• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROUND ROBIN TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI

MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMAN 6 PADANG

ARTIKEL ILMIAH

ISRA SISMONA NIM. 11050019

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI PADANG SUMATERA BARAT PADANG

2015

(2)

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROUND ROBIN TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI

MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMAN 6 PADANG Isra Sismona*), Sofia Edriati**), Ratulani Juwita**)

*)Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat

**)Dosen Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

Background of study in this research was motivated by the students do not understand the information provided and not able to communicate as well as students are also not accustomed to cooperate in a group discussion. This study aims to determine whether students' mathematical communication abilities using cooperative learning Round Robin type better than those using conventional learning. The research was experiment research with randomly design. The population was all students at class XI IPA SMAN 6 Padang of academic years 2015/2016. The instrument used in this research was students mathematics test with communication abilities in essay reliable form. Data analysis technique that used in research is one way t-test. Based on hypothesis test results obtained t-test

= 3.37, with t-table = 1.65. Because of the t-test is greater than t-table then hypothesis is accepted. Thus, student’s mathematical communication abilities of students in mathematics learning using cooperative learning Round Robin type better than student’s mathematical communication abilities using conventional learning in class XI IPA SMA SMAN 6 Padang at the level of 95%.

Keyword: Mathematical Communication Abilities, Cooperative Round Robin Type

PENDAHULUAN

Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang memegang peranan penting dalam pembentukan pola pikir siswa. Melalui pembelajaran matematika dapat membentuk pola pikir siswa yang logis, kritis dan kreatif. Pola pikir tersebut dapat terbentuk apabila setiap siswa mampu memahami matematika dengan baik.

Oleh sebab itu matematika dipelajari

mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Hasil observasi di kelas XI IPA SMAN 6 Padang ditemukan bahwa siswa kurang memahami informasi yang diberikan sehingga siswa tidak mampu mengkomunikasikannya. Saat diminta untuk berdiskusi kelompok terlihat siswa masih kurang. Hal ini menunjukkan ketidakmampuan siswa untuk saling berbagi dan bekerja sama

(3)

dalam kelompok. Kondisi di atas berpengaruh terhadap siswa pada pembelajaran matematika. Kemampuan komunikasi yang rendah akan mengakibatkan hasil belajar juga rendah. Hasil belajar yang rendah dapat dilihat dari nilai matematika siswa masih banyak dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin. Menurut Arends (2012:87) “ Round Robin adalah kegiatan yang mengajarkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok secara bergiliran”.

Proses pembelajaraan menerapkan model kooperatif tipe Round Robin berawal dari guru membentuk siswa ke dalam beberapa kelompok, selanjutnya guru menjelaskan materi dan memberikan latihan kepada siswa.

Setelah siswa mendiskusikan didalam kelompok guru menyuruh siswa untuk mempresentasikan ke depan kelas Pembentukan kelompok dilakukan secara heterogen yang merujuk pada Lie (2002:40).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan

komunikasi matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa secara konvensional di kelas XI IPA SMAN 6 Padang.

METODE PENELITIAN

Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian, maka jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian random terhadap subjek. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil mulai dari tanggal 1 sampai 18 September 2015 di SMAN 6 Padang.

Populasi penelitian adalah seluruh kelas XI IPA SMAN 6 Padang. Sampel dipilih secara acak, terpilih kelas XI IPA2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA3 sebagai kelas kontrol.

Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes akhir berbentuk esai yang mengandung indikator kemampuan komunikasi. Untuk mengetahui kemampuan kemampuan komunikasi matematis siswa digunakan rubrik analitik. Sebelum diadakan tes akhir dilakukan uji coba tes di kelas XI IPA SMAN 12 Padang pada tanggal 11 September 2015, yang bertujuan untuk melakukan analisis item. Setelah

(4)

dilakukan analisis item diperoleh reliabilitas 1,19. Setelah dilakukan tes akhir yang mengandung indikator kemampuan komunikasi dilakukan analisis data hasil belajar siswa untuk menguji hipotesis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis dengan uji-t satu pihak. Sebelum menganalisis data hasil penelitian terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas variansi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil analisis data tes akhir diperoleh rata-rata, simpangan baku, nilai tertinggi dan nilai terendah dari masing-masing kelas disajikan dalam Tabel 1.

Tabel 1. Perhitungan Rata-rata ( ̅), Simpangan Baku (s), Skor Tertinggi (xmaks), Skor Terendah (xmin) Tes Akhir Kelas Sampel

Kelas

Sampel ̅ s

Eksperimen 74,10 7,79 90 50 Kontrol 66,37 9,70 85 43

Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil pengujian

hipotesis dilakukan dengan uji-t satu pihak, diperoleh bahwa dan dengan thitung > ttabel

maka H0 ditolak. Kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.

Selama penelitian terlihat siswa pada kelas eksperimen lebih bersemangat dalam belajar. Model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin membuat siswa lebih menyukai matematika karena setiap soal diselesaikan secara berdiskusi.

Presentasi yang diadakan setiap pertemuan oleh siswa yang dipilih secara acak semakin membangkitkan semangat siswa karena setiap siswa merasa tertantang untuk menguasai jawaban yang akan dipresentasikan didepan kelas. Pembelajaran yang berlangsung pada kelas kontrol adalah pembelajaran konvensional. Contoh jawaban siswa pada kelas ekperimen dan kelas kontrol yang dapat dilihat pada Gambar berikut.

(5)

Gambar 1. Jawaban tes akhir kelas eksperimen

Gambar 1 menunjukkan bahwa siswa telah mampu menghubungkan benda nyata, gambar dan diagram ke dalam ide matematika. Menjelaskan ide, situasi, dan relasi matematika secara lisan ataupun tulisan dengan grafik atau bentuk aljabar, serta menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika, mendengarkan, berdiskusi, dan menulis tentang matematika, membaca presentasi matematika tertulis dan menyusun pertanyaan yang relevan serta membuat konjektur, menyusun argumen, merumuskan defenisi, dan generalisasi. Sedangkan pada jawaban kelas kontrol terlihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Jawaban tes akhir siswa kelas kontrol

Gambar 2 menunjukkan siswa belum mampu menjelaskan ide, situasi, dan relasi matematika secara lisan ataupun tulisan dengan grafik atau bentuk aljabar dengan baik.

Secara keseluruhan proses pembelajaran pada kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin berlangsung dengan baik. Hal ini terlihat bahwa dari empat indikator kemampuan komunikasi yang diujikan siswa dapat mengerjakan soal dengan baik. indikator tersebut adalah menghubungkan benda nyata, gambar dan diagram ke dalam ide matematika, menjelaskan ide, situasi, dan relasi matematika secara lisan ataupun tulisan dengan grafik atau bentuk aljabar, menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika, mendengarkan, berdiskusi, dan menulis tentang matematika, membaca

(6)

presentasi matematika tertulis dan menyusun pertanyaan yang relevan serta membuat konjektur, menyusun argumen, merumuskan defenisi, dan generalisasi.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Round Robin di kelas XI IPA2 diperoleh 15 siswa nilainya di atas KKM dan 14 siswa nilainya di bawah KKM, sedangkan di kelas dengan pembelajaran konvensional XI IPA3 diperoleh 6 siswa nilainya di atas KKM dan 26 siswa nilainya di bawah KKM. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin lebih baik daripada kemampuan komunikasi

matematis siswa dengan pembelajaran konvensional.

DAFTAR PUSTAKA

[1]Afgani D, Jarnawi. (2011). Analisis Kurikulum Matematika. Jakarta: UT [2]Arends, Richard I. (2012). Belajar

untuk Mengajar “Learning to Teach”. Jakarta: Salemba Humanika [3]Iryanti, Puji. (2004). Penilaian Untuk Kerja. Yogyakarta:

Depdiknas

[4]Lie, Anita. (2010). Cooperatif Learning. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia

[5]Santoso, Singgih. (2010). Statistik Nonparametrik Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Jakarta: PT Gramedia [6]Sudijono, Anas. 2011. Pengatar

Evaluasi Pendidikan. Jakarta:

Rajagrafindo Persada

[7]Sudjana. 2005. Metoda Statistik.

Bandung: Tarsito

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman konsep IPA Fisika siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together NHT lebih baik daripada

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Dua Tinggal Dua Tamu lebih baik dari pada hasil belajar