Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian
Kegiatan Bedah WP Strategis
Indikator Kinerja Utama
Kegiatan analisis menyeluruh Wajib Pajak Strategis untuk satu tahun pajak tertentu, yang dipresentasikan oleh Account Representative WP Strategis dan dibahas secara bersama-sama oleh tim yang dapat terdiri dari Kepala Kantor Pelayanan Pajak, Kepala Seksi Pengawasan, Kepala Seksi Pemeriksaan, Penilaian, dan Penagihan, Kepala Seksi Penjaminan Kualitas Data, Pejabat Fungsional Pemeriksa Pajak, Pejabat Fungsional Penilai Pajak/Asisten Penilai Pajak, Account Representative dan pelaksana lain.
(ND-283/PJ.06/2024 tanggal 29 Februari 2024).
Apa itu Kegiatan
Bedah WP Strategis?
Mendorong pelaksanaan bedah Wajib Pajak secara mendalam
Tujuan IKU
Bedah WP Lengkap Bedah WP Biasa
• Melibatkan Kepala KPP, Kasi Was dan AR dari WP yang dibedah, Kasi Was lainnya, Kasi P3, Kasi PKD, Fungsional Pemeriksa, Fungsional Penyuluh, Penilai Pajak, AR dan pelaksana lainnya
• Prioritas WP Penentu Penerimaan
• Menghasilkan potensi tambahan baik PPM maupun PKM
• Standar minimal pengawasan WP Strategis
• Hanya melibatkan tim pengawasan sesuai SE-05: AR, Kasi Was dan Supervisor
• Minimal untuk semua DPP
Formula IKU
Persentase Pelaksanaan
Kegiatan Bedah Wajib Pajak Strategis
50% x Kuantitas Penelitian
(Maksimal 120%)
Jumlah Realisasi WP Strategis yang Dibedah
Jumlah Target WP Strategis yang Dibedah 100%
50% x Kualitas Penelitian
(Maksimal 120%)
Jumlah Realisasi Bedah WP Strategis yang Masuk DPP Semester Berikutnya atau DPP
Mandatory
Jumlah Target WP Strategis yang Dibedah 100%
Komponen IKU
Jumlah Target WP Strategis yang Dibedah
Jumlah Realisasi WP Strategis yang Dibedah
Jumlah Realisasi Bedah WP Strategis yang Masuk DPP Semester Berikutnya atau DPP Mandatory
• Ditentukan oleh Kanwil melalui Nota Dinas
• LTO dan Khusus minimal 2 WP per AR
• Madya dan Pratama minimal 3 WP per AR
• Merupakan Kegiatan Bedah WP Lengkap
• Dihitung per tahun pajak (jika satu WP dibedah meliputi 2 tahun pajak maka dihitung 2 realisasi WP Strategis yang dibedah)
• Merupakan Kegiatan Bedah WP Lengkap
• Dilakukan sebelum tanggal penetapan DPP
Kolaboratif atau DPP Mandatory
• Penentuan WP:
• Sektor prioritas nasional
• Segmentasi kegiatan prioritas
• Ketersediaan data
• Analisis WP:
• Profiling (Network & proses bisnis)
• Analisis data pelaporan & pembayaran
• ALK & TP (jika ada)
• Analisis data internal lainnya (Dacu, Daji, LHA, LHII, dll)
• Analisis data eksternal (visit, ILAP, Media,
• Kertas Kerja Penelitian dll)
• Presentasi
• Laporan Bedah WP
AR
• Telaah atas hasil analisis
• Memberikan koreksi dan masukan
• Memberikan rekomendasi
Tim Kasi PKD
Kanwil
• Kompilator Laporan Bedah WP KPP
• Menyampaikan Laporan
Bedah WP ke Dit. EP paling lambat tanggal 15 setelah triwulan berakhir
Dit. EP
• Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Bedah WP
• Sampling WP yang dibedah (sektoral, potensi, atau
pertimbangan lainnya)
• Rekomendasi hasil evaluasi
• Kompilator Laporan Bedah WP AR
• Menyampaikan Laporan Bedah WP ke Kanwil paling lambat tanggal 10 setelah triwulan berakhir
Alur Kerja
Dilampiri softcopy Laporan
Bedah WP per AR
Format Laporan Potensi Tambahan dari Kegiatan Bedah Wajib Pajak (KPP)
PPh Ps. 21 PPh Ps. 22 PPh Ps. 23 PPh Ps. 25/29 PPh Ps. 26 PPh Ps. 4 (2) PPh Ps. 15 PPN/ PPnBM Pajak Lainnya Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 16/01/2024 1 123456789111000 ABC 2021 20.000.000 - - 500.000.000 - - - 1.500.000.000 - 2.020.000.000 2 16/01/2024 1 123456789111000 ABC 2022 45.000.000 - - 1.500.000.000 - - - 3.000.000.000 - 4.545.000.000 3 17/01/2024 0 321654987202000 DEF 2020 50.000.000 - 30.000.000 1.000.000.000 - 200.000.000 - 5.000.000.000 - 6.280.000.000 dst - - - - - - - - - -
115.000.000
- 30.000.000 3.000.000.000 - 200.000.000 - 9.500.000.000 - 12.845.000.000
Penjelasan:
1 Diisi nomor urut sesuai contoh pada tabel di atas.
2 Diisi tanggal pelaksanaan kegiatan bedah WP sesuai yang tercantum pada laporan kegiatan bedah WP 3
4 Diisi NPWP atas WP yang dibedah dengan format text (contoh: 123456789111000) 5 Diisi Nama WP sesuai dengan yang tercantum pada Master File Wajib Pajak 6
7-15
16 Penjumlahan secara horizontal kolom 7 sampai dengan 14.
Diisi potensi tambahan yang dihasilkan dari kegiatan bedah WP berdasarkan jenis pajaknya. Potensi Tambahan diinput dengan rupiah penuh, dengan format accounting. Jika tidak terdapat potensi tambahan, diisi dengan angka “0”.
Grand Total
LAPORAN POTENSI TAMBAHAN DARI KEGIATAN BEDAH WAJIB PAJAK KANTOR PELAYANAN PAJAK…
BULAN…2024
Klasifikasi Kegiatan
Diisi angka "1" untuk kategori lengkap, dan "0" untuk kategori biasa. Kategori lengkap jika memenuhi syarat:
1). Melibatkan Kepala KPP, Kepala Seksi Pengawasan dari WP yang bersangkutan, Kasi Pengawasan yang lain, Kasi P3, Kasi PKD, Pejabat Fungsional Pemeriksa Pajak, Penyuluh Pajak, Penilai Pajak, AR yang lain dan Pelaksana lain; dan 2). Terdapat potensi tambahan
Diisi satu Tahun Pajak yang dibedah untuk satu WP yang dibedah. Jika terhadap kegiatan Bedah Wajib Pajak dilakukan terhadap Wajib Pajak yang meliputi beberapa tahun pajak, maka laporan diisi per tahun pajak dan potensi tambahan diisi sesuai dengan tahun pajak
(tidak boleh digabung dengan tahun pajak lainnya).
Tahun Pajak Nama
NPWP Tanggal
Pelaksanaan Kegiatan
No. Potensi Tambahan (Rupiah)
Format Laporan Potensi Tambahan dari Kegiatan Bedah Wajib Pajak (Kanwil)
Kode Nama PPh Ps. 21 PPh Ps. 22 PPh Ps. 23 PPh Ps. 25/29 PPh Ps. 26 PPh Ps. 4 (2) PPh Ps. 15 PPN/ PPnBM Pajak Lainnya Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 111 KPP Pratama xxx 16/01/2024 1 123456789111000 ABC 2021 20.000.000 - - 500.000.000 - - - 1.500.000.000 - 2.020.000.000 2 111 KPP Pratama xxx 16/01/2024 1 123456789111000 ABC 2022 45.000.000 - - 1.500.000.000 - - - 3.000.000.000 - 4.545.000.000 3 202 KPP Madya yyy 17/01/2024 0 321654987202000 DEF 2020 50.000.000 - 30.000.000 1.000.000.000 - 200.000.000 - 5.000.000.000 - 6.280.000.000 dst - - - -
115.000.000
- 30.000.000 3.000.000.000 - 200.000.000 - 9.500.000.000 - 12.845.000.000
Penjelasan:
1 Diisi nomor urut sesuai contoh pada tabel di atas.
2 Diisi kode KPP 3 Diisi nama KPP
4 Diisi tanggal pelaksanaan kegiatan bedah WP sesuai yang tercantum pada laporan kegiatan bedah WP 5
6 Diisi NPWP atas WP yang dibedah dengan format text (contoh: 123456789111000) 7 Diisi Nama WP sesuai dengan yang tercantum pada Master File Wajib Pajak 8
9-17
18 Penjumlahan secara horizontal kolom 9 sampai dengan 17.
LAPORAN POTENSI TAMBAHAN DARI KEGIATAN BEDAH WAJIB PAJAK KANTOR WILAYAH DJP…
BULAN…2024
No.
Tanggal Pelaksanaan
Kegiatan
Klasifikasi
Kegiatan NPWP Nama Tahun
Pajak
Potensi Tambahan (Rupiah)
Diisi potensi tambahan yang dihasilkan dari kegiatan bedah WP berdasarkan jenis pajaknya. Potensi Tambahan diinput dengan rupiah penuh, dengan format accounting. Jika tidak terdapat potensi tambahan, diisi dengan angka “0”.
KPP
Grand Total
Diisi angka "1" untuk kategori lengkap, dan "0" untuk kategori biasa. Kategori lengkap jika memenuhi syarat:
1). Melibatkan Kepala KPP, Kepala Seksi Pengawasan dari WP yang bersangkutan, Kasi Pengawasan yang lain, Kasi P3, Kasi PKD, Pejabat Fungsional Pemeriksa Pajak, Penyuluh Pajak, Penilai Pajak, AR yang lain dan Pelaksana lain; dan
2). Terdapat potensi tambahan
Diisi satu Tahun Pajak yang dibedah untuk satu WP yang dibedah. Jika terhadap kegiatan Bedah Wajib Pajak dilakukan terhadap Wajib Pajak yang meliputi beberapa tahun pajak, maka laporan diisi per tahun pajak dan potensi tambahan diisi sesuai dengan tahun pajak (tidak boleh digabung dengan tahun pajak lainnya).
©2024 Direktorat Jenderal Pajak
Terima Kasih