• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENJUALAN ONLINE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENGARUH PENJUALAN ONLINE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN "

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENJUALAN ONLINE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN

PADA BUTIK D2 STORE KOTA MAKASSAR

SKRIPSI

Oleh

NINING AGUSTINA 105721119016

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2021

(2)

ii

PENGARUH PENJUALAN ONLINE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN

PADA BUTIK D2 STORE KOTA MAKASSAR

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana ekonomi pada program studi manajemen Fakultas Ekonomi

dan Bisnis

NINING AGUSTINA 105721119016

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2021

(3)

iii

LEMBAR PERSEMBAHAN

Puji syukur saya panjatkan pada Allah SWT atas terselesaikannya karya ilmiah ini dengan baik dan lancar. Karya ilmiah ini kupersembahkan untuk :

1. Kedua orang tuaku tercinta Bapak Muhammad Agus dan Ibu Muliati, yang telah memberikan seluruh cintanya kepadaku, yang tak pernah bosan memberikan saya nasehat, bimbingan, dan semangat yang begitu besar. Terima kasih karena selalu mendukung saya untuk mengejar impian saya. Terima kasih karena telah menjaga saya dalam doa-doamu.

2. Bapak dan Ibu dosen, khususnya kepada kedua dosen pembimbing yang selama ini telah memberikan motivasi, dukungan dan meluangkan banyak waktunya untuk mengajarkanku menyelesaikan karya ilmiah ini. Terima kasih telah rela membagi waktunya untukku guna lulus tepat waktu. Terima kasih atas segala bekal ilmu yang telah kalian bagikan tanpa pamrih, begitun dengan kritikan, tuntutan yang kalian berikan akan sangat bermanfaat bagi saya.

3. Kepada teman seperjuangan di kelas Manajemen E.16 yang selalu memberikan banyak semangat, bantuan, motivasi maupun dukungan dalam penyelesaian karya ilmiah ini.

MOTTO HIDUP

“Tidak penting seberapa lambat anda melaju, selagi anda tidak berhenti”

Nining Agustina

(4)
(5)

v

(6)

vi

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya. Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakala penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Penjualan Online terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Butik D2 Store Kota Makassar”

Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua penulis bapak Muhammad Agus dan ibu Muliati yang senantiasa memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus tak pamrih. Saudara-saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, dukungan dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan dengan hormat kepada:

1. Bapak Prof Dr. H. Ambo Asse., M. Ag. Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

(8)

viii

2. Bapak Ismail Rasulong, SE., MM., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Muh. Nur Rasyid, SE., MM., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Moh. Aris Pasigai, SE., MM., Selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga Skripsi selesai dengan baik.

5. Ismail Rasulong, SE., MM., selaku Pembimbing II telah berkenan membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.

6. Bapak/Ibu dan asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.

7. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

8. Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Angkatan 2016 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.

9. Terima kasih teruntuk semua kerabat yang tidak bisa saya tuliskan satu per satu yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya sehingga penulis dapat merampungkan penulisan Skripsi ini.

Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa Skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan Skripsi ini.

(9)

ix

Mudah-mudahan Skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater Biru Universitas Muhammadiyah Makassar.

Billahi fi Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Makassar, 28 Februari 2021

Penulis

(10)

x

ABSTRAK

NINING AGUSTINA, 2021. Pengaruh Penjualan Online terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Butik D2 Store Kota Makassar. Skripsi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Pembimbing I Moh. Aris Pasigai dan Pembimbing II Ismail Rasulong.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penjualan online terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Butik D2 Store Kota Makassar.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Besarnya sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin yaitu sebanyak 96 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan koesioner (online). Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji regresi linear sederhana, uji persial (uji t) dan uji Koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji parsial nilai signifikansi (sig.) variable penjualan online (X) dengan nilai 0.000 < probolititas 0.05 serta nilai t hitung = 18.960 > t tabel = 1.66105 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima pada variabel penjualan online (X). Artinya berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y).

Kata Kunci : Penjualan online, Keputusan Pembelian

(11)

xi

ABSTRACT

NINING AGUSTINA, 2021. The Effect of Online Sales on Consumer Purchasing Decisions at the D2 Store Boutique in Makassar City. Thesis Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Muhammadiyah University of Makassar. Supervised by Advisor I Moh. Aris Pasigai and Advisor II Ismail Rasulong.

This study aims to determine the effect of online sales on consumer purchasing decisions at the D2 Store Boutique in Makassar City. This type of research used in this research is quantitative. The sample size was determined using the Slovin formula, namely 96 respondents. Data collection techniques using questionnaires (online). The data analysis technique used the validity test, reliability test, simple linear regression test, partial test (t test) and the coefficient of determination test. The results showed that based on the partial test of the significance value (sig.) Of the online sales variable (X) with a value of 0.000

<0.05 probability and the value of t count = 18.960> t table = 1.66105, it can be concluded that the hypothesis is accepted in the online sales variable (X). This means that it has a positive and significant effect on purchasing decisions (Y).

Keywords: online sales, purchase decisions

(12)

xii

DAFTAR ISI

SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

LEMBAR MOTO DAN PERSEMBAHAN ... iii

LEMBAR PERSETUJUAN ... iv

LEMBAR PENGESAHAN ... v

SURAT PERNYATAAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

ABSTRAK (INDONESIA) ... x

ABSTRACT ... xi

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Manfaat Penelitian ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

A. Tinjauan Teori ... 5

1. Manajemen Pemasaran ... 5

a. Pengertian Manajemen Pemasaran ... 5

b. Fungsi Manajemen Pemasaran ... 6

(13)

xiii

c. Tujuan Manajemen Pemasaran ... 7

2. Penjualan ... 9

a. Pengertian Penjualan ... 9

b. Jenis-jenis Penjualan ... 11

c. Tujuan Penjualan ... 11

3. Penjualan Online ... 12

a. Pengertian Penjualan Online ... 12

b. Manfaat Penjualan Online... 13

c. Kelebihan dan Kekurangan Penjualan Online ... 15

4. Keputusan Pembelian Konsumen... 18

a. Pengertian Keputusan Pembelian ... 18

b. Tahap-tahap Pengambilan Keputusan Konsumen ... 20

c. Faktor yang mempengaruhi Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen ... 22

B. Tinjauan Empiris ... 24

C. Kerangka Pikir ... 26

D. Hipotesis ... 27

BAB III METODE PENELITIAN ... 28

A. Jenis Penelitian ... 28

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 28

C. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel... 28

D. Populasi dan Sampel ... 31

E. Teknik Pengumpulan Data ... 32

F. Teknik Analisis Data ... 32

(14)

xiv

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 36

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 36

B. Penyajian Data Hasil Penelitian ... 41

C. Deskripsi Data Variabel Penelitian ... 43

D. Analisis Data dan Pembahasan ... 47

BAB V PENUTUP ... 56

A. Kesimpulan ... 56

B. Saran ... 56 DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN

(15)

xv

DAFTAR TABEL

A. Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 24

B. Tabel 3.1 Definisi Oprasional Variabel ... 29

C. Tabel 3.2 Skor Pilihan Jawaban ... 30

D. Tabel 4.1 Karekteristik Responden Berdasarkan Usia ... 41

E. Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan ... 42

F. Tabel 4.3 Tanggapan Responden Mengenai Variabel Penjualan Online .... 43

G. Tabel 4.4 Tanggapan Responden Mengenai Variabel Keputusan Pembelian ... 45

H. Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas ... 48

I. Tabel 4.6 Hasil Uji Reliabilitas ... 49

J. Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas ... 49

K. Tabel 4.8 Hasil Analisis Regresi Sederhana ... 50

L. Tabel 4.9 Hasil Uji Signifikan Parsial (Uji T) ... 51

M. Tabel 4.10 Hasil Koefisien Determinasi (R2) ... 53

(16)

xvi

DAFTAR GAMBAR

A. Gambar 2.1 Kerangka Pikir ... 27 B. Gambar 4.1 Struktur Butik D2 Store ... 39

(17)

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Teknologi internet sudah tidak asing lagi bagi beberapa pengusaha dan pelaku bisnis. Saat ini para pengusaha sudah banyak yang memanfaatkan media internet sebagai sarana penginformasian produk yang dijual, hal tersebut dilakukan semata-mata agar produknya dapat dikenal di semua kalangan masyarakat, mengingat dunia maya tidak mengenal batasan ruang dan waktu. Hal ini membuktikan bahwa teknoligi internet sangatlah berperan penting bagi kemajuan dan perkembangan dunia bisnis dalam persaingan.

Jumlah pengguna internet telah menarik berbagai macam bisnis yang digunakan untuk mempromosikan produknya di internet dan sekaligus untuk melakukan transaksi perdagangan. Perkembangan teknologi ini dirasakan di dalam berbagai bidang antara lain transportasi, komunikasih, elektronik, bahkan di dunia maya. Salah satu contoh yang sangat mencolok dari perkembangan teknologi tersebut adalah gadget dan masyarakat cenderung beraktifitas di dunia maya seperti belanja secara online atau sering disebut dengan online shop.

Bisnis yang menggunakan internet dalam mempromosikan atau menjual produknya sering disebut dengan bisnis online atau sering juga disebut dengan istilah online shop. Online shop adalah salah satu jenis bisnis yang akhir-akhir ini yang sedang marak dan banyak diminati oleh sebagian orang karena pertumbuhannya yang pesat serta mudah digunakan sebagai media promosi dan pemasaran.

(18)

Bisnis online kini bukan lagi sebuah tren yang hanya sekedar muncul karena kepopuleran internet saja, melainkan bisnis online telah menjadi pasar yang kuat dan memiliki potensi tinggi yang akan bertahan lama.

Bahkan bisnis online lokal atau kecil kecilan sekalipun harus memiliki konsep pemasaran yang matang dan dapat menjangkau konsumen yang luas jika ingin berkembang, terutama dengan besarnya persaingan dalam dunia bisnis online. Dengan adanya teknologi internet untuk berbisnis merupakan salah satu media yang efektif dan efisien dalam penyebaran informasi yang dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

Pelaku bisnis online mengaku lebih mudah memasarkan produknya melalui media sosial karena sasaran pertamanya adalah orang yang paling dekat dengannya, selain memberikan banyak sekali peluang, bisnis ini juga memiliki beberapa dampak yang akan dihadapi oleh pemilik bisnis yang melakukan pemasaran melalui media sosial atau secara online. Semakin luas peluangnya, makin ramai persaingannya, bila pelaku bisnis kurang inovatif dalam menjalankan pemasaran pada produknya tentu ia akan tertinggal atau bahkan produknya sama sekali tidak akan ditengok oleh calon pembeli.

Butik d2 store sudah memakai sistem penjualan online melalui internet atau media sosial dan melalui tatap muka. Dengan melihat banyaknya variasi produk dalam pemasaran online melalui media sosial seperti instagram dan shopee yang dilakukan banyak pebisnis, maka di dalam masalah ini penulis memiliki asumsi bahwa ada hubungan antara penjualan secara online yang dilakukan perusahaan akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen atas barang dagangan yang dijual secara online.

(19)

3

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul :“Pengaruh Penjualan Online Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Butik D2 Store Kota Makassar” .

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Penjualan Online berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada Butik D2 Store Kota Makassar ? C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penjualan online terhadap keputusan pembelian konsumen pada Butik D2 Store Kota Makassar.

D. Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat : 1. Bagi Penulis

Diharapkan penelitian ini akan menambah wawasan penulis sekaligus sebagai salah satu bahan referensi bagi pihak lain yang melakukan penelitian lanjutan pada objek yang sama.

2. Bagi Butik D2 Store

Diharapkan akan dapat menjadi bahan pertimbangan dan masukan dalam upaya meningkatkan penjualan produk Butik D2 Store Kota Makassar.

(20)

3. Bagi Akademik

Sebagai referensi bagi pihak-pihak yang akan melakukan penelitian di bidang dan objek yang sama.

(21)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori

1. Manajemen Pemasaran

a. Pengertian Manajemen Pemasaran

Pengertian Manajemen Pemasaran menurut Sofjan Assauri (2013:12) adalah “Manajemen pemasaran merupakan kegiatan penganalisisan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program-program yang dibuat untuk membentuk, membangun, dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan perusahaan dalam jangka panjang”.

Sedangkan Pengertian Manajemen Pemasaran menurut Abdullah dkk (2012 : 14), adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukaran sesuatu yang bernilai satu sama lain.

American Marketing Association (AMA), mengatakan bahwa pemasaran adalah “the activity, set of institutions, and processes for creating, communicating, delivering, and exchanging offerings that have value for customers, clients, partners, and society at large”

(Kotler dan Keller, 2012).

(22)

b. Fungsi Manajemen Pemasaran

Setiap perusahaan pasti menjalankan manajemen pemasaran dan melibatkannya sebagai salah satu strategi yang penting untuk mencapai tujuannya. Fungsi manajemen pemasaran yaitu :

1. Fungsi Pertukaran

Fungsi pertukaran pada manajemen pemasaran terbagi menjadi dua fungsi yaitu fungsi penjualan dan pembelian. Fungsi pembelian yaitu peran manajemen pemasaran yang berfungsi sebagai proses timbal balik dari aktivitas penjualan. Sehingga diperlukan strategi yang khusus terutama dalam pemahaman mengenai kegiatan yang dapat menarik minat konsumen untuk membelinya. Sedangkan fungsi penjualan itu termasuk dalam aktivitas untuk mempertemukan antara penjual dan pembeli yang dilakukan baik secara langsung maupun dengan perantara.

2. Fungsi Fisis

Fungsi fisis manajemen pemasaran berfokus pada kegunaan lokasi, waktu dan bentuk yang perlu dipertimbangkan pada suatu produk ketika produk tersebut akan diangkut. Diproses dan disimpan hingga sampai ke alamat konsumen. Jika tidak ada pertimbangan dan perencanaan dengan baik, bisa jadi perusahaan akan mengalami kerugian yang cukup besar akibat penanganan produk yang tidak berstandar.

(23)

7

3. Fungsi Penyediaan Sarana

Manajemen pemasaran juga memiliki fungsi sebagai penyediaan sarana karena akan berkaitan dengan segala kegiatan-kegiatan yang mampu melancarkan operasional pemasaran. Fungsi penyediaan sarana ini mencakup segala proses komunikasi, pengumpulan, penyortiran yang sesuai standar dan pembiayaan.

c. Tujuan Manajemen Pemasaran

Tujuan manajemen pemasaran secara umum terbagi 6 yaitu anatara lain sebagai berikut :

1. Membangun permintaan

Penjualan bisa terjadi jika ada suatu permintaan dari konsumen. Untuk membangun permintaannya tersebut maka diperlukan berbagai upaya pemasaran untuk dapat menimbulkan rasa penasaran konsumen dan rasa ketertarikan konsumen terhadap suatu produk.

2. Membangun Kepuasan Pelanggan

Tujuan manajemen pemasaran selanjutnya yaitu untuk membangun kepuasan pelanggan caranya yaitu dengan memahami keinginan atau kebutuhan dari si konsumen, serta harus mengetahui bagaimana produk dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan tersebut .

3. Mendapatkan Pangsa pasar

Tujuan selanjutnya yaitu untuk mendapatkan kemajuan yang positif dari pangsa pasar produk. Semua perusahaan tentu

(24)

mengharapkan kemajuan dan perluasan penjualan atau pangsa pasarnya. Pasar sebagai kue dan setiap potongan dari kue itu adalah gambar pangsa pasarnya.

4. Mendapatkan Untung

Target dari semu perusahaan yaitu untuk menghasilkan keuntungan. Dan setiap perusahaan menetapkan laba nominal yang berbeda sesuai dengan ukuran dari keberhasilannya.

Mencapai laba nominal ini adalah salah satu tujuan dari manajemen pemasaran. Bagaimana perusahaan dapat menjual dengan nilai margin optimal dapat menghasilkan tingkat penjualan yang maksimum.

5. Mendapatkan Pencitraan Menurut Harapan

Selain mendapatkan keuntungan, tujuan manajemen pemasaran selanjutnya yaitu untuk mendapatkan gambar yang sesuai dengan harapan. Citra yang baik dari suatu produk dan perusahaan akan memiliki efek positif pada perusahaan, baik dari segi konsumen, mitra, tenaga kerja, dan investor.

6. Menjaga Kelangsungan Bisnis

Pemasaran merupakan ujung tombak perusahaan untuk mencapai target penjualan, target kepuasan dan laba. Itulah alasannya mengapa kelangsungan bisnis juga merupakan bagian dari salah satu tujuan dari manajemen pemasaran.

(25)

9

2. Penjualan

a. Pengertian Penjualan

Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pembeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan, 1991).

Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik konsumen sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasilkan.

Menurut Philip Kotler (2000 : 8) yang diterjemahkan oleh Ronny A. Rusli dan Hendra dalam buku “Manajemen Pemasaran”

pengertian penjualan ialah “penjualan ialah proses sosial manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan, menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”.

Menurut Nitisemito (1998 : 13) Mengemukakan bahwa

“penjualan ialah semua kegiatan yang bertujuan untuk melancarkan arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen secara paling efisien dengan maksud untuk menciptakan permintaan yang efektif”.

Menurut Kusnadi (2000 : 19) Menjelaskan bahwa penjualan

“sales” ialah sejumlah uang yang dibebankan kepada pembeli atas barang atau jasa yang dijual.

(26)

Menurut kotler, 1993:3 menyatakan adapun indikator-indikator penjualan sebagai berikut:

1. Harga, senilai uang yang harus dibayarkan konsumen kepada penjual untuk mendapatkan barang atau jasa yang ingin dibelinya. Oleh sebab itu, harga pada umumnya ditentukan oleh penjual atau pemilik jasa. Akan tetapi, dalam seni jual beli, pembeli atau konsumen dapat menawar harga tersebut.

Bila sudah mencapai kesepakatan antara pembeli dan penjual barulah terjadi transaksi. Namun tawar-menawar tidak bisa dilakukan di semua lini pemasaran. Contoh transaksi yang menggunakan sistem tawar-menawar adalah pembelian di pasar.

2. Promosi adalah bagian dan proses strategi pemasaran sebagai cara untuk berkomunikasi dengan pasar dengan menggunakan komposisi bauran promosi “promotional mix”.

3. Kualitas produk adalah kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal ini termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian, dan reparasi produk, juga atribut produk lainnya.

4. Saluran distribusi adalah sekelompok perusahaan atau perseorangan yang memiliki hak pemilikan atas produk atau membantu memindahkan hak pemilikan produk atau jasa ketika akan dipindahkan dari produsen ke konsumen.

(27)

11

b. Jenis-jenis penjualan

Adapun jenis penjualan yang diantaranya yaitu :

1. Trade Selling merupakan suatu jenis penjualan yang dilakukan oleh pedagang kepada grosir, dengan tujuan untuk dijual kembali.

2. Technical Selling adalah suatu cara atau usaha untuk meningkatkan penjualan dengan cara memberikan saran dan nasehat kepada konsumen atau pembeli dari barang dan jasanya.

Dalam hal yang satu ini wirausaha tersebut mempunyai tugas utama untuk mengidentifikasi dan juga menganalisa segala macam masalah yang dihadapi oleh pembeli lalu kemudian menunjukkan bagaimana produk atau jasa yang ditawarkan tersebut bisa mengatasi masalah konsumen dan pembeli.

3. Missionary Selling adalah suatu bentuk wirausaha di mana pengusaha atau perusahaan berusaha untuk meningkatkan penjualannya dengan cara mendorong konsumen untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Dalam hal ini pengusaha atau perusahaan yang bersangkutan memiliki penyalur tersendiri dalam menyalurkan atau mendistribusikan produk maupun jasanya tersebut.

4. New Business Selling adalah suatu usaha yang dilakukan untuk membuka transaksi baru dengan cara mengubah seorang calon konsumen menjadi konsumen.

c. Tujuan Penjualan

Dalam suatu perusahaan, kegiatan penjualan merupakan kegiatan yang penting karena dengan adanya kegiatan penjualan ini

(28)

terbentuklah keuntungan yang dapat menjamin kontinuitas suatu perusahaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa semua perusahaan harus memberikan jasa dan produk sesuai permintaan penjualan. Penjualan harus menghasilkan suatu aliran pendapatan yang cukup untuk menutup biaya operasi perusahaan dan dapat memberikan suatu keuntungan bagi investor. Tujuan utama dari penjualan yaitu untuk mencapai suatu laba optimal dengan modal yang minimal.

3. Penjualan Online

a. Pengertian Penjualan Online

Penjualan online adalah melakukan aktivitas penjualan dari mencari calon pembeli sampai menawarkan produk atau barang dengan memanfaatkan jaringan internet yang didukung dengan seperangkat alat elektronik sebagai penghubung dengan jaringan internet.

Menurut Kotler dan kaller (2008), Promosi penjualan online adalah berbagai cara untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang suatu produk atau brand yang dijual.

E-marketing merupakan suatu usaha perusahaan dalam menyampaikan informasi, berkomunikasi, melakukan promosi, serta menjual produk dan jasa dengan menggunakan internet (Kotler dan Kaller, 2008:153). Menurut Ramsunder (2011:7) e-marketing merupakan penggunaan sumber media elektronik sebagai media utama dalam pemasaran. Pendapat lain disampaikan Hooda dan

(29)

13

Anggarwal (2012:108) yang mendefinisikan e-marketing sebagai pemasaran produk dan jasa dengan menggunakan media elektronik.

Menurut Loudon & Laudon (1998), E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara online oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer sebagai perantara transaksi bisnis. E-Commerce adalah kegiatan- kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen, manufaktur, service providers dan pedagang perantara dengan menggunakan jaringan- jaringan komputer yaitu internet. Dapat disimpulkan bahwa pengertian e-commerce adalah segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and services) dengan menggunakan media elektronik.

Perdagangan elektronik / e-commerce merupakan proses pembelian dan penjualan produk atau jasa yang melibatkan penjual dan pembeli maupun individu atau instansi melalui internet. Toko online yang ada saat ini dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori. Misalnya dari cara penyajian produk, tampilan, berbayar/tidaknya hosting yang digunakan, cara pembayaran, metode jual beli, standar keamanan, dan lain-lain.

b. Manfaat Penjualan Online

Berikut beberapa manfaat dengan adanya penjualan online baik dari penjual maupun pembeli :

1. Cara belanja menjadi sangat praktis dan lebih mudah

Manfaat paling utama yang diperoleh dari adanya penjualan online ini yaitu berbelanja menjadi lebih praktis dan lebih mudah.

(30)

Dengan hal itulah sehingga sangat disarangkan oleh pembeli, di mana para pembeli tidak perlu lagi mengeluarkan biaya atau menghabiskan waktunya hanya untuk membeli suatu barang yang mereka inginkan. Dengan adanya penjualan online ini pembeli hanya tinggal mengambil smartphone mereka untuk melihat berbagai macam produk yang ditawarkan oleh penjual.

Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, mereka bisa langsung membeli barang tersebut dengan cara melakukan transfer ke rekening milik penjual. Setelah melakukan pembayaran maka dalam waktu beberapa hari barang tersebut akan dikirimkan langsung ke alamat pembeli.

2. Modal yang relatif kecil

Dengan online shop kita hanya memanfaatkan jaringan internet.

Penjual hanya memasarkan produknya lewat platform yang sudah disediakan. Ketika ada pembeli yang ingin membeli produk maka akan terjadilah kesepakatan transaksi antara kedua belah pihak tersebut. Dari proses transaksi, penjual akan mendapatkan keuntungan yang lumayan besar. Jadi anda tidak perlu mengeluarkan modal yang besar untuk berjualan secara online.

3. Bisa menjalankan pekerjaan lain

Bagi penjual online shop mereka bisa menjalankan pekerjaan lain apapun jenis pekerjaannya. Karena online shop tidak mengharuskan mereka datang ke kantor, menggunakan pakaian yang formal ataupun menaati peraturan lainnya. Si pedagang

(31)

15

hanya perlu mengatur waktunya dalam menggunakan gadget untuk merespon setiap pertanyaan ataupun pesan singkat dari calon pembeli. Bisnis online shop ini dijadikan sebagai penghasilan tambahan atau bisnis sampingan untuk mengisi waktu luang bagi mereka yang telah memiliki pekerjaan lain.

4. Transaksi mudah

Sistem transaksi online shop bisa menggunakan sistem transfer atau bank. Setelah pembeli mendapatkan barang yang diinginkan, maka terjadi proses transaksi antara kedua belah pihak. Ketika pembeli sudah melakukan transaksi maka penjual akan mengecek atau memverifikasi secara real hasil transfer pembeli. Kemudian penjual akan mengirimkan barang ke alamat yang diberikan pembeli.

5. Keamanan dalam bertransaksi

Pembeli yang berbelanja secara online biasanya akan sangat selektif dalam memilih toko yang akan mereka percaya untuk melakukan transaksi online. Dengan adanya kepercayaan proses transaksi secara online pasti akan berjalan dengan lancar.

c. Kelebihan dan Kekurangan dari Penjualan Online

Dengan adanya toko online atau sering disebut dengan online shop, pembeli dan penjual dapat melakukan transaksi tanpa harus datang ke tokonya langsung. Dengan demikian transaksi akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Dan dengan adanya online

(32)

shop pastinya terdapat kelebihan dan kekurangan. Berikut kelebihan dan kekurangan yang dimiliki online shop, yaitu :

1. Kelebihan online shop : a) Kenyamanan

Online shop membuat kita semakin nyaman. Misalnya, anda tidak perlu berpakaian rapi untuk pergi ke took favorit. Anda dapat dengan mudah mengakses situs online shop kapanpun anda mau. Bahkan, online shop memberikan kita kemudahan berbelanja selama 24 jam. Jadi, online shop tidak memberikan anda untuk menunggu antrian dalam membeli barang yang dibutuhkan.

b) Harga terbaik

Harga terbaik bisa didapatkan melalui online shop. Online shop menawarkan produk dengan harga yang tergolong cukup murah karena produk yang ditawarkan itu didatangkan langsung dari pabrik dan tidak melalui perantara. Anda bisa masuk dan keluar dari satu web ke web yang lain sehingga dengan mudah bisa membandingkan harga produk dari setiap toko online shop untuk memperoleh harga terbaik.

c) Pilihan jenis barang bervariasi

Salah satu kelebihan yang paling menonjol dari online shop yaitu banyak variasi dengan itu dapat memilih dan menemukan berbagai jenis barang yang dapat dikategorikan berdasarkan, terfavorit, terbaru, harga dan sebagainya

(33)

17

sekalipun barang tersebut belum pernah kita lihat sebelumnya dan bahkan dapat menemukan produk-produk internasional.

d) Hemat waktu dan tenaga

Kita tidak perlu lagi mengelilingi setiap took untuk menemukan barang yang dibutuhkan. Sebab, pada online shop sudah tersedia berbagai macam produk yang dapat dibeli dalam satu waktu.

2. Kekurangan Online Shop a) Produk yang tidak sesuai

Biasanya foto produk yang ditampilkan pada online shop begitu terlihat sangat bagus dan menarik. Sebab pada saat proses pengambilan gambar produk itu memperhatikan sudut dan pencahayaan yang bagus. Tidak jarang banyak konsumen yang complain akibat barang yang diterimanya tidak sesuai dengan deskripsi produk yang ditampilkan pada webnya.

b) Keterlambatan dalam proses pengiriman

Masalah waktu yang sering sekali menjadi kekurangan dalam berbelanja online shop. Konsumen yang telah melakukan proses transaksi banyak mengeluh akibat keterlambatan barang sampai ke alamat tujuan. Mungkin karena jaraknya yang terlalu jauh sehingga toko memerlukan jas ekspedisi dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengirimkan barang tersebut ke alamat tujuan.

(34)

c) Resiko Penipuan

Dengan maraknya bisnis online shop, resiko penipuan juga semakin besar. Hal itu disebabkan karena adanya beberapa pihak yang memanfaatkan kejadian tersubut untuk melakukan penipuan pada pengguna, seperti penipuan kartu kredit, situs web yang palsu atau pencurian indentitas pribadi.

d) Pelayanan Pelanggan

Kebanyakan platform memanfaatkan chat untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan atau keluhan yang diberikan oleh konsumen. Memang tidak ada yang salah dari pelayanan tersebut, namun interaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli menjadi berkurang dan sulit memberikan pengalaman positif terhadap konsumennya.

3. Keputusan Pembelian Konsumen a. Pengertian Keputusan Pembelian

Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, seorang konsumen harus memilih produk atau jasa yang akan dikonsumsinya.

Banyaknya pilihan yang tersedia, serta pertimbangan pertimbangan yang mendasari akan membuat pengambilan keputusan satu individu berbeda dengan individu yang lainnya. Pada saat seorang konsumen baru akan melakukan pembelian yang pertama kali akan suatu produk, pertimbangan yang mendasarinya akan berbeda dengan konsumen yang telah membeli produk berulang kali. Pertimbangan- pertimbangan ini dapat diolah oleh konsumen dari sudut pandang ekonomi, hubungannya dengan orang lain sebagai dampak dari

(35)

19

hubungan sosial, atau pun lebih kepada ketidakpastian emosi (unsur emosional).

Menurut Kotler dan Amstrong dalam Zoeldhan (2012) keputusan pembelian merupakan suatu langkah konsumen mengambil keputusan pembelian di mana konsumen benar menentukan pilihannya. Kebebasan diberikan kepada konsumen untuk menentukan produk yang diinginkannya, tentunya terdapat alasan konsumen membeli produk tersebut. Pada dasarnya, konsumen menentukan keputusan untuk membeli dan menggunakan produk tidak hanya sekedar fungsi dan tujuan awalnya, melainkan karena terdapat nilai sosial, emosional nya da kepuasan tersendiri yang terdapat dalam suatu produk.

Menurut Schiffman dan Kanuk dalam Zoeldhan (2012) Keputusan pembelian merupakan terdapat pilihan lebih dari dua atau beberapa dalam menentukan sebuah keputusan, di mana seseorang menentukan keputusannya tetapi masih disediakan beberapa pilihan lainnya. Keputusan konsumen juga tidak terlepas dari keinginan konsumen terkait dengan tempat pembelian kebutuhannya yang berupa produk ataupun jasa.

Ada tiga indikator dalam menentukan keputusan pembelian (kotler, 2012), yaitu:

1. Kemantapan pada sebuah produk Pada saat melakukan pembelian, konsumen memilih salah satu dari beberapa alternatif.

Pilihan yang ada didasarkan pada mutu, kualitas dan faktor lain yang memberikan kemantapan bagi konsumen untuk membeli

(36)

produk yang dibutuhkan. Kualitas produk yang baik akan membangun semangat konsumen sehingga menjadi penunjang kepuasan konsumen.

2. Kebiasaan dalam membeli produk Kebiasaan adalah pengulangan sesuatu secara terus-menerus dalam melakukan pembelian produk yang sama. Ketika konsumen telah melakukan keputusan pembelian dan mereka merasa produk sudah melekat dibenaknya bahkan manfaat produk sudah dirasakan. Konsumen akan merasa tidak nyaman jika membeli produk lain.

3. Kecepatan dalam membeli sebuah produk Konsumen sering mengambil sebuah keputusan dengan menggunakan aturan (heuristik) pilihan yang sederhana. Heuristik adalah sebuah proses proses yang dilakukan seseorang dalam mengambil sebuah keputusan secara cepat, menggunakan sebuah pedoman umum dalam sebagian informasi saja.

b. Tahap-tahap Pengambilan Keputusan Konsumen

Menurut Kotler, (2012 : 179) ada beberapa tahapan dalam proses keputusan pembelian konsumen, yaitu :

1. Pengenalan kebutuhan

Pengenalan kebutuhan merupakan tahap pertama dalam proses keputusan pembelian di mana konsumen mengenali permasalahan atau kebutuhan. Kebutuhan dapat dipicu oleh rangsangan internal ketika salah satu kebutuhan normal seseorang (rasa lapar, haus) timbul pada tingkat yang lebih tinggi

(37)

21

sehingga menjadi dorongan. Kebutuhan juga dipicu oleh rangsangan eksternal.

2. Pencarian Informasi

Pencarian informasi merupakan tahap proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen tergerak untuk mencari informasi tambahan, konsumen mungkin sekedar meningkatkan perhatian atau mungkin pula mencari informasi secara aktif.

Konsumen yang tertarik mungkin akan mencari banyak informasi atau mungkin tidak. Jika dorongan itu kuat dan produk memuaskan ada di dekat konsumen itu, konsumen mungkin akan membelinya. Jika tidak, konsumen bisa menyimpan kebutuhan itu dalam ingatannya atau melakukan pencarian informasi.

Konsumen dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber, yaitu sebagai berikut :

a) Sumber pribadi (keluarga, teman, tetangga, rekan kerja).

b) Sumber komersial (iklan, penjualan, pengecer, bungkus, situs web, dll).

c) Sumber publik (media massa, organisasi pemberian pringkat).

d) Sumber berdasarkan pengalaman (memegang, meneliti, menggunakan produk).

e) Pengevaluasian alternatif adalah tahap proses keputusan pembelian di mana konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi berbagai merek alternative di dalam serangkaian pilihan. Terkait hal ini ada konsumen yang

(38)

melakukan evaluasi pembelian dan ada pula yang tidak menggunakan evaluasi sama sekali.

3. Menentukan pembelian.

Menentukan pembelian merupakan tahap proses keputusan di mana konsumen secara aktual melakukan pembelian produk.

Pada umumnya, keputusan pembelian konsumen adalah pembelian merek yang paling mereka sukai, tetapi ada dua faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut yaitu sikap orang lain dan faktor situasional yang diharapkan. Ada dua hal yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian yaitu sikap orang lain dan faktor situasi yang tak terduga yang dapat mengubah kecendruangan pembelian.

c. Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Kotler dan Armstrong dalam Dani (2009) menyatakan

“keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi, psikologis pembeli, serta strategi pemasaran”.

1) Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen. Perusahaan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, sub budaya dan kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari

(39)

23

oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.

2) Faktor Sosial

Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok acuan, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen, perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok acuan. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung. Ini merupakan kelompok di mana orang tersebut ikut serta dan berinteraksi. Sebagian merupakan kelompok primer, seperti keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja, yang mana orang tersebut secara terus-menerus berinteraksi dengan mereka.

3) Faktor Pribadi

Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.

Konsumsi juga dipengaruhi oleh tahap-tahap dalam siklus hidup keluarga. Para pemasar sering memilih kelompok siklus hidup sebagai pasar sasaran mereka.

4) Faktor Psikologis

Pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologis, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan serta kepercayaan.

(40)

B. Tinjauan Empiris

Tinjauan empiris merupakan salah satu bagian indikator dalam persyaratan karya tulis ilmiah dalam tinjauan empiris menjelaskan tentang hasil penelitian terdahulu dan berfungsi sebagai landasan untuk memperoleh hasil penulisan karya tulis ilmiah yang relevan dan objektif.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu Nama

Peneliti

Judul Penelitian Metode Analisis

Hasil Penelitian

Selvera (2012)

Faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam keputusan pembelian melalui internet (online shopping ).

Analisis data menggunakan deskriptif

Hasil analisis diketahui bahwa Faktor kelompok referensi (group reference) merupakan faktor yang

dominan mempengaruhi

konsumen dalam keputusan pembelian melalui internet pada mahasiswa. Adanya pengaruh dominan menunjukkan bahwa selama ini dalam melakukan pembelian produk secara online mahasiswa selalu mendapatkan informasi dari rekannya yang telah melakukan pembelian sebelumnya Ayu Shari

Nur (2012)

Pengaruh Promosi

Penjualan Pakaian Wanita Di Group Blackberry Massenger Terhadap Minat Beli Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin

Analisis regresi sederhana

Promosi penjualan pakaian wanita di group blackberry messenger mempengaruhi minat beli

Mujiyana dan Sahni

Pengaruh Penerapan Periklanan di internet dan

Deskriptif dan kuantitatif

Pemrosesan informasi oleh para

(41)

25

Damerianta (2009)

pemasaran melalui E-mail terhadap Pemrosesan Informasi dan Keputusan Pembelian oleh Konsumen

konsumen atau calon konsumen tidak terbukti berpengaruh terhadap keputusan pembelian melalui internet.

Xiangbin Yan &

Shiliang Dai (2009)

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen online dan model pembuatan keputusan

Analisis regresi

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keragaman produk, pengalaman menggunakan internet pengalaman belanja online, tingkat kognisi produk dan persepsi resiko berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

Anastasia Kara (2016)

Pengaruh Promosi

Penjualan Pakaian Online Shop Elevenia di BBM Group terhadap minat beli mahasiswi

Regresi sederhana

Promosi berpengaruh terhadap minat beli pakaian di online shop pada mahasiswi Wira Husada Nusantara Malang. Faktor-faktor yang melatarbelakangi mahasiswa Wira Husada Nusantara melakukan pembelian melalui online shop yaitu faktor waktu dan tempat yang fleksible, harga yang di sesuaikan dengan kualitas produk, mudah melakukan transaksi, pilihan jenis barang yang lebih banyak dan kenyamanan dalam memilih produk.

(42)

C. Kerangka Pikir

Menurut Kotler dan kaller (2008), Promosi penjualan online adalah berbagai cara untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang suatu produk atau brand yang dijual.

Menurut Schiffman dan Kanuk dalam Zoeldhan (2012) Keputusan pembelian merupakan terdapat pilihan lebih dari dua atau beberapa dalam menentukan sebuah keputusan, di mana seseorang menentukan keputusannya tetapi masih disediakan beberapa pilihan lainnya. Keputusan konsumen juga tidak terlepas dari keinginan konsumen terkait dengan tempat pembelian kebutuhannya yang berupa produk ataupun jasa.

Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Anastasia Kara (2016), menyatakan bahwa Promosi penjualan online shop berpengaruh terhadap minat beli pakaian di online shop pada mahasiswi Wira Huasada Nusantara Malang.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penjualan online terhadap keputusan pembelian konsumen. Pada variabel penjualan online menjadi variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen yaitu keputusan pembelian konsumen. Berdasarkan landasan teori dan penelitian terdahulu yang ada, maka dapat disusun kerangka konsep penelitian yang dapat dilihat sebagai berikut:

(43)

27

Gambar 2.1 Kerangka Pikir

D. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang masih diuji kebenarannya melalui penelitian (Sugiyono, 2012).

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan maka diajukan suatu hipotesis yaitu diduga Penjualan online berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

Keputusan pembelian (Y)

1. Kemantapan pada sebuah produk

2. Kebiasaan dalam membeli produk

3. Kecepatan dalam membeli sebuah produk

(Kotler, 2012) Penjualan Online (X)

1. Harga 2. Promosi

3. Kualitas Produk 4. Saluran distribusi

(Kotler, 1993:3)

(44)

28 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian kuantitatif. Di mana penelitian kuantitatif berkaitan erat dengan teknik-teknik survai sosial termasuk wawancara dan kuesioner yang tersusun, observasi yang terstruktur, eksperimen, analisis isi, analisis statistik formal dan masih banyak lagi (Sutams, 2016 : 43).

Penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti sampel atau populasi tertentu, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak, melakukan pengumpulan data dengan menggunakan instrument penelitian, dan analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan maksud tujuan menguji hipotesis yang telah ditentukan (Sugiyono, 2017:8).

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Butik D2 Store Jl. Pontiku No.19 Kota Makassar. Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan selama 2 bulan, yaitu dari bulan september hingga november 2020.

C. Definisi Operasional Variabel dan Skala Pengukuran Data 1. Definisi Oprasional

Mengacu pada identifikasi variabel yang telah dikemukakan penulis diatas, maka perlu diberikan rumusan definisi operasional untuk masing-masing variabel guna membatasi permasalahan yang ada pada

(45)

29

penelitian ini. Dalam penelitian ini definisi operasional variabel yang digunakan dapat diuraikan sebagai berikut:

Tabel 3.1 Defenisi Operasional Variabel

Variabel Definisi Variabel Indikator Penjualan Online (X) Penjualan online

merupakan suatu proses pembelian barang atau jasa dari mereka yang menjual barang atau jasa melalui internet dan di mana antara penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung yang di mana barang yang ditawarkan melalui gambar yang ada suatu website.

1. Harga 2. Promosi

3. Kualitas produk 4. Saluran

distribusi

Keputusan Pembelian (Y) Menurut Schiffman dan Kanuk dalam Zoeldhan (2012) Keputusan pembelian merupakan terdapat pilihan lebih dari dua atau beberapa dalam menentukan sebuah keputusan, di mana seseorang menentukan keputusannya tetapi masih disediakan beberapa pilihan lainnya. Keputusan konsumen juga tidak terlepas dari keinginan konsumen terkait dengan tempat pembelian

1. Kemantapan pada sebuah produk

2. Kebiasaan dalam membeli

3. Kecepatan dalam membeli sebuah produk

(46)

kebutuhannya yang berupa produk ataupun jasa.

2. Skala dan Pengukuran Data

Dalam penelitian ini skala pengukuran dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk menyatakan tanggapan dari responden terhadap setiap pertanyaan yang diberikan adalah dengan menggunakan Skala Likert.

Menurut Djaali (2008:28) skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap dan pendapat. Dengan skala likert ini, responden diminta untuk melengkapi kuesioner yang mengharuskan mereka untuk menunjukkan tingkat persetujuannya terhadap serangkaian pertanyaan.

Dalam penelitian ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.

Tabel 3.2 Skor Pilihan Jawaban

No

Pilihan Skor

1 (SS) = Sangat Setuju 5

2 (S) = Setuju 4

3 (KR)= Kurang Setuju 3

4 (TS)= Tidak Setuju 2

5 (STS)= Sangat Tidak Setuju 1

(47)

31

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Menurut Sugiyono (2017 : 80) populasi adalah wilayah generaralisasi yang terdiri atas subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan penjelasan tersebut populasi dalam penelitian mengacu pada konsemen yang berbelanja secara online di Butik D2 Store Kota Makassar yang di dalam satu bulan jika di rata-ratakan sebanyak 2.300

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi tertentu yang menjadi perhatian peneliti (Suharyadi dan Purwanto, 2004 : 323) .Penentuan sampel dengan menggunakan rumus slovin (Anwar Sanusi : 101).

N n =

1 + Ne2 Keterangan : n= Ukuran sampel N= Ukuran populasi

e=Persen kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan, sebanyak 10%.

Berdasarkan rumus tersebut maka jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 96 responden.

(48)

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah : 1. Observasi (pengamatan)

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi yang digunakan sebagai salah satu piranti dalam melakukan pengumpulan data yang berdasarkan pengamatan secara langsung terhadap unsur- unsur yang berhubungan dengan pengaruh penjualan online terhadap keputusan pembelian konsumen

2. Kuesioner (online)

Yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2013:199). Kuesioner dalam penelitian ini dilakukan secara tertutup yang digunakan sebagai instrument kedua untuk memperoleh data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Perencanaan kuesioner ini yaitu dengan memberikan lembaran yang berisi daftar pertanyaan kepada responden lengkap dengan jawaban seperti; sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS); kurang setuju (KS); setuju (S). Responden tinggal memilih jawaban yang sesuai dengan pertanyaannya.

F. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini teknik analisis data digunakan untuk melihat adanya faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Pada penelitian ada beberapa teknik analisis data yang digunakan, diantaranya :

(49)

33

1. Uji Instrumen Penelitian a. Uji Validitas

Menurut Sugiyono (2012: 134) validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Kriteria penilaian uji validitas adalah.

1. Apabila

r

hitung

> r

tabel, maka kuesioner tersebut valid.

2. Apabila

r

hitung

< r

tabel

,

maka kuesioner dapat dikatakan tidak valid.

b. Uji Reliabilitas

Menurut Staindback dalam Sugiyono (2014:245), reliabilitas berkenaan berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Dengan kata lain sejauh mana pernyataan dapat dipahami sehingga tidak menyebabkan beda interpensi dalam pemahaman dalam pernyataan tersebut.

Cara menghitung tingkat reliabilitas suatu data yaitu dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Kuesioner dikatakan variabel jika nilai r Cronbach Alpha > 0,6. Pada umumnya reliabilitas kurang dari 0,6 dianggap tidak reliable, jika reliabilitas berada pada kisaran 0,7 akan diterima, dan apabila 0,8 maka dianggap reliabel. Adapun perhitungan reliabilitas menggunakan bantuan independent program SPSS.

(50)

2. Analisis Regresi Sederhana

Analisis regresi sederhana dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari suatu variabel terhadap variabel lainnya. Sugiyono (2014:270) menyatakan bahwa regresi linear sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Adapun rumus dari regresi linear sederhana sebagai berikut:

Y= a + bX + e Di mana:

Y = Keputusan pembelian X = Penjualan online shop a = Konstanta

b = Koefisien regresi e = Error

3. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan positif antara dua variabel, yaitu variabel X dengan Y dan hipotesis tentang statistik (Ha) yaitu hipotesis tentang adanya hubungan antara variabel X dengan variabel Y. Pada umumnya jika Ho ditolak maka Ho diterima.

a. Uji Parsial atau Uji t

Uji t atau uji parsial dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independent (Penjualan online shop) secara individual dalam menerangkan variabel dependent (Keputusan pembelian).

(51)

35

b. Koefisien Determinasi (R)

Koefisien determinasi pada intinya digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Nilai koefisien determinasi adalah nol dan satu. Nilai R yang kecil berarti kemampuan variabel independen amat terbatas dalam menjelaskan variasi variabel. Nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen (Ghazali, 2013:97).

(52)

36 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah singkat Butik D2 Store

Menurut Desy Rosita Sary (Owner) bahwa sejarah berdirinya Butik D2 Store pada tanggal 11 september 2018. Awal mula Desy Rosita Sary setelah wisuda tahun 2018 mulai membeli barang via online di Jakarta karena melihat pada zaman ini banyak orang yang berbelanja secara online jumlahnya pun setiap tahun menigkat. Melihat hal ini secara tidak langsung dapat memberikan peluang. Dengan pengalaman dan pemikiran itu lah maka memutuskan untuk memulai merintis usaha bisnis online shop.

Butik D2 Store kemudian memulai jualan lewat facebook dengan cara melakukan live di Makassar Dagang dan dengan melakukan live disitulah awal mendapatkan pelanggan atau konsumen, di setiap livenya mencantum nama instagram. Dengan begitu dari followers 13 ribu naik jadi 30 ribu dalam satu tahun tanpa endorse. Tetapi karena adanya kendala di facebook jadi memutuskan untuk pindah .jualan secara online lewat Instagram dan sekarang sudah ada tiga tempat pemasarannya yaitu whatsapp, instagram dan Shopee.

Butik D2 Store berawal dari rumah pribadi sebagai tokonya, kemudian sampai sekarang Butik D2 Store membuka cabang di Jl.

Pongtiku No.91 A Makassar, untuk mempermudah para pelanggan untuk bisa melihat langsung koleksi yang dimiliki Butik D2 Store. Butik D2 Store

(53)

37

menawarkan bermacam-macam produk mulai dari pakaian, tas dan sandal.

Produk yang dijual Butik D2 Store ada yang diproduksi sendiri ada juga yang memesan langsung barang jadi. Terbukti Butik D2 Store mampu bersaing di pasar hingga mampu bertahan, karena itu tidak diragukan lagi untuk masalah kualitas dan harganya.

2. Visi dan Misi a. Visi

Butik D2 Store menetapkan diri sebagai online shop di bidang pakaian wanita guna mempermudah para konsumen dalam berbelanja, yang berpusat di Jl. Pongtiku No.19 A Makassar .Butik D2 Store juga juga menjadi toko online shop yang mampu memberikan kesan puas dan nyaman dihati pelanggannya dan sehingga konsumen akan berkelanjutan membeli dan menjadi pelanggan tetap.

b. Misi

1) Kepuasan pelanggan adalah tujuan utama kami

2) Mampu menyediakan variasi pilihan yang selalu mengikuti trend masa kini.

3) Mempermudah kalangan masyarakat yang mempunyai kesibukan dan kegiatan yang banyak sehingga dapat memudahkan dalam berbelanja.

4) Dengan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan , berupa kemudahan dalam berbelanja secara online serta kualitas produk dan barang yang terjamin dengan harga yang komperatif.

(54)

5) Terus mengembangkan jaringan dan relasi untuk menarik konsumen agar berminat berbelanja di Butik D2 Store.

6) Berbisnis secara jujur, menginformasikan keterangan produk yang jujur, akurat dan terpercaya.

3. Tujuan

a. Menjadi toko online yang selalu dipercaya oleh para pelanggan

b. Menberikan produk-produk dengan berbagai macam dengan kualitas terjamin dan harga terjangkau

c. Menarik minat pengunjung sebanyak mungkin sehingga Butik D2 Store lebih dikenal

d. Menjadikan Butik D2 Store yang selalu memberikan kepuasan bagi para konsumen dengan kualitas produk yang dibeli serta pengiriman yang aman dan cepat.

e. Mempermudah bagi siapa saja yang ingin berbelanja tanpa harus keluar rumah.

4. Struktur Organisasi Butik D2 Store

Setiap organisasi atau perusahaan memiliki struktur organisasi yang memperhatikan tanggung masing-masing individu dalam perusahaan tersebut. Struktur organisasi berfungsi untuk membedakan tugas-tugas lainnya di bidang pemasaran, sehingga dapat meningkatkan efesiensi dari pelaksanaan setiap tugas. Struktur Butik D2 Store sebagai berikut :

(55)

39

Gambar 4.1 Struktur Butik D2 Store

Owner Desy Rosita Sari

Manager Azhar

Kepala Gudang Fitriani Usman

Admin COD Sindi

Admin Shoope

 Delima

 Fadiya

Admin J&T Rara

Kurir

 Abrar

 Wawan

 Irfan

(56)

Pembagian kerja berdasarkan struktur diatas dapat dirinci secara singkat sebagai berikut :

a. Owner

Owner berperan dalam mengatur dan mengambil seluruh keputusan untuk memajukan Butik mengawasi kinerja karyawan dan memberikan kesejahteraan pada karyawan.

b. Manajer

1. Merencanakan dan mengarahkan operasi sehari-hari

2. Mengembangkan strategi untuk dapat meningkatkan layanan pelanggan

3. Mendorong penjualan 4. Meningkatkan profitabilitas

5. Membuat kebijakan dan program pemasaran yang akan meningkatkan dan menumbuhkan basis pelanggan yang ada 6. Memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi

7. Keluhan-keluhan diselesaikan dan layanan cepat dan efisien 8. Memastikan semua produk dijual secara efektif agar dapat

memaksimalkan penjualan dan keuntungan.

c. Kepala gudang

1. Kepala gudang harus mampu membuat sebuah perencanaan tentang pengelolaan gudang.

2. Mengawasi dan mengendalikan operasional gudang sehari-hari dengan baik

3. Harus mampu tampil sebagai pemimpin bagi semua staf gudang dan operator gudang

(57)

41

4. Memastikan semua SOP (prosedur) kerja gudang dilaksanakan dengan baik

5. Memastikan dan mengawasi serta mengendalikan arus keluar masuk barang

6. Memastikan stok barang sesuai dengan kebutuhan agar tidak terjadi over capacity

7. Memastikan semua pekerjaan gudang dijalankan dengan intruksi kerja yang telah ditetapkan

B. Penyajian Data Hasil Penelitian

Pada penelitian ini sampel yang diambil sebanyak 96 responden.

Responden pada penelitian ini yaitu konsumen yang berbelanja secara online pada Butik D2 Store Kota Makassar. Karakteristik responden yaitu menguraikan deskripsi identitas responden menurut sampel penelitian yang telah ditetapkan. Salah satu tujuan dengan deskripsi karakteristik responden adalah memberikan gambaran yang menjadi sampel dalam penelitian ini.

Dalam penelitian sampel, karakteristik responden dikelompokkan menurut jenis kelamin usia. Oleh karena itu uraian mengenai karakteristik responden dapat diuraikan pada tabel berikut :

1. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Tabel 4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

No. Usia Frekuensi Persentase (%)

1. 20-30 59 61.46

2. 30-40 37 38.54

Jumlah 96 100%

Sumber: Olah Data 2020

(58)

Berdasarkan data diatas dari 96 responden, terdapat variasi tingkat usia dari para responden. Frekuensi responden berusia 20-30 tahun sebanyak 59 responden (61.46%), frekuensi responden berusia 30- 40 sebanyak 37 responde (38.54%), Dalam penelitian ini didominasi oleh responden yang berusia 20-30 tahun dengan frekuensi 59 responden dan persentase 61.46%.

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

No. Pekerjaan Frekunsi Presentase

1 Tidak Bekerja

27 28,13%

2 Wirasuasta

39 40,62%

3 PNS

30 31,25%

Jumlah 96 100,%

Sumber: Olah Data 2020

Tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa responden yang mendominasi yaitu wirasuasta dengan jumlah frekuensi 39 orang dan presentasi 40,62%. Dan frekuensi terendah adalah yang tidak bekerja dengan jumlah frekuensi 27 orang dan presentase 28,13%. Sedangkan yang bekerja sebagai PNS dengan jumlah frekuensi sebanyak 30 orang dan presentase 31,25%.

(59)

43

C. Deskripsi Data Variabel Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui penyebaran koesioner online terhadap 96 responden. Ditemukan jawaban responden terhadap masing-masing variabel dengan rentang skor 1-5. Berikut ini adalah rekapitulasi skor jawaban responden :

1. Deskripsi Variabel Penjualan Online (X) :

Variabel Penjualan Online (X) diukur melalui 5 butir pernyataan dengan skala likert 1-5. Hasil tanggapan responden terhadap variabel penjualan online dijelaskan dalam table berikut ini :

Tabel 4.3

Tanggapan Responden Mengenai Variabel Penjualan Online

NO .

Pertanyaan

SKOR

Rata rata SS (5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1)

1

X.1 6 39 41 10 0 3.34

2

X.2 7 35 42 12 0 3.39

3

X.3 10 29 44 13 0 3.38

4

X.4 8 34 40 14 0 3.38

5

X.5 5 34 47 10 0 3.35

SKOR RATA-RATA

3.38

Sumber: Lampiran

Berdasarkan table 4.3 diatas ditunjukkan bahwa pernyataan pertama didominasi dengan jawaban Kurang setuju sebesar 41 responden (42.7%), kemudian jawaban setuju sebesar 39 responden (40.6%), jawaban tidak setuju sebesar 10 responden (10.4%) jawaban sangat setuju sebesar 6 responden (6.3%), untuk jawaban sangat tidak

(60)

setuju sebesar 0 responden. Rata-rata jawaban responden adalah sebesar 3.34 yang berada di antara kurang setuju dan setuju.Pertanyaan kedua dominan dengan jawaban sebesar 42 responden (43.8%), kemudian jawab setuju sebesar 35 responden (36.5%), jawaban tidak setuju sebesar 12 responden (12.5%), jawaban sangat setuju sebesar 7 responden (7.3%), serta untuk jawaban sangat tidak setuju sebesar 0 responden. Pertanyaan ke ketiga didominasi dengan jawaban kurang setuju sebesar 44 responden (45.8%), kemudian jawaban setuju sebesar 29 responden (30.2%), jawaban tidak setuju sebesar 13 responden (13.5%), jawaban sangat setuju sebesar 10 responden (10.4%), serta untuk jawaban sangat tidak setuju sebesar 0 responden. Pertanyaan keempat didominasi dengan jawaban kurang setuju sebesar 40 responden (41.7%), jawaban setuju sebesar 34 responden (35.4%), jawaban tidak setuju sebesar 14 responden (14.6%), jawaban sangat setuju sebesar 8 responden (8.3%), serta untuk jawaban sangat tidak setuju sebesar 0 responden. Pertanyaan kelima didominasi dengan jawaban kurang setuju sebesar 47 responden (49.0%), jawaban setuju sebesar 34 responden (35.4%), jawaban tidak setuju sebesar 10 responden (10.4%), jawaban sangat setuju sebesar 5 responden (5.2%), untuk jawaban sangat tidak setuju sebesar 0 responden. Secara Rata- rata jawaban responden terhadap variabel penjualan online (x) adalah sebesar 3.38 yang berada diantara kurang setuju dengan setuju.

(61)

45

2. Deskripsi variabel Keputusan Pembelian (Y)

Variabel Keputusan Pembelian diukur melalui 9 butir pernyataan dengan skala likert 1-5. Hasil tanggapan responden terhadap variabel keputusan pembelian dapat dijelaskan dalam table berikut ini :

Tabel 4.4

Tanggapan Responden Mengenai Variabel Keputusan Pembelian

No Pernyataan

SKOR

RATA-RATA SS (5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1)

1. Y.1 1 38 46 11 0 3.30

2. Y.2 3 40 42 11 0 3.36

3. Y.3 1 39 46 10 0 3.32

4. Y.4 2 39 44 11 0 3.33

5. Y.5 4 36 44 12 0 3.33

6. Y.6 8 37 38 13 0 3.42

7. Y.7 6 35 45 10 0 3.39

8. Y.8 5 38 46 7 0 3.43

9. Y9 5 39 43 9 0 3.42

SKOR RATA-RATA 3.36

Sumber: Lampiran

Berdasarkan table 4.4 diatas ditunjukkan bahwa pertanyaan pertama didominasi dengan jawaban kurang setuju sebesar 46 responden (47,9%), kemudian jawaban setuju sebesar 38 responden (39.6%), jawaban tidak setuju sebesar 11 responden (11.5%), jawaban sangat setuju sebesar 1 responden (1.0%), untuk jawaban sangat tidak setuju sebesar 0 responden. Rata-rata jawaban responden adalah sebesar 3.30 yang berada di antara kurang setuju dengan setuju.

Pertanyaan kedua didominasi dengan jawaban kurang setuju sebesar 42 responden (43.8%), kemudian jawaban setuju sebesar 40 responden (41.7%), jawaban tidak setuju sebesar 11 responden (11.5%), jawaban sangat setuju sebesar 3 responden (3.1%). Pertanyaan ketiga didominasi

Gambar

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu  Nama
Gambar 2.1 Kerangka Pikir
Tabel 3.1 Defenisi Operasional Variabel
Tabel 3.2 Skor Pilihan Jawaban
+3

Referensi

Dokumen terkait

LAMPIRAN NO Pernyataan Penilaian SS S KS TS STS 5 4 3 2 1 Reliability 1 Perusahaan Daerah Air Minum PDAM selalu memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan