• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Taksonomi bloom

N/A
N/A
Afifatuz zahra Sahaf

Academic year: 2023

Membagikan "Pengertian Taksonomi bloom"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Wulan Fitriana NIM : 202226067 Unit : 3

A. Pengertian Taksonomi bloom

Taksonomi dapat diartikan sebagai pengelompokan suatu hal berdasarkan hierarki (tingkatan) yang mengidentifikasi keterampilan berpikir mulai dari jenjang yang rendah hingga ke jenjang yang tinggi. Di dalam pendidikan Taksonomi pertama kali dicetuskan oleh seorang psikologi pendidikan Benjamin S. Bloom, sehingga dikenal dengan istilah Taksonomi Bloom.

Pada hakikatnya Taksonomi Bloom adalah suatu sistem pengelompokan perilaku belajar peserta didik yang terukur dan dapat diamati, yang bertujuan untuk membantu perencanaan dan penilaian hasil belajar. Taksonomi dalam bidang pendidikan yang digunakan sebagai penentu tujuan pembelajaran atau target pembelajaran yang hendak dicapai melalui proses belajar.

Pada awal penyusunannya, Bloom merumuskan dua ranah pembelajaran yaitu ranah kognitif yang mencakup kegiatan otak atau pengetahuan, dan ranah afektif yang mencakup perilaku terkait emosional atau sikap. Kemudian pada tahun 1966, Simpson merumuskan satu domain untuk melengkapi taksonomi yang dicetuskan oleh Bloom, yaitu domain psikomotor yang terdiri dari keterampilan fisik dan motorik seseorang. Seiring berjalannya waktu, taksonomi bloom terus megalami revisi oleh para ahli untuk menyempurnakannya dan mengarah ke penilaian yang lebih spesifik. Saat ini, taksonomi bloom yang digunakan sudah versi revisi dari model taksonomi bloom sebelumnya, di mana taksonomi bloom memusatkan perhatiannya pada ranah kognitif (Intelektual), afektif (Sikap), dan psikomotorik (Keterampilan). Berikut tujuan dari taksonomi bloom:

1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif)

Dalam hal ini, taksonomi bloom bertujuan untuk mengetahui perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.

2. Affective Domain (Ranah Afektif)

(2)

Ranah ini bertujuan untuk mengetahui perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, misalnya terhadap minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.

3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor)

Yakni berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.

B. Cara mengaplikasikan Taksonomi Bloom dalam pembelajaran PGMI

Satu hal yang penting dalam taksonomi bloom adalah adanya tingkatan yang dimulai dari tujuan pembelajaran pada level terendah sampai ke level tertinggi secara bertahap.

Artinya, tujuan pada level yang lebih tinggi tidak akan dapat dicapai apabila tujuan pada level rendahnya belum tercapai.

Dalam merancang proses pembelajaran pemilihan kata kerja kunci yang tepat memegang peranan penting dalam menjelaskan tujuan pembelajaran, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian. Agar konsep materi tersampaikan secara efektif, kata kerja kunci tersebut merupakan acuan bagi guru dalam menentukan kedalaman penyampaian materi, apakah cukup memahami saja, mendemonstrasikan, menilai, dan sebagainya. Hal tersebut dapat lebih mudah jika menerapkan konsep Taksonomi Bloom sebagai panduan ketika menentukan tujuan dalam suatu pembelajaran. Adapun langkah-langkah dalam menerapkan taksonomi bloom dalam pembelajaran antara lain:

a. Menentukan tujuan pembelajaran

Hal pertama yang dilakukan dalam menerapkan taksonomi bloom adalah menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dalam perumusannya, tujuan pembelajaran harus disesuaikan dengan kompetensi dasar siswa dan materi pembelajaran yang akan dipelajari.

b. Menentukan kompetensi pembelajaran

Kompetensi pembelajaran harus dirumuskan berdasarkan kemampuan siswa agar sesuai dengan kapasitas kemampuan siswa sehingga tujuan pembelajaran yang dituju akan tercapai.

c. Menentukan ranah kemampuan intelektual siswa

(3)

Dalam menentukan ranah kemampuan intelektual siswa harus disesuaikan dengan kompetensi pembelajaran. Adapun ranah yang digunakan pada taksonomi bloom yaitu ranah kognitif (pengetahuan), ranah afektif (sikap), dan ranah psikomotorik (keterampilan).

d. Menggunakan kata kunci yang tepat

Selanjutnya yaitu menggunakan kata kunci yang tepat sebagai indikator pencapaian kompetensi siswa. Kata kunci yang tepat dapat ditemukan melalui kata kerja operasional yang telah ditetapkan berdasarkan taksonomi bloom. Untuk kata kunci, gunakan mulai dari level yang terendah kemudian bertahap ke level yang semakin tinggi.

e. Menentukan media pembelajaran

Media pembelajaran yang digunakan pun tidak semena-mena sesuai keinginan guru, melainkan harus disesuaikan dengan taksonomi bloom yang telah ditentukan. Selain itu, usahakan memilih media pembelajaran yang menarik agar dapat memusatkan perhatian siswa.

Terdapat 6 strategi mengajar dengan penerapan Taksonomi Bloom, yaitu:

1. gunakan setiap level,

Strategi pertama adalah gunakan setiap level. Tidak ada yang salah dengan tingkat Taksonomi Bloom yang lebih rendah, menghafal banyak dianggap sebagai buang-buang waktu dalam proses pembelajaran siswa dan menjadi bukti nyata bahwa guru tidak melakukan pekerjaan mereka namun pada kenyataannya semakin luas dan beragam latar belakang pengetahuan dan skema belajar siswa, semakin lancar mereka bertransisi dari berbagai tingkat Bloom. Menghafal dapat mengurangi beban kognitif pada siswa saat mereka memproses informasi, pada tingkat kognitif yang lebih tinggi memungkinkan untuk mengingat dan menerapkan dengan tepat. Singkatnya semakin banyak akses langsung yang dimiliki siswa terhadap informasi maka semakin alami cara mereka menerapkan informasi itu pada tingkat pemikiran yang lebih tinggi, tidak hanya itu siswa juga dapat secara mandiri mengambil tindakan, membuat koneksi, dan korelasi, mengidentifikasi kesalahpahaman dan lebih lancar mentransfer pemahaman situasi yang baru dan asing

2. gunakan Bloom Spiralling

Strategi kedua adalah gunakan belum spiralling Bloom Spiralling, adalah proses memulai pada tingkat Bloom yang lebih rendah seperti mengingat, mendefinisikan,

(4)

menjelaskan, dan lain-lain, kemudian secara progresif meningkatkan tingkat pemikiran.

Dengan cara itu Taksonomi Bloom menjadi semacam jalur untuk memandu proses pembelajaran itu sendiri. Contohnya dalam memahami konsep bangun segitiga pertama-tama siswa diarahkan untuk mampu mendefinisikan segitiga siku-siku, kemudian menjelaskan karakteristiknya, membandingkannya dengan bentuk geometris lainnya, memperdebatkan atau menentang beberapa ide terkait segitiga siku-siku, kemudian akhirnya merancang penggunaan baru segitiga siku-siku dalam desain atau arsitektur. Dalam proses ini siswa mulai pada titik yang sama yaitu mengenali dan mendefinisikan, kemudian meningkat ke kemampuan menjelaskan sampai mengaplikasikan segitiga pada suatu desain atau arsitektur.

Hal ini dapat membantu siswa dalam membangun pemahaman secara sistematis dan lebih luas lagi. Bloom Spiralling dapat digunakan untuk membingkai pelajaran, penilaian atau bahkan unit pembelajaran berbasis proyek.

3. manfaatkan kolaborasi asinkronus,

Strategi selanjutnya adalah memanfaatkan kolaborasi asinkronus. Tingkat tertinggi pada Taksonomi Bloom adalah mencipta atau berkreas,i hal ini menuntut siswa untuk menjadi pemikir inovatif atau tidaknya inventif. Siswa harus diberi ruang untuk bekerja secara kognitif dan kreatif melalui media sosial dan teknologi digital. Siswa dapat mengerjakan tugas mereka sesuai dengan kecepatan masing-masing, menambahkan pemikiran mereka sendiri, mampu mengamati, menginternalisasi dan menawarkan masukan sesuai dengan kesiapan latar belakang pengetahuan dan keahlian masing-masing. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi media sosial atau komunitas digital. Ini juga dapat membantu individu yang introvert karena tipe individu ini merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan tekanan kelompok besar dalam situasi normal.

4. biarkan siswa memimpin,

Strategi keempat biarkan siswa memimpin sebagai permulaan. Kita sebagai guru dapat membiarkan siswa membawa ide-ide mereka. Kerangka kerja Bloom memberikan kesempatan kepada siswa untuk membawa media pembelajaran sendiri atau dalam istilah bahasa Inggris biasa disebut brings your own media. Hal ini dapat mendukung pembelajaran karena membuka kesempatan bagi siswa untuk menggunakan materi pembelajaran mereka sendiri. Tugas ini juga cukup menantang secara kognitif, karena siswa dapat bekerja sendiri dengan kecakapan mereka sendiri dan dengan materi mereka sendiri, tentunya tetap dengan arahan dan evaluasi dari guru. Koleksi media yang beragam dapat digunakan untuk

(5)

menampilkan pameran kelas dan pendidikan berbasis komunitas. Contohnya dalam suatu tugas proyek 3R reduce, reuse and recycle siswa membawa hasil karya pemanfaatan kembali sampah botol plastik dan dipresentasikan di depan kelas.

5. rencanakan urutan pembelajaran berbasis proyek

Strategi kelima adalah rencanakan urutan pembelajaran berbasis proyek.

Menggunakan Taksonomi Bloom untuk merencanakan urutan pembelajaran berbasis proyek tidak sesulit kedengarannya misalnya jika seorang siswa melakukan proyek daur ulang, urutan dapat dimulai pada tingkat yang lebih rendah dimana siswa mengingat, mendefinisikan dan mengidentifikasi komponen kunci daur ulang, tantangannya dan lain- lain, kemudian siswa mulai menganalisis sebab akibat dari banyak komponen dan tantangan tersebut, kemudian mengevaluasi efektivitas teknik daur ulang yang ada, kemudian akhirnya menciptakan strategi baru untuk meningkatkan daur ulang dan lain-lain.

6. berikan poin per level.

Strategi terakhir adalah berikan poin per level untuk mendorong siswa termotivasi agar tingkat kognitifnya bisa meningkat dari yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi.

Kita dapat menerapkan nilai poin pada proses pembelajaran, contohnya dalam sebuah pembelajaran dengan metode diskusi berikan lebih sedikit poin bagi siswa yang tinggal terlalu lama di tingkat kognitif yang lebih rendah didiskusi kelas. Dalam hal ini kita dapat memberikan jumlah poin yang sama untuk tingkat yang lebih rendah dan lebih tinggi di awal tetapi mulailah mengurangi poin jika siswa tidak meningkatkan kompleksitas diskusi pemikiran mereka, tulisan mereka atau apapun tugasnya.

Taksonomi pembelajaran bertujuan agar hasil belajar dapat tercapai. Taksonomi pembelajaran adalah sebuah kerangka acuan untuk mengelompokkan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik sebagai damfak hasil pembelajaran. Taksonomi merujuk pada tujuan pembelajaran harapannya dengan adanya taksonomi ini para pendidik/guru dapat mengetahui tujuan pembelajaran bersifat kognitif, afektif atau psikomotor. Juga berfungsi untuk menganalisis tujuan pembelajaran, kesesuaian bahan ajar dengan tujuan yang ingin dicapai, kesesuaian tujuan dengan evaluasi, dan kesesuaian bahan ajar dengan evaluasi, yang akan memberikan rambu-rambu yang jelas ketika guru menuliskan

(6)

kata kerja dalam rumusan indikator pembelajaran dan akan dijadikan landasan oleh guru/pendidik dalam menyusun instrumen evaluasi hasil belajar.

Referensi

Dokumen terkait

Taksonomi dalam bidang pendidikan, digunakan untuk klasifikasi tujuan instruksional; ada yang menamakannya tujuan pembelajaran, tujuan penampilan, atau sasaran belajar,

Solusi-solusi yang diberikan guru terhadap kendala-kendala yang muncul dalam mengajarkan pengetahuan berdasarkan teori Taksonomi Bloom Revisi pada pembelajaran IPA

Dalam revisi taksonomi Bloom aspek “ noun ” dan “ verb ” menjadi dua aspek yang terpisah, yaitu aspek “ knowledge dimension ” dan “ cognitive process dimension .”

Revisi taksonomi Bloom juga mengubah kata kunci operasional dari kata benda menjadi kata kerja dari level terendah sampai dengan level tertinggi.Terdapat perubahan yang sangat

Berdasarkan kesimpulan melihat adanya pengaruh bahwa penggunaan Taksonomi Bloom Revisi dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik, maka

Untuk mengukur hasil belajar Kognitif dalam taksonomi Bloom, terdapat beberapa tes yang dapat dilakukan salah satunya adalah tes pilihan ganda.. Tes bentuk pilihan ganda

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kata kerja operasional dan strategi pembelajaran verba yang digunakan di kelas 2 SD Bali Kiddy, serta kaitannya dengan taksonomi Bloom dalam pembelajaran

Pembahasan Analisis Hasil Pembelajaran Dalam pembelajaran materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel teori taksonomi bloom mata pelajaran matematika pada warga belajar PKBM Hang