• Tidak ada hasil yang ditemukan

peningkatan perkembangan sosial emosional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "peningkatan perkembangan sosial emosional"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

2), apa saja faktor penghambat peningkatan perkembangan sosial emosional melalui permainan tradisional pada anak di RA Perwanida 04 Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019? 2), mendeskripsikan faktor penghambat peningkatan perkembangan sosial emosional melalui permainan tradisional pada anak di RA Perwanida 04 Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019?.

Latar Belakang Masalah

Telah dijelaskan juga di atas bahwa pendidikan prasekolah masih identik dengan bermain dan bermain. Maka dalam hal ini untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini dapat menggunakan permainan tradisional yang sesuai dengan tujuan permainan tersebut.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis

Manfaat Praktis

Definisi Istilah

Perkembangan Sosial Emosional

Anak Kelompok A

Permainan Tradisional

Sistematika Pembahasan

Kesimpulan ini memuat berbagai hasil analisis pada bab-bab sebelumnya, sedangkan saran merupakan tindak lanjut dan bersifat membangun.

Penelitian Terdahulu

Hasil tersebut memberikan implikasi bahwa bermain ular naga dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Keterampilan sosial emosional melalui media Power Point pada anak usia dini 5-6 tahun di TK Model Sleman Yogyakarta.

Kajian Teori

Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia Dini

Perilaku sosial pada anak usia dini ditujukan pada perkembangan sosial yang baik, misalnya kerjasama, gotong royong, berbagi rasa kasih sayang, empati dan saling membutuhkan. Ciri-ciri emosi pada anak usia dini ditandai dengan berbagai ciri, misalnya emosi anak bersifat sementara dan cepat berubah.

Permainan Tradisional Anak Usia Dini a. Pengertian Permainan Tradisional

Bagi anak, permainan edukatif sangat penting dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak usia dini. Salah satu tujuan alat permainan edukatif adalah untuk memudahkan anak dalam belajar. Artinya dengan menggunakan alat permainan edukatif, anak dapat belajar sekaligus mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya.

Bagi anak usia dini, permainan edukatif dapat dijadikan sebagai media untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak. Dalam hal ini alat bantu permainan edukatif dapat digunakan sebagai media untuk mengingat materi atau tema pembelajaran yang dibawakan. Media pembelajaran anak usia dini yang tepat adalah melalui permainan edukatif karena pada umumnya anak menyukai segala jenis permainan.

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Selain itu peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif karena peneliti ingin melakukan penelitian secara detail dan mendalam mengenai kemampuan sosial emosional anak melalui permainan tradisional. Ketua RA Perwanida 04 Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember karena Ketua RA selaku pimpinan lembaga pasti mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan. Guru Kelas A, atas dasar guru terlibat langsung dalam kegiatan peningkatan kemampuan sosial emosional anak melalui permainan tradisional.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Observasi

Wawancara

Dokumen

Namun analisis data dalam penelitian kualitatif menitikberatkan pada proses lapangan beserta pengumpulan datanya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Miles, Huberman dan Saldana, yaitu analisis data pada penelitian kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga selesai, sehingga datanya jenuh. Kondensasi data mengacu pada proses pemilihan, penyederhanaan, abstraksi, dan/atau transformasi data yang mendekati totalitas catatan lapangan tertulis, transkrip wawancara, dokumen, dan bahan empiris lainnya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, peneliti akan mencari data, tema, dan pola yang penting, sekaligus membuang data yang dianggap tidak relevan. Dalam menyajikan data tersebut, peneliti menjelaskan hasil pengumpulan data yang diperoleh dalam proses penelitian, menjelaskan informasi serta data dalam bentuk. Langkah selanjutnya adalah proses verifikasi terhadap data yang telah diperoleh peneliti dan menentukan kebenaran data yang diperoleh agar data yang diperoleh menjadi jelas sehingga dapat dipilih data yang sesuai dan juga data mana yang sebaiknya dibuang. atau tidak disertakan dalam penyajian data.

Tahap-tahap Penelitian

Metode segitiga digunakan untuk membandingkan hasil wawancara antara beberapa informan, kemudian peneliti juga membandingkan data hasil wawancara dengan hasil observasi. Setelah meminta izin penelitian, peneliti menyerahkannya kepada Raudhatul Athfal Perwanida 04 Sempolan Silo Jember. Setelah mendapat izin, peneliti mulai melakukan eksplorasi dan evaluasi lapangan untuk mengetahui lebih jauh latar belakang fasilitas penelitian, lingkungan pendidikan, dan lingkungan sosial.

Informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah ketua RA, guru RA dan satpam siswa RA di Raudhatul Athfal Perwanida 04 Sempolan Silo Jember. Pada tahap ini peneliti diawali dengan kunjungan langsung ke lokasi penelitian, namun selain itu peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dapat dilakukan melalui kondensasi data, display data (penyajian data) dan verifikasi data (penarikan kesimpulan).

Gambaran Obyek Penelitian

  • Sejarah Singkat Berdirinya RA Perwanida 04 Sempolan Silo Jember Raudhatul Athfal Perwanida 04 berdiri tahun 1978 di Dusun
  • Identitas RA Perwanida 04 Sempolan Silo Jember
  • Data Jumlah Anak Didik Kelompok A di RA Perwanida 04 Sempolan Silo Jember
  • Data Jumlah Guru Kelompok A di RA Perwanida 04 Sempolan Silo Jember
  • Struktur Organiasasi RA Perwanida 04 Sempolan Silo Jember Dalam setiap lembaga atau instansi memiliki struktur organisasi

Visi dan misi ini dibuat untuk menarik minat masyarakat agar mempercayai lembaga untuk menyekolahkan anaknya di lembaga RA Perwanida 04. Visi dan misi RA Perwanida 04 Sempolan Silo Jember adalah “ Mari kita wujudkan sehat cerdas , anak-anak yang bahagia dan bermoral" 47. Jumlah anak usia dini kelompok A di RA Perwanida 04 Jember berjumlah 55 anak yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A1 dan kelompok A2.

Dari sekian banyak anak kelompok B RA Perwanida 04, kelompok A dalam hal ini dipecah menjadi 2 yaitu kelompok A1 dan kelompok A2. Sedangkan gurunya berjumlah 7 orang, namun pada kelompok A1 dan A2 berjumlah 3 orang, pada kelompok A1 ada 2 orang, sedangkan pada kelompok A2 ada 1 orang. Struktur Organisasi RA Perwanida 04 Sempolan Silo Jember Setiap lembaga atau instansi mempunyai struktur organisasi.

Penyajian Data dan Analisis

Dari tabel yang menggambarkan jadwal kegiatan belajar mengajar terkait peningkatan pengembangan keterampilan sosial emosional melalui permainan tradisional pada anak RA Perwanida 04 Sempolan Silo Jember terlihat bahwa peningkatan keterampilan aspek sosial emosional dilakukan pada hari Senin pagi dari jam 8:00 sampai 8:15. Berikut ini akan diuraikan beberapa data hasil wawancara dan observasi terkait peningkatan kemampuan sosial emosional anak dengan permainan engklek dan ular naga pada anak kelompok A yang diperoleh peneliti pada saat proses pengumpulan data di lapangan. Melalui permainan tradisional yaitu bermain engklek dan ular naga akan terbentuk interaksi antar anak yang nantinya akan menunjukkan kemampuan sosial emosional yang baik.

Laporkan data peta hasil peningkatan keterampilan sosial emosional anak melalui permainan tradisional di RA Perwanida 04 Sempolan Silo. Dari berbagai teknik pengumpulan data di atas terlihat bahwa peningkatan perkembangan sosial emosional melalui permainan tradisional pada anak di Raudhatul Athfal Perwanida 04 Sempolan Silo Jember dilakukan dengan pembelajaran paket. Cara meningkatkan keterampilan sosial emosional anak melalui permainan tradisional adalah dengan membiasakan siswa belajar mempunyai sikap menolong, sikap terbuka menerima kehadiran orang lain dan membantu kesalahan temannya dalam bermain.

Di sisi lain, ketika orang tua terlibat dalam proses belajar anaknya, mereka mempunyai kesempatan untuk belajar bagaimana meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sosial emosional anaknya. Orang tua akan merasa lebih mampu dan dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar anaknya di sekolah. Selain itu, orang tua diberikan kesempatan untuk membina hubungan dengan orang tua lain di sekolah.

Orang tua pada umumnya membutuhkan banyak waktu karena remaja laki-laki dan perempuan pada umumnya terlalu sibuk dengan pekerjaan rutinnya, sehingga orang tua seolah-olah tidak bisa lagi melakukan pekerjaan ekstra, padahal kegiatan ini akan memuaskan baik sumbangan anak maupun orang tua. Kurangnya partisipasi orang tua dapat menjadi faktor penghambat dalam meningkatkan keterampilan sosial dan emosional siswa. Masalah ini karena orang tua sibuk mencari uang. Keterlibatan orang tua dalam membimbing anaknya dalam belajar merupakan hal yang penting dalam kegiatan pembelajaran, terutama bila anak berada di rumah lebih dari 24 jam dibandingkan di sekolah.70. Gambaran di atas juga diperkuat dengan hasil pengamatan peneliti bahwa ada orang tua yang membawa anaknya seorang diri tanpa didampingi bermain atau sekedar menitipkan anaknya kepada orang lain, sedangkan orang tua yang terlibat tetap melanjutkan pekerjaannya dan kembali ke RA pada saat pembelajaran. proses selesai. waktunya sudah habis.

Pembahasan Temuan

Ketika berada di rumah, hendaknya orang tua juga memberikan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh gurunya di sekolah, agar kebiasaan anak di sekolah tetap menjadi kebiasaan ketika tidak bersekolah. 75 2 Faktor penghambat peningkatan perkembangan sosial. Permasalahan ini dilatarbelakangi oleh faktor orang tua yang sibuk mencari nafkah yang pada akhirnya berdampak pada kurangnya kemampuan anak dalam meningkatkan kemampuan berbahasanya. Untuk itu, sangat penting bagi orang tua untuk mengukur perilakunya agar tidak berdampak buruk pada perilaku sosial anaknya.77.

Haitmi Salim, keterlibatan orang tua adalah suatu proses dimana orang tua ikut serta dalam seluruh kegiatan anak di dalam dan di luar kelas, dimana orang tua mengawasi dan. Misalnya orang tua berusaha mengembangkan pengetahuan dasar, belajar berinteraksi, mendampingi anak bermain, dan berperilaku baik dengan orang lain. Dengan demikian, jika hasil temuan data tersebut dipadukan dengan kajian teoritis yang disampaikan, maka dapat dikatakan bahwa orang tua dan guru harus mencerminkan kesinambungan dan konsistensi agar dapat terus melestarikan seluruh potensi anak.

Kesimpulan

Faktor penghambat peningkatan perkembangan sosial emosional melalui permainan tradisional pada anak di Raudhatul Athfal Perwanida 04 Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember berkaitan dengan faktor bahasa, dimana mayoritas masyarakat Sempolan Silo menggunakan bahasa Madura dalam melakukan interaksi sosial sehari-hari. Masalah bahasa ini pada akhirnya mempengaruhi aktivitas belajar mengajar siswa ketika berada di RA dan melakukan aktivitas belajar. Untuk mengatasi permasalahan bahasa, tindakan pendidikan dilakukan dengan menerapkan metode pembiasaan, yaitu metode pembelajaran yang membiasakan siswa untuk secara konsisten mengucapkan kosa kata dengan benar.

Permasalahan ini dilatarbelakangi oleh faktor kesibukan orang tua dalam mencari nafkah, yang pada akhirnya berdampak pada kurang maksimalnya kemampuan anak dalam meningkatkan keterampilan sosial dan emosionalnya.

Saran-saran

Selalu memberikan dukungan berupa pengawasan yang lebih baik terhadap pembelajaran anak usia dini khususnya keterampilan sosial emosional. Selalu berkomunikasi dengan guru dan wali siswa terutama dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan sosial dan emosional anak. Terus membimbing siswa untuk mempelajari dan memahami keterampilan sosial emosional agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi wali siswa disarankan untuk meningkatkan perannya dengan bekerjasama dengan lembaga pendidikan Raudhatul Athfal Perwanida 04 Sempolan Silo Kabupaten Jember untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional siswa. Cara meningkatkan perkembangan sosial emosional melalui permainan tradisional pada anak di Raudhatul Athfal Perwanida 04 Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019. Apa saja faktor penghambat peningkatan perkembangan sosial emosional melalui permainan tradisional pada anak di Raudhatul Athfal Perwanida 04 Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional terhadap perkembangan keterampilan sosial dan kelincahan siswa.. Metode yang digunakan

Untuk mengetahui urutan perkembangan emosi anak yang paling baik ditinjau dari 3 jenis pola asuh orang tua pada kelompok B Raudhatul Athfal di Kecamatan

Pelaksanaan permainan tradisional kelereng yang dilakukan pada kelas eksperimen sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosial anak dibandingkan dengan

Perkembangan sosial adalah suatu proses pencapaian kematangan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sedangkan Perkembangan emosi adalah

Untuk maksud tersebut di atas, dalam makalah ini akan dibahas tentang : pengertian perkembangan emosi dan perkembangan sosial anak; karakteristik perkembangan sosioemosional anak

Diharapkan bagi TK Raudhatul Jannah Desa Pangkalan Panduk Kecamatan Kerumutan Pelalawan disarankan untuk dapat lebih mengaplikasikan permainan konstruksi (lego)

Pada bagian ini dikemukakan pembahasan mengenai hasil observasi peningkatan perkembangan sosial emosional anak. Pada kondisi awal, peneliti.. Selain itu masih banyak

Permainan tradisional cublek cublek suweng dapat Meningkatkan Kecerdasan Emosional Pada Kelompok A Raudlatul Athfal Addimyathi Karanganyar Ambulu Jember dilakukan oleh guru kelas pada