PERJANJIAN SEWA-MENYEWA RUMAH Nomor:
Perjanjian Sewa-Menyewa rumah (untuk selanjutnya disebut “Perjanjian”) ini ditandatangani pada tanggal 25 Mei 2024 oleh dan antara:
I. RIAS WIDANI, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor 1472015008780001, beralamat di Jl. HANG TUAH KOMPLEK KPLP NO.44, Kel. Tanjung uban kota, Kec. Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Riau dengan Sertifikat Hak Milik No. , untuk selanjutnya disebut sebagai “Pemilik”; dan
II. PT CEMINDO GEMILANG, Tbk, suatu perseroan terbatas yang beralamat di Gama Tower, Jl. H.R. Rasuna Said, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan, dalam hal ini diwakili oleh Rahadian Gusti Dewanto, dalam kedudukannya sebagai Karyawan, oleh karenanya bertindak untuk dan atas nama PT Cemindo Gemilang, Tbk, untuk selanjutnya disebut sebagai “Penyewa”.
Pemilik dan Penyewa (selanjutnya secara bersama-sama disebut “Para Pihak”, dan secara sendiri-sendiri disebut “Pihak”).
Para Pihak masing-masing bertindak dalam kedudukan sebagaimana tersebut di atas menerangkan terlebih dahulu sebagai berikut:
1. Bahwa Pemilik adalah pemilik suatu tanah dengan bangunan rumah tempat tinggal permanen berdiri di atasnya yang terletak di Jl. Sadar No. 207, Kelurahan Simpang tetap Dumai Barat Kota Dumai, Propinsi Riau selanjutnya disebut sebagai “Objek Sewa Menyewa”.
2. Bahwa Penyewa bermaksud untuk menyewa Objek Sewa Menyewa dari Pemilik yang akan digunakan untuk tempat tinggal karyawan Penyewa.
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka dengan ini Para Pihak telah saling sepakat dan setuju untuk membuat dan menandatangani Perjanjian dengan syarat-syarat dan ketentuan- ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1
POKOK PERJANJIAN
Pemilik dengan ini sepakat untuk menyewakan kepada Penyewa dan Penyewa sepakat untuk menyewa dari Pemilik atas Obyek Sewa Menyewa dan fasilitas sebagaimana dalam Pasal 2 ayat 3 Perjanjiian yang akan digunakan sebagai tempat tinggal karyawan Penyewa
Pasal 2
JANGKA WAKTU SEWA DAN FASILITAS
1. Perjanjian ini berlangsung untuk jangka waktu 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak tanggal 14 Mei 2024 sampai dengan tanggal 14 Mei 2025 (selanjutnya disebut
“Jangka Waktu Sewa”).
2. Bila salah satu Pihak akan memperpanjang atau mengakhiri Jangka Waktu Sewa, maka Pihak yang bermaksud untuk memperpanjang atau mengakhiri tersebut wajib memberitahukan keinginannya tersebut kepada Pihak yang lain selambat-lambatnya dalam jangka waktu 3 (satu) bulan sebelum berakhirnya Jangka Waktu Sewa yang disepakati.
3. Fasilitas pada Objek Sewa Menyewa yang dapat dinikmati oleh Penyewa adalah:
- Luas Tanah/Bangunan : M2
- Jumlah kamar : 2 (Dua) kamar tidur - Fasilitas lain : AC+AIR PDAM - Daya listrik : 1300 Kwh (selanjutnya disebut “Fasilitas”)
Pasal 3
SERAH TERIMA OBYEK SEWA MENYEWA
Selambat-lambatnya pada tanggal ………. , Pemilik wajib melakukan serah terima awal atas Obyek Sewa Menyewa (selanjutnya disebut “Serah Terima Awal”) yang akan dituangkan secara tertulis dalam Berita Acara Serah Terima Awal (“BAST Awal”) guna memberikan kesempatan kepada Penyewa untuk melakukan pengecekan serta melakukan perapihan dan memasang instalasi yang diperlukan (apabila ada) untuk operasional Penyewa dimana biaya yang timbul dari perbaikan tersebut akan menjadi tanggungan Penyewa.
Pasal 4
BIAYA DAN TATA CARA PEMBAYARAN
1. Harga sewa yang harus dibayarkan oleh Penyewa kepada Pemilik adalah sebesar Rp 17.000.000,- (Tujuh belas juta rupiah). Harga ini sudah termasuk pajak penghasilan (PPh) 10 % sewa yang dibayar oleh Penyewa atas nama Pemilik (selanjutnya disebut “Biaya Sewa”).
2. Pembayaran harga sewa dilakukan Penyewa kepada Pemilik pada tanggal ditandatanganinya Perjanjian ini dan Pemilik menyerahkan kepada Penyewa kwitansi asli bermeterai cukup dengan dokumen pendukung pembayaran yang dibutuhkan oleh Penyewa serta dinyatakan lengkap dan benar oleh Penyewa. Pembayaran akan dilakukan dengan cara transfer antar bank ke rekening Pemilik yaitu:
Bank : BRI
Nomor Rekening : 718701013014530 Atas nama : RIAS WIDANI
Pasal 5
PENGGUNAAN OBJEK SEWA MENYEWA
1. Setelah serah terima kunci dari Pemilik kepada Penyewa, Penyewa berhak menempati Objek Sewa Menyewa dan berkewajiban memelihara Objek Sewa Menyewa tersebut.
2. Selama Masa Sewa, Penyewa tidak diperkenankan untuk mengadakan perubahan (menambahkan dan mengurangi) terhadap Objek Sewa Menyewa tanpa ijin dari Pemilik.
3. Penyewa akan menggunakan Objek Sewa Menyewa tersebut untuk operasional kantor dan/atau kegiatan lainnya yang menunjang operasional Penyewa sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan kesusilaan, serta peraturan dan norma-norma yang berlaku di lingkungan Objek Sewa Menyewa tersebut.
Pasal 6
JAMINAN DAN KEWAJIBAN PEMILIK
1. Pemilik memberikan jaminan kepada Penyewa bahwa selama Perjanjian ini berlaku, dengan memenuhi ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Perjanjian ini sebagai Penyewa, Penyewa dapat mempergunakan Objek Sewa Menyewa beserta dengan Fasilitas tanpa mendapat gugatan dan/atau gangguan baik dari Pemilik sendiri maupun dari pihak- pihak lainnya.
2. Pemilik juga menjamin kepada Penyewa bahwa Obyek Sewa Menyewa benar-benar milik Pemilik, sehingga Pemilik berhak sepenuhnya untuk menyewakan Obyek Sewa Menyewa dan karenanya adalah satu-satunya pihak yang berhak untuk membuat dan menandatangani Perjanjian ini.
3. Pemilik menjamin dan menyatakan bahwa segala dokumen dan pernyataan yang dibuat dan disertakan oleh Pemilik, dalam rangka meyakinkan Penyewa sehingga membuat dan menandatangani Perjanjian ini, adalah benar adanya.
Pasal 7
JAMINAN DAN KEWAJIBAN PENYEWA
1. Penyewa berkewajiban untuk memelihara Obyek Sewa Menyewa beserta fasilitas-fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya sebagai penyewa yang beritikad baik.
2. Penyewa berkewajiban mematuhi semua peraturan dari yang berwajib dan pemerintah setempat, khususnya di bidang kesusilaan dan ketertiban umum, kebersihan dan kesehatan, atas apa yang disewanya dalam Perjanjian ini.
3. Selama Jangka Waktu Sewa berlangsung Penyewa berkewajiban untuk membayar uang langganan aliran listrik, air, telepon dan biaya lainnya jika ada yang terdapat pada Obyek Sewa Menyewa dan berkewajiban pula untuk menanggung denda atas keterlambatan membayar serta menanggung biaya pemasangan/penyambungan kembali apabila aliran listrik dan/atau air dan/atau telepon diputuskan karena kesalahan Penyewa, demikian berikut denda dan biaya penyambungan kembali sepenuhnya menjadi tanggungan Penyewa.
4. Penyewa akan menyerahkan bukti pembayaran listrik, air, telepon, kebersihan dan biaya lainnya setiap bulannya kepada Pemilik.
5. Penyewa tidak akan mengalihkan dan/atau memindahkan hak sewa atas Obyek Sewa Menyewa baik sebagian maupun seluruhnya kepada pihak lain tanpa persetujuan secara tertulis terlebih dahulu dari Pemilik.
Pasal 8
PERAWATAN DAN PERBAIKAN OBYEK SEWA MENYEWA
1. Selama Perjanjian ini berlangsung Objek Sewa Menyewa sepenuhnya merupakan tanggung jawab Penyewa, sehingga segala biaya yang wajar dalam rangka pemeliharaan dan perbaikan sewajarnya yang timbul sebagai akibat dari pemakaian sehari-hari selama berlangsungnya Perjanjian ini akan menjadi beban dan tanggungan Penyewa, namun dalam hal Penyewa dapat membuktikan sebaliknya, segala biaya atas perbaikan atas kerusakan akan menjadi tanggung jawab dari Pemilik.
2. Pemeliharaan dan perbaikan atas kerusakan lainnya yang tidak terbatas pada bangunan fisik, baik besar maupun kecil, seperti: kebakaran, dan sejenisnya, yang disebabkan oleh kesengajaan ataupun alasan lainnya karena kelalaian dari Penyewa, merupakan tanggungan Penyewa.
3. Pemilik mengijinkan Penyewa untuk melakukan penambahan atas pemasangan saluran atau sambungan line telepon dan penambahan daya listrik pada Obyek Sewa Menyewa
Pasal 9 FORCE MAJEURE
1. Yang dimaksud dengan peristiwa force majeure adalah kejadian-kejadian di luar kemampuan wajar suatu Pihak sehingga Pihak yang bersangkutan tidak mungkin melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini. Dalam Perjanjian ini peristiwa force majeure secara limitatif dimaksudkan sebagai bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan gunung meletus, perang, huru-hara, pandemic, termasuk kejadian yang terjadi bukan disebabkan oleh kesengajaan maupun kelalaian dari Para Pihak, dan perubahan kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi yang sedemikian drastis yang mempunyai akibat negatif secara material terhadap kemampuan Para Pihak untuk memenuhi kewajibannya dalam Perjanjian ini.
2. Apabila keadaan force majeure berlangsung sampai menimbulkan halangan dan/atau keterlambatan dalam melaksanakan ketentuan dari Perjanjian maka Para Pihak harus bertemu untuk membahas permasalahan yang timbul akibat kejadian tersebut. Apabila dalam pertemuan tersebut tercapai kesepakatan, maka kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Namun apabila tidak ditemukan jalan keluar maka Perjanjian dapat ditunda atau diakhiri dengan suatu perjanjian di antara Para Pihak.
3. Dalam hal Perjanjian tidak dapat dilaksanakan sehubungan dengan terjadinya force majeure, maka segala akibat yang timbul akibat dari tidak terlaksananya Perjanjian menjadi tanggung jawab masing-masing Pihak dan satu Pihak tidak dapat menuntut Pihak yang lainnya atas tidak terlaksananya Perjanjian tersebut.
Pasal 10
WANPRESTASI, PEMBATALAN DAN PENGAKHIRAN PERJANJIAN
1. Dalam hal salah satu Pihak lalai atau gagal memenuhi jaminan dan/atau kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini dan kelalaian tersebut telah diperingatkan secara tertulis oleh Pihak yang lain sebanyak 2 (dua) kali berturut-turut dengan tenggang waktu perbaikan kelalaian selama 7 (tujuh) hari untuk masing-masing surat peringatan, namun tetap tidak ada upaya perbaikan apapun dari Pihak yang lalai, maka Pihak yang tidak lalai berhak untuk memutus Perjanjian ini secara sepihak, cukup dengan menyampaikan pemberitahuan tertulis sebelumnya kepada Pihak yang lalai perihal pemutusan dimaksud.
2. Apabila Pemilik gagal memenuhi kewajibannya untuk melakukan Serah Terima Awal atas Obyek Sewa Menyewa pada waktu serah terima yang dijanjikan dalam Pasal 3 Perjanjian ini maka Penyewa berhak untuk membatalkan secara sepihak Perjanjian ini dengan cukup mengirimkan surat pembatalan Perjanjian kepada Pemilik.
Apabila ada Biaya Sewa yang telah dibayarkan Penyewa kepada Pemilik sebelum dilakukannya pembatalan tersebut, maka Pemilik wajib untuk mengembalikan Biaya Sewa yang telah dibayarkan tersebut.
3. Apabila Pemilik gagal memenuhi kewajibannya sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat 1 Perjanjian ini yang menyebabkan Penyewa tidak dapat melaksanakan Perjanjian atas Obyek Sewa Menyewa dan Fasilitas, maka Pemilik wajib mengembalikan Biaya Sewa yang telah dibayarkan dan/atau tidak terbatas untuk memberikan alternatif Obyek Sewa Menyewa lainnya kepada Penyewa.
4. Dalam hal terjadi pembatalan atau pengakhiran Perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal ini, maka Para Pihak sepakat untuk mengesampingkan ketentuan dalam Pasal 1266 KUHPerdata sepanjang mengatur untuk melakukan pembatalan atau pengakhiran tersebut memerlukan persetujuan atau penetapan tertulis dari Pengadilan.
5. Apabila selama Jangka Waktu Sewa ternyata Pemilik melakukan jual beli atau dengan cara apapun mengalihkan hak kepemilikan atas Obyek Sewa Menyewa, maka Pemilik wajib
menjamin bahwa hal tersebut tidak akan menghapus hak Penyewa untuk menikmati Objek Sewa Menyewa sampai dengan Jangka Waktu Sewa berakhir.
Pasal 11
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
1. Perjanjian ini dengan segala akibat hukumnya tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia.
2. Jika terjadi perselisihan sebagai akibat dari pelaksanaan Perjanjian ini, maka Para Pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara musyawarah guna mencapai mufakat.
3. Apabila dengan musyawarah tidak tercapai kata mufakat, maka Para Pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Pasal 12 LAIN-LAIN
Untuk hal-hal yang belum diatur dan/atau dirubah, akan ditetapkan kemudian oleh/dan atas dasar kesepakatan Para Pihak yang akan dituangkan dalam bentuk Addendum tertulis yang merupakan satu kesatuan dengan Perjanjian ini.
Demikian Perjanjian ini ditandatangani oleh Para Pihak yang aslinya dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing bermeterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama dan merupakan satu kesatuan, dimana satu rangkap dipegang oleh Pemilik dan satu rangkap lainnya dipegang oleh Penyewa.
PEMILIK, PENYEWA
PT CEMINDO GEMILANG, Tbk,
RIAS WIDANI RAHADIAN GUSTI DEWANTO
Karyawan