• Tidak ada hasil yang ditemukan

psikologi kepribadian ii teori hans j. eysenck

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "psikologi kepribadian ii teori hans j. eysenck"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PSIKOLOGI KEPRIBADIAN II

TEORI HANS J. EYSENCK

(2)

Latar Belakang

Nama: Hans J. Eysenck

Tempat tanggal lahir: Jerman, 4 Maret 1916.

Ayahnya berpisah dengan ibunya saat Eysenck berusia 2 tahun. Eysenck kemudian dirawat oleh neneknya.

Eysenck mendeskripsikan neneknya sebagai seseorang yang “tidak egois, sangat peduli, berjiwa altruistik dan secara keseluruhan terlalu baik untuk dunia ini.”

Eysenck hidup bersama neneknya sampai usia 18

tahun, ketika Nazi mulai berkuasa.

(3)

Pandangan Dasar

Inti pandangan Eysenck dalam psikologi dapat dicari sumbernya pada keyakinannya bahwa pengukuran adalah fundamental dalam segala kemajuan ilmiah, dan bahwa dalam lapangan psikologi sebenarnya orang belum pasti tentang hal “apa” yang sebenarnya diukur.

Eysenck yakin bahwa taksonomi atau klasifikasi

tingkah laku adalah langkah pertama yang

menentukan dan bahwa analisis faktor adalah alat

yang paling memadai untuk mengejar tujuan ini.

(4)

Prinsip Dasar

Eysenck mencoba menghindari masalah yang ada dalam penilaian kepribadian dengan menggunakan pengukuran perbedaan individu yang reliabel. Dia menekankan pada keharusan pengukuran sifat kepribadian yang memadai.

Pengukuran itu merupakan keharusan untuk

mendapatkan sebuah teori yang dapat diuji, dan jika

gagal, tidak disetujui. Pengukuran seperti itu juga

diperlukan untuk mengidentifikasikan asumsi dasar-

dasar biologis dari sifat.

(5)

Dinamika Kepribadian

1)

Ekstraversi dan introversi

2)

Neurotisisme

3)

Psikotisme

(6)

Tipe Ekstraversi, Neurotisme, Psikotisme dan traits masing- masing

Ekstraversi (E) Neurotisme (N) Psikotisme (P)

Sosiabel Cemas Agresif

Lincah Tertekan Dingin

Aktif Berdosa Egosentrik

Asertif Harga diri rendah Tak pribadi

Mencari sensasi Tegang Impulsif

Riang Itasional Antisosial

Dominan Maju Tak empatik

Bersemangat Murung Kreatif

Berani Emosional Keras hati

(7)

Perkembangan Kepribadian

Perkembangan kepribadian diarahkan oleh sifat bawaan genetis namun dipoles faktor-faktor lingkungan. Sifat kepribadian memengaruhi jenis situasi yang ditemukan bertentangan, dihindari sekuat kita menikmati dan mencari jenis situasi yang tidak bertentangan.

Karena sifat memandu kita mengarah ke lingkungan tertentu dan menjauhkan kita dari lingkungan lain, ia memengaruhi jenis perilaku, pengalaman dan pembelajaran yang kita temui, dan karenanya membentuk secara tidak langsung apapun yang kita dapatkan, sesuatu yang kemudian terasa berlawanan dengan aspek-aspek biologis/genetik awal kepribadian kita.

(8)

Struktur Kepribadian

Type, Yaitu, organisasi didalam individu yang lebih umum, lebih mencakup lagi.

Trait, Yaitu, sementara habitual response yang paling berhubungan satu sama lain yang cenderung ada pada individu tertentu.

Habitat Response, Mempunyai corak yang lebih umum

daripada spesific respon, yaitu respon-respon yang berulang- ulang terjadi kalau individu menghadapi kondisi atau situasi yang sejenis.

Spesific Response, Yaitu tindakan atau response yang terjadi pada suatu keadaan atau kejadian tertentu, jadi khusus sekali.

(9)

Kritik Terhadap Teori

Eysenck cenderung meremehkan kontribusi orang lain dan membesar-besarkan dukungan empiris bagi sudut pandangnya sendiri. (Buss, 1982; Loehlin, 1982).

Beberapa psikolog yang akrab dengan karya Eysenck merasa dia sering kali mengabaikan temuan yang berlawanan.

Banyak psikologis yang merasa mustahil untuk menjelaskan perbedaan individual dengan hanya dua atau tiga dimensi.

Sebagaimana yang diakui oleh Eysenck (1990), kekurangan dari karyanya adalah bahwa teori basis biologis sifat kepribadiannya, khususnya neurotisme dan psikotisme, kekurangan dukungan konsisten.

Referensi

Dokumen terkait

a) Kondisi lingkungan kerja. Lingkungan pekerjaan adalah keseluruhan sarana dan prasana kerja yang ada disekitar karyawan yang sedang melakukan pekerjaan yang dapat memengaruhi

kewirausahaan yang tinggi. Berani gagal, setiap manusia pasti pernah menghadapi masalah dan gagal. Dengan adanya masalah dan kegagalan akan menumbuhkan sifat yang menjadikan lebih

(d) dengan sifat yang unik pada tiap anak didik, ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama setiap anak

b) Kegiatan pembelajaran berupa pengorganisasian lingkungan. Melalui interaksi antara individu dan lingkungannya maka siswa memperoleh pengalaman yang akan berpengaruh

pengalaman siswa setelah mengikuti pembelajaran. Guru tidak lagi berperan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur interaksi dan lingkungan belajar, guru

Setiap guru mempunyai kepribadian, latar belakang, dan pengalaman mengajar yang berbeda. Semua itu merupakan hal intern guru yang dapat mempengaruhi pemilihan

Baron (2004) atribusi bearti upaya kita untuk memahami penyebab di balik perilaku orang lain, dan dalam beberapa kasus, juga penyebab dibalik perilaku kita sendiri.. 13

Sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik adalah britle atau rapuh, hal ini dapat kita lihat pada keramik jenis tradisional seperti barang