ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEJAHTERAAN PETANI DI SUMATERA
S E M I N A R P RO P O SA L
Mohd Ilham Akbar 2001101010034
Zulkifli, S.E., M. Si
Dosen Pembimbing Dosen Pembahas
Prof. Dr. Srinita, S.E., M.Si Amri, S.Si., M.Si
S EM I NA R P RO P O S A L
Latar Belakang
02
Sektor pertanian sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi
Indonesia. Namun, kurangnya petani berkualitas
menyebabkan rendahnya pendapatan dan kesejahteraan
petani. Peningkatan kesejahteraan petani menjadi tujuan
utama pemerintah melalui berbagai kebijakan dan program
pembangunan pertanian untuk meningkatkan produksi,
menjaga stabilitas pasokan, dan meningkatkan pendapatan
petani.
03
Analisis data menunjukkan adanya fluktuasi kesejahteraan petani di Sumatera. Lampung mencatat NTTP tertinggi pada 2012 (135,30), sementara Kepulauan Riau memiliki nilai terendah pada 2010 (65,18). Secara umum, sebagian besar provinsi mengalami penurunan NTTP antara 2013–2020, tetapi mulai pulih pada 2023, dengan Aceh mencapai NTTP tertinggi dalam 10 tahun terakhir (104,01). Hal ini mengindikasikan adanya perbedaan tingkat daya beli dan efisiensi sektor pertanian di masing- masing provinsi.
S EM I NA R P RO P O S A L
Nilai Tukar Petani tanaman Pangan (NTTP) menurut provinsi di pulau sumatera tahun 2010-
2023
Aceh Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jambi Sumateran Selatan Bengkulu Lampung Kep. Bangka Belitung Kep. Riau 0.00
20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 140.00 160.00
NTTP (Nilai Tukar Petani Sub Sektor Tanaman Pangan) menurut Provinsi Di Pulau Sumatera
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
03
Data luas panen padi di 10 provinsi Pulau Sumatera menunjukkan penurunan signifikan dari 2010–2023. Sumatera Utara dan Sumatera Selatan memiliki luas panen terbesar, mencapai puncaknya pada 2016. Sebaliknya, Kepulauan Riau mencatatkan luas panen terkecil pada 2023.
Provinsi lain, seperti Lampung, juga mengalami penurunan drastis. Hal ini mengindikasikan perubahan dalam pola atau intensitas pertanian di masing-masing provinsi.
S EM I NA R P RO P O S A L
Luas Panen Padi (ha) menurut Provinsi di pulau sumatera tahun 2010-2023
Aceh Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jambi Sumateran Selatan Bengkulu Lampung Kep. Bangka Belitung Kep. Riau 0.00
200000.00 400000.00 600000.00 800000.00 1000000.00 1200000.00
Luas Panen Padi (Ha)
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
03
Data ini menunjukkan adanya variasi yang signifikan. Sumatera Selatan mencapai produktivitas tertinggi pada 2023 (56,19 ku/ha), sementara Kepulauan Riau memiliki produktivitas terendah (28,11 ku/ha). Aceh mengalami peningkatan signifikan dari 44,92 ku/ha pada 2010 menjadi 55,22 ku/ha pada 2023. Secara umum, sebagian besar provinsi menunjukkan peningkatan, meskipun beberapa seperti Sumatera Barat dan Riau mengalami fluktuasi. Hal ini mencerminkan perbedaan efisiensi produksi antarprovinsi.
S EM I NA R P RO P O S A L
Produktivitas (ku/ha) menurut Provinsi di pulau sumatera tahun 2010-2023
Aceh Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jambi Sumateran Selatan Bengkulu Lampung Kep. Bangka Belitung Kep. Riau 0
10 20 30 40 50 60
Produktivitas Padi (ku/ha)
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
03
Data ini menunjukkan adanya variasi pertumbuhan. Lampung memiliki PDRB tertinggi pada 2020, sementara Sumatera Utara juga mengalami peningkatan signifikan.
Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau tetap rendah, menunjukkan kontribusi sektor pertanian yang kecil. Aceh dan Sumatera Barat mengalami penurunan pada 2021–2022, sebelum stabil kembali pada 2023. Ini mencerminkan perbedaan potensi dan kontribusi sektor pertanian di masing- masing provinsi.
S EM I NA R P RO P O S A L
PDRB Sub Sektor Tanaman pangan menurut provinsi di pulau sumatera tahun 2010 - 2023
Aceh Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jambi Sumateran Selatan Bengkulu Lampung Kep. Bangka Belitung Kep. Riau 0.00
5000000.00 10000000.00 15000000.00 20000000.00 25000000.00 30000000.00 35000000.00 40000000.00 45000000.00
PDRB Sub sektor pertanian Tanaman Pangan Tahun Dasar 2010 (Juta Rupiah)
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
04
Rumusan Masalah Berdasarkan latar
belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
bagaimana pengaruh luas panen, produktivitas dan produk domestik regional bruto (PDRB) terhadap
kesejahteraan petani di Provinsi Sumatera?
S EM I NA R P RO P O S A L
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan
masalah, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk
mengetahui dan menganalisis pengaruh luas panen,
produktivitasi dan produk domestik regional bruto (PDRB) terhadap
kesejahteraan petani di
Provinsi Pulau Sumatera.
04
Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai
referensi teoritis dan empiris bagi
perkembangan ilmu
pengetahuan, khususnya bagi penelitian lanjutan tentang analisis
kesejahteraan petani di provinsi Sumatera.
S EM I NA R P RO P O S A L
Manfaat Praktis
Penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi
pemerintah dalam
merumuskan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera, serta
menjadi referensi penting bagi peneliti dan akademisi.
Manfaat Penelitian
Penelitian Terdahulu
05
Purmomo & Sayikri (2021) dalam penelitiannya
menyatakan bahwa produktivitas memiliki dampak
negatif terhadap kesejahteraan petani, sedangkan luas panen berdampak positif terhadap kesejahteraan
petani yang diukur melalui nilai tukar petani (NTP).
S EM I NA R P RO P O S A L Jumilah et al., (2019) dalam penelitiannya menyatakan
bahwa inflasi dan PDRB sektor pertanian memiliki hubungan yang signifikan dan positif terhadap nilai tukar petani.
Apipah, (2023) dari hasil penelitiannya menyatakan bahwa variabel produktivitas dan luas panen
berpengaruh terhadap NTP komoditas tanaman pangan di Jawa Barat.
Rahman & Sangeran (2022) dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh negatif dan signifikan dan luas panen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tukar petani.
06
Kerangka Penelitian
S EM I NA R P RO P O S A L
Hipotesis
1. H0: Diduga luas panen, produktivitas, inflasi dan produk domestik regional bruto (PDRB) tidak memiliki pengaruh terhadap kesejahteraan petani di Sumatera.
2. H1: Diduga luas panen, produktivitas, inflasi dan produk domestik regional bruto (PDRB) memiliki pengaruh terhadap kesejahteraan petani di Sumatera.
Kesejahteraan Petani
PDRB Luas Panen
Produktivitas
07
S EM I NA R P RO P O S A L Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini berfokus pada analisis tentang pengaruh luas panen, produktivitas, inflasi dan PDRB terhadap kesejahteraan
petani di Sumatera selama tahun 2010 sampai dengan tahun 2023
Jenis dan Sumber Data
Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Indonesia. Adapun data yang
digunakan meliputi data luas panen, produktivitas, infasi dan PDRB, serta data NTTP dari 10 provinsi yang
berada di pulau Sumatera Indonesia.
Metode Penelitian
Definisi Operasional Variabel
Kesejahteraan petani, diukur dengan nilai tukar petani (NTP), yaitu rasio antara indeks harga yang diterima petani (it) dengan indeks harga yang dibayar petani (ib) diukur dalam satuan (index) dalam bentuk data tahun 2010-2023
Luas panen, menggunakan data luas panen diukur dalam satuan (hektar) pada setiap provinsi dalam bentuk data tahun 2010-2023
Produktivitas, menggunakan data produktivitas diukur dalam satuan (ku/ha) pada setiap provinsi dalam bentuk data tahun 2010-2023
08
S EM I NA R P RO P O S A L PDRB sub sektor tanaman pangan, menggunakan data PDRB atas dasar
harga berlaku diukur dalam satuan (juta rupiah) pada setiap provinsi dalam bentuk data tahun 2010-2023
Model Analisis Data
09
S EM I NA R P RO P O S A L INF = Inflasi
LogPDRB = logaritma Produk Domestik Regional Bruto
i = Provinsi t = Waktu
e = Error term
10
S EM I NA R P RO P O S A L Model Estimasi Regresi Data Panel
1. Model koefisien Tetap (Common Effect Model)
2. Model Efek Tetap (Fixed Effect Model)
3. Model Efek Random (Random Effect)
Pemilihan Model Estimasi Regresi 4. Uji Chow
5. Uji Hausman
6. Uji Lagrange Multiplier
Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
2. Uji Multikolinearitas 3. Uji Autokorelasi
4. Uji Heterokedastisitas
Uji Hipotesis
5. Uji Parsial (Uji t) 6. Uji Simultan (Uji F)
7. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Hasil Penelitian dan Pembahasan
09
S EM I NA R P RO P O S A L
Uji Statistik Deskriptif
Terima Kasih