PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN MERONCE DARI BAHAN BEKAS DI KELAS B
TK TGK CHIK PANTE KULU ACEH BESAR
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan
Oleh
ZOHRA NIM : 1711070072
PRODI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA
BANDA ACEH
2019
DAFTAR ISI
Halaman HALAMAN JUDUL .. ...
KATA PENGANTAR ...
DAFTAR ISI ...
BAB I PENDAHULUAN ...
1.1 Latar Belakang ...
1.2 Rumusan Masalah ...
1.3 Tujuan Penelitian ...
1.4 Manfaat Penelitian ...
BAB II LANDASAN TEORI ...
2.1 Pendidikan Anak Usia Dini ...
2.2 Perkembangan Anak Usia Dini ...
2.3 kreativitas Anak ...
2.3.1 Ciri-Ciri Kreativitas ...
2.3.2 Tujuan Pengembangan Kreativitas ...
2.4 Bahan Brkas ...
2.5 Pengertian Meronce. ...
2.5.1 Manfaat Meronce. ...
BAB III JENIS PENELITIAN ...
3.1 Jenis Penelitian ...
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ...
3.3 Subjek Penelitian ...
3.4 Prosedur Penelitian Tindakan ...
3.4.1 Perencanaan Tindakan ...
3.4.2 Pelaksanaan Tindakan ...
3.4.3 Pengamatan ...
3.4.4 Refleksi...
3.5 Kriteria Keberhasilan Tindakan ...
3.6 Teknik Pengumpulan Data ...
3.6.1 Observasi ...
3.6.1 Dokumentasi ...
3.7 Teknik Analisa Data. ...
BAB IV HASIL PENELITIAN . ...
4.1 Hasil Penelitian ...
4.1.1 Prasiklus . ...
4.1.2 Hasil Penelitian Siklus I. ...
4.1.3 Hasil Penelitian Siklus II . ...
4.2 Pembahasan . ...
BAB V KESIMPULAN . ...
5.1 Kesimpulan . ...
5.2 Saran. ...
DAFTAR PUSTAKA ...
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah pendidikan anak usia dini. PAUD merupakan pendidikan pertama dan utama dalam kehidupan anak. Pada masa ini anak-anak harus medapatkan pelayanan yang tepat sehingga bisa merangsang perkembangan anak selanjutnya.
Hal ini dikarenakan pendidikan bagi anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan sarana dan prasarana yang tidak mendukung, emosi, kecerdasan spritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta beragama), bahasa dan komunikasi.Usia dini merupakan usia yang paling tepat untuk memberikan stimulasi dan rangsangan yang baik untuk perkembangan anak.
Sesuai dengan Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 ayat 14, upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak usia 0-6 tahun tersebut dilakukan melalui Pendidikan anak usia dini (PAUD). Pendidikan anak usia dini dapat dilaksanakan melalui pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan anak usia dini jalur formal berbentuk taman kanak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA) dan bentuk lain yang sederajat. Pendidikan anak usia dini jalur nonformal berbentuk kelompok 9 bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), sedangkan PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan
lingkungan seperti bina keluarga balita dan posyandu yang terintegrasi PAUD atau yang kita kenal dengan satuan PAUD sejenis (SPS).
Maleong menyebutkan bahwa ragam pendidikan untuk anak usia dini jalur non formal terbagi atas tiga kelompok yaitu kelompok taman penitipan anak (TPA) usia 0-6 tahun); kelompok bermain (KB) usia 2-6 tahun; kelompok satuan PADU sejenis (SPS) usia 0-6 tahun (Harun, 2009: 43).
Dari uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehingga diperlukan stimulasi yang tepat agar dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Pemberian stimulasi tersebut harus diberikan melalui lingungan keluarga, PAUD jalur non formal seperti tempat penitipan anak (TPA) atau kelompok bermain (KB) dan PAUD jalur formal seperti TK dan RA.
Pendidikan anak usia dini (PAUD) memegang peran yang sangat penting dan menentukan bagi sejarah perkembangan anak selanjutnya. Sebab Pendidikan Anak Usia Dini merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Anak yang mendapat pembinaan sejak usia dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental, yang akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas. Pada akhirnya anak lebih mampu untuk mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Kreativitas merupakan tindakan seorang yang sadar mendapat sesuatu perspektif baru dan sebagai hasilnya membawa sesuatu yang baru. John Naibitt dan Aburdene dalam buku Reinventing the Corporation menyatakan begitu pentingnya
suatu basis pendidikan dan latihan yang dapat menciptakan kreativitas. Mereka menyebutkan dengan proses pembelajaran bagaimana berpikir (learn how to think), pembelajaran bagaimana belajar (learn how to learn), dan pembelajaran menciptakan sesuatu (learn how to create).
Berdasarkan observasi awal saya pada tanggal 19 Agustus 2019 terhadap anak kelompok B TK Tgk Chik Pante Kulu Aceh Besar. Terlihat bahwa kreativitasnya masih rendah, hal ini terlihat ketika sebagian dari mereka mewarnai mereka sering menggunakan satu warna saja, kemudian waktu menempel mereka juga menempel dengan suka hati dan terburu-buru.
Hal seperti diatas sangat tidak baik untuk perkembangan anak, karena anak bisa menjadi malas untuk berfikir, sehingga kreativitas yang ada bisa tidak berkembang. Maka dari itu perlu adanya perbaikan dan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik untuk bisa membuat kreativitas anak berkembang.
Media pembelajaran yang menarik bisa dibuat sendiri dengan bahan yang mudah dicari tanpa harus selalu membeli. Dan disini saya menggunakan bahan bekas hal tersebut dapat membantu mengurangi pencemaran ekosistem pada tanah.
Pembuatan media pembelajaran dapat membangun dan mengembangkan kemampuan mototrik halus dan motorik kasar pada anak, juga bisa mengasah imajinasi dan kreativitas anak.
Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pembelajaran dengan judul penelitian “Peningkatan Kreativitas Anak Melalui
Kegiatan Meronce dari Bahan Bekas di Kelas B TK Tgk Chik Pante Kulu Aceh Besar”.
1.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah yang sudah diurai diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1.1.1 Bagaimanakah cara meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Meronce dari Bahan Bekas di Kelas B TK Tgk Chik Pante Kulu Aceh Besar??
1.1.2 Bagaimanakah hasil dalam meningkatkan kreativitas Anak Melalui Kegiatan Meronce dari Bahan Bekas di Kelas B TK Tgk Chik Pante Kulu Aceh Besar..??
1.2 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah :
1.2.1 untuk mengetahui cara peningkatan kreativitas Anak Melalui Kegiatan Meronce dari Bahan Bekas di Kelas B TK Tgk Chik Pante Kulu Aceh Besar.
1.2.2 Untuk mengetahui hasil dari peningkatan kreativitas Anak Melalui Kegiatan Meronce dari Bahan Bekas di Kelas B TK Tgk Chik Pante Kulu Aceh Besar.
1.3 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi anak
Peningkatan kreativitas bagi anak sangat bermanfaat karena bisa meningkatkan dimajinasi dan daya pikir bagi anak.
2. Bagi guru
Peningkatan kreativitas bagi guru bisa membuat pembelajaran yang menyenagkan bagi anak didiknya.
3. Bagi sekolah
Peningkatan kreativitas bagi sekolah sangat penting karena bisa melahirkan generasi-generasi yang cerdas.
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)