• Tidak ada hasil yang ditemukan

perbandingan perilaku konsumsi - Repository IAIN Bengkulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "perbandingan perilaku konsumsi - Repository IAIN Bengkulu"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana perilaku konsumsi produk halal di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu. Bagaimana perbandingan perilaku konsumsi produk halal antara mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu.

Tujuan Penelitian

Bagaimana perbandingan perilaku konsumsi produk halal di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu. FEBI) IAIN Bengkulu dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu.

Kegunaan Penelitian

Penelitian Terdahulu

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor pengetahuan, sikap, norma subjektif, kontrol perilaku dan komitmen keagamaan dalam perilaku melalui niat mengkonsumsi produk halal. 5 Ali Rosidi dkk, “Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa dalam Keputusan Pembelian Produk Halal”, Jurnal Gizi UNIMUS, Vol. 7 Dwiwiyati Astogini, Wahyudin, Siti Zulaikha Wulandari, “Aspek religiusitas dalam keputusan membeli produk halal (Studi pada

Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa religiusitas menjadi faktor penting dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli produk halal.

Sistematika Penulisan

Peningkatan kesadaran konsumen terhadap kualitas produk halal juga penting sebagai upaya membatasi pemasaran produk berkualitas rendah.9.

KAJIAN TEORI

Indikator Produk Halal

Perhatian terhadap perilaku konsumen terhadap produk halal merupakan bagian penting dalam penilaian pasar sebagai salah satu faktor kunci dalam mencapai keberhasilan dalam industri halal. Pelaku usaha harus berupaya menyediakan produk halal dengan akuntabilitas yang tepat dan terverifikasi bagi target pasar halal. Mengonsumsi produk halal menurut keyakinan agama Islam juga merupakan hak sipil yang dijamin oleh UUD 1945, khususnya Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 08 Tahun 1999.

Masalah perlindungan konsumen mengenai keamanan produk halal diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang mengatur bahwa badan usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi persyaratan produksi halal.

Teori Perilaku Konsumsi dalam Islam

23 Mochammad Arif Budiman, Mairijani dan Nurhidayati, “Persepsi dan Perilaku Konsumsi Masyarakat Muslim Terhadap Produk Halal”, ASBIS POLIBAN, Vol.4, 2019. Sebagaimana dipahami dalam ilmu ekonomi konvensional, ilmu ekonomi pada dasarnya mempelajari usaha manusia sebagai individu dan masyarakat untuk dapat memilih untuk menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa (pada dasarnya tidak terbatas). Kekurangan barang dan jasa terjadi ketika kebutuhan (keinginan) seseorang atau masyarakat lebih besar dibandingkan ketersediaan barang dan jasa tersebut.

Jadi kelangkaan ini terjadi ketika tidak terdapat cukup barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut. Dalam kegiatan konsumsi, kita berasumsi bahwa konsumen cenderung memilih barang dan jasa yang memberikan utilitas maksimal. Konsumsi adalah kegiatan menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Konsumsi digunakan untuk memenuhi kebutuhan (needs) dan kepuasan (benefit). Tujuan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung, penggunaan barang atau jasa di luar tujuan tersebut tentu saja tidak termasuk sebagai kegiatan konsumsi.

Perbedaan permintaan Islam dan konvensional terletak pada sumber hukum dan adanya pantangan syariah, sudut pandang barang, motif permintaan dan tujuannya. Konsumsi secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. 29 Mulyani Toyo, “Pelabelan Halal Terhadap Perilaku Konsumen Dalam Memilih Produk Pangan Sesuai Hukum Islam”, Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, Vol. Jika seseorang memperoleh penghasilan dan setelah dihitung hanya dapat mencukupi kebutuhan pribadi dan keluarga, maka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk konsumsi sosial.

Segala uang yang dikeluarkan konsumen menjadi pendapatan bagi pengusaha sebagai bentuk pertukaran antara barang dan uang. Islam tidak melarang manusia untuk memenuhi kebutuhan atau keinginannya, sepanjang pemenuhan tersebut dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia, namun manusia diperintahkan untuk mengonsumsi barang atau jasa yang halal dan baik, secara wajar dan tidak berlebihan.

Kerangka Teori

Berdasarkan gambar tersebut terlihat bahwa variabel produk halal dapat mempengaruhi secara langsung perilaku konsumsi Islami. Begitu pula produk halal dari aspek selain substansinya berpengaruh langsung dan positif terhadap perilaku konsumsi Islami.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan secara online dengan menggunakan Google Form karena terkendala pembatasan sosial berskala besar di masyarakat akibat pandemi Covid-19. Aplikasi ini berbasis web, sehingga siapapun dapat dengan cepat memberikan jawaban kuesioner, dimanapun mereka menggunakan internet, komputer atau ponsel, dengan mengklik alamat web atau link yang dibagikan oleh pembuat kuesioner. Semua komentar dan jawaban orang lain secara otomatis dianalisis dan disimpan oleh aplikasi Google Forms.

Oleh karena itu, aplikasi ini sangat cocok untuk mengumpulkan pendapat dari orang-orang yang berjauhan dan sulit dikumpulkan.36.

Informan Penelitian

  • Jenis Kelamin
  • Usia

Hasil Penelitian

Saat ini kesadaran umat Islam di dunia untuk mengkomunikasikan produk halal sangat tinggi. Begitu pula dengan sandang, keputusan MUI mengacu pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) dan MUI didasarkan pada undang-undang tersebut. Di sisi lain, masih kurangnya wawasan masyarakat mengenai hubungan konsep halal seperti kesadaran produk halal dan sertifikasi halal dengan minat beli.13.

13 Setiawan, Hasbi Assidiki Mauluddi, “Perilaku Pembelian Konsumen Produk Halal di Kota Bandung”, At-Tijaroh: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam, Vol. Produk halal mengacu pada produk yang memenuhi persyaratan syariah yang mencegah haram, baik dari segi isi maupun sebaliknya.15 Kesadaran individu terhadap perilaku halal diikuti dengan gerakan kolektif untuk membangun kehidupan yang lebih baik dengan standar, prinsip dan nilai. yang relevan dengan persyaratan hukum Islam. Produk halal identik dengan produk sehat karena sesuai dengan maqasid syari'ah, dan motivasi kesehatan dunia dan akhirat merupakan salah satu tujuan mengkonsumsi produk halal.

17 Nurain Harahap, PhD Tesis: “Analisis Perilaku Konsumen Produk Halal di Kota Medan”, (Sumut: Universitas Islam Negeri Sumut, 2020), hal. 3. mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap niat pembelian produk dan pengetahuan terhadap produk halal juga dapat mempengaruhi sikap secara langsung.18. Produk halal adalah produk yang dinyatakan halal menurut hukum syariah.19 Menurut Pasal 1, Nomor 5 Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan, disebutkan: “Pangan halal adalah pangan yang tidak mengandung unsur apa pun. atau bahan-bahan yang haram atau dilarang untuk dikonsumsi oleh masyarakat Islam, baik yang menyangkut bahan baku pangan, bahan tambahan pangan, bahan penolong dan bahan penolong lainnya, termasuk bahan pangan yang diolah melalui rekayasa genetika dan proses irigasi pangan, serta pengelolaannya. yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum agama Islam.” Dalam proses pengelolaan produk halal, peraturan dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2003 tentang standarisasi fatwa halal adalah sebagai berikut:21. A.

Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu dan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu lebih banyak responden perempuan dibandingkan laki-laki. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu yang menjadi mayoritas responden berusia 21 tahun.

Perhitungan perbandingan perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu Dalam.

Gambar 2.1 Keterkaitan Antara Variabel Independent (X)  dengan Variabel Dependent (Y)
Gambar 2.1 Keterkaitan Antara Variabel Independent (X) dengan Variabel Dependent (Y)

Pembahasan

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu yang membeli produk halal dengan memperhatikan label halal MUI pada kemasan menunjukkan 132 mahasiswa menjawab sangat setuju. Dengan demikian berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa respon tertinggi dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu terdapat pada poin nomor 5 pernyataan yaitu mahasiswa membeli produk halal dengan memperhatikan halal MUI. label pada kemasan dengan jumlah orang yang patuh penuh sebanyak 132 siswa. Sedangkan respon yang paling sedikit dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu terdapat pada poin nomor 4 pernyataan yaitu mahasiswa membeli produk halal dengan memperhatikan tempat dimana produk tersebut dijual dengan jumlah 71 mahasiswa yang sepenuhnya sepakat.

Hal ini menunjukkan bahwa perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu ketika membeli produk halal sangat menyadari adanya tanda halal MUI pada kemasan produk yaitu. Dan berdasarkan Tabel 4.4 mengenai tanggapan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu terhadap pembelian produk halal terlihat bahwa mahasiswa yang membeli produk halal yang tidak mengandung bahan baku babi menunjukkan hasil: 93 mahasiswa menjawab sangat setuju , 34 siswa menjawab setuju, dan 5 siswa menjawab netral. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu yang membeli produk halal dengan memperhatikan tempat penyimpanan produk menunjukkan hasil: 75 mahasiswa menjawab sangat setuju, 37 mahasiswa menjawab setuju, 14 mahasiswa menjawab netral, 5 mahasiswa menjawab kurang setuju, dan 1 mahasiswa menjawab kurang setuju. siswa menjawab Sangat tidak setuju.

Tanggapan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu (FEB) yang melakukan pembelian produk halal dengan memperhatikan label halal MUI pada kemasannya menunjukkan 124 mahasiswa sangat setuju dan 8 mahasiswa setuju. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu yang melakukan pembelian produk halal dengan memperhatikan tanggal kadaluarsa produk pada kemasan menunjukkan 90 mahasiswa sangat setuju, 37 mahasiswa setuju dan 5 mahasiswa menjawab netral. Oleh karena itu, berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar tanggapan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu terkait dengan item pernyataan nomor 5 yaitu mahasiswa membeli produk halal.

Dengan demikian, perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu saat melakukan pembelian produk halal dapat dilihat pada tabel 4.3 dan 4.4. Berdasarkan hasil thitung pada penelitian ini diketahui thitung < ttabel yaitu 1,42 < 2,01 sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan perilaku konsumsi produk halal antar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu.

PENUTUP

Saran

Kehalalan produk yang beredar di pasaran dapat dilihat dari label halal MUI dan tanggal kadaluarsa pada kemasan produk. Aspek Religiusitas Dalam Keputusan Pembelian Produk Halal (Studi Label Halal Pada Produk Makanan dan Minuman Dalam Kemasan)”, JEBA, Vol.13, No.1, 2011. Soesilowati, dan Chitra Indah Yuliana, “Perbandingan Perilaku Konsumen Produk Halal di Wilayah Mayoritas dan Minoritas Muslim", Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, Vol.21, No.2, 2013.

Ismail. Mengapa Kita Makan Halal - Menggunakan Teori Perilaku Terencana untuk Memprediksi Konsumsi Makanan Halal di Kalangan Generasi Y di Malaysia. Mochammad Arif Budiman, Mairijani dan Nurhidayati, “Persepsi dan Perilaku Konsumen Masyarakat Muslim Terhadap Produk Halal”, ASBIS POLIBAN, Vol.4, 2019. Nurul Huda, Hulmansyah & Nova Rini, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Produk Halal di Kalangan Muslim Mahasiswa”, Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan, Vol.2, no.

Setiawan & Hasbi Assidiki Mauluddi, “Perilaku Konsumen Dalam Membeli Produk Halal di Kota Bandung”, At-.

Gambar

Gambar 2.1 Keterkaitan Antara Variabel Independent (X)  dengan Variabel Dependent (Y)

Referensi

Dokumen terkait

Pendapatan Dan Jumlah Tanggungan Pengaruhnya Terhadap Pola Konsumsi PNS Dosen dan Tenaga Pendidikkan Pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas SAM Ratulangi

Dengan demikian, berdasarkan tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa tanggapan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bengkulu yang

Penelitian ini meneliti tentang pengaruh motivasi, persepsi, belajar, dan sikap terhadap perilaku konsumsi muslimah untuk produk kosmetik halal dan juga baik khususnya di

Akan tetepi, dalam penelitian ini dikaji lebih ditekankan pada pengaruh pemahaman pola konsumsi Islami terhadap perilaku konsumsi mahasiswi Ekonomi Syariah di

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa efektivitas penggunaan dana beasiswa bidikmisi mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis islam IAIN Bengkulu sebagai berikut:

Perilaku Pedagang Pakaian Muslim Di Mega Mall Bengkulu Ditinjau Dari Etika Bisnis Islam Berdasarkan Penelitian yang dilakukan oleh peneliti maka didapatkan tinjauan etika bisnis

PERILAKU KONSUMSI GENERASI MILLENNIAL DALAM PENGGUNAAN E-COMMERCE DI ERA DIGITAL Studi Kasus Pada Mahasiswa Di Kota Malang Dymas Yossie Adytia, Dias Satria Fakultas Ekonomi dan

“PERILAKU KONSUMSI MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Studi Pada Mahasiswa IAIN Ponorogo.” Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri