tembakau virginia bermutu tinggi adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan NTB. Jenis tembakau lain yang dikenal adalah tembakau pipa. Pusat tembakau pipa di Indonesia adalah di Lumajang, Jawa Timur dan umumnya hasil produksi tembakau ini diekspor ke Eropa.27 EKSPOR TEMBAKAU INDONESIA KE SPANYOL
Produk tembakau dan turunannya, merupakan salah satu aspek produk yang cukup tinggi dikonsumsi masyarakat Spanyol. Indonesia termasuk kedalam enam negara dengan total perdagangan terbesar yang mengekspor tembakau ke Spanyol.
Faktor lain yang mengharuskan Spanyol mengimpor tembakau dari Indonesia yaitu karena kepadatan penduduk serta pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dengan tingkat konsumsi yang banyak akan tembakau, baik yang belum diolah maupun sudah diolah berbentuk rokok.
Spanyol merupakan salah satu negara industri yang besar sedangkan Indonesia kaya akan sumber daya alam, sehingga kedua negara ini saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri masing-masing. Nilai ekspor Indonesia ke Spanyol sampai dengan bulan januari 2016 adalah sebesar USD 126.642.141 mengalami penurunan sebesar 40,18% terhadap nilai ekspor periode yang sama tahun 2015 sebesar USD 211.708.000.
Neraca perdagangan antara Indonesia dan
27Muchjidin Rachmat, Sri Nuryanti.
―Tobacco Supply Chain in Indonesia‖. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.
http://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/pdffiles/10- tematik-scm-tembakau.pdf, hlm. 126. (diakses 24 Juli 2020).
Spanyol pada januari 2016 mengalami surplus sebesar USD 99.310.667.28 Seperti pada gambar dibawah ini:
Sumber: Kementerian Perdagangan RI.
HAMBATAN EKSPOR TEMBAKAU KE SPANYOL
Penurunan ekspor tembakau ke Spanyol disebabkan oleh kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah, Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia menilai bahwa kebijakan kemasan polos atau tanpa merek menimbulkan dampak negatif terhadap kinerja ekspor tembakau nasional, sekitar Rp.6,8 triliun devisa dari surplus ekspor produk tembakau terancam hilang.
Penurunan volume ekspor terjadi karena adanya Konvensi Kerangka Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).
Regulasi FCTC ini mengatur pengendalian berbagai permasalahan yang ditimbulkan oleh tembakau. Dengan adanya aturan ini maka persyaratan kualitas tembakau yang diinginkan pasar juga harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Contoh dari regulasi ini adalah adanya standar minimun residue levels.
Uni Eropa sangat concern dengan masalah kebersihan mengenai kesehatan dan memberlakukan “food alert system”
yang pada prinsipnya adalah mengatur bahwa makanan harus memenuhi standar kesehatan, keselamatan dan perlindungan bagi kelestarian lingkungan. Standar
28Kemdag RI. ―Kinerja Ekspor Indonesia‖.
ITBC Barcelona. https://www.itpc- barcelona.es/wpcontent/uploads/2016/04/Kinerja- Ekspor-RI-Spanyol-Januari-2016-Produk-utama- dan-potensial.pdf. 2016. (diakses 27 Februari 2020).
kualitas komoditi di Uni Eropa akan berkembang mengikuti standar yang selama ini telah diterapkan oleh negara-negara anggota atau pendahulu Uni Eropa yang relatif sudah maju, misalnya diterapkan standar labeling, peraturan perpajakan berupa bea masuk, pajak konsumsi, serta GSP.29
Kebijakan penetapan bea masuk dan berbagai jenis tarif lainnya juga salah satu hambatan untuk melakukan ekspor tembakau ke Uni eropa. Tarif bea masuk produk pertanian ke negara-negara Uni Eropa berkisar antara 0% - 18%. Namun demikian, Uni Eropa sebagai kelompok negara maju juga memberikan skema Generalized System of Preferences (GSP) kepada negara-negara berkembang guna memperluas akses pasar ke negara-negara Uni Eropa.30
Kebijakan-kebijakan tersebut nantinya dapat menjadi hambatan perdagangan bagi ekspor produk-produk pangan, termasuk di dalamnya komoditi pertanian. Uni Eropa memberlakukan regulasi ini dengan terlebih dahulu memberikan pembuktian ilmiah kepada organisasi perdagangan dunia (WTO).
Dinamika permasalahan ini tentu akan mempengaruhi industri tembakau dan produk turunannya di Indonesia, khususnya perubahan terhadap target pasar tembakau.
Pergeseran target pasar produk tembakau pada dasarnya merupakan ancaman bagi Indonesia, namun apabila Indonesia mampu
29Tonny A. Ardie, ―Dampak Strategis Ekonomi Pasca Perluasan Keanggotaan Uni Eropa‖, https://www.bappenas.go.id/id/data-dan-informasi- utama/makalah/artikel-majalah-perencanaan/septem ber-tahun-2004/dampak-strategis-ekonomi-pasca- perluasan-keanggotaan-uni-eropa---oleh-tonny-a- ardie/. (diakses 6 Februari 2020).
30Alfajri. ―Kepentingan Indonesia Menyepakati Comprehensive Economic Partnership Agreement Dengan Uni Eropa Tahun 2011-2016‖.
JOM FISIP Vol. 4 No. 2-Oktober 2017.
https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/vie w/15559/15101, hlm. 6. (diakses 22 Juli 2020).
memanfaatkan peluang dan ancaman pasar tersebut akan menjadi keuntungan bagi Indonesia.
Penurunan produksi dan pencabutan subsidi untuk tembakau di negara maju tentu akan menurunkan daya saing produk tembakau dari negara maju. Hal ini merupakan peluang bagi perkembangan industri tembakau di Indonesia.31
DAMPAK PENURUNAN DAN PEMBEBASAN TARIF BEA MASUK SEKTOR EKSPOR DALAM CEPA INDONESIA DAN UNI EROPA
Skema preferensi Eropa terus- menerus mengadaptasi tarif bea cukai umum untuk perkembangan perdagangan dunia mematuhi yang diberikan dalam negosiasi WTO.32 Secara umum, Uni Eropa menerapkan tiga jenis struktur tarif yaitu:
tingkat tarif MFN yang digunakan untuk semua anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), GSP untuk negara berkembang dan negara kurang berkembang, dan tingkat tarif preferensi timbal balik berdasarkan perjanjian perdagangan eksternal. Produk Indonesia saat ini memenuhi syarat baik untuk tingkat tarif MFN atau tarif GSP yang lebih rendah, bergantung pada perkembangan sektor asalnya.33
Bea masuk dan berbagai jenis tarif lainnya dalam perdagangan internasional sangat lazim digunakan. Tarif bea masuk
31 Rudi Wibowo dkk. Agribisnis Tembakau, Membuka Ruang Inovasi dan Bisnis untuk Kemajuan Industri. (Bogor: PT. Penerbit IPB Press, 2018), hlm. 17-18.
32 Jacquez Gallezot. ―Data Base on EU Preferential Trade TRADEPREF‖. Econpapers Economic at Your Fingertips. https://ageconsearch.
umn. edu/record/18852/files/wp050008.pdf, (2015):
hlm. 2. (diakses 22 Januari 2020).
33Yose Rizal Damuri, Raymond Atjie, Audrey Soedjito. ― Dampak Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) Uni Eropa- Indonesia‖. Centre for Strategic and International Studies (ISIS), Jakarta. Hlm. 43.
produk pertanian ke negara-negara Uni Eropa berkisar antara 0%-18%. Namun demikian, Uni Eropa sebagai kelompok negara maju juga memberikan skema Generalized System of Preferences (GSP) kepada negara-negara berkembang guna memperluas akses pasar ke negara-negara Uni Eropa.
GSP Uni Eropa memberikan akses masuk dengan memberikan pengurangan tarif bea masuk bagi produk-produk yang diimpor dari negara penerima GSP. GSP termasuk tarif preferensi yaitu tarif General Agreement on Tariff and Trade (GATT) yang persentasinya diturunkan dan diberlakukan oleh negara terhadap komoditi yang diimpor dari negara-negara lain tertentu karena adanya hubungan khusus antara negara pengimpor dengan negara pengekspor.34
Dampak yang timbul dari Negosiasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa secara lebih khusus menggunakan pemodelan untuk memperkirakan dampak penghapusan tarif terhadap perdagangan.
Ada empat skenario yang memungkinkan telah ditentukan untuk impor Uni Eropa dari Indonesia:
1. Tarif untuk semua produk langsung diturunkan menjadi nol,
2. Tarif dihapuskan secara berangsur- angsur selama enam tahun untuk produk non-pertanian, dan selama sepuluh tahun untuk produk pertanian,
3. Semua impor Indonesia ke Uni Eropa dikeluarkan dari program GSP,
34Dian Dwi Laksani, Kumara Jati.
―Analysis Of Tariff And Non-Tariff Barriers And Development Of European Market In Indonesian Fishery Products‖. Jurnal Analis Kebijakan | Vol. 1
No. 2 Tahun 2017.
http://jak.lan.go.id/index.php/jurnalpusaka/article/vie w/28/28, hlm. 55. (diakses 22 Januari 2020).
4. Uni Eropa menetapkan perjanjian perdagangan preferensi dengan negara lain, dan ekspor Indonesia ke Uni Eropa
5. mengalami dampak dari pengalihan perdagangan (trade diversion).35 Skema GSP adalah keringanan tarif yang diberikan oleh Uni Eropa untuk negara berkembang dan negara terbelakang (least developed countries atau LDCs). GSP memungkinkan eksportir dari negara berkembang untuk memperoleh tarif yang lebih rendah dalam melakukan ekspor ke Uni Eropa. Hal dapat membuka akses pasar Uni Eropa dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara berkembang dan LDCs. Penurunan tarif GSP tersebut untuk produk pertanian yaitu dari yang semula 18% menjadi 5%.
PENINGKATAN EKSPOR TEMBAKAU INDONESIA KE SPANYOL SETELAH NEGOSIASI IEU CEPA
Adanya kesepakatan kerjasama IEU CEPA akan menjadi pendorong bagi peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar Eropa, dan meningkatkan kinerja ekspor produk nasional, serta menggeser komposisi produk ekspor nasional ke arah manufacturing product.36
Peningkatan ekspor Tembakau dan Turunannya ke Spanyol:
Tahun Jumlah
2015 730.9
2016 738.5
2017 830.0
2018 862.2
2019 823.8
% 4.02
35 Ibid, hlm. 45-48.
36Djamiko Bris Witkjaksono, ―Perspektif Indonesia Terhadap IEU CEPA: Dalam Peningkatan Kerjasama Perdagangan Dengan Kawasan Eropa‖, Makalah disajikan dalam Lokakarya Perspektif Indonesia Untuk Perundingan CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa, Jakarta, Indonesia, 1-2 September 2016, hlm. 34.
Sumber: Portal Statistik Perdagangan, (data diolah).
Kenaikan ekspor salah satunya tembakau dapat menguntungkan perekonomian Indonesia karena meningkatkan nilai tukar rupiah terhadap dollar dan juga menguntungkan masyarakat karena akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, jika banyak permintaan maka barang dan jasa negara akan meningkat.
Sehingga pemerintah dan masyarakat setempat harus mempertahankan dan meningkatkan kualitas tembakau di negeri ini.
Negara Spanyol menjadi destinasi baru tujuan ekspor Indonesia untuk produk tembakau. Nilai Ekspor Indonesia untuk produk tembakau dalam 5 (lima) tahun terakhir cenderung meningkat. Pada tahun 2015, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 730.9 juta, pada tahun berikutnya naik sebesar 0.076% menjadi 738.5 juta pada tahun 2016. Pada tahun 2017 nilai ekspor tercatat sebesar 830.0 juta. Pada tahun 2018 nilai ekspor sebesar 862.2 juta. Pada tahun 2019 yang lalu nilai ekspor turun sebesar 0.384 % menjadi US$ 823.8 juta.37
Gambar Neraca Perdagangan IndonesiaDengan Spanyol Tahun 2015 –
2020.
37Portal Statistik Perdagangan RI. ― Perkembangan Ekspor Menurut HS26 Digit Periode 2015-2019‖. https://statistik.kemendag.go.id/.
(diakses 26 Juli 2020).
Sumber: Portal Statistik Perdagangan.
Kerangka kerja CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke Uni Eropa sampai dengan sekitar 5%, sementara Uni Eropa dapat meningkatkan ekspornya ke Indonesia sampai dengan 14%. CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa akan menyediakan mekanisme yang baik untuk melindungi aset investor di Indonesia yang akan mendatangkan banyak investor Uni Eropa. Akibatnya, para produsen dan pedagang dari Indonesia dan negara anggota Uni Eropa akan memiliki sikap yang lebih positif terhadap hubungan dagang yang lebih erat. Singkatnya, CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa dapat memberikan manfaat yang signifikan untuk kedua perekonomian.
SIMPULAN
Adanya liberalisasi memunculkan suatu kerjasama perdagangan bebas, salah satu contoh kerjasama ini adalah negosiasi kerjasama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). Negosiasi ini bertujuan untuk meningkatkan ekspor ke Uni Eropa. Salah satu tujuan ekspor Indonesia ke Uni eropa adalah Spanyol dengan komoditi ekspor yakni tembakau.
Ekspor merupakan salah satu aktivitas perdagangan yang bersifat internasional dan memiliki peranan yang sangat penting pada perekonomian sebuah
negara. Ekspor merupakan salah satu penghasil devisa bagi Indonesia. Tembakau merupakan salah satu komoditi unggulan dan banyak di konsumsi di Spanyol.
Adapun Pengaruh dari kerjasama Indonesia dan Uni Eropa yang tertuang dalam IEU CEPA banyak memberikan dampak yang positif. Dapat dilihat melalui jumlah ekspor tembakau ke Spanyol setiap tahunnya realtif meningkat. Dengan adanya kerjasama IEU CEPA memberikan dampak positif bagi ekspor dan pengusaha tembakau dalam negeri dengan terbukanya pasar ke Spanyol yang lebih murah pajak yang dipungut.
Setidaknya, ada beberapa pelung dan manfaat yang dihasilkan dari negosiasi kerjasama IEU CEPA dari pertama kali di rundingkan. Pertama, penurunan dan penghapusan tarif serta hambatan non tarif di Uni Eropa membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan volume ekspor dan nilai perdagangan ke negara yang memiliki tingkat pertumbuhan baik.
Kedua, penciptaan investasi yang kompotitif dan terbuka, dan membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi dari Spanyol. Ketiga, peningkatan kerjasama ekonomi didalam lingkup yang lebih lama.
Indonesia - European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) dibentuk untuk memperkuat perekonomian Indonesia dan Spanyol melalui kerjasama perdagangan bebas untuk meminimalisir hambatan- hambatan yang terjadi dalam perdagangan internasional sehingga dapat mempercepat aliran barang, jasa dan investasi masing- masing negara. Kerjasama ini bentuk sebagai perwujudan untuk mengingkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Spanyol.
Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapatkan keutungan dari dibentuknya IEU CEPA ini. Hubungan Indonesia dengan Spanyol memiliki akar
sejarah yang panjang. Hubungan Indonesia dengan Spanyol dimulai sejak lama yaitu pada adab ke 15-16 masehi. Columbus (1452), Vasco da Gama (1498), dan Magellan (1519-1522) menemukan daerah- daerah baru produk hasil pertanian tropis yang dibutuhkan sebagai bahan pangan dan mata dagang untuk memenuhi permintaan pasar Eropa.
Sebelum pelaut Inggris dan Belanda mencapai kawasan Indonesia Timur, pelaut- pelaut Spanyol dan Portugis sudah menjalin hubungan perdagangan (hasil pertanian) dengan kerajaan-kerajaan setempat.
Penemuan mata dagang rempah-rempah dan beras oleh bangsa Eropa di kawasan Indonesia timur membuka cakrawala baru bagi perkembangan pertanian di kawasan Indonesia.
Pertumbuhan ekspor tembakau Indonesia terus mengalami peningkatan yang cukup pesat setelah IEU CEPA dirundingkan. Pada dasarnya banyal hal yang menyebakan rata-rata ekspor tembakau Indonesia ke Spanyol naik harga internasional tembakau, produksi dan harga domestik tembakau, nilai tujuan Rupiah dan tentunya karena dirundingkan IEU CEPA.
Sebelum dirundingkannya IEU CEPA ekspor tembakau juga mengalami fruktuasi namun setelah diberlakukannya IEU CEPA rata-ratanya lebih tinggi.
DAFTAR RUJUKAN Jurnal
Alfajri. ―Kepentingan Indonesia Menyepakati Comprehensive Economic Partnership Agreement dengan Uni Eropa Tahun 2011- 2016‖. Jurnal Online Mahasiswa FISIP Vol.4 No. 2, (internet): https:
//media.neliti.com/media/publication s/123916-ID-none.pdf, 2017: hlm. 6.
(diakses 22 Juli 2020).
Damuri, Yose Rizal, Raymond Atjie, Audrey Soedjito. ―Dampak
Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) Uni Eropa- Indonesia‖. Centre for Strategic and International Studies (ISIS), Jakarta.
Hlm. 43.
Dwi, Dian Laksani, Kumara Jati. ―Analysis Of Tariff And Non-Tariff Barriers And Development Of European Market In Indonesian Fishery Products‖. Jurnal Analis Kebijaka Vol. 1 No. 2, (internet): http:/ /jak lan.go.id/index.php/jurnalpusaka/arti cle/view/28/28, 2017: hlm. 55.
(diakses 22 Januari 2020).
Gallezot, Jacquez . ―Data Base on EU Preferential Trade TRADEPREF‖.
Econpapers Economic at Your Fingertips. (internet): https:/ / ageconsearch.umn.edu/record/18852 /files/wp050008.pdf, 2015: hlm. 2.
(diakses 22 Januari 2020).
Kementerian dagang Republik Indonesia.
‖Market Brief Tobacco. Indonesian Trade Promotion Center Barcelona, (internet), tersedia di: http://djpen.
kemendag.go.id/membership/data/fil es/db77a-tobbaco.pdf, 2015: hlm.26.
Panadjri, Tri. ―Perspektif Sejarah Pembangunan Pertanian Kawasan Timur Indonesia‖. http://www.
litbang.pertanian.go.id/buku/menyor oti-dinamika-pembangunan/BAB-II- 2.pdf, hlm. 29-30. (diakses 1 Februari 2020).
Trade Map. ―Bilateral Trade Betwen Indonesia and France Product: Total All Product‖, Geneva Trade Map.
2016: hlm. 1.(diakses 20 Juli 2020).
Buku
Carlsnaes, Walter dkk, terj. Imam Baehaqi.
Handbook Hubungan Internasional.
Bandung: Nusa Media, 2013.
Fitranita, Nawawi. Pembangunan Pertanian dan Marjinalisasi Petani: Dalam Konteks Pertanian Tanaman Pangan. Jakarta: LIPI, 2001.
Holsti, K J. International Politics: A Framework for Analysis. New Jersey: Prentice-Hall, 1987.
Holsti, K.J. Politik Internasional, Kerangka Untuk Analisis. Jilid II, (Terjemahan M. Tahrir Azhari). Jakarta:Erlangga, 1988.
Mas’oed, Mohtar. Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin dan Metodologi. Jakarta: LP3ES 1994.
Rudi Wibowo dkk. Agribisnis Tembakau, Membuka Ruang Inovasi dan Bisnis untuk Kemajuan Industri. Bogor:
PT. Penerbit IPB Press, 2018.
Website
Aa. Ariwibowo. ―Uni Eropa Dukung Peraturan Lebih Ketat Tentang Merokok‖. https://www. Antara news.com/berita/384711/uni-eropa- dukung peraturan -lebih-ketat- tentang merokok, 2013. (diakses 28 November 2019).
Ihsan, Danang Nur. ―Tembakau Cerutu Indonesia: Kualitas Kelas Wahid, Jadi Penentu Cita Rasa‖. 2020.
https://m.solopos.com/tembakau cerutu-indonesia-kualitas-kelas
wahid -jadi-penentu-cita-rasa- 1051043. (diakses 20 Juli 2020).
Kemlu RI. ―Perkembangan Pedagangan Indonesia-Spanyol‖, https://www.
Kemlu.go.id/madrid/id/beritaagenda/
beritaperwakilan/Pages/Perkembang anPerdagangan—Indonesia—
Spanyol-aspx, 2016. (diakses 14 April 2019).
Mahncke, Julia. ―Uni Eropa Mau Gambar
Seram Di bungkus Rokok‖. https:
//www.dw.com/id/uni-eropa-mau ga mbar-seram-di-bungkus-rokok/a-16 465214, 2012. (diakses 2 Desember 2019).
Natalia, Ester Christine. ―Apa Itu GSP yang Jadi Awal Ribut-ribut Perang Dagang AS-RI/?‖. https://www.
Cnbcindones ia . com/news/ 2018 07 08173414-4-22521/apa-itu-gsp- yang-jadi-awal-ribut-ribut-perang- dagang-as-ri. (diakses 19 Juli 2020).
Puspaningtya, Lida, Didi Purwadi. ―Uni Eropa perketat aturan tentang rokok‖.
2014. https://www. republika.co.id/
berita/internasional/global/
14/02/28/ n1odaj-uni-eropa-perketat- aturan tentang-rokok.(diakses 28 November 2019).
Portal Statistik Perdagangan RI. ― Perkembangan Ekspor Menurut HS26 Digit Periode 2015-2019‖.
https://statistik.kemendag.go.id/.
(diakses 26 Juli 2020).
Laporan
Ardie, Tonny A. ―Dampak Strategis Ekonomi Pasca Perluasan Keanggotaan Uni Eropa‖. https:
//www.bappenas.go.id/id/data-dan informasiutama/makalah/artikel- majalah-perencanaan/september- tahun-2004/dampak-strategis ekono mi-pasca-perluasa-keanggotaan-uni - eropa-oleh-tonny-a-ardie/, 2019.
(diakses pada 6 Februari 2020).
Cybext Pertanian Iindonesia. ―Panen Dan Pasca Panen Tembakau No (NaOogst)‖.http://cybex.pertanian.g o.id/mobile/artikel/73794/PANEN- DAN-PASCA-PANEN-
TEMBAKAU-NO-Na-Oogst/, 2019.
(diakses 20 Juli 2020).
Kemendag RI. ― Kinerja Ekspor Indonesia‖. ITPC Barcelona.
https://www.itpc-barcelona .es / wpcontent/uploads/2016/04/Kinerja- Ekspor-RI-Spanyol-Janua ri-2016- Produk-utama-dan-pote nsial.pdf, hlm. 2. (diakses 26 Juli 2020).
Rachmad Muchjidin & Sri Nuryanti.
―Tobacco Supply Chain in Indonesia‖. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. http:// pse.
litbang.pertanian.go.id/ind/pdffiles/1 0-tematik-scm-tembakau.pdf,hlm.
126. (diakses 24 Juli 2020).
Witjaksono, Djamiko Bris. ―Perspektif Indonesia Terhadap IEU CEPA:
Dalam Peningkatan Kerjasama Perdagangan Dengan Kawasan Eropa‖, Makalah disajikan dalam Lokakarya Perspektif Indonesia Untuk Perundingan CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa, Jakarta, Indonesia, 1-2 September 2016, hlm.
34.