DOKUMENTASI
PELAKSANAAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU
PUSKESMAS AIR BESAR
TAHUN 2023
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
NOTULEN Nama Kegiatan : Rapat Tim Peningkatan Mutu
Hari/Tanggal : Senin, 9 Januari 2023 Lokasi : Ruang Pemeriksaan Umum Agenda Rapat :
1. Pembukaan
2. Pembahasan Pedoman Tim Mutu Tahun 2023 3. Pembahasan Rencana Kerja Tim Mutu Tahun 2023 4. Pembahasan terkait SOP tahun 2023
5. Penutup Pimpinan Rapat
Ketua : dr. Siti Umi M. Polpoke Notulen : Neni Maskim
Peserta Rapat : Tim Peningkatan Mutu Puskesmas Air Besar 1. Pembukaan
Rapat dibuka dengan berdo’a.
Pembukaan disampaikan oleh penanggung jawab tim peningkatan mutu dr. Siti Umi M. Polpoke tentang agenda rapat yang akan dilakukan.
2. Pembahasan
Pembahasan mengenai Pedoman dan Rencana Kerja tim peningkatan mutu Tahun 2023 yang nantinya akan tertuang dalam Manual Mutu dan Kerangka Acuan.
Pembahasan terkait SOP tahun 2023. Review dilakukan terhadap regulasi tahun 2022 terkait Mutu.
3. Penutup
Penutupan oleh Penanggung Jawab Tim Peningkatan Mutu Puskesmas Air Besar, semoga kedepannya bisa tetap berkomitmen terhadap peningkatan mutu.
Pertemuan ini agar dilaksanakan rutin
NOTULIS
NENI MASKIM
Acara ditutup dengan berdo’a
Catatan :
Masing-masing Koordinator Tim Peningkatan Mutu dapat melaksanakan review dokumen di tahun sebelumnya. Hasil pertemuan ini akan diteruskan kepada Kepala Puskesmas dan disosialisasikan pada seluruh pegawai.
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
DOKUMENTASI Nama Kegiatan : Rapat Tim Peningkatan Mutu
Hari/Tanggal : Senin, 9 Januari 2023 Lokasi : Ruang Pemeriksaan Umum
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
DAFTAR HADIR
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
UNDANGAN (Melalui aplikasi whatsapp)
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
BUKTI PENGINPUTAN INDIKATOR NASIONAL MUTU (INM) DI APLIKASI MUTU FASYANKES
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
BUKTI PENGINPUTAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN (IKP) DI APLIKASI MUTU FASYANKES
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
BUKTI PENGINPUTAN SURVEY KEPUASAN PASIEN DI APLIKASI MUTU FASYANKES
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
BUKTI SURVEY KEPUASAN PASIEN MELALUI KESSAN
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
DAFTAR HADIR Nama Kegiatan : Sosialisasi Program Peningkatan Mutu
Hari/Tanggal : Rabu, 11 Januari 2023 Lokasi : Ruang Tunggu Lt 1
Kepala Puskesmas Air Besar
dr. Eka M. Susanti, M.Kes NIP.
198308232009042007 PEMERINTAH KOTA AMBON
DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
Ambon, 9 Januari 2023 Nomor : 003.a/Pkm-Arbes/I/2023
Lampiran : -
Perihal : Undangan Kepada Yth
Seluruh Pegawai Puskesmas Air Besar Di
Tempat
Dengan Hormat,
Dalam rangka melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan, Kami Tim Peningkatan Mutu Puskesmas Air Besar mengundang Bapak/Ibu untuk mengikuti Sosialisasi Program Peningkatan Mutu yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Rabu, 11 Januari 2023 Waktu : Pukul 13.30 – selesai Tempat : Ruang Tunggu Lt 1
Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
DOKUMENTASI Nama Kegiatan : Sosialisasi Program Peningkatan Mutu
Hari/Tanggal : Rabu, 11 Januari 2023 Lokasi : Ruang Tunggu Lt 1
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
NOTULEN Nama Kegiatan : Sosialisasi Program Peningkatan Mutu
Hari/Tanggal : Rabu, 11 Januari 2023 Lokasi : Ruang Tunggu Lt 1 Agenda Rapat :
1. Pembukaan
2. Pengarahan Kepala Puskesmas 3. Pembahasan Indikator Mutu 4. Pembahasan Daftar Risiko
5. Pembahsan Alur Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien 6. Pembahasan Kode Etik dan Peraturan Internal Puskesmas 7. Rencana Tindak Lanjut
8. Penutup Pimpinan Rapat
Ketua : dr. Siti Umi M. Polpoke Notulen : Rahmawati
Peserta Rapat : Pegawai Puskesmas Air Besar 1. Pembukaan
Rapat dibuka oleh pembawa acara dengan berdo’a.
2. Arahan Kepala Puskesmas
Dalam upaya peningkatan mutu perlu dilakukan pembahasan bersama seluruh pegawai Puskesmas dalam rangka menguatkan pemahaman terhadap Program Peningkatan Mutu di Puskesmas Air Besar.
Permasalahan mutu, kinerja, dan permasalahan yang terjadi dalam penerapan sistem manajemen mutu secara periodik juga perlu dibahas bersama yang melibatkan seluruh jajaran yang ada dalam organisasi.
Semua pegawai puskesmas diharapkan tetap semangat dalam menjalankan proses ini demi peningkatan kinerja dan mutu pelayanan.
3. Pembahasan Indikator Mutu
Indikator Mutu di Puskesmas Air Besar, antara lain:
INDIKATOR NASIONAL MUTU
NO INDIKATOR TARGET
1 Kepatuhan Kebersihan Tangan (KKT) >85%
2 Kepatuhan Identifikasi Pasien 100%
3 Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) 100%
4 Keberhasilan pengobatan pasien Tuberkulosis semua kasus
Sensitif Obat (SO) 90%
5 Ibu Hamil yang mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC)
sesuai standar 100%
6 Kepuasan pasien >76,60%
INDIKATOR MUTU PRIORITAS PUSKESMAS
NO JENIS INDIKATOR TARGET
1 Waktu tunggu pendaftaran ≤ 10 menit ≥ 90%
INDIKATOR MUTU UNIT PELAYANAN 1. Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)
NO UNIT PELAYANAN INDIKATOR TARGET
1 Pendaftaran dan Rekam Medis
Kelengkapan pengisian identitas rekam
medis ≥70%
2 Layanan Pemeriksaan Umum Kelengkapan pengisian SOAP ≥80%
3 Layanan MTBS Balita Diare mendapatkan oralit dan zinc 100%
4 Layanan KIA/KB Kelengkapan pengisian buku KIA setiap kali
kunjungan ≥90%
5 Layanan Kesehatan Gigi dan Mulut
Kelengkapan pengisian inform consent
tindakan 100%
6 Layanan Laboratorium Waktu tunggu hasil pemeriksaan
laboratorium immunoserologi < 60 menit ≥80%
7 Layanan Tindakan/ Gawat Darurat
Kelengkapan pengisian inform consent
tindakan 100%
8 Layanan Kefarmasian Waktu tunggu obat racikan ≤ 30 menit 100%
2. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
NO UNIT PELAYANAN INDIKATOR TARGET
1 Promosi Kesehatan Cakupan posyandu aktif ≥ 80%
2 Gizi Masyarakat Cakupan balita mendapat Vitamin A ≥ 90%
3 Kesehatan Lingkungan Pengawasan TFU sesuai standar ≥ 65%
4 Kesehatan Keluarga Cakupan pelayanan Kesehatan Peduli Remaja 100%
5 P2 Penyakit Tidak
Menular Deteksi dini kanker payudara dan kanker rahim ≥60%
3. Administrasi Manajemen (ADMEN)
NO JENIS INDIKATOR TARGET
1 Semua tenaga kesehatan memiliki SIP yang masih berlaku 100%
4. Pembahasan Daftar Risiko
Daftar risiko yg telah disusun oleh tim Manajemen Risiko disosialisasikan kepada seluruh Pegawai Puskesmas Air Besar (terlampir).
5. Pembahasan Sasaran Keselamatan Pasien
6. Pembahasan Alur Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien
1. Apabila terjadi suatu insiden di Puskesmas, wajib segera ditindaklanjuti (dicegah/ditangani) untuk mengurangi dampak/akibat yang tidak diharapkan.
2. Setelah ditindaklanjuti, segera buat laporan insidennya dengan mengisi Formulir Laporan Insiden pada akhir jam kerja kepada Atasan langsung. (Paling lambat 2 x 24 jam); jangan menunda laporan.
3. Setelah selesai mengisi laporan, segera serahkan kepada Atasan langsung pelapor.
4. Atasan langsung akan memeriksa laporan dan melakukan grading risiko terhadap insiden yang dilaporkan.
5. Hasil grading akan menentukan bentuk investigasi dan analisa yang akan dilakukan sebagai berikut:
a. Grade biru : Investigasi sederhana oleh Atasan langsung, waktu maksimal 1 minggu.
b. Grade hijau : Investigasi sederhana oleh Atasan langsung, waktu maksimal 2 minggu.
c. Grade kuning : Investigaasi komprehensif / Analisis akar masalah / RCA oleh Tim PMKP di Puskesmas, waktu maksimal 45 hari.
d. Grade merah : Investigaasi komprehensif / Analisis akar masalah / RCA oleh Tim PMKP di RS, waktu maksimal 45 hari.
6. Setelah selesai melakukan investigasi sederhana, laporan hasil investigasi dan laporan insiden dilaporkan ke Tim KP Puskesmas.
7. Tim PMKP di Puskesmas akan menganalisa kembali hasil Investigasi dan Laporan insiden untuk menentukan apakah perlu dilakukan investigasi lanjutan (RCA) dengan melakukan Regrading.
8. Untuk grade Kuning/Merah, Tim KP di Puskesmas akan melakukan Analisis akar masalah/Root Cause Analysis (RCA).
9. Setelah melakukan RCA, Tim KP di Puskesmas akan membuat laporan dan Rekomendasi untuk perbaikan serta “Pembelajaran” berupa: Petunjuk/”Safety alert” untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali.
10. Hasil RCA, rekomendasi dan rencana kerja dilaporkan kepada Kepala Puskesmas.
11. Rekomendasi untuk “Perbaikan dan Pembelajaran” diberikan umpan balik kepada unit kerja terkait.
12. Monitoring dan Evaluasi Perbaikan oleh Tim KP di Puskesmas.
13. Pelaporan eksternal (Kejadian Tidak Diharapkan dan Kejadian Sentinel) akan dilaporkan kepada Komite Nasional Keselamatan Pasien melalui website:
https://mutufasyankes.kemkes.go.id/
Analisis Matriks Grading Risiko
Penilaian matriks risiko adalah suatu metode analisa kualitatif untuk menentukan derajat risiko suatu insiden berdasarkan Dampak dan Probabilitasnya.
Dampak (Consequences)
Penilaian dampak/akibat suatu insiden adalah seberapa berat akibat yang dialami pasien mulai dari tidak ada cedera sampai meninggal (tabel 1).
Probabilitas/Frekuensi/Likelihood
Penilaian tingkat probabilitas/frekuensi risiko adalah seberapa seringnya insiden tersebut terjadi (tabel 2).
Tabel 1. Penilaian Dampak Klinis/Konsekuensi/Severity
Tabel 2. Penilaian Probabilitas/Frekuensi
Setelah nilai Dampak dan Probabilitas diketahui, dimasukkan dalam Tabel Matriks Grading Risiko untuk menghitung skor risiko dan mencari warna bands risiko.
1. Skor Risiko
Untuk menentukan skor risiko digunakan matriks grading risiko (tabel 3), yaitu:
a. Tetapkan frekuensi pada kolom kiri
b. Tetapkan dampak pada baris ke arah kanan,
c. Tetapkan warna bandsnya, berdasarkan pertemuan antara frekuensi dan dampak
2. Bands Risiko
Bands risiko adalah derajat risiko yang digambarkan dalam empat warna yaitu:
Biru, Hijau, Kuning dan Merah. Warna “bands” akan menentukan Investigasi yang akan dilakukan (tabel 3):
Bands BIRU dan HIJAU : Investigasi sederhana
Bands KUNING dan MERAH : Investigasi Komprehensif/RCA Tabel 3. Matriks Grading Risiko
SKOR RISIKO = Dampak x Probability
Tabel 4. Tindakan sesuai Tingkat dan Bands Risiko
Level / Bands Tindakan
Ekstrim (Sangat Tinggi)
Risiko ekstrim, dilakukan RCA paling lama 45 hari membutuhkan Tindakan segera, perhatian sampai ke Kepala Puskesmas.
High (Tinggi) Risiko tinggi, dilakukan RCA paling lama 45 hari, Kaji dengan detil dan perlu Tindakan segera serta membutuhkan perhatian Kepala Puskesmas.
Moderate (Sedang)
Risiko sedang, dilakukan investigasi sederhana paling lama 2 minggu.
Pimpinan Unit Layanan sebaiknya menilai dampak terhadap biaya dan Kelola risiko.
Low (Rendah) Risiko rendah, dilakukan investigasi sederhana paling lama 1 minggu, diselesaikan dengan prosedur rutin.
Formulir Pelaporan Insiden
7. Pembahasan Kode Etik dan Peraturan Internal Puskesmas Kewajiban Pegawai Puskesmas Air Besar Kota Ambon yaitu:
Mengutamakan kepentingan Dinas di atas kepentingan golongan dan/atau diri sendiri;
Menjaga kehormatan, martabat, dan citra sebagai Aparatur Sipil Negara Kota Ambon;
Menyimpan dan menjaga rahasia negara dan rahasia jabatan dengan sebaik- baiknya;
Memakai seragam dan atribut sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:
Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil Puskesmas Air Besar dengan ketentuan:
Hari Senin dan Selasa: Pakaian Dinas Harian (PDH) khaki
Hari Rabu: Pakaian Dinas Harian (PDH) kemeja putih dan celana/rok hitam
Hari Kamis dan/atau Jumat: Pakaian Dinas Harian (PDH) batik/tenun/lurik atau pakaian khas daerah pada tanggal 7 setiap bulan (khusus memperingati HUT Kota Ambon tanggal 7 September)
Pakaian seragam batik Korps Pegawai Republik Indonesia digunakan pada saat upacara hari ulang tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), pada tanggal 17 (tujuh belas) setiap bulan.
Memakai atribut pada Pakaian Dinas PNS Puskesmas Air Besar dengan ketentuan sebagai berikut:
Lencana Korps Pegawai Republik Indonesia
Papan nama
Nama Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Ambon
Lambang Kementerian Dalam Negeri atau Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Ambon
Tanda pengenal
Kewajiban lain yang harus dilakukan:
Melaksanakan apel pagi dan sore setiap hari kerja sesuai dengan aturan dan Kepala Puskesmas wajib mengirimkan foto pegawai dan absen pada saat apel pagi dan sore setiap hari kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon cq Sie Perencanaan dan Kepegawaian;
Melaksanakan tugas yang diberikan Pimpinan dengan sebaik-baiknya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab;
Melaksanakan senam pagi dan Jumat bersih;
Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, teliti dan bersemangat;
Meningkatkan kebutuhan, kekompakan dan persatuan dan kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil;
Melaporkan kepada atasan langsung apabila mengetahui hal yang dapat merugikan Pemerintah Kota Ambon di bidang keamanan dan keuangan;
ASN yang melaksanakan tugas lapangan/di luar kantor, wajib kembali ke kantor dan melapor/menyampaikan laporan hasil kunjungan lapangan kepada Kepala Puskesmas dan mengikuti apel sore.
Mematuhi ketentuan jam kerja, jam istirahat dan jam pelayanan sebagai berikut:
Jam kerja:
Masuk: Senin s/d Kamis pukul 08.00 WIT dan hari Jumat pukul 07.30 WIT,
Pulang: Senin s/d Jumat pukul 16.30 WIT.
Jam istirahat:
Senin s/d Kamis pukul 12.00 – 13.00 WIT Jumat pukul 12.00 s/d 14.00 WIT
Jam pelayanan:
Senin s/d Kamis mulai pukul 08.30 – 12.00 WIT, kemudian dilanjutkan kembali pukul 13.00 – 16.00 WIT.
Jumat mulai pukul 08.30 – 12.00 WIT kemudian dilanjutkan kembali pukul 14.00 – 16.00 WIT.
Dalam melaksanakan tugas di Puskesmas Air Besar maka pegawai Puskesmas harus berperilaku terkait budaya keselamatan yaitu:
Perilaku mendukung budaya keselamatan
Penyediaan layanan yang baik, termasuk pengambilan keputusan bersama
Bekerja sama dengan pasien atau klien
Bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain
Bekerja sama dalam sistem layanan kesehatan
Meminimalisir risiko
Mempertahankan kinerja professional
Perilaku profesional dan beretika
Memastikan pelaksanaan proses pelayanan yang terstandar
Upaya peningkatan mutu dan keselamatan termasuk keterlibatan dalam pelaporan dan tindak lanjut insiden
Larangan untuk berperilaku yang tidak mendukung budaya keselamatan
Perilaku yang tidak layak seperti kata-kata atau Bahasa tubuh yang merendahkan atau menyinggung perasaan sesama staf, misalnya mengumpat atau memaki
Perilaku yang mengganggu seperti perilaku yang tidak layak yang dilakukan secara berulang, bentuk tindakan verbal/nonverbal yang membahayakan/
mengintimidasi staf lain, komentar sembrono di depan pasien yang berdampak menurunkan kredibilitas staf klinis lain, contoh mengomentari negatif hasil Tindakan/pengobatan staf lain didepan pasien, melarang petugas untuk membuat laporan insiden, memarahi staf klinis lainnya di depan pasien, kemarahan yang ditunjukkan dengan melempar /membuang rekam medis di ruang rawat jalan.
Perilaku yang melecehkan terkait dengan ras, agama, suku termasuk gender
Pelecehan seksual SANKSI
Sanksi yang berlaku terhadap Pegawai Puskesmas Air Besar sebagai berikut:
Kepala Puskesmas berwenang memberikan sanksi moral terhadap Pegawai yang terbukti melanggar Kode Perilaku
Sanksi moral yang diberikan dapat berupa:
a. Permohonan maaf secara tertulis
NOTULIS
RAHMAWATI
b. Pernyataan penyesalan untuk tidak mengulangi kembali perbuatan melanggar kode etik secara tertulis.
Sanksi moral dapat disampaikan secara tertutup atau terbuka.
Selain diberikan sanksi moral, maka PNS yang melakukan pelanggaran kode Etik tingkat berat dapat dikenakan tindakan administrasi seperti:
ASN jika selama 3 hari berturut-turut TK (Tanpa Keterangan) pada saat apel pagi/siang harus diberikan peringatan tertulis dengan tembusan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon.
ASN jika selama 3 hari berturut-turut tidak hadir/tidak bekerja tanpa alasan yang jelas, harus diberikan peringatan tertulis dengan tembusan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon
8. Rencana Tindak Lanjut
Agar sosialisasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman pegawai Puskesmas Air Besar dan dapat diterapkan dalam menjalankan pelayanan kesehatan di Puskesmas Air Besar.
Akan dilakukan evaluasi secara bekala terkait Program Peningkatan Mutu.
Pertemuan ini sekaligus sebagai penggalangan komitmen pegawai Puskesmas Air Besar dalam upaya meningkatkan Mutu Pelayanan Puskesmas.
9. Penutup
Acara ditutup dengan berdo’a
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR
Jln.Imam Ghazali– Batu Merah Ambon Kode Pos 97128 E-mail : [email protected]
DAFTAR RESIKO KLINIS DAN NON KLINIS PUSKESMAS AIR BESAR
TAHUN 2023
NO UNIT KERJA/
PELAYANAN
IDENTIFIKASI RISIKO
ANALISIS RISIKO
ANALISIS PENYEBAB AKIBAT TERJADI RISIKO
EVALUASI PENCEGAHAN
RISIKO
UPAYA PENANGANAN JIKA
TERJADI RISIKO
PENANGGUNG JAWAB
PELAPORAN JIKA TERJADI
PAPARAN RISIKO PROBABILITAS
(P)
DAMPAK (D)
TINGKAT RISIKO (P X D)
UPAYA KESEHATAN PERORANGAN (UKP) 1 Laboratorium Bagi Pasien :
Spesimen tertukar 1 3 Rendah
(3)
Pelabelan dilakukan setelah pengambilan sampel
Salah hasil pemeriksaan Pelabelan sebelum pengambilan spesimen
Melakukan pengambilan spesimen baru dan pemeriksaan ulang
PJ Lab
PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas
dan Dinkes (Jika terjadi kejadian
sentinel) Salah terapi
Faktor teknis pengambilan darah vena
3 3 Sedang
(9)
Petugas kurang terampil Timbul rasa sakit atau nyeri
Dilakukan pelatihan pleybetomi untuk semua petugas laboratorium
Penanganan pertama untuk kesalahan faktor teknis pengambilan darah Terjadinya risiko infeksi vena
Risiko penularan saat pengambilan darah Bagi Petugas :
Petugas tertusuk jarum (jarum bekas pemakaian)
3 4 Tinggi
(12)
Petugas menutup kembali jarum pemakaian dengan 2 tangan
Risiko penularan penyakit
Recapping dengan 1 tangan
Cuci bagian yang terpapar dengan sabun antiseptik dan air mengalir
PJ Lab PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas Membuang langsung
jarum suntik ke tempat khusus tanpa di tutup lagi
Menggali status kesehatan/ riwayat kesehatan pasien dan petugas
Konsul/ Rujuk ke dokter spesialis penyakit dalam
terjadi kejadian Terpapar reagensia
korosif
2 4 Sedang
(8)
Petugas tidak menggunakan APD sesuai SOP
Iritasi/peradangan pada kulit, mata dan saluran pernafasan
Dilakukan pemantauan penggunaan APD pada petugas laboratorium
Keracunan melalui kulit : Menyiram bagian kulit yang terkena bahan korosif sedikitnya 15 menit
PJ Lab
PJ Lab
PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas
PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas Petugas laboratorium
dilatih untuk cara PPI dan penggunaan APD oleh Pegawai Puskesmas Air Besar yang pernah mendapatkan pelatihan
Keracunan melalui mata : Mencuci kedua mata dengan air dalam jumlah banyak, sedikitnya 15 menit
Terpapar spesimen/
kontak langsung dengan pasien
3 4 Tinggi
(12)
Petugas tidak menggunakan APD sesuai SOP
Risiko penularan penyakit
Dilakukan pemantauan penggunaan APD pada petugas laboratorium
Keracunan melalui pernafasan : Segera membawa korban ke tempat yang berudara dan memberi nafas buatan Petugas laboratorium
dilatih untuk cara PPI dan penggunaan APD oleh Pegawai Puskesmas Air Besar yang pernah mendapatkan pelatihan
Bagi Lingkungan/ Institusi : Peledakan bahan-
bahan reaktif
1 4 Rendah
(4)
Terjadinya kebakaran Tersedianya APAR yang memadai
Melakukan pemadaman api sesuai dengan yang diajarkan oleh TIM pemadam kebakaran menggunakan APAR yang telah tersedia
PJ Lab
PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas, Dinas Kesehatan Dilakukannya pelatihan
cara pemadaman kebakaran
2 Farmasi Bagi Pasien :
Obat tertukar 4 4 Sangat Tinggi
(16)
Identitas pasien yang tidak lengkap
Menimbulkan reaksi alergi hingga kematian
Penulisan resep harus sesuai SOP
Petugas melakukan konfirmasi ulang mengenai resep kepada dokter pemberi resep
Apoteker PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas
dan Dinkes (Jika Penulisan resep yang
kurang jelas
Petugas layanan farmasi adalah hanya yang berkompeten dibidangnya Pemberian obat oleh
petugas yang tidak kompeten
Dilakukan pelatihan kepada tenaga yang diberi pelimpahan wewenang pemberian obat
Salah cara minum/pemakaian obat
4 3 Tinggi
(12)
Kurangnya pemberian informasi obat kepada pasien saat penyerahan obat (PIO)
Efektifitas penyerapan obat berkurang, terjadi efek samping obat
SOP pemberian informasi obat yang benar dan sosialisasikan
Penanganan atas efek
samping obat sentinel)
Tersedianya formularium obat dan sosialisasikan Salah pemberian
dosis obat
4 3 Tinggi
(12)
Penulisan resep yang kurang jelas
Terjadi over dosis obat SOP peresepan yang benar dan sosialisasikan
Penanganan terjadinya over dosis obat
Dokter penanggung jawab layanan, Apoteker
Terapi tidak adekuat Pengulangan terapi
Pemberian obat rusak
2 5 Tinggi
(10)
Petugas tidak bekerja sesuai SOP
Timbul efek samping SOP penyimpanan obat yang benar dan sosialisasikan
Penanganan efek
samping obat Apoteker PJ UKP, Tim Mutu
Petugas tidak teliti Penyakit tidak sembuh Pengulangan terapi Pemberian obat
kadaluarsa
2 5 Tinggi
(10)
Penempatan obat kadaluarsa tidak sesuai SOP
Timbul efek samping SOP penyimpanan obat yang benar dan sosialisasikan
Penanganan efek samping obat
Apoteker PJ UKP, Tim Mutu
Petugas tidak teliti Penyakit tidak sembuh Pengulangan terapi Kesalahan penulisan
label/etiket
2 4 Sedang Petugas tidak bekerja
sesuai SOP
Penyakit tidak sembuh SOP peresepan yang benar dan sosialisasikan
Pengulangan terapi
Apoteker PJ UKP, Tim Mutu
Petugas tidak teliti 3 Ruang
Pemeriksaan Umum
Bagi Pasien dan Petugas : Bakteri atau virus yang infeksius dari pasien yang berobat
4 3 Tinggi
(12)
Ruangan lembab, tempat bakteri/ virus
berkembang
Pasien tertular infeksi lain dari sesama pasien
Mendesain ruangan pemeriksaan agar mendapat cukup sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik
Menjalani terapi pengobatan dengan baik
Dokter penanggung jawab layanan &
petugas penanggung jawab ruangan
PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas dan Dinkes (Jika terjadi kejadian sentinel) 4 Ruang Kesehatan
Anak/ MTBS Bagi Pasien dan Petugas : Bakteri atau virus yang infeksius dari pasien yang berobat
4 3 Tinggi
(12)
Ruangan lembab, tempat bakteri/ virus
berkembang
Pasien tertular infeksi lain dari sesama pasien
Mendesain ruangan pemeriksaan agar mendapat cukup sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik
Menjalani terapi pengobatan dengan baik
Dokter penanggung jawab layanan &
petugas penanggung jawab ruangan
PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas dan Dinkes (Jika terjadi kejadian sentinel) 5 Ruang Kesehatan
Gigi dan Mulut Bagi Petugas : Petugas tertusuk jarum
4 3 Tinggi
(12)
Petugas melakukan recapping dengan 2 tangan
Risiko tertular penyakit Recapping dengan 1 tangan
Cuci bagian yang terpapar dengan sabun antiseptik dan air mengalir Membuang langsung
jarum suntik ke tempat khusus tanpa di tutup lagi
Menggali status kesehatan/ riwayat kesehatan pasien dan petugas
Konsul/ Rujuk ke dokter
spesialis penyakit dalam Dokter penanggung jawab layanan dan petugas penanggung
jawab ruangan
PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas
dan Dinkes (Jika terjadi kejadian
sentinel) Terpapar saliva
pasien
3 3 Sedang
(9)
Petugas tidak menggunakan APD sesuai SOP
Risiko tertular infeksi Menggunakan APD saat melakukan tindakan ke pasien
Mencuci bagian yang terpapar dengan sabun antiseptik dan air mengalir Terpapar darah
pasien
3 4 Tinggi
(12)
Petugas tidak menggunakan APD sesuai SOP
Risiko tertular infeksi Menggunakan APD saat melakukan tindakan ke pasien
Mencuci bagian yang terpapar dengan sabun antiseptik dan air mengalir Terkena paparan zat
kimia (chlorin)
1 4 Rendah
(4)
Petugas tidak menggunakan APD sesuai SOP
Iritasi kulit Menggunakan sarung tangan/ APD saat mencuci alat
Membilas dengan air
Bagi Petugas dan Pasien : Kabel dental unit yang melintang di lantai
1 3 Rendah
(3)
Tersandung dan jatuh Cidera ringan sampai berat
Dirapikan, diikat jadi satu dan ditutup dengan karet lebar
Memberikan pertolongan pertama untuk pasien/
petugas yang terjatuh
Dokter PJ layanan dan petugas penanggung jawab ruangan
PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas dan Dinkes (Jika terjadi kejadian sentinel) 6 Ruang KIA/KB,
Imunisasi Bagi Petugas : Tertusuk jarum (Jarum bekas pemakaian)
3 4 Tinggi
(12)
Melakukan recapping dengan 2 tangan
Tertular penyakit infeksi Recapping dengan 1 tangan
Cuci bagian yang terpapar dengan sabun antiseptik dan air mengalir
PJ Imunisasi PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas Membuang langsung
jarum suntik ke tempat khusus tanpa di tutup lagi
Menggali status kesehatan/ riwayat kesehatan pasien dan petugas
Konsul/ Rujuk ke dokter spesialis penyakit dalam Bagi Pasien :
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)
2 3 Sedang
(6)
- Bayi/ balita demam pasca imunisasi
Konseling terhadap orang tua bayi/ balita yang di imunisasi
Pemberian obat penurun demam (untuk di rumah)
PJ Imunisasi
PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas
dan Dinkes (Jika Bengkak di area
penyuntikan Vaksin rusak/
kadaluarsa
1 3 Rendah Petugas tidak melakukan
VVM dan pemeriksaan ED
Vaksin tidak dapat digunakan
Dilakukan Vial Vaksin Monitoring (VVM) dan pemeriksaan tanggal ED
Kesalahan menentukan status kesehatan bayi/
balita yang akan di imunisasi
1 3 Rendah
(3)
Petugas tidak melakukan skrining kesehatan pada bayi/ balita yang akan di imunisasi
Dilakukan skrining kesehatan pasien sesuai SOP dan melihat buku KMS serta melakukan wawancara
terjadi kejadian sentinel)
7 Ruang TB Bagi Petugas : Bakteri yang infeksius dari pasien yang berobat
3 4 Tinggi
(12)
Ruangan lembab, tempat bakteri/ virus
berkembang
Tertular infeksi TB dari pasien
Mendesain ruangan pemeriksaan agar mendapat cukup sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik
Melakukan pengobatan TB hingga tuntas
PJ TB
PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas
dan Dinkes (Jika terjadi kejadian
sentinel) Droplet air liur dari
pasien yang batuk
3 4 Tinggi
(12)
Petugas tidak menggunakan masker/APD
Menggunakan masker dengan benar sebagai alat pelindung diri (APD) 8 Ruang Tindakan Bagi Petugas :
Tertusuk jarum (Jarum bekas pemakaian)
3 4 Tinggi
(12)
Melakukan recapping dengan 2 tangan
Tertular penyakit infeksi Recapping dengan 1 tangan
Cuci bagian yang terpapar dengan sabun antiseptik dan air mengalir
PJ Ruang Tindakan PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas Membuang langsung
jarum suntik ke tempat khusus tanpa di tutup lagi
Menggali status kesehatan/ riwayat kesehatan pasien dan petugas
Konsul/ Rujuk ke dokter spesialis penyakit dalam Terpapar darah
pasien
3 4 Tinggi
(12)
Petugas tidak menggunakan APD sesuai SOP
Tertular infeksi Menggunakan APD saat melakukan tindakan ke pasien
Mencuci bagian yang terpapar dengan sabun antiseptik dan air mengalir Terkena paparan zat
kimia (chlorin)
2 4 Sedang
(8)
Petugas tidak menggunakan APD sesuai SOP
Iritasi kulit Menggunakan sarung tangan/ APD saat mencuci alat
Membilas dengan air
Bagi Pasien :
Salah triase pasien 2 4 Sedang
(8)
Petugas tidak bekerja sesuai SOP
Terlambat penanganan pada pasien gawat darurat
SOP triase
disosialisasikan kembali
Segera melakukan penanganan sesuai kegawatdaruratan pasien
PJ Ruang Tindakan PJ UKP, Tim Mutu Tidak ada penanda
warna triase pada pasien
Pembuatan gelang triase
9 Ruang Pendaftaran Bagi Pasien :
& RM Pencarian RM yang lama
3 2 Sedang
(6)
Rekam medis belum dikembalikan ke ruang RM
Pasien menunggu lama Membuat tracer untuk setiap layanan dan buku peminjaman RM
Segera mengambil RM di layanan terkait
PJ RM PJ UKP
Proses skrining infeksi di penerimaan pasien belum sesuai
3 3 Sedang
(9)
Tidak ada petugas skrining
Penularan infeksi antar pasien
Membuat jadwal petugas skrining dan alur pelayanan sesuai prinsip PPI
Segera memisahkan pasien infeksi ke area khusus
PJ Pendaftaran PJ UKP, PJ PPI
Pasien terjatuh 2 4 Sedang
(8)
Tidak ada pegangan di pintu masuk
Pasien cidera Memasang pegangan di pintu masuk
Melakukan pertolongan pertama kepada pasien yang jatuh
Tim KP Tim Mutu
Tidak ada skrining dan penanda risiko jatuh
Pemasangan gelang risiko jatuh sesuai hasil skrining
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT (UKM) 1 Pertolongan
Persalinan, Pemasangan alat kontrasepsi, Pemeriksaan IVA
Bagi Lingkungan : Limbah medis dalam pertolongan persalinan, pemasangan alat KB, Pemeriksaan IVA dapat mencemari lingkungan
1 4 Rendah
(4)
Limbah medis dibuang sembarangan
Pencemaran lingkungan Melakukan penanganan yang tepat terhadap limbah medis
PJ Kesling
2 Pemeriksaan status
gizi Bagi Petugas dan Masyarakat : Alat-alat yang
digunakan apabila dalam kondisi yang kurang baik dapat mengakibatkan cedera pada petugas
2 2 Rendah
(4)
Alat-alat dalam kondisi rusak dapat mencederai petugas ataupun masyarakat
Luka ataupun cedera lainnya
Melakukan perawatan terhadap alat secara berkala
Melakukan perawatan terhadap korban
PJ Gizi PJ UKM, Tim Mutu
Melakukan kalibrasi alat secara rutin
3 Pengambilan dan transportasi sampel air
Bagi Lingkungan : Sampel air yang mengandung E.Colli apabila tidak dilakukan secara benar dapat
1 4 Rendah Pengambilan dan
transportasi sampel air tidak dilakukan sesuai SOP
Pencemaran pada makanan/ air lainnya
Membuat SOP pengiriman sampel air
PJ Kesling
skrining faktor
mencemari
makanan/ air lainnya
(4) Melakukan penanganan
terhadap sampel secara tepat sesuai SOP
4 Fogging Bagi Petugas :
Keracunan dan kebisingan pada saat fogging
1 4 Rendah
(4)
Petugas tidak menggunakan APD
Keracunan, Sakit tenggorokan, bahkan kematian
Petugas menggunakan APD
Petugas yang melakukan fogging
Bagi Lingkungan : Pencemaran udara, air dan tanah akibat pelaksanaan fogging
1 3 Rendah
(3)
Petugas melakukan pengasapan berlawanan dengan arah angin
Fogging tidak efektif Memberitahukan ke lokasi bahwa akan dilakukan fogging fokus setengah jam sebelum fogging dilakukan
Petugas yang melakukan fogging
PJ UKM, Tim Mutu, Kepala Puskesmas
Masyarakat tidak menutup makanan dan minuman saat pengasapan
Pencemaran pada makanan/minuman
Meminta warga mengosongkan rumahnya termasuk orang tua renta dan bayi atau orang sakit Asap terhirup oleh
masyarakat dalam dosis signifikan
Keracunan, Sakit tenggorokan, bahkan kematian
Menutup makanan dan minuman serta tempayan air
Memperhatikan arah angin
Mempersiapkan wadah pencampuran insektisida 5 Abatesasi Pencemaran pada
air minum akibat pelaksanaan abatesasi
2 2 Rendah
(4)
Dalam dosis besar dapat mengakibatkan keracunan
Kesakitan dan kematian dalam dosis besar
Memberitahu masyarakat tentang cara penggunaan abate dan dosisnya
PJ Malaria PJ UKM, Tim Mutu
6 Pemeriksaan Bagi Petugas :
risiko PTM seperti gula darah
Petugas dapat tertusuk jarum saat melakukan pemeriksaan
2 4 Sedang
(8)
Tertusuk jarum yang telah dipakai
Luka dan tertular penyakit
Menerapkan prinsip- prinsip kewaspadaan universal dan pencegahan penyakit
Cuci bagian yang terpapar dengan sabun antiseptik dan air mengalir
PJ PTM PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas
dan Dinkes (Jika terjadi kejadian
sentinel) Melakukan penanganan
limbah medis secara benar sesuai SOP
Menggali status kesehatan/ riwayat kesehatan pasien dan petugas
Konsul/ Rujuk ke dokter spesialis penyakit dalam Bagi Masyarakat :
Dapat menyebabkan luka bahkan infeksi atau tertular penyakit
1 4 Rendah
(4)
Mengambil spesimen lab penderita
Luka dan tertular penyakit
Menerapkan prinsip- prinsip kewaspadaan universal dan pencegahan penyakit
Melakukan perawatan terhadap korban
PJ PTM PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas dan Dinkes (Jika terjadi kejadian sentinel) Bagi Lingkungan :
Limbah medis dapat menyebabkan pencemaran lingkungan
1 4 Rendah Limbah medis dibuang
sembarangan
Pencemaran lingkungan Melakukan penanganan yang tepat terhadap limbah medis
PJ PTM
7 Pengambilan
spesimen Sputum Bagi Petugas : Penyebaran droplet yang mengandung kuman TB pada saat pasien batuk dapat menularkan kepada petugas
2 4 Sedang
(8)
Percikan droplet dari batuk atau bersin penderita
Penularan pada orang lain dan petugas
Menggunakan masker saat melakukan kunjungan rumah ataupun saat kontak dengan pasien TB
Melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat dengan gejala batuk >2 minggu dan pemeriksaan kontak serumah
PJ TB PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas dan Dinkes (Jika terjadi kejadian sentinel) Menganjurkan pasien
untuk menggunakan masker kalau masker partikulat
Melakukan perawatan terhadap korban
Bagi Masyarakat : Pembuangan sputum sembarangan dapat menakibatkan pencemaran dan penularan kepada orang lain
2 4 Sedang
(8)
Penanganan spesimen sputum tidak sesuai SOP
Penularan pada orang lain dan petugas
Melakukan penanganan secara tepat terhadap spesimen sputum
Melakukan perawatan terhadap korban
PJ TB PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas dan Dinkes (Jika terjadi kejadian sentinel)
Bagi Lingkungan : Penyebaran droplet di ruangan/ udara
2 4 Sedang
(8)
Ruangan lembab, tempat bakteri/ virus
berkembang
Penularan pada orang lain dan petugas
Mendesain ruangan pemeriksaan agar mendapat cukup sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik
Melakukan perawatan terhadap korban
PJ TB PJ UKP, TIM Mutu, Kepala Puskesmas
8 Posyandu Balita Bagi Masyarakat : Dapat menimbulkan kecelakaan apabila alat-alat yang digunakan rusak
1 4 Rendah
(4)
Apabila alat ukur dalam kondisi kurang baik
Cedera pada petugas dan masyarakat
Melakukan perawatan terhadap alat secara berkala
Melakukan perawatan terhadap korban
PJ Gizi PJ UKM, Tim Mutu
Melakukan kalibrasi alat secara rutin
Bagi Lingkungan : Limbah medis dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan
1 4 Rendah
(4)
Limbah medis dibuang sembarangan
Pencemaran lingkungan Melakukan penanganan yang tepat terhadap limbah medis
Petugas posyandu PJ UKM, Tim Mutu
9 Kunjungan rumah pasien gangguan jiwa
Bagi Petugas : Apabila pasien dalam kondisi gaduh gelisah dapat membahayakan petugas
1 4 Rendah
(4)
Konsumsi obat psikotropika yang salah dapat mengakibatkan efek yang tidak diinginkan
Overdosis hingga kematian
Menunjuk seorang pengawas menelan obat yang bertugas mengawasi konsumsi obat jiwa
Segera larikan ke Ruang Emergensi/ Tindakan
Dokter pemberi layanan, PJ Keswa
PJ UKM, Tim Mutu
Membangun jejaring dengan kader, aparat desa dan satpol PP dalam penanganan pasien gaduh gelisah
10 Posbindu Lansia Bagi Masyarakat : Dapat menimbulkan kecelakaan apabila alat-alat yang digunakan rusak
1 4 Rendah
(4)
Apabila alat ukur dalam kondisi kurang baik
Cedera pada petugas dan masyarakat
Melakukan perawatan terhadap alat secara berkala
Melakukan perawatan terhadap korban
PJ Lansia PJ UKM, Tim Mutu
Melakukan kalibrasi alat secara rutin
Bagi Lingkungan :
Limbah medis dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan
1 4 Rendah Limbah medis dibuang
sembarangan
Pencemaran lingkungan Melakukan penanganan yang tepat terhadap limbah medis
Petugas Posyandu PJ UKM, Tim Mutu
ADMINISTRASI MANAJEMEN (ADMEN) 1 Kepegawaian Keterlambatan
kenaikan pangkat
2 3 Sedang
(6)
Petugas terlambat mengusulkan untuk kenaikan pangkat
Kenaikan pangkat petugas terlambat
Melakukan pengusulan paling lambat 6 bulan sebelum waktu kenaikan pangkat berikutnya dilengkapi dengan dokumen penunjang
Petugas segera mengajukan pengusulan kenaikan pangkat
Kepala Tata Usaha Kepala Puskesmas dan Kepala Dinas Kesehatan Kota
RISIKO NON KLINIS 1 Risiko
Reputasional
Petugas mendapat kekerasan fisik maupun verbal dari pasien
3 3 Sedang
(9)
Kurang pemahaman pasien dengan prosedur
di Puskesmas
Reputasi puskesmas
menurun Sosialisasi secara berkala prosedur yang ada di
Puskesmas
Melakukan komunikasi dan menjelaskan prosedur kepada pasien dengan jelas dan mudah dimengerti
PJ UKP PJ Mutu, Kepala Puskesmas Kurangnya komunikasi
antara petugas dan pengunjung
Optimalisasi SOP Komunikasi Efektif
2 Risiko terkait MFK Kebakaran 1 5 Sedang Faktor eksternal Kerusakan bangunan,
dokumen, dll Simulasi cara
penggunaan APAR secara berkala
Evakuasi pasien, dokumen, dll ke area yang aman
PJ MFK PJ Mutu, Kepala Puskesmas, Kepala
Dinas Kesehatan Pengadaan Alarm
pemberitahuan kebakaran Pencurian atau
Kerusakan fasilitas
4 3 Tinggi
(12)
Tidak ada sistem pengamanan
Kehilangan atau rusaknya fasilitas Puskesmas
Pengadaan CCTV Memperbaiki fasilitas yang rusak
PJ MFK PJ Mutu, Kepala Puskesmas Tidak ada petugas
penjagaan (ssatpam)
Melapor ke pihak berwajib Jaringan internet
kurang lancar
4 2 Sedang Kapasitas internet kecil Pelayanan terhambat Menambah kapasitas
internet
Menggunaka kuota
internet pribadi Bendahara Kepala Puskesmas Pemadaman listrik
yang lama
2 2 Rendah Faktor eksternal Pelayanan terhambat
Pengadaan genset Pelayanan dilakukan
secara manual PJ MFK PJ Mutu, Kepala
Puskesmas AC tidak dingin
4 2 Sedang Pemeliharaan AC tidak
teratur
Ruangan tidak nyaman Optimalisasi pemeliharaan AC secara
berkala
Membuka jendela agar mendapat sirkulasi udara
dari luar
Bendahara PJ Mutu, Kepala Puskesmas Tidak tahu jalur
evakuasi saat bencana
1 4 Rendah Kurangnya sosialisasi
tentang alur saat terjadi bencana
Evakuasi tidak teratur
saat bencana Membuat video safety
briefing PJ MFK Kepala Puskesmas
3 Risiko Keuangan
Pasien tidak membayar biaya pengobatan
4 2 Sedang
Pasien tidak membawa uang saat berobat
Keuangan Puskesmas berkurang
Sosialisasi tentang biaya administratif di
Puskesmas
Mengratiskan jika itu
adalah pertama kali PJ Keuangan Kepala Puskesmas
4 Risiko PPI IPAL dan TPS tidak memiliki izin
4 3 Tinggi
(12)
Petugas tidak mengetahui syarat dokumen untuk perizinan
Pencemaran lingkungan Menyurat ke DLHP
untuk dokumen perizinan PJ PPI PJ Mutu, Kepala
Puskesmas
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128
E-mail : [email protected] DAFTAR HADIR
Nama Kegiatan : Sosialisasi Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Hari/Tanggal : Selasa, 8 Agustus 2023
Lokasi : Ruang Rapat Lt. 2
Kepala Puskesmas Air Besar
dr. Eka M. Susanti, M.Kes NIP.
198308232009042007 PEMERINTAH KOTA AMBON
DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128
E-mail : [email protected]
Ambon, 7 Agustus 2023 Nomor : 036.a/Pkm-Arbes/VIII/2023
Lampiran : -
Perihal : Undangan
Kepada Yth
Seluruh Pegawai Puskesmas Air Besar Di
Tempat
Dengan Hormat,
Dalam rangka melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan, Kami Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Puskesmas Air Besar mengundang Bapak/Ibu untuk mengikuti Sosialisasi PPI yang akan diselenggarakan pada :
Hari/Tanggal : Selasa, 8 Agustus 2023 Waktu : Pukul 13.30 – selesai Tempat : Ruang Rapat Lt. II
Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
PEMERINTAH KOTA AMBON DINAS KESEHATAN PUSKESMAS AIR BESAR Jln. Imam Ghozali, Kode Pos 97128
E-mail : [email protected] NOTULEN
Nama Kegiatan : Sosialisasi Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Hari/Tanggal : Selasa, 8 Agustus 2023
Lokasi : Ruang Rapat Lt. 2
Agenda Rapat : 1. Pembukaan
2. Pengarahan Kepala Puskesmas
3. Penjelasan tentang Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) 4. Praktik Cuci Tangan, Spill Kit, dan Penggunaan APD
5. Penutup
Pimpinan Rapat
Ketua : dr. Siti Umi M. Polpoke Notulen : Dian Anggari
Peserta Rapat : Pegawai Puskesmas Air Besar
1. Pembukaan
Rapat dibuka oleh pembawa acara dengan berdo’a.
2. Arahan Kepala Puskesmas
Program PPI atau Pencegahan dan Pengendalian Infeksi adalah upaya untuk mencegah dan meminimalkan terjadinya infeksi pada pasien, petugas, pengunjung, dan masyarakat sekitar fasilitas pelayanan kesehatan. Pedoman PPI di Fasilitas Pelayanan Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga melindungi sumber daya manusia kesehatan, pasien dan masyarakat dari penyakit infeksi yang terkait pelayanan kesehatan. Sasaran Pedoman PPI di Fasilitas Pelayanan Kesehatan disusun untuk digunakan oleh seluruh pelaku pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan yang meliputi tingkat pertama, kedua, dan ketiga.
Semua pegawai puskesmas diharapkan tetap semangat dalam menjalankan proses ini demi peningkatan kinerja dan mutu pelayanan.
3. Penjelasan tentang Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Healthcare Associated Infection (HAIs) merupakan salah satu masalah kesehatan diberbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Secara prinsip, kejadian HAIs sebenarnya dapat dicegah bila fasilitas pelayanan kesehatan secara konsisten melaksanakan program PPI. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi merupakan upaya untuk memastikan perlindungan kepada setiap orang terhadap kemungkinan tertular infeksi dari sumber masyarakat umum dan disaat menerima pelayanan kesehatan pada berbagai fasilitas kesehatan.
Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan bertujuan untuk melindungi pasien, petugas kesehatan, pengunjung yang menerima pelayanan kesehatanserta masyarakat dalam lingkungannya dengan cara memutus siklus penularan penyakit infeksi melalui kewaspadaan standar dan berdasarkan transmisi.
Kewaspadaan standar yaitu kewaspadaan yang utama, dirancang untuk diterapkan secara rutin dalam perawatan seluruh pasien di fasyankes, baik yang telah didiagnosis, diduga terinfeksi atau kolonisasi. Diterapkan untuk mencegah transmisi silang sebelum pasien di diagnosis, sebelum adanya hasil pemeriksaan laboratorium dan setelah pasien didiagnosis. Terdapat 11 kewaspadaan standar yaitu Kebersihan tangan, Alat Pelindung Diri (APD), Dekontaminasi peralatan perawatan pasien, Kesehatan Lingkungan, Pengolahan limbah, Penatalaksanaan linen, Perlindungan kesehatan petugas, penempatan pasien, Etika Batuk, Praktek penyuntikan yang aman, dan Praktik lumbal pungsi yang aman.
Kewaspadaan berdasarkan transmisi sebagai tambahan Kewaspadaan Standar yang dilaksanakan sebelum pasien didiagnosis dan setelah terdiagnosis jenis infeksinya. Jenis kewaspadaan berdasarkan transmisi sebagai berikut Melalui kontak, melalui droplet, melalui udara (Airborne), melalui Common vehicle (makanan, air, obat, alat, peralatan), dan melalui vector (nyamuk, lalat, tikus).
Kebersihan tangan dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir bila tangan jelas kotor atau terkena cairan tubuh, atau menggunakan alkohol (alcohol-based handrubs) bila tangan tidak tampak kotor.
Kuku petugas harus selalu bersih dan terpotong pendek, tanpa kuku palsu, tanpa memakai perhiasan cincin. Cuci tangan dengan sabun biasa/antimikroba dan bilas dengan air mengalir, dilakukan pada saat: