1. Asas Kelahiran (Ius Soli)
Asas yang secara terbatas menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak.
Contoh:
a. Seorang anak lahir di negara Zimbabwe, maka ia secara otomatis berkewarganegaraan Zimbabwe walaupun kedua orang tuanya berkewarganegaraan Afrika Selatan.
b. Seoarang anak lahir di negara Korea Selatan, maka ia secara otomatis berkewarganegaraan Korea Selatan walaupun kedua orang tuanya berkewarganegaraan Amerika Serikat.
2. Asas Keturunan (Ius Sanguinis)
Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan, bukan berdasarkan negara tempat kelahiran.
Contoh:
a. Seorang anak lahir di Indonesia yang menganut asas ius sanguinis, Sedangkan kedua orang tuanya berkewarganegaraan Singapura yang menganut asas lain, maka anak tersebut berkewarganegaraan Singapura.
b. Seorang anak lahir di Jerman yang menganut asas ius sanguinis. Sedangkan, kedua orang tuanya berkewarganegaraan Meksiko yang menganut asas lain, maka anak tersebut berkewarganegaraan Meksiko.
3. Asas Perkawinan
Paradigma suami isteri atau ikatan keluarga yg mendambakan suasana sejahtera, sehat dan bersatu.
Di samping itu Asas Perkawinan mengandung asas persamaan derajat, karena suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan masingmasing-masing
4. Naturalisasi
Proses perubahan status dari penduduk asing menjadi warga negara suatu negara.
Contoh:
a. Gabriel adalah seorang laki-laki WNA berkewarganegaraan China yang menikah dengan
perempuan berkewarganegaraan Indonesia lalu Gabriel mengikuti status kewarganegaraan istrinya menjadi WNI.
b. Sergio Van Djik adalah pemain bola asal Belanda yang dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia karena kontribusinya dalam sepak bola Indonesia.
5. Apatride
Seseorang tidak mendapatkan kewarganegaraan karena orang tersebut lahir di sebuah negara yg menganut Asas Ius Sanguinis, sedangkan orang tua menganut Asas Ius Soli.
a. Seorang anak lahir di negara Belanda yang menganut asas ius sanguinis. Sedangkan anak tersebut lahir dari kedua orang tua berkewarganegaraan Brasil yang menganut asas ius soli. Maka, anak tersebut menjadi apatride.
b. Seorang anak lahir di negara Inggris yang menganut asas ius sanguinis. Sedangkan, anak tersebut
lahir dari kedua orang tua berkewarganegaraan Kanada yang menganut asas ius soli. Maka, anak tersebut menjadi apatride.
6.Bipatride
Kondisi saat seorang penduduk mempunyai dua macam kewarganegaraan sekaligus atau dikenal sebagai kewarganegaraan ganda.
a. Seorang anak lahir di negara Amerika Serikat yang menganut asas ius soli. Anak tersebut lahir dari pasangan suami istri yang berkewarganegaraan Indonesia yang menganut asas ius sanguinis. Maka, si anak menjadi bipatride.
b. Seorang anak lahir di Kanada yang menganut asas ius soli. Anak tersebut lahir dari pasangan suami istri yang berkewarganegaraan Jeran yang menganut asas ius sanguinis. Maka, si anak menjadi bipatride.
7. Multipatride
Orang yang memiliki kewarganegaraan banyak. Penentuan kewarganegaraan sendiri berdasarkan dari dua asas, yaitu Asas Ius Soli dan Asas Ius Sanguinisa.
a. Agus memiliki ayah berkewarganegaraan Portugal yang menganut asas ius sanguinis, ibunya berkewanegaraan China yang juga menganut asas ius sanguinis. Namun, Agus dilahirkan di Meksiko yang menganut asas ius soli. Dengan demikian, Agus mendapat kewarganegaraan dari negara ayahnya, negara ibunya, dan tempat ia dilahirkan.
b. Dhimas memiliki ayah berkewarganegaraan Jerman yang menganut asas ius sanguinis. Ibunya berkewarganegaraan Belanda yang menganut asas ius sanguinis. Namun, Dhimas dilahirkan di Argentina yang menganut asa ius soli. Dengan demikian, Dhimas mendapat kewarganegaraan dari negara ayahnya, negara ibunya, dan dari negara tempat ia dilahirkan.