Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penelitian yang berjudul “Impelementasi Program Pendaftaran tanah sistematis lengkap Kantor Pertanahan Kota Bandung dalam pensertifikatan aset daerah Pemerintahan Kota Bandung” ini dapat diselesaikan dengan baik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat dalam pelaksanaan program yang lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat, khususnya pada Pendaftaran tanah. Penulis menyadari bahwa penelitian ini tidak lepas dari bantuan, dukungan, serta masukan dari berbagai pihak.
Bapak Arifin sebagai Kepala Bidang Perngadaan Tanah dan Pengembangan atas segala masukan, arahan dan nasehat selama magang berlangsung. Seluruh pegawai di Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan yang telah memberikan semua arahan terkait kegiatan dan pekerjaan yang harus dilakukan selama magang berlangsung. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan demi penyempurnaan penelitian di masa yang akan datang.
DAFTAR LAMPIRAN
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Tujuan
- Tujuan Pelaksanaan Magang
- Tujuan Penulisan Laporan Magang
- Manfaat
- Waktu dan Tempat Pelaksanaan
- Profil Organisasi
- Struktur Organisasi
- Tugas Pokok dan Fungsi
Salah satu langkah penting dalam pengelolaan tanah yang lebih teratur dan akuntabel adalah pendaftaran tanah. Badan Pertanahan Nasional mecatat bahwa sekitar Lima Ribu aset milik Pemerintah Kota Bandung belum memliki Sertifikat milik (SHM) dengan penjambaran detail Tterdapat 12 Ribu dari 17 Ribu Aset milik Pemerintah Kota Bandung yang telah bersertfikat, yang dimana di sepanjang tahun 2021-2023 BPN telah mensertifikasi sekitar 650 aset pemerintah kota bandung ujar Kepala Kantor Pertanahan Kota Bandung (DIKUTIP). Program ini memberikan solusi yang komprehensif dalam mengatasi permasalahan tersebut, di mana Badan Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah Kota Bandung bekerja sama dengan Kantor Pertanahan Kota Bandung untuk mensertifikasi aset-aset milik pemerintahan Kota Bandung yang masih belum memiliki sertifikat.
Sebagai langkah awal, Badan Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah Kota Bandung melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap semua aset yang dimiliki oleh pemerintah Kota Bandung. Setelah proses pendataan selesai, data yang telah diperoleh kemudian diserahkan kepada Kantor Pertanahan Kota Bandung untuk diproses lebih lanjut. Kantor Pertanahan kemudian akan melakukan pemetaan secara bertahap terhadap aset-aset yang belum bersertifikat ini.
Setelah pemetaan selesai, Kantor Pertanahan akan mengajukan permohonan sertifikasi untuk setiap bidang tanah milik pemerintahan Kota Bandung yang belum memiliki sertifikat. Dengan dimulainya kolaborasi ini, diharapkan seluruh aset dari pemerintahan Kota Bandung akan memiliki alat hukum yang sah mengenai kepemilikan hak atas tanah, yang memberikan kejelasan status hukum dan kepastian bagi pemerintah daerah dalam mengelola asetnya. Dengan terselesaikannya masalah legalitas aset ini, pemerintah Kota Bandung juga dapat lebih leluasa dalam merencanakan dan melaksanakan berbagai proyek pembangunan yang memerlukan penggunaan lahan milik pemerintah.
Tujuan dari penulisan laporan magang ini adalah untuk mengatahui implementasi program PTSL (Pendaftaran tanah sistematis lengkap) di Kantor Pertanahan Kota Bandung dengan lokus pada pengamanan dan pensertifikatan aset daerah pemerintahan kota bandung serta menganalisa kendala yang terjadi dalam proses pengimplementasian program. Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan dalam pasal 19 ayat 1 disebutkan bahwa Kantor Pertanahan adalah instansi vertikal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di kabupaten/kota yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional melalui Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional. Adapun perbedaan antara Kantor Pertanahan dengan Kantor Wilayah yaitu, Kantor Pertanahan berada di tingkat kabupaten/kota, sedangkan Kantor Wilayah BPN berada di tingkat provinsi.
Kantor Pertanahan melaksanakan fungsi teknis dan administratif BPN di daerah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan pusat. Kantor Pertanahan menjadi bagian penting dalam mendukung program- program nasional, seperti Reforma Agraria, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan wilayah pesisir. Dengan pengelolaan yang berbasis data dan tata kelola modern, Kantor Pertanahan berkontribusi dalam mewujudkan kepastian hukum dan kesejahteraan masyarakat, Melalui pembentukan dan pelaksanaan tugas yang terstruktur, Kantor Pertanahan berperan strategis dalam mendukung visi dan misi Badan Pertanahan Nasional untuk menciptakan pengelolaan tanah yang efektif, efisien, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Kantor Pertanahan Kota Bandung mengusung visi ”Terwujudnya Penataan Ruang dan Pengelolaan Pertanahan yang Terpecaya dan Berstandar Dunia dalam Melayani Masyarakat untuk Mendukung Tercapainya Indoensa Maju Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian erlandaskan Gotong Royong”. Subbagian Tata Usaha bertugas memberikan dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di Kantor Pertanahan, mengelola modernisasi layanan pertanahan berbasis elektronik, serta memfasilitasi reformasi birokrasi dan menangani pengaduan di Kantor Pertanahan.
PEMBAHASAN
- Ruang Lingkup Magang
- Kegiatan Magang
- Pelaksanaan Magang
- Kendala Yang Dihadapi
- Analisis Mengatasi Kendala
Melaksanakan kegiatan pengukuran pada aset tanah Pemerintah Kota Bandung, pengukuran dilakukan di Kelurahan Burangrang Kecamatan Lengkong yang dalam kegiatan pengukuran terdapat aset tanah Pemerintah Kota Bandung dengan bentuk fisik Rumah Tinggal, Jalan, Masjid serta Taman pada pelaksanaanya pengkuran terbagi menjadi 2 tim penulis tergabung dalam tim Bapak Soni Sebagai Petugas ukur, Bapak Acep sebagai Pemabantu petugas ukur dan Bapak Dicky Sebagai petugas yuridis dalam kegiatan tersebut penulis menjadi pembantu petugas yuridis yang dimana bertugas sebagai penulis dan pencatat semua data informasi dari output setiap pengukuran bidang tanah aset Pemerintah Kota Bandung. Melakukan pengecekan dalam setiap berkas pengajuan dari Pemerintah Kota Bandung pada Program PTSL yang perlu di pastikan bahwa berkas setiap pengajuan memenuhi persyaratan serta menyusun seluruh dokumen persyratan, pengecekan dilakukan pada dokumen pengajuan aset tanah pemerintah Kota Bandung yang terletak pada Kelurahan Sadang Serang, Kebon Pisang, Lebak Gede, Dago, dan Tamansari sebelum akhirnya dilakukan scanning pada setiap berkas persyaratan untuk dinput kedalam apilkasi rekap Kantor Pertanahan Kota Bandung. Melakukan kegiatan monitoring berkas menuju arsip dalam setiap permohonan setalah suatu permohonan selesai dan telah menjadi blanko sertifikat selurah informasi berkas yang berbentuk persyaratan pengajuan akan di kumpulkan yang disebut juga menjadi sebuah Warkah Berkas, monitoring ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh persyaratan yang merupakan bagian dari warkah lengkap sebgai catatan dokumen bahwa telah di keluar satu sertifikat untuk sebuah alat kepastian hukum suatu bidang tanah, dalam kegiatan monitoring ini penulis melakukan monitoring pada berkas permohonan program PTSL yang diajukan untuk pengamanan aset pemerintahan Kota Bandung.
Membuat nota dinas blanko sertifkat dalam sebuah permohonan pensertfikatan suatu bidang tanah setelah proses telah selesai dilaksanakan blanko sertifikat akan dicetak yang dimana setelah pencetakan tersebut terdapat kegiatan pengadministrasian yaitu membuat nota dinas yang menyatakan bahwa berkas tersebut selesai dan blanko sertifkat telah selesai sebagai pelaporan terakhir sebelum akhirnya sebuah blanko sertifkat akan diserahkan, dalam pembuatan nota dinas ini penulis membuat atas pengajuan dari program PTSL. Program PBTK ( Peta Bidang Tanah Klarifikasi ) merupakan salah satu program yang menginduk pada program PTSL program ini melaksanakan pembaharuan peta bidang tanah pada setiap. Melakukan pengumpulan data dan informasi melalui kegiatan pengukuran pada program PTSL secara langsung ke lapangan dengan Staff Kantor Pertanahan Kota Bandung.
Menganalisis data hasil pelaksanaan program PTSL dan mempelajarin terkait kebijakan serta menyusun laporan hasil Program PTSL. Selama melaksanakan kegiatan magang, terdapat kendala yang dialami oleh penulis yaitu dalam pengarahan pemeberian intruksi suatu pekerjaan yang diberikan dengan keaadan volume pekerjaan yang tinggi setiap harinya intruksi dalam pemberian tugas terkadang membungingukan pada bagian dalam urgensi atau skala prioritas tentang pekerjaan yang mana terlebih dahaulu perlu di kerjakan, karna pada pelaksaanya di lapangan terkadang dalam pengerjaan suatu tugas yang diberikan belum selesai sudah terdapat tugas baru yang di berikan pada saat moment tersebu penulis terkadang bingung perlu mendahulukan pekerjaan yang mana terlebih dahulu walaupun kejadian seperti itu tidak selalu dalam tiap sebuah pekerjaan akan tetapi bersifat. Ketidakseusainya data yang dimiliki oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung dengan Kantor Pertanahan Kota Bandung, data yang dimiliki oleh dua isntansi tidak memiliki keselarasan satu sama lain yang dimana setelah ditelisik lebih jauh perbedaan data pada dua instansi tersebut di akibatkan karena data yang dimiliki oleh BKAD tidak di perbaharui secara signifikan atau berkala yang akhirnya membuat data yang dimiliki oleh BKAD tidak selaras dengan yang di miliki oleh Kantor Pertanahan Kota Bandung aset-aset yang dimiliki oleh pemerintah Kota Bandung tidak terbaru yang mempengaruhi pada prosess pelaksaanaan Program PTSL yang akhirnya menimbulkan kendala pada poin nomer 2.
Terdapatnya bidang tanah aset pemerintahan Kota Bandung yang tidak memiliki bukti fisik alas kepemilikan hak atas bidang tanah kendala ini juga terjadi berawal dari karena pembaharuan data dari kepemilikan aset tanah Pemkot Bandung yang tidak berkala dan signifikan alas. Melakukan perencanaan ulang tentang sistem pembaharuan data yang dilakukan oleh BKAD pada setiap bidang tanah Kota Bandung hal ini tentunya sangat perlu diperhatikan dan diperlukan mengingat pembaharuan data yang berkala dan signifikan dapat membantu BKAD dalam menjaga data kepemilikan sebuah bidang tanah Aset Pemerintah Kota Bandung. Memperbaharui fisik alas hak kepemilikan sebuah bidang tanah aset Pemerintah Kota Bandung yang dimana dalam temuan lapangan pada proses pelaksanaan program PTSL bukti fisik hak kepemilikan suatu tanah Pemerintah Kota Bandung tidak dimiliki dikarenakan masih menggunakan bukti fisik yang lama seperti stiker yang di buat oleh Pemerintah Kota Bandung yang mungkin pensertifikatan yang sedang gencar dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung ini merupakan salah satu langkah baik dalam memperbaharui bukti fisik kepemilikan sebuah bidang tanah aset pemkot karena setelah dilakukanya program PTSL pada setiap aset tanah bukti fisik kepemilikan tanah akan dikeluarkan dalam produk sertifikat elektronik atas nama kepemilikan Pemerintahan Kota Bandung.
PENUTUP
Simpulan
Saran