BAB VI
BENTUK NEGARA (SUSUNAN NEGARA),BENTUK PEMERINTAHAN DAN SISTEM PEMERINTAHAN
A.BENTUK NEGARA/SUSUNAN NEGARA
Bentuk negara adalah merupakan batas antara peninjauan secara sosiologis dan peninjauan secara yuridis mengenai negara.peninjauan secara sosiologis yaitu apabila negara dilihat secara keseluruhan tanpa melihat isinya dan sebagainya.
Disebut peninjauan secara yuridis apabila negara hanya dilihat dari isinya atau strukturnya.
Apabila ditinjau dari susunannya,bentuk negara dapat dibedakan dalam tiga macam,yaitu:
1.Negara Kesatuan ( Tunggal) 2.Negara Fedaral (Jamak) 1.Negara kesatuan
Menurut catatan Bank Dunia (World Bank),dari 116 Negara yang termasuk kedalam negara berkembang yang menjalankan Desentralisasi,106 Negara diantaranya memiliki bentuk negara kesatuan.Cohen dan Peterson mengemukakan bahwa:
“Unitary sistems need not be legally decentralized ,but most are throught hierarchy of lower level units that have specified geographical juricdictions.in unitary system,the centre maintains ultimate souvereignty over public sector task decentralized to lower level units”
Dengan demikian ,dapat dipahami bahwa didalam negara kesatuan,pemerintah pusat menjalankan kedaulatan tertinggi negara. Agar tidak sewenang-wenang ,aktivitas pemerintah pusat diawasi dan dibatasi oleh undang-undang.Konsekuensi logis dari posisinya sebagai
penyelenggara kedaulatan negara ,maka unit-unit pemerintah yang dibentuk dan berada dibawah pemerintah pusat harus tunduk kepada pemerintah pusat.Tanpa disertai ketundukan dan
kepatuhan secara organisasional berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,akan terjadi tumpang tindih dan tabrakan dalam pelaksanaan kewenangan (prinsip unity of command).
Negara kesatuan dapat dibedakan dalam dua bentuk:
1.Negara kesatuan dengan bentuk desentralisasi 2.Negara kesatuan dengan sistem desentralisai
Dalam negara kesatuan dengan sistem Sentralisasi segala sesuatu didalam negara lansung diatur dan diurus oleh pemerintah pusat dan daerahn daerah hanya tinggal melaksanakan segala apa yang telah di intruksikan oleh pemerintah pusat.Sedangkan dalam negara kesatuan dengan sistem
Desentralisasi ,kepada daerah diberikan kesempatan dan kekuasaan untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri (Otonomi daerah) yang dinamakan dengan daerah otonom.
2.Negara Federasi
Negara federasi,dilihat dari asal-ususlnya,kata “federal” berasal dari bahasa
latin,feodus,yang artinya liga.liga negara-negara kota yang otonom pada zaman Yunani kuno dapat dipandang sebagai negara federal yang mula-mula.model negara federal berangkat dari suatu asumsi dasar bahwa negara federal dibentuk oleh sejumlah negara atau wilayah yang Independen