PROGRAM SUPERVISI PROSES PEMBELAJARAN
(SUPERVISI AKADEMIS)
Tahun Pelajaran 2023/2024
PEMERINTAH KOTA BEKASI DINAS PENDIDIKAN
SDN AREN JAYA VII
Jl. Pulau Jawa Raya No.2 Kel. Aren Jaya Kec. Bekasi Timur Kota Bekasi Jawa Barat
KATA PENGANTAR
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, ujung tombaknya adalah satuan pendidikan (sekolah).
Setiap sekolah punya kewajiban untuk mengimplementasikan Standar Nasional Pendidikan (SNP) agar tujuan pendidikan nasional tercapai. Standar nasional pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis. Pertama, standar nasional kelompok akademik, meliputi:
(1) Standar Kompetensi Kelulusan; (2) Standar Isi; (3) Standar Proses; dan (4) Standar Penilian. Kedua, standar nasional kelompok manajerial, yang meliputi:
(1) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; (2) Standar Sarana dan Prasarana; (3) Standar Pengelolaan; dan (4) Standar Pembiayaan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan mengamanatkan agar setiap satuan pendidikan menyusun program pengawasan secara obyektif, bertanggung jawab dan berkelanjutan. Berdasar pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses menyatakan bahwa Pengawasan proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, serta tindak lanjut secara berkala dan berkelanjutan.
Pengawasan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas.
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan dilakukan melalui antara lain, diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi. Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran yang dilakukan melalui antara lain, pemberian contoh pembelajaran di kelas, diskusi, konsultasi, atau pelatihan.
Dalam hal ini Pengawasan Proses Pembelajaran selanjutnya disebut Supervisi Akademik. Terkait dengan hal di atas, maka SDN Aren Jaya VII menyusun program supervisi akademik. Penyusun berharap Program Supervisi Akademis ini dapat menjadi acuan berbagai pihak dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing untuk melakukan pengawasan proses pembelajaran di SDN Aren Jaya VII.
Penyusun,
NURHIKMAH, S.Pd
NIP. 19731004 200801 2003
DAFTAR ISI
Halaman Judul i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
A.Latar Belakang 1
B. Dasar/Landasan. 1
C. Tujuan 2
D. Prinsip-Prinsip Supervisi Akademik 2
E. Ruang Lingkup/Tahapan Supervisi Akademik 3
BAB II RENCANA PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK 5
A. Rencana Kegiatan Supervisi Akademik. 5
BAB III PENUTUP 19
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah mendeskripsikan bahwa seseorang yang diangkat menjadi kepala sekolah harus memenuhi kualifikasi dan kompetensi. Kompetensi yang dimaksud terdiri dari 5 (lima) kompetensi, yaitu: 1) kepribadian; 2) manajerial; 3) kewirausahaan; 4) supervisi; dan 5) sosial. Kompetensi Supervisi sendiri meliputi 3 (tiga) hal, yaitu: 1) merencanakan supervisi akademik; 2) melaksanakan supervisi akademik; dan 3) menindaklanjuti hasil supervisi akademik.
Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989, Glickman, et al; 2007 dalam Kemendikbud, 2014). Supervisi akademik menempati posisi strategis di suatu lembaga pendidikan.
Mengingat, lembaga pendidikan adalah lembaga yang menfokuskan kegiatannya membrrikan layanan pembelajaran. Kualitas layanan pendidikan di suatu sekolah tergantung pada kualitas proses pembelajaran di kelas. Kualitas proses pembelajaran di kelas tergantung pada kemampuan guru mengelola proses pembelajaran.
Kepala sekolah, sebagai penanggung jawab lembaga, berkewajiban menjamin dan menfasilitasi agar semua guru mampu mengelola proses pembelajaran seoptimal mungkin. Untuk itu, kepala sekolah harus melaksanakan supervisi akademik semaksimal mungkin.
Dengan supervisi akademik yang maksimal akan mendorong peningkatan kemampuan guru mengeola proses pembelajaran yang optimal.
Dalam melaksanakan supervisi akademik, kepala sekolah memulainya dengan menyusun program. Kepala Sekolah menyusun program supervisi untuk menjamin agar pelaksanaan supervisi berjalan sesuai harapan. Karena, perencanaan supervisi yang baik akan memperlancar jalannya kegiatan supervisi.
B. Dasar/Landasan.
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
1
Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496)sebagaimana telah beberapa kali terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670) 3. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang
Standar Isi;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian.
10. Program Kerja SDN Aren Jaya VII Tahun Pelajaran 2020-2021.
C. Tujuan
Sekolah menyusun program supervisi akademik adalah untuk menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan supervisi akademik di SDN Aren Jaya VII
D. Prinsip-Prinsip Supervisi Akademik
Supervisi akaemik di SDN Aren Jaya VII berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah.
2
2. Sistematis, artinya dikembangkan sesuai perencanaan program supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran.
3. Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen.
4. Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.
5. Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi.
6. Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran.
7. Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran.
8. Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran.
9. Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi akademik.
10. Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi.
11. Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang
harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor
12. Berkesinambungan (supervisi akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh Kepala sekolah).
13. Terpadu, artinya menyatu dengan program pendidikan.
14. Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik di atas
E. Ruang Lingkup/Tahapan Supervisi Akademik
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses, maka ruang lingkup pengawasan proses pembelajaran (supervisi akademik) meliputi:
1. Pemantauan.
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
Pemantauan dilakukan melalui antara lain, diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi.
2. Supervisi.
Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran
3
yang dilakukan melalui antara lain, pemberian contoh pembelajaran di kelas, diskusi, konsultasi, atau pelatihan.
3. Evaluasi.
Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara: (a) membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses, dan (b) mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran.
4. Pelaporan.
Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.
5. Tindak lanjut.
Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk: (a) Penguatan dan penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja yang memenuhi atau melampaui standar; (b) teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar; dan (c) pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti program pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.
4
BAB II RENCANA PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK TAHUN PELAJARAN 2020-2021
A. Rencana Kegiatan Supervisi Akademik.
Perencanaan supervisi akademik meliputi 4 (empat) kegiatan, yaitu: (1) menentukan tujuan supervisi akademik; (2) menentukan teknik supervisi akademik; (3) menentukan instrumen supervisi akademik; dan (4) Menentukan jadwal supervisi akademik.
1. Tujuan Supervisi Akademik Tujuan supervisi akedmik adalah:
a. Pengembangan profesionalisme
Supervisi akademik dilakukan untuk membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalnya dalam memahami akademik, kehidupan kelas, mengembangkan keterampilan mengajarnya dan menggunakan kemampuannya menggunakan teknik-teknik tertentu.
b. Pengawasan kualitas
Supervisi akademik dilakukan untuk memonitor proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan memonitor ini bisa dilakukan melalui kunjungan kepala sekolah ke kelas-kelas di saat guru sedang mengajar, percakapan pribadi dengan guru, teman sejawat, maupun dengan sebagian peserta didik
c. Penumbuhan motivasi
Supervisi akademik dilakukan untuk mendorong guru menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-
5
tugas mengajarnya, mendorong guru mengembangkan kemampuannya sendiri, serta mendorong guru agar ia memiliki perhatian yang sungguh-sungguh terhadap tugas dan tanggung jawabnya.
2. Teknik Supervisi Akademik
Teknik supervisi akademik terdiri atas dua macam, yaitu teknik supervisi individual dan teknik supervisi kelompok.
a. Teknik Supervisi Individua
Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervise perseorangan terhadap guru.Teknik supervisi individual terdiri atas lima macam yaitu kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas, dan menilai diri sendiri.
1) Kunjungan Kelas.
Kunjungan kelas dilakukan dengan tujuan untuk menolong guru dalam mengatasi masalah di dalam kelas. Observasi Kelas 2) Observasi kelas.
Observasi kelas dilakukan dengan cara mengamati proses pembelajaran secara teliti di kelas. Tujuannya adalah untuk memperoleh data obyektifitas aspek-aspek situasi pembelajaran, kesulitan-kesulitan guru dalam usaha memperbaiki proses pembelajaran. Secara umum, aspek- aspek yang diobservasi adalah usaha-usaha dan aktivitas guru-peserta didik dalam proses pembelajaran, cara menggunakan media pengajaran, variasi metode, ketepatan penggunaan media dengan materi, ketepatan penggunaan metode dengan materi, dan reaksi mental para peserta didik dalam proses belajar mengajar.
3) Pertemuan Individual.
Pertemuan individual adalah satu pertemuan, percakapan, dialog, dan tukar pikiran antara supervisor dan guru.
Tujuannya adalah: (1) memberikan kemungkinan pengembangan jabatan guru melalui pemecahan kesulitan yang dihadapi; (2) mengembangkan pelaksanaan pembelajaran yang lebih baik; (3) memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan pada diri guru; dan (4) menghilangkan atau menghindari segala prasangka.
6
4) Kunjungan Antar Kelas.
Kunjungan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain di sekolah itu sendiri. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dalam pembelajaran.
b. Teknik Supervisi Kelompok
Teknik supervisi kelompok adalah satu cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih.
Guru-guru yang diduga, sesuai dengan analisis kebutuhan, memiliki masalah atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama dikelompokkan atau dikumpulkan menjadi satu/bersama-sama. Kemudian kepada mereka diberikan layanan supervisi sesuai dengan permasalahan atau kebutuhan yang mereka hadapi.
Ada 13 (tiga belas) teknik supervisi kelompok yaitu:
1) kepanitiaan-kepanitiaan, 2) kerja kelompok,
3) laboratorium dan kurikulum, 4) membaca terpimpin,
5) demonstrasi pembelajaran, 6) darmawisata, kuliah/studi, 7) diskusi panel,
8) perpustakaan,
9) organisasi profesional,
10) buletin supervisi, 11) pertemuan guru, 12) lokakarya atau konferensi kelompok.
Pemilihan teknik supervisi akademik di SDN Aren Jaya VII adalah sebagai berikut:
a. Tahap Pemantauan
Sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses, pemantauan dilakukan melalui teknik antara lain: diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi. Di SDN Aren Jaya VII, teknik yang digunakan pada tahap pemantauan adalah sebagai berikut:
1) Pemantauan Perencanaan Pembelajaran.
7
Pemantauan perencanaan pembelajaran menggunakan teknik dokumentasi, yaitu dengan melihat dan meneliti dokumen perencanaan pembelajaran yang disusun oleh masing-masing guru.
2) Pemantauan Pelaksanaan Pembelajaran;
Pemantauan pelaksanaan pembelajaran menggunakan teknik pengamatan atau observasi kelas, yaitu dengan melihat pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh masing-masing guru.
3) Pemantauan Penilaian Hasil Belajar
Pemantauan penilaian hasil pembelajaran menggunakan teknik dokumentasi, yaitu dengan melihat dan meneliti dokumen penilaian hasil pembelajaran yang disusun oleh masing-masing guru.
b. Tahap Supervisi
Sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses, supervisi dilakukan melalui teknik antara lain: pemberian contoh pembelajaran di kelas, diskusi, konsultasi, atau pelatihan. Di SDN Aren Jaya VII, teknik yang digunakan pada tahap supervisi adalah sebagai berikut:
1) Supervisi Perencanaan Pembelajaran.
Supervisi perencanaan pembelajaran menggunakan teknik supervisi kelompok berupa pelatihan. Dalam hal ini sekolah bisa memanfaatkan nara sumber dari guru senior, kepala sekolah, atau pengawas sekolah.
2) Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran;
Supervisi pelaksanaan pembelajaran menggunakan teknik diskusi atau konsultasi, yang kemudian dilanjutkan dengan observasi kelas. Dalam hal ini kepala sekolah menggunakan pendekatan supervisi klinis,
3) Supervisi Penilaian Hasil Belajar
Supervisi penilaian hasil pembelajaran menggunakan teknik teknik supervisi kelompok berupa pelatihan. Dalam hal ini sekolah bisa memanfaatkan nara sumber dari guru senior, kepala sekolah, atau pengawas sekolah.
8
3. Instrumen Supervisi Akademik
Instrumen supervisi merupakan bagian penting dalam pelaksanaan supervisi. Dengan bantuan instrumen, supervisor dapat melaksanakan supervisi dengan baik. Instrumen yang baik dapat menghasilkan data yang valid. Agar isntrumen dapat mengukur pencapaian standar nasional, Instrumen supervisi akademik harus dikembangkan berdasarkan standar nasional, terutama Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian.
SDN Aren Jaya VII mengembangkan 3 (tiga) jenis instrumen, yaitu: (1) instrumen perencanaan pembelajaran; (2) instrumen pelaksanaan pembelajaran; dan (3) instrumen penilaian hasil belajar.
a. Instrumen Perencanaan Pembelajaran.
Instrumen Perencanaan Pembelajaran mempunyai komponen- komponen dan indikator-indikator sebagai berikut:
No
. Komponen Indikator
A. Kepemilikan dokumen perangkat pembelajara n
1. Kalender Pendidikan a. ada kalender pendidikan
b. ada pengesahan dari kepala sekolah 2. Rencana Pekan Efektif
a. ada perhitungan pekan efektif
b. ada perhitungan pekan efektif terganggu c. ada perhitungan jam tatap muka efektif 3. Program Tahunan
a. program semester ganjil b. program semester genap 4. Program Semester
a. kompetensi dasar/indikator b. distribusi waktu
B Silabus 1. Identitas Sekolah
2. Identitas Mata Pelajaran 3. Kelas
4. Kompetensi Inti a. sikap spiritual b. sikap sosial b. pengetahuan c. Keterampilan 5. Kompetensi Dasar a. pengetahuan b. Keterampilan 6. Materi Pokok
a. memuat fakta, konsep, prinsip, prosedur yang relevan b. ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan indikator
9
6. Pembelajaran
a. memuat aktivitas peserta didik
b. memuat materi yang dipelajari peserta didik c. memadai untuk mencapai KD
d. menggambarkan penerapan metode/model pembelajaran tertentu
No .
Komponen Indikator
7. Penilaian:
a. mencantumkan penilaian sikap
b. mencantumkan teknik penilaian sikap yang sesuai c. mencantumkan penilaian pengetahuan
d. mencantumkan teknik penilaian pengetahuan yang sesuai
e. mencantumkan penilaian keterampilan
f. mencantumkan teknik penilaian keterampilan yang sesuai
8. Alokasi Waktu 9. Sumber Belajar C
Rencana Pelaksanaan Pembelajara n (RPP)
1. Identitas Sekolah
2. Identitas Mata Pelajaran 3. Kelas/Semester
4. Materi Pokok 5. Alokasi Waktu
6. Tujuan Pembelajaran
a. sikap spiritual b. sikap sosial
b. pengetahuan c. Keterampilan
7. Kompetensi Dasar a. pengetahuan b. Keterampilan
8. Indikator Pencapaian Kompetensi a. pengetahuan
1) mencantumkan indikator pengetahuan
2) memuat unsur kata kerja operasional dan materi 3) memadai untuk mencapai kompetensi dasar b. Keterampilan
1) mencantumkan indikator keterampilan
2) memuat unsur kata kerja operasional dan materi 3) memadai untuk mencapai kompetensi dasar 9. Materi Pelajaran
a. memuat fakta, konsep, prinsip, prosedur yang relevan b. ditulis dalam bentuk butir-butir
c. keluasan dan kedalamannya untuk memadai untuk mencapai KD
d. mencantumkan materi remidial e. mencantumkan materi pengayaan
10
10. Metode Pembelajaran
a. mencantumkan metode atau model tertentu
b. metode yang dipilih sesuai dengan kompetensi yang dipelajari
11. Media Pembelajaran
a. mencantumkan media pembelajaran
b. media yang dipilih sesuai dengan kompetensi yang dipelajari
No .
Komponen
Indikator
b. mencantumkan alat/perangkat keras yang digunakan b. mencantumkan bahan/perangkat lunas yang digunakan
12. Sumber Belajar
a. mencantumkan sumber belajar dari buku siswa (buku teks)
b. mencantumkan sumber belajar lain selain buku siswa (buku teks)
c. mencantumkan sumber belajar berbasis TIK 13. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Pendahuluan
1) menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran 2) memberi motivasi belajar kepada peserta didik 3) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
4) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
5) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
b. Kegiatan Inti
1) memuat aktivitas yang mengembangkan aspek sikap, mulai dari menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, hingga mengamalkan
2) memuat aktivitas yang mengembangkan aspek pengetahuan, melalui aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta
3) memuat aktivitas yang mengembangkan aspek keterampilan, melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.
4) mendeskripsikan penggunaan model/metode tertentu
5) mendeskripsikan aktivitas siswa sesuai model/metode tertentu
6) mendeskripsikan aktivitas guru sesuai model/metode tertentu
7) model/metode sesuai dengan materi yang dipelajari
8) mendeskripsikan pemanfaatan media yang direncanakan
9) mendeskripsikan pemanfaatan sumber belajar
11
yang ada
10) mendeskripsikan penilaian proses
c. Penutup
1) memuat aktivitas evaluasi terhadap jalannya pembelajaran
2) memuat aktivitas refleksi/umpan balik proses dan hasil belajar
3) memuat aktivitas pemberian tindak lanjut berupa pemberian tugas, baik individu atau kelompok
4) informasi tentang kegiatan pembelajaran berikutnya
15 Penilaian
a. Teknik Penilaian No
.
Komponen
Indikator
1) mencantumkan teknik penilaian sikap 2) teknik penilaian sikap yang dipilih sesuai
kompetensi
3) mencantumkan teknik penilaian pengetahuan 4) teknik penilaian pengetahuan yang dipilih
sesuai indikator
5) mencantumkan teknik penilaian keterampilan 6) teknik penilaian sikap yang dipilih sesuai indikator
b. Instrumen Penilaian
1) mencantumkan instrumen penilaian sikap
2) instrumen penilaian sikap sesai dengan tekniknya 3) mencantumkan instrumen penilaian pengetahuan 4) instrumen penilaian pengetahuan yang dipilih
sesuai dengan tekniknya
5) mencantumkan instrumen penilaian keterampilan 6) instrumen penilaian sikap yang dipilih sesuai
tekniknya
c, Pedoman penilaian
1) memuat pedoman penilaian pengetahuan 2) memuat pedoman penilaian keterampilan 15 Pembelajaran Remidial dan Pengayaan
a. Pembelaran Remidial
1) mencantumkan kriteria peserta didik yang diremidi
2) mencantumkan bentuk kegiatan remidial a. Pembelaran Pengayaan
1) mencantumkan kriteria peserta didik yang diberi pengayaan
2) mencantumkan bentuk kegiatan pengayaan
b. Instrumen Pelaksanaan Pembelajaran.
Instrumen Pelaksanaan Pembelajaran mempunyai komponen- komponen dan indikator-indikator sebagai berikut:
Kompone
n Sub Komponen
Kelengkapan Guru membawa bahan ajar
12
Diri Guru membawa perangkat pembelajaran Guru membawa media pembelajaran Guru membawa jurnal mengajar
Guru membawa daftar hadir dan daftar nilai Kegiatan
pendahuluan
menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran
memberi motivasi belajar kepada peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
menyampaikan cakupan materi
menyampaikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Komponen Sub Komponen
Pengelolaan Kelas Guru dapat menjadi teladan yang baik bagi peserta didik dalam menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Guru dapat menjadi teladan bagi peserta didik dalam menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), dan santun.
Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk peserta didik dan sumber daya lain sesuai dengan tujuan dan karakteristik proses pembelajaran
Volume dan intonasi suara guru dalam proses
pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik.
Guru menggunakan kata-kata santun, lugas dan mudah dimengerti oleh peserta didik
Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung
Guru mendorong dan menghargai peserta didik untuk bertanya dan mengemukakan pendapat
Guru memanfaatkan media pembelajaran untuk menfasilitasi siswa mencapai kompetensi
Guru memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk menfasilitasi peserta didik mencapai kompetensi Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan
Kegiatan inti Penerapan
Pendekatan Saintifik
Menyampaikan informasi atau menayangkan
gambar/video untuk menstimulasi peserta didik pada materi/kompetensi yang sedang dipelajari
Menfasilitasi peserta didik merumuskan pertanyaan sesuai dengan materi atau kompetensi yang dipelajari Mengorganisasi peserta didik dalam kelompok belajar Membimbing kelompok belajar mengumpulkan
informasi sesuai masalah yang telah dirumuskan Membimbing kelompok belajar mengolah informasi
13
guna menjawab/memecahkan masalah yang telah dirumuskan.
Membimbing kelompok belajar menyajikan hasil kerja/karyanya.
Pengembangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
Menfasilitasi peserta didik mengembangkan aspek sikap spiritual sesuai dengan yang tertera di RPP
Menfasilitasi peserta didik mengembangkan aspek sikap sosial sesuai dengan yang tertera di RPP
Menfasilitasi peserta didik mengembangkan aspek pengetahuan sesuai dengan materi yang dipelajari Menfasilitasi peserta didik mengembangkan aspek keterampilan sesuai dengan RPP
Penguasaan Materi
Kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran
Kemampuan mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang diintegrasikan secara relevan dengan
perkembangan iptek dankehidupan nyata
Komponen Sub Komponen
Menyajikan materi dalam tema secara sistematis dan gradasi (dari mudah ke sulit; dari konkter ke abstrak) Pemanfaatan
media
pembelajaran dan sumber belajar
menunjukkan keterampilan dalam pemanfaatan sumber belajar
menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran
Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran
Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar
Penggunaan bahasa
Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar Menyampaikan pesan dan gaya yang sesuai Penilaian Otentik
Mengamati sikap dan perilaku peserta didik dalam mengikuti pembelajaran
Melakukan penilaian keterampilan peserta didik dalam melakukan aktivitas individu/kelompok
Mendokumentasikan hasil pengamatan sikap perilaku dan keterampilaan peserta didik
Kegiatan penutup melakukan evaluasi dan menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung jalannya proses pembelajaran melakukan penilaian proses atau hasil pembelajaran melakukan refleksi dan umpan balik terhadap proses pembelajaran
melakukan tindak lanjut (remidi/pengayaan) atau memberi tugas individu/kelompok
menyampaikan informasi terkait dengan pembelajaran pertemuan berikutnya
c. Instrumen Peniliaan Hasil Pembelajaran.
Instrumen Penilaian Hasil Pembelajaran mempunyai komponenkomponen dan indikator-indikator sebagai berikut:
No
. Komponen Indikator
A. Kriteria 1. Identitas
14
Ketuntasan Minimal
2. KD, Indikator 3. perhitungan intake
4. perhitungan kompleksitas 5. perhitungan daya dukung 6. perhitungan KKM KD
7. perhitungan KKM mata pelajaran 8. Pengesahan
B Penilaian Sikap 1. Program Penilaian Sikap Spiritual
a. Kompetensi Dasar/Indikator Pencapaian Kompetensi
b. Butir nilai sikap spiritual c. Teknik penilaian sikap spiritual d. Pengesahan
2. instrumen/rubrik penilaian sikap spiritual a. tanggal diisi lengkap
No
. Komponen
Indikator
b. nama peserta didik diisi lengkap c. catatan perilaku diisi lengkap d. butir sikap diisi lengkap e tindak lanjut diisi lengkap 3. rekap daftar nilai sikap spiritual
a. terdapat nilai untuk setiap butir sikap spiritual
b. terdapat nilai akhir untuk setiap butir sikap spiritual
4 Program Penilaian Sikap Sosial
a. Kompetensi Dasar/Indikator Pencapaian Kompetensi
b. Butir nilai sikap sosial
c. Teknik penilaian sikap spiritual d. Pengesahan
5 instrumen/rubrik penilaian sikap sosial a. tanggal diisi lengkap
b. nama peserta didik diisi lengkap c. catatan perilaku diisi lengkap d. butir sikap diisi lengkap e tindak lanjut diisi lengkap 6 daftar nilai sikap sosial
a. terdapat nilai untuk setiap butir sikap sosial b. terdapat nilai akhir untuk setiap butir sikap
sosial C
Penilaian Pengetahuan
1. program penilaian pengetahuan a. Kompetensi Dasar
b. Materi pokok
c. Indikator Pencapaian Kompetensi d. teknik penilian
e. Pengesahan
2. kisi-kisi Penilaian Harian
15
a. Kompetensi Dasar b. materi
c. indikator soal d. bentuk soal
e. pedoman penilaian
4. kartu soal Penilaian Harian a. Kompetensi Dasar
b. materi
c. indikator soal d. butir soal e. kunci jawaban
5. naskah soal Penilaian Harian
2. kisi-kisi Penilaian Tengah Semester/Akhir Semester
a. Kompetensi Dasar b. materi
No .
Komponen
c.
Indikator indikator soal
d. bentuk soal
e. pedoman penilaian
4. kartu soal Penilaian Tengah Semester/Akhir Semester
a. Kompetensi Dasar b. materi
c. indikator soal d. butir soal e. kunci jawaban
5. naskah soal Penilaian Tengah Semester/Akhir Semester
6. daftar nilai pengetahuan a. Penilaian Harian setiap KD b. Penilaian Tengah Semester
c. Penilaian Akhir Semester d. Nilai Akhir
D Analisis Hasil Penilaian, Remidi, dan Pengayaan
1. Kartu Analisis
a. identitas mata pelajaran b. identitas peserta didik
c. skor perolehan peserta didik d. ketuntasan peserta didik 2. Hasil Analisis
a. ketuntasan belajar b. kesimpulan/rekomendasi 3. Program Kegiatan Remidi
16
a. identitas mata pelajaran
b. tujuan dan sasaran kegiatan remidi c. bentuk kegiatan remidi
d. kegiatan guru
e. kegiatan peserta didik
f. Waktu dan tempat pelaksanaan g. sumber belajar
h. lampiran (tugas atau soal) 4. Hasil Kegiatan Remidi
a. identitas mata pelajaran b. identitas peserta didik
c. ketercapaian hasil belajar d. ketuntasan belajar
5. Pengayaan
a. identitas mata pelajaran
b. tujuan dan sasaran kegiatan pengayaan c. bentuk kegiatan pengayaan
d. kegiatan guru
e. kegiatan peserta didik No
.
Komponen
f.
Indikator Waktu dan tempat pelaksanaan g. sumber belajar
h. lampiran (tugas atau soal) E
Penilaian Keterampilan
1. Program Penilaian Keterampilan a. Kompetensi Dasar
b. Indikator Pencapaian Kompetensi dan Materi c. Jenis Keterampilan yang dinilai
d. Teknik penilaian keterampilan yang digunakan
e. Pengesahan
2. instrumen/rubrik penilaian keterampilan a. Nama peserta didik
b. Aspek Keterampilan yang dinilai c. Skor Perolehan
d. Nilai Akhir 3. daftar nilai keterampilan
a. setiap KD menggunakan teknik tertentu b. Ada nilai setiap KD
d. Nilai Akhir e. Predikat
17
BAB III PENUTUP
Program Supervisi Akademik SDN Aren Jaya VII Jombang ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi sekolah serta kondisi psikologis pendidik di sekolah. Harapannya, guru tidak lagi merasa terbebani dengan adanya supervisi akademis. Justru sebaliknya, guru merasa tertantang untuk disupervisi karena ia akan memperoleh balikan dan masukan demi perbaikan pembelajarannya di masa mendatang.
Program ini dapat berjalan dengan lancar bila semua guru mendukungnya. Untuk itu, guru perlu meningkatkan kesadaran pentingnya supervisi akademis untuk meningkatkan profesionalisme
18
guru itu sendiri. Selain itu, guru juga perlu menyadari bahwa supervisi akademis tidak selalu harus dilakukan oleh kepala sekolah. Guru Senior dapat membantu tugas-tugas supervisi akademis itu.
Penyusun menyadari bahwa program ini belum sempurna. Kritik dan saran demi perbaikan program ini sangat kami harapkan.
19
SUPERVISI
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH (DARING)
1. Nama Sekolah : ………
2. Nama Guru : ………
3. Mata Pelajaran : ………
4. Kelas/Semester : ………
5. Hari/Tanggal : ………
6. Kompetensi Dasar : ………
………
………
7. Indikator : ………
………
………
………
NO ASPEK YANG DINILAI
SKOR
1 2 3 4 5
I PRA PEMBELAJARAN (KEGIATAN AWAL)
1 Memeriksa kesiapan siswa (dengan mengecek daftar hadir daring)
2 Melakukan kegiatan apersepsi II KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A Penguasaan Materi Pembelajaran
3 Menunjukkan penguasaan materi Pembelajaran 4 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang
relevan
5 Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai dengan hierarki belajar
6 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan B Pendekatan/Strategi Pembelajaran
7 Melaksanakan pembelajaran jarak jauh (daring) sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
8 Melaksanakan pembelajaran secara runtut 9 Menguasai kelas daring
10 Melaksanakan pembelajaran yang kontekstual 11 Melaksanakan pembelajaran yang
memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif 12 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi
waktu yang direncanakan
C Pemanfaatan Sumber Belajar/Media Belajar 13 Menggunakan media IT secara efektif dan efisien 14 Menghasilkan pesan yang menarik
15 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan berbagai media IT 16 Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam
Pembelajaran
17 Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon Siswa
18 Menumbuhkan keceriaan dan antusias siswa dalam belajar
D Penilaian proses dan hasil belajar
19 Memantau kemajuan belajar selama Pembelajaran
20 Melakukan penilaian akhir sesuai dengan Tujuan E Penggunaan Bahasa
21 Menggunakan bahasa lisan (audio) dan tulis secara jelas, baik dan benar
22 Menyampaikan pesan dengan gaya yang Sesuai F KEGIATAN AKHIR (PENUTUP)
23 Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
24
Melakukan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas sebagai remidi/pengayaan
JUMLAH SKOR PEROLEHAN
SKOR MAKSIMAL NILAI KUALIFIKASI
KUALIFIKASI :
A.Baik Sekali : 86% ≤
B.Baik : 70% - 85%
C.Cukup : 55% - 69%
D.Kurang : di bawah 55%
Saran Pembinaan :
... ...
... ...
...
...
...
...
Jogoroto, ……….
Supervisor, Yang disupervisi,
……… ………