PERKEMBANGAN INDUSTRI DARI INDUSTRI 1.0 SAMPAI INDUSTRI 4.0
a.In dustri 1.0
Industri 1.0 merupakan revolusi industri pertama yang mengubah cara produksi massa yang sebelumnya hanya mengandalkan tenaga manusia, air atau angin baik jasa maupun barang.Industri 1.0 bermula di Inggris dengan ditemukannya mesin-mesin yang membantu pemintalan atau penenunan hingga puncaknya penemuan mesin uap yang membawa manfaat besar pada masa itu.
Sejarah mencatat, Revolusi ini berhasil mendongkrak perekonomian, dimana selama dua abad setelah Revolusi Industri Pertama terjadi peningkatan rata-rata pendapatan perkapita Negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat. Revolusi Industri 1.0 berakhir pertengahan tahun 1800-an
b.In dustri 2.0
Industri 2.0 berbeda dengan Industri 1.0 dalam hal fokus.Pada Industri 1.0 berfokus dalam kemajuan mesin yang membantu produktivitas dengan tujuan mempermudah kegiatan manusia.Sementara Industri 2.0 lebih berfokus terhadap produk massal, dengan tenaga listrik dalam jumlah sangat banyak. Ikonnya ban berjalan dalam merakit produk.
Sebelum Revolusi 2.0, proses perakitan mobil harus dilakukan disatu tempat yang sama demi menghindari proses transportasi dari tempat spare part satu ke tempat spare part lainnya.
Revolusi lalu terjadi dengan terciptanya “lini produksi” atau assembly line yang menggunakan “ban berjalan” atau conveyor belt pada 1913. Hal ini berakibat pada perubahan proses produksi, karena untuk menyelesaikan satu mobil kini tidak lagi diperlukan satu orang untuk merakit dari awal hingga akhir. Para perakit mobil dilatih untuk menjadi spesialis yang mengurus satu bagian saja.
Selain itu Revolusi Industri 2.0 juga berperan dalam kemajuan penggunaan komunikasi seperti meluasnya telegraf,dan penemuan radio. Industri 2.0 juga fokus dalam pemanfaatan sumber daya seperti minyak bumi sebagai bahan bakar,produksi logam-logam seperti besi dan baja dan yang paling penting adalah munculnya elektrifikasi yang nantinya menggantikan mesin uap.
Revolusi industri kedua tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial, tetapi juga kondisi militer. Pada perang dunia II, ribuan tank, pesawat, dan senjata diciptakan dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan.Revolusi Industri 2.0 berakhir pada awal Perang Dunia I ditahun 1914.
c.In dustri 3.0
Industri 3.0 adalah perkembangan semikonduktor dan proses otomatisasi industri. Di tahap ini, komputer dan robot menjadi aktor utama, menandai mulai masuknya manusia ke era digitalisasi.
Salah satu komputer pertama yang dikembangkan di era Perang Dunia II sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman adalah komputer bernama Colossus.
Komputer yang dapat diprogram tersebut merupakan mesin raksasa sebesar ruang tidur yang tidak memiliki RAM dan tidak bisa menerima perintah dari manusia melalui keyboard.
Komputer purba tersebut hanya menerima perintah melalui pita kertas yang membutuhkan daya listrik sangat besar, yaitu 8.500 watt.
Namun, kemajuan teknologi komputer berkembang luar biasa pesat setelah Perang Dunia II selesai. Mengecilnya ukuran membuat komputer bisa dipasang di mesin-mesin yang mengoperasikan lini produksi. Komputer pun mulai menggantikan banyak manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi.
Otomatisasi peralatan industri menggantikan peran manusia dalam prosesnya. Pada satu sisi, perkembangan teknologi digital ini mempermudah pekerjaan manusia karena hanya dalam hitungan jam, banyak produk yang dapat dihasilkan.
Proses bisnis semakin berkembang pesat dan lebih terstruktur mulai dari tahap perencanaan oleh manusia, jadwal, dan aliran proses produksi. Pada Revolusi 3.0 inipun dunia bisnis mulai memperhatikan penekanan biaya produksi, sehingga demi mengurangi biaya produksi maka konsep pemindahan pabrik ke negara dengan biaya rendah mulai dilakukan.
Di satu sisi, apa yang terjadi di akhir abad ke-20 ini adalah hal yang baik. Otomatisasi dan digitalisasi yang terjadi di tahap ini memudahkan pekerjaan manusia, sehingga tidak lagi membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan dan menghasilkan sebuah produk. Namun di sisi lain, hal ini juga berdampak buruk, karena berpotensi menggantikan peran manusia, dan memang itulah yang terjadi kemudian.
d.In dustri 4.0
Industri 4.0 adalah model Revolusi Industri terbaru yang baru diperkenalkan dalam pameran Industri Hannover Messe di kota Hannover,Jerman pada tahun 2011. Abad 21 ini merupakan abad informasi karena perkembangan komputer dan automatisasi pada Industri 3.0 serta perkembangan internet pada masa tersebut.Industri 4.0 menggunakan komputer yang sebelumnya cukup besar menjadi kecil hingga mampu kita bawa kemana pun kita pergi,yang paling nampak adalah Smartphone.Hampir semua orang memiliki Smartphone.Tentu saja Smartphone dianggap membawa pengaruh buruk,tetapi untuk yang mampu memanfaatkannya akan mampu mengontrol segala pekerjaan yang ada melalui genggaman tangan.Contohnya adalah apabila sebuah smartphone pemiliki pabrik terhubung secara internet dengan Big Computer di pabrik tersebut,maka ia dapat mengecek perkembangan pabrik dan masalah yang terjadi kapan pun ia memegang smartphone dimana pun sang pemilik berada .Inilah yang disebut Internet of Things (IoT),dasar Industri 4.0
Bagian kedua adalah kemajuan teknologi juga menciptakan sensor-sensor baru, dan cara untuk memanfaatkan informasi yang didapat dari sensor-sensor tersebut yang merekam segalanya selama 24 jam sehari. Informasi ini bahkan menyangkut kinerja pegawai manusianya. Misalnya, kini perusahaan bisa melacak gerakan semua dan setiap pegawainya selama berada di dalam pabrik. Sehingga masih ada beragam cara meningkatkan
produktivitas pabrik yang semula tak terpikirkan. Karena begitu banyaknya ragam maupun jumlah data baru ini, aspek ini sering disebut Big Data.
Ketiga, berhubungan dengan yang pertama dan kedua, adalah Cloud Computing.
Perhitungan-perhitungan rumit tetap memerlukan komputer canggih yang besar, tapi karena sudah terhubung dengan internet, karena ada banyak data yang bisa dikirim melalui internet, semua perhitungan tersebut bisa dilakukan di tempat lain, bukannya di pabrik.
Keempat, dan yang paling besar: Machine learning, yaitu mesin yang memiliki kemampuan untuk belajar, yang bisa sadar bahwa dirinya melakukan kesalahan sehingga melakukan koreksi yang tepat untuk memperbaiki hasil berikutnya. Ini bisa dilukiskan dengan cerita “AlphaZero AI”. Sebelum Machine Learning, sebuah komputer melakukan tugasnya dengan “Diperintahkan” atau “Diinstruksikan” oleh manusia,berbeda dengan Industri 3.0 yang kebanyakan perintah melalui keyboard,tetapi menggunakan Artifisial Intelligence agar mengerti intruksi sendiri.
Tentunya Industri 4.0 yang baru diperkenalkan belum mampu diterapkan di seluruh negara di dunia,contohnya Indonesia.Karena masih terdapat kendala dalam pemerataan SDM dan kualitas Internet tinggi yang diperlukan untuk menunjang Industri 4.0 belum dikembangkan.
Penggunaan Conveyor Belt pada Industri 2.0
Smartphone yang merupakan pengembangan untuk Industri 4.0 Komputer Collosus, pijakan pertama
industri 3.0
Mesin Uap , Merupakan penggerak Industri 1.0