• Tidak ada hasil yang ditemukan

Satuan Acara Penyuluhan Penanganan Muntah Pada Anak

N/A
N/A
Fanella Balqist Aurellia

Academic year: 2024

Membagikan "Satuan Acara Penyuluhan Penanganan Muntah Pada Anak"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

SATUAN ACARA PENYULUHAN

“PENANGANAN MUNTAH PADA ANAK"

DI RUANG ANAK

RSU AMELIA PARE KEDIRI

OLEH :

FANELLA BALQIST AURELLIA 202203019

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN STIKES KARYA HUSADA KEDIRI

2024/2025

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Satuan acara penyuluhan ini dibuat untuk memenuhi Tugas Praktk Klinik pada tanggal 11 November 2024 – 16 November 2024 di Ruang Anak RSU Amelia Pare Kediri oleh Mahasiswi Program Studi D3 Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri.

Nama Mahasiswa : Fanella Balqist Aurellia No. Induk Mahasiswa : 202203019

Pokok Bahasan : Cara Menangani Muntah Pada Anak

Sasaran : Pasien dan Keluarga

Waktu dan Tempat : a. Tempat : Ruang Anak

b. Waktu : 14 November 2024 c. Jam : 15.00 – 16.00 WIB

Satuan acara penyuluhan ini telah disetujui oleh Pembimbing Klinik dan Pembimbing Institusi.

Mengetahui,

Pare, 14 November 2024 Pembimbing Klinik,

( ) Pembimbing Institusi,

( )

(3)

SATUAN ACARA PENYULUHAN

a. Pokok Bahasan : Cara Menangani Muntah Pada Anak b. Sasaran : Pasien dan Keluarga

c. Waktu dan Tempat :

a. Tempat : Ruang Anak

b. Waktu : 14 November 2024 c. Jam : 15.00 – 16.00

1. Tujuan

1. Tujuan Umum :

Setelah dilakukan penyuluhan sasaran mampu mengerti dan memahami tentang Penanganan Muntah Pada Anak.

2. Tujuan Khusus :

Setelah dilakukan penuluhan diharapkan sasaran mampu : 1. Menjelaskan tentang pengertian vomiting.

2. Menjelaskan tentang penyebab vomiting

3. Menjelaskan tentang tanda dan gejala vomiting.

4. Menjelaskan tentang komplikasi vomiting.

5. Menjelaskan tentang pencegahan vomiting pada anak

6. Menyebutkan dan mempraktekan cara menangani vomiting pada anak.

2. Manfaat

a. Bagi mahasiswa :

a. Mahasiswa mengetahui lebih dalam mengenai cara menangani muntah pada anak

b. Mahasiswa mengetahui tentang penanganan muntah pada anak.

b. Bagi masyarakat :

Sasaran mengetahui dan memahami tentang cara menangani muntah pada anak.

3. Materi (Terlampir) :

1. Menjelaskan tentang pengertian vomiting.

2. Menjelaskan tentang penyebab vomiting

3. Menjelaskan tentang tanda dan gejala vomiting.

4. Menjelaskan tentang komplikasi vomiting.

5. Menjelaskan tentang pencegahan vomiting pada anak.

6. Menyebutkan dan mempraktekan cara menangani vomiting pada anak.

(4)

A. Tahap Kegiatan Penyuluhan

Tahap Waktu Materi penyuluhan Peserta Metode dan

Media

Pembuka an

Penyajian

Penutup

5 menit

10 menit

10 menit

1. Memperkenalkan diri

2. Menyampaikan maksud dan tujuan penyuluhan

3. Mengali pengetahuan sasaran tentang materi yang akan disampaikan

Menyampaikan materi tentang : a. Pengertian vomiting b. Penyebab vomiting c. Tanda dan Gejala

vomiting

d. Komplikasi vomiting e. Pencegahan vomiting

pada anak

f. Menjelaskan dan mempraktekkan cara menangani muntah pada anak.

Membacakan soal/ pertanyaan terkait dengan materi yang telah disampaikan

1. Menjawab salam

2. Memperhatika

n dan

menjawab pertanyaan

1. Menyimak penjelasan

2. Mengajukan pertanyaan

Mengevaluasi : 1. Membacakan

kembali

secara garis besarnya 2. Memberikan

pertanyaan pada sasaran mengenai hal yang telah dijelaskan oleh penyuluh

Ceramah dan Tanya Jawab

Ceramah dan Tanya Jawab

Ceramah dan Tanya jawab

B. Metode 1. Penyuluhan 2. Tanya Jawab C. Media

1. Leaflet

(5)

MATERI PENYULUHAN

CARA MENANGANI MUNTAH PADA ANAK

1. PENGERTIAN VOMITING

Vomiting dan nausea bila diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah mual dan muntah.  Mual dan muntah bukan sebuah penyakit, melainkan gejala yang menyertai penyakit atau suatu kondisi penyakit.  Secara definisi mual adalah suatu perasaan tidak nyaman pada kerongkongan dan lambung yang dapat berujung pada muntah; di mana muntah adalah proses mengosongkan lambung dengan seketika berlawanan dengan gerakan normal peristaltik esofagus sehingga isi lambung dipaksa keluar dari mulut.  Kadang-kadang salah diartikan dengan kejadian mengeluarkan lendir atau dahak dari paru-paru dan tenggorokan.

Muntah adalah keluarnya kembali sebagian besar atau seluruh isi lambung yang terjadi secara paksa melalui mulut, disertai dengan kontraksı lambung dan abdomen Muntah adalah pengeluaran ısı lambung secara eksklusif melalui mulut dengan bantuan kontraksı otot-otot perut.

Perlu dibedakan antara regurgitası, ruminası, ataupun refluesophagus.

Regurgitası adalah makanan yang dikeluarkan kembali kemulut akibat gerakan peristaltic esophagus, ruminası adalah pengeluaran makanan secara sadar untuk dikunyah kemudian ditelan kembali Sedangkan refluesophagus merupakan kembalinya isı lambung kedalam esophagus dengan cara pasıf yang dapat disebabkan oleh hipotoni spingter eshopagus bagian bawah, posisi abnormal sambungan esophagus dengan kardial atau pengosongan isi lambung yang lambat

B. PENYEBAB VOMITING :

Jika diuraikan lebih lanjut, kondisi dan penyakit yang bisa menyebabkan muntah pada anak adalah sebagai berikut:

1. Infeksi saluran cerna

Gastroenteritis atau flu perut menjadi penyebab muntah pada anak yang paling umum. Kondisi ini dapat terjadi akibat infeksi virus atau bakteri pada saluran pencernaan.

Gejala gastroenteritis mirip dengan gejala keracunan makanan, tetapi cenderung lebih ringan. Beberapa gejala gastroenteritis pada anak yang mungkin muncul, yaitu kram perut, sakit perut, perut kembung, dan nafsu makan menurun.

2. Keracunan makanan

Penyebab muntah pada anak yang berikutnya adalah keracunan makanan. Kondisi ini dapat terjadi ketika anak mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi bakteri atau kuman akibat dari kebersihan makanan yang tidak terjaga.

(6)

Keracunan makanan tidak hanya ditandai dengan muntah, tetapi juga diikuti dengan diare, demam, dan sakit perut. Akibatnya, anak akan jadi lebih rewel dan sulit makan. Anak terbilang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami keracunan makanan daripada orang dewasa.

3. Keracunan zat kimia

Keracunan zat kimia juga bisa menjadi penyebab muntah pada anak yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Tidak hanya muntah, keracunan zat kimia juga bisa menyebabkan kerusakan jaringan dan organ yang parah, yang bisa ditandai dengan gejala sulit bernapas, kejang, hingga kematian.

Anak senang mengeksplorasi lingkungan sekitarnya dan gemar memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Tak heran jika benda- benda atau cairan berbahaya, seperti obat-obatan, cair air, krayon, cat kuku, pestisida, atau deterjen, bisa tertelan secara tidak sengaja ketika anak sedang bermain.

Oleh karena itu, guna meminimalkan risiko keracunan zat kimia, awasi saat anak bermain dan jauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauannya.

4. Alergi makanan

Muntah pada anak juga bisa disebabkan oleh alergi makanan. Bila dipicu oleh kondisi ini, Si Kecil biasanya tidak hanya mengalami muntah, tetapi juga bisa mengalami gejala lain setelah mengonsumsi makanan yang menjadi pemicu alergi.

Beberapa gejala yang bisa terjadi adalah ruam kulit yang terasa gatal, hidung meler atau bersin, batuk, mengi, diare, hingga bengkak pada area sekitar mata dan mulut.

5. Penyakit asam lambung

Walaupun lebih sering dialami oleh orang dewasa, penyakit asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease) juga bisa menjadi penyebab muntah pada anak.

GERD terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup penutup antara lambung dan kerongkongan. Kondisi ini akan menyebabkan mual, muntah, yang sebelumnya bisa diawali dengan cegukan dan sendawa berulang serta anak yang tampak rewel.

6. Radang usus buntu

Radang usus buntu dapat membuat anak mengalami muntah, mual, sakit perut, demam, nafsu makan turun, dan diare. Pada anak, radang usus buntu atau apendisitis terjadi ketika usus buntu terinfeksi bakteri atau virus yang selanjutnya meradang dan memunculkan keluhan, termasuk muntah.

Radang usus buntu pada anak perlu diatasi dengan cepat supaya tidak memicu komplikasi, seperti usus buntu pecah.

(7)

7. Infeksi saluran kemih

Muntah yang dialami anak bisa diakibatkan oleh infeksi saluran kemih (ISK). Namun, keluhan muntah yang disebabkan oleh kondisi ini biasanya juga akan disertai dengan gejala lain, seperti demam, sakit saat buang air kecil, urine sedikit atau jarang pipis, urine berbau, dan rewel.

C. TANDA DAN GEJALA VOMITING :

Sebelum terjadi muntah, biasanya seseorang akan mengalami beberapa gejala tertentu, yaitu:

- Mual

- Pusing - Sakit perut - Diare - Demam

- Nadi berdenyut lebih cepat - Mulut kering

- Berkeringat - Nyeri dada - Lemas - Gelisah

Sementara itu, gejala yang umum terjadi pada sindrom muntah siklik adalah:

- Kulit pucat - Lemas - Demam

- Produksi air liur meningkat - Sakit kepala

- Sulit makan

- Sensitif terhadap cahaya - Vertigo

Seperti telah disebutkan sebelumnya, muntah merupakan gejala dari kondisi medis tertentu. Berbagai kondisi tersebut dapat membuat warna muntah yang dikeluarkan berbeda-beda. Berikut adalah penjelasannya:

 Bening

Pada umumnya, seseorang yang muntah akan mengeluarkan makanan- makanan yang telah dicerna. Namun, setelah beberapa kali, muntah akan berubah menjadi bening atau hanya berisi air.

Beberapa kondisi medis yang umumnya ditandai dengan muntah berwarna bening adalah:

- Cedera otak

- Sindrom muntah siklik - Keracunan makanan

(8)

- Migrain

- Penyakit asam lambung (GERD) - Hijau atau kuning

Muntah berwarna hijau atau kuning dapat menjadi tanda keluarnya cairan empedu. Kondisi ini umumnya terjadi pada penderita usus tersumbat atau keracunan makanan.

 Oranye

Muntah berwarna oranye dapat disebabkan muntah berisi makanan yang baru sebagian dicerna. Muntah jenis ini bisa terjadi akibat kondisi medis berikut:

- Keracunan makanan - Gastroenteritis - Flu

- Morning sickness - Migrain

- Radang usus buntu - Mabuk perjalanan - Efek kemoterapi - Radang usus buntu

- Infeksi telinga bagian dalam - Muntah disertai darah

Muntah darah dikenal sebagai hematemesis. Muntah bisa disertai bercak darah berwarna merah muda, atau berwarna cokelat kehitaman seperti kopi.

Muntah yang mengandung darah berwarna merah cerah biasanya terjadi akibat:

- Luka di gusi atau tenggorokan - Gagal hati (sirosis hati)

- Sindrom Mallory-Weiss - Varises esofagus - Tukak lambung - Intoleransi laktosa

- Gangguan pembekuan darah - Amiloidosis

Sementara muntah dengan darah yang berwarna merah pekat atau cenderung cokelat seperti bubuk kopi terjadi karena bercampur dengan asam lambung. Muntah jenis ini bisa disebabkan oleh:

- Tukak lambung - Tukak duodenum - Kanker lambung

- Keracunan obat aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) - Infeksi jamur phaeohyphomycosis

(9)

 Kapan harus ke dokter

Segera bawa anak Anda ke IGD jika ia mengalami muntah berulang, terutama jika muntahnya berwarna hijau, terdapat darah, menyemprot, atau berwarna hitam. Penanganan perlu segera dilakukan jika ia menunjukkan tanda-tanda dehidrasi di bawah ini:

- Bibir kering

- Tidak keluar air mata saat menangis - Mata tampak cekung

- Buang air kecil sedikit - Lemas

D. KOMPLIKASI VOMITING :

Muntah yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, yaitu:

- Dehidrasi berat

- Masuknya muntahan ke dalam paru-paru (pneumonia aspirasi) - Gangguan keseimbangan asam basa

- Ketidakseimbangan kadar elektrolit - Iritasi kerongkongan

- Kerusakan gigi akibat terkena asam lambung

- Karena tidak mau makan/minum dapat menyebabkan ketosis.

- Ketosis akan menyebabkan asidosis yang akhirnya bisa menjadi renjantan (shock).

- Bila muntah sering dan hebat akan terjadi ketegangan otot dinding perut,pendarahan konjungtiva, rupture esofagus, infeksi mediastinum, aspirasi muntah, jahitan bisa terlepas pada penderita pasca operasi dan timbul pendarahan.

E. CARA MENCEGAH VOMITING PADA ANAK :

Pada dasarnya, vomiting bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama pada muntah yang disebabkan oleh infeksi.

Berikut beberapa kebiasaan sehat yang perlu diterapkan untuk mencegah vomiting:

- Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

- Rutin berolahraga.

- Tidur yang cukup.

- Membatasi minuman beralkohol.

- Menghindari makanan panas atau pedas.

- Tidak makan terlalu banyak.

- Tidak berolahraga setelah makan.

- Mengelola stres dengan baik, misalnya teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, latihan pernapasan, dan aromaterapi.

(10)

Terapkan gaya hidup sehat di atas secara konsisten untuk mengurangi gejala dan mencegah risiko komplikasi. Jika Anda mengalami muntah- muntah yang disertai dengan keluhan yang disebutkan sebelumnya, periksakan diri ke dokter untuk perawatan dan pengobatan yang tepat.

Jika Anda sudah menerapkan penanganan sederhana dan pencegahan vomitus di atas, namun muntah tidak sembuh, segera ke dokter untuk dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.

F. CARA MENANGANI MUNTAH PADA ANAK :

Anak-anak yang tampak lesu, mengalami dehidrasi, bahkan muntahan mengandung darah atau empedu, maka harus segera dibawa ke dokter.

Gejala dehidrasi yang dialami ketika muntah setelah makan bisa terlihat jelas dengan mulut kering, menangis tanpa mengeluarkan air mata, buang air kecil sedikit, dan mengantuk. Meski begitu, dalam kebanyakan kasus, anak yang mengalami muntah dapat dirawat dengan aman di rumah.

 Cukupi Cairan Untuk Cegah Dehidrasi

Hal terpenting yang bisa dilakukan oleh orang tua saat anak mengalami muntah adalah memastikan si kecil tetap mendapatkan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

Jika tampak dehidrasi, berarti anak membutuhkan cairan ekstra. Dalam hal ini, Anda dapat menghubungi tenaga kesehatan terkait pemberian larutan rehidrasi oral atau dikenal dengan oralit.

 Beri Larutan Oralit Bila Perlu

Oralit adalah bubuk khusus yang bisa dibuat menjadi minuman. Bubuk ini mengandung gula dan garam untuk membantu menggantikan air dan garam yang hilang melalui muntah dan diare.

Anak memerlukan cairan bening dalam jumlah lebih banyak secara bertahap untuk menggantikan cairan yang keluar. Sehingga, lebih baik untuk memberikan air atau cairan bening, dan hindari memberikan minuman seperti jus buah maupun minuman bersoda sampai anak merasa lebih baik.

 Beri Makanan Halus

Tak hanya berhati-hati dalam memberikan asupan minuman, anak juga harus menghindari makanan padat sampai episode muntah berlalu. Saat mengalami muntah anak biasanya jadi malas makan. Untuk itu, Ibu bisa memberi makanan bertekstur halus sebagai cara mengatasi anak susah makan selama periode muntah.

Setelah periode muntah telah terhenti selama 24 jam, maka anak-anak sudah bisa diberikan makanan dan minuman seperti biasanya. Tetapi, apabila anak mengalami muntah-muntah selama lebih dari dua hari, dan tidak menunjukkan perubahan yang lebih baik menjadi hal yang perlu diwaspadai.

(11)

 Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Mencegah Muntah Setelah Makan

Beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah mual kembali terjadi pada anak. Di antaranya adalah istirahat yang cukup, baik dalam posisi duduk maupun berbaring, serta menghindari aktivitas-aktivitas yang bisa memperburuk mual dan menyebabkan muntah.

Selain itu, mencukupi kebutuhan nutrisi untuk mendukung tumbuh dan kembang anak pun tetap harus dilakukan oleh orang tua. Ini dilakukan dengan memberikan makanan yang bergizi, termasuk pemberian asupan nutrisi tambahan. Hal ini perlu dilakukan agar daya tahan tubuh si kecil baik. Ibu bisa memilih PediaSure, sebagai asupan nutrisi tambahan yang bantu menjaga daya tahan tubuh si kecil.

Pediasure mengandung 14 vitamin, 9 mineral, 3 sumber protein, dan kalsium. Kandungan tersebut akan membantu si Kecil tetap sehat, bugar, serta meningkatkan daya tahan tubuh anak.

G. Evaluasi

Evaluasi diberikan dengan cara memberikan pertanyaan pada audiens mengenai hal yang telah dijelaskan oleh penyuluh, Adapun kriteria dari evaluasi sebagai berikut.

1. Audiens mampu menjawab semua pertanyaan dengan benar dan lengkap yang diberikan secara rinci

2. Audiens mampu menjawab semua petanyaan dengan benar dan singkat

3. Audiens mampu menjawab beberapa pertanyaan dengan benar dan singkat

4. Audiens mampu menjawabpertanyaan setelah diberikan bantuan

(12)

H. Daftar Pustaka

Vomiting in children and babies - NHS inform. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach- liver-and-gastrointestinal-tract/vomiting-in-children-and-babies#

Gastroenteritis - Better Health Channel. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/

gastroenteritis

Vomiting in children - causes, treatment, when to seek help - Pregnancy Birth and Baby. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/vomiting-in-children

Food Allergies in Children - Johns Hopkins Medicine. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and- diseases/food-allergies-in-children

Appendicitis in Kids: Symptoms, Treatment & Recovery - Cleveland Clinic.

Retrieved on July 31, 2022 from

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10792-appendicitis-in- children

Meningitis - Symptoms and causes - Mayo Clinic. Retrieved on July 31,

2022 from

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/meningitis/symptoms- causes/syc-20350508

Vomiting in children - treatments, self care and causes - healthdirect.

Retrieved on July 31, 2022 from

https://www.healthdirect.gov.au/vomiting-in-children

Diabetic Ketoacidosis: Clinical Characteristics and Precipitating Factors -

PMC. Retrieved on July 31, 2022 from

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7606188/

Dehydration in Children: Signs, Treatments - Cleveland Clinic. Retrieved

on July 31, 2022 from

https://my.clevelandclinic.org/health/articles/8276-dehydration-and- your-child

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dapat terlihat pada saat anak bermain, maka anak akan mencoba melakukan komunikasi dengan bahasa anak, mampu memahami obyek permainan seperti dunia tempat tinggal,

Selain itu status gizi pada balita dapat diketahui dengan cara mencocokkan umur anak (dalam bulan) dengan berat badan standar tabel WHO-NCHS, bila berat badannya kurang,

Setelah mendapatkan penyuluhan selama 45 menit tentang kanker payudara , pasien dan keluarga mampu memahami pentingnya pendeteksi dini adanya kanker payudara dengan cara SADARI..

Pengkajian psikologis yang dapat dilakukan adalah gambaran psikologis pada anak ketika akan melakukan buang air kecil dan besar seperti anak tidak rewel ketika akan buang air

pemberian informasi tentang autisme terutama mengenai cara penanganan anak autis, sehingga ibu memiliki pengetahuan yang lebih banyak tentang cara cara menangani anak

Anak usia sekolah merupakan anak yang berumur 6-12 tahun yang artinya Anak usia sekolah merupakan anak yang berumur 6-12 tahun yang artinya sekolah men+a'i pengalaman inti

 Pastikan semua anak yang menderita stunting mendapatkan tablet zink kecuali bayi muda  Cara pemberian tablet zink  Larutkan tablet dengan sedikit air atau ASI dalam sendok teh

Teks ini berisi tentang penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang ditujukan untuk anak-anak