• Tidak ada hasil yang ditemukan

perbandingan dhabth mushaf standar indonesia dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "perbandingan dhabth mushaf standar indonesia dan"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Permasalahan

  • Identifikasi Masalah
  • Pembatasan Masalah
  • Perumusan Masalah

Penelitian ini berfokus pada persamaan dan perbedaan mengenai naqthu al-i'jâm dan naqthu al-i'râb yang mengacu pada kitab Irsyâdu Al-Thâlibîn Ilâ Dhabti al-Kitâbi al-Mubîn karya Muhammad Sâlim Muhaisin. Apa persamaan dan perbedaan tanda baca mushaf baku bahasa Indonesia dengan mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-.

Tujuan Penelitian

Apa perbedaan Mushaf Standar Indonesia dengan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-Mushaf?

Manfaat Penelitian

Tinjauan Pustaka

“Proses Pemberian Poin (Nuqthah) Pada Surat-surat Al-Quran Karya Abû alAswad alDu’alî”. Tesis ini membahas tentang perkembangan penulisan Al-Qur'an sejak zaman Nabi SAW, para sahabatnya, para tabi'in.

Kerangka Teori

Bab keempat merupakan analisis persamaan dan perbedaan penulisan berdasarkan aspek dhabth Al-Qur'an dalam Mushaf Standar Bahasa Indonesia dan Mushaf Al-Kuddus Bi Al-Rasm Al-'Utsmani. Karena prinsip Mushaf Standar Indonesia adalah selalu membubuhkan tanda baca pada keseluruhan Al-Qur'an.

Metodologi Penelitian

Teknik Penulisan

  • Sistematika Penulisan

33 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur'an Metode Maisura, (Tangerang Selatan: Yayasan Bengkel Metode Maisura, 2017), Edisi X, hal. 106 Deni Hudaeni, dkk, Tanya Jawab Al-Qur'an Standar Indonesia Jasa Mushaf dan Pentashihan Al-Qur'an, hal.32.

SEJARAH PENULISAN AL-QUR‟AN DAN DHABTH

Pengumpulan Al-Qur‟an pada Masa Abu Bakar

Dari kejadian tersebut Umar bin Khattab takut Al-Quran akan hilang dan musnah. 18 Ahmad Bahrul Ulum, “Sejarah Titik dan Selendang dalam Al-Qur’an”, Skripsi, (Bandung: UIN Sunan Gunung Djati, 2017), hal.

Pembukuan Al-Qur‟an pada Masa Usman bin Affan

Setelah menyelesaikan pengumpulan Al-Qur'an sesuai urutan yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW, Zaid bin Tsabit menyerahkan mushaf tersebut kepada Khalifah Abu Bakar, yang membawanya seumur hidupnya. Banyak qari' yang diutus ke berbagai daerah untuk mengajarkan Al-Qur'an,24 seperti Ubay bin Ka'ab di Syama, Abdullah bin Mas'ud di Kufah, dan Abu Musa al-Asy'ari di daerah lain.25 Selain itu Mengajar Al-Quran, para sahabat ini juga mengajarkan qira'at di bidangnya. Cara membaca (qira'at) Al-Qur'an berbeda-beda sesuai dengan perbedaan "huruf" yang dengannya Al-Qur'an diturunkan.

Apabila berlaku peperangan antara Armenia dan Azerbaijan dengan penduduk Iraq, Hudzaifah bin al-Jaman, yang merupakan antara orang yang menyertai penaklukan kedua-dua negara, tidak membuat perbezaan dalam qiraat atau cara membaca al-Quran. an. , yang perbezaan itu bercampur dengan kesilapan, malah dianggap bacaan yang mereka terima adalah yang paling betul dan mereka tidak mempercayai yang lain.26 Hal ini tentunya merunsingkan hati Hudzaifah, yang kemudiannya melaporkan hal ini terus kepada Khalifah Usman bin Affan. Kemudian, Usman bin Affan turut membentuk jawatankuasa penyalinan al-Quran yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit27 dan terdiri daripada Abdullah bin Zubair, Sa'ad bin al-'Ash dan Abdurrahman bin al-Harith.28 Zaid bin Tsabit merupakan seorang sahabat . yang berasal dari kaum Ansar. Selepas penyalinan al-Quran selesai, Usman bin Affan mengembalikan lembaran asal al-Quran kepada Hafshah.

Jadi kalau ada orang yang mau membaca Al-Quran tujuh huruf, sudah tidak bisa ditemukan lagi karena sudah hancur dan tidak ada bekasnya lagi. Bahkan umat Islam pun menolak qira'at tanpa qira'at.

Sejarah Dhabth Al-Qur‟an

Abu al-Aswad berkata: “Ambillah mushaf dan tandai dengan warna yang berbeda dari yang tertulis dalam Al-Qur'an. 39 Fathurrohman, “Abul Aswad Ad-Duali, Penempat Tanda Baca Al-Qur'an,” https://muslimobsession.com/abul-aswad-ad-duali-sang-peletak-tanda-baca-al-quran /2 /. Penulisan Al-Quran berlanjut pada masa Dinasti Abbasiyah, yaitu pada masa Khalîl bin Ahmad Al-Farâhidî (w. 170 H.).

49 Rizal Mubit, 'Sejarah Pemberian Poin dan Harakat Pada Surat Al-Quran', https://islami.co/bisnis-pemberian-detik-dan-harakat-pada-huruf-al-quran/ diakses pada bulan April 24 Agustus 2020 pukul 11.15 WIB. Pada masa inilah mulai diberikan tanda-tanda baru berupa fathah, kasrah dan dhammah untuk mempercantik dan memudahkan umat Islam dalam membaca Al-Qur'an. Dengan demikian, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa proses penulisan tanda baca Al-Qur'an ada empat tahap.

Ilmu Dhabth adalah ilmu yang membahas tentang lambang-lambang atau tanda-tanda yang terdapat pada huruf-huruf al-Qur’an, seperti titik, harakat, sukȗn, tasydîd, hamzah, dan sebagainya.

Ruang Lingkup Tanda Baca (Dhabth)

ANALISIS PERBEDAAN MUSHAF STANDAR INDONESIA DAN AL-QUDDUS BI AL-RASM AL-'UTSMÂNÎ Dalam MUSHAF. Pada bab sebelumnya telah dijelaskan profil umum Mushaf Standar Indonesia dan mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-'Utsmânî. Perbandingan Naqthu al-I'râb dalam Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-'Utsmânî.

Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Utsmânî . tanda ini digunakan dalam bacaan idghâm dan ikhfâ‟. Tanda baca Iqlâb dalam Mushaf Standard Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Utsmânî ditandai dengan huruf kecil mîm ( ـ. Manakala, dalam Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Utsmânî tanda baca ini. markah hanya terpakai kepada orang gila biasa yang dibaca.

Dalam Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-'Utsmânî, tanda hamzah dilambangkan dengan kepala 'ain (ء.

PROFIL MUSHAF STANDAR INDONESIA DAN MUSHAF

Definisi Mushaf Al­Qur‟an Standar Indonesia

Persamaan dan perbedaan penulisan Harakat dan tanda baca pada Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-Utsmani cetakan tahun 2014. Berdasarkan penjelasan pada tabel diatas, terdapat beberapa persamaan dan perbedaan mengenai dhabth yang terdapat dalam Standar Indonesia Mushaf dan Al-Quddus Bi Mushaf Al-Rasm Al-„Utsmanî. Mushaf baku bahasa Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-'Utsmânî juga mempunyai tanda baca kasrah yang sama, yaitu berasal dari huruf ya' yang merupakan kepala.

Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-“Uthmani tidak tahu fathah berdiri, kasrah berdiri dan dhamme terbalik. Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Uthmani menandakan hamza-veshal dengan kepala huruf shad. 108. Manakala dalam Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Utsmânî bacaan isymâm ditandai dengan tanda vajhik (◊) terletak di atas huruf yang berbunyi isymâm.

Tanda-tanda Ikhtilâs pada Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-“Utsmânî tidak ditulis dalam bentuk tanda, melainkan hanya berupa bacaan. Pada Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-“Utsmânî rasm waw yang dihilangkan adalah rasm yang berada pada posisi pertama. Seperti tanda baca hamzah washal ketika menjadi ibtid', Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-.

Tabel 1. Perbandingan Naqthu al-I‟râb pada Mushaf Standar  Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Utsmânî
Tabel 1. Perbandingan Naqthu al-I‟râb pada Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Utsmânî

Sejarah Penulisan Mushaf Al­Qur‟an Standar Indonesia

Latar Belakang Penulisan Mushaf Al­Qur‟an Standar Indonesia

Identifikasi Fisiologis

Mushaf Standar Indonesia yang akan penulis bahas ini diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Jakarta dan mempunyai bentuk fisik berukuran 17,5 x 25 x 3 cm. 82 Zaenal Arifin, dkk, Sejarah Penulisan Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia, (Jakarta: Lajnah Pentashihan Balitbang Mushaf Al-Qur'an dan Diklat Kemenag RI, 2013), Cet. Kufi dari Imam “Âshim bin Abi al-Najûd al-Kûfî al-Tâbi‟î.” 83 Perhitungan jumlah ayat Al-Qur'an mengikuti perhitungan al-Kûfiyyûn (penduduk Kufah, Irak) yaitu 6236 ayat 84 Sampul depan Musshaf berwarna Dasar hijau dan terdapat kombinasi ilmu berwarna kuning, coklat muda, merah, biru dan putih di tengahnya bertuliskan kata فارقلا.

Pada bagian atas iluminasi terdapat bagian-bagian ayat sesuai urutan juz dan surah disertai nomor urutan surah. Khat-mushaf yang satu ini adalah khat naskhi, berjumlah 615 halaman disertai doa khattam, ta'rif, penjelasan tanda baca, penjelasan tanda wakaf, daftar isi setiap juz, daftar isi setiap surah dan menyajikan tegang . 83 Tim Lajnah Pentashihan Mushaf, Pedoman Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, (Jakarta Timur: Badan Penelitian dan Pengembangan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama Republik Indonesia, 2019), hal.

Dalam mushaf ini terdapat 558 ruku' dan setiap ruku memiliki jumlah yang berbeda-beda. 85 Mushaf Standar Indonesia juga mengikuti pola penulisan yang diriwayatkan oleh syaikhâni yaitu Abȗ 'Amr al-Dânî dan Abȗ Dâwud Sulaimân ibn al-Najâh dengan tafsir pendapat Abȗ.

Sejarah Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-Utsmânî

  • Sejarah Penulisan Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-Utsmânî
  • Identifikasi Fisiologis

Dalam Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-'Utsmânî juga terdapat perbedaan mengenai penempatan tasydîd yang jatuh setelah huruf yang bersangkutan. Setiap huruf dengan tanwîn yang memenuhi washal hamzah dalam Mushaf Baku Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Utsmânî diberi tanda nȗn washal atau nȗn kecil. Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-'Utsmânî mempunyai tanda tasydîd yang sama, yaitu ditandai dengan kepala syîn tanpa titik, yang berasal dari kata دیدش yang berarti kuat.

Dalam Mushaf, Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Utsmânî adalah tanpa sukûn dan tanpa tasydid hanya dalam bacaan ikhfâ dan idghâm naqish. Manakala dalam Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Utsmânî ditandakan dengan titik bulat tebal (●) diletakkan di atas huruf yang dibaca tashîl. Manakala bacaan imâlah dalam Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Utsmânî ditandai dengan tanda wajik (◊) yang diletakkan di bawah huruf yang berbunyi imâlah.

Salah satu rasm alif yang sama pada kata اءارت dalam Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Utsmânî dihilangkan yaitu rasm alif yang pertama. Lafazh Allah pada Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-Utsmânî mempunyai tanda baca yang berbeda, yaitu huruf lâm lafzhu al-jalâlah pada Mushaf Standar Indonesia ditandai dengan fathah berdiri. Berdasarkan pembahasan sebelumnya terlihat bahwa karakter dan tanda baca pada Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al- “Utsmânî” cukup berbeda.

ANALISIS PERBEDAAN PENULISAN HARAKAT DAN

Faktor Penyebab Perbedaan

Bagi para hafiz Al-Qur'an, ilmu dhabh merupakan ilmu yang sangat penting untuk dipelajari. Al-Quddus Al-Qur'an Terjemahan Bi Rosm Utsmani Juz 1-15 dan Juz 16-30 Abdurrauf, Pendahuluan, Penulisan dan tanda baca huruf arab, tt.p: t.p, t.t. Arifin, Zaenal, dkk, Sejarah Penulisan Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia, Jakarta: Lajnah Pentashihan Balitbang Mushaf Al-Qur'an dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, Cet.

Ayana, Jumroni, “Tanda Baca Pada Al-Quran (Studi Banding Mushaf Al-Quran Indonesia dengan Mushaf Madinah)”, Skripsi, Tangsel: IIQ Jakarta, 2016. Bahrul Ulum, Ahmad, “Sejarah Tanda Baca dan Syakal pada Al-Quran -Koran", Skripsi, Bandung: UIN Sunan Gunung Djati, 2017. Zulfan Afdhilla, "Sejarah tanda baca pada Al-Quran (Dhabtil Quran)", http://www.zulfanafdhilla.com/2017/10/histori- berian -tanda-baca-pada-al.html diakses pada tanggal 23 April 2020 pukul 13.52 WIB.

Bagian terakhir Al-Qur'an dengan 13 baris termasuk basmallah dan tashdîq tidak mencantumkan profil surah.

PENUTUP

Gambar

Tabel 1. Perbandingan Naqthu al-I‟râb pada Mushaf Standar  Indonesia dan Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-„Utsmânî

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat juga pada sesetengah masahif al-Quran yang mana penulisnya akan mewarnakan baris perkataan al-Quran yang dikhilafkan dengan warna penulisan mushaf itu dan dengan warna lain