Profil Perusahaan
Shello Laundry berdiri sejak tahun 2014 berlokasi di Jalan Kabut, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah (57126). Ruang lingkup kegiatan Shello Laundry yaitu pada umumnya melakukan jasa pencucian dan setrika pakaian. Pelayanan Shello Laundry diberikan secara offline. Pemilik Shello Laundry adalah Bapak Shello dan usaha tersebut dikelola oleh keluarga sendiri.
PENGAKUAN ASET
• Aset Lancar:
1. Kas: Pada usaha laudry, pemilik hanya menggunakan akun kas (tidak ada kas kecil, setara kas, dll) yang digunakan untuk transksi pengeluaran (pembelian asset, pembayaran listrik) dan pemasukan (pendapatan atas usaha).
2. Piutang: Pada usaha laundry, tidak ada penjualan secara kredit dan otomatis tidak ada piutang
3. Perlengkapan:
a. Sabun/detergen (dibeli perhari)
b. Pewangi (dibeli perminggu) 2 botol seharga 70K c. Plastik (dibeli perminggu)
• Aset Tetap:
1. Bangunan: Usaha laundry mimilih rumah milik pribadi untuk usaha tersebut.
2. Peralatan:
a. Mesin cuci (2) b. Setrika (2)
c. Lemari (2)
d. Gantungan baju (50) e. Timbangan (2) f. Keranjang (3) g. Kendaraan (1)
Pengakuan : aset pada usaha laudry saat perlengkapan (sumber daya) dikuasai oleh pemilik laundry.
Pengukuran : aset menggunakan biaya historis (biaya perolehan) yaitu diukur dan dicatat sebesar jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan oleh pemilik laundry untuk memperoleh asset tersebut.
Penyajian : perlengkapan tersebut dilakukan sesuai dengan kriteria pengakuan dan pengukuran. Aset disajikan dalam laporan posisi keuangan
PENGAKUAN LIABILITAS
• Utang
Pada usaha laudry tidak memiliki hutang (sudah lunas)
Pengakuan : pengakuan kewajiban yang harus dibayar oleh yang bersangkutan kepada pihak lain, baik secara hukum maupun kontraktual.
Pengukuran : dilakukan setelah suatu kewajiban terukur dengan cukup pasti.
Penyajian : kewajiban disajikan dalam neraca berdasarkan urutan kelancarannya sejalan dengan asset.
PENGAKUAN EKUITAS 1. MODAL
Usaha Laundry hanya memakai modal sendiri dan tidak ada tambahan modal lain seperti hutang dan yang lainnya
2. Prive
Usaha Laundry terdapat prive yaitu pengambilan dana untuk keperluan pribadi 3. Saldo laba/rugi
Laba/rugi akan diakumulasi per bulan
Pengakuan : ekuitas apabila terjadi transaksi yang mempengaruhi modal UMKM baik karena adanya modal yang disetor atau tambahan modal baik tunai maupun non
Pengukuran : Ekuitas diukur dan dicatat sebesar jumlah modal yang diterima.
Penyajian : ekuitas dilakukan sesuai dengan kriteria pengakuan dan pengukuran. Penyajian ekuitas disajikan di laporan posisi keuangan.
PENGAKUAN PENDAPATAN
Pangkuan : Pendapatan diakui apabila terjadi transaksi yang berkaitan dengan penghasilan UMKM. Pendapatan laundry diakui pada saat kas diterima (transaksi tunai) atau saat pelanggan mengambil laundry nya
Pengukuran : Pendapatan diukur berdasarkan jumlah uang yang diterima atau yang masih harus diterima.
Penyajian : Penyajian dilakukan sesuai dengan kriteria pengakuan dan pengukuran.
Pendapatan disajikan di laporan laba rugi
PENGAKUAN BEBAN Beban Operasi:
1. Beban listrik (seminggu 50K) 2. Beban Sampah
Penyukuran : Beban apabila terjadi transaksi yang menyebabkan adanya pengeluaran kas.
Beban diakui saat sudah dibayarkan atau saat sudah terjadi pengeluaran kas
Pengakuan : Beban diukur dan dicatat sebesar jumlah uang yang dikeluarkan atau yang masih harus dibayarkan.
Penyajian : Penyajian dilakukan sesuai dengan kriteria pengakuan dan pengukuran. Beban disajikan di laporan laba rugi
Kebijakan Akuntansi 1. Umum
a. Sistem berpasangan, dengan dasar akrual basis
b. Periode akuntansi tahunan (1 Januari s.d 31 Desember) c. Pada setiap akhir bulan disusun neraca saldo
d. Dipergunakan jurnal khusus dan jurnal umum untuk mencatat transaksi e. Mata uang menggunakan rupiah
2. Pengakuan Pendapatan dan Beban
a. Pengakuan pendapatan diakui pada saat jasa telah selesai dan pelanggan telah melakukan pembayaran
b. Beban diakui pada saat terjadinya 3. Aset Tetap
a. Aset tetap dicatat sebesar biaya perolehannya
b. Aset tetap disusutkan menggunakan metode garis lurus c. Aset tetap memiliki masa manfaat ekonomis 5 tahun 4. Piutang Usaha
a. Piutang usaha disajikan sebesar jumlah tagihan 5. Pembelian
a. Setiap retur pembelian akan diperhitungkan pengurangan atas nilai hutang b. Pembelian dilakukan dengan cara tunai dan kredit
c. Termin pembayaran 2/10, n/30 6. Pengeluaran Kas
a. Pengeluaran didukung dengan bukti pengeluaran kas
b. Untuk pengeluaran kas sebesar Rp 1.000.000 atau kurang dibayar dengan dana kas kecil dan sistem pencatatannya menggunakan sistem dana tidak tetap
7. Penjualan
a. Setiap retur penjualan akan diperhitungakan pengurangan atas nilai piutang b. Penjualan dilakukan dengan cara tunai dan kredit
c. Termin pembayaran 2/10, n/30.
8. Penerimaan Kas
a. Setiap penerimaan kas akan disimpan pada rekening atau simpanan pribadi 9. Penyusutan Aktiva Tetap
a. Penyusutan Aktiva Tetap dihitung dengan metode garis lurus
b. Perhitungan dan pencatatan beban penyusutan dilakukan setiap akhir bulan 10. Persediaan
a. Terdiri dari persediaan barang jadi
b. Sistem pencatatan menggunakan sistem perpetual
Masalah:
1. Belum ada pemisahaan harta kekayaan
2. Belum melakukan pencatatan keuangan dengan baik 3. Belum ada izin usaha
Kebijakan: entitas perlu mempertimbangkan kerangka pelaporan keuangan yang akan diterapkan, apakah berdasarkan SAK EMKM atau SAK lainnya, dengan memperhatikan kemudahan yang ditawarkan dalam SAK EMKM, dan kebutuhan informasi pengguna laporan keuangan entitas tersebut.
SAK EMKM merupakan standar yang dibuat sederhana karena mengatur transaksi umum yang dilakukan oleh EMKM dan dasar pengukurannya murni menggunakan biaya historis sehingga EMKM cukup mencatat aset dan liabilitasnya sebesar biaya perolehannya
Ikhtisar kebijakan akuntansi dari UMKM Shello Laundry, yaitu : a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan usaha UMKM Shello Laundry disusun berdasarkan dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah.
b. Dasar Penyusunan
Dasar penyusunan laporan keuangan adalah biaya historis dan menggunakan asumsi dasar akrual, kelangsungan usaha dan entitas bisnis. Mata uang yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah.
c. Piutang Usaha
Piutang usaha disajikan sebesar jumlah tagihan.
d. Aset tetap
Aset tetap dicatat sebesar biaya perolehannya jika aset tersebut dimiliki secara hukum oleh entitas. Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus tanpa nilai residu. Aset tetap adalah aset yang memiliki masa manfaat atau umur ekonomis lebih dari 1 tahun.
e. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pengakuan pendapatan atas penjualan beras dan gabah diakui ketika tagihan diterbitkan atau penjualan terjadi atau pengiriman dilakukan kepada pelanggan. Beban diakui pada saat terjadinya.
f. Harga Pokok Penjualan
Harga Pokok Penjualan dihitung pada akhir periode dengan mengakumulasi seluruh biaya yang dikeluarkan selama aktivitas pencucian pakaian hingga siap diberikan kepada pelanggan atau konsumen.