• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Embrio dan Kelainan Perkembangannya pada Sistem Reproduksi Manusia

N/A
N/A
Devii Mulyanti

Academic year: 2025

Membagikan "Perkembangan Embrio dan Kelainan Perkembangannya pada Sistem Reproduksi Manusia"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

PENUGASAN

Nama : Devi Mulyanti

NPM : F122003

Kelas/Prodi : 3A SI Kebidanan Reguler

Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Pada Wanita Dengan Gangguan Sistem Reproduksi Dan Keluarga Berencana

Dosen Pengampu : Diani Aliansy, S.S.T., Bd.,M.Kes

PERKEMBANGAN EMBRIO DAN KELAINAN PERKEMBANGAN SEBAGAI GAGALNYA PROSES PEMBUAHAN PADA SISTEM

REPRODUKSI MANUSIA A. Perkembangan Embrio

1. Definisi

Perkembangan embrio adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio dari zigot yang dihasilkan oleh proses pembuahan.

2. Fase Perkembangan Embrio 1) Fase Morula (4-5 hari)

Pada fase morula, zigot yang masih mempunyai sel tunggal akan memulai pembelahan. Pembelahan tersebut dinamakan pembelahan mitosis dan akan membentuk sel-sel baru yang bernama blastomer. Sel- sel ini mempunyai sifat yang padat berisi dan jumlahnya sebanyak 16 sel. Kemudian, sel blastomer yang berjumlah 16 tersebut akan

(2)

berkumpul dan membentuk sebuah bola yang dinamakan sebagai morula. Hal ini disebut sebagai morula karena memang bentuknya menyerupai buah arbei yang bentuknya kecil-kecil serta tidak mempunyai rongga.

2) Fase Blastula (6-7 hari)

Setelah melewati fase morula, perkembangan berikutnya sampai pada tahapan atau fase blastula. Pada fase ini, morula yang telah terbentuk akan terus mengalami pembelahan hingga jumlahnya menjadi 100 sel.

Karena jumlahnya lumayan banyak, maka bola tersebut juga akan membentuk rongga-rongga di dalamnya yang disebut sebagai blastula.

Rongga yang ada tersebut selanjutnya dinamakan kembali sebagai blastosol. Selanjutnya, massa sel yang terdiri dari asam laktat, piruvat, asam amino, dan juga glukosa akan berkembang menjadi embrio manusia. Lalu, sel terluar yang membungkus massa akan mengalami perkembangan menjadi plasenta yang mana hal tersebut memiliki fungsi sebagai makanan embrio.

3) Fase Gastrula (8-14 hari)

Fase terakhir dari tahapan perkembangan pada embrio yakni fase organogenesis. Dalam fase ini, sel-sel tubuh akan mulai terbentuk secara lengkap tahap demi tahap. Pembentukan ini berasal dari tiga lapisan sel germinal yang sudah terbentuk pada tahapan gastrula. Setiap lapisan germinal akan membentuk organ yang berbeda-beda pada janin.

Diketahui secara rinci, setiap lapisan akan membentuk organ sebagai berikut:

(3)

• Lapisan ekstoderm akan membentuk lapisan epidermis, saraf, mata, dan juga telingan bagian dalam.

• Lapisan mesoderm akan membentuk berbagai macam otot, organ reproduksi, sel darah, dan sistem ekskresi.

• Lapisan endoderm akan membentuk sistem pencernaan, kelenjar tiroid, hati, paru-paru, sel pankreas, dan juga organ reproduksi manusia.

4) Organogenesis (15-56 hari)

adalah tahapan perkembangan embrio di mana gastrula membentuk suatu struktur yang lebih kompleks. Organogenesis terdiri dari beberapa proses yang akan membentuk organ-organ tubuh.

B. Kelainan Perkembangan Sebagai Gagalnya Proses Pembuahan Pada Sistem Reproduksi Manusia

1. Anensefali: Ini adalah kelainan di mana bagian besar otak dan tengkorak tidak berkembang dengan baik, sering kali menyebabkan kematian segera setelah kelahiran.

2. Sindrom Down (Trisomi 21): Terjadi ketika terdapat salinan ekstra kromosom 21. Ini menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental, serta ciri-ciri fisik tertentu.

3. Sindikrom Turner: Terjadi ketika seorang individu hanya memiliki satu kromosom X, menyebabkan berbagai masalah fisik dan kesehatan, terutama pada perempuan.

4. Spina Bifida: Kelainan pada sistem saraf pusat yang terjadi ketika sumsum tulang belakang tidak berkembang dengan benar, mengakibatkan cacat lahir pada punggung.

5. Cleft lip and palate (Bibir sumbing dan langit-langit sumbing): Kondisi di mana ada celah atau lubang pada bibir atau langit-langit mulut, yang terjadi selama perkembangan awal wajah.

(4)

6. Sindrome Edwards (Trisomi 18): Terjadi ketika terdapat salinan ekstra kromosom 18. Kondisi ini sering kali menyebabkan cacat fisik dan intelektual berat serta kematian dini.

7. Sindrome Patau (Trisomi 13): Akibat kelebihan kromosom 13, kelainan ini menyebabkan keterlambatan perkembangan berat dan kematian dini.

8. Tetralogi Fallot: Penyakit jantung bawaan yang melibatkan empat kelainan jantung yang berbeda dan memengaruhi aliran darah ke paru-paru dan tubuh.

9. Kelebihan atau kekurangan kromosom: Seperti dalam sindrom Klinefelter (XXY), atau trisomi lainnya

Referensi

Dokumen terkait

kelainan atau penyakit pada sistem rangka dapat di sebabkan adanya gangguan pada tulang, persendian, susunan ruas-ruas tulang belakang dan fisiologisnya.. Gangguan

Pada manusia proses reproduksi diawali dengan peleburan sel sperma dan sel telur .... ORGAN REPRODUKSI

Gangguan sistem peredaran darah manusia Kelainan pada jantung Kelainan pada pembuluh darah Beck to menu.. SISTEM PEREDARAN

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA BAB 1  Reproduksi berasal dari dua kata yaitu, RE yang berarti Kembali dan Produksi yang berarti Menghasilkan.. Jika digabungkan Reproduksi adalah

Jika sebelumnya pada ringkasan materi bab 1 Sistem Reproduksi pada Manusia Part 2 membahas tentang Sistem Reproduksi Perempuan, Oogenesis dan Menstruasi, maka pada part 3 ini membahas

Pengertian Sistem Endokrin pada Manusia dan Fungsinya Serta Kelainan dan Gangguan pad Sistem Endokrin

Latihan soal tentang sistem reproduksi manusia lengkap dengan gambar dan pilihan jawaban untuk pembelajaran biologi

Dokumen ini membahas peraturan dan kewenangan bidan terkait pelayanan kesehatan reproduksi dan penanganan gangguan reproduksi sesuai undang-undang Kebidanan