• Tidak ada hasil yang ditemukan

Projeck Konten – Adab Ziarah Kubur

N/A
N/A
Nining Wahyuni

Academic year: 2024

Membagikan "Projeck Konten – Adab Ziarah Kubur"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Projeck Konten – Adab Ziarah Kubur

Sumber: https://muslim.or.id/7803-adab-islami-ziarah-kubur.html Copyright © 2024 muslim.or.id

Sumber https://rumaysho.com/14599-doa-ziarah-kubur-dan-faedahnya.html https://bimbinganislam.com/doa-ziarah-kubur-serta-adab-dan-rambu-rambunya/

Adab adab ziarah kubur

1. Berniat ikhlas Lillahita’ala dan semata mata untuk mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu

‘alaihi wasallam

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya amal-amal ibadah bergantung pada niatnya.” [ HR. Bukhari dan Muslim ] Ingatlah selalu hikmah disyari’atkannya ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran dan mengingat kematian.

2. Melepas alas kaki ketika memasuki kompleks pekuburan kaum muslimin.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seseorang berjalan di antara kuburan muslimin dengan sendalnya. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkannya untuk menanggalkan sandal tersebut. Maka dia dengan segera melemparkan kedua

sandalnya. [ HR. Abu Dawud ]

3. Tidak duduk di atas kuburan dan menginjaknya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur”

4. Mengucapkan salam dan Mendoakan mayit.

Mendoakan mayit jika dia seorang muslim, memohon rahmat dan maghfirah bagi penghuni kubur. Adapun jika mayit adalah orang kafir, maka tidak boleh mendo’akannya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan para sahabat yang hendak ziarah kubur do’a berikut ini:

ُمُكَلَو اَنَل َهللا ُلَأْسَأ َنوُقِحَلَل ْمُكِب ُهللا َءاَش ْنِإ اَنِإَو َنيِمِلْسُمْلاَو َنيِنِمْؤُمْلا َنِم ِراَيِدلا َلْهَأ ْمُكْيَلَع ُمَلَسلا

َةَيِفاَعْلا

ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIIN WAL MUSLIM, WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN, WA AS-ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL

‘AAFIYAH.

“Semoga kesejahteraan bagi kalian wahai penghuni kubur, dari kalangan

mukminin dan muslimin, kami InsyaAllah akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan kalian.”

[ HR. Muslim ]

5. Boleh mengangkat tangan ketika mendoakan mayit tetapi tidak boleh menghadap kuburnya ketika mendoakannya.

(2)

Namun yang dituntunkan adalah menghadap kiblat. Dalam riwayat lain dari Aisyah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika melakukan ziarah kubur ke pekuburan Baqi’, beliau berdoa sambil berdiri lama dan mengangkat tangan. Hal ini menunjukkan bahwa doa sambil berdiri itu lebih sempurna dibanding sambil duduk.

6. Tidak mengucapkan Al-Hujr.

Tidak mengucapkan Al-Hujr (perkataan buruk/bathil) dan tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh syariat.

“Dan aku juga pernah melarang kalian berziarah kubur. Barangsiapa yang ingin berziarah, maka berziarahlah dan jangan mengucapkan kata-kata kotor” [ HR. An- Nasa’i ]

7. Boleh Menangis, tetapi tidak meratapi mayit.

Menangis yang wajar diperbolehkan sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis ketika menziarahi kubur ibu beliau sehingga membuat orang- orang disekitar beliau ikut menangis. Tetapi jika sampai tingkat meratapi mayit, menangis dengan histeris, menampar pipi, merobek kerah, maka hal ini

diharamkan.

Perlu diperhatikan:

 Hikmah disyariatkannya ziarah kubur adalah untuk mengambil pelajaran dan mengingat akhirat, bukan untuk tabarruk kepada mayit meskipun dia dahulu orang shalih.

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah mengatakan : “(Hendaknya) tujuan

ziarahnya adalah untuk mengambil pelajaran, nasihat, dan mendoakan mayit. Jika tujuannya adalah untuk tabarruk dengan kubur, atau melakukan ritual

penyembelihan di sana, dan meminta mayit untuk memenuhi kebutuhannya dan mengeluarkannya dari kesulitan, maka ini ziarah yang bid’ah lagi syirik.” (Al- Mulakhkhas Al-Fiqhi, hal. 248, Daarul Atsar)

 Tidak ada waktu istimewa untuk ziarah kubur. Ziarah kubur itu dianjurkan setiap waktu. Siang hari bisa dilakukan ziarah kubur, begitu pula di malam hari. Dalam suatu riwayat dalam shahih Muslim dalam hadits Aisyah disebutkan bahwa

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan ziarah kubur di malam hari di pekuburan Baqi’.

 Tidak boleh mengkhususkan waktu-waktu tertentu untuk berziarah karena hal itu tidak ada dalilnya. Kapan saja ziarah itu dibutuhkan, maka berziarahlah. Termasuk pengkhususan waktu ziarah kubur di hari Jumat dan di hari ied (Idul Fitri) tidak ada dasarnya.

 Diantara hal yang tidak ada tuntunannya juga adalah kebiasaan menabur bunga di atas kuburan.

Penta’liq Matan Abi Syuja’ –kitab fikih madzhab Syafi’i- berkata : “Diantara bid’ah yang diharamkan adalah menaburkan/meletakkan bunga-bunga di atas jenazah atau kubur karena hanya buang-buang harta.” (Ta’liq Matan Al Ghayah Wat Taqrib Fi Fiqhis Syafi’I, hal. 106, Daar Ibnu Hazm)

 Seseorang tidak perlu melakukan safar (perjalanan jauh) demi berziarah kubur.

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, RasulullahShallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

(3)

“Tidaklah boleh mengadakan perjalanan (dengan tujuan ibadah) kecuali untuk mengunjungi tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha” [ HR. Bukhari dan Muslim ]

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla agar menjadikan amal ini sebagai amalan yang memberatkan timbangan kebaikan di hari perhitungan kelak dan memberikan manfaat kepada kaum muslimin dengannya. Aamiin. Wallahu Ta’ala a’lam. Walhamdu lillahi Rabbil ‘aalamin.

Referensi

Dokumen terkait

Saluran distribusi adalah menyampaikan barang dari produsen sampai ke tangan konsumen agar konsumen dengan mudah untuk memenuhi kebutuhannya, dalam melakukan saluran

Konsumen Dalam Hal Ini Bukan Hanya Melakukan Kegiatan Konsumsi Untuk Memenuhi Kebutuhannya Saja, Melainkan Berperan Dalam Penyediaan Faktor Produksi Yang Akan

Untuk memenuhi semua kebutuhannya, sebagian besar rumah tangga petani pada lahan rawa lebak melakukan diversifikasi usaha, dengan cara melakukan penganekaragaman jenis

Penulis menemukan solusi atas kesulitan yang dialami saat melakukan rekapan mengenai angket yaitu dengan meminta bantuan tim sales untuk memastikan, melakukan pemeriksaan

Manusia setiap harinya selalu berhadapan dengan segala macam kebutuhan. Tak jarang masyarakat melakukan pinjaman untuk memenuhi kebutuhannya. Untuk membantu masyarakat

Untuk memenuhi semua kebutuhannya, sebagian besar rumah tangga petani pada lahan rawa lebak melakukan diversifikasi usaha, dengan cara melakukan penganekaragaman jenis

dan Aris). Perekonomian rumah tangga merupakan kemampuan keluarga tersebut untuk melakukan kegiatan ekonomi atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam memenuhi

Berkelanjutan suistanability merupakan melakukan pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa harus mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya dengan mempertimbangkan