• Tidak ada hasil yang ditemukan

THE FIVE PRINCIPLES OF ETHICAL POWER (ORGANIZATION) ETIKA BISNIS

N/A
N/A
Ratna Puja Ningrum

Academic year: 2024

Membagikan "THE FIVE PRINCIPLES OF ETHICAL POWER (ORGANIZATION) ETIKA BISNIS"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

THE FIVE PRINCIPLES OF ETHICAL POWER (ORGANIZATION) ETIKA BISNIS

Disusun Oleh:

Kelompok 2 Kelas AA

Pradistya Trianata Faryadi 2019210340

Dwi Setyo Pramono 2019210347

Achmad Khanif Ismail 2019210348

Handhita Ayu Regina W. P. 2019210350

Elinda Nofalia 2019210352

Ratna Puja Ningrum 2019210353

Firdha Hilmiyatun Nisa 2019210355

Salsa Rizky Dwi Febrianti 2019210358

UNIVERSITAS HAYAM WURUK PERBANAS SURABAYA

2022

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami ucapkan kepada tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmat-Nyalah maka saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktu. Melalui kata pengantar ini kami terlebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan da nada tulisan yang kurang tepat.

Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh terima kasih dan semoga Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat. Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah manajemen keuangan international. Tugas ini kami harapkan dapat menambah wawasan tentang the five principles of ethical power (organization).

Kami tahu bahwa tugas yang kami buat ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, setiap kritik dan saran dari pembaca makalah kami sangat kami terima dengan lapang tangan. Kritik dan saran dari semua pihak yang membangun untuk penyempurnaan makalah ini, selau kami tunggu. Semoga tugas yang kami buat semoga bermanfaat. Aamiin

Surabaya, 13 June 2022 Kelompok 3

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...2

DAFTAR ISI...3

BAB I PENDAHULUAN...4

1.1 Latar Belakang...4

1.2 Rumusan Masalah...4

1.3 Tujuan...4

BAB II PEMBAHASAN...5

2.1 Lima Prinsip Kekuatan Etis...5

2.2 Fungsi Lima Prinsip Kekuatan Etis...6

2.3 PURPOSE (TUJUAN)...7

2.4 PRIDE (RASA BANGGA)...9

2.5 PATIENCE (KESABARAN)...11

2.6 PERISTENCE (PERSISTEN)...11

2.7 PRESPECTIVE (PERSPEKTIF)...13

BAB III PENUTUP...20

3.1 Kesimpulan...20

DAFTAR PUSTAKA...21

(4)

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Prinsip-prinsip etika bisnis menurut Keraf di perkuat dengan pendapat menurut Gundlach dan Murphy, bahwa dasar-dasar etika terdiri dari: kesetaraan (saling menguntungan), promise principle (tugas untuk menjaga janji/komitmen), dan moralitas terhadap tugas dan tanggung jawab (mengikuti aturan yang berlaku dan tidak secara sadar melakukan tindakan yang merugikan satu sama lain). Etika menjadi persoalan yang penting dalam aktifitas bisnis saat ini, bahkan etika menjadi pusat sorotan bisnis kontemporer. Menurut Crane dan Matten, etika bisnis saat ini menjadi topik bisnis yang sangat penting untuk diperdebatan dan menimbulkan dilema di sekitarnya. Etika bisnis cenderung untuk menarik sejumlah besar perhatian dari berbagai pihak. Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah, yang berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Dalam dunia bisnis etika memiliki peranan yang sangat penting ketika keuntungan bukan lagi menjadi satu-satunya tujuan organisasi.

1.2 Rumusan Masalah

2. Apa saja lima prinsip kekuatan etis?

3. Apa saja fungsi lima prinsip kekuatan etis?

4. Bagaimana penjelasan dari prinsip purpose?

5. Bagaimana penjelasan dari prinsip pride?

6. Bagaimana penjelasan dari prinsip patience?

7. Bagaimana penjelasan dari prinsip persistence?

8. Bagaimana penjelasan dari prinsip perspective?

1.3 Tujuan

2. Untuk mengetahui lima prinsip kekuatan etis?

3. Untuk mengetahui fungsi lima prinsip kekuatan etis?

4. Untuk mengetahui penjelasan dari prinsip purpose?

5. Untuk mengetahui penjelasan dari prinsip pride?

6. Untuk mengetahui penjelasan dari prinsip patience?

7. Untuk mengetahui penjelasan dari prinsip persistence?

8. Untuk mengetahui penjelasan dari prinsip perspective?

(5)
(6)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Lima Prinsip Kekuatan Etis

1. Prinsip Kejujuran

Prinsip kejujuran berlaku secara umum bagi semua orang, terutama dalam menjalankan bisnis. Dengan menerapkan kejujuran dalam setiap proses, bisnis Anda akan lebih dipercaya oleh konsumen. Tidak hanya kepada konsumen, jujur juga harus diterapkan kepada sesama karyawan, dengan pihak luar yang memiliki kerja sama, hingga masyarakat secara umum. Kejujuran harus ada pada setiap proses bisnis. Mulai dari menjelaskan produk, menangani keluhan, hingga membuat kontrak, dan sebagainya. Jujur adalah kunci keberhasilan bisnis dalam bentuk apapun.

2. Prinsip Loyalitas

Prinsip loyalitas berarti Anda harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjalankan bisnis secara menyeluruh. Bisnis Anda harus dikelola secara serius, profesional, dan memiliki target tertentu yang akan dicapai. Termasuk ketika bisnis Anda akan menjalankan project tertentu yang sudah disepakati, semua pihak yang terlibat harus loyal terhadap project tersebut sampai berhasil.

3. Prinsip Keadilan

Selanjutnya, prinsip keadilan yang mengandung pengertian bahwa semua pihak yang terlibat dalam bisnis memiliki kesempatan yang sama untuk mendukung keberhasilan bisnis. Semua pihak berhak mendapatkan perlakuan yang sama. Artinya, semua pihak memiliki hal untuk didengarkan pendapatnya jika berkaitan dengan visi dan misi perusahaan. Tidak semua pihak harus terlibat dalam semua proses. Bisa jadi tim satu bekerja keras pada bagian produksi dan tim yang lain fokus pada analisis dan pengembangan.

4. Prinsip Integritas Moral

Kemudian untuk prinsip integritas moral berarti semua pihak perusahaan harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik perusahaan. Dengan menjunjung integritas, baik pada diri sendiri maupun perusahaan, akan membentuk kepercayaan yang lebih kuat dari konsumen dan masyarakat luas. Selain konsumen, bisnis Anda juga akan

(7)

lebih mudah mendapat pihak eksternal yang ingin menanam saham jika memiliki integritas moral yang baik.

5. Prinsip Otonomi

Terakhir adalah prinsip otonomi, yaitu berkaitan dengan keputusan yang diambil perusahaan. Sebagai pelaku bisnis, mengambil keputusan tepat dalam hal apapun harus dibarengi dengan tanggung jawab. Baik itu hasilnya baik maupun buruk. Sehingga perhitungan konsekuensi dan manfaat setiap keputusan perlu diperhitungkan secara matang.

Dalam kasus eksternal, misalnya perusahaan Anda bekerja sama dengan perusahaan lain, maka setiap pihak memiliki otonomi terhadap perusahaannya masing-masing. Ketika ada hal yang harus diputuskan, semua pertimbangan kembali lagi kepada situasi, kondisi, dan tujuan utama perusahaan Anda. Otonomi inilah yang harus dihormati antar pihak.

Menjalankan bisnis dengan tetap teguh pada prinsip etika bisnis yang ada akan membuat perjalanan bisnis Anda semakin lancar. Selain memegang nama baik perusahaan di depan pihak luar yang berkaitan, menerapkan etika bisnis dengan sungguh- sungguh juga akan memberikan nilai tambah di mata konsumen.

2.2 Fungsi Lima Prinsip Kekuatan Etis 1. Tujuan

Fungsi dari tujuan disini adalah sebagai sebagai jalur untuk menuju hasil yang diinginkan. Tujuan/purpose berguna membantu kita menentukan perilaku mana yang dapat di terima dan mana yang tidak dapat di terima, sehingga hal yang kita lakukan dari awal tidak melenceng atau berbelok ke hal yang lain. Menyelaraskan aktivitas hidup sesuai dengan tujuan dengan memberi arah yang jelas, jadi ketika kita dihadapkan pada keadaan yang menantang atau keputusan yang sulit, kita dapat menyaring kesempatan itu melalui lensa tujuan kita dan membuat pilihan yang menjaga kita di jalur.

2. Kebanggaan

Rasa bangga yang sehat muncul dari citra diri yang positif dan keyakinan pada kemampuan seseorang. Rasa bangga yang tepat dicampur dengan kerendahan hati yang baik adalah keseimbangan yang kita cari. Didorong oleh kesombongan palsu menyebabkan Anda mencari persetujuan dan penerimaan orang lain yang dapat secara

(8)

berlebihan mempengaruhi Anda untuk mengambil jalan keluar yang mudah ketika menghadapi situasi yang sulit.

3. Kesabaran

Kita harus memiliki kesabaran dalam menjalankan suatu pekerjaan. Hasil yang diperoleh secara instan merupakan godaan terberat bagi kita. Sehingga kita harus membatasi diri agar tidak tergoda dengan hal tersebut. Apabila kita tergoda, maka hasil dari pekerjaan kita tidak maksimal. Dalam mencapai sebuah tujuan kita memerlukan kesabaran dan keteguhan, kesabaran disini berguna agar kita berpegang teguh dan yakin bahwa berperilaku penuh etika akan mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang.

4. Kegigihan

Kegigihan adalah tentang komitmen, bukan minat. Ketika Anda memiliki minat pada sesuatu, Anda melakukannya saat itu nyaman. Ketika Anda berkomitmen, Anda melakukannya apa pun yang terjadi. Dalam melaksanakan pekerjaa keteguhan di perlukan. Adanya komitmen untuk hidup berdasarkan prinsip-prinsip etika yang tidak luntur karena berjalannya waktu dengan melaksanakan keteguhan kita harus tetap berpegang teguh mempertahankan prinsip etika yang di yakini walaupun nantinya akan menghadapi penghalang.

5. Perspektif

Perspektif adalah tentang memiliki gambaran besar tentang situasi dan memahami apa yang benar-benar penting. Terlalu sering kita membuat keputusan cepat di saat yang panas dan lalai untuk mundur dan memeriksa situasi dari perspektif yang lebih besar. Mempertahankan perspektif yang tepat juga tentang memperhatikan diri kita sendiri dan bukan hanya diri kita yang berorientasi pada tugas. Meluangkan waktu untuk memasuki setiap hari dengan doa, meditasi, olahraga, atau kesendirian membantu menumbuhkan refleksi diri yang diperlukan untuk membantu kita mempertahankan perspektif yang benar tentang kehidupan.

2.3 PURPOSE (TUJUAN)

1. Seberapa Penting Visi Dalam Perusahaan

(9)

Dalam kehidupan sehari-hari, pasti kita sering menemukan visi, baik itu di sekolah, organisasi, perusahaan, bank, dan lain sebagainya. Namun, perlu diketahui banyak orang belum memahami apa maksud dari visi. Visi akan sangat berpengaruh ketika perusahaan tersebut hendak melakukan perubahan. Visi membuat perusahaan tersebut tetap berjalan sesuai dengan apa yang pendiri cita-citakan, sehingga visi akan mencegah sebuah perusahaan untuk membentuk arah baru atau melenceng dari tujuan visi.

Terciptanya visi sangat berperan dalam melakukan langkah-langkah selanjutnya, sebuah visi tidak dapat berdiri sendiri. Maka dari itu, visi atau gambaran masa depan tersebut sangat perlu penjelasan terkait bagaimana rencana untuk melangkah tersebut. Di situlah peran dari misi.

Terlepas dari ukuran perusahaan, visi bersama diperlukan dari bawah hingga ke atas perusahaan, baik di tingkat tim maupun individu. Jika setiap individu, tim, dan unit bisnis memiliki konsep yang jelas tentang bagaimana pekerjaan mereka membantu berkontribusi pada tujuan perusahaan yang lebih luas (pendapatan atau lainnya), kemungkinan besar mereka dapat bekerja secara harmonis untuk mencapai apa yang diinginkan.

Di tingkat individu, karyawan harus memahami betapa pentingnya posisi mereka bagi kesuksesan sebuah perusahaan. Menunjukkan bahwa mereka penting, dan membuat mereka merasa dihargai. Akankah kreativitas mereka membantu perusahaan menciptakan produk baru dan inovatif? Akankah kemampuan membangun dan menutup hubungan mereka membantu mendorong pendapatan? Menunjukkan pentingnya peran dan keterampilan setiap karyawan membantu dengan keterlibatan dan dukungan di tingkat dasar perusahaan, orang-orangnya. Di tingkat tim, harus ada kesadaran tentang bagaimana keberhasilan yang satu berdampak pada yang lain. Terakhir, di tingkat perusahaan,

2. Seberapa Penting Misi Dalam Perusahaan

Setelah memahami pengertian dari visi, selanjutnya merupakan pengertian misi. Misi adalah bagaimana sebuah perusahaan dapat mewujudkan cita-citanya tersebut di masa depan. Selain itu, misi juga akan menjawab beberapa pertanyaan seperti bagaimana sikap perusahaan, bagaimana upaya untuk menang, hingga bagaimana mengukur sebuah proses kemajuan. Jadi, misi dapat disimpulkan sebagai sekumpulan rencana atau cara yang ditentukan untuk mewujudkan visi yang sudah ditetapkan. Bahasa visi dan misi harus

(10)

saling mendukung, namun pernyataan misi lebih spesifik daripada visi. Misi akan menentukan karakteristik perusahaan daripada perusahaan lainnya. Hal yang disampaikan di misi bahkan biasanya dapat memuat produk atau layanan yang akan diprioritaskan. Hal itulah yang membuat misi menetapkan dalam visi sekaligus menggambarkan rencana untuk membuat sebuah tindakan.

Pernyataan misi yang hebat adalah elemen dasar dari strategi yang baik karena membantu menentukan tujuan inti perusahaan Pernyataan misi membantu seluruh perusahaan Kepemimpinan yang hebat membutuhkan menghubungkan tujuan inti dan visi masa depan perusahaan, pemimpin dengan aktivitas sehari-hari tim.

Sementara pernyataan visi mengartikulasikan keadaan masa depan organisasi, misi secara langsung berhubungan dengan visi dengan mengartikulasikan alasan yang lebih besar mengapa visi itu penting. Sebuah misi yang kuat menjaga organisasi tetap pada jalurnya dan bersatu di sekitar arah yang dituju organisasi.

2.4 PRIDE (RASA BANGGA)

Pride atau rasa bangga dapat diartikan sebagai perasaan yang muncul ketika seseorang menyenangi organisasi tempatnya bekerja ataupun perasaan yang muncul dari dalam diri seseorang dan dicerminkan oleh tingkah lakunya. Rasa bangga dapat juga diartikan sebagai perasaan ketika seseorang merasa senang akan pencapaiannya.

Rasa bangga yang muncul dari dalam diri seseorang tersebut akan dapat terlihat dan tercermin dalam tingkah lakunya sehari-hari dan meningkatkan kepercayaan diri atau identitas Dari dirinya. Perasaan bangga ini dapat menjadi berlebihan sehingga dapat disebut dengan overprout. Overprout akan timbul ketika seseorang merasa bangga akan dirinya dan terlalu berlebihan akan perasaan bangga tersebut sehingga memberi dampak negatif terhadap dirinya dan kehidupan sehari-harinya. Overprout dapat memberikan dampak negatif dalam kehidupan seseorang, contohnya:

 Orang yang merasa overproud tidak akan memperdulikan pendapat orang mengenai dirinya ataupun mengenai hal yang dilakukannya. Hal ini merupakan dampak negatif dari overprout karena ketika seseorang tidak lagi peduli akan pendapat orang lain maka ia akan memandang hal-hal di sekitarnya dengan subjektif.

(11)

 Orang yang overproud cenderung merasakan bahwa dirinya selalu benar sehingga ia akan mengabaikan perkataan orang lain terhadap dirinya meskipun yang dikatakan orang terhadapnya adalah benar.

 Orang yang overproud akan menimbulkan sikap sombong dalam dirinya sehingga dalam kehidupan sehari-harinya ia akan selalu membicarakan mengenai pencapaian- pencapaian yang telah dicapainya atau mungkin merendahkan orang-orang dengan pencapaian di bawahnya.

 Orang yang overflow cenderung untuk tidak menghargai orang lain dan bahkan merendahkan orang lain yang ia rasa tidak memiliki pencapaian sebesar dirinya. Hal ini akan menimbulkan dampak negatif dalam kehidupannya karena dengan perlakuannya yang seperti itu akan membuat orang menghindar darinya dan membuatnya terkucilkan dari lingkungan sosial.

Efek dari rasa bangga yang berlebihan atau overproud dari diri seseorang yaitu:

 Orang yang merasa overproud akan dijauhi oleh teman kerjanya karena teman kerjanya merasa malas untuk berbicara ataupun bergaul dengan dirinya yang selalu membahas mengenai pencapaian-pencapaiannya.

 Orang yang merasa bangga berlebihan cenderung tidak teliti dalam melakukan pekerjaannya karena ia merasa bahwa dirinya benar dan dirinya telah melakukan apa yang dirasanya benar.

 Orang yang memiliki rasa bangga berlebihan tidak akan dihargai dalam lingkungan sosialnya karena ia cenderung merendahkan orang lain, terlalu membanggakan diri sendiri, mengungkit-ungkit terus menerus mengenai pencapaian-pencapaian yang pernah diraihnya.

Perasaan bangga yang berlebihan memberikan dampak negatif pada perilaku seseorang dan juga cara berpikir seseorang. Perasaan bangga haruslah diiringi atau dibersamai dengan perasaan rendah hati sehingga hal tersebut akan menjaga seseorang dari sifat tamak sifat acuh maupun dari dampak lain akan perasaan bangga yang berlebihan terhadap dirinya sendiri. Ada berbagai macam cara untuk dapat membersamai rasa bangga dengan rasa rendah hati yaitu:

(12)

 Yang pertama yaitu dengan memperlakukan semua orang dari status berbeda dengan perlakuan yang sama tanpa memandang status seorang tersebut.

Dengan menghargai setiap orang dengan perlakuan yang sama maka orang akan lebih menghargai diri kita dan lebih respect.

 Yakinlah bahwa hidup ini dipenuhi oleh sukacita sehingga kita tidak akan merasa terlalu bangga akan pencapaian yang telah kita capai. Harus memiliki keyakinan dalam diri bahwasanya orang lain yang tidak mencapai apa yang kita capai juga sama baiknya dengan diri kita dan kita tidak akan selalu bisa mencapai apa yang kita inginkan sesuai kehendak kita.

 Bersyukurlah akan pencapaian yang dicapai namun dalam bersyukur tersebut jangan berlebihan untuk merayakan pencapaian. Perayaan yang berlebihan terhadap pencapaian akan menimbulkan rasa bangga yang berlebihan.

 Terimalah pendapat orang lain ataupun kritikan dari orang lain sebagai masukan untuk diri kita sendiri. Pendapat orang yang tidak sependapat dengan kita tetap harus diterima dan didengarkan begitu juga dengan kritikan dari orang lain. Baik itu kritikan yang baik ataupun kritikan yang buruk tetap harus didengar dan diterima sebagai bentuk intropeksi terhadap diri sendiri.

2.5 PATIENCE (KESABARAN)

Sabar adalah tindakan menahan diri dari hal-hal yang ingin dilakukan, menahan diri dari emosi, dan bertahan serta tidak mengeluh pada saat sulit atau sedang mengalami musibah ataupu mengalami suatu permasalahan. Dampak negatif dari kesabaran:

1. Mudah di manfaatkan 2. Di hina

3. Mudah di pengaruhi 4. Menguras energy

Dampak positif:

1. Memiliki emosi yang stabil

Karena bagi orang penyabar emosi hanyalah sebuah emosi saja yang tidak akan bisa mereka salurkan kepada orang lain

2. Tidak mudah punya masalah dalam hidup

(13)

Karena, orang penyabar tidak akan memikirkan masalah – masalah yang telah ia lalui 3. Tidak mudah terayu pada perbuatan jahat

4. Menjadi orang yang bijaksana 2.6 PERISTENCE (PERSISTEN)

Kata “persisten” merupakan istilah yang diserap dari bahasa Inggris, yaitu

“persistent” di mana secara singkat artinya gigih. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, persisten artinya gigih, kukuh, bersinambung, dan terus-menerus. Dalam bahasa Indonesia, istilah “persisten” dapat berubah maknanya, sesuai dengan kalimat yang dipergunakan.

Misalnya, jika kata “persisten” digunakan sebagai kata kerja, maka dapat diartikan sebagai tindakan berkesinambungan atau terus menerus. Jika kata “persisten” digunakan sebagai kata sifat, maka arti persisten adalah gigih atau kukuh.

Sehingga, menurut asal katanya tersebut maka pengertian persisten adalah kemampuan untuk gigih atau daya tahan yang kuat dalam melakukan suatu tindakan secara terus-menerus meskipun ada tantangan atau kesulitan.

Istilah persisten juga seringkali digunakan untuk menjelaskan kemampuan seseorang dalam meningkatkan kinerjanya. Artinya, orang tersebut tidak stagnan menghasilkan hal yang sama terus-menerus, tetapi ada peningkatan, baik kualitas maupun kuantitas kerjanya.

1. Pentingnya Perspektif bagi perusahaan

Tugas pebisnis adalah untuk menjadikan bisnis yang dijalankan bersifat dinamis, tidak diam di tempat terus-terusan. Inilah yang disebut persisten, harus ada perkembangan dalam bisnis sehingga memaksa pebisnisnya bersikap presisten.

Karena bisnis yang dijalankan harus berkembang atau bersifat dinamis, maka penisnis dipaksa untuk jadi seseorang yang inovatif. Inilah mengapa pebisnis harus ‘melek’ pasar, tujuannya supaya tahu apa yang sedang dibutuhkan oleh pasar sehingga bisa dimanfaatkan sebagai jalan menuju pemasukkan.

Prinsip ini harus diimbangi dengan prinsip lainnya, yaitu prinsip konsisten. Karena jika tidak, akan sulit memastikan suatu bisnis terlihat profesional di mata konsumen atau di tengah masyarakat.

(14)

Inovasi yang dimiliki oleh pebisnis harus diimbangi dengan pengaplikasian. Lalu inovasi seperti apa sajakah yang sah-sah untuk diaplikasikan? Seperti misalnya jika Anda menjalankan bisnis kuliner, inovasi berupa varian rasa baru atau menu baru bisa diterapkan.

Atau berwujud soal media penjualan, seperti misalnya dari yang berjualan secara offline kini juga berjualan secara online supaya semakin besar saja pasarnya. Anda membutuhkan inovasi untuk membuat bisnis Anda bergerak, bukannya stagnan.

Selain pebisnis lain juga pasti akan sedinamis mungkin dalam membawa bisnisnya, anda sebagai pebisnis juga harus bisa mendapatkan pemasukkan sebanyak mungkin.

Terlebih jika Anda sudah memiliki karyawan, menyejahterakan mereka semua adalah suatu kewajiban. Maka dari itu, pastikan Anda tak hanya punya prinsip konsisten saja melainkan juga persistensi supaya semakin sempurna saja performa bisnis Anda.

Baik prinsip konsisten, komitmen, maupun persisten semuanya penting. Prinsip konsisten, komitmen dan persistensi bisa menjadikan bisnis lebih siap dalam berbisnis dan menjadikan bisnisnya sebagai bisnis yang sudah matang dan profesional di mata pelanggan.

Ketika kita sedang berbisnis, tentu saja akan selalu menginginkan usaha kita untuk selalu berkembang dan maju. Untuk itu pun diperlukan beberapa cara yang bisa untuk kita lakukan dalam mengembangkan usaha yang telah kita bangun.

Dalam hal ini,kita pun perlu untuk mengerjakan terus apa yang telah kita lakukan agar bisnis dan usaha kita nantinya akan mengalami peningkatan. Dengan adanya sikap persisten tersebut akan membuat kita nantinya menjadi terpacu untuk selalu membuat bisnis dan usaha kita menjadi semakin lebih maju.

Tips Persisten dalam Berbisnis 1. Mempunyai Target

Untuk membuat bisnis kita semakin iberkembang, pastinya kita pun juga mempunyai target yang bisa untuk kita raih. Melalui adanya target tersebut, tentu saja akan membuat kita bisa menentukan kualitas dari bisnis yang kita jalankan tersebut.

Contohnya ketika dari awal kita telah menargetkan bahwa tiap bulan usaha kita harus menghasilkan 500 produk, maka dalam bulan berikutnya kita pun perlu untuk menaikkan target yang telah dicapai tersebut.

(15)

2. Scale Up Target

Cara persisten ini tentu saja akan mendorong usaha kita menjadi sebuah bisnis yang nanti akan dilirik oleh masyarakat kebanyakan. Selain itu, jika anda telah menaikkan target awal karena ingin agar usaha maupun bisnis kita tersebut menjadi berkembang, maka kita pun perlu untuk tetap mempertahankan kualitas dari bisnis yang telah kita jalankan tersebut. Sehingga nantinya, masyarakat pun akan tetap menjadi pelanggan setia untuk bisnis kita tersebut.

2.7 PRESPECTIVE (PERSPEKTIF)

Perspektif adalah sudut pandang manusia dalam memilih opini dan kepercayaan mengenai suatu hal. Perspektif disebut juga dengan poin of view. Berdasarkan asal katanya, arti perspektif global adalah cara pandang atau wawasan yang menyeluruh dan mendunia sedangkan secara ilmiah perspektif gobal diartikan sebagai cara pandang yang menyeluruh. Menurut ahli, secara umum arti perspektif adalah sebagai berikut:

a. Sumaatmadja dan Winardit (1999): arti perspektif adalah cara pandang dan cara berperilaku seseorang terhadap suatu masalah atau kejadian.

b. Suhanadji dan Waspada Ts (2004): arti perspektif adalah cara pandang atau wawasan yang digunakan untuk melihat dunia dari berbagai macam segi yaitu politik, ekonomi, dan budaya.

Berdasarkan arti perspektif di atas, jelaslah bahwa yang dimaksud dengan perspektif adalah pikiran seseorang dalam melihat suatu fenomena yang diwujudkan dalam suatu sudut pandang seseorang yang memiliki keyakinan tertentu akan suatu fenomena tersebut.

Perspektif memiliki peranan yang sangat penting dalam menilai suatu peristiwa karena perspektif dapat mempengaruhi seseorang dalam berperilaku.

Perspektif mudah dipengaruhi oleh beberapa hal sehingga cara pandang seseorang dapat menjadi bias. Pengaruh perspektif dapat bermacam-macam contohnya seperti pengalaman seseorang, keahlian seseorang, agama seseorang, orang tua, latar belakang, relasinya terhadap seseorang, kesukaan atau hobi, budaya, dan sebagai berikut.

1. Pentingnya Perspektif bagi perusahaan

Perspektif merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan terutama dalam proses menilai kinerja perusahaan maupun dalam proses pengambilan keputusan. Sebagai atasan

(16)

tentunya perlu melihat perspektif atau sudut pandang yang luas untuk memutuskan sesuatu, terutama masalah krusial yang ada diperusahaan. Contohnya saja dalam penerapan metode Balance Scorecard yaitu metode pengukuran hasil kerja yang digunakan perusahaan.

Pada dasarnya, Balance Scorecard (BSC) merupakan kartu berimbang yang digunakan sebagai media untuk mengukur aktivitas operasional yang dilakukan sebuah perusahaan.

Dengan BSC, perusahaan menjadi lebih tahu sejauh mana pergerakan dan perkembangan yang telah dicapai. Adanya BSC juga membantu perusahaan untuk memberikan pandangan menyeluruh mengenai kinerja dari perusahaan.

Agar kinerja perusahaan lebih efektif dan efisien, dibutuhkan sebuah informasi akurat yang mewakili sistem kerja yang dilakukan. Dalam BSC, terdapat empat jenis perspektif untuk mengetahui ukuran kinerja perusahaan. Apa saja itu?

a. Financial Perspective (Perspektif Keuangan)

Financial perspective atau perspektif keuangan erat kaitannya dengan pemasukan dan pengeluaran perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan harus mampu mengelola keuangan dengan baik agar keuangannya terus stabil. Misalnya, biaya operasional, biaya produksi, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, termasuk keuntungan dari aktivitas penjualan.

Baik pemasukan maupun pengeluaran, keduanya harus dicatat secara runtut dan jelas. Agar pihak keuangan dapat mengamati laju pertumbuhan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.

.

b. Customer Perspective (Perspektif Pelanggan)

Customer perspective atau perspektif pelanggan berkaitan erat dengan cara perusahaan melayani pelanggan. Dalam hal ini, setiap pelanggan harus diperlakukan secara layak. Dengan begitu, mereka merasa puas atas pelayanan yang diberikan.

Adanya pelayanan yang bagus tentu akan meningkatkan loyalitas konsumen terhadap perusahaan. Sebaliknya, apabila pelayanannya buruk, konsumen pasti mencari perusahaan lain yang memiliki sistem yang lebih bagus.

c. Internal Process Perspective (Perspektif Proses Bisnis Internal)

(17)

Dalam internal process perspective, perusahaan menilai seberapa besar ukuran dan sinergi dari setiap unit kerja. Untuk mengukur poin ini, pemimpin perusahaan harus rutin mengamati bagaimana kondisi internal dalam perusahaan. Apakah semuanya dijalankan sesuai dengan metode yang ditetapkan atau malah melenceng dari peraturan.

Kemampuan dan keahlian yang dimiliki setiap karyawan akan menghasilkan proses bisnis internal yang bagus. Selain bertambahnya jumlah konsumen, omzet dan keuntungan yang didapat perusahaan juga akan bertambah.

d. Learning and Growth Perspective (Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan)

Karyawan menjadi elemen penting yang harus dijaga perusahaan. Tanpa adanya karyawan, proses pertumbuhan dan perkembangan perusahaan akan menghadapi banyak kendala. Karyawan juga berfungsi sebagai pendukung dalam perspektif keuangan dan pelanggan. Karena itu, apa yang direncanakan perusahaan dapat mencapai target yang maksimal.

Selain keberadaan karyawan, perusahaan juga perlu memerhatikan sistem dan prosedur kerja yang seperti apa yang perlu diterapkan dalam internal perusahaan. Ada baiknya jika semua elemen terkontrol dan terkoordinasi dengan baik sehingga timbul keselarasan selama bisnis berlangsung.

2. Dampak positif & negatif perspektif

Perspektif atau sudut pandang menjadi salah satu penentu kemana arah haluan kita.

Setiap sudut pandang negatif akan membawa seseorang memiliki pola pikir yang negatif. Sedangkan berbeda dengan sudut pandang positif yang akan mampu membawa seseorang memiliki pola pikir yang positif akan segala sesuatunya. Jika kita melihat dari sudut pandang berbeda, kita pasti sadar bahwa setiap hari, sadar atau tidak pasti ada momen seru atau lucu yang kita lalui. Bahkan di dalam pandemik seperti ini, akan selalu ada momen yang bisa membuat kita tertawa, bersyukur, senang dan itu patut diabadikan.

Momen seperti melihat hewan peliharaan yang tingkahnya yang lucu, eksperimen masak yang berhasil setelah sekian kali mencoba, dan segudang momen menarik lainnya.

Kamu pasti pernah dengar tentang hidup ini yang sering diibaratkan seperti roda yang berputar, yang mana terkadang kita berada di atas dan terkadang di bawah. Dan hal itu sangatlah benar, karena terkadang kita mengalami hal-hal membahagiakan dalam hidup ini, tapi di samping itu juga dibarengi dengan kesulitan yang tidak diduga kapan

(18)

datangnya. Meskipun kesulitan membuatmu lelah dan menjadi beban, konon ada banyak dampak baiknya kalau kamu melihat kesulitan dalam hidup dengan sudut pandang positif. Beberapa dampak negatif di antaranya adalah:

1. Mudah down

Mental down bisa terjadi pada siapa saja baik pria maupun wanita. Penyebab mental down pun beragam, mulai dari masalah keluarga, tekanan pekerjaan. Mental yang down dapat berkisar dari ringan hingga parah. Mental down ringan dapat membuat merasa rendah diri dan seolah-olah banyak hal menjadi lebih sulit.

2. Tidak mau berusaha

Orang yang tidak mau berusaha adalah orang yang ingin sukses, orang yang ingin naik pangkat namun tidak mau bekerja dengan giat hanya ingin saja seperti itulah contoh orang yang tidak mau berusaha namun memiliki keinginan yang tinggi.

3. Terpuruk dalam kesulitan

Tiap manusia pasti pernah menghadapi atau mengalami kesulitan dalam hidup. Tanpa kesulitan, manusia tidak akan dewasa dalam menyikapi hidupnya. Namun banyak juga orang yang kurang dewasa dalam menyikapi saat merasa sulit yaitu merasa terpuruk dalam kesulitan tersebut.

4. Tidak pernah bersyukur

Seseorang yang tidak bersyukur atas segala hal yang terjadi. Merasa tidak percaya diri juga merupakan orang yang kurang bersyukur. Memang banyak yang kehidupannya di atas kita. Mereka lebih kaya, lebih pintar,lebih sukses. Tapi banyak juga yang kehidupannya di bawah kita. Banyak dari mereka yang memiliki penghidupan yang pas-pasan. Pekerjaan tidak tetap, uang makan tidak menentu, tidak memiliki rumah layak, bahkan sampai merelakan untuk tidak sekolah karena tidak cukup untuk menanggung biaya. Yang kurang disadari oleh seseorang merasa dirinya paling dibawah, paling bodoh akibat dari kurang bersyukur

5. Susah untuk bangkit

Setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Hanya saja berbeda-beda masalah yang dihadapinya. Ada yang memiliki masalah dalam pendidikannya, masalah dalam keuangannya, masalah dalam keluarganya, masalah dalam pekerjaannya, dan berbagai masalah lainnya. Setiap orang tidak sama dalam menghadapi, mensikapi, serta menuntaskan setiap masalah yang di hadapi. Ada yang

(19)

karena suatu masalah menjadikan orang tersebut terpuruk, lemah dan bahkan merasa kehilangan harga diri-nya. Tetapi, ada juga yang karena mendapatkan masalah menjadikan orang tersebut menjadi lebih baik dan bahkan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Beberapa dampak positif di antaranya adalah:

1. Mentalmu tidak mudah down

Kesulitan dalam menjalani hidup memang menjadi ujian tersendiri bagi mental untuk tetap bertahan. Tidak jarang banyak karyawan yang menyerah atas hidupnya sendiri hingga depresi karena belum kuat menghadapi di pekerjaan. Jika kamu mencoba melihat kesulitan yang sedang dihadapi saat bekerja dari sudut pandang positif mungkin akan membantumu menguatkan mental agar tetap berjuang menyelesaikan kesulitan untuk tujuan bersama organisasi/perusahaan.

2. Kegagalan tidak lantas membuatmu berhenti melangkah

Kegagalan kerap menjadi salah satu faktor yang dapat melemahkan mental seseorang.

Mental yang kamu miliki akan diuji ketika dirimu bertemu dengan beberapa kegagalan terkait kendala dalam bekerja. Jika kamu berlarut-larut meratapi kegagalan, maka bersiaplah terjebak di jalan hidup tanpa arah stuck pada kerjaan itu disaat rekan-rekan sukses. Akan lebih baik jika kamu mengubah mindset yang kamu miliki dan lihatlah kegagalan yang sedang kamu hadapi dari sudut pandang yang positif. Maka dapat mengejar rekan-rekan yang ada di depan untuk berprestasi seperti mendapat reward.

3. Kesulitan hidup justru menjadi motivasimu untuk sukses

Terkadang kesulitan yang kamu hadapi sering membuatmu memilih untuk berhenti berjuang. Yang mana di saat orang-orang memilih menyerah dan putus asa karena merasa kerjaan sangat berat, namun kamu bertahan dan melihatnya dari sudut pandang positif.

Kalau kamu menerapkannya dengan baik, kamu akan tetap semangat dan tidak ada kata menyerah di dalam kamus kehidupanmu dan mampu mengerjakan tugas tersebut dengan tuntas. Kesulitan yang kamu hadapi dapat kamu ubah menjadi motivasi untuk meraih kesuksesan.

(20)

4. Kesulitan hidup menyadarkanmu untuk selalu intropeksi diri dan bersyukur

Segalanya terasa buntu dan tidak ada jalan keluar. Hal pertama yang dapat kamu lakukan adalah tetap berpandangan positif sambil melakukan intropeksi apa yang perlu dibenahi kedepannya dari rekan kerja baik atasan maupun dari bawahan. Kamu juga akan terbiasa untuk bersyukur dan berdamai dengan keadaan. Kelihatannya sederhana, tapi dampaknya sangat baik untuk hidupmu dan pekerjaanmu.

5. Hidupmu tak pernah membosankan, bahkan penuh tantangan karena harus selalu bangkit

Satu hal yang pasti ketika melihat kesulitan hidup dari sudut pandang positif yaitu akan membuat dirimu selalu merasa tertantang untuk tetap bangkit, mengerjakan hal-hal yang sulit namun memiliki suatu manfaat yang besar. Tidak ada yang dapat

menghentikan tekad kuat yang kamu miliki. Setiap hari yang kamu jalani dalam bekerja, mengerjakan tugas-tugas kantor terasa mudah dan diisi dengan kegiatan yang produktif. Setiap kesulitan yang datang ke hidupmu tidak membuat dirimu menyerah dan justru lebih berusaha lebih keras dari sebelumnya. Lagipula dengan adanya kesulitan, hidupmu jadi tidak membosankan karena ada saat-saat dimana kamu harus berusaha bangkit dan memperjuangkan hidupmu sendiri.

Jika kesulitan itu dilihat dari perspektif yang berbeda dan sudut pandang positif tentu dampaknya pun akan berbeda. Bukannya terpuruk, kamu malah semangat dalam menjalani hidup ini.

(21)

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Etika dalam perusahaan adalah bagaimana cara kita melakukan kegiatan bisnis dan meliputi seluruh aspek yang berkaitan seperti individu, tim, perusahaan, dan masyarakat.

Terdapat lima prinsip kekuatan etis yaitu purpose, pride, patience, persistence, dan perspective. Manfaat dari etika bisnis akan menunjukkan perusahaan memiliki kejujuran dan tidak akan membohongi pelanggan. Kepercayaan pelanggan pada perusahaan pun menjadi semakin meningkat karena perusahaan dinilai sangat loyal dalam melakukan bisnis dengan pelanggan.

(22)

DAFTAR PUSTAKA

https://www.idntimes.com/life/career/afifah-hanim/dampak-jika-melihat-kesulitan-hidup- dengan-sudut-pandang-positif-c1c2/5

http://madepkulon.perbanas.ac.id/pluginfile.php/27741/mod_resource/content/1/The%20Five

%20Principles%20of%20Ethical%20Power.pdf

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan determinan penerapan prinsip etik keperawatan adalah karakteristik pekerjaan, pengetahuan perawat tentang etik keperawatan, supervisi

perencanaan, komunikasi, dan tindakan kreatif yang memiliki efek positif pada sekelompok orang dalam sebuah susunan nilai dan keyakinan yang jelas, untuk mencapai tujuan yang

Sementara Anda sendiri menjadi seorang Diamond Executive , karena sudah memiliki 8 orang Breakaway Executive, yang artinya Anda dapat menikmati penghasilan

Hasil analisis terhadap sampel motif menggunakan 5 (lima) prinsip desain dapat diketahui bahwa: (1) Motif-motif batiknya memiliki corak unik (memiliki bentuk

Setiap insan perusahaan harus berkomitmen untuk menyamakan dan menyatukan keyakinan, tekad agar dapat bersikap dan berperilaku sesuai dengan sistem nilai dan

In order to maintain the international standard in the uses of animals for such purposes, the National Research Council of Thailand has issued this “ Ethical Guidelines for the Use of

et al, Introduction to the Old Testament II Literature and Prophecy, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1994 Murphy, Roland E, Word Biblical Commentary volume 22 Proverbs Nashville: Thomas

Keyakinan terhadap kemam- puan dalam mencapai suatu tugas dapat saja tumbuh dan meningkat apabila seseorang memiliki motivasi dan dukungan dari ornag-orang disekitar sehingga nantinya