• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan modul berbasis socio scientific

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengembangan modul berbasis socio scientific"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana desain pengembangan modul berbasis IPS Isu (SSI) yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam pada materi pencemaran lingkungan untuk siswa kelas VII SMP. Bagaimana kelayakan dan kemenarikan modul berbasis IPA IPS yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam pada materi pencemaran lingkungan untuk siswa kelas VII SMP.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Modul pembelajaran IPA berbasis IPA IPA yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan materi pencemaran lingkungan mampu membuat siswa aktif dalam belajar IPA dan menerapkan pembelajaran ini pada lingkungan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan media pembelajaran komik berbasis integrasi interkoneksi nilai-nilai Al-Qur’an. Pengembangan modul pembelajaran IPA berbasis nilai-nilai keislaman yang terintegrasi dengan isu-isu IPS diharapkan dapat memotivasi siswa dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran IPA.

Implementasi merupakan tahapan dimana hasil produk yang dikembangkan diimplementasikan, yaitu berupa modul pembelajaran berbasis IPA (Social Science Issues) yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam pada materi pencemaran lingkungan. Hasil utama dari penelitian pengembangan ini adalah modul pembelajaran IPA berbasis IPA IPA pada materi Pencemaran Lingkungan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam untuk siswa kelas VII SMP N 40 Mukomuko. Hasil asesmen kebutuhan yang dilakukan peneliti menghasilkan modul media pembelajaran berbasis Isu IPS (Social Science Issues/SSI) yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam pada materi pencemaran lingkungan.

Namun, guru yang disurvei menyatakan bahwa mereka tidak memiliki buku teks atau petunjuk lain yang memuat masalah-masalah sosio-ilmiah (SSI) dan nilai-nilai Islam. Hasil analisis kebutuhan siswa terhadap modul pembelajaran IPA berbasis socio-scientific issues (SSI) yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam dapat dilihat pada Tabel 4.2. Siswa menyatakan membutuhkan bahan ajar alternatif dan menarik berupa modul-modul berbasis socio-scientific issues (SSI) yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.

Berikut ini adalah rencana pengembangan media pembelajaran materi pencemaran lingkungan berupa modul berbasis Isu Sosial Ilmiah (SSI) yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa media pembelajaran modul berbasis Isu-Isu Sosial (IPS) yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman mendapat kategori sesuai dari ahli materi dengan persentase 95. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui terlihat bahwa media pembelajaran modul berbasis IPS Isu Terpadu (SSI) nilai-nilai keislaman mendapatkan kategori layak dari ahli bahasa dengan persentase 96.

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Berpikir Kurangnya penggunaan  media
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Berpikir Kurangnya penggunaan media

Manfaat Penelitian

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa modul media pembelajaran berbasis Isu-Isu Sosial (SSI) terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Hasil penelitian pengembangan ini berupa modul pembelajaran IPA berbasis IPA IPA yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam pada materi pencemaran lingkungan untuk siswa kelas VII. kelas SMPN 40 Mukomuko yang bersertifikat dia. Gagasan tersebut diwujudkan dalam bentuk penelitian yang berjudul “Pengembangan Modul Berbasis Soal IPS (SSI) Terintegrasi Nilai-Nilai Islam Pada Materi Pencemaran Lingkungan Kelas VII SMA”.

Komponen yang menjadi penilaian validator terhadap modul berbasis Isu IPS adalah nilai-nilai Islam yang terintegrasi dalam materi pencemaran lingkungan yaitu komponen materi, komponen desain dan komponen bahasa. Beberapa studi empiris tentang penggunaan SSI berfokus pada guru dan praktik yang terkait dengan desain instruksional SSI. Pembelajaran dengan menggunakan modul berbasis IPS Issues (SSI) yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam ditekankan pada siswa yang merupakan pembelajar mandiri.

Berdasarkan hasil validasi dan pengujian produk akhir berupa modul berbasis socio-scientific issues (SSI) terintegrasi dengan nilai-nilai Islam pada materi pencemaran lingkungan, layak dan praktis digunakan oleh siswa kelas VII . Modul yang dikembangkan berdasarkan materi socio-scientific issues (SSI) tentang pencemaran lingkungan mengaitkan materi dengan peristiwa sosial yang ada.

Spesifikasi Produk

Asumsi Pengembangan

LANDASAN TEORI

Kajian Pustaka

Penelitian ini dilakukan oleh Arni Rahmawati dan Swaditya Rizki dengan judul pengembangan bahan ajar matematika berbasis nilai keislaman pada materi aritmatika sosial, penelitian ini dilakukan di MTs Al Muhsin. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian dan pengembangan (R&D), Penelitian ini menggunakan materi aritmatika sosial berdasarkan nilai-nilai Islam. Manfaat dari penelitian ini adalah siswa dapat mencapai kompetensi yang ditentukan dan dapat memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.

Penelitian ini dilakukan oleh Lailatul Aslamiyah, Masturi dan Sunyoto Eko Nugroho dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Komik Berbasis Fisika. Keunggulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran komik fisika berbasis interkoneksi interkoneksi nilai-nilai Al-Qur’an sangat baik karena dianggap lebih mudah dipahami dan lebih menarik dibandingkan dengan buku yang digunakan. Penelitian ini telah dilakukan oleh Nurun Nazilah, Laila Khamsatul M, Irsad Rosidi dan Ana Yusniati Wulandari dengan judul Mengembangkan Bahan Ajar Berbasis Isu IPS Pada Materi Pemanasan Global. Penelitian ini menggunakan bahan ajar berbasis isu-isu ilmu sosial. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Pamekasan.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bahan ajar berupa buku cetak berbasis isu-isu sosial ilmiah pada materi pemanasan global. Keunggulan dari penelitian ini adalah penggunaan bahan ajar berbasis isu sosiosains tidak membuat siswa bosan untuk belajar IPA.

Kerangka Berpikir

METODE PENELITIAN

  • Prosedur Pengembangan
  • Subjek Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Peneliti melakukan observasi di SMPN 40 Mukomuko mengenai langkah-langkah analisis kebutuhan penelitian ini dimana mereka mengklarifikasi masalah analisis kurikulum dan mencari referensi terkait materi pencemaran lingkungan yang akan disusun menjadi modul berbasis socio-scientific issues (SSI) terintegrasi. dengan nilai-nilai islami. Tahap akhir merupakan tahap terakhir dalam proses pembuatan modul pembelajaran IPA pada materi pencemaran lingkungan berbasis sosio-sains. Hasil dari langkah ini akan dijadikan draft 1 modul pembelajaran IPA berbasis IPA berbasis Isu sosial (IKI) terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman pada materi pencemaran lingkungan, yang selanjutnya akan divalidasi untuk mengetahui kelayakan kualitas modul tersebut. .

Modul yang dikembangkan bertujuan untuk menjelaskan materi tentang pencemaran lingkungan dengan mengaitkan socio-scientific issues (SSI) dan nilai-nilai. Socioscientific issues (SSI) tentang materi pencemaran lingkungan melibatkan siswa dalam kesempatan belajar di sekolah dengan konteks masyarakat yang lebih luas. Unit kurikulum diakhiri dengan pendekatan berbasis socio-scientific issues (SSI) yang merupakan pengalaman puncak yang memberikan.

Siswa melakukan kegiatan diskusi dan tanya jawab dengan siswa lain untuk mendiskusikan hasil pengamatannya terhadap modul berbasis IPA Terpadu (SSI) terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, dan siswa mendiskusikan materi yang sulit dipahami dalam pengembangan modul berbasis terintegrasi social science issues (SSI) nilai-nilai Islam. Perubahan kemampuan penalaran dan literasi sains siswa SMA dalam penerapan pembelajaran IPA berbasis social science issues (SSI).

Gambar 3. 1 Model ADDIE
Gambar 3. 1 Model ADDIE

DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

Hasil Uji Lapangan

Uji lapangan dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan kelaikan produk yang dibuat, uji lapangan dilakukan dengan menggunakan angket kelayakan, angket respon guru terhadap aplikasi praktikum modul dan respon siswa. Angket kelayakan dilakukan dengan tiga dosen dari IAIN Bengkulu, angket praktik dilakukan dengan satu guru IPA di SMPN 40 Mukomuko. Uji coba terbatas atau uji coba skala kecil yang melibatkan 10 siswa kelas VII SMPN 40 Mukomuko dengan menggunakan angket respon siswa diperoleh hasil sebagai berikut.

Data angket tanggapan guru IPA SMPN 40 Mukomuko terhadap modul pembelajaran IPA Pencemaran Lingkungan diperoleh hasil sebagai berikut: Berdasarkan perhitungan persentase nilai ideal di atas dan mengacu pada tabel di atas, menyatakan bahwa tanggapan guru dan siswa untuk modul didasarkan pada.

Tabel 4.3 Data Kelayakan Hasil Respon Siswa
Tabel 4.3 Data Kelayakan Hasil Respon Siswa

Analisis Data

Ahli materi adalah Dosen IAIN Kota Bengkulu Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Ms. Risti Novitasari, M.Si. Pakar media yaitu dosen dari IAIN Kota Bengkulu, Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Ms. Cariti Dassa Urra, S.Pd.Gr, M.Pd.Si. Ahli bahasa dari Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu Kota yaitu Bpk. Bustomi, S, Ag, M.Pd.

Validator yang merupakan ahli materi adalah Ibu Risti Novitasari yang berkompeten di bidang Biologi. Validator yang menjadi ahli media terdiri dari 1 orang dosen dari IAIN Kota Bengkulu fakultas Tarbiyah. Modul pembelajaran IPA ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri. Kesesuaian modul pembelajaran IPA dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. kesesuaian modul pembelajaran IPA dengan. kondisi dan strategi yang digunakan.

Hasil pengesahan pakar bahan, ahli bahasa dan pakar media dapat dilihat secara keseluruhan dalam rajah berikut.

Tabel 4.5 Hasil Validator Ahli Materi  Indikator
Tabel 4.5 Hasil Validator Ahli Materi Indikator

Prototipe Hasil Pengembangan

Berbasis pada socio-scientific issues (SSI) dan diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman yaitu dimana modul pembelajaran materi pencemaran lingkungan menggunakan informasi ilmiah dan nilai-nilai keislaman seperti ayat-ayat Al Quran terkait materi pencemaran lingkungan, yang dikaitkan pada setiap pembahasan . Dalam memilih artikel harus sesuai dengan materi yang dibahas dan mengaitkan materi dengan isu-isu ilmu sosial (SSI) dan nilai-nilai Islam. Selain itu, tahap pembuatan isi/inti modul berisi kegiatan pembelajaran mengenai materi pencemaran lingkungan, dengan mengaitkan socio-scientific issues (SSI) dan nilai-nilai -.

Uji coba produk ini dilakukan secara terbatas dengan membagikan modul kepada 10 siswa kelas VII, setelah dibagikan siswa diminta untuk membaca dan mempelajari modul sebelum proses pembelajaran dan peneliti menjelaskan modul kepada siswa berdasarkan masalah sosial-ilmiah. (SSI) yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islami untuk materi pencemaran lingkungan bagi siswa. Modul Social-Scientific Issues-Based Development (SSI) yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam merupakan modul pembelajaran yang menghubungkan materi dengan isu-isu sosial dan nilai-nilai Islam. Dalam mengimplementasikan SSI, diperlukan epistemologi guru dan komitmen sekolah untuk mendukung pendekatan kurikulum SSI.72 SSI telah dikembangkan secara luas selama 15 tahun terakhir, namun sebagian besar berkaitan dengan socio-scientific issues (SSI) yang berfokus pada berbagai dimensi siswa. sedang belajar.

Berdasarkan hasil validasi tiga orang dosen Institut Agama Islam Nasional Bengkulu yaitu ahli materi, ahli bahasa dan ahli media, untuk menguji kelayakan rancangan modul berbasis Isu-Isu Ilmu Sosial (SSI), mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam pencemaran lingkungan bahan untuk siswa VII. kelas yang dikembangkan setelah dilakukan audit dinyatakan sangat layak digunakan dengan persentase ahli materi 95,00%, ahli bahasa 96,00% dan ahli media 96,25%. kategori sangat layak, sangat layak dan sangat layak) dan 92,00%. Merekonstruksi bahan ajar dalam konteks permasalahan sosio-sains tentang bahan tambahan makanan untuk meningkatkan literasi sains.

Gambar 4.4 Sampul Modul  b. Kata Pengantar
Gambar 4.4 Sampul Modul b. Kata Pengantar

Pembahasan Hasil Penelitian

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Pembelajaran IPA menggunakan modul dapat digunakan oleh guru sebagai bahan ajar yang praktis karena dapat menarik minat siswa untuk belajar. Bagi peneliti lain dapat mencoba mengembangkan bahan ajar yang serupa pada materi yang berbeda sesuai kebutuhan. Pengembangan Permainan Kimia Varmintz Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Sistem Periodik Unsur (Development of Varmintz Chemistry Sebagai Media Pembelajaran Sistem Periodik Unsur).

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web untuk Kurikulum dan Mata Kuliah Keguruan di Jurusan Pendidikan Teknik Komputer Universitas Pendidikan Ganesha. Hasil observasi peneliti saat proses pembelajaran IPA berlangsung di kelas VII SMP Negeri 12 Mukomuko. Pengembangan modul ajar Ilmiah Biologi Berbasis Pendekatan Saintifik Nilai-Nilai Islam Terpadu pada Materi Interaksi Makhluk Hidup dan Lingkungan.

Pengembangan modul IPA berbasis socio-scientific issues (SSI) pada topik lingkungan untuk kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Kelayakan modul ajar IPA berbasis potensi lokal pada topik perubahan materi di SMP Negeri 1 Semboro Kabupaten Jember.

Gambar

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Berpikir Kurangnya penggunaan  media
Gambar 3. 1 Model ADDIE
Gambar 3.2 Contoh Desain Cover
Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Ahli Materi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Semua siswa dan guru setuju jika dibuatkan suatu media pembelajaran fisika untuk materi fluida statis yang dapat digunakan sebagai alternatif sumber belajar dalam

Penelitian ini menghasilkan suatu produk pengembangan media pembelajaran yang memiliki karakteristik sebagai berikut:.. Produk berupa media pembelajaran dan dibuat dengan

Saran yang dapat diajukan antara lain (1) Guru lebih kreatif lagi dalam membuat inovasi media pembelajaran untuk mendukung kegiatan pembelajaran di kelas, (2) Sarana dan prasarana

Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengembangkan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis video animasi dengan menggunakan aplikasi Muvizu pada

Tabel 4.6 Hasil Penilaian Guru IPA No Komponen Skor Kriteria 1 Desain sampul kreatif dan menarik 4 Menarik 2 Desain isi modul pembelajaran menarik dan kreatif 4

meskipun siswa sangat antusias belajar dengan media pembelajaran powerpoint, tetapi media powerpoint yang digunakan guru belum memfasilitasi siswa untuk menemukan konsep matematika

Gambaran yang akan dibuat oleh peneliti untuk pengembangan media pembelajaran sebagai berikut: Gambar 3.2 Desain Pembuatan Media Pembelajaran Langkah awal untuk mengembangkan suatu

Selain itu, dengan cara membuat sendiri model alat peraga pembelajaran, siswa menjadi lebih kreatif, aktif juga terampil dan antusias dalam proses kegiatan belajar.16 Tabel 2.1