• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengereman Motor Listrik

N/A
N/A
liska yuni

Academic year: 2024

Membagikan "Pengereman Motor Listrik"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEREMAN PADA MOTOR LISTRIK (MOTOR DC DAN MOTOR INDUKSI)

DISUSUN OLEH:

Dany Bethcamp Lubis (5223131010)

Rohit Sihite (5223131021)

Gabriel Sihombing (5223131005)

Mata Kuliah : Penggunaan & Pengaturan Motor Listrik Dosen : Drs. Jongga Manullang,M.Pd

Yoakim Simamora, ST., M.Pd

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

1

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan, berkat dan karunia sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Pengereman Motor Listrik, motor dc dan motor induksi” pada mata kuliah Penggunaan dan Pengaturan Motor Listrik. Adapun penyusunan makalah ini ialah untuk memenuhi tugas mata kuliah sesuai dengan kesepakatan dengan dosen pengampu. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Penggunaan dan Pengaturan Motor Listrik karena senantiasa tetap memberikanpengarahan kepada kelompok sehingga dapat menyelesaikan tugas ini tepat waktu.

Penulis berharap makalah ini dapat bergunan bagi para pembaca sesuai dengan peruntukannya. Apabila terdapat kekurangan dan kesalahan pada penulisan makalah ini, kami kelompok terbuka menerima kritik dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan makalah- makalah selanjutnya. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada para pihak yang membantu penulisan makalah ini, dan kepada para pembaca.

Medan, Juni 2024

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...2

DAFTAR ISI...3

BAB I...4

PENDAHULUAN...4

1.1 Latar Belakang...4

1.2 Rumusan Masalah...4

BAB II...5

PEMBAHASAN...5

2.1 Pengereman Motor Listrik DC...5

2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengereman pada Motor Listrik DC...6

2.3 Pengereman Motor Induksi...7

2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengereman pada Motor Induksi...8

BAB III...10

PENUTUP...10

3.1 Kesimpulan...10

DAFTAR PUSTAKA...11

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Motor listrik telah menjadi pilihan utama dalam berbagai aplikasi industri dan konsumen, berkat efisiensinya yang tinggi dan penggunaan energi yang ramah lingkungan. Namun, satu aspek yang sering diabaikan adalah sistem pengereman pada motor listrik. Pengereman adalah bagian kritis dalam operasi kendaraan atau mesin, karena memengaruhi keamanan penggunaan serta efisiensi energi. Dalam beberapa dekade terakhir, teknologi pengereman pada motor listrik telah mengalami perkembangan yang signifikan. Mulai dari pengereman konvensional menggunakan sistem mekanis hingga pengereman regeneratif yang memanfaatkan energi kinetik untuk mengisi ulang baterai, banyak inovasi telah diterapkan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem pengereman. Dalam konteks ini, penting untuk memahami prinsip-prinsip dasar pengereman pada motor listrik, termasuk jenis-jenis pengereman yang tersedia, faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan sistem pengereman yang tepat, serta implikasi dari penggunaan sistem pengereman tertentu terhadap performa dan efisiensi keseluruhan motor listrik.

Melalui makalah ini, kita akan menjelajahi secara mendalam berbagai aspek terkait pengereman pada motor listrik, mulai dari teori dasar hingga aplikasi praktis dalam industri dan kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang sistem pengereman, diharapkan kita dapat meningkatkan desain dan operasi motor listrik untuk masa depan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan di bahas dalam makalah ini adalah mengenai Pengereman Motor listrik pada motor dc dan motor induksi.

1.3 Tujuan Penulisan

Salah satu tujuan utama dari makalah ini adalah untuk memberikan edukasi dan pengetahuan kepada pembaca mengenai bagaimana cara pengereman motor listrik pada motor dc dan motor induksi.

(5)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengereman Motor Listrik DC

Pengereman pada motor listrik DC adalah proses menghentikan atau mengurangi kecepatan putaran motor listrik yang menggunakan arus searah (DC). Proses ini penting karena membantu mengontrol gerakan dan memastikan motor beroperasi dengan aman dan efisien.

Ada beberapa metode pengereman yang umum digunakan pada motor listrik DC:

1. Pengereman Dinamis: Pada pengereman dinamis, energi kinetik yang dihasilkan oleh putaran motor dikonversi menjadi energi listrik dan dibuang ke sumber daya atau diarahkan kembali ke sirkuit motor. Ini dilakukan dengan memutuskan sirkuit listrik atau dengan menggunakan resistor atau pengalih arus. Metode ini efisien karena energi tidak terbuang begitu saja.

2. Pengereman Regeneratif: Ini adalah jenis pengereman di mana energi kinetik yang dihasilkan oleh putaran motor dikonversi kembali menjadi energi listrik dan disimpan kembali ke dalam sistem. Ini terutama berguna dalam aplikasi di mana motor digunakan secara periodik dalam siklus beban dan dapat membantu mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan.

3. Pengereman Dinamik Dinamis: Pengereman ini menggunakan sumber daya eksternal, seperti resistor pengereman atau generator yang terhubung ke motor, untuk mengubah

(6)

energi kinetik menjadi energi panas atau listrik. Ini memungkinkan pengendalian kecepatan yang lebih presisi dan efisien, terutama dalam aplikasi di mana beban motor bervariasi.

4. Pengereman Mekanik: Metode pengereman ini melibatkan penggunaan perangkat mekanis, seperti cakram pengereman atau blok pengereman, yang berinteraksi langsung dengan poros atau roda motor untuk mengurangi kecepatan putaran. Pengereman mekanis dapat digunakan sebagai metode tambahan atau sebagai metode utama dalam situasi di mana pengereman dinamis tidak memadai atau tidak praktis.

Pengereman pada motor listrik DC sangat penting untuk keselamatan dan efisiensi operasi. Dengan memilih metode pengereman yang sesuai, pengguna dapat mengontrol kecepatan motor dengan presisi dan memperpanjang umur operasional motor serta mengurangi konsumsi energi.

2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengereman pada Motor Listrik DC

Pengereman pada motor listrik DC merupakan proses penting untuk memperlambat atau menghentikan putaran motor. Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi kinerja pengereman pada motor DC, di antaranya:

a. Kecepatan Motor

Semakin tinggi kecepatan motor, semakin besar gaya inersia yang dihasilkan. Hal ini menyebabkan motor membutuhkan jarak pengereman yang lebih jauh.

b. Beban Motor

Semakin besar beban yang dibawa motor, semakin besar gaya yang diperlukan untuk memperlambatnya. Hal ini menyebabkan motor membutuhkan waktu pengereman yang lebih lama.

c. Jenis Pengereman

Metode pengereman yang berbeda memiliki karakteristik yang berbeda pula dalam hal efektivitas dan kinerja pengereman.

(7)

d. Kondisi Rem

Kondisi rem, seperti keausan kampas rem dan tekanan rem, juga memengaruhi kinerja pengereman.

e. Kondisi Jalan

Kondisi jalan, seperti permukaan jalan yang licin atau basah, dapat memengaruhi daya cengkeram ban dan memperpanjang jarak pengereman.

f. Kondisi Cuaca

Kondisi cuaca, seperti hujan atau angin kencang, dapat memengaruhi visibilitas pengemudi dan membuatnya sulit untuk mengontrol pengereman dengan tepat.

2.3 Pengereman Motor Induksi

Pengereman pada motor induksi adalah proses menghentikan atau mengurangi kecepatan putaran motor induksi, yang merupakan jenis motor listrik yang paling umum digunakan di berbagai aplikasi industri dan komersial. Pengereman pada motor induksi dapat dilakukan dengan beberapa metode, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada aplikasi dan persyaratan spesifik. Berikut adalah beberapa metode pengereman yang umum digunakan pada motor induksi:

1. Pengereman Dinamis: Pada pengereman dinamis, energi kinetik yang dihasilkan oleh putaran motor dikonversi menjadi energi listrik dan dibuang ke sumber daya atau diarahkan kembali ke sirkuit motor. Ini dapat dilakukan dengan memutuskan sirkuit listrik atau menggunakan resistor atau pengalih arus. Pengereman dinamis dapat memberikan kontrol kecepatan yang baik dan mengurangi beban mekanis pada motor.

2. Pengereman Regeneratif: Pengereman regeneratif melibatkan konversi energi kinetik menjadi energi listrik yang kemudian disimpan kembali ke dalam sistem atau digunakan untuk memasok energi ke beban lain dalam sistem. Ini dapat meningkatkan efisiensi energi

(8)

dan mengurangi konsumsi daya karena energi yang dihasilkan oleh pengereman digunakan kembali.

3. Pengereman dengan Pengendali Frekuensi (VFD): Pengendali frekuensi variabel (VFD) memungkinkan pengaturan kecepatan motor induksi dengan mengubah frekuensi dan tegangan pasokan. Pada pengereman dengan VFD, kecepatan motor dikurangi dengan mengurangi frekuensi pasokan daya atau menggunakan fitur pengereman terintegrasi dalam pengendali. Ini memberikan kontrol kecepatan yang presisi dan memungkinkan pengereman regeneratif.

4. Pengereman Mekanik: Pengereman mekanik melibatkan penggunaan perangkat mekanis, seperti cakram pengereman atau blok pengereman, yang berinteraksi langsung dengan poros atau roda motor untuk mengurangi kecepatan putaran. Pengereman mekanik umumnya digunakan sebagai metode tambahan atau sebagai metode utama dalam situasi di mana pengereman dinamis tidak memadai atau tidak praktis.

Pilihan metode pengereman motor induksi tergantung pada kebutuhan aplikasi, efisiensi energi, kontrol kecepatan yang diinginkan, dan faktor-faktor lainnya. Dengan memilih metode yang sesuai, pengguna dapat memastikan operasi motor yang aman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan aplikasi mereka.

2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengereman pada Motor Induksi

Frekuensi dan Tegangan Suplai: Frekuensi dan tegangan suplai yang diberikan ke motor induksi mempengaruhi kemampuan pengereman. Pada pengereman regeneratif, mengurangi tegangan atau frekuensi suplai dapat menyebabkan motor menghasilkan torsi negatif, yang menghasilkan pengereman.

a. Torsi Pengereman Eksternal

Penggunaan sistem pengereman eksternal seperti rem mekanis atau sistem regeneratif yang terhubung ke motor induksi dapat mempengaruhi pengereman. Pengaturan torsi pengereman eksternal ini dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan aplikasi.

b. Kecepatan Rotor

Kecepatan rotor motor induksi mempengaruhi efisiensi dan efektivitas pengereman. Pada kecepatan tinggi, gaya pengereman yang diperlukan untuk menghentikan rotor mungkin lebih besar.

(9)

c. Beberapa Pengendalian Kecepatan

Metode pengendalian kecepatan seperti kontrol V/f (voltase/frekuensi) atau kontrol vektor dapat mempengaruhi kemampuan pengereman. Kontrol yang lebih canggih dapat memberikan pengereman yang lebih presisi dan efisien.

Suhu Motor: Suhu motor induksi dapat mempengaruhi kinerja pengereman. Suhu yang tinggi dapat mengurangi efisiensi pengereman karena meningkatkan resistansi dalam sistem.

d. Kurva Torsi

Karakteristik torsi motor induksi pada berbagai kecepatan dan beban dapat mempengaruhi kemampuan pengereman. Kurva torsi ini harus dipertimbangkan saat merancang sistem pengereman.

e. Inersia Beban

Besarnya inersia beban yang terhubung ke motor induksi mempengaruhi kebutuhan gaya pengereman. Beban dengan inersia yang tinggi akan memerlukan gaya pengereman yang lebih besar untuk menghentikannya.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pengereman pada motor listrik, baik motor DC maupun motor induksi, adalah aspek penting dalam operasi kendaraan dan mesin karena memengaruhi keamanan dan efisiensi energi. Dalam beberapa dekade terakhir, teknologi pengereman telah berkembang pesat, mulai dari pengereman konvensional hingga pengereman regeneratif yang inovatif. Makalah ini menjelaskan prinsip dasar pengereman, jenis-jenis pengereman yang tersedia, faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan sistem pengereman, dan implikasi dari penggunaan sistem pengereman tertentu terhadap performa dan efisiensi keseluruhan motor listrik. Untuk motor listrik DC, metode pengereman meliputi pengereman dinamis, pengereman regeneratif, pengereman dinamik dinamis, dan pengereman mekanik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengereman pada motor DC termasuk kecepatan motor, beban motor, jenis pengereman, kondisi rem, kondisi jalan, dan kondisi cuaca. Sementara itu, untuk motor induksi, metode pengereman meliputi pengereman dinamis, pengereman regeneratif, pengereman dengan pengendali frekuensi (VFD), dan pengereman mekanik. Faktor- faktor yang mempengaruhi pengereman pada motor induksi termasuk frekuensi dan tegangan suplai, torsi pengereman eksternal, kecepatan rotor, pengendalian kecepatan, suhu motor, kurva torsi, dan inersia beban.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

 file:///C:/Users/USER/Downloads/instalasi%20motor%20listrik%20semester%203.pdf

 file:///C:/Users/USER/Downloads/cholilurahman,+B.+Jurnal+hal+6-12.pdf

 https://www.researchgate.net/publication/371125694_STUDI_PERBANDINGAN_ARUS_S TART_MOTOR_INDUKSI_SISTEM_PENGASUTAN_DOL_DAN_STAR_DELTA_MEN GGUNAKAN_AUTOMATION_STUDIO

 file:///C:/Users/USER/Downloads/15944-42080-1-PB.pdf

Referensi

Dokumen terkait

Metode pengereman elektrik tersebut ada tiga, yaitu : pengereman dinamis, regeneratif dan plugging (mendadak). Pada motor DC, pengaturan posisi sikat dalam mengantisipasi

Adalah jenis motor DC yang sumber arus medan disupply dari sumberyang sama dengan kumparan motor listrik, sehingga motor listrik DC ini disebut motor DC sumber dayasendiri

Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe pengereman otomatis pada motor dc secara mekanis yang dapat melakuakan pengereman pada laju putar motor

Dalam penelitian ini akan dibahas pengereman regeneratif pada motor induksi tiga fasa dengan kontrol mikrokontroler?. Dengan adanya pengereman regeneratif energi kinetik

Jadi dapat disimpulkan untuk menghentikan putaran motor induksi tiga fase dengan menggunakan pengereman dinamik waktu yang dibutuhkan jauh lebih cepat dibandingkan

Peralatan pada industri motor induksi banyak digunakan sebagai penggerak utama pada mesin, Untuk melakukan pengereman, pada motor induksi umumnya dilakukan secara manual dengan

Adalah jenis motor DC yang sumber arus medan disupply dari sumberyang sama dengan kumparan motor listrik, sehingga motor listrik DC ini disebut motor DC sumber dayasendiri

Keefektifan perangkat pembelajaran inkuiri terbimbing ditunjang media training kit pengasutan dan pengereman motor lisrik AC 3 fasa pada mata pelajaran instalasi motor listrik diperoleh