PENGARUH STRATEGI PEMASARAN TERHADAP PENINGKATAN NASABAH PADA PT BANK BNI (PERSERO) Tbk CABANG MATTOANGIN DI MAKASSAR
Philipus Jemani
1, Ahmad Musseng
2, Andi Hadidu
31,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
This study aims to analyze the Marketing Strategy Against Customer Improvement. The analytical method used in this study is descriptive and simple linear regression analysis. The population in this study amounted to 102 people, the determination of a sample of 50 people using the Slovin formula. The results of this study indicate that the Marketing Strategy variable significantly influences the Customer variable where the calculated F value> F table (15.133> 2.41) with a significant level of 0.000 <0.1 from simple linear calculations.
Keywords: Marketing Strategy, Customer Improvement
PENDAHULUAN
Perekonomian indonesia telah memasuki era globalisasi, dengan semakin berkembangnya dunia usaha, khususnya perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang perbankan membuat persaingan dalam peningkatan nasabah semakin ketat.
Untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat, maka bank perlu memerhatikan efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya yang dimiliki, agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh bank tersebut. Dengan adanya persaingan ini membuat bank harus melakukan inovasi guna mempertahankan nasabah-nasabah yang telah mereka miliki. Nasabah saat ini lebih individualis dan menuntut sesuatu yang lebih bersifat pribadi atau personal. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut bank harus mampu memahami keinginan dan kebutuhan nasabah. Keberhasilan bank bisa tercapai, apabila bank mempunyai strategi yang handal dan dapat di implementasikan dengan tepat pemasarannya.
Bank sebagai lembaga intermediasi keuangan yang umumnya di dirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang di kenal sebagai bank note. Kata
bank berasal dari bahasa italia, banca yang berarti meja. Menurut UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan, yang di maksud bank adalah badan usaha yang menghimpunkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Bisnis perbankan merupakan bisnis kepercayaan. Bank harus mampu memberikan rasa aman pada nasabanya menyangkut dana yang disimpan atau dikelola oleh Bank tersebut. Dalam hal penghimpunan dana masysarakat yang merupakan salah satu sumber dana Bank terbesar yang dalam hal ini adalah tabungan, deposito dan giro, besarnya yang dilakukan perbankan dalam hal ini BNI.
Dalam penghimpunan dana tidak terlepas dari pengalaman setelah krisis dimana peralihan segmen pasar perorangan atau di sebut consumer banking karena prospek pasarnya cukup besar. Bedasarkan hasil uraian yang telah dikemukakan maka penulis tertarik, ingin mengetahui lebih lanjut melakukan penelitian tentang Analisis Strategi Pemasaran Terhadap Peningkatan Nasabah Pada PT. Bank BNI (Persero) Tbk Cabang Mattoangin Di Makassar.
MACAKKA. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 58-66 59 Fenomena yang penulis teliti pada strategi pemasaran Terhadap Peningkatan Nasabah yang pada PT. Bank BNI (Persero) Tbk Cabang Mattoangin Di Makassar telah ditentukan dari beberapa bigian penugasan kerja. Penulis melihat Strategi Pemasaran mendapatkan minat nasabah dalam membuka Rekening dari bulan ke bulan samakin meningkat. Dengan demikian strategi Pemasaran merupakan faktor penting dalam meningkatkan nasabah.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah di kemukan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
“Apakah Strategi Pemasaran dapat Meningkatkan Nasabah Pada PT. Bank BNI (Persero), Tbk Cabang Mattoangin Di Makassar?
Untuk mengetahui Analisis Strategi Pemasaran Terhadap Peningkatan Nasabah Pada PT. Bank BNI (Persero) Tbk Cabang Mattoangin Di Makassar dapat ditingkatkan atau tidak, setelah penulis melakukan penelitian.
1. Bagi perusahaan
Sebagai pertimbangan bagi pimpinan perusahaan dalam menentukan strategi peningkatan Nasabah di PT. Bank BNI (Persero) Tbk Cabang Mattoangin Di Makassar.
2. Bagi penulis
Menjadi sarana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh agar bisa digunakan dikemudian hari.
3. Bagi peneliti
Sebagai bahan reverensi dan kajian bagi peneliti yang ingin meneliti\ tentang peningkatan nasabah Bank.
TINJAUAN PUSTAKA
Pemasaran adalah suatu kegiatan menyeluruh, terpadu, dan terancana, yang dilakukan oleh sebuah organisasi atau institusi dalam melakukan usaha agar mengakomodir permintaan pasar dengan cara menciptakan produk bernilai jual menentukan harga, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan saling bertukar umum. Secara sederhana, definisi pemasaran lebih diidentikan dengan proses pengenalan produk atau servis kepada konsumen yang yang potesial. Aspek-aspek untuk pamasaran ini meliputi periklanan, public relation, promosi dan penjualan.
Menurut John Westwood Pemasaran adalah sebuah usaha terpadu yang di lakukan unntuk memenuhi kebutuhan konsumen dan memberikan keuntungan/ laba kepada perusahaan.
Menurut Tung Dasem Waringin Pemasaran adalah media untuk mengkomunikasikan sebuah nilai tambah yang lebih tinggi.
Menurut Philip Kotler Aktivitas sosial adalah sebuah pengaturan yang di lakukan oleh perorangan ataupun sekelompok orang dengan tujuan untuk mendapatkan tujuan mereka dengan jalan membuat produk dan menukarkannya dengan besaran nominal tertentu ke pihak lain.
Menurut Jay Abraham Pemasaran adalah sebuah media untuk mencapai kesuksesan dengan cara memberikan pelayanan paling baik kepada konsumen.
Menurut William J. Stanton Definisi pemasaran adalah sistem keseluruhan dari berbagai kegiatan bisnis atau usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga barang atau jasa, mempromosikannya, dan bisa memuaskan konsumen.
Menurut Hair dan Mc. Daniel Proses perencanaan dan pelaksanaan penetapan harga promosi dan distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan konsumen dan mencapai tujuan organisasi.
Menurut Basu dan Hani Pemasaran adalah proses kegiatan perencanaan dalam pengelolaan barang dan jasa, penetapan harga barang dan jasa tersebut, hingga proses promosi maupun pendistribusiannya, dimana keseluruan proses pemasaran bertujuan untuk memenuhi kebutuhan maupun memperoleh laba. Menurut Irham Fahmi (2014) Pada dasarnya strategi pemasaran memberikan arah dalam kaitannya dengan variabel-variabel seperti segmentasi pasar, identiikasi memberikan arah dalam kaitannya dengan variabel-variabel seperti segmentasi pasar, identifikasi pasar sasaran, positioning elemen bauran pemasaran, dan biaya bauran pemasaran.
Menurut Lili Adi Wibiwo (2017) Strategi pemasaran yaitu secara suptansi pemasaran (atau manajemen pemasaran) dan pemasaran strategi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek seperti kurun waktu, dan proses keputusan.
Menurut Kotler (2015) srategi pemasaran adalah rencana untuk memperbesar pengaruh terhadap pasar, baik jangka pendek atau jangka panjang, yang didasrkan pada riset pasar, penilain produk, promosi dan perencanaan penjualan serta distrubusi secara sederhana yang mengatur relasi dan menguntungkan. Tujuannya adalah untuk menciptakan nilai bagi konsumen atau mendapatkan nilai timbal balik dari konsumen.
Tidak hanya organisasi profit yang membutuhkan pemasaran tetapi organisasi non-profit juga memerlukan pemasaran guna meningkatkan pemasukan dan upaya yang ingin di capai. Jika pemasaran memahami kebutuhan pelanggan dengan baik, mengembangkan produk yang mempunyai kualitas tinggi, maka produk-produk tersebut akan terjual dengan mudah (Kotler, 2016).
Strategi pemasaran adalah seni atau ilmu untuk menjadi seorang pemimpin. Sering juga diartikan sebagai rencana untuk pembagian dan penggunaan kekuatan untuk mencapai tujuan tertentu (Tjiptono, 2016). Defenisi lainnya mengenai strategi merupakan pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dan hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.
Menurut Tham Abdullah (2012) Pemasara adalah kreasi dan relasi sebuah standar hidup yang mencakup kegiatan menyelidiki dan mengetahui apa yang diinginkan konsumen, merencanakan dan mengembangkan sebuah produk atau jasa yang akan memenuhi keinginan tersebut, memutuskan cara terbaik untuk menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk atau jasa tersebut.
Menurut Herman Malau (2018) Pemasaran adalah seni dan sains tentag kepuasan pelanggan. American marketing Association mendefinisikan bahwa pemasaran adalah suatu aktivitas dan proses menciptakan, mengkomunikasikan, memberikan, dan menewarkan pertukaran nilai terhadap pelanggan, klien, rekan, dan masyarakat luas.
Menurut Kotler dan Armstrong (2015) Pemasaran sebagai proses dimana perusahan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan dengan pelanggan yang kuat untuk mengungkap nilai dari konsumen sebagai imbalan.
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efesien dibandingkan para pesaing. Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Dalam pemasaran terdapat empat konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu konsep produksi, konsep penjualan, dan konsep pemasaran (Kasmir, 2016).
Marketing mix (Bauran pemasaran) merupakan kegiatan pemasaran yang di lakukan secara terpadu. Artinya kegiatan ini dilakukan secara bersamaan di antara elemen- elemen yang ada dalam marketing mix itu sendiri. Setiap elemen tidak dapat berjalan sendiri-sendiri tanpa dukungan dari elemen yang lain. Penggunaan bauran pemasaran (Marketing mix) dalam dunia perbankan dilakukan dengan mengunakan konsep-konsep yang sesuai dengan kebutuhan bank. Dalam praktiknya, konsep bauran pemasaran terdiri dari bauran pemasaran untuk produk yang berupa barang maupun jasa. Khusus untuk produk yang berbentuk barang jasa diperlakukan konsep yang sedikit berbeda dengan produk barang.
Kotler menyebutkan konsep bauran pemasaran (marketing mix) terdi dari empat P, yaitu: Produk (produk), Price (Harga), Place (Tempat/ saluran distribusi) dan Promotion (promosi). Sementara itu, Boom dan Bitner menambahkan dalam bisnis jasa, buaran pemasaran di samping empat P seperti yang dikemukakan, terdapat tambahan tiga P, yaitu People (Orang), Physical Evidance (Bukti fisik) dan Process (Proses). People, yaitu semua orang yang terlibat aktif dalam pelayanan dan memengaruhi presepsi pembeli, nama, pribadi pelanggan, dan pelanggan- pelanggan lain yang ada dalam lingkungan pelayanan.
Dari penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa secara keseluruhan penggunaan konsep bauran pemasaran (marketing mix) untuk produk jasa jika digabungkan menjadi tujuh P, yaitu: Produck (produk), Price (Harga), Place (tempat/saluran distribusi), Promotion
MACAKKA. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 58-66 61 (promosi), People (orang), Physical Evidence (bukti fisik) dan Proces (Proses).
Dalam rangka memenangkan persaingan antara bank dalam menjalankan bauran pemasarannya dapat dilakukan berbagai strategi. Akan tetapi, ketetapan penggunaan strategi bauran pemasaran jasa suatu bank ditentukan antara lain melalui kualitas jasa yang di tawarkan (perceived service quality).
Keberhasilan faktor ini dapat diukur melalui, kualitas jasa yang dirasakan pelanggan (service performance/ perceived service).
Artinya apa yang diterima nasabah pada saat menerima atau membeli jasa yang di tawarkan bank, jasa yang diharapkan pelanggan (customer expectation). Artinya, apa yang dirasakan nasabah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan terhadap jasa yang dibelinya.
Kemudian kualitas jasa yang di tawarkan ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Menurut beberapa ahli pemasaran paling tidak memiliki unsur yang menentukan kualitas jasa, yaitu sebagai berikut. Tangible (bukti nyata), Emphaty (empati), Reliability (keandalan), Responsivenes (daya tanggap), Assurance (jaminan atau kepastian).
Prodak secara umum diartikan sebagain sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Artinya, apa pun wujudnya selama itu dapat memenuhi keinginan pelanggan dan kebutuhan produk.
Philip kotler mendefinisikan produk sebagai suatu yang dapat ditawarkan ke pasar dan mendapatkan perhatian untuk dibeli, kemudian digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.
Dalam pratiknya produk terdiri dari dua jenis, yaitu yang berkaitan dengan fisik atau benda berwujud dan tidak berwujud. Benda berwujud merupakan produk yang dapat dilihat, diraba, atau dirasakan. Contohnya, buku, meja, kursi, rumah, mobil, dan lain-lain, sedangkan produk yang tidak berwujud biasanya disebut jasa. Jasa dapat disediakan dalam berbagai wahana seperti pribadi, tempat, kegiatan, organisasi, dan ide-ide.
Kotler mengatakan jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang tidak memiliki wujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dengan suatu produk fisik.
Dikatakan ada empat karakteristik utama jasa yang memegaruhi rancangan program
pemasaran, yaitu Intangibility (tidak terwujud), Inseparability (tidak terpisahkan), Variability (bervariasi atau beraneka ragam).
Sebaliknya Lovelock berpendapat lain, beliau menyebutkan jasa merupakan praktik sehari-hari dalam berbagai jenis jasa bank yang di tawarkan kepada masyarakat.
Kelengkapan jenis produk yang ditawarkan sangat tergantung dari kemampuan bank itu sendiri. Semakin lengkap produk yang ditawarkan akan semakin baik, sehingga untuk memperoleh produk bank nasabah cukup mendatangi satu bank saja. Produk bank tersebut meliputi: Menghimpun dana (funding), Menyalurkan dana (lending), Memberikan jasa-jasa bank lainnya (service), Melayani pembayaran-pembayaran, Berperan dalam pasar modal, serta Transfer (kiriman uang).
Harga salah satu aspek penting dalam kegiatan marketing mix. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga sangat menentukan laku tidaknya pruduk dan jasa perbankan. Salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan. Bagi perbankan terutama bank yang berdasarkan prinsip konvesional, harga adalah bunga biaya administrasi, biaya iuran, dan biaya-biaya lainnya. Sementara itu, harga bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah adalah bagi hasil.
Bagi bank yang berdasarkan prinsip konvesional pengertian harga berdasarkan bunga. Dalam dunuia perbankan terdapat tiga macam harga yaitu harga beli, harga jual, dan biaya yang di bebankan ke nasabahnya. Harga beli adalah bunga yang diberikan kepada para nasabah yang memiliki simpanan, seperti jasa giro, bunga tabungan, dan bunga deposito.
Sedangkan harga jual merupakan harga yang dibebankan kepada penerima kredit (pinjaman). Kemudian biaya di tentukan kepada berbagai jenis jasa yang ditawarkan, seperti biaya administrasi, biaya iuran, biaya sewa, biaya tagih, atau biaya kirim.
Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga bagi bank juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dengan harga yang harus dibayar oleh nasabah bank (nasabah yang memperoleh pinjaman).
Dalam kegiatan perbankan konvensional
sehari-hari, ada dua macam bunga yang diberikan kepada nasabahnya, yaitu bunga simpanan (rekening) dan bunga pinjanman (kredit).
Menurut kamus perbankan, nasabah adalah orang atau badan yang mempunyai rekening simpanan atau pinjaman pada Bank.
Nasabah merupakan pihak yang menggunakan jasa bank, penghimpunan dana dan pemberian kredit merupakan pelayanan jasa perbankan yang utama dari semua kegiatan lembaga keuangan bank.
Rumusan tersebut kemudian di perinci pada butir berikutnya, yaitu sebagai berikut:
nasabah penyimpan, nasabah debitur. Dalam praktik-praktik perbankan, di kenal 3 (tiga) macam nasabah antara lain: nasabah deposan, nasabah yang memanfaatkan fasilitas kredit perbankaan, nasabah yang melakukan transaksi dengan pihak lain melalui bank.
Strategi pemasaran Bank BNI bertujuan menurunkan tingkat ketidak puasan dari gesekan pelanggan yang siknifikan dan di harapkan meningkatkan ketika ekonomi membaik dan pemilik bisnis merasa merasa yakin meraka bisa mendapatkan kredit atau layanan yang lebih baik di Bank ini.
Bagaimana bank bisnis induvidu dan manajer cabang meningkatkan peluang mempertahankan usaha kecil dan pemilik mereka sebagai pelanggan?
Adapun hipotesis yang di gunakan dalam penelitian adalah bahwa Strategi Pemasaran Dapat Meningkatan Nasabah Pada PT. Bank BNI (Persero) Tbk, Cabang Mattoangin Di Makassar?
Model Penelitia Gambar 2.1
METODE PENELITIAN
Desain penelitian yang digunakan oleh penulis Adalah penelitian Kualitatif yaitu untuk mengetahui analisis Strategi pemasaran Terhadap peningkatan nasabah sedangkan kuantitatif yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan serangkaian
instrumen penelitian berupa kuesioner, pada PT. Bank BNI (Persero) Tbk Cabang Mattoangin Di Makassar.
Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Bank BNI (Persero) Tbk Cabang Mattoangin Di Makassar dengan Alamat, Jl Cendrawasih No.
153-155 Makassar. Waktu penelitian di laksanakan selama dua bulan yakni bulan Juli - September 2019.
Jenis yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif, data kuantitaf.
Sumber Data Sember data dalam penelitian ini berasal dari: Data Primer, Data Sekunder Metode yang digunakan dalam pengumpulan data sebegai berikut: Opservasi, Wawancara, Kuesioner, Dokumentasi.
Populasi
Populasi adalah wilaya yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari yang kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2014). Populasi dalam penelitian ini adalah Nasabah sebanyak 102 orang.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki oleh populasi Sugiyono (2014) pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik Probability sampling yaitu proportionate stratified random sampling dengan menggunakan rumus slovin. Menurut sugiyono (2014:) Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Besarnya sampel penelitian ini ditentukan dengan rumus slovin sebegai berikut:
𝒏= 𝑵
𝟏+(𝑵𝒆𝟐)
Dimana :
n= Jumlah elemen /anggota sampel N=Jumlah elemen/anggota populasi e=Batas toleransikesalahan (error tolerance) (catatan: dipilih oleh peneliti) Untuk menggunakan rumus ini ditentukan beberapa toleransi batas kesalahan. Batas toleransi kesalahan ini dinyatakan dengan presentase. Semakin kecil toleransi kesalahan, semakin akurat sampel menggambarkan populasi. Misalnya penelitian dengan batas kesalahan 10% berarti memiliki tingkat akurasi 90% Dengan jumlah populasi yang sama semakin kecil toleransi kesalahan, Strategi
Pemasaran (X)
Nasabah (Y)
MACAKKA. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 58-66 63 semakin besar jumlah sampel yang dibutuhkan.
Populasi yang terdapat dalam penelitian ini berjumlah 102 0rang dan persepsi batas toleransi kesalahan 10% maka besarnya sampel dalam penelitian ini adalah:
𝑛 = 𝑁 1 + (𝑁𝑒2) 𝑛 = 102
1+(102.0,12=50,49 dibulatkan menjadi 50
Jadi jumlah keseluruhan responden dalam penelitian ini adalah 50 Orang.
1. Variabel independent 2. Variabel dependent
Agar data yang dikumpulkan dapat bermanfaat maka data harus diolah digunakan menginterprestasikan, dan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Adapun analisis yang di gunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Analisis Deskriptif 2. Metode Kuantitatif
Uji regresi sederhana adalah untuk meramalkan (memprediksi) variabel terkait (Y) bila variabel bebas (X) diketahui.
Persamaan regresi linear sederhana yaitu:
𝐘 = 𝒂 + 𝒃𝒙 + 𝒆 Dimana: Y= Nasabah
a= Konstanta b= Koefisien regresi x= Strategi Pemasaran e= Prediction eror b= n ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)
𝑛 ∑ 𝑋2−( ∑ 𝑋)2
a= (∑ 𝑌)− 𝑏(∑ 𝑋)
𝑛 atau a=Y-bx Strategi Pemasaran Strategi Pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan berlaku di bidang pemasaran, yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahan. Nasbah adalah orang atau badan yang mempunyai rekening simpanan atau pinjaman pada Bank.
Nasabah merupakan pihak yang menggunakan jasa bank.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Uji Reabilitas
Reabilitas menunjukan sesuatu instrumen yang cukup dapat dipercaya dan digunakan sebegai alat pengumpul data karena istrumen dapat dipercaya dan reliable yang akan menghasilkan data, yang dapat dipercaya, sehingga data instrument penelitian yang
dikatakan reliable apabila memiliki nilai crobach alpha (>) 775 maka indikator atau kuesioner tidak reliable. Secara keseluruhan uji reabilitas dapat dilihat hasilnya pada tebel berikut:
Uji Reliabilitas variabel Strategi Pemasaran dan Nasabah
Tabel 4.9 Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,775 10
Sumber data diolah 2019
Menurut sugiyono (2014) Apabila nilai alpha positif dan lebih besar dari 0,60 maka suatu instrumen dapat disebut reliable.
Berdasarkan data pada diatas, yakni hasil olahan data mengenai uji reliabilitas yang menunjukan bahwa angka-angka dari nilai alphacronbach’s pada variable independen dan dependen dalam penelitian ini, menunjukan koefisien cronbach alpha sebesar 0,775 maka disimpulkan bahwa semua variable reliable.
Hasil Analisis Regresi
Analisis regresi adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana atau ada tidaknya pengaruh variabel independen (Strategi Pemasaran) terhadap variabel dependen (Nasabah) pada PT. Bank BNI (Persero), Tbk Cabang Mattoangin Makassar, maka digunakan persamaan regresi dan korelasi dengan menggunakan program SPSS. Adapun hasil program SPSS tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Hasil Uji regresi linear sederhana Tabel 4.10 Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standa r dized Coeffc
ients t Sig . B Std.
Error Beta
1
Constant 14,237 2,571 5,5 37
,00 0 Strategi
Pemasara n
,675 ,173 ,490 3,8 90
,00 0 a. Dependent Variable: Nasabah
Sumber Data setelah diolah 2019
Untuk melihat bagai mana pengaruh secara persial variabel independen terhadap dependen, maka digunakan persamaan regresi:
Y= 14,237+0,675
Berdasarkan garis persamaan regresi linear diatas, maka dapat di interprestasikan bahwa koefisien regresi Srategi Pemasaran (X) 0,675 yang berarti setiap perubahan atau peningkatan satu variabel strategi pemasaran maka jumlah nasabah akan mengalami peningkatan sebesar 0,675 dengan asumsi faktor lainnya dianggap tetap.
Sesuai persamaan linear sederhana tersebut dapat diketahui bahwa ternyata variabel independen (Strategi Pemasaran berpengaruh terhadap variabel dependen (Nasabah)
Pengujian Hipotesis 1. Uji T
Sebagaimana yang telah dikemukakan dalam teknik analisis, bahwa uji ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, signifikan atau tidak dalam pembuktian hipotesis tersebut pengujian dilakukan dengan membandingkan dengan membandingkan antara nilai t hitung dengan nila t tabel dengan menggunakan kesalahan sebesar 10% atau 0,1 Apabila T hitung > T tabel dan probabilitas <
(a) 0,1 maka ada pengaruh sehingga hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternative (Ha) diterima selanjutnya apabila T hitung < T tabel dan probabilitas > (a) 0,1 maka tidak ada pengaruh sehingga Ho diterima dan Ha ditolak.
Adapun pengujian variabel strategi pemasaran terhadap nasabah pada PT. Bank BNI (Persero), Tbk Cabang Mattoangin Makassar, yaitu uji signifikan variabel Strategi pemesaran (X) dengan Nasabah diperoleh nilai T hitung sebesar 3,890 > T tabel yakni 1,677 dengan tingkat signifikan 0,00 < 0,1 maka
dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti Strategi pemasaran berpengaruh terhadap Nasabah pada PT. Bank BNI (Persero), Tbk Cabang Mattoangin Makassar.
2. Uji F
Pengujian ini bertujuan untuk membuktikan apakah variabel idependen secara serempak menyukai pengaruh terhadap variabel dependen
Tabel 4.11
Sumber data diolah berdasarkan penggunaan teknik analisis ini dilakukan dengan membandingkan nilai hitung F dengan nilai tabel dan derajat kesalahan (a) 0,1atau atau 10%. Jika nilai F hitung > dari nilai F tabel dan probabilitas < F tabel dan probabilitas > dari (a) 0,1 Maka tidak ada pengaruh sehingga hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang berarti bahwa variabel bebasnya secara serempak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikatnya.
Dari hasil perhitungan regresi sederhana yang telah dikemukakan bahwa dapat diketahui F hitung dari perhitungan regresi tersebut. Untuk pengujian hipotesis yang dilakukan nilai F hitung dari hasil regresi adalah sebesar 15,133 sedangkan F tabel sebesar 2,41 maka diketahui Fhitung lebih besar dari tabel (15, 133 > 2,41) dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,1 karena nilai F hitung lebih besar dari F tabel maka hipotesi no (Ho) ditolak dan hipotesis alternative (Ha) diterima yang berarti bahwa secara statistik variabel strategi pemasaran berpengaruh yang signifikan terhadap nasabah Bank pada PT.
Bank BNI (Persero) Tbk Cabang Mattoangin Makassar.
3. Uji Koefisien Determinasi Tabel 4.12 Model Summary
Model R R
Square
Adjusted R Square
Std.
Error of the Estim
ate 1 ,490
a ,240 ,224 3,786 a. Predictors: (Constant), Strateg Pemasaran Sumber data diolah dari hasil pengolahan data dengan mengunakan program ANOVAa
Mode l
Sum of Squar
es
Df Mean
Square F Sig.
1 Regre
ssion
216,9
20 1 216,92 0
15,1 33
,000
b
Resid ual
688,0
60 48 14,335 Total 904,9
80 49
a. Dependent Variable: Nasabah
b.Predictors: (Constant), Strategi Pemasaran
MACAKKA. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 58-66 65 SPSS, diketahui R = 0, 490 yang berarti hubungan posifif antara variabel Strategi Pemasaran dengan variabel Nasabah presentasenya adalah 49% dan sisanya 51%
dipengaruhi oleh faktor lain.
Dari hasil tersebut diperoleh nilai koefisien determinasi (𝑅2) = 0,177
Hal ini menunjukan bahwa sebesar 17,7%
strategi pemasaran dapat dijelaskan oleh variabel nasabah, sedangkan sisanya 82,3%
dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diketahui yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pemasaran adalah suatu kegiatan menyeluruh, terpadu dan terencana yang dilakukan oleh sebuah organisasi atau institusi dalam melakukan usaha agar mengakomodir permintaan pasar dengan cara menciptakan produk bernilai jual menentukan harga, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan saling bertukar umum. Secara sederhana, definisi pemasaran lebih diidentikan dengan proses pengenalan produk atau servis kepada konsumen yang potensial. Aspek-aspek untuk pemasaran ini meliputi periklanan, public relation, promosi dan penjualan. Seperti yang telah diketahui pada hasil penelitian bahwa strategi pemasaran sangat berpengaruh terhadap peningkatan nasabah pada PT. Bank BNI (Persero) cabang mattoangin dimakassar.
Dimana variabel strategi pemasaran berpengaruh yang signifikan terhadap peningkatan nasabah. Konsep bauran pemasaran (marketing mix) sangat penting dalam upaya meningkatkan jumlah nasabah terdiri dari empat P, yaitu Product, price, place dan promotion.
Dari hasil analisis data menjelaskan bahwa sebesar 17,7% strategi pemasaran dapat dijelaskan oleh variabel nasabah, sedangkan sisanya 82,3% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diketahui atau tidak diteliti dalam penelitian ini.
KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa Strategi Pemasaran berpengaruh terhadapap peningkatkan Nasabah pada PT. Bank BNI (Persero) Tbk cabang Mattoangin dimakassar. Hal tersebut dilihat dari nilai sig =0,000 < 𝛼 =0,1. Strategi pemasaran merupakan salah kekuatan untuk mewujudkan dalam mencapai peningkatan
nasabah pada PT. Bank BNI (Persero) Tbk Cabang Mattoangin dimakassar.
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka saran yang dapat diajukan adalah Diharapkan Strategi Pemasaran pada PT. Bank BNI (Persero), Tbk Cabang Mattoangin Makassar untuk tetap mempertahankan dan berusaha meningkatkan agar jumlah nasabah pada PT.
Bank BNI (Persero), Tbk cabang Mattoangin Makassar tetap mengalami peningkatan.
Diharapkan bagi peneliti selanjutnya, untuk mengkaji variabel lain yang dapat meningkatkan jumlah nasabah agar hasil penelitian ini dapat terus dikembangkan.
DAFTAR PUSTAKA
Armstrong, kotler. (2015). Marketing an Introdusing prentice Hail twelfth Edition. England: Pearson Education, Inc
Musseng, H.A. (2019). manajemen pemasaran Revisi. Cetakan Pertama. Makassar:
Yayasan Pendidikan Sains Indonesia.
Cravens, David W. (2015). Pemasaran Strategi. Jakarta: Erlangga
Elisabet, D. (2018). Pengaruh Harga dan Promosi Terhadap Penjualan Produk Kutus-Kutus Pada PT Tamba Waras (Era foto) Di Makassar
Fandy Tjiptono,Ph.D, & Gregorius Chandra.
(2016). Pemasaran Strategik. Edisi Ke Tiga. Yogyakarta: Andi Ofset
Febriana Eka. (2017). Strategi Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Nasabah Tabungan di PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bumi Artha Sampang
Hunger, J. David dan Wheelen, Thomas L.
(2015). Manajemen Startegis.
Yogyakarta: Andi Ofset
Harman, M. (2018). Manajemen Pemasaran.
Bandung: Alfabeta
Irham, F. 2014. Manajemen Strategi.
Bandung: Alfabeta
Kotler. (2015). Menejemen pemasaran jasa Berbasis Kompetensi. Edisi Ke Tiga.
Jakarta. Bumi Aksara
Keller, Kotler. (2016). Menejemen pemasaran.
Edisi Ke Dua. Jakarta : Erlangga Kasmir. (2016). Pemasaran Bank. Jakarta:
Prenada Media
Lupiyoadi. (2016). Manejemen Pemasaran Jasa Teori dan praktik. Edisi Ke Dua.
Jakarta: Salemba Empat
Wibowo, L. A, & D, J. Priansa. (2017).
Manajemen Komunikasi dan pemasaran. Bandung: Alfabeta
Mankunegara, A. A. (2015) Perilaku Konsumen. Edisi kedua. Bandung: PT Revika Aditama
Muhammad. (2016). Manejemen Bank Syariah UPP AMP YKPN. Yogyakarta
Abdullah, T, & F, Tantri. (2012). Manajemen Pemasaran. Edisi Pertama. Depok:
PT. Raja grafindo Persada
Pearce, J. A, & R.B, Robinson. (2015).
Manejemen Strategi Formulasi, Implementasi dan Pengendalian. Jilid Pertama. Jakarta: Binarupa Aksara Sujarweni, W. (2014). Metode Penelitian.
Bandung: Alfabeta
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Bisnis.
Bandung: Alfabeta
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Bisnis.
Bandung: Alfabeta
Supranto (2017). Pengukuran tingkat kepuasan pelanggan. Jakarta: PT.
Asdi Mahas