• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH SOFT SKILL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENGARUH SOFT SKILL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA "

Copied!
124
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rahayu (2007), Faizal (2012) dan Haryanto (2016) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh soft skill terhadap kinerja karyawan. Selain soft skill yang dapat mempengaruhi kinerja, motivasi juga mempengaruhi kinerja seorang pegawai. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja menunjukkan hasil yang sama yaitu hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja menunjukkan hubungan yang positif.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yuli (2013) dan Rio (2015) yang menyatakan bahwa motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dari uraian diatas terlihat bahwa penulis tertarik untuk meneliti “Pengaruh soft skill dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan memberikan kontribusi sebagai sumber bacaan bagi para pembaca serta menjadi bahan referensi tertulis untuk penelitian selanjutnya khususnya pada penelitian yang sama. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam upaya perbaikan masalah pengelolaan sumber daya manusia untuk mencapai pegawai yang berkinerja tinggi.

TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori

  • Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Pengertian Soft Skill
  • Pengertian Motivasi Kerja
  • Pengertian Kinerja Karyawan

Kerangka Pikir Penelitian

Kinerja seseorang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, antara lain kualitas dan kuantitas pekerjaannya, waktu yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaannya, seberapa efektif dan efisien ia menggunakan waktu atau biaya, memantau dan memastikan bahwa pekerjaannya memenuhi tujuan yang seharusnya. . dan bagaimana dia membangun hubungan kerja dengan rekan-rekannya yang lain. Soft skill dalam hal ini merupakan keterampilan yang dimiliki seseorang, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungannya. Dimana seseorang membangun inisiatif dalam dirinya untuk mampu memahami suatu situasi atau permasalahan yang dihadapinya serta mampu mengatasi dan menyelesaikannya dengan baik.

Indikator yang termasuk dalam soft skill adalah: (1) kemampuan berkomunikasi, dimana seseorang dapat mengemukakan pendapat atau mendengarkan pendapat orang lain guna mencapai pemahaman. 2) kemampuan bernegosiasi, dimana seseorang dapat mencapai kesepakatan dalam suatu negosiasi, (3) kemampuan beradaptasi, dimana seseorang mengetahui bagaimana menyesuaikan diri dengan lingkungannya, (4) kejujuran, dimana seseorang harus bekerja dengan jujur, (5) tanggung jawab, dimana seseorang melakukan pekerjaannya dengan baik dan (6) ketekunan, dimana seseorang mengerjakan pekerjaannya dengan tekun. Selain soft skill yang harus dimiliki, hal lain yang penting diperhatikan adalah motivasi bekerja.

Hipotesis

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Jenis dan Sumber Data
  • Populasi dan Sampel
  • Metode Pengumpulan Data
  • Definisi Operasional Variabel
  • Metode Analisis Data
  • Uji Hipotesis

H0 : Variabel soft skill tidak mempunyai pengaruh positif dan signifikan yang lebih dominan terhadap kinerja pegawai dibandingkan motivasi kerja. H1 : Variabel soft skill mempunyai pengaruh positif dan signifikan yang lebih dominan terhadap kinerja pegawai dibandingkan dengan motivasi kerja. Dari persamaan diatas terlihat bahwa soft skill dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara soft skill terhadap kinerja karyawan pada Unit Pengering Jagung PT Santosa Utama Lestari Gowa. Dengan kata lain soft skill berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Santosa Utama Lestari Unit Pengering Jagung Gowa dengan kontribusi positif sebesar 34,5%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada Unit Pengering Jagung PT Santosa Utama Lestari Gowa.

Dengan kata lain motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Santosa Utama Lestari Unit Pengering Jagung Gowa dengan kontribusi positif sebesar 33,5%. Soft skill berpengaruh lebih dominan terhadap kinerja karyawan PT Santosa Utama Lestari Unit Pengering Jagung Gowa dibandingkan motivasi kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh soft skill yang lebih besar secara signifikan terhadap kinerja karyawan di Unit Pengering Jagung PT Santosa Utama Lestari Gowa.

Dengan kata lain soft skill lebih dominan mempengaruhi kinerja karyawan pada PT Santosa Utama Lestari Unit Pengering Jagung Gowa dengan kontribusi positif sebesar 34,5% dan selisih 10% dari motivasi kerja. Soft skill mempunyai pengaruh yang lebih dominan terhadap kinerja karyawan Unit Pengering Jagung PT Santosa Utama Lestari Gowa. Santosa Utama Lestari Unit Pengering Jagung Gowa terus menjaga dan meningkatkan softskill serta motivasi kerja yang sudah cukup baik agar kinerja karyawan semakin meningkat.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Santosa Utama Lestari Unit Pengering Jagung Gowa, dimana kegiatan utama perusahaan adalah pengadaan jagung dari petani atau tengkulak dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan pusat sebagai bahan baku pakan. Kegiatan pengadaan jagung hibrida khusus pada masing-masing unit Pengering Jagung mempunyai standar penerimaan yang dituangkan dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan. Jadi bahan baku yang dibeli harus memenuhi spesifikasi penerimaan yang ditetapkan oleh departemen quality control (QC).

Unit Pengering Jagung Santosa Utama Lestari Gowa saat ini mempunyai tiga unit pengering sebagai mesin untuk mengolah jagung mentah menjadi produk jadi atau disebut jagung berkualitas. Penjualan internal merupakan penjualan yang dilakukan hanya kepada kelompok perusahaan sendiri, sedangkan penjualan eksternal dilakukan kepada pihak luar yaitu petani, dimana barang yang dijual hanya produk jagung giling yang dilakukan sesuai SOP perusahaan yang dimulai dari pelanggan. bernegosiasi dengan bagian penjualan untuk stok barang dan harga sesuai kesepakatan. Bertugas mengendalikan kelancaran produksi sesuai rencana, meliputi perencanaan DOC, pengelolaan pakan, pengaturan jadwal panen dan pengaturan kegiatan produksi baik langsung maupun tidak langsung.

Penyajian Data Hasil Penelitian

Sumber: Data primer diperoleh dari perusahaan pada tahun 2022. Berdasarkan tabel 4.1 diatas terlihat bahwa rata-rata usia karyawan yang disurvei dalam penelitian ini sebagian besar adalah 30 – 40 tahun dengan persentase 51% dari 20 orang. Sumber : Data primer diperoleh dari perusahaan pada tahun 2022. Berdasarkan tabel 4.2 diatas terlihat bahwa sebagian besar karyawan yang bekerja di PT. Berdasarkan tabel 4.3 diatas terlihat pegawai dengan tingkat pendidikan sarjana berjumlah 18 orang dan mendominasi dengan persentase mencapai 46% dari total jumlah pegawai PT.

Berdasarkan tabel 4.4 terlihat seluruh pertanyaan untuk variabel independen (soft skill dan motivasi kerja) atau Berdasarkan Tabel 4.5 di atas dapat diketahui bahwa suatu variabel dikatakan reliabel atau dapat diandalkan apabila jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya selalu konsisten. Dari hasil analisis data deskriptif pada Tabel 4.6 diatas diperoleh nilai maksimum sebesar 58, nilai minimum sebesar 42, mean sebesar 51,33 dan standar deviasi sebesar 4,163 untuk variabel soft skill.

Dari hasil analisis data deskriptif pada Tabel 4.6 di atas diperoleh nilai maksimum sebesar 49, nilai minimum sebesar 34, mean sebesar 43,23 dan standar deviasi sebesar 3,766 untuk variabel motivasi kerja. Berdasarkan tabel frekuensi skor motivasi kerja diatas dapat diketahui motivasi kerja karyawan PT. Dari hasil analisis data deskriptif pada tabel 4.6 diatas diperoleh nilai maksimum sebesar 460, nilai minimum sebesar 40, mean sebesar 51,07 dan standar deviasi sebesar 4,630 untuk variabel kinerja karyawan.

Konstanta sebesar 13,995 artinya apabila tidak terdapat soft skill dan motivasi kerja maka nilai kinerja pegawai sebesar 13,995. Dari tabel 4.13 dapat disimpulkan bahwa variabel independen (X1 dan X2) masing-masing mempunyai pengaruh positif terhadap variabel dependen (Y). Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan bantuan program SPSS pada tabel 4.15 terlihat nilai koefisien regresi variabel X1 (soft skill) dan X2 (motivasi kerja) pada variabel Y (pegawai). kinerja) adalah 0,529. , tingkat dampaknya cukup “cukup kuat”.

Tabel 4.10  Hasil Uji Normalitas
Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas

Pembahasan

Apabila hasil uji hipotesis yang dilakukan membuktikan kebenaran hipotesis bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara soft skill terhadap kinerja karyawan pada Unit Pengering Jagung PT Santosa Utama Lestari Gowa karena nilai uji t (thitung) bernilai positif. Semakin baik dan baik soft skill yang dimiliki seorang pegawai, maka akan semakin tinggi pula kinerjanya. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni​​​​​​(2016) dengan judul penelitian “Dampak Hard Skill dan Soft Skill”.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa soft skill yang dikembangkan atau ditingkatkan oleh setiap pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya pada akhirnya juga akan cenderung meningkatkan kinerja pegawai tersebut. Sejalan dengan penelitian Isfaharni (2021) yang berjudul ‘Pengaruh Soft Skill dan Motivasi Kerja Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa S1 Program Studi Manajemen FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta’ yang menunjukkan bahwa pegawai yang mempunyai motivasi berarti pegawai mempunyai kekuatan. untuk mencapai kesuksesan dalam hidup. Dimana hasil uji hipotesis yang dilakukan membuktikan kebenaran hipotesis bahwa terdapat pengaruh yang lebih dominan dan signifikan antara soft skill terhadap kinerja karyawan pada Unit Pengering Jagung PT Santosa Utama Lestari Gowa dibandingkan motivasi kerja, karena nilai uji t (thitung) ) soft skill lebih besar dibandingkan motivasi kerja.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Unit Pengering Jagung PT Santosa Utama Lestari Gowa dan dapat memberikan kontribusi terhadap variabel kinerja karyawan sebesar 34,5%. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Santosa Utama Lestari Unit Pengering Jagung Gowa dan dapat memberikan kontribusi terhadap variabel kinerja karyawan sebesar 33,5%. Dalam hal ini soft skill dan motivasi kerja harus menjadi fokus dalam peningkatan kinerja.

Perlunya peningkatan soft skill dan motivasi kerja dapat dilakukan dengan mengadakan atau mengikuti kegiatan yang mendorong pegawai agar semangat bekerja dan meningkatkan kemampuan komunikasi serta hubungan kerjasama yang lebih baik. Menerapkan metode experiential learning untuk mengembangkan soft skill mahasiswa yang mendukung integrasi teknologi, manajemen dan bisnis. Daftar pernyataan ini dibuat dalam rangka mengumpulkan data dalam rangka penyusunan skripsi yang berjudul: “Pengaruh Soft Skill dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT.

PENUTUP

Kesimpulan

Dalam hal ini, seorang pegawai yang mengembangkan soft skillnya cenderung termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya sebagai bentuk kontribusinya terhadap perusahaan tempat dia bekerja.

Saran

Memang peneliti dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai wacana dalam mengembangkan penelitian serupa pada populasi yang lebih luas, serta dalam mengembangkan variabel-variabel lain yang masih dapat berkontribusi besar terhadap pencapaian kinerja karyawan atau materi di bidang terkait lainnya. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan (survei karyawan pada PT. Axa Financial Indonesia Sales Office Malang). Pilihlah satu jawaban dari lima alternatif jawaban yang sesuai dengan memberi tanda centang (√) pada salah satu kolom jawaban yang Anda pilih.

Saya selalu membuka diri terhadap kritik dan saran mengenai apapun dari rekan-rekan lainnya.

Gambar

Tabel  2.1  Penelitian Terdahulu
Tabel 4.10  Hasil Uji Normalitas
Tabel 4.13  Hasil Uji t

Referensi

Dokumen terkait

Dari penelitian yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel soft skill dan pengalaman kerja sangat berpengaruh penting untuk meningkatkan kinerja

Penelitian ini dilakukan pada objek penelitian karyawan KSPPS BMT BAHTERA Kota Pekalongan untuk mengetahui pengaruh soft skill dan hard skill pada karyawan.Penelitian ini

Diharapkan dengan adanya penelitian ini bisa menjadi pertimbangan agar UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Tumpang, untuk mengembangkan tingkat pendidikan, soft skill, pengalaman

H 2 : Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara hard skill , soft skill dan spiritual skill terhadap produktifitas kerja dosen. H 3 : Variabel spiritual

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan, hard skill, dan soft skill merupakan faktor yang secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja karyawan sanggar seni di

SIMPULAN Dilandaskan atas hasil analisis statistik yang dilaksanakan terkait dengan pengaruh motivasi kerja, soft skill, efikasi diri, literasi digital terhadap kesiapan kerja

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan Pengaruh Hard skill, Soft skill, dan Pelatihan terhadap Pengaruh Hard skill, Soft Skill, Dan Pelatihan Terhadap Produktivitas

Berikut adalah nilai composite reliability pada output: Hasil Composite reliability Variabel Composite reliability Soft skill 0,768 Perencanaan Karir 0,869 Kualitas Pelatihan