• Tidak ada hasil yang ditemukan

peningkatan hasil belajar siswa - etheses UIN Mataram

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "peningkatan hasil belajar siswa - etheses UIN Mataram"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MEDIA GRAFIS PADA MATA

PELAJARAN MATEMATIKA DI MI NAHDLATUL MUJAHIDIN NW JEMPONG TAHUN PELAJARAN

2016/2017

oleh Sundusiyah NIM. 15.1.13.9.074

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM

2017

(2)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MEDIA GRAFIS PADA MATA

PELAJARAN MATEMATIKA DI MI NAHDLATUL MUJAHIDIN NW JEMPONG TAHUN PELAJARAN

2016/2017 Skripsi

Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

oleh Sundusiyah NIM. 15.1.13.9.074

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM

2017

(3)
(4)

(5)

MOTTO

Artinya: “Mereka itu lah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan; dan Allah maha cepat perhitungan-Nya”.(QS.

Al-Baqarah (2): 202)1

1YayasanPenyelenggaraanPenerjemah/Penafsir Al-Qur’an RevisiTerjemah, Al-Qur’an danTerjemahnya, (Bandung: PT. SygmaExamediaArkanleema, 2009). h. 31.

(6)

PERSEMBAHAN

“Ku persembahkan skripsi ini untuk Bapak ku Masnun, ibu ku Siti Samurah yang sangat- sangat aku cintai dan aku hormati, dan untuk semua keluarga, sahabat yang telah berperan membantu dalam penyelesaian skripsi ini. I am very grateful to all of you witand the support of parents who always love me”.

(7)
(8)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam dan Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad, juga kepada keluarga, sahabat, dan semua pengikutnya.

Amin.

Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan penghargaan setingi-tinginya dan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, yaitu mereka antara lain adalah:

1. Bapak Dr. M. Sobry, M.Pd sebagai pembimbing I dan Bapak Samsul Irpan, M.Pd sebagai pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi, dan koreksi mendetail, terus-menerus, dan tanpa bosan ditengah kesibukannya dalam suasana keakraban menjadikan skripsi ini menjadi matang dan cepat selesai.

2. Ibu Dra. Rabiatul Adawiyah, M.A sebagai Ketua Jurusan dan bapak Murzal, M.Ag sebagai sekjur S1 PGMI UIN Mataram.

3. Ibu Dr. Hj. Nurul Yakin, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram.

4. Bapak Dr. H. Mutawali, M.Ag, selaku Rektor UIN Mataram yang telah memberikan tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu dan memberi bimbingan dan peringatan untuk tidak berlama-lama di kampus tanpa pernah selesai.

(9)

5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram yang telah banyak memberikan bimbingan selama penulis melaksanakan studi di UIN Mataram.

6. Para guru dan staf MI Nahdlatul Mujahidin NW Jemopong yang telah membantu dalam proses penelitian berlangsung.

7. Almamater ku tercinta UIN Mataram.

Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat-ganda dari Allah swt, dan semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi semesta.Amin.

Mataram,2017

Penulis,

Sundusiyah

(10)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL HALAMAN JUDUl

PERSETUJUAN PEMBIMBING NOTA DINAS PEMBIMBING

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI PENGESAHAN DEWAN PENGUJI

HALAMAN MOTO ...i

HALAMAN PERSEMBAHAN ...ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ...v

DAFTAR TABEL ...viii

DAFTAR GAMBAR ...ix

DAFTAR LAMPIRAN ...x

ABSTRAK ...XI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakag Masalah ...1

B. Sasaran Tindakan ...4

C. Rumusan Masalah ...4

D. Tujuan Penelitian ...5

E. Manfaat Hasil Penelitian ...5

(11)

F. Telaah Pustaka ... ..6

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hasil Belajar ...9

1. Pengertian hasil belajar ...9

2. Faktor – faktor yang mempengaruhi hasil belajar ...9

3. Macam – macam hasil belajar ...10

4. Indikator hasil belajar ...11

B. Media Grafis ...13

1. Pengertian media grafis ...13

2. Jenis – jenis media grafis ...14

C. Mata Pelajaran Matematika ...15

1. Hakikat mata pelajaran matematika ...15

2. Tujuan mata pelajaran matematika ...17

3. Ruang Lingkup mata pelajaran matematik akelas III ...17

D. Kerangka Pikir ...20

BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian ...23

B. Sasaran Penelitian ...24

C. Rencana Penelitian ...24

D. Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya ...27

E. Pelaksanaan Tindakan ...29

F. Cara Pengamatan ...30

G. Analisis Data danRefleksi ...31

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian ...36

1. Sejarah Singkat Berdirinya MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong ...36

(12)

2. Letak geografis MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong ...37 3. Visi dan Misi MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempng ...37 4. Keadaan guru /pegawai MI Nahdlatul Mujahidin

NW Jempong ...38 B. Hasil Penelitian ...38 C. Pembahasan ...51

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ...55 B. Saran ...55

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Telaah pustaka

Tabel 2 Ruang lingkup materi matematika kelas III.

Tabel 3 Rumus aktivitas belajar siswa.

Tabel 4 Rumus aktivitas guru

Tabel 10 Data hasil aktivitas siswa siklus I.

Tabel 11 Data hasil Observasi aktivitas guru siklus I.

Tabel 12 Nilai tes evaluasi siklus I.

Tabel 13 Data hasil belajar siswa siklus I.

Tabel 14 Data hasil observasi aktivitas siswa siklus II.

Tabel 15 Data hasil observasi aktivitas guru siklus II.

Tabel 16 Nilai tes evaluasi siklus II..

Tabel 17 Data hasil belajar siswa siklus II.

Tabel 18 Data pensekoran hasil belajar siklus I dan II.

Tabel 19 Data hasil aktivitas belajar siswa dan guru siklus I dan II.

(14)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Kerangka fikir Dalam Meningkatkan Hasil Belajar.

Gambar 2 Model Penelitian Tindakan Kelas Kurt Lewin.

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Nama-nama Siswa Kelas III MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Kecamatan Ampenan Kota Mataram.

Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I.

Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II.

Lampiran 4 Soal Evaluasi Siklus I.

Lampiran 5 Kunci Jawaban Evalusi Siklus I.

Lampiran 6 Data Hasil Tes Evaluasi Siklus I Kelas III Pada Mata Pelajaran Matematika MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Tahun Pelajaran 2016/2017.

Lampiran 7 Analisi Data Hasil Tes Evaluasi Siklus I Siswa Kelas III Pada Mata Pelajaran Matematika MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Tahun Pelajaran 2016/2017.

Lampiran 8 Soal Evaluasi Siklus II.

Lampiran 9 Kunci Jawaban Evaluasi Siklus II.

Lampiran 10 Data Hasil Tes Evaluasi Siklus II Kelas III Pada Mata Pelajaran Matematika MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Tahun Pelajaran 2016/2017.

Lampiran 11 Analisi Data Hasil Tes Evaluasi Siklus II Siswa Kelas III Pada Mata Pelajaran Matematika MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Tahun Pelajaran 2016/2017.

Lampiran 12 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I.

Lampiran 13 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II.

Lampiran 14 Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus I.

Lampiran 15 Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus II.

Lampiran 16 Analisis Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa dan Guru Siklus I.

Lampiran 17 Analisis Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa dan Guru Siklus II.

(16)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SIAWA MELALUI PENERAPAN MEDIA GRAFIS PADA MATA PELAJARAN

MATEMATIKA DI MI NAHDLATUL MUJAHIDIN NW JEMPONG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh:

Sundusiyah NIM. 15.1.13.9.074

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan media grafis pada mata pelajaran Matematika di MI Nahdlatul Mujahidin NW JempongTahunPelajaran 2016/2017.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model siklus yang dilakukan secara berulang dan memiliki empat tahapan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong yang berjumlah 25 siswa dan objeknya adalah pembelajaran Matematika. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Matematika.

Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus kesiklus. Padasiklus I yaitu 70% ini belum dikatakan tuntas karena belum mencapai lebih dari 85% dengan nilai rata-rata 72,79, setelah melaksanakan siklus II hasil belajar siswa mengalami penelingkatan yaitu 87% ini sudah dikatakan tuntas karna sudah mencapai lebih dari 87%

dengan nilai rata-rata 78,25, ini sudah mengalami peningkatan sebanyak 17% dari siklus I kesiklus II. Keaktivan siswa di dalam kelas juga mengalami peningkatan.

Kata kunci : hasilbelajarMatematika, penerapan media grafis.

(17)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah suatu peroses interaksi dan interelasi antara komponen pendidikan, dalam suatu proses integral, menyeluruh dan mempunyai tujuan khusus yang telah ditetapkan. Hampir setiap orang pernah mengalami pendidikan, tetapi tidak semua orang mengerti makna kata pendidikan, pendidik dan mendidik. Untuk memahami pendidikan, ada dua istilah yang dapat mengarahkan pada pemahaman hakikat pendidikan, yakni kata paedagogie dan peadagogiek.

Peaedagogie bermakna pendidikan, sedangkan paedagogiek berarti ilmu pendidikan. Oleh karna itu, tidaklah mengherankan apabila pedagogik (pedagogics) atau ilmu mendidik adalah ilmu atau teori yang sistematis tentang pendidikan yang sebenarnya bagi anak atau untuk anak sampai ia mencapai kedewasaan. 2

Masalah pendidikan tentunya sangat penting untuk diperhatikan, yang dimana dijelaskan dalam undag-undang dasar 1945 berbunyi:

“Bahwa pembangunan dibidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia di Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur, serta memungkinkan para warganya mengembangkan diri baik berkenaan dengan aspek jasmaniah maupum rohaniah berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945”.3

2Sukarjo ddk, Landasan pendidikan (Jakarta: Rajaprasindo persada ,2010 ),h,7

3Hasbullah , Dasar-dasar Ilmu Pendidikan – Ed.revisi (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada ,2006),h.283

(18)

Dengan itu pendidikan mempunyai fungsi atau tujuan tertentu dan pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menginisiasi, memfasilitasi dan meningkatkan intensitas dan kualitas belajar pada diri siswa.

Melalui pembelajaran inilah akan muncul kegiatan belajar. Pembelajaran yang memunculkan kegiatan belajar merupakan pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat membangkitkan dan meningkatkan berbagai kompetensi yang ada di dalam diri siswa serta aspek-aspek lain seperti minat, motivasi, kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar.

Mengingat pendidikan selalu berkenaan dengan upaya pembinaan manusia, maka keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada unsur manusianya. Unsur yang paling menentukan keberhasilan pendidikan adalah pelaksana pendidikan yaitu guru, sebab gurulah yang selalu terlibat langsung dalam upaya mempengaruhi, membina, dan mengembangkan kemampuan anak didik supaya menjadi manusia cerdas, terampil dan bermoral tinggi. Oleh karena itu guru dituntut untuk memiliki kemampuan dasar sebagai pendidik dan pengajar yang menguasai materi pelajaran dan terampil dalam menyampaikannya.4

Matematika memiliki nilai-nilai yang sangat penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, nilai-nilai tersebut diperlukan dalam pengajaran Matematika yang bertujuan dapat menumbuh kembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Karim mengatakan bahwa, “Matematika memiliki objek kajian yang abstrak, Matematika berdasarkan pada kesepakatan-

4Sudjana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. (Jakarta. Rineka Cipta 2005.) h. 13

(19)

kesepakatan, Matematika sepenuhnya menggunakan pola pikir deduktif dan Matematika dijiwai dengan kebenaran.5

Khusus bagi siswa sekolah dasar yang taraf berpikirnya masih sangat sederhana, untuk dapat menanamkan pemahaman terhadap materi secara baik perlu adanya dukungan benda-benda konkrit atau model. Misalnya dalam mengajar pokok bahasan “Pecahan” pada kelas III MI, diperlukan dukungan alat bantu dan pendekatan yang relevan dengan materi yang akan disampaikan, sehingga dapat mempermudah dan memperjelas pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

Berdasarkan pemantauan sementara sebagian besar siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami materi atau konsep matematika yang diajarkan. Siswa merasa mata pelajaran matematika adalah pelajaran yang sangat sulit. Ini terlihat dari rata-rata hasil mid semester yakni 38,64. Dengan kata lain sebanyak 6 dari 25 orang siswa mendapat nilai di atas KKM (Keriteria ketuntasan minimal) dan 19 siswa lainnya mendapat nilai di bawah KKM. Hal ini menggambarkan ketuntasan belajar siswa masih di bawah standar karna mata peajaran matematika sendiri memiliki patokan nilai 75 untuk KKM.6

Melihat kondisi tersebut akhirnya ditemukan ide untuk memperbaiki pembelajaran tersebut dengan menggunakan media grafis (diagram).

Media grafis (diagram) adalah media gambar sederhana yang menggunakan garis-garis, simbol-simbol, diagram atau sekema menggambarkan struktur dari objek secara garis besar.

5Karim Muhtar. Pendidikan Matematika I, (Malang: Dekdikbud, 2006) h. 21

6Dokkumentasii ‘’Arsip Nilai Kelas III MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong’’

16 Maret 2017.

(20)

Dengan menggunakan media grafis (diagram) diharapkan dapat menyajikan pembelajaran yang sesuai dan cocok dengan proses berpikir siswa.

Harapan selanjutnya adalah siswa tidak lagi merasa takut dan bosan serta malas, melainkan menyenangi serta meningkatkan minat dan selera belajar mereka terhadap pelajaran Matematika. Matematika tidak lagi menjadi pelajaran sulit, tetapi siswa merasa mudah dalam mempelajari Matematika. Jika semua itu terwujud, memungkinkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran Matematika akan semangkin bertambah. Ini terjadi karena dalam pembelajaran konvensional guru kurang melibatkan siswa dalam pelajaran yang disampaikan. Oleh karena itu, guru harus berusaha untuk dapat melibatkan siswa supaya siswa aktif dalam proses belajar mengajar.

B. Sasaran Tindakan

Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas III MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Kota Mataram.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah tersebut, dalam penelitian ini diajukan rumusan masalah sebagai berikut: Apakah penerapan media Grafis dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran matematika pokok bahasan pecahan di MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Tahun pelajaran 2016/2017?

(21)

D. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar sisiwa melalui penerapan media grafis pada mata pelajaran matematika di MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Tahun Pelajaran 2016/2017.

E. Manfaat Hasil penelitian 1. Manfaat teoretik

Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan atau informasi dan bahan pertimbangan dalam proses kegiatan pembelajaran hususnya dalam mata pelajaran matematikan untuk meningkatan mutu pendidikan.

2. Manfaat praktis yaitu:

a. Untuk Siswa

Meningkatkan dan menumbuhkan motivasi belajar sisiwa dalam mempelajari matematika sehingga diharapkan dapat meningkat hasil belajar..

b. Untuk Guru

Menumbuhkan kreativitas guru dengan menerapan media Grafis pada mata pelajaran matematika .

c. Untuk MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong

Meningkatnya pemberdayaan dengan menerapan media Grafis agar hasil belajar sisiwa lebih baik dan perlu dicoba pada mata pelajaran lainnya. Dengan meningkatnya hasil belajar siswa maka mutu pendidikan disekolah juga akan meningkat.

(22)

F. Telaah Pustaka

Setiap penelitian memiliki fokus masalah yang berbeda-beda dan beragam, begitu pula dengan penelitian ini. Peneliti akan mendeskripsikan beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan.

Adapun penelitian-penelitian tersebut adalah :

1. Penelitian yang dilakukan oleh Rehaniah, 2015 yang berjudul

“peningkatan hasil belajar melalui penggunaan media Grafis pada mata pelajaran matematika di Kelas III MI Al-Amin Pejeruk Ampenan Tahun Pelajaran 2015/2016”. Setelah dilakukan penelitian menggunakan media grafis dan analisis hasil belajar dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan mmedia Grafis dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa.

Ketuntasan klasikal (KK) sebesar 81,15% pada siklus I, menjadi 86,92%

pada siklus II. artinya 86,92% siswa telah mencapai nilai KKM ≥ 65.

Peningkatan ketuntasan klasikal (KK) sebesar 5,77% .Nilai rata-rata juga mengalami peningkatan pada siklus II. Nilai rata-rata 89,61% pada siklus I menjadi 93,85% pada siklus II. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II.

2. Dapat dilihat dari penelitian yang dilakukan oleh Resti Riana, 2013 yang berjudul “ Penggunaan media manifulatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika Sekolah Dasar”

mengatakan bahwa penggunaan media manifulatif jaring-jaring dapat

(23)

meningkatkan hasil belajar matematika terlihat pada siklus I nilai rata- rata 78,25% meningkat pada siklus II dengan rata-rata 92,00% ini berarati mengalami peningkatan sebesar 13,75%.

3. Dapat dilihat dari penelitian yang dilakukan oleh Hasb, 2015 yang berjudul “ Peningkkatan prestasi belajar matematika materi pokok pecahan sederhana dengan penggunaan media Grafis peserta didik kelas III MI Rupe Tahun Pelajaran 2014/2015” Berdasaran hasi peneitan yang dilakukan oleh peneliti mengatakan penggunaan media grafis pada materi pokok pecahan sederhana dapat meni ningkatan prestasi belajar siswa MI Rupe, hail tersebut dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata- rata siswa serta prsentase ketuntasan kasika evaluasi belajar sebesar 64,47 dengan ketuntasan 73% pada siklus I, menjadi 70,00 dengan ketuntasan 89% pada siklus ke II.

Tabel 1. Telaah Pustaka

No. Judul Penelitian Persamaan Perbedaan

1.

Peningkatan hasil belajar melalui penggunaan media Grafis pada mata pelajaran

matematika .

1. Mengkaji tentang media Grafis.

2. Meneliti pada mata pelajaran yang sama yakni pelajaran matematika.

1. Mengkaji tentang hasil belajar

menggunakan media grafis oleh penelitian terdahulu dan

penelitian sekarang mengkaji tentang hasil belajar menggunakan dua media grafis dan manifulatif.

(24)

2.

Penggunaan media manifulatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran

Matematika Sekolah Dasar.

1. Mengkaji tentang hasil belajar dengan menggunakan media manifulatif.

2. Meneliti pada mata pelajaran yang sama yakni matematika.

1. Mengkaji tentang hasil belajar

menggunakan media manifulatif pada matapelajaran matematika pada kelas IV oleh peneliti terdahuli dan peneliti sekarang mengkaji tentang hasil belajar dengan

menggunakan media Grafis dan Manifulati pada mata pelajaran matematika kelas III.

3.

Peningkkatan prestasi belajar matematika materi pokok pecahan sederhana dengan penggunaan madia Grafis peserta didik kelas III MI Rupe Tahun Pelajaran 2014/2015.

1. Mengkaji tentang penggunaan media Grafis

2. Meneliti pada mata pelajaran yang sama yani Matematika.

1. Mengkaji tentang prestasi belajar pada mata pelajaran matematika di kelas III MI oleh peneliti terdahulu dan peneliti sekarang mengkaji tentang hasil belajar pada mata pelajaran matematika di kelas III MI.

2. Mengkaji tentang prestasi belajar dengan

menggunakan media Grafis oleh peneliti terdahulu dan peneliti sekarang mengkaji tentang hasil bellajar dengan menggunakan dua media yakni media

Grafis dan

Manifulatif.

(25)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Hasil Belajar

1. Pengertan hasil belajar

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah dia menerima pengalaman belajarnya.7 Hasil belajar yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar.8 Hasil belajar merupakan perubahan prilaku pada diri pebelajar setelah mengalami proses belajar.9

Berdasarkan beberapa pendapat diatas tentang hasil belajar, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa setelah mengikuti proses pembelajaran baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan pisikomotorik.

2. Faktor – faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar ada dua yaitu (1) faktor internal dan (2) faktor

7Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2011), h. 22.

8 Ahmad Susanto. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar (Jakarta : Kencana, 2013), h. 5.

9 Purwanto, EvaluasiHasilBelajar (Yogyakarta : Pustaka Belajar, 2014), h. 185.

(26)

eksternal:10 Secara rinci, uraian mengenai faktor internal dan eksternal adalah sebagai berikut:

a. Faktor internal

Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik yang mempengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini meliputi kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.

b. Faktor eksternal

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempenngaruhi hasil belajar begitu banyak, tetapi menurut saya yang lebih dominan adalah faktor eksternal dan faktor internal. Yang dimana faktor eksternal itu mencakup keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat, sedangkan faktor internal yang dimana faktor internal mencakup dari dalam diri siswa itu sendiri seperti minat, motovasi, fisik yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa di sekolah. Faktor yang berasal dari luar diri yang dapat mempengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penghasilan keluarga yang minim, kurangnya perhatian orang tua juga dapat berpengaruh pada hasil belajar peserta didik.

3. Macam-Macam Hasil Belajar

Bloom membagi hasil belajar ke dalam tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik, Berikut penjelasannya:

10 Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar (Jakarta : Kencana, 2013), h. 12.

(27)

a. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis sintesis dan evaluasi.

b. Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, organisasi dan internalisasi.

c. Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotorik yakni 1) gerakan refleks, 2) keterampilan gerakan dasar, 3) kemampuan perceptual, 4) keharmonisan dan ketetapan , 5) gerakan keterampilan kompleks, 6) gerakan ekspretif dan interpretif.

Dari ke tiga bagian diatas dapat disimpulkan bahwah ketiga bagian tersebut meliputi tiga ranah yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah pisikomotorik yang mempunyai peran penting untuk meningkatkan hasil belajar .

4. Indikator Hasil Belajar

Berdasarkan taksonomi Bloom yang sudah direvisi oleh Andersondan kratwohl (a) mengingat (remember), (b) memahami (understand), (c) menerapkan (apply), (d) menganalisis (analsy), (e) mengevaluasi (evaluate), (f)menciptakan (create). Adapun penjelasan dari taksonomi sebagai berikut:11

11Retno utari, “Taksonomi Blom Apa Dan Bagaimana Menggunakannya?”

dalam http://www. bppk.depkeu.go.id/webpkn.attachment/article, diambil tanggal 27 maret 2017 pukul 11.40 WITA.

(28)

Dari enam bagian yang disebutkan oleh Bloom yang sudah direfisi oleh Andersondan dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Mengingat (remember), yaitu usaha untuk mendapatkan kembali pengetahuan dari memori atau ingatan yang telah lampau baik yang baru saja didapatkan maupun yang sudah lama didaptakan. Adapun kata operasionalnya yaitu mendefinisikan, menyusun daftar, menjelaskan, mengingat, mengenali, menemukan kembali, mengurutkan, mengulang, menamai, menyatakan, menyebutkan, menempatkan.

b. Memahami (understand)yaitu kemampuan membangun sebuah pengertian dari berbagai sumber pesan, bacaan dan komunikasi. Adapun kata operasionalnya yaitu menerangkan, menjelaskan, meguraikan, menginterprestasikan, menterjemahkan, mengartikan, menyatakan kembali, menafsirkan, mendiskusikan, menyeleksi, mendeteksi, melaporkan, menduga, mengelompokkan, memberi contoh, merangkum, menganalogikan, mengubah, memperkirakan.

c. Menerapkan (apply) yaitu kemampuan melakukan sesuatu dan mengaplikasikan konsep dalam situasi tertentu. Adapaun kata operasionalnya yaitu memilih, menerapkan, melaksanakan, mengubah, menghitung, menggunakan, mendemostrasikan, memodipikasi menginterpretasikan, menunjukkan, membuktikan, menggambarkan, menggoperasikan, menjalankan, memprogramkan, memprakekkan, memulai.

d. Menganalisis (analysis) yaitu kemampuan memisahkan konsep kedalam beberapa komponen dan meghubungkan satu sama lain untuk memperoleh pemahaman konsep tersebut secara utuh. Adapaun kata oeprasionalnya yaitu mengkaji ulang, membedakan, membandingkan, merekonstraskan, memisahkan, menghubungkan, menunjukkan hubungan antar variabel, memecah menjadi beberapa bagian, menyisihkan, menduga, mempertimbangkan, mempertentangkan, menata ulang, mencirikan, mengubah struktur, melakukan pengetesan, mengintegrasikan, meggorganisir, mengkerangkakan.

e. Mengevaluasi (evaluate) yaitu kemampuan menetapkan derajat sesuatu berdasrkan norma, kriteria, atau patokan tertentu. Adapun kata operasinalnya yaitu mengkaji ulang, mempertahankan, mengevaluasi, mendukung, menilai, memprediksi, membenarkan, menyalahkan.

f. Menciptakan (create) yaitu kemampuan memadukan unsur-unsur menjadi sesuatu bentuk baru yang utuh atau koheren atau membuat sesuatu yang orisimil. Adapun kata operasionalnya yaitu merakit, merancang, menemukan, menciptakan, memperoleh, mengembangkan, memformasikan, membangun membentuk, melengkapi, menyempurnakan, melakukan inovasi, mendesain, menghasilkan karya.12

12 Retno utari, “Taksonomi Blom Apa Dan Bagaimana Menggunakannya?”

(29)

Dari ke enam indikator hasil belajar yang di atas, ada 3 indikator yang diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar melalui penerapan media grafis di antaranya: 1) Mengingat, yang dimana dalam menerapkan media grafis siswa harus meperhatikan penjelasan guru tentang materi yang dijelaskan menggunakan media grafis, dengan menggunakan media diharapkan siswa mudah nmgerti dan cepat dalam mengingatnya. 2) Memahami, siswa akan lebih mudah memahami suatu materi apabila dalam penyampaian materi pembelajaran guru menggunakan media, seperti penerapan media grafsi pada materi pecahan yang menarik perhatian siswa supaya siswa tidak cepat bosan dalam belajar. 3) Menerapkan, dalam menggunakan media pembelajaran, yang berperan mengaplikasikan media yang digunakan tidak haya guru akan tetapi siswa jugak harus ikut terlibat supaya siswa mudah dalam memahami dan lebih mebangun mitivasi siswa utuk bias menerapakn media yang akan digunakan.

B. Media Grafis

1. Penegrtian Media Grafis

Media grafis termasuk media visual, sebagai mana halnya media yang lain, media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan.

Saluran yang dipakai menyangkut indra penglihtan.Pesan yang akan di sampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol komunikasi visual.Simbol – simbol tersebut perlu dipahami benar artinya agar proses penyampean pesan dapat berhasil dan efisien. Selain fungsi umum tersebut,secara khusus grafis berfungsi pula menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atu diabaikan bila tidak digrafiskan.13

13Arief. S. Sadirman dkk, Media Pendidikan (Jakarta : TP Rajagrafindo Persada, 1986), h. 28.

(30)

Definisi tersebut dipadukan dengan pengertian praktis, makna grafis sebagai media, dapat mengkomunikasikan fakta-fakta dan gagasan-gagasan secara jelas dan kuat melalui perpaduan antara pengungkapan kata-kata dan gambar.

Kata-kata dan angka-angka diperlukan sebagai judul dan penjelasan kepada grafik, bagan, diagram, pooster kartun dan komik. 14

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media grafis adalah media visual, sebagai mana sama halnya dengan media-media yang lain media grafis berfungsi untuk menyalurkan atau mempermudah seorang guru untuk menyampaikan pembelajaran kepada peserta didik.

2. Jenis-jenis Media Grafis

Ada beberapa jenis media grafis, berikut ini:

a. Gambar / Foto; adalah media yang paling umum di pakai.

b. Sketsa; adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa ditail.

c. Diagram; adalah suatu gambar sederhana yang menggunakan garis- garis dan simbol-simbol, diagram atau sekema manggambarkan struktur dari objek secara garis besar.

d. Bagan / Chart; adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual.

e. Grafik (graphs); adalah gambar sederhana yang menggunakan titik- titik, garis atau gambar.

14Nana Sujana dan Ahmad Rivai, Medai Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algensindo Offest, 2015). h. 27.

(31)

f. Kartun; adalah suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol- simbol untuk menyampaikan suatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang, situasi, atau kejadian-kejadian tertentu.15 Dalam penelitian ini media grafis yang akan di gunakan adalah media grafis (diagram), media diagram adalah media sederhanayang menggunakan garis- garis dan simbol-simbol, diagram atau sekema menggambarkan struktur dari objek secara garis besar. Diagram menunjukan hubungan yang ada antara komponennya atau sifat-sifat proses yang ada . Diagram pada umum nya berisi petunjuk-petunjuk. Diagram menyederhanakan hal yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.16

Media yang digunakan dibuat dari kertas manila yang digambar untuk mengaplikasikan materi yang akan di sampaikan, guru memotong ketas manila yang sudah di gambar kemudian menempelkannya di papan, setelah itu guru mulai menjelaskan materi menggunakan media tersebut, setelah itu, siswa diminta untuk menuliskan lambang bilangan dari media yang ditempel.

C. Mata Pelajaran Matematika

1. Hakikat mata pelajaran matematika

Hakikat matematika yaitu memiliki objek tujuan abstrak, bertumpu pada kesepakatan, dan pola pikir yang deduktif.17 Sedangkan matematika, menurut Ruseffendi adalah bahasa simbol, ilmu deduktif yang tidak menerima pembuktian secara induktif, ilmu tentang pola keteraturan, dan struktur yang terorganisasi,

15Arief S.Sadirman dkk, Media Pendidikan. h. 35.

16Arief S.Sadirman dkk, Media Pendidikan. h. 34.

17 Heruman, Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2008), h. 1.

(32)

mulai dari unsur yang tidak didefinisikan, ke unsur yang didefinisikan, dan akhirnya ke dalil.18

Ada bebrapa definisi yang membahas tentang matematika yang di mana salah satunya menurut Ahmad Susanto:

Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan berargumentasi, memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah sehari-hari dan dalam dunia kerja, serta memberikan dukungan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.19

Sementara mengenai pengertian beberapa defenisi atau pengertian tentang matematikaakan disajikan dibawah ini.

a. Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan yang ekstak dan terorganisasi secara sistematik.

b. Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasinya.

c. Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logis dan berhubungan dengan bilangan.

d. Matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitif dan masalah tentang ruang dan bentuk.

e. Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-stuktur yang logis.

f. Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.20

Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hakekat matematika adalah memiliki objek tujuan yang abstrak, dan bertumpu pada kesepakatan. Sedangkan matematika adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang bilangan, bangunan serta dituntut untuk berpikir dan bernalar logis agar dapat menyelesaikan berbagai persoalan atau masalah keseharian dalam kehidupan.

18Ibid.,h. 1.

19Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, h. 185.

20 Irzani, Matematika 1”untuk calon guru SD/MI” (Yogyakarta : Kurnia Kalam Semesta, 2010),h. 5.

(33)

2. Tujuan Mata Pelajaran Matematika

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomer 22 Tahun 2006 dijelaskan bahwa, mata pelajaran matematika yang diajarkan di sekolah bertujuan agar peserta didik memilki kemampuan sebagai berikut:

a. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau logaritma secara luwes, akurat, efesien, dan tepat dalam pemecahan masalah.

b. Menggunakan penalaran pada pola sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan.

c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

d. Mengkomunikasikan gagasan dengan symbol, table, diagram, atau medialain untuk memperjelas keadaan atau masalah.

e. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.21

Konsep-konsep pada kurikulum matematika SD dapat dibagi menjadi tiga kelompok :(1) Penanaman konsep dasar, (2) Pemahaman konsep, (3) Pembinaan keterampilan.22

3. Ruang lingkup mata pelajaran matematika kelas 3

Pecahan dapat diartikan sebagi sesuatu yang utuh. Dalam ilustrasi gambar, bagian yang dimaksud adalah bagian yang diperhatikan, yang biasanya ditandai dengan arsiran. Bagian inilah yang dinamakan pembilang. Adapun bagian yang utuh adalah bagian yang dianggap sebagai satuan, dan dinamakan penyebut. Pusat pengembangan kurikulum dan sasaran pendidikan badan penelitian dan

21Moch Masykur Ag & Abdul Halim Fathani,Mathematical Intelegence., h. 52- 53.

22Heruman , Metode Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. h. 2

(34)

pengembangan menyatakan bahwa pecahan merupakan salah satu topik yang sulit untuk diajarkan. Kesulitan itu terlihat dari kurang bermaknanya kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru, dan sulitnya pengadaan media pembelajaran.

Akibatnya guru biasanya lansung mengajarkan pengenalan anngka, seperti pada pecahan 1

2, 1 disebut pembilang dan 2 disebut penyebut.23 Ruang lingkup materi kelas 324

Tabel 2. Ruang lingkup materi kelas III No Standar

kopetensi

Kopetensi dasar

Indikator Materi

pokok 1 Bilangan

memahami pecahan sederhana dan penggunaanya dalam

pemecahan sederhana.

Mengenal pecahan sederhana.

• Mengenal pecahan sederhana (misalnya

½,1/4)

• Membaca dan menulis lambang pecahan .

• Menyajikan nilai pecahan dalam kata- kata dan lambang.

Konsep pecahan.

Membandi ngkan pecahan sederhana.

• Mengurutkan pecahan sderhana dan menuliskannya pada garis bilangan pecahan .

• Menentukan letak pecahan pada garis bilangan.

• Membadingkan pecahan sederhana.

Garis bilangan pecahan.

2 Geometri dan pengukuran

Mengident ifikasi

• Menentukan sifat- sifat bangun

Sifat dan

23Ibid, h. 43.

24Ruang lingkup pembelajaran matematika di mi kelas 3,(KTSP,STANDAR ISI KELAS III)

(35)

berbagai bangun datar sederhana menurut sifat atau unsurnya.

datar:segitiga,persegi dan persegi panjang.

• Menggambar bagun sesuai dengan sifat- sifat bangun datar yang ditemukan dengan berbagai ukuran.

unsur bangun datar.

Mengident ifikasi berbagai jenis dan besar sudut.

• Menentukan pojok dari benda dan bangunan.

• Menjelaskan sudut sebagai daerah yang dibatasi oleh dus sinar (garis yang berpotongan)

• Mengenal dan jenis- jenis sudut :

lancip,siku-siku, dan tumpul.

• Membandingkan dan mengurutkan sudut menurutjenis dan ukurannya.

• Mengenal sudut sebagai jarak putar .

• Membuat sudut satu,setengah dan seperempat putaran.

Sudut

3 Menghitung keliling, luas persegi dan persegi

panjang , serta penggunaanya dalam

pemecahan masalah.

Menghitun g keliling persegi dan persegi panjang.

• Mengenal dan menghitung keliling persegi dan persegi panjang dengan satuan baku.

• Menggambar bangun persegi dan persegi panjang dengan berbagai ukuran.

• Membuat bangunan persegi dan persegi panjang dengan keliling tertentu.

Keliling persegi dan persegi panjang.

Menghitun g luas

• Menjelaskan luas sebagai daerah

Luas persegi

(36)

persegi dan persegi panjang

bidang (baik yang teratur dan tidak teratur )

• Menaksir luas daerah bangun persegi dan persegi panjang dengan menghitung petak satuan.

• Membandingkan dan mengurutkan luas berbagai bangun datar.

dan persegi panjang.

Menyelesa ikan masalah yang berkaitan dengan keliling ,luas persegi dan persegi panjanng.

• Menemukan cara

menghitung keliling dan luas persegi.

• Menemukan cara

menghitung keliling dan luas persegi panjang.

• Menyelesaika n soal cerita yang

berkaitan dengan keliling, luas persegi dan persegi panjang.

Soal cerita

D. Kerangka Pikir

Untuk meningkatkan hasil belajar sisiwa terhadap mata pelajaran matematika, guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang optimal dengan menerapkan berbagai media dan alat peraga dalam proses pembelajaran. Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh guru dalam pengajaran materi pokok dalam pemilihan media dalam pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan, karena melihat kondisi siswa yang mempunyai karakteristik yang berbeda.

(37)

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki konsep- konsep yang sulit untuk dipahami oleh peserta didik di sekolah dasar, karena dalam perkembangan kognitifnya peserta didik masih terkait pada hal-hal konkret (nyata). Dalam pembelajaran matematika yang abstrak, peserta didik memerlukan alat bantu berupa Media dan alat peraga yang dapat memperjelas apa yang akan disampaikan oleh guru sehingga lebih cepat dipahami oleh peserta didik. Melalui media pembelajaran, guru sangat terbantu dalam penyampaian materi yang bersifat abstrak atau tidak nyata. Dalam penggunaan media guru memerlukan pengetahuan terhadap pengelolaannya serta ketepatan dalam pemilihan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta karakteristik peserta didik. Media manipulatif adalah segala benda yang dapat dilihat, disentuh, didengar, dirasakan, dan dimanipulasikan. Hal ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang bisa dan biasa ditemukan peserta didik dalam kesehariannya dapat dijadikan media pembelajaran yang lebih kontekstual.

Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti akan mencoba melaksanakan pembelajaran Matematika dengan menggunakan media Grafis (diagram) pada materi pelajaran pecahan kelas III MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong.

Penerapan pembelajaran dengan menggunakan media grafis diharapkan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga tujuan pembelajaran pun dapat tercapai.

Berdasarkan uraian diatas, maka kerangka berpikir di atas dapat terlihat pada gambar di bawah ini :

(38)

Kondisi Awal

Dalam pembelajaran Matematika guru belum menerapkan Media Grafis:

a. Hasil belajar peserta didik dibawah standar KKM

b. Pembelajaran kurang menarik c. Peserta didik mudah bosan

Mengapa hasil belajar

Matematika pada materi pecahan

dibawah standar Tindakan KKM

Dalam pembelajaran Matematika guru menggunakan media Grafis melalui tahapan- tahapan :

Siklus I

Siklus II

Kondisi Akhir

Dalam pembelajaran Matematika guru belum menerapkan Mediag Grafis:

a.Pembelajaranmenjadimenyenangkan.

b. Ada peningkatan hasil belajar peserta didik terhadap pembelajaran Matematika.

(39)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Seting Penelitian

Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksi dan kolektif yang dilakukan oleh peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran praktik sosial mereka. Adapun menurut Hasley, seperti dikutip Cohen peneliti tindakan adalah intervensi dalam dunia nyata serta pemeriksaan terhadap pengaruh yang ditimbulkan dari intervensi tersebut. Pendapat lain tentang penelitian tindakan dikemukakan oleh Burns yang menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah penerapan berbagai fakta yang ditemukan untuk memecahkan masalah dalam situasi sosial untuk meningkatkan kualitas tindakan yang dilakukan dengan melibatkan kolaborasi dan kerjasama para peneliti dan praktisi.

peneliti tindakan adalah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan melalui proses diagnosis, perencanaan pelaksanaan, pemantauan, dan mempelajari pengaruh yang ditimbulkannya.25

1. Lokasi penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas III MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong.

2. Subjek penelitian

Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong yang berjumlah 32 orang siswa yang terdiri dari 25 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan.

25Wina Sanjaya , Penellitian Tindakan Kelas (Jakarta : Prenada Media 2009), h.24

(40)

3. Waktu penelitian

Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017.

B. Sasaran penelitian

Sasaran penelitian ini adalah terciptanya target yang diharapkan, yaitu memperbaiki kinerja guru dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dalam rangka peningkatan hasil belajar sisiwa melalui menggunaan media grafis pada pelajaran matemaatika pokok bahasan pecahan.

C. Rencana penelitian

Rencana tindakan pada dasarnya merupakan gambar tentang langkah- langkah yang rill yang akan dilakukan dalam tindakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas merupakan suatu perencanaan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan.26

Rencana penelitian tindakan kelas ini adalah rencana bersiklus, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi yang dilakukan secara berulang.

26Suharsimi Arikunto dkk,Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta : Bumi Aksara 2011) .h. 3

(41)

Siklus – siklus tersebut digambarkan pada Gambar 2

Gambar 2. Model Penelitian Tindakan Kurt Lewin.27

27Ibid..h.16

Perencanaan

Pengamatan

Perencanaan

Pengamatan

Pelaksanaan Refleksi

Berhasil

Pelaksanaan Refleksi

Membuat laporan jika belum berhasil

SIKLUS I

SIKLUS II

Dilanjutkan ke siklus berikutnya ?

(42)

Penjabaran rincian terkai siklus-siklus tersebut adalah : 1. Perencanaan (planning)

Kegiata yang dilakukan oleh guru dan peneliti pada tahap perencanaan ini adalah :

a. Memilih materi pecahan yang dapat diterapkan dengan menggunakan media grafs

b. Membuat perencanaan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran matematika (RPP).

c. Membuat lembar observasi untuk memilih pelaksanaan pembelajaran di kelas dan untuk mengetahui situasi dan kondisi kegiatan belajar mengajar pada saan penelitian ini dilaksanakan, baik untuk siswa maupun guru.

d. Membuat lembar tes hasil belajar yanng diterapkan memalui penggunaan media grafis sebagai alat evaluasi setelah proses belajar mengajar selesai.

2. Pelaksanaan tindakan (Acting)

Kegiatan pelaksanaan yang dilakukan adalah kegiatan pembelajaran yang sesui dengan RPP yang telah disusun oleh peneliti . Kegiatan yang dilakukan diantaranya : (a) Kegiatan awal, (b) Kegiatan inti, (c) Kegiatan akhir .

3. Pengamatan (Acting)

Pada tahap observasi ini peneliti akan melaksanaan proses observasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh siswa dan guru pada saat proses pembelajaran dilaksanakan, sesuai dengan skenario yang telah disusun dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat.

4 Refleksi (Reflecting)

Refleksi merupakan tahap akhir dari suatu siklus. Refleksi hanya akan dilakukan pada saat siklus yang telah berahir dapat dikatakan tidak memuaskan.

Pada tahap ini, peneliti, dan guru melakukan diskusi untuk mengevaluasi

(43)

kelemahan maupun kelebihan dari proses belajar dan hasil belajar yang ditemukan selama siklus berlansung. Pada kegiatan refleksi ini juga perlu dicari alternatif tindakan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki pada siklus selanjutnya akan menjadi lebih baik.

D. Jenis instrumen dan cara penggunaan

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Karena alat atau instrumen ini mencerminkan juga cara pelaksanaannya, maka sering juga disebut dengan teknik penelitian.28

Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunkan oleh penelitian dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya .29

Adapun instrumen untuk mengumpulkan data – data dalam penelitian ini adalah :

1. Lembar Observasi

Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagi proses biologis dan pisikologis. Dua diantaranya yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Pengamatan atau observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran .30

Observasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi partisipatif, yaitu peneliti ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlansung sekaligus

28Wina Sanjaya , Penelitian tindakan kelas . h.84

29Trianto ,penelitian tindakan kelas teori & praktik , (Jakarta : prestasi Pustakarya ,2011). h. 54

30Sugiono , Metode Penelitian Kuantitatif. R & D (Bandung : Alfabeta. 2013) . h.

102

(44)

melakukan pengamatan. Hal – hal yang harus diamati dalam penelitian ini disusun dalam pedoman observasi. Instrumen observasi yang digunakan dalam penelitian ini tindakan kelas ini adalah :

a. Aktivitas guru dalam proses pembelajaran yakni yang berkaitan dengan penerapan media Grafis.

b. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.

2. Tes

Tes merupakan alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur keberhasilan siswa mencapai kompetensi.31

“Tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampakan kepada sesorang atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan atau tingkat perkembangan salah satu atau beberapa aspek pisikologis didalam dirinya. Aspek pisikologis itu dapat berupa prestasi atau hasil belajar, minat, bakat, sikap, kecerdasan, reaksi motorik, dan berbagai aspek keperibadian lainnya”.32

Instrumen tes yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tes obyektif dan tes essay. Tes obyektif merupakan tes yang terdiri dari item-item yang dapat dijawab denga jalan memilih salah satu alternatif yang benar dari sejumlah alternatif yang tersedia, atau dengan mengisi jawaban yang benar dengan beberapa perkataan atau simbol, sedangkan tes essay merupakan bentuk tes yang terdiri dari suatu pertanyaan atau suatu suruhan yang menghendaki jawaban yang berupa uraian – uraian yang relatif panjang. Tes tersebut digunakan untuk

31Wina Sanjaya , perencanaan dan Disen pembelajaran . (Jakarta : kencana ). h. 235

32Kunandar , Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas (sebagai pengembang profesi guru).

(Jakarta : Raja Grafindo persada. 2011). h. 186

(45)

mendapatkan jawaban atas penelitian yang dilakukan guna menetapkan skor berupa angka.

3. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan pristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.33

Beberapa dokumen yang dapat membantu peneliti dalam mengumpulkan data penelitian yang relevansinya denag permasalahan dalam penelitian tindakan kelas, seperti :

a. Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

b. Laporan – laporan diskusi .

c. Berbagai macam hasil diskusi dan tes.

d. Laporan tugas siswa.

e. Bagian – bagian dari bukku teks yang digunakan dalam pembelajaran.

f. Contoh essay yang ditulis siswa.34 E. Pelaksanaan Tindakan

Penelitian tindakan kelas ini direncanakan untuk dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.

Siklus tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Siklus I

a. Perencanaan

Tahap perencanaan penelitian merumuskan beberapa hal yang berkaitan dengan tahap perencanaan yaitu :

1) Menetapkan pola – pola pembelajaran .

33Sugiono , Metode Penelitian . h. 329

34Kunandar .Langkah mudah . h. 185

(46)

2) Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan.

b. Tindakan

Tahap tindakan guru melakukan kegiatan pembelajaran secara aktif danmenyenangkan.

c. Pengamatan

Melalui pengamatan, peneliti dapat mengetahui kesesuaiaan antara pelaksanaan tindakan dan rencana tindakan yang telah dirumuskan. Penulis juga dapat menyimpulkan apakah pelaksanaan tindakan yang sedang dilaksanakan dapat menghasilkan perubahan seperti yang diharapkan.

d. Refleksi

Pada tahap refleksi, peneliti menelaah apakah pelaksanaan tindakan telah sesuai dengan yang direncanakan serta terjadi peningkatan hasil belajar pada siswa kelas III di MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong.

2. Siklus II

Pelaksanaan siklus kedua merupakan kelanjutan dari siklus pertma yang dalam pelaksanaan tindakannya sesuai dengan kebutuhan dan perbaikan strategi yang disampurnakan. Langkah-langkah pada siklus kedua sama dengan langkah- langkah pada siklus pertama yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.

F. Cara pengamatan ( Monitoring )

Tahap ini peneliti akan melaksanakan proses observasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh siswa dan guru pada saat proses pembelajaran dilaksanakan.

Sesuai dengan skenario yang telah disusun dengan menggunakan lembar

(47)

observasi yang telah dibuat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajar untuk mengukur keterampilan kriteria ketentuan Minimal (KKM) dan lembar observasi untuk mengetahui aktivitas siswa selama proses belajar – mengajar.

1. Lembar Observasi Aktifitas Guru.

2. Lembar Observasi Aktifitas Siswa.

G. Analisis Data dan Refleksi 1. Analisis Data

Analisi data adalah suatu cara yang digunakan dalam pengolahan data yang telah terhimpun dari berbagai penelitian sehingga diperoleh informasi – informasi yang berdaya guna, karena diperoleh dari instrumen msih berupa data mentah dan data yang diperoleh selanjutnya dianalisis.

a. Data Tes Hasil Belajar Siswa 1). Ketuntasan individu

Untuk menentukan ketuntasan belajar siswa (individual) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut.35

KB - 𝑇

𝑇𝑡× 100 Keterangan :

KB = Ketentuan belajar per siswa

T = Jumlah sekor yang diperoleh siswa Tt = Jumlah sekor total

35Trianto , Mendisain Model Pembelajaran Inovatif Progresif (Jakarta : Kencana . 2010). h. 241

(48)

Setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya ( ketuntasan individual) jika prosporsi jawaban bener siswa ≥ 65%. Berdasarkan ketentuan KTSP penentuan ketuntasan belajar ditentukan oleh sekolah, dan untuk kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran matematika di MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong adalah 75.

2). Ketuntasan klasikal

Data tes hasil belajar dan proses pembelajaran dianallisis menggunakan analisis hasil belajar secara klasikal.

Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dianalisis dengan rumus : KK = 𝑋

𝑍× 100%

Keterangan :

KK = Ketuntasan klasikal

X = Jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 Z = Jumlah seluruh siswa yang ikut tes.

Suatu kelas dikatakan tuntas belajarnya ( ketuntasan klasikal ) jika dalam kelas terdapat ≥ 85% siswa yang telah tuntas belajarnya.36

b. Data Aktivitas Siswa dan Guru 1. Observasi aktivitas siswa

Data aktivitas siswa selama pembelajaran dianalisis dengan cara menentukan skor jika semua diskriptor nampak. Sedangkan kategori untuk

36Ibid .... h. 241

(49)

aktivitas siswa, terlebih dahulu ditentukan Mi dan Sdi dengana rumus sebagai berikut .37

Mi = 1

2 × SMI SDi = 1

3Mi Keterangan :

Mi = Mean ideal ( angka rata-rata ideal).

SMi = Sekor maksimal ideal SDi = Standar Deviasi Ideal

Kriteria untuk menentukan aktivitas belajar siswa dicari dengan rumus pada tabel berikut :

Tabel 3. Rumus Aktivitas Belajar Siswa.38 Interval Kategori

Mi + 1, 5 SDi ≤ A Sangat aktif Mi + 0,5 SDi ≤ A < Mi +

1,5 Sdi

Aktif Mi - 0,5 SDi ≤ A < Mi +

0,5 Sdi

Cukup aktif Mi - 1,5 SDi ≤ A < Mi -

0,5 Sdi

Kurang aktif A < Mi - 1,5 Sdi Sangat kurang aktif

A = Aktivitas siswa

37Wayan Nurkencana dan Sumartana , Evaluasi pendidikan .(Surabaya : Usaha Nasional 1983). h. 86

38Ibid... h. 89

(50)

Penentuan sekor aktivitas belajar siswa dapat dengan menggunakan rumus di atas. Sekor Maksimal Ideal = Jumlah indikator N sekor maksimum = 5 x 4 = 20 sehingga :

Mi = 1

2 (5x4) = 20

2 = 10 SDi = 1

3 (10 ) = 3,3 2. Observasi Aktivitas Guru

Data aktivitas guru ini digunakan sebagai pedoman guru untuk memperbaiki pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan berikutnya dianalisis dengan menggunakan rumus sebagai berikut

Tabel 4. Rumus Aktivitas Guru.39 Interval Kategori

Mi + 1, 5 SDi ≤ M Sangat aktif Mi + 0,5 SDi ≤ M < Mi + 1,5

Sdi

Aktif Mi - 0,5 SDi ≤ M < Mi + 0,5

Sdi

Cukup aktif Mi - 1,5 SDi ≤ M < Mi - 0,5

Sdi

Kurang aktif M < Mi - 1,5 Sdi Sangat kurang aktif

39Wayan Nurkencana dan Sumartana , Evaluasi pendidikan. h. 89

(51)

Sekor tertinggi untuk aktivitas guru adalah 3 dan sekor terendah adalah 1, dengan demikian dapat dihitung Mi dan SDi sebagai berikut :

Mi = 1

2 ( 3 + 1 ) = 4

2 = 2 SDi = 1

3 ( 2 ) = 2

3 = 0,66

M = Aktivitas Kegiatan Guru 3. Refleksi

Tahap refleksi dilakuakan pada setiap akhir siklus. Pada tahap ini mengkaji kekurangan dan hambatan yang muncul pada saat berlansungnya proses belajar – mengajar sehingga diperoleh alternatif pemecahan masalah yang muncul pada setiap proses belajar mengajar dan dapat melakukan perbaikan untuk pelaksanaan siklus selanjutnya.

(52)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Setting Penelitian

1. Sejarah Singkat Berdirinya MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Ampenan utara adalah lembaga pendidikan formal yang setingkat dengan SD (Sekolah dasar),madrasah ini berdiri pada tanggal 9 Mei 1971, Adapun nama-nama yang pernah menjabat sebagai kepala madrasah yaitu:

a. Bapak Abdul Muin (1971 sampai 1992).

b. Bapak Badrun Islan (Alm), (1992 sampai 1993).

c. Bapak Sahdan (1993 sampai 1995).

d. Bapak Sariffudin (1995 sampai 1996), e. Ibu Hasanah (1997 sampai 2012).

f. Bapak Teddy Rusdi (2012 sampai 2016).

g. Sopiatun (2016 sampai sekarang).

Menurut narasumber (Bapak Abdul Muin) madrasah ini didirikan karena pada zaman dahulu terlihat bahwa masyarakat yang ada didesa jempong masih banyak yang belum belajar agama, maka sejak itulah orang tua dari Bapak Abdul Muin mewakafkan tanahnya untuk mendirikan sebuah madrasah, hingga pada akhirnya Madrasah MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong ini dibangun dan berdiri sampai sekarang.40

40 Pathiah, Wawancara, Mataram 04 Mei 2017.

(53)

2. Letak Geografis MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong

MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong ini terletak di kota Mataram, tepatnya di Desa Jempong Wareng Kecamatan Ampenan Kelurahan Ampenan Utara Madrasah ini juga terletak tidak jauh dari Bandara lama yaitu bandara selaparang bertempat di sebelah utara jalan. Dengan lokasi dataran tinggi dengan wilayah perkotaan. Dari bundaran selaparang jarak tempuh ke madrasah sekitar 200 m, berdekatan dengan jalan raya.

Sebelah timur : Perumahan penduduk.

Sebelah barat : Rumah penduduk.

Sebelah selatan : Jalan raya.

Sebelah utara : Rumah penduduk.

3. Visi dan Misi MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong

Setiap sekolah mempunyai visi dan misi masing-masing begitu juga dengan MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong. Visi merupakan harapan atau cita- cita yang di inginkan oleh lembaga pendidikan untuk siswa-siswinya yang akan menjadi motivasi, inspirasi dan kekuatan, sedangkan misi merupakan upaya atau tindakan yang dilakukan oleh warga sekolah tersebut untuk mencapai visi yang diharapkan.

a. Visi

Memadukan antara “Zikir, Fikir, Ikhtiar dan Prestasi”.

b. Misi

Menjadikan Madrasah Ibtidaiyah Unggul Berbasis Dakwah.

Menjadikan Madrasah Ibtidaiyah Rujukan di Nusa Tenggara Barat.

(54)

4. Keadaan Guru/Pegawai dan Siswa MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong

a. Data Guru/Pegawai MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong

Guru adalah orang yang memegang peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Guru memiliki kewajiban untuk mendidik, menyajikan, menjelaskan materi pembelajaran, mengarahkan siswa agar tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan. Guru sebagai penanggung jawab dalam proses belajar mengajar dan penunjang keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi belajar yang baik.

Banyak guru yang mengabdi di MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong sebanyak 15 orang guru, 4 guru laki-laki dan 11 guru perempuan.

B. Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan untuk meningkatakan hasil belajar siswa di kelas III MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan pecahan dengan penerapan media Grafis.

Melalui wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru kelas ke III MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong menyatakan bahwa hasil belajar siswa adalah rendah terutama pada mata pelajaran Matematika. Rendahnya hasil belajar siswa, dilihat dari proses belajar mengajar yang dilaksanakan guru yang hanya menggunakan metode ceramah dan kurang berinteraksi dengan siswa. Kurangnya kemampuan dan keterampilan guru dalam memilih dan menggunakan berbagai model, metode, media dan strategi pembelajaran juga mempengaruhi hasil belajar

(55)

siswa, sehingga siswa cepat merasa bosan dan sulit memahami materi yang diajarkan.

Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan memilih media pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa dan membangkitkan gairah siswa dalam proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan media Grafis untuk meningkatkan hail belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Matematika MI Nahdlatul Mujahidin NW Jempong.

Penelitian dengan melalui penerapan media Grafis ini dilaksanakan dalam dua siklus melalui empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2017 sampai dengan 10 Juni 2017. Dalam penelitian ini, data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil evaluai belajar yang dilaksanakan sesudah proses pembelajaran dan disertai dengan data hasil observasi.

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti merancang rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) melaluipenerapan media grafis, selanjutnya menyiapakan materi pembelajaran menggunakan media grafis (Diagram yang dibuat dari kertas manila yang berkaitan dengan materi pecahan). Untuk menilai aktivitas guru dan siswa peneliti menyiapkan lembar observasi terakhir menyiapkan soal tes evaluasi dan kunci jawaban untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa.

Gambar

Gambar 1  Kerangka fikir Dalam Meningkatkan Hasil Belajar.
Tabel 1. Telaah Pustaka
Tabel 2. Ruang lingkup materi kelas III  No   Standar
Gambar 2. Model Penelitian Tindakan Kurt Lewin. 27
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Sinta Purnamasari, yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Segi Empat Melalui Pendekatan Open Ended dengan Setting Discovery