PROFIL
BALAI TEKNIK PERKERETAAPIAN KELAS I SURABAYA
Surabaya, 18 September 2023
Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perkeretaapian yang
memiliki tugas melaksanakan peningkatan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharaan, pemanfaatan prasarana perkeretaapian dan pengawasan penyelenggaraan sarana, dan keselamatan perkeretaapian.
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 36 Tahun 2022
STATUS DAN DASAR
HUKUM
TUGAS DAN FUNGSI
PM 36 Tahun 2022
Fungsi :
a) Penyusunan rencana, program dan anggaran;
b) Pelaksanaan kegiatan peningkatan, pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan prasarana perkeretaapian;
c) pelaksanaan pengawasan kegiatan pengoperasian dan perawatan prasarana perkeretaapian yang dilaksanakan oleh penyelenggara prasarana perkeretaapian;
d) Pelaksanaan pengendalian dan pengawasan perlintasan sebidang sementara, perpotongan dan/atau persinggungan antara jalur kereta api dan bangunan lain;
e) Pelaksanaan pengelolaan dan pengawasan kegiatan lalu lintas dan angkutan;
f) Pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan sarana
perkeretaapian;
g) Pelaksanaan pengawasan keselamatan perkeretaapian;
h) Pelaksanaan sosialisasi dan Tindakan korektif pelanggaran peraturan perundang- undangan di bidang perkeretaapian; dan
i) Pelaksanaan urusan keuangan, ketatausahaan, kerumahtanggaan, sumber daya manusia, hukum, organisasi, pengelolaan barang milik negara, hubungan masyarakat serta evaluasi dan pelaporan.
Tugas :
1. Prasarana Perkeretaapian :
a. Peningkatan prasarana perkeretaapian b. Pengembangan prasarana perkeretaapian c. Pengelolaan prasarana perkeretaapian d. Pemeliharaan prasarana perkeretaapian e. Pemanfaatan prasarana perkeretaapian 2. Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api :
Pengawasan penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan kereta api
3. Sarana Perkeretaapian:
Pengawasan penyelenggaraan sarana perkeretaapian
4. Keselamatan Perkeretaapian:
Pengawasan penyelenggaraan keselamatan perkeretaapian
WILAYAH KERJA
Wilayah pengawasan BTP Surabaya meliputi Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, dan Daop 9 Jember
Satpel Madiun Satpel
Madiun
Satpel Jembe r
Satpel Jembe r
Satpel Kediri Satpel Kediri Satpel Lamonga n
Satpel Lamonga n
Luas Wilayah : 618.472 Km²
1.157 Km’sp Jalur aktif, 800 Km’sp Jalur Non-aktif
131 Stasiun Aktif, 39 Stasiun Non-Aktif
2.287 Jembatan KA 4 Terowongan 1.175 Perlintasan
sebidang KA Aset Senilai 7,1 T 1.268 Sarana yang
diawasi
Satpel Barru
Satpel
Barru
PROGRAM PENGEMBANGAN PERKERETAAPIAN DI WILAYAH BTP SURABAYA
8
Dalam pembangunan prasarana dan sarana perkeretaapian telah direncanakan s/d tahun 2030, serta dalam waktu 5 (lima) tahun sejak pembentukan Balai Teknik Perkeretaapian tahun 2014 terjadi peningkatan permintaan layanan angkutan dan
frekuensi perjalanan kereta api, pembangunan, pengoperasian, pengusahaan, pegadaan lahan di setiap wilayah kerja balai.
•
3 program Double Track
•
2 program KA regional
•
1 Program KA menuju Bandara
•
5 program KA menuju Pelabuhan
•
2 program reaktivasi
•
1 program KA perkotaan
•
2 program Kereta Gantung
RIPNAS 2030
•
3 program Double Track
•
1 program KA regional
•
2 program KA perkotaan
•
1 program KA menuju bandara
•
3 program KA menuju Pelabuhan
•
13 program reaktivasi
PERPRES 80/2019
•
3 Program Double Track
•
1 Program Relokasi
•
1 Program KA menuju Bandara
•
1 Program KA menuju Pelabuhan
•
10 Program Peningkatan Jalur KA
•
1 Program KA Regional
•
1 Program KA Perkotaan
•
1 Program Reaktivasi
RENSTRA 2020- 2024
TERIMA
KASIH