• Tidak ada hasil yang ditemukan

REMEDIAL KUHPER tugas kuliah semester 2

Bachtiar Roganda Hotasi Simanullang

Academic year: 2023

Membagikan "REMEDIAL KUHPER tugas kuliah semester 2"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

NAMA: BACHTIAR ROGANDA HOTASI SIMANULLANG NIM: 20220401290

TUGAS

Konsep Perkawinan menurut BW berbeda dengan Konsep Perkawinan menurut UU No.1 Tahun 1974. Mengapa di dalam UU No.1 Tahun 1974 tidak dikenal dengan curator ventris? Jelaskan ! JAWABAN:

Curator ventris yang artinya secara etimologi adalah Pengampu Pengawas. Artinya perwalian yang ditunjuk Hakim bagi seorang anak yang tidak mempunyai seorang ayah (meninggal/ hasil luar kawin/ tidak diakui).

Konsep perkawinan dalam KHUPER yang bersifat patriarkis membuat posisi ayah berkuasa dengan kolektif, artinya posisi ayah sangat dominan untuk melakukan suatu perbuatan hukum terhadap anak dan istrinya. Seperti contohnya mengakui anak menjadi seorang anak sah yang akan

berpengaruh terhadap ahli waris. Seorang ayah dapat mengingkari keabsahan anaknya (KUHPER Pasal 250-289). Dengan kondisi itu apabila seorang ayah meninggal maka diperlukan seorang curator ventris untuk menjadi pengampu pengawas bagi anaknya dalam membuat setiap perbuatan hukum atasnya.

Berbeda dengan UUP nomor 1 tahun 1974. Anak secara otomatis akan mempunyai hubungan darah dengan ibunya (tidak memerlukan legitimasi dari ayahnya). Kedua orang tua baik ayah dan ibu masing- masing mempunyai kekuasaan orangtua atas anaknya. Jadi untuk melakukan sebuah tindakan hukum walaupun ayah alpa (tidak haddir), tidak memerlukan curator ventris dalam pelaksanaannya. Itu sebabnya UUP No. 1 tahun 1974 tidak mengenal istilan curator ventris.

Referensi

Dokumen terkait

PENGGUNAAN CEK DAN BILYET GIRO SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PROSES PEMERIKSAAN SENGKETAC. PERDATA DALAM PERKARA HUTANG-PIUTANG (Studi Kasus di Pengadilan

Tujuan dari proyek tugas akhir ini adalah membuat sebuah sistem pengukuran level terang terhadap kondisi ruangan tanpa memperdulikan kondisi cahaya luar yang masuk untuk penggunaan

Studi Kasus : Analisis Mutu Kinerja (Analisis SWOT pada lembaga masing-masing)=== Tugas

Mahasiswa dapat menjelaskan dan menerapkan ketentuan pasal-pasal yang diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 terhadap kasus lingkungan hidup baik yang

pengklasifikasian algoritma yang tepat dalam percepatan penyelesaian perkara dan sebagai alat bantu untuk mengolah dan menganalisa data register perkara perdata khusus

Sehingga mahasiswa pada akhirnya akan mampu menjelaskan dan menyajikan dengan baik, bahan kajian/materi tugas dari dosen dalam bentuk presentasi tugas-PPT(studi kasus) untuk

Mahasiswa diminta memilih pola dan desain yang tepat dari kasus yang diberikan dan menjelaskan desain model bisnis yang digunakan pada perusahaan tersebut. METODE PENGERJAAN

Sehingga mahasiswa pada akhirnya akan mampu menjelaskan dan menyajikan dengan baik, bahan kajian/materi tugas dari dosen dalam bentuk presentasi tugas-PPT(studi kasus) untuk