• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan alat peraga (keradiga) matematika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengembangan alat peraga (keradiga) matematika"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

Selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu yang telah memfasilitasi penulis dalam memperoleh ilmu dan menyelesaikan skripsi ini. MS. Resti Komala Sari, M.Pd selaku pembimbing skripsi II yang selalu bersabar dan telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan, arahan dan motivasi kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini mulai dari penyerahan judul hingga penyerahan judul. kesimpulan tesis. . Seluruh dosen dan karyawan khususnya Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Tadris telah membantu terselesaikannya skripsi ini.

Gambar  Judul  Halaman
Gambar Judul Halaman

Latar Belakang Masalah

Namun pada kenyataannya, masih kurangnya alat peraga yang dapat memvisualisasikan konsep pada materi tiga dimensi. Berdasarkan diskusi dengan guru SMA IT IQRA Bengkulu, mereka merasakan masih kurangnya alat peraga yang dapat membantu siswa mempelajari tiga dimensi. Berdasarkan pengalaman magang 2 dan 3, peneliti menemukan masih kurangnya alat peraga yang dapat membantu guru dalam proses pembelajaran.

Identifikasi Masalah

Alat peraga KERADIGA merupakan alat peraga yang dibuat sendiri oleh peneliti dan diharapkan dapat membantu guru dalam menjelaskan konsep tiga dimensi, misalnya jarak antar titik, jarak antar garis, dan jarak antar bidang. Peran alat peraga KERADIGA juga dapat memberikan kesamaan dalam pengamatan seperti materi geometri yaitu pada dimensi ketiga. Kehadiran alat peraga KERADIGA diharapkan dapat membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar sehingga materi yang disampaikan dapat mudah dipahami.

Pembatasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Alat peraga KERADIGA boleh membantu guru menggambarkan konsep abstrak daripada bahan tiga dimensi. Saya merasakan props KERADIGA dapat membantu guru menggambarkan konsep abstrak daripada bahan tiga dimensi. Sehingga props KERADIGA termasuk dalam kategori “Sangat valid”, baik dari penilaian ahli materi maupun pakar media.

Gambar 2.1 bentuk KERADIGA
Gambar 2.1 bentuk KERADIGA

Statistika Penulisan

LANDASAN TEORI

Pengembangan Alat Peraga

Lebih lanjut Seels & Richey, pengembangan berarti proses menerjemahkan atau mendeskripsikan spesifikasi desain ke dalam bentuk fitur fisik.9 Dengan kata lain, merupakan proses menghasilkan suatu produk yang pemanfaatannya dapat dimanfaatkan secara optimal. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 138 Tahun 2002, pembangunan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan untuk menggunakan prinsip-prinsip kegiatan ilmiah yang telah terbukti untuk meningkatkan fungsi, manfaat, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada atau untuk menghasilkan teknologi baru. Pengembangan secara khusus berarti proses menghasilkan materi pembelajaran yang dapat dirasakan peningkatannya dan terciptanya kualitas yang lebih baik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian alat peraga adalah alat dalam mengajar untuk memperlihatkan sesuatu agar siswa mudah memahami apa yang diajarkan. Lebih lanjut menurut Pramudjon, alat peraga adalah benda konkrit yang dibuat, dirakit atau sengaja disusun untuk membantu penanaman atau pengembangan konsep matematika.10 Dengan kata lain alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Alat peraga adalah alat bantu yang dapat diserap oleh mata dan telinga untuk membantu guru agar proses belajar mengajar siswa menjadi lebih efisien dan efektif.11 Alat peraga juga merupakan media pembelajaran yang memuat atau menyampaikan ciri-ciri konsep yang dipelajari.

Alat peraga matematika adalah seperangkat benda konkrit yang sengaja dirancang, dibuat, dikumpulkan atau disusun dan digunakan untuk membantu memperkenalkan atau mengembangkan konsep atau prinsip dalam matematika. Dari uraian di atas jelaslah bahwa pengertian alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau menyampaikan materi kepada siswa agar mudah dipahami serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga sehingga dapat mendorong proses belajar mandiri siswa.

Pengertian KERADIGA

Rangka kubus merupakan rangka besi yang dirancang untuk menjadi bahan baku visualisasi konsep dari tiga dimensi. Dalam frame ini siswa dapat melihat jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, jarak titik ke bidang, jarak garis ke garis, jarak garis ke bidang, jarak bidang ke bidang. Karet penghubung adalah karet yang dapat menghubungkan suatu titik pada suatu titik tertentu, sehingga dapat memvisualisasikan bentuk pola titik-titik tersebut.

Ambil persegi, letakkan pada rangka, lalu letakkan penjepit karet seperti pada gambar pada pengait pada rangka kubus dan tempelkan bagian lainnya pada persegi yang telah ditempatkan. Ambil persegi, letakkan di dalam bingkai, lalu letakkan karet yang sesuai seperti pada gambar di satu sisi persegi yang ditempel, lalu sisi lainnya di sisi persegi lainnya.

Dimensi Tiga

Instrumen yang digunakan untuk mengukur validitas dan kegunaan sumber belajar KERADIGA dari segi media adalah sebagai berikut:

Gambar 2.10 Kedudukan Titik Di Dalam Bidang
Gambar 2.10 Kedudukan Titik Di Dalam Bidang

Kerangka Berpikir

METODE PENELITIAN

Prosedur Pengembangan

Tahap awal investigasi dilakukan dengan tujuan untuk menemukan bentuk dan karakteristik perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan. Analisis konsep bertujuan untuk mengetahui isi dan materi pembelajaran yang diperlukan dan sesuai dengan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Pada fase ini dilakukan kegiatan untuk mengidentifikasi, merinci dan mengorganisasikan secara sistematis bahan-bahan pokok yang akan dipelajari siswa.

Pengembangan perangkat ini berfokus pada kesesuaian alat peraga yang akan diukur melalui validasi oleh ahli/validator. Dalam penelitian ini akan dilakukan evaluasi melalui dua cara yaitu (1) validasi perangkat yang telah dikembangkan, (2) uji kepraktisan alat peraga melalui uji coba skala terbatas. Tingkat kelayakan atau validitas yang disebutkan dalam penelitian ini didasarkan pada hasil dengan menggunakan skala Likert yang telah ditentukan.

Kemudian untuk menguji praktik penerapan alat peraga akan dilihat dari angket respon siswa yang menerima materi dengan menggunakan alat peraga yang dikembangkan dan pengisian angket yang diberikan. Uji coba ini dilakukan agar alat peraga yang dikembangkan dapat menyajikan materi yang mudah dipahami, dan dapat menyajikan materi tiga dimensi khususnya jarak jauh. Penerapan praktik perangkat pembelajaran ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kepraktisan produk yang dikembangkan.

Tingkat kepraktisan yang dimaksud dalam penelitian ini didasarkan pada skor dengan menggunakan skala likert yang telah ditentukan.

Teknik Pengumpulan Data

Uji ahli media bertujuan untuk menguji kelayakan di bidang media, mulai dari kesesuaian, kegunaan, keawetan, kesesuaian ukuran, penyajian konsep matematika khususnya materi tiga dimensi. Uji praktik sumber belajar bertujuan untuk menguji kesesuaian sumber belajar dalam bidang pembelajaran, bentuk media, kualitas media dan fungsi media.

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Angket Validitasi Ahli Meteri
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Angket Validitasi Ahli Meteri

Teknik Analisis Data

Analisis derajat kemanfaatan alat peraga KERADIGA dapat dilihat dari jawaban mahasiswa yang mengikuti demonstrasi alat peraga pada uji coba lapangan. Ahli materi juga memberikan komentar dan saran terhadap materi pada alat peraga KERADIGA. Validasi media yang dilakukan yaitu validasi alat peraga dari segi bentuk media, kualitas media dan fungsi media.

Berdasarkan skor yang diperoleh dari aspek ini diperoleh skor akhir sebesar 95,91% sehingga alat peraga KERADIGA sangat valid. Hasil evaluasi validator oleh dua orang ahli materi menunjukkan bahwa materi pada alat peraga KERADIGA memperoleh skor rata-rata sebesar 89,58% sehingga termasuk dalam kriteria “Sangat Valid”. Namun alat peraga ini memiliki kelebihan: (1) dapat digunakan dalam jangka waktu lama; (2) kemudahan penggunaan alat peraga dalam praktik mengajar; dan (3) alat peraga juga sesuai dengan materi tiga dimensi;

Alat peraga dikatakan praktis apabila penilaian respon siswa dengan menggunakan alat peraga KERADIGA menunjukkan kriteria positif. Produk penelitian ini akan menghasilkan perangkat pembelajaran KERADIGA untuk kelas XI SMA semester terlampir. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terdahulu dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran matematika (KERADIGA) yang valid dan praktis pada materi dimensi ketiga melalui 3 tahap yaitu (1) tahap awal penyelidikan (Preliminary ), (2). ) tahap pengembangan atau prototyping (fase pengembangan atau prototipe), (3) tahap evaluasi.

Dari hasil penilaian respon siswa, alat peraga KERADIGA termasuk dalam kategori praktis dan tidak perlu direvisi.

Tabel 3.8 Persentase Respon Siswa
Tabel 3.8 Persentase Respon Siswa

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembahasan

Alat peraga KERADIGA yang dikembangkan kemudian dievaluasi untuk mengetahui apakah alat peraga KERADIGA layak digunakan dalam proses pembelajaran. Suatu alat bantu pembelajaran atau media pembelajaran dikatakan tepat apabila memenuhi beberapa aspek, antara lain: aspek keabsahan menurut ahli atau praktisi dan aspek kepraktisan. Peneliti memberikan lembar validasi kepada ahli materi dan ahli media, kemudian dilakukan pengukuran hasil penilaian ahli untuk mengetahui derajat validitas alat peraga KERADIGA, apabila memenuhi kriteria valid maka alat peraga KERADIGA dapat diujikan kepada siswa. .

Penilaian profesional materi dinilai dari sudut pandang pengajaran oleh dosen matematika menunjukkan rata-rata nilai dosen sebesar 83,33% termasuk kriteria “sangat valid”. Dengan menganalisa aspek pembelajaran, alat peraga KERADIGA dapat mengenalkan konsep matematika yaitu tiga dimensi, alat ini juga sesuai dengan kompetensi inti pada kurikulum 2013, dan alat peraga ini dapat membantu guru mendeskripsikan konsep abstrak dari materi tiga dimensi. . Pada Validasi II yang dinilai oleh Ibu Eka Yulitasari selaku guru matematika memperoleh nilai rata-rata sebesar 95,83% termasuk kriteria “sangat valid” yang dinilai dari sudut pandang pembelajaran dan memberikan komentar bahwa alat peraga layak digunakan. dengan koreksi kecil.

Hasil analisis menunjukkan bahwa materi pada sumber belajar KERADIGA telah memenuhi aspek pembelajaran berupa sumber belajar KERADIGA dapat menyajikan konsep matematika yaitu tiga dimensi, sumber ini juga sesuai dengan kompetensi dasar tahun 2013. kurikulum, dan alat pengajaran ini dapat membantu guru mendeskripsikan konsep-konsep yang bersifat abstrak dari materi tiga dimensi. Sebab, alat pembelajaran ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu (1) dapat digunakan di dalam atau di luar kelas; (2) sumber belajar dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar; dan (3) sumber belajar mencakup konsep tiga dimensi. Hasil analisis angket respon siswa pada uji coba lapangan terbatas menunjukkan skor sebesar 82,35% termasuk dalam kriteria “Sangat Positif/Baik”, hal ini menunjukkan bahwa alat peraga praktik digunakan sebagai media pembelajaran.

Hasil analisis tingkat kepraktisan menunjukkan bahwa alat peraga KERADIGA mudah digunakan oleh guru dan siswa serta sesuai dengan tujuan pembelajaran sehingga praktis digunakan sebagai media pembelajaran.

Produk Penelitian

Hasil pengembangan alat peraga matematika (KERADIGA) dimensi ketiga memperoleh validitas yaitu berdasarkan hasil validasi dua orang ahli materi menunjukkan rata-rata skor sebesar 89,58%. Tes praktik jawaban siswa menunjukkan penilaian akhir sebesar 82,35% sehingga termasuk dalam kategori “Sangat Praktis”. Untuk memudahkan guru dalam memberikan materi tiga dimensi sebaiknya menggunakan alat peraga agar siswa mampu memahami konsep tiga dimensi yang abstrak.

Perangkat pembelajaran KERADIGA ini merupakan pengembangan awal yang sedang dikembangkan oleh para peneliti, sehingga masih diperlukan pengembangan lebih lanjut dari KERADIGA untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Pemanfaatan alat peraga pembentuk ruang dalam pembelajaran tambahan dalam upaya mengatasi kesulitan belajar siswa pada materi tiga dimensi di kelas Pengembangan alat ajar geometri berbasis tangram untuk meningkatkan kreativitas pembelajaran matematika di Pondok Pesantren Mts Mawaridussalam Batang Quiz Tp .

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Gambar

Gambar  Judul  Halaman
Gambar 1.2 kerangka kubus
Gambar 2.1 bentuk KERADIGA
Gambar 2.3 Jarak Titik Terhadap Garis
+7

Referensi

Dokumen terkait

Misalnya, alat peraga papan pembagian tanpa sisa 1-30 dapat membantu anak berkesulitan belajar Matematika (Diskalkulia) dalam memahami konsep pembagian.. Tujuan dari

Misalnya, alat peraga papan pembagian tanpa sisa 1-30 dapat membantu anak berkesulitan belajar Matematika (Diskalkulia) dalam memahami konsep pembagian.. Tujuan dari

PENGEMBANGAN ALAT PERAGA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD MATERI PERPANGKATAN DAN AKAR BERBASIS METODE MONTESSORI Skripsi.. Yogyakarta: Program Dtudi Pendidikan Guru

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang berupa keaktifan dan prestasi belajar dalam pembelajaran matematika pada materi logika melalui media alat

1.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan masalah yang telah dirumuskan, tujuan yang hendak dicapai adalah: 1.3.1 Mengembangkan alat peraga Matematika berbasis metode Montessori berupa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika siswa menjadi termotivasi, penggunaan alat peraga dalam pembelajaran

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan alat peraga penjumlahan bersusun matematika dan mengetahui kelayakan alat peraga matematika yang meliputi

Skripsi berjudul “Pengembangan Alat Peraga Magram Sempunan sebagai Media Pembelajaran Matematika pada Siswa Kelas VII”ini disusun untuk memenuhi persyaratan memperoleh