• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. Pertemuan 4 Pembelajaran (Pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran, Pembelajaran Transformatif)-PSIKOLOGI PENDIDIKAN

N/A
N/A
SHERLY

Academic year: 2025

Membagikan "4. Pertemuan 4 Pembelajaran (Pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran, Pembelajaran Transformatif)-PSIKOLOGI PENDIDIKAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Pembelajaran (Djamluddin, A., & Wardana, 2019) adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber

belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat

terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran, serta pembentukan sikap dan

kepercayaan pada peserta didik.

Haidir & Salim (2012) menyatakan bahwa the ultimate purpose of teaching is to help student become independent and self

regulated learners.

(3)

• Pendekatan Kontekstual

Pendekatan ini guru akan memberikan gambaran materi yang sedang dipelajarinya dengan contoh kejadian nyata.

Tujuannya untuk mendorong pembelajar agar bisa

menemukan suatu hubungan antara pengetahuan dalam materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

• Pendekatan Konstruktivisme

Pada pendekatan ini guru mendorong siswa agar mau berpikir kritis sehingga dapat menyelesaikan soal dan menentukan opsi jawaban menurut pemikiran siswa.

(4)

• Pendekatan Pemecahan Masalah

Pendekatan ini guru menekanka untuk siswa mempergunakan seluruh pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki untuk

memecahkan suatu permasalahan, dengan siswa menemukan sebab akibat dari suatu masalah, menganalisisnya, membuat hipotesa, hingga mendapatkan kesimpulan.

• Pendekatan Saintifik

Konsep pendekatan ini mengacu pada kurikulum

pembelajaran yang berlaku di sekolah, yaitu kurikulum

2013. Hal tersebut dengan menggunakan lima langkah yaitu mengamati, bertanya, mengumpulkan data, melakukan

asosiasi, dan mengkomunikasinnnya.

(5)

• Pendekatan Induktif

Pendekatan ini siswa diajak untuk melakukan pengamatan terlebih dahulu kemudian untuk menemukan hal-hal khusus, mengambil kesimpulan dari semua fakta yang ditemukan.

Semakin banyak fakta konkrit yang dapat ditemukan maka akan semakin bagus juga kesimpulan yang diperoleh.

• Pendekatan Deduktif

Pendekatan deduktif adalah mengumpulkan hal-hal umum kemudian disimpulkan menjadi suatu kesimpulan yang lebih khusus. Maka guru menjelaskan konsep dasar, teori, dan juga istilah lainnya di bagian awal pembelajaran kemudian

dilengkapi dengan penerapannya.

(6)

Pendekatan Open Ended

Konsep pendekatan ini mengutamakan kepada bagaimana

proses untuk menemukan jawaban suatu persoalan bukan tentang benar tidaknya jawaban tersebut. Pertanyaannya akan bersifat terbuka. Penedekatan ini diharapkan dapat mendorong siswa dapat lebih aktif dalam berpikir dan menemukan jawabannya.

Pendekatan Proses

Pendekatan ini di mana guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengamati penemuan ataupun penyusunan konsep tertentu. Siswa akan melakukan percobaan atau ilustrasi

kemudian menyusun hipotesa.

(7)

• Perspektif transformatif adalah konsep pembelajaran yang menghasilkan perubahan pada individu tentang bagaimana individu tersebut mengerti dan memaknai kenyataan dan pengalaman hidupnya.

• Pembelajaran transformatif merupakan model

pembelajaran yang dikembangkan dari perspektif transformatif. Transformatif dalam diri manusia ini adalah proses perubahan yang mendasar, baik dari segi bentuk, penampilan, kondisi, karakteristik, dan substansi.

(8)

Teori pembelajaran transformatif muncul pada tahun 1970-an, oleh penelitian besar dari Mezirow (1978)

Mezirow melakukan kepada kelompok wanita yang kembali sekolah setelah dalam kurun waktu yang lama telah

meninggalkan bangku sekolah.

Salah satu sampel penelitiannya adalah istrinya sendiri.

Penelitian ini berfokus pada perubahan peran dan konsep diri yang dialami oleh para wanita sebagai hasil dari proses

pembelajaran.

Studi ini menemukan bahwa seiring dgn berkembangnya kesadaran kritis para wanita sbg hasil dari pengalaman

pembelajaran setelah kembali ke bangku sekolah; asumsi dan cara berpikrnya mengalami perubahan (Mezirow (2002)

meyebut sebagai perspektif transformatif)

(9)

Filosofi pembelajaran transformatif dimulai dari paradigma konstruktivisme, humanistik, dan teori sosial kritis.

Pembelajaran transformatif adalah proses perubahan makna lama yang dimiliki seseorang menuju makna baru berdasarkan hasil dari revisi interpretasi makna pengalaman sebagai acuan tindakan di masa mendatang (Mezirow, dalam Rosmilawati,

2017)

Individu yang mampu bertransformasi menjadi pembelajar adalah individu yang mampu mengarahkan diri sendiri, kritis dan mampu berpikir secara otonom (Simorok dalam

Rosmilawati, 2017)

(10)

Mc Gonigal (2005) dalam

bukunya yang berjudul Teaching transformation from learning theory to teaching strategies (dalam

coursehero.com, 2022) ,

menyatakan 5 tahap yang terjadi pada individu selama proses

perubahan frame of reference*

dalam pembelajaran transformasional, yaitu:

*

frame of reference (kerangka acuan berpikir) adalah struktur asumsi yang membatasi persepsi, kognisi, dan perasaan individu. Perubahan perspektif atau

kerangka acuan berpikir akan menghasilkan perubahan cara berperilaku dan bertindak (Rosmilaati, 2017)

(11)

1. Tahap peristiwa aktivasi

Tahap di mana adanya kesadaran bahwa cara pandang atau perspektif yang dimiliki seseorang selama ini ternyata mengandung keterbatasan, kelemahan, dan kekurang

akuratan.

2. Tahap asusmsi identifikasi

Tahap di mana seseorang mulai mengidentifikasi secara mendalam tentang perspektif yang dimiliki selama ini, dan mencoba untuk mengetahui dan memahami lebih jauh

perspektif orang lain, dan berusaha mencari tahu asumsi dasar atau keyakinan yang mendasari perspektif tersebut.

(12)

3. Tahap mendorong refleksi diri yang kritis

Tahap di mana seseorang mulai meragukan keabsahan dari kebenaran asumsi dasar atau keyakinan yang mendasari cara pandangnya selama ini

4. Tahap mendorong adanya wacana yang kritis

Tahap ini untuk memperoleh penguatan atau pemantapan dalam proses refleksi diri dan sekaligus memperoleh

pengalaman lebih komprehensif terhadap perspektif lain beserta asumsi dasar yang digunakan.

5. Tahap mengetes paradigma perspektif baru

Tahap di mana seseorang mulai tertarik untuk mencoba menggunakan cara pandang atau perspektif baru.

(13)

Rosmilawati (2017) mengumpulkan literatur hasil dari pembelajaran transformasional, sebagai berikut:

Pemberdayaan terhadap diri sendiri

Peningkatan kepercayaan diri dalam menjalankkan peran dan hubungan baru

Peduli dengan orang lain dan bagus dalam berhubungan dengan orang lain

Pemahaman terhadap diri sendiri

Perubahan pada kepercayaan dan tindakan

Pengembangan emosional

Kemampuan refleksi dan berpikir kritis Pembelajaran

Transformatif

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu sendiri

Pembelajaran matematika open-ended dengan banyak alternatif solusi menuju jawaban benar untuk memberikan pengalaman siswa dalam menemukan sesuatu yang baru akan

dimiliki siswa dengan fenomena baru yang dapat diintegrasikan begitu saja, sehingga diperlukan perubahan/modifikasi struktur kognitif untuk mencapai

Pembelajaran pendidikan agama Islam merupakan sesuatu proses perubahan tingkah laku siswa yang disebabkan karena pengalaman dan latihan. Pengalaman dan latihan

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman

Anggaran parsial digunakan untuk menguji profitabilitas dari adanya suatu perubahan aktivitas usaha, sebagai contoh karena adanya metode baru, usaha baru, teknologi

Acuan yang digunakan untuk mengetahui adanya kekurangan dan perlu adanya revisi adalah berdasarkan data yang diperoleh pada hasil angket yang diberikan kepada siswa

Pendidikan kreatif merupakan usaha membangun pengalaman belajar peserta didik dengan berbagai ketrampilan proses untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru