17 HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Subjek Penelitian
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner pada mahasiswa aktif program studi manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana dapat dilihat karakteristik responden dari 147 kuesioner yang disebarkan. Analisa karakteristik responden dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 3. Analisa Karakteristik Responden
Deskripsi Keterangan Frekuensi Persentase
Tahun Angkatan
2018 2 1,4%
2019 112 76,2%
2020 16 10,9%
2021 11 7,5%
2022 6 4%
Jenis Kelamin Laki-laki 34 23,1%
Perempuan 113 76,9%
Nominal Uang Saku yang diperoleh
< Rp 1.000.000 77 52,4%
> Rp 1.000.000 70 47,6%
Asal Uang Saku yang diperoleh
Pemberian Orang tua 121 82,3%
Beasiswa 11 7,5%
Gaji Bekerja Parttime/Fulltime
15 10,2%
Sumber : Data Primer Diolah (2023)
Berdasarkan tabel 3, dapat diketahui responden yang berpartisipasi dalam pengisian kuesioner paling banyak angkatan tahun 2019 yaitu sebanyak 112 orang (76,2%), jenis kelamin paling banyak perempuan yaitu sebanyak 113 orang (76,9%), dengan nominal uang saku kurang dari Rp 1.000.000 sebanyak 77 orang (52,4%) dan uang saku paling banyak didapatkan dari pemberian orang tua yaitu sebanyak 121 orang (82,3%).
18 Hasil Penelitian
Analisis Deskripsi Variabel
Tabel 4. Descriptive Statistics Variabel N Minimal Maximal Mean Std.
Deviation Skewness Kurtosis
Uang Saku 147 1 5 3,838 0,911 -0,542 0,054
Kepribadian 147 1 5 3,677 1,012 -0,435 -0,366
Perilaku
Konsumtif 147 1 5 2,981 0,976 -0,076 -0,457
Sikap
Keuangan 147 1 5 4,207 0,806 -1,003 1,270
Sumber : Data Primer Diolah (2023)
Berdasarkan tabel 4, dapat diketahui bahwa nilai minimum untuk variabel Uang Saku sebesar 1 dan nilai maksimum sebesar 5 memiliki rata-rata sebesar 3,838 dan standar deviasi sebesar 0,911 dengan kemencengan sebesar -0,542 dan keruncingan sebesar 0,054. Nilai minimum untuk variabel Kepribadian sebesar 1 dan nilai maksimum sebesar 5 memiliki rata- rata sebesar 3,838 dan standar deviasi sebesar 1,012 dengan kemencengan sebesar -0,435 dan keruncingan sebesar -0,366. Nilai minimum untuk variabel Perilaku Konsumtif sebesar 1 dan nilai maksimum sebesar 5 memiliki rata-rata sebesar 2,981 dan standar deviasi sebesar 0,976 dengan kemencengan sebesar -0,076 dan keruncingan sebesar -0,457. Nilai minimum untuk variabel Sikap Keuangan sebesar 1 dan nilai maksimum sebesar 5 memiliki rata-rata sebesar 4,207 dan standar deviasi sebesar 0,806 dengan kemencengan sebesar -1,003 dan keruncingan sebesar 1,270.
Dapat disimpulkan bahwa variabel yang memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu variabel Sikap Keuangan yaitu sebesar 4,207 yang dapat diartikan bahwa kebanyakan mahasiswa memiliki sikap keuangan yang baik, sedangkan variabel yang memiliki nilai rata- rata terendah yaitu variabel Perilaku Konsumtif sebesar 2,981 yang dapat diartikan bahwa kebanyakan mahasiswa mempunyai tingkat perilaku konsumtif sedang. Variabel yang memiliki standar deviasi tertinggi yaitu variabel Kepribadian sebesar 1,012, sedangkan variabel yang memiliki standar deviasi terendah yaitu variabel Sikap Keuangan sebesar 0,806.
19
Tabel 5. Kategori Indikator Variabel
Indikator Variabel Rata-rata Kategori
Uang Saku 3,84 Tinggi
Kepribadian 3,68 Tinggi
Perilaku Konsumtif 2,98 Cukup
Sikap Keuangan 4,21 Sangat Tinggi
Sumber : Data Primer Diolah (2023)
Berdasarkan Tabel 5, dapat diketahui bahwa indikator variabel uang saku memiliki rata-rata yang tinggi yang dapat diartikan bahwa mahasiswa mengelola keuangannya dengan baik. Indikator variabel kepribadian memiliki rata-rata tinggi yang dapat diartikan bahwa mahasiswa kebanyakan memiliki kepribadian extrovert. indikator variabel perilaku konsumtif memiliki rata-rata cukup yang dapat diartikan bahwa mahasiswa cukup berperilaku konsumtif di dalam kehidupan sehari-hari. Indikator variabel sikap keuangan memiliki rata-rata sangat tinggi yang dapat diartikan bahwa mahasiswa memiliki sikap keuangan yang sangat baik.
Uji Instrumen Uji Validitas
Tabel 6. Hasil Uji Validitas
Variabel Item R Hitung r Tabel Keterangan
Uang Saku
X1P1 0,673
0,1362
Valid
X1P2 0,746 Valid
X1P3 0,666 Valid
X1P4 0,772 Valid
Kepribadian
X2P1 0,790
0,1362
Valid
X2P2 0,708 Valid
X2P3 0,788 Valid
X2P4 0,674 Valid
X2P5 0,837 Valid
Perilaku Konsumtif
YP1 0,524
0,1362
Valid
YP2 0,656 Valid
YP3 0,652 Valid
YP4 0,712 Valid
YP5 0,557 Valid
YP6 0,631 Valid
20
YP7 0,555 Valid
Sikap Keuangan
ZP1 0,770
0,1362
Valid
ZP2 0,779 Valid
ZP3 0,839 Valid
ZP4 0,820 Valid
ZP5 0,757 Valid
Sumber : Data Primer Diolah (2023)
Berdasarkan tabel 6, dapat diketahui bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai koefisien korelasi positif dan r hitung lebih besar dari r tabel (0,1362). Dapat disimpulkan bahwa data yang telah dikumpulkan telah valid dan dapat dilakukan untuk uji selanjutnya.
Uji Reliabilitas
Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas No. Variabel Cronbach’s
Alpha
Keterangan
1. Uang Saku 0,675 Reliabel
2. Kepribadian 0,816 Reliabel
3. Perilaku Konsumtif 0,720 Reliabel
4. Sikap Keuangan 0,849 Reliabel
Sumber : Data Primer Diolah (2023)
Berdasarkan tabel 7, dapat diketahui bahwa hasil Cronbach’s Alpha dari semua variabel lebih besar daripada 0,60. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel Uang Saku, Kepribadian, Perilaku Konsumtif dan Sikap Keuangan merupakan variabel yang handal dan dapat dipercaya untuk dapat dijadikan sebagai alat ukur atau indikator variabel.
Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Tabel 8. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Asymp. Sig Keterangan
Unstandardized Residual 0,699 Normal
Sumber : Data Primer Diolah (2023)
21
Berdasarkan tabel 8, dapat diketahui bahwa data terdistribusi normal hal ini dibuktikan dengan hasil uji Kolmogorov-smirnov yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi Kolmogorov-smirnov sebesar 0,699 dengan tingkat kepercayaan 0,05.
Uji Multikolinearitas
Tabel 9. Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel Tolerance VIF
Unstandardized Residual 0,699 Normal
Uang Saku ,876 1,142
Kepribadian ,873 1,146
Sikap Keuangan ,847 1,181
a. Dependent Variable: Perilaku Konsumtif
Sumber : Data Primer Diolah (2023)
Berdasarkan tabel 9, dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari semua variabel lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF dari semua variabel lebih kecil dari 10. Dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi multikolinearitas antar variabel.
Uji Heteroskedastisitas
Tabel 10. Hasil Uji Heteroskedastisitas – White’s General Heteroscedasticity
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 0,234 0,055 0,007 14,688
a. Predictors: (Constant), X1X2, Z_KUADRAT, X1_KUADRAT, X2_KUADRAT, Sikap Keuangan, Uang Saku, Kepribadian
Sumber : Data Primer Diolah (2023)
Berdasarkan tabel 10, hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan metode White’s General Heteroscedasticity menunjukkan bahwa nilai R Square sebesar 0,055. Pengambilan keputusan yang digunakan dalam metode tersebut dengan membandingkan chi square hitung dengan chi square tabel. Apabila chi square hitung
< chi square tabel maka memiliki kesimpulan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, begitu pula sebaliknya jika chi square hitung > chi square tabel maka dapat disimpulkan bahwa terjadi heteroskedastisitas. Berikut perhitungan Chi square hitung dengan melihat nilai dari R square sebesar 0,055:
22
Tabel 11. Chi Square
hitung tabel Keterangan
Rumus n x R square Df = n – 1 n = sampel
147 x 0,055 147 – 1 Α = 5% atau 0,05
Hasil 8,085 175,198
Sumber : Data Primer Diolah (2023)
Hasil uji heteroskedastisitas dengan metode White’s General Heteroscedasticity menunjukkan bahwa nilai chi square hitung sebesar 8,085 < nilai chi square tabel sebesar 175,198 maka dapat dikatakan bahwa seluruh variabel dalam penelitian ini tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.
Hasil Uji Hipotesis
Hasil Uji Analisis Regresi Berganda
Tabel 12. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 0,513 0,263 0,248 3,35
a. Predictors: (Constant), Sikap Keuangan, Uang Saku, Kepribadian Sumber : Data Primer Diolah (2023)
Berdasarkan tabel 12, dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R Square dari hasil uji koefisien determinasi yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen adalah sebesar 0,248. Hal ini berarti 24,8% menunjukkan bahwa minat perilaku konsumtif dipengaruhi oleh variabel Uang Saku dan Kepribadian, sisanya 75,2% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini,
Tabel 13. Hasil Uji f – Uji Kelayakan Model Regresi Model Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
Regression 574,021 3 191,340 17,053 0,000
Residual 1604,523 143 11,220
Total 2178,544 146
a. Dependent Variable: Perilaku Konsumtif
b. Predictors: (Constant), Sikap Keuangan, Uang Saku, Kepribadian Sumber : Data Primer Diolah (2023)
23
Berdasarkan tabel 13, dapat diketahui dari hasil uji simultan, nilai f hitung sebesar 17,053 > nilai f tabel sebesar 2,67 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05.
Dapat disimpulkan bahwa variabel Uang Saku, Kepribadian dan Sikap Keuangan layak untuk dijadikan model regresi.
Tabel 14. Hasil Uji t - Uji Parsial (Perilaku Konsumtif)
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 12,396 2,266 5,471 0,000
Uang Saku 0,120 0,114 0,080 1,048 0,297
Kepribadian 0,530 0,079 0,516 6,715 0,000
Sikap Keuangan -0,148 0,095 -0,122 -1,560 0,121
a. Dependent Variable: Perilaku Konsumtif
Sumber : Data Primer Diolah (2023)
Berdasarkan tabel 14, dapat diketahui dari uji t-parsial bahwa variabel Uang Saku memiliki nilai koefisien regresi beta sebesar 0,120 dengan tingkat signifikansi 0,297 > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak karena tingkat signifikansi variabel Uang Saku lebih besar dari 0,05. Diketahui bahwa variabel Kepribadian memiliki nilai koefisien regresi beta sebesar 0,530 dengan tingkat signifikansi 0,000 <
0,05. Dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yaitu Kepribadian Extrovert berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan Perilaku Konsumtif. Semakin tinggi tingkat kepribadian extrovert mahasiswa, maka semakin tinggi juga perilaku konsumtif pada mahasiswa. Diketahui bahwa variabel Sikap Keuangan memiliki nilai koefisien regresi beta sebesar -0,148 dengan tingkat signifikansi 0,121 > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa H3 ditolak karena tingkat signifikansi variabel Sikap Keuangan lebih besar dari 0,05.
Tabel 15. Hasil Uji t – Uji Parsial (Sikap Keuangan)
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 12,579 1,689 7,447 ,000
Uang Saku ,298 ,097 ,243 3,061 ,003
Kepribadian ,211 ,067 ,250 3,154 ,002
a. Dependent Variable: Sikap Keuangan
Sumber : Data Primer Diolah (2023)
24
Berdasarkan tabel 15, dapat diketahui dari uji t-parsial bahwa variabel Uang Saku memiliki nilai koefisien regresi beta sebesar 0,298 dengan tingkat signifikansi 0,003 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa H4 diterima yaitu Uang Saku berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sikap Keuangan. Semakin tinggi pengelolaan uang saku yang dilakukan mahasiswa maka semakin tinggi pula sikap keuangan yang dimiliki mahasiswa. Diketahui bahwa variabel Kepribadian memiliki nilai koefisien regresi beta sebesar 0,211 dengan tingkat signifikansi 0,002 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa H5 diterima yaitu Kepribadian Extrovert berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sikap Keuangan. Semakin tinggi tingkat kepribadian extrovert mahasiswa, maka semakin tinggi pula sikap keuangan yang dimiliki mahasiswa.
Uji Sobel
Bagan 2. Model 1 Uji Sobel Coefficientsa
Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji linier berganda. Berdasarkan hasil olah data menggunakan SPSS, diperoleh nilai a sebesar 0,298 dan sa sebesar 0,097 sedangkan nilai b sebesar -0,148 dan sb sebesar 0,095. Berdasarkan rumus perhitungan uji sobel, dapat diketahui nilai yang dimiliki oleh Z yaitu sbesesar -1,33.
Dapat disimpulkan bahwa H6 ditolak karena nilai Z lebih kecil dari 1,96. Variabel sikap keuangan tidak mampu memediasi antara variabel Uang Saku dengan variabel Perilaku Konsumtif.
Bagan 3. Model 2 Uji Sobel Coefficientsa
Sikap Keuangan
Uang Saku Perilaku
Konsumtif a = 0,298
sa = 0,097
b = -0,148 sb = 0,095
Sikap Keuangan
Kepribadian Perilaku
Konsumtif a = 0,211
sa = 0,067
b = -0,148 sb = 0,095
25
Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji linier berganda. Berdasarkan hasil olah data menggunakan SPSS, diperoleh nilai a sebesar 0,211 dan sa sebesar 0,067 sedangkan nilai b sebesar -0,148 dan sb sebesar 0,095. Berdasarkan rumus perhitungan uji sobel, dapat diketahui nilai yang dimiliki oleh Z yaitu sbesesar -1,34.
Dapat disimpulkan bahwa H7 ditolak karena nilai Z lebih kecil dari 1,96. Variabel sikap keuangan tidak mampu memediasi antara variabel Kepribadian dengan variabel Perilaku Konsumtif.
Pembahasan
Hasil dari uji t yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa uang saku mahasiswa tidak berpengaruh terhadap perilaku kosumtif. Hasil penelitian tersebut selaras dengan hasil penelitian dari Dilasari, Mulyati dan Kurniawan (2021) dan Prihastuty dan Rahayuningsih (2018) yang menyatakan bahwa uang saku tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumtif.
Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa baiknya pengelolaan uang saku yang dilakukan mahasiswa tidak membuat mahasiswa berperilaku hemat. Hal tersebut dapat disebabkan karena sampel yang diambil dari penelitian ini yaitu mahasiswa manajemen yang telah memiliki pengelolaan keuangan yang baik, sebingga tidak berdampak pada perilaku konsumtif. Selain itu juga terdapat banyak faktor dan salah satunya seperti banyak kemudahan yang mendukung mahasiswa untuk berperilaku konsumtif.
Hasil dari uji t yang dilakukan dapat diketahui bahwa kepribadian extrovert yang dimiliki oleh mahasiswa berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Hasil penelitian tersebut selaras dengan hasil penelitian dari Andira dan Aisyah (2023) yang menyatakan bahwa kepribadian memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumtif. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa mahasiswa yang memiliki kepribadian dengan jiwa bersosialisasi yang tinggi atau dapat disebut dengan tipe kepribadian extrovert dapat membuat mahasiswa tersebut berperilaku konsumtif. Hal tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor dan salah satunya seperti mahasiswa yang memiliki kepribadian extrovert lebih senang menghadiri acara yang diselenggarakan oleh temannya maupun kampus. Hal tersebut membuat mahasiswa berkepribadian extrovert lebih banyak melakukan pengeluaran.
Hasil dari uji t yang dilakukan dapat diketahui bahwa sikap keuangan yang dimiliki mahasiswa berpengaruh negatf dan tidak signifikan terhadap perilaku konsumtif. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa sikap keuangan yang dimiliki mahasiswa tidak mampu mencegah untuk berperilaku konsumtif. Hal tersebut dapat terjadi karena sampel pada penelitian ini menggunakan mahasiswa manajemen yang telah memiliki tingkat pemahaman yang baik terkait dengan sikap yang dilakukan terhadap keuangan sehingga tidak berdampak pada perilaku konsumtif. Selain itu juga terdapat faktor-faktor yang mendukung terjadinya hal tersebut salah satunya merupakan faktor lingkungan yang mendukung mahasiswa melakukan perilaku konsumtif.
Hasil dari uji t yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa uang saku dan kepribadian berpengaruh terhadap sikap keuangan mahasiswa. pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa pengelolaan uang saku yang dilakukan akan mempengaruhi sikap keuangan yang akan
26
dilakukan oleh mahasiswa tersebut untuk berhemat maupun berperilaku konsumtif.
Bedasarkan uji yang telah dilakukan, kepribadian extrovert juga berpengaruh terhadap sikap keuangan mahasiswa. Kepribadian extrovert yang dinilai lebih berperilaku konsumtif namun memiliki sikap keuangan yang baik.
Uji sobel yang dilakukan dapat diketahui bahwa sikap keuangan tidak mampu untuk memediasi hubungan pengaruh antara uang saku dengan perilaku konsumtif. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa sikap keuangan yang dimiliki oleh mahasiswa tidak mampu mencegah mahasiswa dapat menggunakan uang sakunya untuk berperilaku konsumtif. Hal tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti memiliki sifat ikut-ikutan teman,dan banyak kemudahan yang mendukung mahasiswa berperilaku konsumtif seperti adanya e- commerce ataupun aplikasi lainnya.
Uji sobel yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa sikap keuangan tidak mampu untuk memediasi hubungan antara pengaruh kepribadian dengan perilaku konsumtif.
Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa sikap keuangan yang dimiliki oleh mahasiswa tidak mampu mencegah mahasiswa yang memiliki kepribadian extrovert untuk berperilaku konsumtif. Hal tersebut dapat terjadi karena mahasiswa yang berkepribadian extrovert memiliki jiwa bersosialisasi yang tinggi sehingga tingkat pengeluaran yang dilakukan tidak mampu dibatasi oleh sikap keuangan yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut.