• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN GUIDELINES DAN EVALUASI USABILITY SITUS WEB E-GOVERNMENT INDONESIA

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PENGEMBANGAN GUIDELINES DAN EVALUASI USABILITY SITUS WEB E-GOVERNMENT INDONESIA "

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN GUIDELINES DAN EVALUASI USABILITY SITUS WEB E-GOVERNMENT INDONESIA

ADEK AYU PUTRI JULIANI

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR 2016

(2)
(3)

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Pengembangan Guidelines dan Evaluasi Usability Situs Web e-Government Indonesia adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.

Bogor, September 2016 Adek Ayu Putri Juliani NIM G64120129

(4)

ABSTRAK

ADEK AYU PUTRI JULIANI. Pengembangan Guidelines dan Evaluasi Usability Situs Web e-Government Indonesia. Dibimbing oleh FIRMAN ARDIANSYAH.

Salah satu tujuan pengembangan e-Government adalah mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi dan layanan publik menggunakan media internet. Oleh sebab itu, diperlukan evaluasi terhadap situs web pemerintah dalam berbagai macam performa antarmuka pengguna, salah satunya yaitu usability. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan usability guidelines untuk e-Government tingkat information dan tingkat interaction. Pengembangan guidelines dilakukan dengan mencari web usability guidelines yang sesuai untuk setiap e-Government guidelines yang telah diidentifikasi terlebih dahulu. Pengembangan usability guidelines menghasilkan 84 guidelines untuk tingkat information dan 26 guidelines untuk tingkat interaction. Usability guidelines yang telah dihasilkan dan divalidasi oleh pakar digunakan untuk mengevaluasi situs web provinsi Indonesia. Rata-rata persentase guidelines yang terpenuhi pada tingkat information sebesar 52% dan pada tingkat interaction sebesar 22%. Situs web provinsi Jawa Barat memiliki nilai usability tertinggi dari seluruh situs web yang dievaluasi dengan nilai total 65%, sedangkan situs web provinsi Papua memiliki nilai usability terendah dengan nilai total 22%. Pada pengujian platform mobile, terdapat 9 situs web yang telah responsif di semua platform.

Kata kunci: e-Government, situs web, usability guidelines

ABSTRACT

ADEK AYU PUTRI JULIANI. Development of Guidelines and Usability Evaluation of Indonesian e-Government Websites. Supervised by FIRMAN ARDIANSYAH.

One of the goals of e-government development is to make it easier for people to obtain information and public services using the internet. Therefore, it’s necessary to evaluate the government website in a wide range performance of its usability. This research aims to develop usability guidelines for e-government level of information and the level of interaction. The development of guidelines is done by searching the web usability guidelines appropriate for each e-government guidelines which have been identified determined beforehand. The development of usability guidelines produced 84 guidelines for information level and 26 guidelines for the level of interaction. Usability guidelines that have been produced and validated by the experts is used to evaluate Indonesian province websites. The average percentage guidelines are met at the level of information by 52% and the level of interaction by 22%. The website of West Java province has the highest usability value of all web sites that were evaluated with a total value of 65%, whereas the websites of Papua province has the lowest value of usability with a total value of 22%. In testing the mobile platform, there are 9 websites that have been responsive on all platforms.

Keywords: e-Government, usability guidelines, website

(5)

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer

pada

Departemen Ilmu Komputer

PENGEMBANGAN GUIDELINES DAN EVALUASI USABILITY SITUS WEB E-GOVERNMENT INDONESIA

ADEK AYU PUTRI JULIANI

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR 2016

(6)

Penguji:

1 Dean Apriana Ramadhan, SKomp MKom 2 Dr Yani Nurhadryani, SSi MT

(7)
(8)

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Maret 2016 ini ialah interaksi manusia dan komputer, dengan judul Pengembangan Guidelines dan Evaluasi Usability Situs Web e-Government Indonesia.

Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam bentuk apapun selama masa perkuliahan dan juga selama penyelesaian skripsi ini. Bapak Suwarno dan ibu Sukinah selaku orang tua yang selalu mendoakan, memberikan nasihat, semangat, dan dukungan tanpa terputus kepada penulis. Kepada adik tercinta, Febriyanti Saputri, yang selalu mendoakan, memberikan semangat dan dukungan berharga kepada penulis. Bapak Firman Ardiansyah, SKom MSi selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dengan penuh kesabaran dan keikhlasan sejak awal penulisan proposal sampai pada penulisan karya ilmiah ini. Bapak Dean Apriana Ramadhan, SKomp MKom dan ibu Dr. Yani Nurhadryani, SSi MT selaku dosen penguji yang telah memberi masukan dan arahan bagi perbaikan karya ilmiah ini.

Tim Beasiswa Utusan Daerah PT Bukit Asam Persero Tbk yang telah memberikan dukungan dalam bentuk moril dan materil. Para dosen Departemen Studi Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor yang telah memberikan wawasan dan pengetahuan yang berharga bagi penulis. Staf Departemen Ilmu Komputer: Bapak Ridwan dan Mas Irvan yang telah bersedia membantu dalam hal administratif maupun teknis. Teman seperjuangan (Sarah, Ifan, Fachry, Tari, Agung) yang selalu memberikan semangat dan dukungan dari masa TPB sampai penyelesaian tugas akhir. Tim Lab Mulmed yang saling mendukung dan memberikan semangat dan pikiran dalam melaksanakan penelitian. Mahasiswa Ilmu Komputer yang telah membantu dan memberikan pengalaman baru selama masa perkuliahan.

Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, peneliti, dan pihak lainnya.

Bogor, September 2016 Adek Ayu Putri Juliani

(9)

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL vi

DAFTAR GAMBAR vi

DAFTAR LAMPIRAN vi

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Perumusan Masalah 2

Tujuan Penelitian 2

Manfaat Penelitian 2

Ruang Lingkup Penelitian 2

METODE 2

Identifikasi e-Government Guidelines 3

Pengembangan Usability Guidelines 3

Validasi Guidelines 3

Evaluasi Situs Web 4

Analisis Hasil 4

HASIL DAN PEMBAHASAN 4

Identifikasi e-Government Guidelines 4

Pengembangan Usability Guidelines 5

Validasi Parameter 9

Evaluasi Situs Web 10

Analisis Hasil 13

SIMPULAN DAN SARAN 19

Simpulan 19

Saran 20

DAFTAR PUSTAKA 20

LAMPIRAN 22

RIWAYAT HIDUP 39

(10)

DAFTAR TABEL

1 e-Government guidelines tingkat information 4

2 e-Government guidelines tingkat interaction 5

3 Hasil evaluasi pada platform mobile berdasarkan nilai tertinggi 19

DAFTAR GAMBAR

1 Diagram alir metodologi penelitian 3

2 Halaman utama situs web provinsi Sulawesi Utara 11 3 Hasil pencarian pada situs web provinsi Sulut 11

4 Link ke situs web resmi lainnya 11

5 Berita dan kolom komentar 12

6 Tampilan situs web DI Yogyakarta pada platform mobile 13 7 Persentase rata-rata kategori information terpenuhi 13

8 Contoh link teks 14

9 Contoh link gambar 14

10 Contoh biodata pemimpin yang lengkap 14

11 Contoh biodata pemimpin yang hanya menampilkan nama 15 12 Persentase usability guidelines terpenuhi pada tingkat information 15 13 Persentase rata-rata kategori interaction terpenuhi 16 14 Persentase usability guidelines terpenuhi pada tingkat interaction 17

15 Contoh interaksi melalui email 17

16 Perbandingan persentase tingkat information dan tingkat interaction 18

DAFTAR LAMPIRAN

1 Sumber referensi e-Government guidelines tingkat information 22 2 Sumber referensi e-Government guidelines tingkat interaction 23 3 Usability guidelines tingkat information dan hasil validasi pakar 24

4 Usability guidelines tingkat interaction 27

5 Sumber referensi untuk setiap usability guidelines 28

6 Hasil evaluasi 32 situs web provinsi 32

7 Situs web provinsi Indonesia yang dapat dievaluasi 38

(11)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pengembangan situs web merupakan salah satu strategi Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government secara sistematik melalui tahapan yang realistik dan terukur (Kemkominfo 2010). Pengembangan e-Government tersebut bertujuan untuk mempermudah masyarakat Indonesia dalam memperoleh informasi dan layanan pemerintah daerah, serta ikut berpartisipasi dalam pengembangan demokrasi menggunakan media internet. Pada April 2010, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) menerbitkan Panduan Pembangunan Situs Web Pemerintah Daerah untuk menjamin bahwa sistem tersebut dapat memenuhi harapan yang diinginkan. Kemkominfo juga mengadakan Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI) berdasarkan kesesuaian tugas dan fungsi instansi.

Berdasarkan United Nations e-Government Survey 2014, Indonesia berada diurutan ke-106 dari 193 dengan nilai total 35%. Persentase untuk setiap tingkat e- Government adalah 69% untuk tingkat 1 (information), 34% untuk tingkat 2 (interaction), 9% untuk tingkat 3 (transaction), dan 35% untuk tingkat 4 (connected). Hasil persentase ini menunjukkan bahwa situs web e-Government Indonesia masih berada pada tingkat information dan belum sampai ke tingkat transaction.

Berdasarkan Blueprint Sistem Aplikasi e-Government yang diterbitkan oleh Kemkominfo (2004), terdapat beberapa standar kebutuhan sistem aplikasi yang harus dipenuhi oleh setiap sistem aplikasi e-Government, salah satunya adalah user friendly atau sistem aplikasi mudah dioperasikan dengan antarmuka pengguna yang lazim berlaku sesuai dengan kebiasaan dan budaya penggunanya. Untuk mewujudkan standar user friendly, diperlukan evaluasi terhadap situs web pemerintah dalam berbagai macam perfoma antarmuka pengguna salah satunya yaitu usability.

Ichsani (2012) telah melakukan evaluasi usability dengan metode observasi dan evaluasi accessibility dengan standar Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0 pada situs web provinsi Indonesia. Evaluasi usability bertujuan menghasilkan framework berupa 9 jenis skenario berdasarkan konten minimal yang harus ada pada situs web pemerintah daerah oleh Kemkominfo. Hasilnya adalah situs web provinsi Jambi memiliki performa tertinggi dan situs web provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki performa terendah. Wahid (2008) juga telah mengevaluasi fokus dan kualitas situs web pemerintah Indonesia menggunakan kriteria yang diajukan oleh Eschenfelder et al (1997). Hasilnya secara umum situs web pemerintah daerah Indonesia lebih berfokus pada mempromosikan hubungan antara pemerintah dan pebisnis, sementara efisiensi dan efektifitas dalam penyampaian layanan umum tidak terlalu diprioritaskan.

Studi lain mengenai usability situs web pemerintah di luar negeri juga telah dilakukan di Uganda oleh Asiimwe dan Lim (2010), menggunakan metode investigasi fitur berdasarkan tiga perspektif, yaitu tampilan desain, navigasi, dan kebijakan hukum yang diambil dari 14 perspektif yang diadaptasi dari e- Government Toolkit dan WCAG 2.0. Hasil penelitian tersebut menunjukkan

(12)

2

beberapa situs web pemerintah Uganda secara parsial telah usable dalam hal tampilan desain dan navigasi, tetapi lemah dalam hal menyatakan kebijakan hukum.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut dapat diketahui bahwa belum tersedia panduan di Indonesia untuk mengevaluasi situs web e-Government dari segi usability. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan usability guidelines untuk mengevaluasi situs web e-Government di Indonesia.

Perumusan Masalah

Perlunya meningkatkan usability situs web e-Government Indonesia.

Sehingga rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah belum tersedianya usability guidelines untuk mengevaluasi situs web e-Government di Indonesia.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah terbentuknya usability guidelines untuk situs web e-Government dan hasil evaluasi situs web e-Government tingkat provinsi di Indonesia.

Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menunjang upaya-upaya strategis oleh pemerintah dalam meningkatkan performa situs webnya terutama dalam segi usability, dan dapat dijadikan panduan untuk mengevaluasi usability situs web e- Government Indonesia.

Ruang Lingkup Penelitian Lingkup penelitian ini dibatasi pada:

1 Pengembangan usability guidelines untuk 2 tingkat (information dan interaction) dari 4 tingkat e-Government (information, interaction, transactional, dan connected).

2 Situs web provinsi di Indonesia.

3 Evaluasi berdasarkan pada ada atau tidaknya komponen guidelines pada situs web.

METODE

Alur dari kajian penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 1. Secara garis besar tahap dari pengembangan usability guidelines dan evaluasi situs web e-Government ialah identifikasi e-Government guidelines, pengembangan usability guidelines, validasi guidelines, evaluasi situs web, dan analisis hasil.

(13)

3

Gambar 1 Diagram alir metodologi penelitian

Identifikasi e-Government Guidelines

Terdapat 4 tingkatan e-Government berdasarkan United Nations (2014), yaitu emerging information services (information), enhanced information services (interaction), transactional services (transactional), dan connected service (connected). Penelitian ini akan berfokus pada tingkat information dan interaction.

Pengumpulan dan penentuan e-Government guidelines akan dilakukan dengan mempertimbangkan pengertian dan karakteristik e-Government tingkat information dan interaction berdasarkan United Nations (2014). Tingkat information adalah tahap 1, di mana situs web pemerintah memberikan informasi dasar dan terbatas. Tingkat interaction adalah tahap 2, di mana situs web pemerintah memberikan komunikasi satu arah atau komunikasi dua arah yang sederhana antara pemerintah dan warganya, seperti dapat mengunduh formulir untuk layanan pemerintah.

Pengembangan Usability Guidelines

Usability menurut Nielsen (2012) adalah sebuah kualitas yang menilai kemudahan user interface yang digunakan. Usability juga mengacu pada metode untuk meningkatkan kemudahan penggunaan selama proses desain. Pada tahap ini akan dilakukan pengembangan usability guidelines untuk situs web e-Government.

Pengembangan ini dilakukan dengan cara mencari web usability guidelines dari setiap e-Government guidelines untuk menghasilkan usability guidelines.

Validasi Guidelines

Validasi guidelines dilakukan untuk memverifikasi kelayakan guidelines berdasarkan penilaian pakar. Validasi untuk e-Government guidelines akan

(14)

4

dilakukan ke pakar e-Government dan validasi untuk usability guidelines akan dilakukan ke pakar usability.

Evaluasi Situs Web

Evaluasi pada penelitian ini akan menggunakan situs web provinsi yang ada di Indonesia. Evaluasi yang dilakukan adalah mengukur apakah situs web mempunyai kriteria dari guidelines atau tidak dengan memberikan nilai 1 jika ada dan nilai 0 jika tidak ada. Evaluasi juga dilakukan pada berbagai platform mobile untuk melihat desain situs web responsif atau tidak apabila digunakan di perangkat mobile.

Analisis Hasil

Analisis hasil evaluasi situs web dilakukan pada guidelines terpenuhi dari semua situs web yang dievaluasi. Penilaian hasil evaluasi diberikan dengan membandingkan rata-rata guidelines yang terpenuhi dengan keseluruhan total guidelines. Berikut adalah perhitungan persentase pemenuhan guidelines.

% Pemenuhan guidelines = Total guidelines terpenuhi

Total guidelines X 100%

HASIL DAN PEMBAHASAN

Identifikasi e-Government Guidelines

Pengumpulan e-Government guidelines dikumpulkan dari sumber referensi yang memiliki penjelasan tentang tingkatan e-Government. Di mana tahap 1 dan tahap 2-nya memiliki karakteristik seperti e-Government tingkat information dan interaction berdasarkan United Nations (2014). Pengumpulan e-Government guidelines didapatkan dari 6 sumber referensi yang mendukung. Dari sumber referensi tersebut dilakukan seleksi untuk menentukan e-Government guidelines yang akan dikembangkan pada tahap selanjutnya. Jumlah e-Government guidelines yang telah dikumpulkan sebanyak 26 guidelines, yaitu 17 guidelines untuk tingkat information (Tabel 1) dan 9 guidelines untuk tingkat interaction (Tabel 2). Sumber referensi untuk masing-masing guidelines dapat dilihat pada Lampiran 1 untuk tingkat information dan Lampiran 2 untuk tingkat interaction.

Tabel 1 e-Government guidelines tingkat information

No Guidelines No Guidelines

1 Link ke situs web resmi lainnya 11 Nomor telepon

2 Dokumen 12 Sejarah

3 Berita 13 Motto daerah

4 About us 14 Lambang daerah dan artinya

5 Kontak informasi 15 Biodata pemimpin daerah 6 Situs web versi bahasa Inggris. 16 Biodata pejabat daerah

(15)

5

No Guidelines No Guidelines

7 Visi dan misi 17 Peta wilayah dan sumberdaya 8 Struktur pemerintahan

9 Alamat kantor 10 Nomor fax

Tabel 2 e-Government guidelines tingkat interaction No Guidelines No Guidelines

1 Unduh formulir 6 Komentar

2 Help 7 Forum diskusi

3 Audio dan video 8 Site map

4 Interaksi 9 Search

5 Email

Pengembangan Usability Guidelines

Dari 26 e-Government guidelines yang telah dihasilkan pada tahap sebelumnya, dilakukan pengembangan guidelines untuk mendapatkan usability guidelines yang sesuai dari setiap e-Government guidelines tersebut. Setelah dilakukan pengembangan guidelines, dihasilkan 110 usability guidelines untuk situs web e-Government. Tingkat information memiliki 84 guidelines (Lampiran 3) dan tingkat interaction memiliki 26 guidelines (Lampiran 4). Pengembangan guidelines dilakukan dengan mencari web usability guidelines yang sesuai untuk setiap e-Government guidelines. [X] merupakan kode untuk setiap usability guidelines yang telah dihasilkan.

Link [A]

Pengembangan yang dilakukan untuk link ke situs web resmi lainnya adalah mencari web usability tentang link. Menurut Koyani (2004), link teks lebih mudah dikenali sebagai sesuatu yang dapat di klik dibandingkan dengan link gambar.

Dalam satu studi Koyani, pengguna menunjukkan kebingungan mengenai gambar tertentu yang merupakan sebuah link. Pengguna tidak tahu apakah gambar merupakan sebuah link tanpa menempatkan kursor diatas gambar.

Pada link teks, Nielsen (2011) menyebutkan harus terdapat perubahan warna untuk link teks yang telah dikunjungi. Perubahan warna link membantu pengguna untuk memahami bagian mana dari situs web yang telah mereka kunjungi.

Umumnya, yang terbaik menggunakan warna link teks default (biru untuk link belum dikunjungi dan ungu untuk link yang telah dikunjungi). Menurut Nielsen dan Loranger (2006), menggarisbawahi dan menggunakan warna biru pada link memberikan isyarat visual yang kuat untuk suatu link. Untuk penamaan label link, gunakan nama jelas, karena menurut Koyani (2004) label link harus menggunakan konsep yang bermakna, mudah dipahami, dan dapat melihat tujuan link. Link harus konsisten antara label dan tujuan halaman.

Dokumen [L]

Pengembangan guidelines dokumen dilakukan dengan mencari web usability untuk dokumen. Menurut Koyani (2004), dokumen harus konsisten dalam memberikan informasi untuk dibaca secara online atau dicetak. Menyediakan link

(16)

6

untuk pengguna yang ingin mengunduh dokumen, resource atau file yang ada di situs web. Nielsen (2011) menyebutkan bahwa dokumen dapat dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu untuk mengurangi waktu pengguna dalam mencari atau memindai. Pastikan label kategori jelas menggambarkan isi yang ada dalam kategori. Urutkan dokumen berdasarkan abjad untuk memudahkan pemindaian.

Berita [B]

Menurut Kemkominfo (2010), berita yang ada di situs web pemerintah harus berasal dari daerah setempat. Sehingga pada pengembangan guidelines ini berita harus memberikan informasi sumber lokasi daerah. Format penulisan tanggal terbit berita berbeda antara situs web versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Situs web versi bahasa Indonesia menggunakan format berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2015). Sedangkan situs web versi bahasa Inggris menggunakan format dari ISO yang dapat dilihat di W3C (2003) Use International Date Format.

Pada penulisan berita, ukuran huruf untuk judul berita harus lebih besar dan tebal dari isi berita. Koyani (2004) menyebutkan bahwa penggunaan urutan judul HTML (H1–H3) akan membantu pengguna mendapatkan hirarki informasi. Nielsen dan Loranger (2006) juga menyebutkan bahwa judul harus lebih besar dan tebal dari isi teks. Dalam halaman tertentu, judul yang efektif akan ditangkap oleh mata pengguna dan mengumumkan tujuan konten. Ukuran huruf untuk bagian isi setidaknya 10 – 12 poin untuk target pengguna secara umum. Namun, pada penelitian Koyani (2004) menyebutkan bahwa ukuran huruf yang lebih kecil dari 12 poin menghasilkan kinerja membaca lebih lambat. Sehingga ukuran huruf untuk isi berita setidaknya menggunakan 12 poin. Ukuran huruf juga dapat dipengaruhi oleh jenis huruf. Ukuran 12 poin jenis huruf Georgia lebih besar dibandingkan dengan 12 poin jenis huruf Times New Roman. Untuk jenis huruf sendiri Koyani menyarankan jenis huruf yang familiar (Times New Roman, Georgia, Arial, Helvetica, dan Verdana) untuk kecepatan membaca. Nielsen dan Loranger (2006) membahas tentang jenis huruf yang mudah dibaca secara online. Georgia dan Verdana adalah jenis huruf yang dirancang untuk membaca secara online. Namun, jika tidak yakin akan menggunakan jenis huruf apa, lebih aman untuk menggunakan Verdana. Karena Verdana adalan jenis huruf paling mudah dibaca, bahkan dalam tipe kecil.

Perpaduan warna huruf dan warna latar belakang juga mempengaruhi saat membaca. Berdasarkan standar Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0, presentasi visual teks harus memiliki rasio kontras minimal 4.5:1 antara warna teks dan warna latar belakang yang digunakan. Untuk menghitung nilai rasio kontras dapat menggunakan webAIM (http://webaim.org/resources/contrastchecker/).

Penentuan ukuran huruf, jenis huruf, dan rasio kontras pada berita juga dilakukan untuk pengembangan e-Government guidelines sejarah [D], penjelasan arti logo atau lambang [F], dan visi dan misi [J].

About Us

Dari sumber referensi yang menyebutkan bahwa e-government tingkat information harus memiliki about us tidak memberikan penjelasan lebih lanjut about us seperti apa yang harus diberikan kepada pengguna. Sehingga pada penelitian ini, about us diartikan untuk menyampaikan semua informasi dasar

(17)

7 tentang pemerintah daerah, yaitu sejarah, motto daerah, lambang daerah, biodata pemimpin daerah, biodata pejabat daerah, visi dan misi, dan struktur pemerintahan.

Kontak Informasi [C]

Kontak informasi merupakan sebuah informasi untuk pengguna yang ingin menghubungi pemerintah daerah. Sehingga pengembangan usability guidelines untuk kontak informasi berisi pengembangan guidelines alamat kantor, nomor telepon, dan nomor fax.

Informasi alamat kantor harus ditampilkan berdasarkan standar Pos Indonesia.

Hal ini bertujuan agar tidak menimbulkan kebingungan kepada pengguna yang ingin mengirim surat atau yang ingin datang langsung ke kantor. Menurut Godam (2016), penulisan alamat sesuai standar Pos Indonesia minimal terdapat nama tempat atau nama jalan, kecamatan, kota atau kabupaten, provinsi, dan kode pos.

Nomor telepon dan fax, Koyani (2004) menyebutkan bahwa akan lebih mudah untuk memasukkan dan memverifikasi nomor telpon 10 digit ketika terbagi menjadi 3 kelompok, NNN-NNN-NNNN. Sehingga penulisan untuk nomor telpon dan fax setidaknya diselingi dengan tanda hubung (–).

Situs web versi bahasa Inggris [M]

Nielsen (2001) menyebutkan jika situs web memiliki pilihan bahasa, sebaiknya berikan link ke bahasa tersebut dalam bahasa asli. Jika situs web memiliki bahasa dominan yang langsung ke halaman awal dengan bahasa asli, maka berikan link tunggal untuk ke situs web versi bahasa Inggris.

Struktur pemerintah [G]

Pengembangan guidelines struktur pemerintah ini dilakukan dengan mencari informasi apa saja yang harus ada dalam sebuah struktur organisasi. Menurut Sora (2015), struktur organisasi adalah suatu susunan atau hubungan antara komponen bagian-bagian dan posisi dalam sebuah organisasi. Fungsi dari struktur organisasi adalah kejelasan tanggungjawab, kedudukan, jalur hubungan, dan tugas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam struktur organisasi harus memberikan informasi nama dan kedudukan atau jabatan. Pada pengembangan ini juga dilakukan analisis pada situs web www.indonesia.go.id untuk melihat informasi apa saja yang ada dalam struktur pemerintah Indonesia. Hasilnya adalah rata-rata struktur pemerintah memberikan informasi nama dan kedudukan atau jabatan.

Lambang daerah [F]

Pengembangan yang dilakukan untuk lambang daerah adalah mencari web usability tentang logo. Berdasarkan pedoman yang diberikan Nielsen dan Loranger (2006), nama atau logo organisasi harus ada di setiap halaman dan berada di sebelah kiri atas halaman. Koyani (2004) juga menyebutkan bahwa logo diletakkan di sebelah kiri atas pada setiap halaman dan berupa link yang menuju ke halaman utama.

Biodata pemimpin daerah [I]

Biodata pemimpin daerah adalah salah satu e-Government guidelines yang dikeluarkan oleh Kemkominfo (2010) melalui minimum isi konten. Untuk pengembangan guidelines ini, dilakukan analisis pada situs web utama pemerintah

(18)

8

Indonesia (www.indonesia.go.id) untuk melihat infomasi apa saja yang ada di biodata para pemimpin. Salah satu biodata pemimpin yang dianalasis adalah biodata Presiden Republik Indonesia. Hal ini dilakukan karena Kemkominfo tidak memberikan penjelasan informasi apa saja yang harus disampaikan pada biodata pemimpin daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa informasi yang hasus ada dalam biodata pemimpin adalah nama, tempat lahir, tanggal lahir, agama, pendidikan, prestasi atau penghargaan, karir, dan organisasi.

Biodata pejabat daerah [H]

Biodata pejabat daerah menurut Kemkominfo (2010) berisi nama, lamat kantor, nomor telepon, dan nomor fax. Sehingga usability guidelines untuk biodata pejabat daerah sama dengan usability guidelines kontak informasi.

Unduh formulir [N]

Unduh formulir adalah pengguna dapat mengunduh formulir yang biasanya hanya bisa didapatkan apabila datang langsung ke kantor pemerintah.

Pengembangan yang dilakukan adalah bagaimana cara pengguna mengetahui bahwa formulir dapat diunduh. Menurut Koyani (2004), sediakan link untuk mengunduh formulir dengan penamaan label link lengkap dan jelas yang dapat membedakan antara formulir dengan file lainnya.

Help [Q]

Menurut Koyani (2004), menyediakan fasilitas Help sangat penting jika situs web dirancang untuk banyak pengguna yang baru pertama kali berkunjung. Serta menyediakan frequently asked question (FAQ) dan jawabannya juga dapat membantu pengguna dalam menggunakan situs web. FAQ adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pengguna situs web.

Video dan audio [O]

Koyani (2004) dan Nielsen (2001) menyebutkan bahwa harus ada penjelasan pengantar untuk video dan audio. Hal ini sesuai dengan tujuan dari e-government guidelines ini sendiri, yaitu untuk menyampaikan atau mendukung pesan situs web atau konten lainnya.

Interaksi [P]

Interaksi merupakan guidelines yang menujukkan interaksi antara pemerintah dan masyarakat melalui adanya balasan email, komentar, dan forum diskusi.

Menurut Nielsen (2008), dalam balasan email harum memberikan informasi nama pengirim dan kontak informasi yang dapat dihubungi lebih lanjut oleh pengguna.

Serta menggunakan subjek yang sama dengan subjek yang dikirim pengguna.

Site map [R]

Menurut Koyani (2004), Site Map memberikan gambaran secara umum dari isi situs web. Memungkinkan menampilkan hirarki situs web menyerupai daftar isi.

Site Map ditulis berurutan sesuai abjad untuk memudahkan pengguna memindai.

Nielsen (2008) menyebutkan 2 usability guidelines utama untuk Site Map adalah menggunakan label “Site Map” dan menggunakan desain statis.

(19)

9 Search [S]

Menurut Nielsen (2001, 2006) ada beberapa hal yang pengguna harapkan dari Search. Sebuah kotak dimana mereka dapat mengetik kata-kata, bukan hanya sebuah link yang menuju ke halaman pencarian. Sebuah tombol berlabel “Search”

di sebelah kanan kotak pencarian yang dapat mereka klik untuk menjalankan pencarian. Letak pencarian di bagian atas tubuh setiap halaman, untuk memberikan kesempatan besar pengguna menemukannya ketika mereka membutuhkan. Nielsen (2002) menyebutkan bahwa lebar kotak pencarian setara dengan 27 karakter agar dapat mengakomodasi beberapa kata tanpa menutupi bagian permintaan pengguna.

Menurut Koyani (2004), masukkan huruf kecil dan huruf besar harus dapat dikenali dan dianggap setara oleh situs web. Contoh masukan “SEARCH”, “Search”, dan

“search” akan tetap menghasilkan hasil pencarian yang sama.

Usability guidelines yang dihasilkan berasal dari 17 sumber referensi yang mendukung. Masing-masing guidelines berasal dari minimal 1 sumber referensi dan maksimal 5 sumber referensi (Lampiran 5). Guidelines yang memiliki 1 sumber referensi adalah guidelines yang berasal dari Godam (2016), ISO, Kemdikbud (2015), Koyani (2004), dan WCAG 2.0. Godam (2016) digunakan pada usability guidelines untuk alamat kantor, karena menjelaskan konten apa saja yang harus ada di sebuah alamat berdasarkan standar POS Indonesia. ISO digunakan pada usability guidelines berita untuk menentukan format tanggal secara internasional pada situs web versi bahasa Inggris. Sebaliknya, Kemdikbud (2015) digunakan untuk menentukan format tanggal pada situs web versi bahasa Indonesia berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Beberapa guidelines yang hanya berasal dari Koyani (2004) tetap digunakan karena terdapat pembobotan yang melibatkan 36 web designers dan 13 usability specialists. Guidelines yang hanya berasal dari WCAG 2.0 tetap digunakan karena WCAG dari World-Wide Web Consortium (W3C) merupakan panduan accessibility yang paling dikenal secara luas.

Validasi Parameter

e-Government guidelines yang telah didapatkan pada tahap identifikasi e- Government guidelines telah dinilai kelayakannya oleh pakar e-Government. Pakar e-Government adalah seorang dosen dari Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor yang mengajar mata kuliah Sistem Informasi. Berdasarkan hasil penilaian pakar, perlu ditambahkan kategori pelayanan publik. Menurut pakar, saat masyarakat membuka situs web pemerintah, masyarakat cenderung mencari informasi layanan publik apa saja yang disediakan oleh situs web. Salah satu contoh pelayanan publik adalah pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Usability guidelines yang dihasilkan dari pengembangan guidelines telah dinilai kelayakannya oleh pakar usability. Pakar usability adalah seorang dosen dari Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor yang mengajar mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer. Berdasarkan hasil penilaian pakar, terdapat 2 guidelines dari kategori audio dan video yang dihilangkan karena bernilai subjektif.

Guidelines tersebut adalah video membantu untuk menyampaikan atau mendukung pesan situs web atau konten lainnya dan audio membantu untuk menyampaikan atau mendukung pesan situs web atau konten lainnya.

(20)

10

Pada kategori search, usability guidelines yang awalnya menyebutkan hasil pencarian memberikan informasi yang dicari diubah menjadi terdapat hasil pencarian. Hal ini disebabkan guidelines yang menyebutkan hasil pencarian memberikan informasi yang dicari bernilai subjektif dan secara usability cukup menampilkan hasil tanpa melihat informasi sesuai dengan yang dicari atau tidak.

Pada kategori sejarah; visi dan misi terdapat guidelines menggunakan jenis huruf Verdana, guidelines diubah menjadi menggunakan jenis huruf sans serif (Arial/Verdana) atau serif (Georgia/Times New Roman). Hal ini dikarenakan guidelines terlaku spesifik menurut penilaian pakar.

Evaluasi Situs Web

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, terdapat 34 provinsi di Indonesia. Evaluasi dilakukan secara mandiri dengan mengunjungi 34 situs web provinsi. Evaluasi dilakukan secara mandiri karena keterbatasan waktu dan pertimbangan jumlah responden dalam mengevaluasi 34 situs web. Evaluasi dilakukan dengan melihat banyaknya guidelines yang terpenuhi pada setiap situs web provinsi. Setiap guidelines yang terpenuhi diberi nilai 1 dan guidelines yang tidak terpenuhi diberi nilai 0 (Lampiran 7). Evaluasi situs web provinsi dilakukan pada 15 – 20 Juni 2016 dan 08 – 12 Agustus 2016. Pada periode evaluasi, terdapat dua situs web yang tidak dapat dievaluasi karena pada periode tersebut situs web sedang dalam pengembangan dan pengerjaan sehingga jumlah situs web yang dievaluasi adalah 32 situs web (Lampiran 8). Situs web yang tidak dapat dievaluasi adalah situs web provinsi Maluku Utara dan provinsi Nusa Tenggara Timur.

Contoh mengevaluasi situs web provinsi Sulawesi Utara (Sulut) adalah mengetikkan query berupa nama provinsi pada mesin pencari Google untuk mengetahui alamat situs web provinsi Sulut. Pada halaman utama situs web provinsi Sulawesi Utara (Gambar 2), dilakukan penilaian untuk kategori logo daerah dan search. Pada Gambar 2 dapat dilihat terdapat logo atau lambang daerah di bagian kiri atas halaman. Kemudian diklik salah satu menu untuk melihat apakah logo berada di setiap halaman dengan letak yang konsisten dan dapat diklik untuk menuju ke halaman utama. Pada bagian kanan atas halaman terdapat kotak pencarian. Pada kotak pencarian dimasukkan huruf sebanyak 27 karakter untuk menilai lebar kotak pencarian. Situs web Sulut telah menganggap setara masukkan huruf besar dan kecil pada kotak pencarian. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 3, di mana memasukan kata “PERaturan” dan “peraturan” memiliki hasil pencarian yang sama.

Pada halaman utama juga ddilakukan pencarian menu yang berisi link ke situs web resmi lainnya. Situs web resmi adalah situs web yang memiliki format go.id pada alamat situs webnya. Pada situs web Sulut, link berada di bagian bawah halaman (Gambar 4). Usability guidelines pada kategori link yang diberi nilai 1 adalah guidelines link berupa link teks, label link berupa nama jelas, dan link sesuai dengan halaman yang dituju. Guidelines yang menyebutkan terdapat perbedaan warna antara link yang telah dikunjungi dengan link yang belum dikunjungi diberi nilai 0, karena saat link Dishubkominfo dibuka, tidak ada perubahan warna link.

(21)

11

Gambar 2 Halaman utama situs web provinsi Sulawesi Utara

Gambar 3 Hasil pencarian pada situs web provinsi Sulut

Gambar 4 Link ke situs web resmi lainnya

(22)

12

Salah satu berita di menu Recent Posts dibuka untuk menilai usability guidelines kategori berita. Kemudian dicek apakah berita memiliki sumber lokasi dan tanggal terbit. Penulisan tanggal terbit hanya dicek untuk situs web versi bahasa Indonesia karena situs web tidak memiliki situs web versi bahasa Inggris. Untuk melihat ukuran huruf, jenis huruf dan warna huruf yang digunakan, dilakukan dengan cara memilih Inspect saat mengklik kanan bagian isi berita (Gambar 5).

Warna huruf digunakan untuk mengecek nilai kontras dengan menggunakan webAIM. Pada Gambar 5 juga dapat dilihat bahwa situs web tidak menyediakan kolom komentar di bawah artikel yang diterbitkan.

Gambar 5 Berita dan kolom komentar

Dari 4 menu utama, yaitu menu pemerintahan, mengenal provinsi Sulut, informasi, dan kabupaten/kota hanya menu mengenal provinsi Sulut yang mempunyai isi. Isi dari menu tersebut adalah sejarah tentang Sulut. Setelah menelusuri semua menu yang ada di halaman utama dan isi dari menu utama, dapat disimpulkan bahwa situs web Sulut tidak memiliki kontak informasi, motto daerah, deskripsi logo, struktur pemerintah, biodata pemimpin daerah, biodata pejabat daerah, visi dan misi, peta wilayah, link versi bahasa, dan dokumen. Sehingga nilai untuk semua guidelines yang ada di masing-masing kategori diberi nilai 0. Kategori interaksi juga diberi nilai 0 karena tidak ada informasi kontak yang dapat dihubungi untuk melihat adanya interaksi antara pemerintah dan masyarakat.

Evaluasi pada platform mobile dilakukan dengan menggunakan Mobile Responsive Desain Testing (http://www.studiopress.com/responsive/). Terdapat 5 platform mobile yang diujikan, yaitu small phone, iPhone, small tablet, iPad – potrait, dan iPad – landscape. Situs web yang responsif diberi nilai 2, fit diberi nilai 1, dan berantakan diberi nilai 0. Responsif merupakan desain situs web yang menyesuaikan platform mobile baik dari tampilan maupun navigasinya. Sebaliknya, berantakan adalah desain situs web saat digunakan di platform mobile menjadi tidak beraturan baik dari tampilan dan navigasinya. Fit adalah tampilan dan navigasi yang sama untuk di desktop dan di mobile.

Cara mengevaluasinya adalah dengan cara memasukkan alamat situs web provinsi pada kotak yang telah disediakan, kemudian mengklik tombol enter pada keyboard lalu akan muncul hasil tampilan situs web pada 5 platform mobile. Contoh hasil tampilan untuk provinsi DI Yogyakarta dapat dilihat pada Gambar 6.

(23)

13

Gambar 6 Tampilan situs web DI Yogyakarta pada platform mobile Analisis Hasil

Tingkat Information

Pada tingkat information, kategori untuk usability guidelines yang telah banyak diterapkan oleh situs web provinsi adalah kategori visi dan misi, berita, logo dan artinya. Kategori visi dan misi merupakan tujuan atau target dari pemerintah daerah yang sudah banyak diterapkan dengan nilai rata-rata sebesar 84% (Gambar 7). Kategori berita mendapat nilai rata-rata sebesar 74%, dimana banyak situs web yang tidak menggunakan format penulisan tanggal yang sesuai EYD untuk situs web versi bahasa Indonesia dan ISO untuk situs web versi bahasa Inggris. Logo merupakan lambang daerah atau pemerintahan yang memiliki makna berbeda-beda di setiap daerah. Kategori logo dan artinya mendapat nilai rata-rata sebesar 72%, terdapat beberapa situs web provinsi yang tidak memberikan informasi tentang arti dari logo daerahnya. Sebaliknya, guidelines yang tidak selalu terpenuhi pada situs web adalah kategori peta administratif dengan nilai rata-rata hanya 6%. Peta administratif adalah peta wilayah yang memberikan informasi tentang batas-batas administrasi daerah. Beberapa situs web telah memberikan penjelasan tentang batas-batas wilayah pemerintahan, tetapi tidak memberikan informasi dalam bentuk peta yang seharusnya ada dalam situs web berdasarkan minimum isi konten oleh Kemkominfo (2010).

Gambar 7 Persentase rata-rata kategori information terpenuhi

6

20 24

34 35

39 51

52 54

67 72

74 84

0 20 40 60 80 100

Peta administratif Biodata pejabat daerah Struktur pemerintahan Situs web versi English Link ke situs web resmi Biodata pemimpin daerah Dokumen Kontak informasi Motto daerah Sejarah Logo dan artinya Berita Visi dan misi

Rata-rata kategori terpenuhi (%)

Kategori

(24)

14

Salah satu contoh hasil evaluasi untuk kategori link yang baik dapat dilihat pada Gambar 8, dimana link berupa teks, bergaris bawah, berwarna biru, dan terdapat perbedaan warna link yang belum dan telah dikunjungi. Sebaliknya, pada Gambar 9 terdapat sederetan lambang daerah yang merupakan link menuju situs web resmi lainnya. Bentuk link tersebut menggunakan gambar dan tidak memiliki label nama sehingga dapat memperlambat pengguna karena pengguna tidak mengetahui link tersebut menuju ke situs web apa. Untuk contoh kategori biodata pemimpin yang baik dapat dilihat pada Gambar 10, dimana situs web memberikan informasi lengkap tentang pemimpin daerahnya. Sebaliknya, pada Gambar 11, situs web hanya memberikan informasi nama dan foto. Contoh yang baik adalah contoh yang memenuhi semua guidelines dalam suatu kategori.

Gambar 8 Contoh link teks Gambar 9 Contoh link gambar

Gambar 10 Contoh biodata pemimpin yang lengkap

Dari 32 situs web yang dievaluasi, situs web yang telah banyak menerapkan usability guidelines untuk semua kategori adalah provinsi Banten dengan persentase nilai sebesar 71%. Sebaliknya, persentase terendah dimiliki oleh provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai persentase sebesar 29% (Gambar 12).

Nilai rata-rata untuk pemenuhan usability guidelines tingkat information ini sebesar 52%. Terdapat 20 situs web yang mendapat nilai di atas rata-rata.

(25)

15

Gambar 11 Contoh biodata pemimpin yang hanya menampilkan nama

Gambar 12 Persentase usability guidelines terpenuhi pada tingkat information Tingkat Interaction

Pada tingkat interaction, usability guidelines yang telah banyak diterapkan oleh situs web provinsi adalah usability guidelines untuk kategori search (50%).

Sebaliknya, kategori yang belum banyak diterapkan adalah Help (1%) (Gambar 13).

29 30

31 39

41 43

45 45 48

49 51 51 53 53 53 53 54 54 54 54 55 55 58

59 60 60 60 60

65 66

67 71

0 20 40 60 80 100

Sulawesi Tenggara Sulawesi Utara Bali Sumatra Barat Maluku Papua Papua Barat Riau Lampung Sulawesi Barat Bangka Belitung Kalimantan Tengah DKI Jakarta Kalimantan Timur Nusa Tenggara Barat Sumatera Utara Aceh Gorontalo Jambi Sulawesi Selatan Jawa Tengah Sulawesi Tengah Kalimantan Barat DI Yogyakarta Bengkulu Kalimantan Selatan Kep.Riau Sumatra Selatan Kalimantan Utara Jawa Barat Jawa Timur Banten

Kategori terpenuhi (%)

Provinsi

(26)

16

Gambar 13 Persentase rata-rata kategori interaction terpenuhi

Kategori Search merupakan fungsi pencarian untuk pengguna saat mengakses situs web. Dari 32 situs web yang dievaluasi, terdapat 7 situs web yang tidak memiliki fungsi search. Kategori Unduh formulir merupakan fasilitas yang disediakan untuk pengguna mengunduh formulir. Dari 32 situs web yang dievaluasi, terdapat 7 situs web yang telah menyediakan formulir yang dapat diunduh oleh pengguna. Kategori audio dan video adalah fasilitas yang disediakan situs web untuk membantu menyampaikan suatu informasi yang relevan. Dari situs web yang dievaluasi, tidak ada situs web yang menyediakan informasi dalam bentuk audio.

Sedangkan untuk informasi dalam bentuk video, terdapat 12 situs web yang telah menyediakan informasi dalam bentuk video.

Kategori Interaksi merupakan guidelines yang menujukkan interaksi antara pemerintah dan masyarakat melalui adanya balasan email, komentar, dan forum diskusi. Situs web provinsi yang memberikan balasan email adalah provinsi Aceh, provinsi Bangka Belitung, provinsi Jambi, dan provinsi Jawa Barat. Lima situs web provinsi telah menyediakan kolom komentar. Untuk interaksi melalui forum diskusi, provinsi Bali telah menyediakan forum diskusi untuk pengguna yang telah terdaftar.

Kategori Site map merupakan informasi yang memberikan garis besar tentang isi keseluruhan situs web. Dari situs web yang dievaluasi, hanya 4 situs web yang telah menyediakan fungsi Site map. Kategori Help merupakan fungsi bantuan untuk pengguna saat mengakses situs web. Provinsi yang telah menerapkan kategori Help adalah situs web provinsi Jawa Barat.

Nilai rata-rata hasil evaluasi situs web provinsi untuk usability guidelines tingkat interaction hanya sebesar 22%. Nilai tertinggi dimiliki oleh situs we provinsi Jawa Barat dengan pesentase nilai sebesar 64%. Sebaliknya, nilai terendah dimiliki oleh situs web provinsi Sumatra Selatan, provinsi Kalimantan Selatan, dan provinsi Papua dengan nilai 0% (Gambar 14). Nilai 0% ini disebabkan karena situs web tersebut tidak memiliki e-Government guidelines tingkat interaction, sehingga tidak dapat dievaluasi dari segi usability guidelines.

Salah satu contoh hasil evaluasi untuk interaksi melalui email dapat dilihat pada Gambar 15. Saat pengguna mengirim pesan melalui email, terdapat respon dari email pemerintah tersebut dan terdapat kontak informasi yang dapat dihubungi lebih lanjut.

1 7

10 10

16

50

0 20 40 60 80 100

Help Site map Interaksi Audio dan video Unduh formulir Search

Rata-rata kategori terpenuhi (%)

Kategori

(27)

17

Gambar 14 Persentase usability guidelines terpenuhi pada tingkat interaction

Gambar 15 Contoh interaksi melalui email

Dari 32 situs web yang dievaluasi, situs web provinsi Jawa Barat memiliki persentase yang tidak jauh berbeda untuk tingkat information (66%) dan tingkat interaction (64%). Persentase ini menunjukkan bahwa pengembangan situs web provinsi Jawa Barat telah dilakukan secara imbang untuk tingkat information dan

0 0 0

4 4 4

16 16

20 20 20 20 20 20 20 20 20

24 24 24 24 24

28 28 28 28 28

32 36

40 44

64

0 20 40 60 80 100

Papua Kalimantan Selatan Sumatra Selatan Lampung Kalimantan Utara Banten Kalimantan Timur Kalimantan Barat Bengkulu Sulawesi Utara Sulawesi Tenggara Sulawesi Barat Nusa Tenggara Barat DKI Jakarta Sulawesi Tengah Jambi Kep.Riau Sumatra Barat Maluku Papua Barat Riau Bangka Belitung Jawa Timur Kalimantan Tengah Gorontalo Sumatera Utara Sulawesi Selatan DI Yogyakarta Bali Jawa Tengah Aceh Jawa Barat

Rata-rata kategori terpenuhi (%)

Provinsi

(28)

18

tingkat interaction. Provinsi Kalimantan Selatan, provinsi Papua, dan provinsi Sumatra Selatan memiliki persentase 60%, 43%, dan 60% untuk pemenuhan guidelines tingkat information, namun memiliki persentase 0% pada tingkat interaction. Sebaliknya, situs web provinsi Bali memiliki persentase tingkat interaction (36%) lebih besar dari tingkat information (31%). Pada Gambar 16 dapat dilihat bahwa situs web provinsi memiliki persentase tingkat information lebih besar dibandingkan tingkat interaction.

Gambar 16 Perbandingan persentase tingkat information dan tingkat interaction Dari 32 situs web yang dievaluasi pada platform mobile, terdapat 5 situs web yang tidak menunjukkan hasil atau hanya menghasilkan layar kosong saat diuji di semua platform mobile. Situs web tersebut adalah situs web provinsi Bangka Belitung, Bali, Gorontalo, Papua, dan Sumatra Utara. Situs web provinsi Sulawesi Barat juga tidak menghasilkan layar kosong, tetapi hanya pada platform mobile iPad – potrait.

Nilai rataan untuk hasil pengujian pada platform mobile dapat dilihat pada Tabel 3. Nilai rataan adalah nilai berskala 2 yang didapat dari pembagian nilai total semua platform dengan jumlah platform. Pada pengujian platform mobile, terdapat 9 situs web yang memiliki nilai rataan 2. Nilai rataan 2 ini menunjukkan bahwa situs web telah responsif di semua platform. Sebaliknya, situs web yang memiliki nilai 0 adalah situs web yang desain webnya berantakan di semua platform. Situs web yang memiliki nilai 0 adalah situs web provinsi Aceh dan Sumatra Selatan.

Untuk situs web yang fit di semua platform ada 6 situs web (Tabel 3).

Responsif merupakan desain situs web yang menyesuaikan platform mobile baik dari tampilan maupun navigasinya. Sebaliknya, berantakan adalah desain situs web saat digunakan di platform mobile menjadi tidak beraturan baik dari tampilan dan navigasinya. Fit adalah tampilan dan navigasi yang sama untuk di desktop dan di mobile.

(29)

19 Tabel 3 Hasil evaluasi pada platform mobile berdasarkan nilai tertinggi No Nama situs web Small

phone iPhone Small tablet

iPad – potrait

iPad – landscape

Nilai Rataan

1 www.bengkuluprov.go.id 2 2 2 2 2 2

2 www.jabarprov.go.id 2 2 2 2 2 2

3 www.jogjaprov.go.id 2 2 2 2 2 2

4 www.kaltaraprov.go.id 2 2 2 2 2 2

5 www.ntbprov.go.id 2 2 2 2 2 2

6 www.riau.go.id 2 2 2 2 2 2

7 www.sulselprov.go.id 2 2 2 2 2 2

8 www.sulutprov.go.id 2 2 2 2 2 2

9 www.sumbarprov.go.id 2 2 2 2 2 2

10 www.jatengprov.go.id 1 2 2 2 2 1.8

11 www.kaltengprov.go.id 0 2 2 2 2 1.6

12 www.kaltimprov.go.id 0 2 2 2 2 1.6

13 www.jatimprov.go.id 0 0 2 2 2 1.2

14 www.lampungprov.go.id 0 0 2 2 2 1.2

15 www.papuabaratprov.go.id 1 1 1 1 2 1.2

16 www.jambiprov.go.id 1 1 1 1 1 1

17 www.kalbarprov.go.id 1 1 1 1 1 1

18 www.kalselprov.go.id 1 1 1 1 1 1

19 www.sulbarprov.go.id 1 1 1 - 2 1

20 www.sultengprov.go.id 1 1 1 1 1 1

21 www.sultraprov.go.id 1 1 1 1 1 1

22 www.jakarta.go.id 0 0 0 2 2 0.8

23 www.kepriprov.go.id 0 0 0 2 2 0.8

24 www.bantenprov.go.id 0 0 0 0 2 0.4

25 www.malukuprov.go.id 0 0 0 0 2 0.4

26 www.acehprov.go.id 0 0 0 0 0 0

27 www.sumselprov.go.id 0 0 0 0 0 0

aPemberian nilai; 2: responsif, 1: fit, 0: berantakan

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Simpulan dari hasil penelitian ini adalah terbentuknya usability guidelines untuk situs web e-Government tingkat information dan tingkat interaction.

Pengembangan guidelines menghasilkan 84 usability guidelines untuk tingkat information dan 26 usability guidelines untuk tingkat interaction. Rata-rata persentase guidelines yang terpenuhi pada tingkat information sebesar 52% dengan skor tertinggi 71% yang dimiliki oleh provinsi Banten. Rata-rata persentase guidelines terpenuhi pada tingkat interaction sebesar 22% dengan skor tertinggi 64% dimiliki oleh provinsi Jawa Barat. Situs web provinsi Jawa Barat memiliki nilai usability tertinggi dari seluruh situs web yang dievaluasi dengan nilai total

(30)

20

65%, sedangkan situs web provinsi Papua memiliki nilai usability terendah dengan nilai total 22%. Pada pengujian platform mobile, terdapat 9 situs web yang telah responsif di semua platform.

Saran

Hal-hal yang dapat disarankan berdasarkan penelitian ini adalah evaluasi berikutnya dapat menggunakan situs web pemerintahan lainnya, dan pengembangan usability guidelines untuk e-Government tingkat interaction dan connected. Serta, pengembangan usability guidelines yang berfokus pada pelayanan publik pemerintah.

DAFTAR PUSTAKA

Asiimwe EN, Lim N. 2010. Usability of government websites in Uganda.

Electronic Journal of e-Government 8(1):1–12.

http://www.ejeg.com/volume8/issue1/p1 [25 Nov 2015].

Becker SA. 2005. E-Government Usability for Older Adults. Communications of the ACM. 48(2): 102-104.

Bevan N. 2005. Guidelines and standars for web usability. Di dalam: Proceedings of HCI International 2005 [Internet]. [Waktu dan tempat pertemuan tidak diketahui]. London (UK): Lawrence Erlbaum.[diunduh 2016 Apr 7]. Tersedia pada: http://www.nigelbevan.com/papers/web%20usability%20standards.pdf Chak A. 2003. Submit Now: Designing Persuasive Web Sites. Indiana (US): New

Riders.

Backus M. 2001. E-Government and Developing Countries: Introduction and examples. The International Institute for Communication and Development (IICD). 3:6-7.

Eschenfelder et al. 1997. Assessing US Federal Government Websites. Government Information Quarterly 14(2):173-189.

Fath-Allah A, Cheikhi L, Al-Qutaish R E, Idri A. 2014. E-government Maturity Models: A Comparative Study. International Journal of Software Engineering and Applications (IJSEA). 5(30):71-91. doi: 10.5121/ijsea.2014.5306

Godam. 2016. Cara Penulisan Alamat Rumah Yang Baik Sesuai Standar Pos Indonesia [internet]. Tersedia pada: http://www.organisasi.org/1970/01/cara- penulisan-alamat-rumah-yang-baik-sesuai-standar-pos-indonesia.html [diunduh 2016 Jun 02].

Ichsani Y. 2012. Pengembangan framework untuk mengukur usability dan accessibility pada situs-situs web e-Government provinsi di Indonesia [tesis].

Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

[Kemdikbud] Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta (ID): Kemdikbud.

[Kemkominfo] Kementrian Komunikasi dan Informatika. 2004. Blueprint Sistem Aplikasi e-Government. Jakarta (ID): Kemkominfo.

(31)

21 [Kemkominfo] Kementrian Komunikasi dan Informatika. 2010. Panduan

Pembangunan Situs Web Pemerintah Daerah. Jakarta (ID): Kemkominfo.

Koyani SJ, Bailey RW. 2004. Research-Based Web Design & Usability Guidelines.

Washington (US): Departement of Health and Human Service.

Larasati I, Nurhadryani Y. 2012. E-government Kependudukan Indonesia:

Pengembangan Instrumen dan Evaluasi Website Kependudukan Indonesia.

Jurnal Ilmu Komputer Agri-informatika (JIKA). 1(1):13-21.

Layne K, Lee J. 2001. Developing Fully Functional E-government: A Four Stage Model. Government Information Quarterly. 18(2):122- 136.

Nielsen J, Loranger H. 2006. Prioritizing Web Usability. Berkeley (US): New Riders.

Nielsen J. 2001. 113 Design Guidelines for Homepage Usability [internet]. Tersedia pada: https://www.nngroup.com/articles/113-design-guidelines-homepage- usability/ [diunduh pada 2016 Mei 11].

Nielsen J. 2002. Top 10 Guidelines for Homepage Usability [internet]. Tersedia pada: https://www.nngroup.com/articles/top-ten-guidelines-for-homepage- usability/ [diunduh 2016 Mei 10].

Nielsen J. 2004. Guidelines for Visualizing Links [internet]. Tersedia pada:

https://www.nngroup.com/articles/guidelines-for-visualizing-links/ [diunduh 2016 Mei 25].

Nielsen J. 2008. Site Map Usability [internet]. Tersedia pada:

https://www.nngroup.com/articles/site-map-usability/ [diunduh pada 2016 Jun 02].

Nielsen J. 2008. Transactional Email and Confirmation Messages [internet].

Tersedia pada: https://www.nngroup.com/articles/transactional-and- confirmation-email/ [diunduh 2016 Mei 31].

Nielsen J. 2011. Top 10 Mistakes in Web Design [internet]. Tersedia pada:

https://www.nngroup.com/articles/top-10-mistakes-web-design/ [diunduh 2016 Mei 04].

Nielsen J. 2012. Usability 101: Introduction to Usability [internet]. Tersedia pada:

https://www.nngroup.com/articles/ Usability 101_ Introduction to Usability/

[diunduh 2016 September 01].

Sora N. 2015. Pengertian Sttruktur Organisasi dan Fungsinya Secara Jelas [internet].

Tersedia pada: http://www.pengertianku.net/2015/06/pengertian-struktur- organisasi-dan-fungsinya.html [diunduh 2016 Jun 02].

United Nations. 2014. E-Government Survey 2014: E-Government For The Future We Want. New York (US): United Nations Publ.

[W3C] World Wide Web Consortium. 2008. Use international date format (ISO).

Di dalam: Karl Dubost, editor. Quality Assurance 03 Sept 2008. Tersedia pada:

https://www.w3.org/QA/Tips/iso-date [27 Mei 2016].

[W3C] World Wide Web Consortium. 2008. Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0. Di dalam: Calwell B, Cooper M, Reid LG, Vanderheiden G, editor.

W3C Recommendation 11 Dec 2008. Tersedia pada:

https://www.w3.org/TR/WCAG20/#visual-audio-contrast [27 Mei 2016].

Wahid F. 2008. Evaluating focus and quality of Indonesian e-Government websites.

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008). Yogyakarta,

21 Jun 2008. Hlm 39-43.

http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/viewFile/842/772. [25 Nov 2015].

(32)

22

Lampiran 1 Sumber referensi e-Government guidelines tingkat information No Emerging information services /

information

Sumber Referensi

Total 1 2 3 4 5 6

1 About us √ √ √ 3

2 Alamat kantor √ √ 2

3 Berita √ √ √ √ 4

4 Biodata pejabat daerah √ 1

5 Biodata pemimpin daerah √ 1

6 Dokumen √ √ √ √ 4

7 Kontak informasi √ √ 2

8 Lambang dan artinya √ 1

9 Link ke situs web resmi lainnya √ √ √ 3

10 Motto daerah √ 1

11 Nomor fax √ 1

12 Nomor telepon √ √ 2

13 Peta wilayah dan sumberdaya √ 1

14 Sejarah √ 1

15 Situs web versi bahasa Inggris √ 1

16 Struktur pemerintahan √ √ 2

17 Visi dan misi √ 1

Keterangan:

1 Fath-Allah et.al. 2014. E-government Maturity Models: A Comparative Study.

2 Backus. 2001. E-Government and Developing Countries: Introduction and examples.

3 Kemkominfo. 2010. Panduan Pembangunan Situs Web Pemerintah Daerah.

4 Larasati & Nurhadryani. 2012. E-government Kependudukan Indonesia:

Pengembangan Instrumen dan Evaluasi Website Kependudukan Indonesia.

5 Layne & Lee. 2001. Developing Fully Functional E-government: A Four Stage Model..

6 United Nations. 2014. E-Government Survey 2014: E-Government For The Future We Want.

(33)

23 Lampiran 2 Sumber referensi e-Government guidelines tingkat interaction

No Enhance information services / interaction

Sumber Referensi

Total 1 2 3 4 5 6

1 Audio dan video √ 1

2 Email balasan √ √ √ √ √ 5

3 Forum diskusi √ √ √ 3

4 Help √ 1

5 Interaksi √ 1

6 Komentar √ 1

7 Search √ √ 2

8 Site map √ 1

9 Unduh formulir √ √ √ √ √ 5

Keterangan:

1 Fath-Allah et.al. 2014. E-government Maturity Models: A Comparative Study.

2 Backus. 2001. E-Government and Developing Countries: Introduction and examples.

3 Kemkominfo. 2010. Panduan Pembangunan Situs Web Pemerintah Daerah.

4 Larasati & Nurhadryani. 2012. E-government Kependudukan Indonesia:

Pengembangan Instrumen dan Evaluasi Website Kependudukan Indonesia.

5 Layne & Lee. 2001. Developing Fully Functional E-government: A Four Stage Model..

6 United Nations. 2014. E-Government Survey 2014: E-Government For The Future We Want.

(34)

24

Lampiran 3 Usability guidelines tingkat information dan hasil validasi pakar

No Kategori Guidelines

1 Link ke situs web Link berupa link teks [1]

resmi lainnya [A] Label link berupa nama jelas [2]

Link teks bergarisbawah [3]

Terdapat perbedaan warna antara link yang telah dikunjungi dengan link yang belum dikunjungi [4]

Link berwarna biru bila belum dikunjungi [5]

Link berwarna ungu setelah dikunjungi [6]

Link sesuai dengan halaman yang dituju [7]

2 Berita [B] Terdapat sumber lokasi daerah setempat pada salah satu berita [1]

Terdapat tanggal terbit pada salah satu berita [2]

Penulisan tanggal terbit dalam format dd mmmm yyyy (17 Agustus 1945) untuk situs web versi bahasa Indonesia [3]

Penulisan tanggal terbit dalam format yyyy-mm-dd (1945-08-07) untuk situs web versi bahasa Inggris [4]

Ukuran huruf untuk judul berita lebih besar dan tebal dari isi berita [5]

Ukuran huruf isi berita minimal 12-point [6]

Menggunakan jenis huruf Verdana [7] *

Presentasi visual pada teks memiliki rasio kontras minimal 4.5:1 menggunakan webAIM [8]

Satu kalimat tidak lebih dari 20 kata [9]

Satu paragraf tidak lebih dari 6 kalimat [10]

3 Kontak informasi Terdapat informasi alamat kantor pemerintah daerah [1]

(alamat, nomor Terdapat informasi nama tempat pada alamat kantor [2]

telpon dan fax Terdapat informasi nama jalan pada alamat kantor [3]

kantor) [C] Terdapat informasi kecamatan pada alamat kantor [4]

Terdapat informasi kota atau kabupaten pada alamat kantor [5]

Terdapat informasi provinsi pada alamat kantor [6]

Terdapat informasi kode pos pada alamat kantor [7]

Terdapat informasi lokasi dalam bentuk peta [8]

Terdapat informasi nomor telepon kantor pemerintah daerah [9]

Terdapat informasi nomor fax kantor pemerintah daerah [10]

Penulisan nomor telepon dan fax diselingi tanda hubung (NNN-NNN-NNN) [11]

Terdapat informasi email kantor pemerintah daerah [12]

Informasi email kantor pemerintah daerah ditampilkan dengan format [email protected] [13]

*diubah menjadi menggunakan jenis huruf sans serif (Arial/Verdana) atau serif (Georgia/Times New Roman)

Gambar

Gambar 1  Diagram alir metodologi penelitian
Tabel 2  e-Government guidelines tingkat interaction  No  Guidelines  No  Guidelines
Gambar 2  Halaman utama situs web provinsi Sulawesi Utara
Gambar 5  Berita dan kolom komentar
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Berdasarkan uji korelasi antara kelompok situs hasil evaluasi usability dan hasil evaluasi accessibility , diperoleh hasil bahwa kedua kelompok tersebut memiliki korelasi

Dari latar belakang masalah di atas, masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah seberapa tinggi usability website perpustakaan Universitas Sanata Dharma yang

Penilaian 0% pada variabel jumlah penduduk berdasarkan pendapatan keluarga (dapat dilihat di Lampiran 4) menunjukkan belum ada situs BPS tingkat provinsi dan

Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar responden merasa tulisan teks yang digunakan pada halaman situs web mudah dimengerti sebanyak (67,7%), recall time situs

Berdasarkan hasil wawancara dengan pengguna, ditemukan beberapa masalah pada tampilan desain antarmuka situs web SMK Negeri 1 Bangsri yang mempengaruhi usability situs

1) Mengetahui kualitas situs web perpustakaan UGM, UI dan ITB ditinjau dari kemudahan penggunaan situs web ( usability ), kua litas informasi ( information quality ) dan

Setelah desain usulan dibuat, maka dilakukan evaluasi desain usulan dengan menggunakan metode WEBUSE, hasil nilai dan level usability yang didapatkan pada desain

Situs web pemerintah daerah merupakan tingkat pertama dalam pengembangan e-Government di Indonesia yang memiliki sasaran agar masyarakat Indonesia dapat dengan mudah memperoleh akses