• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Skripsi Manajemen Sumberdaya Perikanan: Budidaya Ikan Nila dan Pertanian Perikanan Terpadu

N/A
N/A
MATEK 2017

Academic year: 2025

Membagikan "Proposal Skripsi Manajemen Sumberdaya Perikanan: Budidaya Ikan Nila dan Pertanian Perikanan Terpadu"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Abdul Azis NIM. 1711001

PROPOSAL SKRIPSI

Sebagai Syarat Untuk Menyusun Skripsi Program Studi Manajemen Sumberdaya Perikanan

Diajukan Oleh:

PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SINJAI TAHUN 2023

i

(2)

DAFTAR ISI

SAMPUL... i

HALAMAN JUDUL...ii

HALAMAN PERNYATAAN...iii

LEMBAR PERSETUJUAN...iv

HALAMAN PENGESAHAN... v

KATA PENGANTAR...vi

ABSTRAK... vii

ABSTRACT...viii

DAFTAR ISI...ix

DAFTAR TABEL...x

DAFTAR GAMBAR... xi

DAFTAR LAMPIRAN... xii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang... 1

B. Tujuan Penelitian...3

C. Rumusan Masalah... 4

D. Manfaat Masalah... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 5

A. Definisi Dan Morfologi Ikan Nila...5

B. Pola Pertmbuhan Ikan Nila...6

C. Kolam Tanah Budidaya Ikan Nila...7

BAB III METODE PENELITIAN...9

A. Waktu Dan Tempat Penelitin...9

B. Metode Penelitin...9

C. Alat Dan Bahan...9

D. Pelaksanaan Penelitian... 9

E. Parameter Pengamatan...11

DAFTAR PUSTAKA...12

ii

(3)
(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Implementasi keterpaduan aktivitas usaha utama dan sampingan dengan konsep pertanian perikanan terpadu dapat meningkatkan partisipasi wirausaha di pedesaan. Bentuk kegiatan pengembangan ekonomi dapat meliputi pertanian dan holikuntur, perikanan, peternakan, usaha bahan bangunan, dan sebagainya.

Perairan laut Indonesia mempunyai sumber daya hayati dengan potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan. Sumber daya hayati laut terutama ikan merupakan sumber pangan utama kedua setelah pertanian. Ikan merupakan salah satu hasil laut utama dan selama ini menjadi sumber protein penting bagi Masyarakat. Dibandingkan dengan daging dan susu, ikan merupakan sumber protein yang lebih baik untuk Kesehatan selain harganya yang relatif murah.

Setiap usaha pemanfaatan sumberdaya perikanan perlu memperhatikan kelangsungan sumber daya, stok, dan populasi ikan.

Kegiatan pengembangan usaha budidaya ikan nila bisa menjadi salah satu kegiatan pengembangan ekonomi yang dapat dilakukan. Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang memiliki prospek yang cukup besar dan baik untuk dikembangkan. Ikan nila juga termasuk salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki kemampuan adaptasi diri yang baik, sehingga menjadi komoditas unggul bagi budidaya perikanan di Indonesia (Adi dan Suryana, 2023).

Salah satu faktor pendukung dalam keberhasilan budidaya ikan nila adalah pertumbuhan ikan yang menunjang pada ketersediaan pakan. Kestabilan peningkatan hasil produksi ikan nila dapat dilakukan melalui budaya secara intensif dengan memperhatikan berbagai aspek pendukung keberlangsungan hidup ikan. Pertumbuhan adalah pertambahan berat atau isi sesuai dengan peruhan waktu. Pertumbuhan ikan dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

1

(5)

Faktor eksternal antara lain ketersediaan makanan bagi ikan dan kondisi lingkungan perairan (Sibagariang et al., 2020).

Pola pertumbuhan ikan dapat dipengaruhi oleh faktro internal dan eksternal. Faktor internal meliputi keturunan dan jenis kelamin. Faktor eksternal meliputi kondisi biologis dan lingkungan seperti, suhu, derajat keasaman (pH) letak geografis, Teknik sampling perkembangan gonad dan ketersediaan pakan.

Pola pertumbuhan ikan nila memiliki peranan penting dalam mencapai hasil yang optimal dama budidaya perikanan. Dalam budidaya ikan nila salah satu faktor pendukung dalam keberhasilan budidaya ikan nila adalah pola pertumbuhan ikan yang baik yang biasanya dapat dipengaruhi oleh kualitas air, pakan dan cara pedederan (penaburan benih). Pertumbuhan dapat dianggap sebagai suatu proses metabolisme pakan yang diakhiri dengan penyusunan unsur- unsur tubuh (Sibagariang etal., 2020).

Kualitas air juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pola pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan yang dibudidayakan. Kualitas air merupakan komponen vital untuk pertumbuhan ikan, sehingga kulitas air yang kurang baik akan mengakibatkan pertumbuhan ikan menjadi terganggu dan lambat (Indrianti dan Hafiludin, 2022).

Kolam sebagai wadah budidaya merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan usaha budidaya ikan nila. Kolam berfungsi sebagai habitat buatan yang sengaja dibuat agar ikan dapat hidup, tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kolam merupakan perairan yang sengaja dibuat dengan luas terbatas agar mudah dalam melakukan pemantauan (Patahiruddin et al., 2023).

Kolam tanah sebagai salah satu metode budidaya ikan nila, memberikan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan. Keberhasilan budidaya ikan nila pada kolam tanah tergantung pada desain yang tepat, manajemen air yang baik, dan pemantauan secara teratur terhadap kualitas air.

(6)

3

Kolam tanah merupakan tempat tumbuh serta berkembangnya organisme yang mendukung kehidupan ikan. Salah satunya adalah plankton yang dapat berguna sebagai pakan alami untuk ikan (Patahiruddin et al., 2023).

Dengan adanya peningkatan kesadaran akan keberlanjutan sumber daya perairan, penting untuk mengintegrasikan praktik budidaya ikan yang ramah lingkungan. Pemanfaatan pola pertumbuhan ikan dnila dikolam tanah menjadi salah satu langkah menuju pertanian perikanan yang berkelanjutan.

Sebagai hasilnya, penelitian dan inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang pola pertumbuhan ikan nila dalam konteks budidaya perikanan, khususnya di kolam tanah. Dengan menggabungkan pengetahuan ilmiah, teknologi terbaru, dan praktik budidaya yang berkelanjutan, diharapkan bahwa budidaya ikan nila di kolam tanah dapat menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani di masa depan.

Berdasarkan penejelasan dari latar belakang diatas, maka akan dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pola pertumbuhan ikan nila di kolam tanah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap kualitas pemberian pakan dan kualitas air terhadap pola pertumbuhan ikan nila. Hal ini bertujuan agar ikan nila yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik dan memperoleh hasil budidaya yang baik.

B. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pola pertumbuhan ikan nila di kolam tanah di desa turungan baji kecamatan sinjai barat.

(7)

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu:

1. Bagaimana pengaruh pemberian pakan terhadap pola pertumbuhan ikan nila di kolam tanah di desa turungan baji

2. Bagaimana pengaruh kualitas air terhdap pola pertumbuhan ikan nila di kolam tanah di desa turungan baji

3. Bagaimana pengaruh kolam tanah terhadap pola pertumbuhan ikan nila D. Manfaat Penelitian

Sejalan dengan permasalahan dan tujuan yang diteliti, maka manfaat dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Sebagai referensi dan bahan pertimbangan bagi pemerintah dan pembudidaya agar usaha budidaya yang dilakukan semakin baik.

2. Penelitian ini dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai faktor- faktor yang dapat mempengaruhi pola pertumbuhan ikan nila. Dengan pemahaman yang lebih baik, petani ikan nila dapat mengoptimalkan praktek budidaya ikan nila.

3. Penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai bagaimana kuliatas pakan dan air yang sesuai yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan ikan nila.

4. Sebagai bahan refrensi bagi mahasiswa maupun civitas akademik untuk penelitian lebih lanjut mengenai pola pertumbuhan ikan kolam.

(8)

BAB II KAJIAN TEORI A. Definisi Dan Morfologi Ikan Nila

Ikan nila adalah salah satu ikan air tawar yang memiliki nilai konsumsi yang cukup tinggi. ikan nila berasal dari sungai nil dan danau- danau disekitarnya, dan saat ini tersebar di lima benua beriklim tropis dan subtropis. Ikan nila tidak dapat bertahan dengan baik diwilayah yang dingin (Suprianto et al., 2018).

Ikan nila merupakan salah satu komudita perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Ikan nila bukan asli perairan Indonesia, melainkkan dari afrika.

Menurut sejarah, ikan nila berasal dari Afrika kemudian ikan nila pertama kali di datangkan dari Taiwan dibalai penelitian Air Tawar Bogor pada tahun 1969. Setelah melalui masa penelitian dan adaptasi, ikan ini di sebarluaskan kepada petani di seluruh Indonesia dan di katakan ikan Nila berdasarkan ketetapan Direktor jenderal perikanan tahun 1972. Jadi nama ikan nila di berikan oleh pemerintah Indonesia. Nama ini di ambil dari spesies ikan ini yakni Nilotica yang kemudian di ubah menjadi ikan nila. Para pakar perikanan bahwa nama ilmiah yang tepat untuk ikan nila adalah Oreochromis niloticus dan Oreochromis sp.dan dalam bahasa inggris di kenal sebagai nila tilapia (Imran, 2018).

Secara morfologi ikan nila memiliki bentuk tubuh yang pipih dan lebar, tubuhnya relatif lebih kecil daripada panjang tubuhnya, memiliki sisik yang besar dan kasar, serta kepala relatif kecil. Berdasarkan jenis siripnya untuk ikan nila merah mempunyai sirip dada, sirip perut, sirip punggung, sirip ekor, serta sirip anal, selain itu ada gurat sisi pada ikan nila tidak terputus (Andrean, 2018).

Ikan nila memiliki ciri morfologis yaitu berjari-jari keras, sirip perut torasik, letak mulut subterminal dan berbentuk meruncing. Selain itu, tanda

5

(9)

lainnya yang dapat dilihat dari ikan nila adalah warna tubuhnya hitam dan agak keputihan. Bagian tutup insang berwarna putih, sedangkan pada nila lokal putih agak kehitaman bahkan kuning. Sisik ikan nila berukuran besar, kasar dan tersusun rapi. Sepertiga sisik belakang ikan nila menutupi sisi bagian depan. Ikan nila mempunyai garis linea lateralis yang terputus antara bagian atas dan bawah. Linea lateralis bagian atas memanjang mulai dari tutup insang hingga belakang sirip punggung sampai pangkal sirip ekor (Lestari, 2018).

Adapun klasifikasi ikan nila menurut Saanin (1984) dalam Sayu Kade Rahayu Ningsi (2021) dapat dijelaskan sebagai berikut :

Gambar 2.1 ikan nila (Oreochromis niloticus) Filum : Chordata

Subfilum : Vertebrata Kelas : Osteichtyes Subkelas : Achanthopterygii Ordo : Perchmorphi Subordo : Percoidea Famili : Cichlidae Genus :

Oreochromis

Spesies : Oreochromis niloticus B. Pola Pertumbuhan Ikan Nila

Pertumbuhan didefinisikan sebagai perubahan ikan dalam bobot, panjang, maupun volume seiring dengan berubahnya waktu. Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang berhubungan dengan sifat genetik ikan. Faktor eksternal meliputi sifat

(10)

7

fisika dan kimia air, ruang gerak serta ketersediaan makanan (Suprianto et al., 2018).

Pertumbuhan merupakan proses terjadinya suatu perubahan pada tubuh suatu organisme seperti pertambahan panjang dan juga berat yang dapat dilihat dari perubahan ukuran panjang dan berat dalam satuan waktu. Kualitas dan kuantitas pakan mempengaruhi pertumbuhan ikan nila, selain itu umur dan kualitas air mampu mempengaruhi pertumbuhann ikan nila (Francisca dan Muhnsoni, 2021).

Ikan nila jantan memiliki laju pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan ikan nila betina. Laju pertumbuhan ikan nila jantan rata-rata 2,1 gram/hari, sedangkan laju pertumbuhan ikan nila betina rata-rata 1,8 gram/hari. Pada waktu pemeliharaan 3-4 bulan, dapat diperoleh ikan nila berukuran rata-rata 250 g dari berat awal ikan nila 30-50 gram. Selain pertumbuhannya 12 yang cepat, ikan nila juga memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi pada masa pemeliharaan. Tingkat kelangsungan hidup ikan nila dalam kegiatan pembenihan adalah 80%, kemudian untuk kegiatan pembesaran adalah 65-75%. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila adalah faktor genetik, kualitas air, pakan, serta hama dan penyakit (Suriadi, 2019).

Pertumbuhan dipengaruhi langsung oleh suplai makanan yang dikonsumsi ikan. Pakan yang dikonsumsi oleh ikan tidak semua digunakan untuk pertumbuhan, sebagian besar digunakan untuk metabolisme basal dan sisanya untuk aktivitas, pertumbuhan, dan reproduksi (Muttaqin, 2022).

C. Kolam Tanah Budidaya Ikan Nila

Kolam merupakan suatu perairan buatan yang luasnya terbatas dan sengaja dibuat manusia agar mudah dikelolah dalam hal pengaturan air, jenis hewan budidaya dan target produksinya. Kolam merupakan lahan yang dibuat untuk menampung air dalam jumlah tertentu sehingga dapat digunakan untuk pemeliharaan ikan atau hewan air lainnya (Saleh et al., 2021).

Persiapan kolam budidaya merupakan tahap awal dalam melakukan budidaya ikan dan salah satu hal yang tidak dapat diperhatikan karena kolam

(11)

merupakan tempat hidupnya ikan dan perlu mendapatkan perhatian khusus.

Kolam ikan dapat menggunakan beberapa media dan salah satunya adalah kolam tanah, kolam tanah sangat mudah dan murah karena tidak memerlukan bahan tambahan, dan kolam tanah memiliki keunggulan dimana dapat menjadi tempat bertumbuhnya tumbuhan dan hewan yang nantinnya akan berguna sebagai makanan alami ikan nila (Minapoli, 2021).

Kolam yang baik dan ideal untuk budidaya ikan nila salah satunya adalah kolam tanah denngan ukuran kolam berkisar antara 500- 1000 m2 dengan kedalaman 0,5-1 meter. Lokasi kolam harus berada pada wilayah yang mudah terkenah sinar matahari untuk membantu terciptanya oksigen di Dalam air sehingga terjadi fotosintesis di dalam kolam (Efishery, 2022).

(12)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Waktu Dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai selesai tahun 2023/2024 di Desa Turungan Baji Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai.

B. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode yang bertujuan memberikan gambaran secara umum, sistematis, faktual dan aktual. Teknik penelitian yang digunakan yaitu Teknik survey yang menekankan pada data histori bibliografi. Teknik histori yang mengaplikasikan metode pemecahan ilmiah dari perspektif histori (Sejarah) suatu masalah.

C. Alat dan bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini. Dimana alat yang digunakan meliputi kolam tanah, penggaris, timbangan, buku catatan, handpohone. Adapun bahan yang digunakan seperti, ikan nila, air, dan pakan, kapur dan pupuk.

D. Pelaksanaan Penelitian

Sebelum melakukan kegiatan budidaya ikan, langkah pertama yang harus diperhatikan dalam persiapan budidaya yaitu pengelolaan tanah dan pengelolaan air. Pengelolaan tanah bertujuan untuk menciptakan kondisi optimum tanah agar dapat menyediakan lingkungan yang layak sebagai tempat hidup ikan. Pengelolaan tanah meliputi pengolahan tanah, pengapuran dan pemupukan. Setelah dilakukan pengolahan tanah, langkah selanjutnya adalah pengelolaan air. Pengisian air ke dalam kolam dilakukan untuk mem- percepat proses penguraian (dekomposisi) unsur–unsur organik dari pupuk menjadi unsur anorganik yang dapat menyuburkan kolam, setelah kapur dan pupuk ditebar, kolam diairi sedikit dan dibiarkan selama 4 hari. Kemudian air ditambah lagi setinggi 10 cm dan dibiarkan selama 3 hari sampai air berwarna coklat kehijau–hijauan. Sehari sebelum benih ikan nila ditebar, kolam mulai diisi air sedalam 70 cm.

9

(13)

1. Penebaran benih

Benih yang ditebar sebaiknya diaktifasi terlebih dahulu guna menentukan keberhasilan pada pembesaran ikan nila. Aklimatisasi bertujuan untuk menyesuaikan kondisi lingkungan yang baru dengan kondisi lingkungan sebelumnya.

Sebelum dilakukan penebaran benih, sebaiknya dilakukan seleksi benih guna menjaga keseragaman ukuran benih. Ukuran benih ikan nila yang ditebar di kolam pembesaran berkisar 3-5 cm dengan usia 2 minggu. Pada umumnya, ikan nila yang disebar di kolam pembesaran memiliki berat 10-20 gram per ekor.

2. Pemberian pakan

Ikan nila diberi pakan dengan dosis sebanyak 3% dari berat tubuh ikan dengan frekuensi pemberian 2 kali, yaitu pada pagi dan sore hari. Pemberian pakan sebanyak 2 kali sehari dengan dosis 3% dari bobot ikan mampu meningkatkan berat tubuh ikan nila secara optimal.

Banyaknya makanan yang diberikan harus diperhitungkan dengan harga pakan dan nilai produksi ikan yang akan diperoleh. Perhitungan ini penting untuk menghindari kerugian. Beratnya ransum per hari harus diperhitungkan secara cermat. Setiap kolam harus dibuatkan tabel pakan sendiri sesuai dengan kepadatan ikan yang dipelihara dan target produksi.

Pakan yang diberikan sebaiknya habis dalam 5 menit. Jika pakan tidak habis dalam 5 menit berarti ikan ada gangguan. Gangguan dapat (Hasan et al., 2020).

3. Pertumbuhan ikan nila

Pertumbuhan merupakan pertambahan ukuran, panjang, maupun berat dalam satu waktu. Untuk mengetahui pertumbuhan ikan, perlu dilakukan sampling ikan setiap seminggu sekali. Sampling juga berguna untuk mengetahui jumlah pakan yang akan diberikan pada ikan sesuai dengan pertumbuhannya.

(14)

11

4. Kualitas air

Kualitas air diukur setiap harinya dengan parameter oksigen terlarut, suhu, kecerahan, dan pH. Peralatan yang digunakan antara lain DO meter, pH meter, dan secchi disk.

Pergantian air dapat dilakukan sesering mungkin sesuai dengan tingkat kepadatan ikan. Volume air kolam yang diganti setiap hari sebanyak 20 % atau lebih.

5. Pengendalian hama dan penyakit

Budidaya ikan tidak lepas dari gangguan hama dan penyakit.

Datangnya penyakit disebabkan oleh beberapa hal seperti lingkungan budidaya, teknik budidaya, penanganan panen dan pasca panen yang kurang baik serta tidak sesuainya ukuran dan jenis bahan ynag digunakan pada wadah penampungan sehingga ikan luka. Datangnya penyakit tidak hanya merugikan dari sisi produktifitas, tetapi juga pada kematian gurami yang dibudi-dayakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan datangnya penyakit dan pengendalian penyakit yang menyerang.

6. Pemanena

Ikan dipanen setelah 3 bulan masa pemeliharaan atau setelah mencapai ukuran konsumsi. Ikan dipanen secara diseser dengan menggunakan jaring dan pellet untuk mengumpan ikan.

E. Parameter Pengamatan

Adapun parameter pengamatan dalam penelitia ini adalah pola pertumbuhan ikan nila dengan melakukan pengamatan langsung selama proses budidaya berlangsung dengan memperhatikan faktor-faktor apasaja yang dapat mempengaruhi pola pertumbuhan ikan nila selama proses budidaya seperti kualitan air, cara penebaran benih, pakan maupun kolam budidaya yang digunakan.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Adi, C.P., & Suryana, A. (2023). Pola Pertumbuhan Ikan Nila Oreochromis Niloticus Di Fase Pendederan. Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Dan Pengembangan, 3(2), 147–158.

Andrean, A. R. (2018). Pengaruh Penambahan Ekstrak Sargassum Sp Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila Salin (Oreochromis Sp). Program Studi Budidaya Perairan, Universitas Islam Nahdatul Ulama Jepara.

Efishery. (2022). Cara Budidaya Ikan Nila Di Air Tidak Megalir. Efishery.Com.

https://efishery.com/cara-budidaya-ikan-nila-di-air-tidak-mengalir/

Eka, I. (2020). Pola Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)Hasil Budidaya Masyarakat Di Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa. Jurnal Jeumpa, 7(2), 443–449.

Francissca, N. E., & Muhsoni, F. F. (2021). Laju Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Pada Salinitas Yang Berbeda.

Jurnal Ilmiah Kelautan Dan Perikanan, 2(3), 166–175.

Hasan Et Al,. (2020). Budidaya Ikan Nila Pada Kolam Tanah. Journal Of Community Empowerment, 1(2), 24–33.

Imran, Z. (2018). Tingkah Laku Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Berdasarkan Kualitas Cahaya Uni. Program Studi Tadrisbiologi, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. In Skripsi.

Indriati, P. A., & Hafiludin, H. (2022). Manajemen Kualitas Air Pada Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Di Balai Benih Ikan Teja Timur Pamekasan. Jurnal Ilmiah Kelautan Dan Perikanan, 3(2), 27–31.

Lestari, S. (2018). Pengaruh Pena Ambahan Serbuk Daun Tanaman Kayu Manis (Cinnamomum Burm Rmannii) Pada Pakan Terhadap Profil Darah (Kadar Hemato Tokrit, Kadar Hemoglobin, Tot Al Leukosit Dan Total Er Ritrosit) Ikan Nila (Oreochromis Nilo Loticus) Yang Diinfeksi Streptococcu. Program Studi Budidaya Perikanan, Universitas Muhammadiyah Gresik.

Minapoli. (2021). Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah Bagi Pemula. Minapoli.

https://www.minapoli.com/info/budidaya-ikan-nila-di-kolam-tanah-bagi- pemula

Muttaqin, F. I. (2022). Performa Pertumbuhan Ikan Nila Oreochromis Niloticus (Linnaeus, 1758) Yang Dibudidayakan Pada Air Eks Galian Pasir Dengan Kombinasi Perlakuan Fitoremediasi Dan Adsorpsi. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

Ningsih, S. K. R. (2021). Pendederan Ikan Nila Kekar (Oreochromis Niloticus) Pada Kolam Semen. politeknik negeri lampung.

(16)

13

Patahiruddin, O., & Baso, H. S. (2023). Pengaruh Wadah Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila Putih (Oreochromis Niloticus). Fisheries Of Wallacea Journal, 4(1), 19–26.

Saleh, J., Budi, S., & Salam, S. (2021). Pengembangan Budidaya Ikan Nila.

Pusaka Almaida.

Suprianto et al,. (2018). Optimalisasi Dosis Probiotik Terhadapap Laju Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Pada Sistem Bioflok. Program Studi Budidaya Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gresik.

Suriadi. (2019). Efesiensi Pakan Dan Laju Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Yang Dipuasakan Secara Periodik Pada Wadah Terkontrol.

Program Studi Budidaya Perairan, Universitas Muhammadiyah Makassar.

Referensi

Dokumen terkait

Subsektor perikanan budidaya sekarang tengah ditingkatkan pengembangannya setelah perikanan tangkap tak bisa lagi diandalkan untuk menjaga ketersediaan stok ikan nasional. Sumberdaya

bahwa dalam rangka memperkenalkan Ikan Nila ( Oreochromis Niloticus ) Nirwana III sebagai komoditas unggul baru dalam perikanan budidaya guna menunjang

Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui berapa besar pendapatan pada daerah penelitian.(2)Untu mengetahui Strategi pengembangan usaha budidaya Tambak Ikan Nila

Hasil analisis efisiensi produksi pada budidaya ikan nila di Kabupaten Klaten menunjukkan bahwa kombinasi faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi ikan nila

Budidaya ikan terpadu adalah pemeliharaan ikan dalam lahan dan waktu yang sama dengan komoditas peternakan ataupun pertanian pangan dan dilakukan masing-masing

Oleh karena itu faktor kritis dalam keberhasilan budidaya Ikan Nila tradisional adalah dengan mempertimbangkan biaya pupuk kandang (sebagai biaya utama), DO pagi

Berdasarkan analisis SWOT telah diketahui posisi pengembangan perikanan budidaya ikan nila di kolam air tenang di Kecamatan Sinjai borong terletak pada Kuadran III yang

31 https://jurnal.unsil.ac.id/index.php/dhigana Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya ikan nila Empowering the community’s economy through tilapia fish farming Dian