Hasil percobaan sifat fisik kedelai oles pada tempat tumbuh berbeda diperoleh nilai sebagai berikut, irisan A (6,72 mm – 8,23 mm). 36 Gambar 4.4 Korelasi tempat tumbuh dengan rata-rata geometrik diameter pada kadar air berbeda pada kedelai Baluran varietas. 40 Gambar 4.7 Diagram hubungan tempat tumbuh dan luas permukaan pada kadar air berbeda pada kedelai varietas Baluran.
41 Gambar 4.8 Hubungan kadar air untuk perlakuan dan besar sudut pada berbagai lokasi tumbuh kedelai varietas Baluran. 43 Gambar 4.9 Hubungan kadar air perlakuan dengan bobot benih pada berbagai lokasi tanam varietas kedelai Baluran. 44 Gambar 4.10 Hubungan kadar air perlakuan dengan berat isi di berbagai lokasi penanaman kedelai varietas Baluran.
46 Gambar 4.11 Hubungan antara kadar air perlakuan dan kepadatan partikel pada lokasi penanaman berbeda untuk kedelai varietas Baluran. 47 Gambar 4.12 Diagram hubungan kadar air perlakuan dengan aktivitas air pada berbagai lokasi tanam varietas kedelai Baluran. 49 Gambar 4.13 Korelasi tempat tumbuh dengan koefisien gesek (stainless steel) pada kadar air berbeda pada kedelai varietas Baluran.
52 Gambar 4.15 Hubungan kadar air perlakuan dengan koefisien gesek statis (kayu) pada berbagai lokasi penanaman kedelai varietas Baluran.
Latar Belakang
Namun belum ada penelitian yang mengidentifikasi ciri-ciri fisik kedelai jenis Baluran yang relevan untuk tujuan pengembangan metode penanganan dan pengolahan pasca panen. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dilakukan kajian terhadap sifat fisik kedelai Baluran guna memberikan data-data yang diperlukan untuk merancang penanganan pasca panen komoditas ini.
Rumusan Masalah
Tujuan
TINJAUAN PUSTAKA
- Sifat Fisik dan Mekanik Bahan Pangan
- Sifat Fisik Bahan Pangan
- Sifat Mekanik Bahan Pangan
- Pengaruh Sifat Fisik terhadap Penanganan Pasca Panen Kedelai
- Faktor yang Mempengaruhi Sifat Fisik Bahan Pangan
- Kedelai Varietas Baluran
Sedangkan permukaan matematis menurut Pabis et al. 1998) dapat dihitung menggunakan persamaan 2.4 pada persamaan 2.8. Kepadatan curah ini merupakan salah satu sifat fisik bahan yang umumnya digunakan dalam suatu gudang penyimpanan dan volume peralatan pengolahan yang menurut Mohsenin (1986) dapat ditentukan secara matematis dengan menggunakan persamaan 2.9. Menurut Mohsenin (1986), jika suatu benda lebih ringan dari air, maka suatu benda perlu menempel pada benda padat lain dan massa jenis relatifnya dapat dihitung menggunakan persamaan 2.10.
Anda dapat menghitung jumlah Chromium menggunakan persamaan 2.12. Semakin tinggi nilai Chromium maka semakin kuat warnanya (Francis, 1980). Sifat mekanik adalah sifat yang berkaitan dengan perilaku suatu bahan akibat adanya gaya yang bekerja pada bahan tersebut. Sifat mekanik benih kedelai sangat diperlukan dalam penanganan pascapanen produk pertanian. Sifat mekanik benih kedelai membantu dalam proses pengolahan dan penyimpanan benih kedelai. Nilai yang diperoleh dari koefisien gesek digunakan untuk merancang peralatan pasca panen seperti pipa distribusi material.
Di bidang pertanian, istilah pascapanen diartikan sebagai berbagai tindakan atau perlakuan yang diberikan terhadap hasil pertanian setelah panen hingga komoditas tersebut sampai ke tangan konsumen (Mutirawati, 2010). Penanganan pascapanen hasil tanaman berupa biji-bijian dan kacang-kacangan yang umumnya dapat disimpan dalam jangka waktu lama bertujuan untuk menjaga bahan baku yang dipanen dalam keadaan baik dan layak dikonsumsi manusia. Penanganan pascapanen dapat berupa pengupasan, perontokan, pengupasan, pembersihan, pengeringan, pengemasan, penyimpanan, pencegahan serangan hama, dan lain-lain. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian terhadap sifat fisik bahan pangan agar hasil pasca panen dapat tercapai. Proses pemanenan snacking dapat mengurangi kerugian baik dari segi kualitas maupun kuantitas yaitu mulai dari penurunan kualitas hingga produk tidak dapat dijual atau layak dikonsumsi.
Alat-alat yang digunakan untuk penanganan kedelai setelah panen memerlukan sifat fisik bahan yang akan ditangani, misalnya mengetahui nilai berat jenis bahan untuk penyimpanan, koefisien gesek statis pipa distribusi dan sudut curah untuk mengetahui curah. sudut yang digunakan untuk membuat corong. Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat fisik suatu pangan berbeda-beda tergantung dari jenis pangan itu sendiri. Hasil analisis statistik pengujian jarak tanam, populasi, dan pengolahan tanah menunjukkan bahwa perlakuan pengolahan tanah berpengaruh terhadap parameter pertumbuhan tanaman dan sifat fisik.
Unsur hara pada umumnya diambil dari dalam tanah dalam bentuk ion dan kation, ada pula yang diambil dari udara, unsur hara disediakan oleh manusia (pupuk), unsur hara sangat mempengaruhi sifat fisik pangan. Menurut Khairan (2008), faktor yang mempengaruhi sifat fisik buah zaitun di Libya adalah faktor lokasi penanaman. Sifat fisik buah zaitun Libya telah dipelajari karena buah zaitun di Libya berbeda dengan buah zaitun di negara tetangga, sehingga penelitian terhadap sifat fisik tersebut membantu dalam penanganan pasca panen buah zaitun dan membantu dalam pembuatan alat yang tepat untuk ekstraksi minyak zaitun.
METODOLOGI PENELITIAN
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Bahan dan Alat Pertanian
- Alat
- Bahan
- Prosedur Penelitian
- Pengumpulan Biji Kedelai
- Rancangan Penelitian
- Pelaksanaan Penelitian
- Pengkondisian Awal
- Pengukuran Sifat Fisik dan Mekanik Biji Kedelai
- Pengukuran Sifat Mekanik Biji Kedelai
- Hasil yang dicapai
Basis data sifat fisik benih kedelai : ukuran, berat, volume, luas permukaan, massa jenis, massa jenis partikel, kebulatan, berat biji, diameter rata-rata geometri, warna, aktivitas air. Analisis Data Menggunakan Uji ANOVA Prediksi Sifat Fisika dan Mekanik Benih Kedelai Referensi Sifat Fisika dan Mekanik Benih Kedelai. Tata cara pengambilan benih kedelai Baluran dari berbagai lokasi diperoleh dari Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jember.
Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan tiga kali ulangan yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik benih kedelai varietas Baluran dari berbagai lokasi tanam. Parameter yang diamati meliputi berbagai sifat fisik dan mekanik benih kedelai dengan bekal data untuk pengembangan metode perlakuan pasca panen dan pengolahan lebih lanjut benih kedelai. Perlakuan percobaan ini merupakan gabungan variabel percobaan yang terdiri dari varietas kedelai Baluran dari berbagai lokasi tanam dan perlakuan kadar air awal.
Kultivar kedelai baluran dari tiga lokasi penanaman dikondisikan pada tiga kadar air yang berbeda yaitu 5, 10 dan 15 (%bb). Pengkondisian kadar air kedelai dilakukan dalam oven. Cara lain adalah dengan mengkondisikan kadar air awal 15% (bb) dengan menggunakan toples besar berisi air biasa, kemudian bahan diletakkan di atasnya dan ditutup rapat. . Cara ini digunakan karena kadar air yang tinggi sebesar 15% (bb) diperoleh hanya dalam waktu 24 jam.
Pengukuran sifat fisik benih kedelai varietas Baluran dari berbagai lokasi tanam meliputi beberapa parameter pada Tabel 3.1. Data ukuran A, B dan C diperoleh dengan cara mengukur diameter biji kedelai yang paling panjang (data A), dilanjutkan dengan mengukur diameter biji yang tegak lurus A (data B) dan diakhiri dengan mengukur diameter biji yang tegak lurus A. Pada Setiap takaran, kedelai dimasukkan ke dalam gelas takar dengan berbagai macam susunan hingga penuh. Menurut Mohsenin (1986), nilai massa jenis kedelai merupakan perbandingan antara berat kedelai yang mengisi gelas ukur dengan volume gelas ukur seperti pada persamaan 3.10.
Penentuan koefisien gesek statik (coefisien gesek statik) dilakukan untuk mengetahui derajat kemiringan () yang diperlukan untuk menggelindingkan sampel benih kedelai. Permukaan tempat penyimpanan sampel benih kedelai terbuat dari tiga jenis bahan yaitu stainless steel, triplek, dan kaca. Ilustrasi alat ukur koefisien gesek statis ditunjukkan pada Gambar 3.2. Menurut Dutta dkk (1988), koefisien gesekan statis adalah nilai tangen besarnya kemiringan () yang diperlukan sebelum sampel benih mulai menggelinding, seperti ditunjukkan pada Persamaan 3.15. a) Tampak samping; (b) Tampak Depan Gambar 3.2 Ilustrasi alat ukur koefisien gesek statik b. Hitung sudut curah dengan cara menuangkan benih dari ketinggian 30 cm sehingga menjadi gundukan berbentuk kerucut. Pada dasar kerucut dibuat lingkaran dengan pensil, kemudian diukur diameter dan jari-jarinya, serta diukur tinggi gundukan kerucut. 2007), sudut curah benih kedelai dapat dihitung dengan menggunakan persamaan 3.16.
Tabel data dasar sifat fisik dan mekanik benih kedelai berbagai varietas dan daerah asal; Uji korelasi kadar air, kadar abu, aktivitas air dan bahan organik pada jagung di tingkat petani, pengepul dan pedagang besar https://peternakan.litbang.pertanian.go.id.pdf [22. Februari 2016].
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sifat fisik kedelai Varietas Baluran dari berbagai lokasi
Pengaruh kadar air dan lokasi pertumbuhan terhadap sifat fisik
Korelasi variabel percobaan dengan parameter sifat fisik dan
- Ukuran Biji ( A, B dan C)
- Geometric Mean Diameter (Dg), Volume (V) dan Spherisitas ( ϕ)
- Luas Permukaan (SA)
- Sudut curah
- Berat Per biji, Densitas Curah (ρb) dan Densitas Partikel (ρp)
- Water Activity (a w )
- Koefisien friksi statis (μ)
- Chroma
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Akumulasi teknologi peningkatan produktivitas dan mutu kedelai varietas Baluran sebagai sumber benih dan bahan baku industri agropangan. Uji kekuatan hasil beberapa varietas kedelai (Glycine max L.Merril) Hasil tinggi di sawah di Sp-1 Prafi Manokwari. http://eprints.unipa.ac.id/.pdf. Karakterisasi fisika, kimia dan fraksi protein 7s dan 11s dari sepuluh varietas kedelai yang diproduksi di Indonesia. http://eprints.unpad.ac.id/.pdf[22 Maret 2014].