PERJANJIAN JUAL BELI LIFT
No. CLID/PJB---/C--- Tanggal: ---
Perjanjian Jual Beli Lift (selanjutnya disebut “Perjanjian”) ini dibuat pada hari --- tanggal ---, oleh dan antara:
1. PT CIBES LIFT INDONESIA, suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Rukan The Kensington Commercial Summarecon Kelapa Gading Blok TKC no. B/05, Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dalam hal ini diwakili oleh --- selaku ---, oleh karenanya sah, berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama PT. Cibes Lift Indonesia (untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama).
2. ---, suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di ---, dalam hal ini diwakili oleh --- selaku ---, oleh karenanya sah, berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama --- (untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua).
Untuk selanjutnya Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara bersama-sama disebut sebagai
“Para Pihak” dan masing-masing disebut sebagai “Pihak”.
Para Pihak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas, dengan ini terlebih dahulu menerangkan:
1. Bahwa Pihak Pertama adalah sebuah perseroan terbatas yang bergerak di bidang pengadaan dan pemasangan lift dan suku cadang lift.
2. Bahwa Pihak Kedua adalah konsumen yang membutuhkan lift dari Pihak Pertama.
3. Bahwa Pihak Kedua menunjuk Pihak Pertama dan Pihak Pertama menerima penunjukan dari Pihak Kedua untuk menyediakan dan melakukan instalasi lift di lokasi yang telah ditentukan oleh Pihak Kedua.
Dengan ini Para Pihak telah bersepakat dan setuju untuk membuat Perjanjian ini, dengan syarat dan ketentuan sebagaimana disebutkan di bawah ini:
Pasal 1
Ruang Lingkup Pekerjaan, Spesifikasi Lift dan Lokasi Pemasangan
(1) Pihak Kedua menunjuk Pihak Pertama dan Pihak Pertama menerima penunjukkan dari Pihak Kedua untuk melaksanakan pekerjaan penjualan atau pengadaan dan pemasangan lift yang detilnya sebagaimana tercantum di bawah ini (“Pekerjaan”).
(2) Spesifikasi lift (“Lift”) dan lokasi pemasangan lift (“Lokasi”) yang dibeli oleh Pihak Kedua dari Pihak Pertama adalah sebagaimana tercantum dalam Formulir Pemesanan Lift (Dokumen 1 dari 4), Konfirmasi Pemesanan Lift (Dokumen 3 dari 4) dan Lampiran I Perjanjian ini.
(3) Formulir Pemesanan Lift (Dokumen 1 dari 4), Konfirmasi Pemesanan Lift (Dokumen 3 dari 4) dan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) merupakan bagian dari dan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.
(4) Pihak Pertama tidak mengerjakan pekerjaan diluar pengadaan dan pemasangan lift sebagaimana yang diatur di dalam Perjanjian ini.
(5) Pihak Kedua wajib menyediakan dan memastikan Lokasi sesuai dengan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) sesuai dengan spesifikasi lift sebagaimana tercantum dalam Konfirmasi Pemesanan Lift (Dokumen 3 dari 4) dan Lampiran ini. Pihak Pertama tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul akibat lokasi yang tidak sesuai tersebut.
Pasal 2
Harga Pekerjaan dan Cara Pembayaran
(1) Harga Pekerjaan sebagaimana yang dimaksud dalam Perjanjian ini telah disetujui dan disepakati oleh Para Pihak yaitu sebagaimana tercantum dalam Formulir Pemesanan Lift (Dokumen 1 dari 4) dan Lampiran I Perjanjian ini dan sudah termasuk PPN 11%.
(“Harga”).
(2) Harga di atas sudah termasuk biaya pemasangan dan pelayanan purna jual sebagaimana dinyatakan dalam Lampiran I Perjanjian ini.
(3) Harga belum termasuk biaya penyimpanan lift di gudang Pihak Pertama sebesar Rp.
7.500.000 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) per bulan per lift yang terhitung sejak bulan kedua dari tanggal Lift sampai di Indonesia (“Biaya Gudang”).
(4) Perubahan spesifikasi lift, pekerjaan dan/atau tambahan atau penggantian material yang berbeda dengan Formulir Pemesanan Lift (Dokumen 1 dari 4), Konfirmasi Pemesanan Lift (Dokumen 3 dari 4) dan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) dapat mengakibatkan penambahan terhadap Harga. Perubahan spesifikasi lift, pekerjaan dan/atau tambahan atau penggantian material wajib diberitahukan kepada Pihak Pertama dan dengan persetujuan tertulis dari Pihak Pertama dan perubahan hanya bisa dilakukan sebelum proses order ke pabrik. Jika order sudah disetujui oleh pabrik dengan keluarnya DB Number, maka order tidak dilakukan perubahan.
(5) Pembayaran akan dilakukan dengan cara transfer bank ke rekening milik Pihak Pertama dengan detail sebagai berikut:
Nama Bank : BCA Cabang Wisma Mulia Nomor Rekening : 503-521-1648
Atas Nama : PT. Cibes Lift Indonesia
(6) Pihak Pertama akan mengirimkan tagihan kepada Pihak Kedua bedasarkan tahapan pembayaran sebagaimana dinyatakan dalam Lampiran I Perjanjian ini ke alamat surat menyurat sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 9 Perjanjian ini.
(7) Pihak Kedua wajib untuk melakukan pembayaran atas tagihan tersebut selambat- lambatnya 14 (empat belas) hari setelah Pihak Kedua menerima tagihan beserta dengan faktur pajak.
(8) Pemotongan, pemungutan dan pembayaran pajak akan dilakukan sesuai dengan peraturan terkait perpajakan yang berlaku.
Pasal 3 Pengiriman Lift
(1) Dalam keadaan normal dan sewajarnya, Lift akan diterima oleh Pihak Kedua dalam jangka waktu sebagaimana dinyatakan dalam Lampiran I Perjanjian ini terhitung sejak:
a. Tanggal Konfirmasi Pemesanan Lift (Dokumen 3 dari 4) dan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) ditandatangani oleh Pihak Kedua; DAN
b. Tanggal pembayaran Tahap Kedua telah diterima dengan baik oleh Pihak Pertama sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Perjanjian ini.
(2) Agar pengiriman Lift dapat berjalan dengan lancar, Pihak Pertama akan memberitahukan kepada Pihak Kedua mengenai jadwal pengiriman Lift paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum jadwal pengiriman.
(3) Paling lambat 2 (dua) hari kerja sebelum jadwal pengiriman, Pihak Kedua wajib memberikan detil nama dan kontak 2 (dua) orang yang akan menerima Lift dan mempersiapkan tempat yang aman dan tertutup untuk Lift. Dengan memberikan kontak 2 (dua) orang tersebut kepada Pihak Pertama, Pihak Kedua juga memberikan wewenang dan kuasa kepada kedua orang tersebut untuk menandatangani Berita Acara Serah Terima Lift. Pihak Kedua dengan ini menyatakan bahwa Berita Acara Serah Terima Lift yang ditandatangani oleh kedua orang tersebut adalah sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
(4) Saat Lift telah tiba di Indonesia dan siap untuk dikirimkan ke Lokasi Pihak Kedua, maka Pihak Kedua harus memberikan konfirmasi bahwa Lokasi telah siap dan sesuai dengan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4).
(5) Apabila Lokasi Pihak Kedua belum sesuai dengan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) setelah dilakukannya koordinasi baik melalui mekanisme surat menyurat yang diatur dalam Perjanjian ini, sms atau whatsapp, telepon dan/atau bertemu langsung di
Lokasi antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua, maka Lift dapat disimpan terlebih dahulu di gudang Pihak Pertama untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal Lift sampai di Indonesia dan jika lebih dari 1 (satu) bulan akan dikenakan Biaya Gudang (“Jatuh Tempo Penyimpanan Lift”) sesuai dengan Pasal 2 ayat 3 Perjanjian ini. Lift dapat disimpan atau dikirim langsung ke Lokasi atau di lokasi lain yang ditentukan oleh Pihak Kedua, namun Pihak Pertama tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan terhadap Lift yang disimpan di Lokasi atau di lokasi lain yang ditentukan oleh Pihak Kedua.
(6) Paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sebelum tanggal Jatuh Tempo Penyimpanan Lift, Pihak Pertama akan mengirimkan pemberitahuan kepada Pihak Kedua bahwa Pihak Pertama akan mengirimkan Lift kepada Pihak Kedua ke Lokasi atau lokasi lain yang ditentukan oleh Pihak Kedua pada tanggal Jatuh Tempo Penyimpanan Lift agar Lift dapat disimpan di Lokasi atau di lokasi lain yang ditentukan oleh Pihak Kedua tersebut.
Pihak Pertama tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerusakan terhadap Lift yang disimpan di Lokasi atau di lokasi lain yang ditentukan oleh Pihak Kedua.
(7) Pihak Pertama akan mengirimkan tagihan untuk Tahap Ketiga dan tagihan Biaya Gudang (bila ada) pada tanggal Jatuh Tempo Penyimpanan Lift.
(8) Apabila Lift belum dapat dipasang di Lokasi karena Lokasi belum sesuai dengan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) setelah 2 (dua) bulan sejak Lift tiba di Indonesia, maka garansi Lift menjadi tidak berlaku.
Pasal 4
Kondisi dan Persyaratan Pemesanan Lift
(1) Lift yang dipesan oleh Pihak Kedua merupakan custom made. Pihak Kedua wajib menandatangani Formulir Pemesanan Lift (Dokumen 1 dari 4), Konfirmasi Pemesanan Lift (Dokumen 3 dari 4) dan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) sebagai bukti persetujuan.
(2) Setelah Konfirmasi Pemesanan Lift (Dokumen 3 dari 4) dan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) ditandatangani oleh Pihak Kedua sebagai dasar pemesanan Lift, maka Pihak Pertama akan mengirimkan Purchase Order (PO) dan melakukan order intake ke pabrik. Purchase Order (PO) dan order intake hanya dapat diproses setelah Pihak Pertama menerima:
a. Konfirmasi Pemesanan Lift (Dokumen 3 dari 4) dan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) yang telah ditandatangani oleh Pihak Kedua; dan
b. Bukti pembayaran dan pembayaran Tahap Pertama dan Tahap Kedua sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Perjanjian ini.
(3) Pihak Kedua tidak dapat melakukan perubahan terhadap spesifikasi Lift dan/atau Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) dan/atau pembatalan secara sepihak tanpa persetujuan tertulis dari Pihak Pertama.
(4) Jika Pihak Kedua melakukan pembatalan secara sepihak setelah Pihak Kedua
melakukan pembayaran Tahap Pertama dan sebelum melakukan pembayaran Tahap Kedua, maka Pihak Pertama akan mengembalikan uang muka dengan dikurangi Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).
(5) Setelah melakukan pembayaran Tahap Kedua, Pihak Kedua hanya dapat melakukan pembatalan pemesanan Lift setelah melakukan pembayaran atas Tahap Ketiga dan Tahap Keempat. Pihak Pertama akan mengirimkan tagihan atas Tahap Ketiga dan Keempat kepada Pihak Kedua beserta tagihan Biaya Gudang (bila ada) dan Pihak Kedua wajib untuk melunasi tagihan tersebut dalam jangka waktu sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini.
(6) Apabila Pihak Kedua tidak melakukan pembayaran atas tagihan Tahap Ketiga dan/atau Tahap Keempat beserta tagihan Biaya Gudang (bila ada), maka:
a. Setelah lewat 7 (tujuh) hari sejak tanggal tagihan untuk pembayaran Tahap Ketiga dan/atau Keempat dan tagihan Biaya Gudang (bila ada), Pihak Pertama akan mengirimkan surat pertama kepada Pihak Kedua untuk mengingatkan akan tagihan yang tertunggak (“Surat Pertama”);
b. Setelah lewat 30 (tiga puluh hari) sejak tanggal Surat Pertama dan Pihak Kedua belum melakukan pembayaran Tahap Ketiga dan/atau Tahap Keempat dan tagihan Biaya Gudang (bila ada), Pihak Pertama akan mengirimkan surat kedua kepada Pihak Kedua untuk mengingatkan akan tagihan yang tertunggak (“Surat Kedua”);
c. Setelah lewat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal Surat Kedua dan Pihak Kedua belum melakukan pembayaran Tahap Ketiga dan/atau Tahap Keempat dan tagihan Biaya Gudang (bila ada), Pihak Pertama akan mengirimkan surat ketiga kepada Pihak Kedua untuk mengingatkan akan tagihan yang tertunggak (“Surat Ketiga”);
d. Setelah lewat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal Surat Ketiga dan Pihak Kedua belum melakukan pembayaran Tahap Ketiga dan/atau Tahap Keempat dan tagihan Biaya Gudang (bila ada), maka Pihak Kedua dengan ini memberikan kewenangan penuh kepada Pihak Pertama untuk melakukan pengurusan dalam bentuk apapun terhadap Lift tersebut dan Pihak Kedua dengan ini melepaskan Pihak Pertama dari tuntutan dalam bentuk apapun atas tindakan yang diambil oleh Pihak Pertama terhadap Lift tersebut.
Pasal 5 Pemasangan Lift
(1) Agar pemasangan Lift dapat berjalan dengan lancar, Pihak Pertama akan memberitahukan kepada Pihak Kedua mengenai jadwal pemasangan Lift paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum jadwal pemasangan (“Jadwal Pemasangan”).
(2) Apabila Lokasi belum siap dan belum sesuai dengan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) pada tanggal Jadwal Pemasangan namun teknisi Pihak Pertama sudah tiba di Lokasi untuk melakukan pemasangan Lift, maka Pihak Kedua harus menanggung biaya akomodasi dan transportasi sebesar:
a. Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah) per orang per hari untuk Lokasi yang berada di wilayah JaTaBek;
b. Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) per orang per hari untuk Lokasi yang berada diluar wilayah JaTaBek.
(3) Pihak Kedua harus menyediakan 2 (dua) orang untuk diberikan pelatihan mengenai
Standar Prosedur Penggunaan Lift dan Standar Keamanan Penggunaan Lift dari Pihak Pertama.
(4) Pihak Kedua wajib menyediakan:
a. Pit lift sedalam 50mm – 70mm untuk tipe platform dan 110mm -120mm untuk tipe cabin, seluas dimensi cut out pada spesifikasi lift, atau jika tidak menggunakan pit dapat menggunakan ramp.
b. Void seluas dimensi cut out pada spesifikasi lift dari lantai dasar hingga lantai terakhir sesuai dengan layout technical drawing;
c. Fixing Points atau titik pengikat struktur lift terhadap bangunan;
d. tenaga listrik 1 atau 3 phase dengan toleransi maksimal ±6% sebesar daya yang dibutuhkan, kabel listrik untuk 1 phase (220V) 3 x 2.5mm atau 3 phase 5 x 2.5mm (380V) sepanjang 3 meter dari titik pit lift bagian sisi mesin lift dari stop kontak, penerangan dan saklarnya di lantai dasar;
(5) Untuk persiapan Lokasi, Pihak Kedua wajib untuk selalu berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pihak Pertama agar Lokasi benar-benar sesuai dengan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4).
(6) Pihak Pertama akan memberikan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) kepada Pihak Kedua p a d a saat setelah survei terakhir sebelum proses pemesanan Lift dan Pihak Kedua wajib membaca dan mempelajari Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) tersebut dengan seksama agar dapat menyesuaikan Lokasi dengan Lift.
(7) Apabila terjadi ketidaksesuaian Lokasi dengan Lift dan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4), maka Pihak Kedua wajib menyesuaikannya dengan Lift dan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4). Pihak Pertama tidak bertanggungjawab atas adanya kesalahan teknis, kerusakan Lift atau kendala dalam pemasangan Lift akibat ketidaksesuaian antara Lokasi dengan Lift dan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4).
(8) Para Pihak wajib untuk menandatangani Berita Acara Serah Terima pada saat Lift telah selesai dipasang. Apabila Pihak Kedua menggunakan Lift sebelum Berita Acara Serah Terima, maka serah terima Lift dianggap telah terjadi dan segala bentuk kerusakan atau biaya perbaikan yang mungkin timbul akibat penggunaan Pihak Kedua tersebut menjadi tanggung jawab Pihak Kedua dan pelayanan purna jual menjadi tidak berlaku.
Pasal 6
Pelayanan Purna Jual
(1) Pelayanan purna jual yang diberikan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua atas Lift adalah sebagaimana diatur dalam Lampiran I Perjanjian ini.
(2) Permintaan pelayanan perbaikan atau pengecekan Lift diluar Standar Perawatan Unit Lift Pihak Pertama akan dikenakan biaya yang berlaku dari Pihak Pertama pada saat permintaan.
(3) Apabila ada hal-hal lainnya yang mengharuskan teknisi Pihak Pertama dari Jakarta untuk melakukan pemeliharaan, pengecekan atau perbaikan Lift jika Pihak Kedua berdomisili diluar wilayah JaTaBek, maka untuk biaya transportasi dan akomodasi teknisi tersebut menjadi tanggung jawab Pihak Kedua.
(4) Setelah masa pelayanan purna jual telah berakhir maka Pihak Kedua akan dikenakan biaya perbaikan yang berlaku dari Pihak Pertama saat itu.
Pasal 7
Denda Dan Sanksi Penalti
(1) Apabila Pihak Kedua membatalkan kontrak setelah penandatanganan sebelum membayar Deposit/Down Payment dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja, maka Pihak
Kedua akan dikenakan denda sebesar IDR 50.000.000 (lima puluh juta Rupiah).
(2) Pihak Kedua akan dikenakan denda atas setiap keterlambatan pembayaran yang melebihi tanggal jatuh tempo tagihan sebesar 2/1000 (dua per mil) per hari dari Harga Lift, dengan maksimum denda sebesar 6% (enam persen) dari Harga.
(3) Apabila keterlambatan penyelesaian Pekerjaan disebabkan oleh Lokasi Pihak Kedua yang belum siap atau belum sesuai dengan Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4) atau karena Pihak Kedua belum melakukan pelunasan tagihan maka sanksi dan denda penalti tidak dapat dibebankan kepada Pihak Pertama.
Pasal 8
Pengakhiran Perjanjian
(1) Pihak Pertama dapat mengakhiri Perjanjian ini secara sepihak tanpa adanya kewajiban pembayaran ganti rugi kepada Pihak Kedua, apabila:
a. Pihak Kedua tidak dapat memenuhi atau melanggar ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian ini, baik sebagian maupun seluruhnya dan/atau peraturan perundang- undangan yang berlaku yang berkaitan dengan Perjanjian ini.
b. Pernyataan-pernyataan dan jaminan-jaminan yang diberikan oleh Pihak Kedua dalam Perjanjian ini maupun dokumen-dokumen lain yang diberikan kepada pihak lainnya, ternyata tidak benar baik sebagian maupun seluruhnya.
(2) Perjanjian ini tidak akan menjadi batal atau berhenti karena Para Pihak meninggal dunia, maka Perjanjian ini juga tetap berlaku bagi pengganti yang sah dari Para Pihak tersebut dan penggantinya sepakat untuk tunduk pada syarat dan ketentuan dalam Perjanjian ini.
(3) Para Pihak dengan ini sepakat untuk mengesampingkan Pasal 1266 Kitab Undang- Undang Hukum Perdata terkait dengan kewajiban diperlukannya putusan pengadilan untuk keperluan pengakhiran suatu perjanjian.
Pasal 9 Pemberitahuan
(1) Semua surat menyurat atau pemberitahuan yang dikirim oleh masing-masing Pihak kepada Pihak Lain dalam Perjanjian ini, mengenai atau sehubungan dengan Perjanjian ini dilakukan dengan secara Langsung atau melalui Perusahaan Ekspedisi (Kurir), Pos Tercatat atau E-mail ke alamat korespondensi yang tersebut dalam Lampiran II Perjanjian ini.
(2) Semua surat menyurat atau pemberitahuan dianggap telah diterima oleh Pihak yang dituju:
a. Pada tanggal tanda terima ditandatangani apabila disampaikan secara Langsung;
atau
b. Pada tanggal setelah 3 (tiga) Hari Kerja sejak dikirimkan apabila melalui Perusahaan Ekspedisi (Kurir) atau Pos Tercatat; atau
c. Pada hari dikirimkannya apabila dikirim melalui E-mail dan tidak menerima balasan gagal pengiriman.
(3) Dalam hal terjadi perubahan alamat sebagaimana tercatat dalam Perjanjian ini, maka perubahan tersebut harus diberitahukan secara tertulis kepada Pihak Lain selambat- lambatnya 5 (lima) hari kerja sebelum terjadinya perubahan alamat yang dimaksud.
Jika perubahan alamat tidak diberitahukan, maka surat menyurat atau pemberitahuan berdasarkan Perjanjian ini dianggap telah diberikan sebagaimana mestinya dengan dikirimnya surat atau pemberitahuan itu dengan secara Langsung atau melalui Perusahaan Ekspedisi (Kurir), Pos Tercatat atau E-mail ke alamat sebagaimana tercatat dalam Perjanjian.
Pasal 10 Informasi Rahasia
(1) Para Pihak berkewajiban untuk menjaga atau tidak akan mengungkapkan atau memanfaatkan atau menggunakan baik dengan sengaja maupun tidak sengaja segala informasi rahasia milik Pihak lainnya yang diperoleh pada saat Para Pihak melaksanakan Perjanjian ini.
(2) Para Pihak menyatakan dan menjamin bahwa kewajiban-kewajiban Para Pihak sebagaimana yang ditentukan dalam ayat (1) di atas tetap berlaku secara penuh untuk waktu tidak tertentu walaupun Perjanjian ini berakhir karena alasan apapun.
Pasal 11 Klausul Perjanjian
Apabila suatu ketentuan dalam Perjanjian ini melanggar atau menjadi melanggar hukum, tidak berlaku atau tidak dapat dilaksanakan dalam suatu yurisdiksi, hal tersebut tidak akan berpengaruh pada:
1. Keberlakuan dari ketentuan lain dalam Perjanjian ini di yurisdiksi tersebut; atau 2. Keberlakuan dari ketentuan tersebut di yurisdiksi lain.
Pasal 12
Keadaan Memaksa (Force Majeure)
(1) Yang disebut dengan keadaan memaksa (force majeure) adalah semua kejadian- kejadian di luar kekuasaan Para Pihak, sehingga Pihak yang terkena keadaan memaksa (force majeure) tidak mampu lagi melanjutkan pekerjaan sesuai dengan Perjanjian ini. Keadaan memaksa (force majeure) tersebut antara lain:
a. Bencana alam, diantaranya banjir luar biasa, gempa bumi luar biasa, dan angin topan, kebakaran; dan
b. Perang, huruhara, pemogokan, pemberontakan, epidemi dan pandemi yang secara keseluruhan ada hubungannya dengan pelaksanaan Perjanjian ini.
(2) Apabila terjadi keadaan memaksa, Pihak yang mengalami keadaan memaksa (force majeure) akan memberitahukan kepada Pihak lainnya secara tertulis selambat- lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak terjadinya force majeure disertai dengan bukti-bukti yang sah.
(3) Dalam hal keterlambatan pemberitahuan tertulis oleh Pihak yang mengalami keadaan memaksa (force majeure) kepada Pihak lainnya, maka keadaan memaksa (force majeure) dianggap tidak pernah terjadi.
(4) Atas pemberitahuan Pihak yang mengalami keadaan memaksa (force majeure) Pihak lainnya harus menyetujui atau menolak secara tertulis dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari sejak adanya pemberitahuan tersebut.
(5) Apabila dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja terhitung dari pemberitahuan Pihak yang mengalami keadaan memaksa (force majeure) kepada Pihak lainnya tidak ada jawaban dari Pihak lainnya, maka berarti keadaan memaksa (force majeure) tersebut dianggap disetujui.
(6) Apabila peristiwa keadaan memaksa (force majeure) terjadi, maka Para Pihak harus merundingkan kembali tentang waktu penyerahan dan / atau penyelesaian pekerjaan sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini.
Pasal 13
Hukum Yang Berlaku Dan Penyelesaian Perselisihan
(1) Perjanjian ini tunduk dan ditafsirkan menurut hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia.
(2) Dalam hal timbul perselisihan sehubungan dengan Perjanjian ini, Para Pihak sepakat untuk menyelesaikan perselisihan dimaksud secara musyawarah dengan jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak korespondensi tertulis pertama antara Para Pihak.
(3) Apabila dalam jangka waktu sebagaimana disebutkan di atas, Para Pihak tidak dapat menyelesaikan perselisihan secara musyawarah, maka perselisihan tersebut akan diselesaikan melalui arbitrase yang diselenggarakan oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (”BANI”) di Jakarta.
(4) Arbitrase akan diselenggarakan dengan arbiter tunggal.
(5) Keputusan arbitrase yang diputuskan merupakan keputusan final, mengikat bagi Para Pihak dan tidak dapat diajukan banding dan perlawanan hukum apapun lainnya.
Pasal 14 Lain-Lain
(1) Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian ini beserta perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh Para Pihak akan diatur dalam Perjanjian Tambahan (Addendum), yang hanya berlaku apabila dibuat tertulis dan telah ditandatangani oleh Para Pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.
(2) Perjanjian ini dapat ditandatangani (termasuk secara elektronik) dalam beberapa rangkap salinan. Dokumen yang ditandatangani demikian mempunyai akibat yang sama seolah-olah tandatangan tersebut dibubuhkan secara tertulis dan pada satu rangkap tunggal. Para Pihak mengakui keabsahan dari penandatanganan dokumen ini secara elektronik, dan tidak akan mengajukan bantahan atas keabsahan penandatanganan dokumen ini secara elektronik.
(3) Dokumen-dokumen berikut ini merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini yang telah disetujui/disepakati oleh Para Pihak, dan menjadi tanggung jawab Para Pihak untuk dipenuhi demi menunjang proses pemasangan unit Lift yang baik:
a. Lampiran Perjanjian ini berikut perubahannya dikemudian hari (jika ada);
b. Formulir Pemesanan Lift (Dokumen 1 dari 4);
c. Konfirmasi Pemesanan Lift (Dokumen 3 dari 4); dan d. Gambar Teknis Lift (Dokumen 4 dari 4).
Demikian Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani, pada hari dan tanggal tersebut diatas dalam rangkap 2 (dua), masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama,
dibubuhi materai secukupnya serta di tandatangani oleh Para Pihak.
PIHAK PERTAMA PT Cibes Lift Indonesia
PIHAK KEDUA
Nama: Nama:
Jabatan: Jabatan :
SAKSI
Nama:
Jabatan: Account Manager
A. VOID, DIMENSI, FINISHINGT DAN PLUMB
1. Menyediakan Head Room Height yang sesuai dengan Drawing Cibes. Max temperatur ruangan 35 derajat Celsius.
v 2. Belokan gedung yang vertikal lurus (lot plumb) untuk pemasangan pintu lift. v 3. Menyediakan kedalaman pit lift yang sesuai dengan Drawing Cibes (50 mm -
70 mm). Pit lift aman dari masuknya air/genangan air.
v 4. Menyediakan dimensi void untuk lift yang sesuai dengan Drawing Cibes. Void
lift aman dari masuknya air/genangan air.
v 5. Menutup gap antara pintu lift dengan finishing lantai tiap lantai. v 6. Menyediakan Fixing Point untuk L Bracket Lift sesuai Drawing Cibes, dengan
reaction load min 250 N per titik, atau U bracket untuk lift di tengah tangga.
v
B. ELECTRICAL WORKS
1. Mempersiapkan tenaga listrik 1 atau 3 phase dengan toleransi max +-6%
sebesar daya yang dibutuhkan, kabel listrik untuk 1 phase 3x2.5mm atau 3 phase 5x2.5mm sepanjang 3 meter dari stop kontak, penerangan dan saklarnya di lantai dasar.
v
2. Kabel listrik 1 Phase + Neutral + Grounding atau kabel 3 Phase + N + G di pit lift (side D). Pit lift aman dari masuknya air/genangan air.
v 3. Menyediakan kabel PABX (min 4 core) di pit lift (side D). Pit lift aman dari
masuknya air/genangan air.
v 4. Untuk kenyamanan dan keamanan penggunaan lift, Grounding lift terpisah dari
Grounding peralatan lain/penangkal petir pada bangunan.
v 5. MCB 16A dari Panel Gedung untuk proteksi dan distribusi listrik ke lift. v C. OTHERS
1. Menyediakan space/ruangan untuk penempatan material unit lift yang aman dari hujan/genangan air selama pekerjaan instalasi lift berjalan. Dengan ukuran minimal 4x6 M untuk type Platform dan 5x6 M untuk type Cabin.
v
2. Menyediakan datum point atau as beserta level finishing lantai di tiap-tiap lantai. v 3. Proteksi jalur keluar/masuk peralatan apabila diperlukan. v
4. Temperatur ruangan lift. v
5. Jika pihak pembeli tidak dapat menerima penyerahan LIFT atau tidak dapat menyediakan tempat yang sesuai untuk material di atas, pada waktu/tanggal yang disetujui, maka pihak pembeli harus memberitahukan tempat dimana peralatan tersebut dapat dikirim atau disimpan yang disepakati kedua belah pihak. Pada situasi seperti ini, penyerahan tersebut harus dianggap telah diserahkan dan harus dijamin untuk pembayarannya, termasuk biaya tambahan lain yang akan terjadi, sesuai pasal 3 (ayat 5) dan (ayat 6) dalam perjanjian jual beli.
v
Menyetujui Date:
Dengan ditandatanganinya lembar ini, saya telah memahami & menyetujui isi yang tercantum dalam lembar
ini. (...)
LINGKUP K ER JA P IHA K LA IN ( Work s b y Other )
LAMPIRAN I A. SPESIFIKASI LIFT
B. LOKASI PEMASANGAN
C. HARGA DAN CARA PEMBAYARAN Harga
Lift
: Rp. Tahap Pembayaran
PPN 11%
: Rp. Tahap Waktu Pembayaran % Jumlah
Total : Rp. Pertama Pada saat penandatanganan Formulir ini
20% Rp.
Kedua Sebelum Order Intake Lift Pemesan ke Pabrik
40% Rp.
Ketiga Sebelum Lift dikirim ke Jakarta dan pada saat Pihak Pertama
mengirimkan bill of lading ke Pemesan
30% Rp.
Keempat Pada saat lift telah selesai terpasang dan Pihak Pertama akan mengirimkan pemberitahuan tertulis kepada Pemesan bahwa lift telah selesai dipasang
10% Rp.
D. PEMASANGAN DAN PELAYANAN PURNA JUAL
a. Termasuk biaya pemasangan serta perakitan dan pengoperasian awal Lift.
b. Termasuk pelayanan purna jual sebagai berikut yang jangka waktunya terhitung sejak tanggal pemberitahuan tertulis kepada Pihak Kedua bahwa Lift telah selesai dipasang:
Jenis Pelayanan Purna Jual
Jangka Waktu
Tanggal Mulai Pelayanan Purna Jual
Servis lift sebanyak 2 kali per tahun berdasarkan Standar Perawatan Unit Lift Cibes
--- tahun Tanggal pemberitahuan tertulis kepada Pihak Kedua bahwa Lift telah selesai dipasang
Garansi kerusakan Lift (tidak termasuk kaca dan baterai)
--- tahun Tanggal pembuatan Lift yang tertera di Lift
Garansi screw (besi ulir) --- tahun Tanggal pembuatan Lift yang tertera di Lift
E. JANGKA WAKTU PENGIRIMAN
Jangka Waktu untuk pemesanan adalah: --- bulan sejak Konfirmasi Order ditanda tangan dan pembayaran kedua diterima oleh PT. Cibes Lift Indonesia.
LAMPIRAN II PEMBERITAHUAN
a. Pihak Pertama:
Nama : PT. Cibes Lift Indonesia
Alamat : Ruko Kensington Commercial Blok B No, 5, Jalan Boulevard Raya, Kel, Kelapa Gading Timur, Kec Kelapa Gading, Jakarta Utara, 14240
No. Telepon : 021 – 2452 0962 No. Whatsapp : ---
Email : [email protected] Untuk Perhatian : ---
b. Pihak Kedua:
Nama : ---
Alamat : ---
No. Telepon : --- No. Whatsapp : ---
Email : ---
Untuk Perhatian : ---