• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MANAJEMEN PESERTA DIDIK TERHADAP POTENSI KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK KELAS XI MA BAHRUL ULUM BESUK – PROBOLINGGO (SKIP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PENGARUH MANAJEMEN PESERTA DIDIK TERHADAP POTENSI KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK KELAS XI MA BAHRUL ULUM BESUK – PROBOLINGGO (SKIP)"

Copied!
167
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Oleh :

RINA RUSMIANA NIM T20183008

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SHIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

2022

(2)

ii

SKRIPSI

Di ajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Oleh :

RINA RUSMIANA NIM. T20183008

Di setujui Pembimbing

Dani Hermawan, M. Pd NIP. 198901292019031009

(3)

iii

SKRIPSI

Telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Hari : Jumat

Tanggal : 21 Oktober 2022 Tim Penguji

Ketua Sekretaris

Dr H. Moh. Anwar, M. Pd.

NIP. 196802251987031002

Nur Ittihadul Ummah, S. Sos. I., NUP. 20160364

Anggota :

1. Dr. Imron Fauzi, M. Pd.I ( )

2. Dani Hermawan, M.Pd ( )

Menyetujui,

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Prof. Dr. Hj. Muni’ah, M. Pd. I NIP. 196405111999032001

(4)

iv

Artinya : “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Al-Quran, 94:7. Terjemaha Al-Quran Kemenag, 2019.

(5)

v

mendoakan, mendukung segala hal baik yang saya lakukan, memberikan kasih sayang secara penuh, memberi semangat, motivasi, kesabaran serta keikhlasan yang tiada hentinya dalam mendidik, membimbing, mengasuh, membesarkan dan membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan saya, sehingga puterinya ini dapat meyelesaikan skripsi dan pendidikannya dengan baik. Doa terbaik untuk kedua orang tua saya tercinta, semoga senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, diberi kebahagiaan serta senantiasa diberi keberkahan dan kebarokahan pada masa tuanya.

2. Kakakku tercinta, Umi Kulsum yang senantiasa menyayangi, memberi nasehat, dan support yang tiada henti bagi pendidikan saya.Seiring ucapan Syukur Kepada Allah SWT dengan penuh rasa tulus dan ikhlas dalam hati.

(6)

vi

limpahan rahmat serta kasih sayang-NYA, tahap awal hingga akhir penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari jalan kegelapan penuh nista menuju jalan yang yang terang benderang.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan meraih gelar Sarjana Pendidikan dalam Program Studi Pendidikan Islam pada Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember dengan judul “Pengaruh Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius Siswa Kelas XI MA Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo” kesuksesan ini dapat penulis peroleh karena dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis menyadari dan menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :

sedalam-dalamnya kepada :

1. Prof. Dr. H. Babun suharto, SE., MM., selaku Rektor Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq Jember yang memberikan layanan serta fasilitas dalam proses pembelajaran.

2. Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M. Pd. I, selaku Dekan Fakultas tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

3. Dr. H. Moh. Anwar, M. Pd. Selaku Koordinator Program Studi Manajemen Pendidikan Islam.

(7)

vii

sabar dan sepenuh hati memberikan arahan, bimbingan dan motivasi, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.

6. Dosen dan Seluruh Staff karyawan UIN KHAS Jember yang telah memberikan imu, bimbingan serta melayanani urusan akademik.

7. Abd. Muhyi, S. Pd. I. Selaku Kepala Sekolah MA Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo yang telah memberikan izin dalam melakukan penelitian di lembaganya.

8. Guru-guru terhormat, yang telah ikhlas mendidik dan membimbing saya sejak dibangku SD, MTs, MA dan hingga kini.

9. Almamater saya UIN KHAS Jember yang selalu saya banggakan.

10. Teman teman saya MPI C1 angkatan 2018 terimakasih atas kebersamaannya selama 4 tahun terakhir ini.

11. Dulur-dulur GESEK dan Sahabat-sahabati PMII RFTIK yang selalu menemani, mendukung, dan memberikan support serta nasehat.

(8)

viii

Skripsi ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu, penulis mohon kritik dan saran yang membangun suapay dalam penelitian selanjutnya bisa lebih baik lagi.

Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca

Jember, 28 September 2022

Rina Rusmiana T20183008

(9)

ix

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kenakalan dan penyimpangan yang dilakukan peserta didik MA Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo, khususnya kelas XI yang terbagi menjadi tiga (3) jurusan yaitu IPA, IPS dan Bahasa. Adapun bentuk penyimpangan dan kenakalan yang kerap kali dilakukan antara lain seperti (a) bolos dan terlambat datang kesekolah; (b)tawuran pelajar antar kelas atau sekolah; (c) mengkonsumsi dan menjual obat-obatan terlarang; (d) pacaran, dan;

(e) pencurian dilingkungan sekolah. Hal tersebut kemudian mendorong peneliti untuk menggali informasi secara mendalam terkait upaya pendidik dan tenaga kependidikan lembaga MA Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo dalam menumbuh dan mengembakan potensi karakter religius siswa, khususnya kelas XI melalui kegiatan manajemen peserta didik.

Penelitian ini memiliki rumusan masalah 1) Bagaimana manajemen peserta didik di MA Bahrul Ulum Besukl Probolinggo ?. 2) Bagaimana potensi karakter religius siswa di MA Bahrul Ulum Besukl Probolinggo ?. 3) Adakah pengaruh yang signifikan atau tidak antara manajemen peserta didik terhadap potensi karakter religius peserta didik kelas XI MA Bahrul Ulum Besuk Probolinggo ?.

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Untuk mendeskripsikan bagaimana manajemen peserta didik di MA bahrul Ulum Besuk Probolinggo. 2) Untuk mendeskripsikan bagaimana potensi karakter religius suswa di MA Bahrul Ulum Besuk Probolinggo. 3) Untuk menguji adakah pengaruh yang signifikan atau tidak antara manajemen peserta didik terhadap potensi karakter religius peserta didik kelas XI MA Bahrul Ulum Besuk probolinggo.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiasi kausal. Populasi meliputi keseluruhan siswa kelas XI MA Bahrul Ulum Besuk – probolinggo. Sedangkan Populasi dan Sampel yang digunakan berjumlah 68 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan probabiliti sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS Version 25.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Manajemen peserta didik di MA Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo bisa dikatakan baik dengan nilai rata-rata persentase sebanyak 61%. 2) Potensi Karakter religius siswa di MA Bahrul Ulum Besuk- Probolinggo bisa dikatakan baik dengan nilai rata-rata persentase 53%. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen peserta didik terhadap potensi karakter religius siswa kelas XI MA Bahrul Ulum Besuk Probolinggo. Hal tersebut berdasarkan hasil nilai signifikansi 0,000 < 0,005dengan pengaruh sebesar 24,4%, sedangkan 75,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

(10)

x

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Ruang Lingkup Penelitian ... 9

F. Definisi Operasional... 10

G. Asumsi Penelitian ... 11

H. Hipotesis ... 11

I. Sistematika Pembahasan ... 12

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 14

A. Penelitian Terdahulu ... 14

(11)

xi

B. Populasi dan Sampel ... 59

C. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 61

D. Analsiis Data ... 69

BAB VI PENYAJIAN DATA DAN ANALISI ... 75

A. Gambaran Objek Penelitian ... 75

B. Penyajian Data ... 84

C. Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 88

D. Pembahasan ... 95

BAB V PENUTUP ... 100

A. Kesimpulan ... 100

B. Saran ... 100

DAFTAR PUSTAKA ... 102 LAMPIRAN

1. peranytapernyataan keaslian 2. Matrik Penelitian

3. Instrumen Uji Coba 4. Lembar Validasi Angket 5. Rekapitulasi Hasil Uji Coba 6. Output Uji Validitas

7. Tabel Nilai r Product Moment

8. Output Uji Reabilitas Manajemen Peserta Didik (X) 9. Rekapitulasi Hasil Angket Manajemen Peserta Didik (X) 10. Output Uji Prasyarat

(12)

xii 15. Dokumentasi Penelitian

16. Biodata Penulis

(13)

xiii

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 19

Tabel 2.2 Fase Pengembanagn Dimensi Profil Pelajar pancasila ... 53

Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas XI MA Bahrul Ulum Besuk Probolinggo .. 60

Tabel 3.2 Alternatif Jawaban Pertanyaan... 62

Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Manajemen Peserta Didik ... 63

Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Karakter Religius ... 64

Tabel 3.5 Validasi Angket Manajemen Peserta Didik ... 65

Tabel 3.6 Validasi angket Karakter Religius ... 66

Tabel 3.7 Tingkat Keandalan Cornbach Alpha... 69

Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ... 69

Tabel 3.9 Tingkat Pencapaian Skor Pada Variabel Manajemen Peserta Didik... 70

Tabel 3.10 Tingkat Pencapaian Skor Pada Variabel karakter Religius ... 71

Tabel 4.1 Sarana dan prasarana MA Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo .. 82

Tabel 4.2 Daftar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan MA Bahrul Besuk – Probolinggo... 83

Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas Angket ... 85

Tabel 4.4 Hasil Uji Reliabilitas Angket ... 86

Tabel 4.5 Distribusi Angket ... 87

Tabel 4.6 Rincian Persentase Manajemen Peserta Didik ... 88

(14)

xiv

Tabel 4.9 Hasil Uji Autokorelasi Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius ... 91 Tabel 4.10 Hasil Uji Linieritas Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi

Karakter Religius ... 92 Tabel 4.11 Hasil Uji Heterakedastisitas Manajemen Peserta Didik Terhadap

Potensi Karakter Religius ... 93 Tabel 4.12 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Manajemen Peserta Didik

Terhadap Potensi Karakter Religius ... 93

(15)

xv

Gambar 2.3 Langkah-langkah Perencanaan Peserta Didik ... 36

Gambar 2.4 Prinsip-prinsip Pengambilan Penilaian ... 44

Gambar 2.5 Dimensi Profil Pelajar Pancasila ... 49

Gambar 3.1 Langkah-langkah Penggunaan SPSS Untuk Uji Validitas ... 67

Gambar 3.2 Langkah-langkah Penggunaan SPSS Untuk Uji Reabilitas .... 68

Gambar 4.1 Struktur Organisasi dan Kelembagaan MA Bahrul Ulum Besuk Probolinggo ... 77

Gambar 4.2 Struktur Organisasi Tata Usaha MA Bahrul Ulum Besuk Probolinggo ... 78

Gambar 4.3 Struktur Organisasi Bimbingan Konseling MA Bahrul Ulum Besuk Probolinggo ... 79

Gambar 4.4 Diagram Manajemen Peserta Didik di MA Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo ... 95

Gambar 4.5 Diagram Karakter Religius Siswa di MA Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo ... 97

(16)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Manajemen Peserta didik merupakan bagian dari ruang lingkup manajemen pendidikan islam yang mana titik fokusnya adalah pada proses perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, serta evaluasi terhadap peserta didik yang ada dalam satuan lembaga pendidikan.1 Menurut Knezevich bahwa manajemen peserta didik atau pupil personnel administration adalah suatu layanan yang berpusat pada proses pengaturan, pengawasan, dan layanan terhadap peserta didik baik itu di dalam maupun diluar kelas, yang meliputi pengenalan, pendagtaran, pelayan terhadap individu seperti pengembangan dan pengoptimalan bakat, minat serta keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik.2

Sebagaimana yang telah tercantum dalam pembukaan Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yang menyebutkan bahwasanya tugas negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia, seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam melaksankan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Maksudnya adalah bahwa dari dasar hukum manajemen peserta didik diatas adalah kesetaraan

1 Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam: Strategi Baru Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam. (Jakarta: Erlangga, 2007),141.

2 Ali Imron, Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah (Jakarta : Bumi Aksara), 6.

(17)

dalam memperoleh hak mengenyam pendidikan guna meningkatkan potensi kecerdasan.3

Dalam QS. An-Nahl ayat 125 yang berbunyi :















































Artinya :Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.4

Berdasasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada lembaga pendidikan MA Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo dengan adanya manajemen peserta diidk diharapkan mampu memberikan dampak yang positif bagi peserta didik serta mampu mewujudkan tujuan dari lembaga pendidikan secara maksimal, dan mampu mendukung tumbuh dan berkembangnya potensi fisik, kecerdasan intelektual, emosional, serta kejiwaan peserta didik. Selain itu tujuan diterapkannya manajemen peserta didik dalam lembaga ini ialah sejalan dengan adanya visi misi sekolah yaitu meningkatkan potensi karakter religius siswa melalui aktivitas intrakurikuler dan ekstrakurikuler secara tertib, lancar dan teratur.5

Sedangkan Karakter religius merupakan nilai religi yang mencerminkan tumbuh kembangnya kehidupan beragama yang terdiri dari 3 (Tiga) unsur pokok yaitu aqidah, ibadah, dan akhlak yang menjadi pedoman

3 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (Pembukaan) Tahun 1945 .

4 Al-Qur’an, 14 : 125. Terjemah Al-Qur’an Kemenag, 2019

5 Observasi, 10 Januari 2022.

(18)

perilaku sesuai dengan aturan-aturan agama dalam mencapai kesejahteraan dan keselamatan serta kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat. 6

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Rencana Strategi Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 tentang Profil Pelajar Pancasila bahwa pelajar pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memilki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Dengan enam ciri utama yaitu beriman dan bertaqwa kepada tuhan YME, berakhlakul karimah, berkebinnekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif. 7

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam QS. Al-Lukman ayat 13 yaitu :































Artinya: Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.8

Kenakalan remaja merupakan suatu wujud dari konflik yang tidak dapat diselesaikan pada masa kanak-kanak dan remaja. Sehingga kemudian dilampiaskan dalam bentuk tindakan yang menyimpang dari ajaran agama dan

6 Jakaria Umro, Penanaman Nilai-Nilai Religius Di Sekolah yang Berbasis Multikultural, Jurnal Al-Makrifat, Vol.3, No. 2 (Pasuruan, STT PGRI Pasuruan, 2018),160

7 Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Rencana Strategi Kemnetrian Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 Pelajar Pancasila.

8 Al-Qur’an, 31:13.Terjemah al-Qur’an Kemenag, 2019.

(19)

norma yang berlaku dalam masyarakat.9 Dilansir pada laman TADATODAYS.COM menyebutan bahwasanya Kasus narkoba, miras dan

obat-obatan terlarang di Kabupaten Probolinggo mengalami kenaikan.

Disebutkan pula bahwasanya kasus narkoba yang terungkap oleh Polres Probolinggo pada tahun 2020 sebanyak 59 kasus dengan 87 tersangka.

Sedangkan tahun 2021 sebanyak 76 kasus dengan 89 tersangka.10

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti menyebutkan bahwa dilembaga MA Bahrul Ulum Besuk Kidul – Probolinggo ternyata masih banyak peserta didik yang melakukan kenakalan dan penyimpangan seperti yang sudah dipaparkan oleh Bapak Mahfud, S.Pd, selaku Waka Kesiswaan dan Guru BK di MA Bahrul Ulum Besuk Probolinggo dan membagi kenakalan/penyimpangan tersebut menjadi tiga (3) tingkatan yaitu : (1) kenakalan atau penyimpangan ringan (seperti : terlambat datang kesekolah, pakaian dan model rambut yang tidak rapi, make up dan aksesoris berlebih);

(2) kenakalan atau penyimpangan tingkat sedang (seperti: bolos dijam pelajaran); dan (3) kenakalan atau penyimpangan tingkat berat (seperti:

ketertiban kendaraan bagi siswa, pencurian dilingkungan sekolah, perkelahian atau tawuran antar kelas atau sekolah, mengkonsumsi, mendistribusikan dan menjual obat-obatan terlarang, dan pacaran. Beliau juga menyebutkan bahwa terhitung sejak 10 tahun terakhir, kasur kenakalan remaja di MA Bahrul Ulum Besuk Kidul – Probolinggo antara lain : untuk kasus miras dan narkoba

9 Mansur Muslich, Pendidikan Karakter, (Jakarta : Bumi Aksara), 67.

10 https://tadatodays.com/detail/remaja-di-kabupaten-probolinggo-banyak-konsumsi- miras, 27 Desember 2021, diakses pada tanggal 03 Juni 2022.

(20)

sebanyak 8 kasus, kehamilan diluar nikah 1 kasus, sedangkan untuk balap liar sebanyak 25 kasus.11

Padahal Madrasah Aliyah (MA) Bahrul Ulum merupakan lembaga pendidikan islam yang memiliki visi untuk mencetak generasi unggul dengan berwawasan islam di Kabupaten Probolinggo yang berada ditengah-tengah persaingan antar lembaga sejenis, sehingga harus bekerja lebih keras untuk faigh, kreatif serta berinovasi tinggi. Upaya yang sangat keras harus dilalui demi mengemban amanah besar yaitu mencetak generasi bangsa yang unggul dan berakhlakul karimah. Dengan latar belakang yang berbeda, Madrasah Aliyah Bahrul Ulum berupaya keras menjalankan perannya sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memiliki tugas untuk membebaskan peserta didiknya dari kebodohan, keterbelakangan, ketersesatan dan kemaksiatan.

Banyak program yang sudah diterapkan di madrasah ini untuk menanamkan karakter religius peseta didik sekaligus meminimalisir kenakalan remaja dilingkungan sekolah tersebut. Sekolah juga benar-benar memanajamen peserta didik dalam pembelajaran maupun luar pembelajaran agar karakter religius benar- benar tertanam dalam diri peserta didik. Program manajemen peseta didik lebih dikhusukan dalam pembinaan dan pengembangan melalui kegiatan intrakurikuler seperti istigozah, mengaji bersama, sholat duha dan dzuhur berjamaan menjadi alternatif yang diambil oleh lembaga Madrasah Aliyah Bahrul Ulum untuk membentuk potensi karakter religius peserta didik, hal ini juga dilakukan agar MA. Bahrul Ulum

11 Mahfud, Guru BK. diwawancarai oleh Penulis, Probolinggo, 10 Januari 2022

(21)

memilki out put yang berkualittas dan dapat menarik hati masyarakat serta tidak kalah saing dengan sekolah lain12

Dengan adanya pembinaan potensi karakter religius yang merupakan suatu kemampuan atau kekuatan yang ada dalam diri manusia yang membutuhkan pembiasaan dan pembelajaran lebih lanjut guna menumbuhkan sikap patuh dan toleransi terhadap agama, diri sendiri dan oranglain, yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah kepribadian yang khusus dan permanen. Maka para pelajar khususnya MA. Bahrul Ulum diharapkan akan menjadi peserta didik yang lebih terdidik. 13

Berdasarkan fakta dan deskripsi di atas, maka dari itu peneliti sangat tertarik untuk mengangkat judul ”Pengaruh Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius Peserta Didik Kelas XI MA Bahrul Ulum Besuk - Probolinggo.”

B. Rumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian kuantitatif disebut dengan istilah rumusan masalah. Bagian ini mencantumkan semua rumusan masalah yang hendak dicari jawabannya melalui penelitian. Perumusan masalah disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik, operasional yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah sebagai berikut :

12 Dokumen, Buku Profil MA Bahrul Ulum Tahun 2018, Dilihat pada Tanggal 10 Januari 2022.

13 Abdul Muhyi, Kepala Sekolah MA Bahrul Ulum Besuk Probolinggo, Di wawancarai oleh Peneliti pada tanggal 10 Januari 2022

(22)

1. Bagaimana manajemen peserta didik di MA Bahrul Ulum Besuk - Probolinggo ?

2. Bagaimana potensi karakter religius siswa di MA Bahrul Ulum Besuk - Probolinggo ?

3. Adakah pengaruh yang signifikan atau tidak antara manajemen peserta didik terhadap potensi karakter religius peserta didik kelas XI MA Bahrul Ulum Besuk - Probolinggo ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian harus mengacu dan konsisten dengan masalah-masalah yang telah di rumuskan.14

1. Untuk mendeskripsikan bagaimana manajemen peserta didik di MA bahrul Ulum Besuk - Probolinggo.

2. Untuk mendeskripsikan bagaimana potensi karakter religius suswa di MA Bahrul Ulum Besuk - Probolinggo.

3. Untuk menguji adakah pengaruh yang signifikan atau tidak antara manajemen peserta didik terhadap potensi karakter religius peserta didik kelas XI MA Bahrul Ulum Besuk - Probolinggo.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian berisi tentang kontribusi apa yang diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Manfaat penelitian dapat berupa manfaat teoritis

14 Tim penyusun UIN KHAS Jember, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah, (Jember:

UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. 2021), 81.

(23)

dan manfaat praktis, seperti manfaat bagi peneliti, instansi dan masyarajat secara keseluruhan.15

Adapun manfaat penelitian yang di maksud oleh penulis antara lain : 1. Manfaat teoritis

a. Penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan terutama mengenai hal-hal yang terkait dengan Manfaat praktis Pelaksanaan Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius Peserta Didik.

b. Memberikan sumbangan sebagai bahan pertimbnagan dalam pelaksanaan manajemen peserta didik, sehingga tujuan yang diinginkan dapat terwujud.

2. Adapaun manfaat praktis a. Bagi peneliti

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang besar, serta dapat menambah ilmu pengetahuan dan juga wawasan mengenai Pelaksanaan Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius Peserta Didik.

b. Bagi Lembaga Sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh madrasah/sekolah sebagai bahan acuan untuk mengevaluasi hasil dari pelaksanaan Pelaksanaan Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius Peserta Didik.

15 Tim Penyusun UIN KHAS Jember, 81.

(24)

c. Bagi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan lebih lanjut. Serta dapat menjadi refernsi bagi peneliti selanjutnya.

E. Ruang Lingkup Penelitian 1. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu, variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas (Independent Variable) adalah variabel yang menjadi sebab merubah/ mempengaruhi variabel lain/terikat (Dependent Variable). Dan juga sering disebut dengan variabel bebas (Independent), prediktor, stimulus, eksogen, atau antecendent. Sedangkan variabel terikat (Dependent) merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel lain (variabel bebas).16 Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Manajemen Peserta Didik (X) dan variabel terikat adalah Potensi Karakter Religius (Y).

2. Indikator Penelitian

Indikator merupakan variabel yang dapat dijadikan bahan evaluasi suatu keadaan atau kemungkinan yang dilakukan untuk mengukur perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu kewaktu.17

16 Syofian Siregar. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. (Jakarta: Kencana Prenadamdia Group. 2013), 10.

17 Sandu Siyoto dan M. Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian (Yogyakarta: Literasi Publishing.2015), 34.

(25)

Tabel 1.1

Indikator Variabel Manajemen Peserta Didik terhadap Potensi Karater Religius Peserta Didik

Variabel Indikator

Manajemen Peserta Didik

1. Perencanaan

a) Analisis kebutuhan peserta didik baru b) Rekrutmen peserta didik baru

c) Seleksi peserta didik baru 2. Pelaksanaan

a) Orientasi peserta didik baru b) Penempatan peserta didik baru c) Pembinaan peserta didik baru 3. Evaluasi

a) Pencatatan dan pelaporan

Karakter Relegius 1. Beriman, Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlakul Karimah a) Akhlak Beragama

b) Akhlak Pribadi

c) Akhlak Kepada Manusia d) Akhlak Kepada Alam e) Akhlak Bernegara F. Definisi Operasional

Devinisi operasional adalah definisi yang digunakan sebagai pijakan pengukuran secara empiris terhadap variabel penelitian dengan rumusan yang didasarkan pada indikator variabel.18 Definisi operasional tersebut ialah:

1. Manajemen peserta didik merupakan keseluruhan proses kegiatan pembelajaran dan pelayanan dalam lembaga pendidikan yang direncanakan, di usahakan dan dilakukan pembinaan secara terus menerus secara efektif dan efisien.

2. Karakter religius merupakan kemampuan mendasar yang dimiliki oleh peserta didik yang meliputi sikap patuh dan toleransi guna diasah dan dikembangkan sehingga menjadi suatu kepribadian yang baik dan luhur.

18 Tim Penyusun UIN KHAS Jember, 82.

(26)

G. Asumsi Penelitian

Asumsi penelitian biasa disebut juga sebagai anggapan dasar atau postulat, yaitu sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh peneliti. Anggapan dasar harus dirumuskan secara jelas sebelum peneliti melangkah mengumpulkan data. Anggapan dasar di samping berfungsi sebagai dasar berpijak yang kukuh bagi masalah yang diteliti juga untuk mempertegas variabel yang menjadi pusat perhatian penelitian dan merumuskan hipotesis.19

Dalam penelitian ini, peneliti berasumsi bahwa manajemen peserta didik mungkin memiliki pengaruh terhadap potensi karakter religius peserta didik. Mengingat banyak sekali penyimpangan yang terjadi dilingkungan sekolah, khususnya peserta didik yang terlibat dalam kegiatan kekerasan seperti tawuran, narkoba, dan lain sebagainya. Sehingga dengan adanya manajemen peserta didik, diharapkan mampu meminimalisir penyimpangan yang dilakukan oleh peserta didik, serta mampu memberikan pelayanan, pembinaan dan pengembangan potensi karakter religius peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang ada dilembaga pendidikan.

H. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis

19 Tim penyusun UIN KHAS Jember, 82

(27)

juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik.20

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka, hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nol (H0) yang diajukan adalah sebagai berikut:

1. Ha: Ada pengaruh yang signifikan antara Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius Peserta Didik Kelas XI MA Bahrul Ulum Besuk Kidul Probolinggo

2. H0: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius Peserta Didik Kelas XI MA Bahrul Ulum Besuk Kidul Probolinggo.

I. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan dalam Skripsi ini berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bagian bab pendahuluan sampai pada bagian bab penutup.21 Skripsi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:

Bab satu, Pendahuluan : Bab ini membahas tetang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian. Manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian beruapa variabel dan indikator, definisi operasional, asumsi penelitian, hipotesisi, dan sistematika penelitian.

Bab dua, Kajian Pustaka : Bab ini membahas tentang kajian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan dan kajian teori yang dijadikan pijakan dalam melakukan penelitian.

20 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta.

2018), 63

21 Tim Penyusun UIN Khas Jember, 76-77.

(28)

Bab tiga, Metode Penelitian : Bab ini memuat tentang penjedakatan dan jeniss penelitian, populasi dan sampel, teknik dan instrumen pengumpulan data, dan analisis data.

Bab empat : Penyajian data dan Analisis : Bab ini memuat gambaran objek penelitian, penyajian data, analisis dan pengujian hipotesis serta berisi pembahasan.

Bab lima, Penutup : Bab ini berisi tentanag kesimpulan dan keseluruhan pembahasan yang berkaitan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dilanjutkan dengan saran-saran yang bermanfaat bagi perkembangan lembaga pendidikan.

(29)

14 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini, peneliti mencantumkan beberapa hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan tema penelitian yang hendak dilakukan, baik itu berpa jurnal, tesis, ataupun skripsi. Penulisan penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh manakah orisinalitas dan perbedaan penelitian yang hendak dilakukan.22 Adapun beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian adalah sebagai berikut :

Pertama, Penelitian serupa tentang Pengaruh Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius Peserta Didik pernah dilakukan oleh Sy.

Muh. Faisal Nur Nasir Yang Berjudul “Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XI Jurusan Ipa Di Sma Negeri 2 Model Watampone”. Dengan tujuan untuk mengetahui tentang ada atau tidaknya pengaruh manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar peserta didik kelas XI SMA. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik sampling jenuh. Sehingga cara mengumpulkan data adalah dengan cara mencatat atau meneliti seluruh elemen yang menjadi objek penelitian. Sampel pada penelitian ini berjumlah 37 orang dari keseluruhan kelas XI jurusan IPA.

Hasil dari penelitian ini adalah tidak dapat pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa Kelas XI jurusan IPA SMA Negeri 2 Model Watampone. Nilai rata-rata manajemen kesiswaan sebesar 79,70 dan ini

22 Tim Penyusun,Pedoman Karya Tulis Ilmiah, 40

(30)

menunjukkan variabel prestasi belajar peserta didik kelas XI jurusan IPA berada pada interval 77 – 82, sehingga disimpulkan berkategori rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa prestasi belajar peserta didik kelas XI jurusan IPA dengan indikator tersebut diatas masih rendah.23

Kedua, Penelitian serupa tentang Pengaruh Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius Pidik pernah dilakukan oleh Ribut Supriyanto dengan judul “Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran SKI Siswa Kelas VIII E MTsN Sambirejo Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017”. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah observasi, angket dan dokumentasi. Adapun validitas data menggunakan rumus korelasi product moment. Reliabilitas data menggunakan rumus Alpha. Uji normalitas data menggunakan rumus Kolmogorof Smirnov.Analisis data menggunakan rumus regresi linier sederhana. Dari hasil penelitian tersebut berdasarkan hasil analisis regresi diketahui bahwa nilai R atau koefisien korelasi sebesar 0,437 sedangkan nilai R Square atau koefisien determinasi (KD) hasil pengkuadratan nilai R sebesar 0,191 yang dapat diartikan bahwa variabel bebas X memiliki pengaruh kontribusi sebesar 19,1%

terhadap variabel Y dan 80,9% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel X. Dengan demikian ada pengaruh penerapan manajemen kesiswaan terhadap hasil belajar mata pelajaran SKI MTsN Sambirejo

23 Sy. Muh. Faisal Nur Nasir, Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas Xi Jurusan Ipa Di Sma Negeri 2 Model Watampone, (Skripsi.

Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar. 2016)

(31)

Banyuwangi sebesar 19,1%, sedangkan kurangnya 80,9%

dipengaruhiolehvariabel lain. 24

Ketiga, Penelitian serupa tentang Pengaruh Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius Peserta Didik pernah dilakukan oleh Rian Anugraha Firmanto dengan judul “Pengaruh Manajemen Kesiswaan terhadap Disiplin Belajar dalam Mewujudkan Prestasi Belajar Siswa”. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik survey. Dengan jumlah populasi dan sampel sebanyak 79 siswa. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket/kuesioner dan dokumentasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin belajar dalam mewujudkan prestasi belajar siswa. Adapun pengujian pada sub- sub hipotesis menunjukan bahwa manajemen kesiswaan memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap disiplin belajar siswa. Manajemen kesiswaan memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung secara positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Disiplin belajar siswa memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa.25

Keempat, Penelitian serupa tentang Pengaruh Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius Peserta Didik pernah dilakukan oleh Rohma Hidayanti yang berjudul “ Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Minat Belajar Siswa kelas X Di MAN 2 Ponorogo Tahun Pelajaran

24 Ribut Supriyanto, Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran SKI Siswa Kelas VIII E MTsN Sambirejo Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017, (Jurnal Darussalam, Jurnal Pendidikan,Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, Vol. XI, No. 1, September 2017)

25 Rian Anugrah Firmanto, Pengaruh Manajemen Kesiswaan terhadap Disiplin Belajar dalam Mewujudkan Prestasi Belajar Siswa, (Jurnal Pendidikan UNIGA, Vol. 11, No. 1, 2017)

(32)

2018/2019”. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik Propotionate Stratified Randon Sampling. Adapun sampel yang digunakan oleh peneliti adalah berjumlah 80 siswa dari 390 siswa kelas X yang ada. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menyebutkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan sebesar 13,7% terhadap minat belajar siswa kelas X MAN 2 Ponorogo. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Manajemen kesiswaan memiliki pengaruh terhadap minat belajar siswa kelas X MAN 2 Ponorogo Tahun Pelajaran 2018/2019 sebesar 13,7%. Hal ini diperoleh berdasarkan perhitungan koefisien determinasi (R2 ) diatas didapatkan nilai yaitu 0,137 artinya variabel manajeman 112 114 kesiswaan (X) berpengaruh sebesar 13,7%terhadap minat belajar (Y) dan 86,3%sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Selain itu dibuktikan dengan perhitungan statistik dikemukakan bahwa nilai Fhitung>Ftabel yaitu 12,335>3,96, artinya manajeman kesiswaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat minat belajar siswa. 26

Kelima,Penelitian serupa tentang Pengaruh Manajemen Peserta Didik Terhadap Potensi Karakter Religius Peserta Didik pernah dilakukan oleh Patimah yang berjudul “Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Disiplin Belajar Peserta Didik Di MTsN 1 Barito Kuala”. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik Kausal Korelational sehingga fenomena yang terjadi dapat digunakan untuk meneliti hubungan antar variabel yang di teliti. Dan sebagai analisismetode data menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesisi.

26 Rohma Hidayanti, Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas X Di MAN 2 Ponorogo Tahun Pelajaran 2018/2019, (Skripsi Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. 2019).

(33)

Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 peserta didik yang di ambil dari 324 siswa di MTsN 1 Barito Kuala. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara manajemen kesiswaan terhadap disiplin belajar peserta didik dari hasil analisis yang menggunakan uji T yang dilihat dari nilai t hitung 49,475 > lebih besar dari nilai t tabel 0,444 sedangkan nilai sig. 0,00 lebih kecil 0,05 dengan taraf kesalahan 5%. Maka dari itu sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Ha diterima ada pengaruh yang signifikan antara manajemen kesiswaan terhadap disiplin belajar peserta didik berprestasi dan Ho ditolak tidak ada pengaruh yang signifikan antara manajemen kesiswaan terhadap disiplin belajar peserta didik. 27

Dari penjelasan di atas peneliti menunjukkan bahwa adanya persamaan dan perbedaan antara peneliti terdahulu dengan penelitian yang dilakukan peneliti saat ini. Dari adanya perbedaan tersebut, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa di dalam penelitian ini tidak ada unsur penjiplakan dan plagiasi. Jadi, berdasarkan bukti hasil penelitian terdahulu pada tabel diatas menunjukkan bahwa ini layak untuk diteliti karena adanya beberapa perbedaan diantaranya variabel judul, lokasi dan metode penelitian.

Untuk lebih mempermudah pembaca dan membedakan peneliti terdahulu dengan peneliti, maka peneliti mencantumkan tabel kajian terdahulu pada tabel 2.1.

27 Patimah, Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Disiplin Belajar Peserta Didik Di MTsN 1 Barito Kuala, (Skripsi. Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. 2021).

(34)

19 Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Nama Penulis

Sy. Muh. Faisal Nur Nasir

Ribut Suprapto Rian Anugrah Firmanto

Rohman Hidayanti

Patimah Judul Pengaruh

Manajemen Kesiswaan

Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XI Jurusan IPA Di SMA Negeri 2 Model Watampone

Pengaruh Manajemen Kesiswaan

Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ski Siswa Kelas Viii E Mtsn Sambirejo

Banyuwangi Tahun Pelajaran

2016/2017 (Jurnal).

Pengaruh Manajemen Kesiswaan

terhadap Disiplin Belajar dalam Mewujudkan Prestasi Belajar Siswa (Jurnal).

Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas X Di

MAN 2

Ponorogo Tahun Pelajaran

2018/2019 (Skripsi)

Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Disiplin Belajar Peserta Didik Di MTsN 1 Barito Kuala

Tahun 2016 2017 2017 2019 2021

Instansi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA)

Banyuwangi

Universitas Garut Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Hasil Tidak ada pengaruh yang signifikan antara manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan IPA.

Ada pengaruh dalam penerapan manajemen

kesiswaan terhadap hasil belajar mata pelajaran SKI MTsN Sambirejo

Terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen kesiswaan terhadap disiplin belajar dalam mewujudkan prestasi belajar

Terdapat

pengaruh yang signifikan

Manajemen kesiswaan memiliki minat belajar siswa

Terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen kesiswaan terhadap disiplin belajar peserta didik dengan hasil hipotesis nilai t hitung 49,475 > t tabel

(35)

20

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Banyuwangi yaitu sebesar 19,1%, sedangkan

sebanyak 80,9%

dipengaruhi oleh variabel lain

siswa kelas X MAN 2

Ponorogo.

0,444 dengan sig 0,005.

Persam aan

a. Pendekatan : Kuantitatif b. Variabel Terikat

: Manajemen Kesiswaan c. Teknik

pengumpulan

data :

angket/kuesione

r dan

dokumentasi

a. Pendekatan : Kuantitatif b. Variabel

Terikat : Manajemen Kesiswaan c. Teknik

Pengumpul an data : angket dan dokumentas i

a. Pendekatan : Kuantitatif b. Variabel

Terikat : Manajemen Kesiswaan c. Teknik

pengumpula n data : angket dan dokumentas i

a. Pendekatan : Kuantitatif b. Variabel

terikat : manajemen kesiswaan c. Teknik

pengumpulan data : angket atau kuesioner dan

dokumentasi.

a. Pendekatan:

kuantitatif

b. Variabel terikat:

manajemen kesiswaan

c. Teknik pengumpulan data : angket atau kuesioner dan dokumentasi

Perbed aan

a. Tempat

penelitian : SMA Negeri 2 Model

Watampone b. Variabel bebas :

prestasi belajar peserta didik

a. Lokasi Penelitian : MTsN Sambirejo b. Variabel

Bebas : Hasil

Belajar

a. Lokasi Penelitian : MAN 2 Al- Falah b. Variabel

bebas : Disiplin Belajar

a. Tempat penelitian :

MAN 2

Ponorogo.

b. Variabel bebas : Minat Belajar Siswa

a. . Tempat Penelitian : MTsN 1 Barito Kuala

b. Variabel Bebas : Disiplin Belajar

c. Teknik analisis data : uji prasyarat dan uji hipotesis

(36)

21

No. 1. 2. 3. 4. 5.

c. Teknik pengelolaan data : rumus regresi

sederhana

c. Metode Penelitian : Deskriptif Kuantitatif d. Teknik

sampling : Product moment

c. Teknik Analisis Data : Analisis Statistik d. Model

Analisis : Analisis jalur (Path Analysis)

c. Teknik analisis data : uji

normalitas, uji linieritas

dan uji

homogenitas d. Penentuan

sampel : Propotionate Stratified sampling (rondom)

(37)

B. Kajian Teori

1. Manajemen Pendidikan Islam

Dalam bahasa Arab, manajemen berasal dari kata Adaarah atau Idhara yang berarti mengatur.28 Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa manajemen merupakan segala proses pemanfaatan sumber daya secara efektif dan efisien dengan tujuan untuk mencapai sasaran yang telah direncanakan sebelumnya.29

Menurut Hasibuan Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam hal ini manajemen menekankan adanya kerjasama antara unsur dalam organisasi, adanya usaha pemanfaatan sumber-sumber yang dimiliki organisasi, dan adanya tujuan yang jelas yang akan dicapai. Dengan demikian aktivitas manajemen mencakup spektrum yang luas, sebab mulai dari kegiatan bagaimana menentukan arah organisasi di masa depan, menciptakan kegiatan-kegiatan organisasi, mendorong terbinanya kerjasama antara sesama anggota organisasi serta mengawasi kegiatan dalam mencapai tujuan.30

28 Ali Ma’sum dan Zainal Abidin Munawwir, Kamus Almunawwir, (Surabaya : Pustaka Progresif, 1997), 384-385)

29 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, (jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.2006), 159.

30 Shalahuddin, Manajemen Peserta Didik (Yogyakarta: Garudhawaca. 2021), 2.

(38)

Manajemen Pendidikan

Islam 1) Manajemen

SDM

2) Manajemen Kurikulum

3) Manajemen Keuangan

4.) Manajemen Sarana dan

Prasarana 5) Manajemen Pendik dan

Tendik

6) Manajemen Humas

7) Manajemen Peserta Didik Sedangkan Pendidikan islam merupakan suatu usaha mengubah prilaku seseorang yang dilandaskan kepada ajaran islam.31 Menurut muhaimin, ia mengemukakan bahwa pendidikan islam merupakan segala bentuk aktivitas pendidikan yang diselenggarakan dengan niat untuk menyampaikan ajaran-ajaran dan nilai-nilai islam.32

Jadi, dapat disimpulkan bahwa manjemen pendidikan islam merupakan suatu proses penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan sumber daya yang ada dengan tujuan untuk melakukan bimbingan terhadap jasmani dan rohani peserta didik yang sesuai dengan ajaran islam.

Adapun Komponen-komponen manajemen pendidikan antara lain:33

Gambar 2.1

Komponen-komponen Manajemen Pendidikan Islam

31 Omar Muhammad Al-Thoumy Al-Syaibany, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1979), 32.

32 Mujammil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam, (Jakarta: Erlangga.2010), 10.

33 Muklis Kanto, Patta Rappana, filsafat Manajemen (Celebes Media Perkasa, 2017), 81.

(39)

Berikut adalam pembahasan mengenai kompenan – komponen manajemen pendidikan islam, antara lain :

a. Manajemen sumber daya manusia

Sumber daya manusia atau personalia merupakan semua orang yang terlibat dalam tugas-tugas pendidikan seperti guru/dosen sebagai pemegang peran utama dalam pendidikan, para supervisior dan para pegawai.34

Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen personalia atau manajemen sumber daya mansuia merupakan suatau bentuk pengelolaan oknum-oknum pendidikan terhadap berjalannya kegiatan- kegiatan dalam lembaga pendidikan itu sendiri.

b. Manajemen kurikulum

Kurikulum dalam arti sempit memiliki arti yaitu sejumlah mata pelajaran yang diberikan dan diajarkan kepada peserta didik di suatu lembaga pendidikan. Dalam pengertian luas, kurikulum berarti semua pengalaman belajar yang diberikan sekolah terhadap peserta didik selama periode pendidikan dalam dalam lembaga tersebut.35

c. Manajemen keuangan

Manajemen keuangan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan lembaga pendidikan dalam menggerakkan bawahannya untuk memaksimalkan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan keuangan, pengelolaan, penggunaan, pencatatan,

34 Mohammad Mustari, Manajemen Pendidikan dalam Konteks Indonesia, (Bandung:

Arsad Press, 2013), 8.

35 St. Rodliyah, Manajemen Pendidikan, 61.

(40)

pemeriksaan, pengendalian, penyimpanan, pertanggungjawaban serta pelaporan keuangan yang dimiliki oleh suatu instansi atau lembaga pendidikan.36

d. Manajemen sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana menurut mulyasa yang dikutip oleh St.

Rodliyah merupakan peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan secara langsung guna menunjang proses belajar mengajar seperti ruang belajar.37

e. Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan

Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan merupakan suatu aktifitas yang perlu dan harus dilakukan oleh seorang pendidik dan tenaga kependidikan yang masuk dalam satuan lembaga pendidikan sampai pada akhirnya berhenti melalui kegiatan perencanaan SDM, seleksi penempatan, pemberian kompensasi, penghargaan, pendidikan dan latihan atau pemberhentian.

f. Manajemen humas

Manajemen humas merupakan suatu hubungan atau kegiatan komunikasi yang lebih terarah antara pihak lembaga pendidikan dengan masyarakat melalui langkah-langkah seperti mengenal, saling tolong menolong yang tujuannya ialah untuk meningkatkan mutu pendidikan. 38

36 Arwilsayanto, Manajemen Keuangan dan Pembiayaan Pendidikan, (gorontalo: Widia Padjajaran, 2017), 3.

37 St. Rodliyah, Manajemen Pendidikan. 91

38 St. Rodliyah, Manajemen Pendidikan. 71

(41)

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bhawa manajemen sarana dan prasarana merupakan suatu kegiatan mengatur dan mengelola segala fasilitas yang ada dalam suatu lembaga pendidikan secara efektif dan efisien sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.

g. Manejmen peserta didik

Manajemen berasal dari kata “manage” atau “magiare” yang memiliki arti melatih kuda dalam melangkahkan kakinya. Dalam penegrtian lain, manajemen memiliki dua arti yaitu suatu kegiatan berpikir (mind) dan suatu kegiatan tingkah laku (action).39 Manajemen juga sering diartikan sebagai ilmu, kiat dan profesi.40 Sedangkan menurut salah satu ahli yaitu Hasibuan menjelaskan bahwa Manajemen merupakan ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam hal ini manajemen menekankan adanya kerjasama antara unsur dalam organisasi, adanya usaha pemanfaatan sumber-sumber yang dimiliki organisasi, dan adanya tujuan yang jelas yang akan dicapai. Dengan demikian aktivitas manajemen mencakup spektrum yang luas, sebab mulai dari kegiatan bagaimana menentukan arah organisasi di masa depan, menciptakan kegiatan-kegiatan organisasi, mendorong terbinanya kerjasama antara

39 Eka Prihatin, Manajemen Peserta Didik (Bandung : Alfabeta. 2011), 1

40 Shalahuddin, Manajemen Peserta Didik (Yogyakarta: Garudhawaca. 2021), 7

(42)

sesama anggota organisasi serta mengawasi kegiatan dalam mencapai tujuan.41

Dalam buku yang berjudul Manajemen Berbasis Sekolah karangan Mulyasa menyebutkan bahwa manajemen peserta didik menurut Handayat Soetopo dan Wasty Soemanto ialah suatu proses penataan dan pengaturan terhadap segala aktifitas yang berkaitan dengan peserta diidk mulai dari masuknya sampai menjadi keluar.42

Peserta didik itu sendiri merupakan unsur inti dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang ada di sekolah/madrasah, karena tanpa adanya peserta didik di sekolah/ madrasah kegiatan pendidikan dan pembelajaran tidak akan berjalan. Menurut salah satu ahli yaitu Suharsimi Arikunto yang menyebutkan bhawa peserta didik merupakan daftar nama yang terdaftar sebagai objek didik dalam suatu lembaga pendidikan.

Dalam UU Sisdiknas, peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.43

Jadi, Berdasarkan pemaparan di atas dan analisis yang dilakukan oleh peneliti, dapat kita tarik benang merah bahwa manajemen peserta didik yang ada dilembaga pendidikan MA Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo dimaknai sebagai suatu usaha untuk mengatur, mengawasi, dan melayani berbagai hal yang memiliki kaitan dengan peserta didik agar

41 Shalahuddin, 2

42 Yamin, Kiat Membelajarkan Siswa,(Jakarta : Gaung Persada Press, 2007), 48.

43 Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 ayat 4

(43)

peserta didik mampu mencapai tujuan pembelajaran di sekolah, mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai peserta didik tersebut lulus dari sekolah.

a. Fungsi Dan Tujuan Manajemen Peserta Didik

Manajemen peserta didik secara umum memiliki fungsi yaitu sebagai sarana bagi siswa untuk mengembangkan potensi dalam dirinya secara optimal, baik itu pengembangan secara individu, sosial, aspirasi, kebutuhan ataupun potensi lainnya.

Adapun fungsi manajemen secara khusus yaitu sebagai berikut:44

1) Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan individualitas peserta didik agar peserta didik mampu mengembangkan potensi dan keterampilan yang dimilikinya. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh peneliti, dalam pengadaan fungsi manajemen peserta didik yang berkenaan dengan pengembangan individualitas peserta didik di MA bahrul Ulum Besuk – Probolinggo menyebutkan bahwa sekolah menyediakan wadah atau organisasi sebagai wahana penyaluran potensi atau keterampilan peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.

2) Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan dalam segi sosial peserta didik agar peserta didik dapat bersosialisasi dengan baik dengan semua warga madrasah. Berdasarkan analisis yang

44 Eka Prihatin, Manajemen Peserta Didik, 9-10.

(44)

dilkaukan oleh peneliti, menyebutkan bahwa MA Bahrul ulum Besuk - Probolinggo menerapkan sistem 3S yaitu salam, senyum, dan sapa sebagai bentuk membangun komunikasi dan hubungan baik antara guru dan siswa. Serta sekolah mengadakan kegiatan clasmeeting untuk membangun solidaritas antar siswa dan kelompok.

3) Fungsi yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik. berdasarkan analisis yang dilakukan oleh peneliti menyebutkan bahwa peserta didik di MA Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo kerap kali meminta jam tambahan atau pergantian jam kepada guru atau walikelas untuk mata pelajaran tertentu.

4) Fungsi yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan peserta didik. berdasarkan analisis yang dilakukan oleh peneliti menyebutkan bahwa lembaga MA Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo telah menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang pembelajaran selama di sekolah.

Adapun tujuan manajemen peserta didik secara umum yaitu untuk mengatur keseluruhan kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan tersebut dapat menunjang proses belajar mengajar disekolah secara tertib, teratur dan lancar.45.

Berdasarkan analisis penelitian yang dilakukan oleh peneliti menyebutkan bahwa dalam kegiatan manajemen peserta didik di MA

45 Eka Prihatin, Manajemen Peserta Didik , 9.

(45)

Bahrul Ulum Besuk – Probolinggo kerap kali melaksanakan kegiatan studi banding dengan lembaga pendidikan se-drajad, guna bertukar pengalaman dan pengetahuan antar siswa.

Adapun tujuan manajemen peserta didik secara khusus adalah sebagai berikut :46

1) Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan psikomotorik peserta didik. Misalnya :

a) Pengetahuan dan Psikomotorik : siswa MA Bahrul Ulum mengikuti lomba MIPA pada tahun 2019 di MAN 1 Probolinggo dan menjuarai predikat 2.

b) Keterampilan : Siswa MA Bahrul Ulum menjurai predikat 3 dalam turnamen futsal

2) Menyalurkan dan mengembangkan kemampuan bakat dan minat siswa. Misalnya :

a) Sekolah menyelenggarakan kegiatan intrakurikuler berupa istighosah, mengaji bersama, dan sholat duha serta dzuhur berjamaan.

b) Sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal, tenis meja, volly, dan karate.

3) Menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik. Misalnya : sekolah menyediakan peralatan olahraga seperti

46 Eka Prihatin, Manajemen Peserta Didik , 9-10.

(46)

bola, volly dan pimpong untuk digunakan oleh siswa ketika olahraga dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

b. Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik

Proses manajemen peserta didik merupakan suatu usaha memadukan elemen-elemen yang ada dalam pendikan, lalu menjadikannya sebagai bentuk usaha untuk mencapai tujuan bersama yang telah direncanakan.47

Adapun proses menajamen peserta diidk di mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi meliputi : (a) analisis kebutuhan peserta didik; (b) rekrutmen peserta didik baru; (c) seleksi peserta didik baru; (d) orientasi peserta didik baru; (e) penempatan peserta didik baru; (f) pembinaan, serta ; (g) pencatatan dan pelaporanAdapun Ruang Lingkup Manjemen Peserta Didik antara lain sebagai berikut:

47 St. Rodliyah, Manajemen Pendidikan Sebuah Konsep dan Aplikasi, ( Jember : IAIN Jember Pres, 2016), 1.

(47)

Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik

1.

Perencanaan

a. Analisis Kebutuhan Peserta

didik b. Rekrutmen Peserta Didik Baru

c. Seleksi 2.

Pelaksanaan

Pembinaan dan Pengembangan 3.Pengorgani

sasian

Penempatan peserta didik baru 4. Evaluasi Pencatatan dan

pelaporan Gambar 2.2

Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik

Berikut adalah penjelasan tentang ruang lingkup manajemen peserta didik anatar lain :

1) Perencanaan Peserta Didik

Perencanaan peserta didik merupakan suatu aktivitas memikirkan tentang hal-hal yang harus dilakukan dan tentunya berkenaan dengan peserta didik, sejak peserta didik memasuki sekolah sampai peserta didik lulus. Proses perencanaan merupakan sebuah rencana atau rancangan yang tertulis tentang suatu kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu dekat.48

Berikut adalah ayat yang menerangkan tentang perencanaan:

48 Hindun Maisaroh, Manajemen Kesiswaan Dalam Meningkatkan Prestasi Non Akademik Siswa MAN kota Batu (Skripsi. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 2019), 125.

(48)





































Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepadaAllah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yangtelah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.49

Berdasarkan ayat di atas dijelaskan bahwasanya dalam setiap ingin melakukan suatu kegitan penting bagi seseorang untuk melakukan perencanaan terlebih dahulu, agar setiap tindakan dan proses yang dilakukan dapat mencapai tujuan yang baik, secara efektif dan efisien.

Adapun aktivitas dalam suatu perencanaan peserta didik meliputi :50

a) Analisis kebutuhan peserta didik

Analisis kebutuhan peserta didik merupakan langkah awal yang perlu dilakukan oleh suatu lembaga pendidikan.

Misalnya; pihak sekolah menentukan berapa jumlah peserta didik yang akan diterima dan memperhitungkan sarna dan prasarana yang akan dijadikan penunjang dalam kegiatan belajar mengajar.

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh peneliti menyatakan bahwasanya lembaga pendidikan MA Bahrul

49 Al-Qur’an, 59:18. Terjemah Al-Qur`an Kemenag, 2019

50 Rika Ariyanti, https://www.rikaariyani.com/2022/04/kegiatan-perencanaan-peserta- didik.html, diunggah pada 04 April 2022, diakses pada tanggal 26 Juli 2022.

(49)

Ulum Besuk – Probolinggo melakukan kegiatan analisis kebutuhan bagi peserta didik sebagai bentuk penerapan manajemen peserta didik, khususnya dalam ruang lingkup perencanaan.

b) Rekrutmen peserta didik

Rekrutmen atau penerimaan peserta didik baru merupakan salah satu kegiatan manajemen peserta didik yang sangat penting. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa tahapan seperti :

(1) Kebijaksanaan penerimaan peserta didik yang artinya lembaga atau pihak sekolah menentukan dan memutuskan suatu kebijakan perihal proses dan syarat dalam kegiatan penerimaan peserta didik baru. Misal; Kepala sekolah MA Bahrul Ulum Besuk Kidul Probolinggo merekrut panitia PPDB.

(2) Sistem penerimaan peserta didik baru yang artinya sekolah atau lembaga menerapkan sistem yang telah disepakati bersama baik itu antar pendidik maupun panitia penerimaan peserta didik baru, yang kemudian dari sistem tersebut diterapkan dalam pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Misalnya; Calon Peserta didik mengisi formulir pendaftaran yang sudah disediakan oleh panitia PPDB.

(50)

(3) Kriteria penerimaan peserta didik baru yang artinya lembaga atau pihak sekolah dan panitia dalam hal ini telah merencanakan dan telah mencantumkan perihal syarat dan kriteria bagi peserta didik yang dinyatakan lolos seleksi PPDB. Misalnya; Salah satu kriteria penerimaan peserta didik baru di MA Bahrul Ulum Besuk Kidul Probolinggo adalah minimal harus hafal juz Amma

(4) Prosedur penerimaan peserta didik baru yang artinya pihak lembaga dan semua oknum yang terlibat didalamnya telah merencanakan dan menyepakati bersama perihal prosedur dan alur PPDB mulai dari pendaftaran, tes/seleksi, dan terakhir verifikasi atau daftar ulang.

(5) Problematika Penerimaaan Peserta didik baru merupakan suatu keadaan dimana dari kegiatan PPDB ini menimbulkan masalah, sehingga perlu di atasi sesegera mungkin, baik itu oleh calon peserta didik ataupun Panitian PPDB. Misalnya; Calon peserta didik kesulitan untuk memahami alur pendaftaran dan verifikasi PPDB.51

(6) Seleksi peserta didik

Seleksi peserta didik merupakan tahap lanjutan dalam proses PPDB (penerimaan peserta didik baru), biasanya dalam kegiatan ini pihak lembaga ataupun panitia

51 Hamidah, Manajemen Peserta didik, Jurnal Serunai Administrasi Pedidikan, Vol. 6, No. 2, Juni 2018.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian dapat disimpulkan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara disiplin terhadap prestasi belajar siswa kelas XI AP SMK Negeri 7 Medan T.P 2012/20133.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif: 1) disiplin belajar terhadap prestasi belajar kelas XI akuntansi/administrasi perkantoran; 2) motivasi

Dalam penelitian ini, pengumpulan data yang dibutuhkan penulis untuk mengetahui pengaruh manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar peserta didik kelas XI

Hasil penelitian menyimpulkan ada pengaruh positif antara motivasi berprestasi, disiplin belajar dan partisipasi siswa dalam pembelajaran terhadap prestasi belajar

Perencanaan manajemen peserta didik dalam meningkatkan prestasi belajar non akademik siswa SMK Manbaul Ulum Dari hasil yang diperoleh di lapangan membuktikan bahwa SMK Manbaul

Pengaruh Kreativitas Mengajar Guru dan Gaya Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Madrasah Ibtidaiyah Bahrul Ulum Batu

Hasil pengolahan memberikan hasil tidak signifikan, yang artinya tidak ada pengaruh positif yang berarti antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar

Dari hasil data yang diperoleh dapat di ketahui bahwa kompetensi guru tidak mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar siswa MI Bahrul Ulum Bontorea Kabupaten Gowa.. Dari