Resume Mata Kuliah
PENYULUHAN PEMBANGUNAN
Dosen Pengampu: Dr. Ir. Rahima Kaliky, M.Si.
Hanifah Chairani NIM 23/524409/PMU/11519
Program Studi Magister Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
I. PENDAHULUAN
Penyuluhan sebagai Instrumen dan Akselerator Pembangunan
Penyuluhan sebagai instrumen penyuluhan maksudnya adalah sebagai alat pencahayaan yang menentukan perkembangan dan program pembangunan dalam segala bidang seperti ekonomi, pendidikan, budaya, politik, dan lainnya.
Penyuluhan sebagai akselerator maksudnya adalah sebuah alat yang membantu pembangunan menuju difusi inovasi yang mana membantu meningkatkan pembangunan masyarakat di bidang eknomi, infrastruktur, pendidikan, budaya, dan lainnya.
Menurut Anderson, dijelaskan bahwa penyuluhan yang merupakan sebuah proses pembelajaran non formal ini mengedukasi masyarakat agar nantinya setiap individu dalam kelompok masyarakat mampu mengutarakan pendapatnya dan mengambil keputusan untuk merubah diri mereka sendiri menjadi lebih sejahtera, dalam hal ini meningkatkan produktivitas dan penghasilan dimana dapat membantu meninngkatkan keberhasilan pembangunan.
Di dalam dunia penyuluhan, salah satu contoh keberhasilannya adalah di program KB (Keluarga Berencana) dimana, pemerintah sebagai stakeholder bekerjasama dengan penyuluh yang merupakan agen perubahan dalam membangun SDM (Sumber Daya Manusia) yang tujuannya memberikan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi SDM tersebut agar bisa menjadi individu yang kooperatif, inovatif dan kreatif. Disini pemerintah berperan untuk memfasilitasi proses penyuluhan, sedangkan penyuluh berperan sebagai seorang yang mengakselerasi penyebaran pengetahuan kepada masyarakat.
II. Proses Difusi
Difusi inovasi merupakan sebuah langkah atau proses yang mengkomunikasikan gagasan-gagasan terbaru melalui berbagai media dan metode kepada sebuah sistem sosial dalam jangka waktu yang tertentu. Dalam proses mengkomunikasikan gagasan baru ini, digunakan model komunikasi Lasswell’s yang terdiri dari Who-Says What-in Which Channel-to Whom-With What Effect? Proses difusi juga memiliki elemen-elemen yang terkandung di dalamnya, diantaranya;
1) Inovasi. Gagasan dan sebuah ide baru yang penerapannya adalah mengkomunikasikan ide/gagasan. Hal ini berkaitan dengan adopsi inovasi dimana ide baru dibuat berdasarkan ide lama yang suah ada kemudian diterapkan dengan proses yang baru dan belum pernah diterapkan sebelumnya.
2) Saluran Komunikasi, ini merupakan media massa dan interpersonal yang menjadi kunci keberhasilan penyuluhan. Media massa dan interpersonal menyampaikan gagasan secara lebih luas sekaligus mengedukasi masyarakat dengan menyesuaikan apa yang dibutuhkan.
3) Adopter merupakan masyarakat atau kelompok yang menerima inovasi dari para agen perubahan. Dalam hal ini dibagi juga orang-orang yang menerima inovasi dalam 5 golongan yakni innovator, penerima dini, mayoritas dini, mayoritas belakangan dan orang lamban/orang tua. Setiap golongan berbeda-beda dalam penerimaannya, ada yang cepat dan ada yang lamban, disini peran media akan sangat membantu percepatan inovasi karena mampu menyesuaikan golongan-golongan tersebut.
4) Waktu. Dalam prses difusi, jangka waktu akan sangat penting karena mempengaruhi proses pengambilan keputusan, keinovatifan dan golongan penerima inovasi serta mencakup seberapa banyak yang mampu mengadopsi inovasi dalam jangka waktu tertentu.
5) Sistem Sosial disini maksudnya adalah norma, adat istiadat dan kearifan lokak yang masih melekat di masyarakat. Hal ini juga yang mempengaruhi cepat atau lambatnya waktu yang dibutuhkan dalam proses ini.
III. Proses Adopsi
Dalam proses akselerasi perlu dikenali dahulu target/segmentasi komunikan (umur dan generasi) karena setiap segmentasi dan target penyuluhan metode dan medianya akan berbeda-beda. Dalam mengakselerasi dibutuhkan difusi inovasi yang terdiri dari;
• Situation. Mengidentifikasi apa yang harus dikerjakan.
• Objective. Pemetaan target yang harus diedukasi, menentukan metode penyuluhan. metode berkaitan dengan metode massa, kelompok dan individu. medianya adalah dengan penyebaran konten di internet.
• Teaching. Tentang konten edukasinya/materi edukasi, apa yang harus diajarkan dan bagaimana caranya.
• Evaluating. Proses mengubah pola pikir dan perilaku atau tidak. apakah ada hasil yang efektif dari program yang diadakan. Apakah program diterima dengan baik oleh masyarakat.
• Reconsideration. Apa yang harus dilakukan selanjutnya agar terjadi keberlanjutan program.
Contoh program yang mengakselerasi adalah program yang diceritakan oleh Sdri. Ervin Rambu Pedimosa yakni sebuah program yang memberikan penyuluhan dengan metode pemutaran Film untuk menumbuhkan motivasi anak sekolah dasar di Sumba menjadi lebih semangat datang ke sekolah.
- Situation. Hasil identifikasi didapatkan bahwa permasalahannya adalah anak-anak sekolah dasar di Sumba malas dan enggan berangkat sekolah.
- Objective. Setelah permasalahan diidentifikasi, sasaran penyuluhan dipetakan berdasarkan orang tua dan anak-anak agar bisa menyesuaikan metode dan media apa yang ingin digunakan.
- Teaching. Menentukan pembelajaran melalui menonton film Danis bersama-sama untuk menyemangati anak-anak. Film tersebut memiliki cerita yang sesuai dalam kehidupan sekolah dasar.
- Evaluating. Proses menonton film berhasil memotivasi anak-anak semangat belajar dan bersekolah karena terinspirasi dari tokoh utama film tersebut. Dalam hal ini dikatakan bahwa proses penyuluhan berhasil menggunakan media film dalam rangka memotivasi anak sekolah dasar untuk belajar dan berangkat sekolah lagi.
- Reconsideration. Untuk tahap keberlanjutan program, dilakukan edukasi terhadap orang tua dengan mengadakan arisan uang sekolah/SPP. Disini orang tua pun menjadi semangat dan mau mendukung anak-anaknya sekolah sampai lulus.
IV. Kesimpulan
Dalam pembelajaran diatas didapatkan bahwa sebuah program penyuluhan harus sesuai dengan tujuan komunikasi, dimana dalam tujuan ini dipertanyakan apakah program penyuluhan ini untuk memenuhi kebutuhan kita sebgai komunikator atau memenuhi kebutuhan masyarakat. Kalau memenuhi kebutuhan kita maka program akan sulit diterima masyarakat, sebaliknya jika sesuai dengan kebutuhan masyarakat maka akan berjalan lancar dan dapat diterima dengan baik.
Sesuaikan program pemberdayaan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga tidak perlu memaksakan inovasi ke masyarakat jika tujuannya untuk kebutuhan kita saja, berbeda jika kebutuhannya untuk mencapai tujuan bersama.
Kemudian, di dalam membuat sebuah tujuan penyuluhan, ada tujuan jangka pendek dan panjang untuk mencapai keberhasilan program. Jangka pendeknya adalah merubah Perilaku, Sikap dan Keterampilan masyarakat. Sedangkan, jangka panjangnya adalah meningkatkan produksi, perubahan pola pikir dan membangun kesejahteraan.