• Tidak ada hasil yang ditemukan

RA Mumtaza Islamic School – Tangerang Selatan) Skri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "RA Mumtaza Islamic School – Tangerang Selatan) Skri"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

Penyusunan skripsi ini merupakan kajian sederhana tentang peran sekolah dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di Madrasah Ibtidaiyah Raudhatul Athfal (RA) Mumtaza Tangerang. Ilmadhani Safitri “Peran Sekolah Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa” (Studi Kasus Pesantren RA Mumtaza Tangsel) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Sains Al-Qur’an (IIQ) Jakarta pada tahun 2018. Rumusan Masalah i Penelitian ini tentang Peran Sekolah Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah RA Mumtaza Tangsel.

Dari identifikasi masalah diatas, penulis membatasi penelitian ini pada peran sekolah dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di Madrasah Ibtidaiyah Raudhatul Athfal (RA) Mumtaza. Berdasarkan temuan penelitian diatas, peneliti ingin membahas lebih dalam mengenai peran lingkungan sekolah dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa.

PENDAHULUAN

  • Identifikasi Masalah
  • Pembatasan Masalah
  • Perumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Tinjauan Pustaka
  • Sistematika Penulisan

Selanjutnya tentang cara mengetahui kecerdasan spiritual pada siswa dan penilaian khusus terkait kecerdasan spiritual siswa di Sekolah Islam RA Mumtaza. Pertanyaan : Bagaimana implementasi pembinaan dan peningkatan kecerdasan spiritual pada siswa dikaitkan dengan program secara keseluruhan di Madrasah Ibtidaiyah RA Mumtaza Tangsel. Pertanyaan: Seberapa besar pengaruh program unggulan di Sekolah Islam RA Mumtaza Tangerang Selatan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa.

LANDASAN TEORI

Pengertian Sekolah

31Prima Vidya Asteria, Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Melalui Pembelajaran Membaca Sastra, (Malang: Tim UB Press, 2014), hal. 36Prima Vidya Asteria, Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Melalui Pembelajaran Membaca Sastra, (Malang: Tim UB Press, 2014), hal. Peningkatan kecerdasan spiritual pada anak di Sekolah Islam RA Mumtaza dilakukan melalui amalan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti berdoa sebelum atau sesudah melakukan sesuatu, menunaikan shalat dan program tahfidz.

Pengertia Pendidik

Tujuan Pendidikan Agama Islam

Kecerdasan spiritual mampu mengungkap aspek-aspek keorangtuaan (yang kekal, yang mendasar, yang spiritual, yang kodrati) dalam struktur kecerdasan manusia. Dalam hal ini peneliti juga menanyakan faktor pemungkin dan penghambat kecerdasan spiritual pada siswa Madrasah Ibtidaiyah RA Mumtaza serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Peningkatan kecerdasan spiritual pada anak di Sekolah Islam RA Mumtaza dilakukan melalui praktik keagamaan dalam kehidupan siswa sehari-hari, seperti berdoa sebelum atau sesudah melakukan sesuatu, menunaikan shalat dan program tahfidz.

Metode Pendidikam Agama Islam

Peran Sekolah dan Guru dalam Pendidikan

Secara konseptual, kecerdasan spiritual terdiri dari gabungan kata kecerdasan dan spiritual. 26 Kecerdasan berasal dari kata cerdas yaitu pengembangan pikiran yang sempurna. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang terhubung dengan kebijaksanaan di luar ego atau jiwa sadar. Kecerdasan spiritual merupakan landasan yang dibutuhkan agar IQ dan EQ dapat berfungsi secara efektif, bahkan kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan tertinggi.33 Dalam kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual adalah kemampuan memberi makna spiritual pada pikiran, perilaku, dan aktivitas, serta mampu mensinergikan rasionalitas. kecerdasan, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual komprehensif.

Kecerdasan spiritual mampu menilai tindakan atau cara hidup seseorang lebih penting dibandingkan orang lain. Temuan ilmiah tentang kecerdasan spiritual (SQ) ini pertama kali digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall. Kecerdasan spiritual akan menuntun manusia memiliki kebijaksanaan spiritual, sehingga menjadikan hidup lebih bermakna, bijaksana dan menyikapi segala sesuatu dengan lebih jelas dan benar sesuai hati nuraninya.

Kecerdasan spiritual yang sejati adalah kecerdasan untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang penting dan bernilai, tidak hanya di hadapan manusia tetapi juga di hadapan Allah swt.38. Dari sisi keagamaan, Ary Ginanjar menyatakan hakikat kecerdasan spiritual adalah pemahaman akan keberadaan manusia yang pada akhirnya menjadi ma'rifat terhadap Allah SWT. Dalam Islam, kecerdasan spiritual dapat dikembangkan dengan meningkatkan keimanan yang menjadi sumber ketenangan dan keamanan batin, serta menunaikan ibadah yang dapat mensucikan jiwa.41.

Kecerdasan spiritual memungkinkan lahirnya wawasan dan pemahaman yang bergerak dari sisi batin keberadaan seseorang, tempat seseorang bertindak, berpikir, dan merasakan.

Kecerdasan Spiritual

  • Pengertian Kecerdasan Spiritual
  • Ciri-ciri Kecerdasan Spiritual
  • Fungsi Kecerdasan Spiritual
  • Faktor-Faktor yang Menghambat Kecerdasan Spiritual
  • Langkah-langkah Meningkatkan Kecerdasan Spiritual
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis dan Pendekatan Penelitian

Sumber Data

Menurut Sugiyono, data dibagi berdasarkan sumbernya menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.8. Dalam penelitian ini sumber data utama adalah kepala sekolah, kepala kurikulum dan wali kelas di Madrasah Ibtidaiyah RA Mumtaza Tangsel. Sumber data sekunder merupakan sumber pelengkap yang berfungsi melengkapi data yang dibutuhkan oleh data primer.

Sumber data sekunder yang diperlukan antara lain buku-buku dan siswa Sekolah Islam RA Mumtaza Tangsel.

Teknik Pengumpulan Data

Metode wawancara dapat diartikan sebagai interaksi bahasa yang terjadi antara dua orang dalam situasi yang saling berhadapan. 10 Dalam melakukan wawancara, penulis membawa pedoman yang merupakan garis besar hal-hal yang berkaitan dengan tema yang diteliti. Penulis mewawancarai kepala sekolah, kepala kurikulum dan wali kelas Radhatul Athfal (RA) Madrasah Ibtidaiyah Mumtaza Tangerang Selatan untuk memperoleh data. Biasanya berupa data statistik, agenda kegiatan, sejarah dan hal-hal lain yang berkaitan dengan penelitian 11 Penulis menggunakan metode dokumentasi untuk memperoleh data dokumenter yaitu: sejarah berdirinya sekolah, visi dan misi sekolah, letak geografis sekolah . sekolah dan sebagainya.

Observasi merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan data dengan cara mengamati kegiatan yang sedang berlangsung dengan menggunakan seluruh indera 13 Melalui observasi, peneliti mengumpulkan data dengan cara mengamati secara langsung gambaran dan kondisi Sekolah Islam RA Mumtaza Tangsel.

Teknik Analisis Data

Dari penjelasan di atas terlihat bahwa kecerdasan spiritual merupakan hal mendasar yang harus diberikan dan dimiliki oleh setiap anak. Pada tanggal 14 Agustus 2018, peneliti melakukan wawancara kepada wali kelas yang juga menjabat sebagai WAKA kurikulum mengenai peran sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Raudhatul Athfal (RA) Mumtaza dalam meningkatkan kecerdasan spiritual tersebut. Untuk meningkatkan kecerdasan spiritual anak, terdapat beberapa program unggulan di Sekolah Islam RA Mumtaza yang juga mempengaruhi kecerdasan spiritual anak, seperti program tahfidz percakapan singkat berbahasa Inggris yang didukung dengan beberapa buku untuk anak belajar berbicara bahasa Inggris.

Kecerdasan spiritual seorang anak dapat dikembangkan dengan baik dengan adanya peran guru dan orang tua, hendaknya orang tua mengetahui tentang kecerdasan spiritual anaknya. Kemudian untuk meningkatkan kecerdasan spiritual itu sendiri, guru sering mengingatkan akan kebiasaan sehari-hari dan sekolah sering mengadakan kompetisi atau perlombaan sekolah baik antar jenjang di Pesantren RA Mumtaza maupun dengan mengikuti lomba antar pesantren. Upaya yang dilakukan pihak sekolah untuk meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik melalui program unggulan keagamaan seperti salat dan tahfidz juga sangat bermanfaat.

Peningkatan kecerdasan spiritual siswa dapat disempurnakan melalui kebiasaan-kebiasaan yang diciptakan guru dalam kehidupan siswa sehari-hari, kemudian siswa menggunakannya di luar pikiran sadarnya. Disarankan kepada keluarga untuk mendukung program dan kebiasaan sekolah terutama dalam meningkatkan kecerdasan spiritual anak. Pertanyaan: Mengenai program unggulan, faktor apa saja yang mendukung dan menghambat kecerdasan spiritual peserta didik.

Jawaban : Kecerdasan mental seorang anak dapat diasah dengan pembiasaan, dan pembiasaan sangat meningkatkan kecerdasan mental, maka keteladanan guru juga sangat berpengaruh.

DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

Sejarah berdirinya RA Mumtaza Islamic School

Sekolah Islam RA Mumtaza merupakan salah satu taman kanak-kanak swasta yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan. Mumtaza berdiri pada tahun 2008 dan Sekolah Islam RA Mumtaza berdiri pada tahun 2009 yang didirikan oleh Yayasan Nawa Dinamika Sejahtera. Alasan didirikannya Sekolah Islam RA Mumtaza karena para pendiri merasa pendidikan berbasis agama masih sangat minim baik bagi anak usia pra sekolah maupun usia sekolah, untuk itu para pendiri ingin melahirkan anak-anak yang landasan agamanya kuat dan RA Mumtaza Sekolah Islam didirikan

Sebagai penunjang, pihak sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan anak seusianya, seperti ruang perpustakaan, musala, aula, dan taman bermain. Awal mula berdirinya Sekolah Islam RA Mumtaza diawali dengan usulan dari beberapa pendiri dengan latar belakang yang berbeda-beda. Para pendiri merasa belum menemukan pendidikan agama yang kuat baik pada usia prasekolah maupun sekolah, maka didirikanlah Sekolah Islam RA Mumtaza.

Sekolah Islam RA Mumtaza berada di bawah naungan Kementerian Agama, sehingga secara otomatis menggunakan kurikulum dari Kementerian Agama, namun dilengkapi dengan Kurikulum Tahfidz dan Cambridge karena mengusung gagasan pendirinya untuk mencetak anak-anak menjadi pemimpin masa depan yang berjiwa kuat. landasan keagamaan. Memang awalnya tahfidiz diterapkan pada kementerian agama, namun di Pesantren RA Mumtaza dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan hafalan kepada anak-anak, pengajaran membaca dan menulis Al-Qur’an serta pengenalan dasar-dasar agama Islam yang lebih luas. agama. Sedangkan kurikulum Cambridge di RA Mumtaza Islamic School lebih mendukung karena ketika anak mencapai usia sekolah (> 6 tahun), anak sudah terbiasa belajar bahasa Inggris.

Kesimpulannya, Sekolah Islam RA Mumtaza merupakan sekolah swasta yang diperuntukkan bagi anak usia prasekolah dengan tujuan mencetak pemimpin masa depan yang memiliki landasan agama Islam yang kuat karena pendidikan yang tersedia masih banyak.

Visi, Misi dan Tujuan RA Mumtaza Islamic School

Kecerdasan spiritual anak sebenarnya bisa diasah, dan kebiasaan ini sangat meningkatkan kecerdasan spiritual siswa, apalagi keteladanan guru yang menjadi teladan bagi siswa. Dan kebiasaan ini juga harus didukung oleh orang tua, agar kecerdasan spiritual anak berkembang dari dua arah yaitu lingkungan sekolah dan orang tuanya.” 3. Dari penjelasan di atas terlihat bahwa kecerdasan spiritual peserta didik dapat diasah, salah satunya dengan membiasakan anak dalam kehidupan sehari-hari agar kecerdasan spiritual tersebut dapat meningkat atau berkembang dengan baik.

Guru hendaknya tidak serta merta merasa puas dengan peningkatan yang terjadi pada siswa dalam hal kecerdasan mental. Faktor pendukung kecerdasan spiritual siswa adalah ketika lingkungan sekolah, keluarga atau teman dapat saling mendukung. Ketika lingkungan tersebut tidak saling mendukung maka dapat menjadi faktor penghambat kecerdasan spiritual itu sendiri.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa tidak hanya sekolah yang berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik, namun juga dukungan keluarga dan lingkungan. Adapun faktor penghambatnya yaitu pengaruh pola pendidikan orang tua, karena terkadang apa yang diajarkan di sekolah tidak diterapkan saat anak berada di rumah, sehingga adat istiadat keagamaan menjadi tidak efektif terutama dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Namun tidak hanya guru di sekolah saja yang mengajarkan adat istiadat agama tersebut, namun peran orang tua dalam membimbing anak juga diperlukan agar kecerdasan spiritual anak dapat meningkat dengan baik.

Karena siswa tidak selalu berada dalam jangkauan guru, maka orang tua juga berperan penting dalam pembiasaan beragama sehingga dapat membantu meningkatkan kecerdasan spiritual anak dengan baik. Asteria, Prima Vidya, Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Melalui Pembelajaran Membaca Sastra, Malang: Tim UB Press, 2014. Terkait peningkatan kecerdasan spiritual seperti lomba antar TK Islam, antar jenjang maupun antar kelas.

Referensi

Dokumen terkait

20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 butir 1 menyatakan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional yang dimaksud dengan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar

20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mana menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar

Jika mengaju pada definisi pendidikan yang tercantum dalam Sisdiknas (yaitu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar

Berdasarkan Undang-undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 pasal 1: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses

Definisi pendidikan menurut Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas yaitu pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar diproses

Dalam UU Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1 tentang Pendidikan Nasional menyatakan bahwa, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembalajaran agar peserta didik secara aktif