• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERILAKU IBU HAMIL TENTANG KONSUMSI TABLETZAT BESI DI DESA HUTA PADANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERILAKU IBU HAMIL TENTANG KONSUMSI TABLETZAT BESI DI DESA HUTA PADANG"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

  • Tujuan Khusus

Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perilaku ibu hamil mengenai konsumsi tablet zat besi di Kelurahan Huta Padang Kota Padangsidimpuan Tahun 2016. Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil mengenai konsumsi zat besi untuk menentukan. tablet di Kelurahan Huta Padang Kota Padangsidimpuan Tahun 2016. Untuk mengetahui sikap ibu hamil terhadap konsumsi tablet zat besi di Kelurahan Huta Padang Kota Padangsidimpuan Tahun 2016.

Untuk mengetahui perilaku ibu hamil mengenai konsumsi tablet zat besi di Kelurahan Huta Padang Kota Padangsidimpuan Tahun 2016.

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Pengetahuan
  • Sikap
  • Tindakan
  • Definisi Konsumsi Obat
    • Cara Meningkatkan konsumsi Obat
  • Zat besi
    • Definisi Zat Besi
    • Fungsi Zat Besi
    • Cara Mengkonsumsi Tablet Zat Besi
    • Sumber Zat Besi
    • Penyerapan (Absorsi) Zat Besi
    • Ekskresi Zat Besi
    • Tanda dan gejala defisiensi zat besi
  • Kebutuhan Zat Besi Pada Ibu Hamil
    • Dampak Anemia Defisiensi Zat Besi Pada Ibu Hamil
    • Penyebab Anemia Zat Besi
    • Faktor Resiko Anemia Zat Besi Pada Kehamilan Dan Janin…. 21
  • Kerangka Konsep

Ibu menyusui membutuhkan minimal 1 mg zat besi selama 6 bulan menyusui agar tubuh ibu tidak terganggu dan kualitas ASI tetap baik. Kekurangan zat besi yang parah pada ibu hamil meningkatkan risiko kematian pada ibu hamil dan mengancam keselamatan janin. Menurut Eka Saputra (2013), pemberian tablet zat besi pada ibu hamil dimulai setelah mual dan muntah mulai mereda, biasanya pada trimester ke-2 dan ke-3.

Untuk penyerapan zat besi yang lebih baik diperlukan banyak vitamin C dan variasi jus seperti brokoli, tomat dan lain-lain (Ellya, 2010). Zat besi yang berasal dari hewani lebih baik diserap dibandingkan dari sayur dan buah. Menurut Seriani (2013), zat besi diserap pada sel-sel brush border epitel vili usus, terutama pada duodenum dan jejunum.

Pengeluaran zat besi juga terjadi melalui kulit di beberapa bagian tubuh dan dikeluarkan dari permukaan tubuh, jumlahnya sangat sedikit, hanya 1 mg per siang malam. Ibu hamil memerlukan zat besi lebih banyak dibandingkan ibu normal, karena janin yang dikandungnya memerlukan banyak zat besi untuk metabolismenya (Sediaoetama, 2008). Kebutuhan zat besi meningkat pada masa kehamilan, terutama pada trimester ketiga, karena perluasan jaringan ibu dan terbentuknya darah merah.

Pemberian zat besi dimulai setelah mual dan muntah hilang, satu tablet per hari selama minimal 90 hari. Apabila ibu mengalami mual dan muntah, konstipasi atau diare akibat pemberian tablet zat besi, maka dianjurkan ibu meminum tablet zat besi setelah makan (Ratna, 2009). Semakin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan, maka semakin banyak zat besi yang hilang dan ia semakin mengalami anemia (Chandranita, 2010).

Peningkatan kebutuhan zat besi untuk pembentukan sel darah merah biasanya terjadi pada masa pertumbuhan bayi, masa pubertas, kehamilan dan menyusui. Pada pemberian tablet zat besi sering timbul efek tidak menyenangkan seperti rasa tidak enak pada perut, mual dan muntah, diare (kadang juga sembelit). Keluhan seperti mual, sembelit atau diare sering ditemui pada saat mengkonsumsi tablet zat besi, pasien dapat disarankan untuk mengkonsumsinya setelah makan.

Untuk meningkatkan penyerapan sebaiknya mengonsumsi tablet zat besi dengan buah yang mengandung vitamin C (Ratna, 2009). Dalam kerangka konseptual, variabel yang diteliti merupakan variabel bebas perilaku ibu hamil yang terdiri dari pengetahuan, sikap dan tindakan. Variabel terikatnya adalah konsumsi tablet zat besi.

Gambar 2.1 Kerangka Konsep
Gambar 2.1 Kerangka Konsep

METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian

  • Lokasi Penelitian
  • Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel

  • Populasi
  • Sampel

Alat Pengumpulan Data

  • Data Primer
  • Data Sekunder
  • Aspek Pengukuran

Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah seluruh ibu hamil pada saat penelitian dilakukan, yaitu dengan menggunakan teknik random sampling. Baik : jika diperoleh persentase jika responden menjawab benar 7-10 dari seluruh kuesioner yang diberikan mengenai pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi tablet zat besi. Kurang: jika hasil persentase (<56%) jika responden menjawab benar kurang dari 6 dari seluruh kuesioner yang diberikan mengenai pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi tablet zat besi.

Berdasarkan nilai yang ada boleh dikategorikan seperti berikut: Baik: apabila peratusan terhasil apabila responden menjawab. Cukup: apabila peratusan keputusan apabila responden menjawab 6-7 daripada semua soal selidik yang diberikan tentang sikap ibu hamil berkenaan penggunaan tablet besi. Mencukupi: apabila peratusan keputusan apabila responden menjawab 6-7 daripada semua soal selidik yang diberikan tentang tindakan ibu hamil berkenaan penggunaan tablet besi.

Kurang: Apabila peratusan keputusan (<56%) jawapan yang betul daripada responden adalah kurang daripada 6 daripada semua soal selidik yang diberikan mengenai tingkah laku wanita hamil berhubung pengambilan tablet besi.

Prosedur Pengumpulan Data

Hal ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, untuk mengetahui gambaran perilaku ibu hamil mengenai konsumsi tablet zat besi di Kelurahan Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan Tahun 2016. Tabel 4.2.1 menunjukkan mayoritas responden berpengetahuan di Kelurahan Huta Padang, Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan pada tahun 2016 sebanyak 20 responden (63,5%) mempunyai pengetahuan cukup dan 4 responden (12,5%) mempunyai pengetahuan baik. Tabel 4.3.1 menunjukkan tingkat sikap responden di Kelurahan Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan tahun 2016 mayoritas cukup baik sebanyak 26 responden (81,2%) dan sebagian kecil baik sebanyak 6 responden (18,8%).

Dari Tabel 4.4.1 terlihat tindakan responden di Kelurahan Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan tahun 2016 mayoritas cukup, 17 responden (53,1%) dan sebagian kecil menjawab dengan kategori baik, 1 responden (3, 1%). Hasil pengumpulan data melalui angket mengenai pengetahuan, sikap dan tindakan ibu hamil terhadap konsumsi tablet zat besi di Kelurahan Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan tahun 2016 dapat dilihat sebagai berikut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan pada tahun 2016, dari 32 responden, mayoritas responden mempunyai tingkat pengetahuan cukup, 20 responden (64,5%) dan sebagian kecil dengan pengetahuan baik, 4 responden. (12,5%).

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi tablet zat besi di Kelurahan Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidipuan mayoritas cukup luas. Semakin baik pengetahuan responden tentang konsumsi tablet zat besi maka semakin besar kemungkinan responden akan menggunakan tablet zat besi selama kehamilan. Sebaliknya, semakin rendah pengetahuan responden tentang konsumsi tablet zat besi maka semakin kecil pula kemungkinan responden mengkonsumsi tablet zat besi selama hamil.

Kurang percaya diri ini mungkin karena mengetahui ada ibu hamil yang mengonsumsi tablet zat besi namun tetap mengalami anemia saat hamil. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kelurahan Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan tahun 2016, tindakan yang dilakukan oleh 32 responden tersebut adalah mayoritas, 17 responden (53,1%) dan minoritas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perilaku ibu hamil dalam meminum tablet zat besi masih kurang baik, hal ini disebabkan karena pengetahuan responden tentang meminum tablet zat besi masih kurang, sehingga hal ini mempengaruhi sikap dan tindakan responden sehubungan dengan hal tersebut. dengan mengonsumsi tablet zat besi.

Perilaku ibu hamil mengenai konsumsi tablet zat besi di Kelurahan Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan tahun 2016 termasuk dalam kategori cukup. Sikap ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi di Kelurahan Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan tahun 2016 termasuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 26 responden (81,3%). Tindakan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi di Kelurahan Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan tahun 2016 termasuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 17 responden (53,1%).

Diharapkan bagi ibu hamil untuk lebih meningkatkan pengetahuannya tentang penggunaan tablet zat besi dengan memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan dan mengunjungi posyandu. PERILAKU IBU HAMIL TERKAIT KONSUMSI TABLET BESI DI DESA HUTA PADANG KECAMATAN HUTAIMBARU KOTA.

Tabel 3.1. Definisi Operasional
Tabel 3.1. Definisi Operasional

Defenisi Operasional

Pengolahan dan Analisa Data

  • Pengolahan
  • Analisa

Pada bagian ini akan disajikan hasil penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel dan karakteristik responden. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan hasil penelitian yang tidak sejalan dengan teori diatas karena ditemukan responden yang berumur antara 20-29 tahun mempunyai pengetahuan yang kurang dan yang berumur <20 tahun didapati mempunyai pengetahuan yang cukup. pengetahuan. . Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil penelitian yang sesuai dengan teori, dimana sebagian besar responden yang berpendidikan dasar mempunyai pengetahuan sedikit dan sebagian besar responden yang berpendidikan tinggi mempunyai pengetahuan yang cukup.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari 32 responden, sebagian besar responden mempunyai sikap cukup sebanyak 26 responden (81,3%) dan sebagian kecil mempunyai sikap baik sebanyak 6 responden. Dengan kata lain responden beranggapan bahwa zat besi adalah zat besi. kurang efektif dalam pencegahan anemia pada kehamilan, tanpa mempertimbangkan kemungkinan penyebab lainnya. Diharapkan terbentuknya forum yang dapat memberikan informasi yang benar tentang bahaya anemia pada kehamilan dan edukasi tentang pentingnya konsumsi tablet zat besi selama kehamilan.

Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah referensi literatur khususnya penelitian kesehatan masyarakat, serta memberikan masukan bagi peneliti selanjutnya yang membutuhkan data penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai landasan untuk menambah pengetahuan peneliti dan sebagai informasi untuk menerapkan ilmu yang diperoleh. 2001).Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Jakarta: GramediaPustaka Utama Amarayah.(2014).Pengertian.http//:www.Pengertian-sikap. Cara Minum Zatbesi Tablet pada Ibu Hamil.co.id/artikel diakses pada 25 Februari, Pengertian Tindakan. kemenkes.com, diakses 3 Januari 2016. Laporan Tahunan Puskesmas Hutaimbaru.

-Jumlah ibu hamil yang mendapat tablet Fe menurut kecamatan dan Puskesmas Kota Padangsidimpuan. 2005). Teori dan Aplikasi Promosi Kesehatan, Jakarta Panjaitan. (2010). Pemahaman-sikap. http://www.pengertian-sikap-repository.

Tabel 4.2.1 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden di Desa Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan Tahun 2016
Tabel 4.2.1 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden di Desa Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan Tahun 2016

HASIL PENELITIAN

Tingkat pengetahuan responden

Sikap responden

Tindakan responden

Penelitian serupa yang dilakukan oleh Zulfadli (2009) memperoleh hasil yang signifikan dan menyatakan bahwa secara umum pengetahuan sangat penting untuk memperoleh perilaku yang baik. Hal ini sejalan dengan pendapat Notoadmodjo (2010) bahwa pengetahuan yang baik akan menghasilkan tindakan yang baik.

Tabel 4.4.1Distribusi Frekuensi Tingkat Tindakan Responden di Desa Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan Tahun 2016
Tabel 4.4.1Distribusi Frekuensi Tingkat Tindakan Responden di Desa Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan Tahun 2016

PEMBAHASAN

Karakteristik responden

Sikap responden dalam mengkonsumsi tablet zat besi

Kesiapan yang dimaksud di sini adalah kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu jika individu dihadapkan pada rangsangan yang memerlukan tanggapan (Amarayah, 2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap antara lain pengalaman pribadi, budaya, orang lain yang dianggap penting, dan media massa. Sebagaimana dikutip oleh Notoatmodjo (2003), menjelaskan bahwa sikap mempunyai beberapa tingkatan, yaitu: menerima, menyikapi, menghormati dan bertanggung jawab terhadap suatu objek.

Sikap merupakan kecenderungan individu dalam memahami, merasakan, menyikapi, dan berperilaku terhadap suatu objek, yang merupakan hasil interaksi komponen kognitif, afektif, dan konatif (Panjaitan, 2010).

Tindakan responden dalam mengkonsumsi tablet zat besi

Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor terbentuknya pengetahuan. Beberapa temuan penelitian menjelaskan bahwa pendidikan secara umum dapat meningkatkan tingkat kecerdasan individu dan sebagian besar pengetahuan, sikap dan tindakan diperoleh melalui pendidikan formal dan nonformal.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Konsep
Tabel 3.1. Definisi Operasional
Tabel 4.2.1 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden di Desa Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan Tahun 2016
Tabel 4.3.1Distribusi Frekuensi Tingkat Sikap Responden di Desa huta Padang Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan Tahun 2016
+2

Referensi

Dokumen terkait

Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden yaitu ibu anak balita yang meliputi : karakterisik keluarga (umur orang tua, pendidikan orang tua, pekerjaan

Data primer diperoleh melalui kuesioner yang meliputi latar belakang pengunjung (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, pengalaman dalam organisasi

Data frekuensi pemeriksaan kehamilan diperoleh dari data karakteristik responden yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden dan data pengetahuan gizi ibu

Metode pengumpulan data yaitu dengan peneliti mengambil data primer diperoleh dengan tehnik wawancara melalui pengisian kuesioner tentang penerapan P4K terhadap

Data primer adalah data yang diperoleh dari lapangan melalui wawancara langsung dengan responden menggunakan kuesioner (daftar pertanyaan) yang mencakup identitas

Data primer tentang pendidikan ibu hamil diperoleh dengan wawancara langsung dengan responden menggunakan kuesioner yang berisi tentang identitas responden. 2) Tingkat

Data primer diperoleh melalui wawancara langsung kepada responden dengan berpedoman pada kuesioner yang telah dipersiapkan terlebih dahulu sebagai acuan pewawancara

Data Primer, diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden yang meliputi : karakterisik keluarga umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anggota keluarga, dan