• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah dan Perkembangan Ilmu Kalam

N/A
N/A
Rega Gtg

Academic year: 2024

Membagikan "Sejarah dan Perkembangan Ilmu Kalam"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ILMU KALAM

Dosen Pengampuh : Edi Sumanto, M.Ag

Disusun Oleh Kelompok 1 : Nurul Azizah Fadila (2223420036) Rega kusnadi (2223420052)

PRODI ILMU AL QURAN DAN TAFSIR FAKULTAS USHULUDIN ADAB DAN DAKWAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI FATMAWATI SOEKARNO BENGKULU

2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena limpahan rahmat-Nya kami diberi kesehatan, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang menjadi tugas mata kuliah Ilmu Kalam yang berjudul Sejarah dan perkembangan Ilmu Kalam.Selain untuk memenuhi tugas mata kuliah tersebut juga untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana sebenarnya sejarah dan perkembangan ilmu kalam ini.

Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dan memberi gambaran ataupun menjadi referensi kita dalam mengenal dan mempelajari ilmu kalam. Dalam makalah ini kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya.

Bengkulu ,23 Maret 2023

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...2

DAFTAR ISI...3

BAB I PENDAHULUAN ...4

1.1 Latar Belakang...4

1.2 Rumusan Masalah...4

1.3 Tujuan Penulisan...4

BAB II PEMBAHASAN ...5

2.1 Pengertian Ilmu Kalam…………...5

2.2 Sejarah pemikiran Ilmu Kalam dalam islam……...……. 6

2.3 Perkembangan ilmu kalam ...7

BAB III PENUTUP...9

3.1 Kesimpulan...9

3.2 Saran ...9

DAFTAR PUSTAKA...10

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ilmu kalam adalah ilmu yang membahas tentang keesaan Allah SWT. Namun argumentasi ilmu kalam lebih dikonsentrasikan pada penguasaan logika. Ilmu kalam bisa disebut dengan beberapa nama, antara lain: ilmu ushuluddin, ilmu tauhid, fiqh Al-Akbar.

Ilmu kalam juga membahas tentang aliran-aliran agama yang timbul karena persoalan politik yang menyangkut peristiwa pembunuhan Usman bin Affan dan penolakan Muawiyah atas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib yang menimbulkan 3 aliran yaitu aliran khawarij, aliran murjiah, aliran mu’tazilah dan masih banyak aliran teologi yang timbul setelahnya.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian ilmu kalam ? 2. Bagaimana sejarah ilmu kalam ? 3. Bagaimana perkembangan ilmu kalam ?

1.3. Tujuan penulisan makalah

Adapun tujuan penulisan makalah sebagai berikut : 1. Mengetahui pengertian ilmu kalam

2. Mengetahui Bagaimana sejarah ilmu kalam 3. Mempelajari Bagaimana perkembangan ilmu kalam

4

(5)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Ilmu kalam

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata ‗kalam‘ diartikan dengan ‗perkataan atau kata (terutama bagi Allah)‘.1 Sementara menurut bahasa dalam perspektif tauhid yaitu ilmu yang membicarakan/membahas tentang masalah ketuhanan/ketauhidan (Mengesakan Allah). Ibnu khaldun memberikan pengertian bahwa Ilmu kalam ialah ilmu yang berisi alasan-alasan mempertahankan kepercayaan-kepercayaan iman dengan menggunakan dalil-dalil pikiran dan berisi bantahan terhadap orang-orang yang menyeleweng dari kepercayaan-kepercayaan aliran golongan Salaf dan Ahli Sunah. Masih ada definisi lainnya akan tetapi kesemuanya itu berkisar pada persoalan kepercayaan di atas dan cara menguraikan kepercayaan-kepercayaan itu, yaitu kepercayaan tentang Tuhan dan sifat-sifat-Nya, tentang rasul-rasul dan sifat-sifatnya dan kebenaran keutusannya, demikian pula tentang kebenaran kabar yang dibawa Rasul itu, sekitar alam gaib, seperti akhirat dan seisinya.2

Ilmu kalam adalah nama lain dari sebagian nama lain dari sebagian ilmu yang menjadi dasar kepercayaan atau keimanan dalam Islam. Nama yang sering disebut adalah ilmu tauhid, ilmu aqaid, ilmu ushuluddin, ilmu kalam dan teologi Islam. Semua ilmu itu membahas tatacara yang dipakai untuk mengesakan Tuhan dan meningkatkan keyakinan kepada-Nya. Namun antara setiap ilmu itu terdapat perbedaan corak karena perbedaan penekanan objeknya. Ilmu tauhid melihat dari pentingnya keesaan Tuhan, ilmu aqidah melihat dari segi keesaan Tuhan itu menjadi keyakinan umat Islam, ilmu kalam melihat dari segi teknis analisisnya yang menggunakan logika atau mantiq. Adapun teologi Islam pada mulanya diambil dari istilah asing yang sering dipakai dikalangan Kristen dalam keyakinan mereka, sehingga istilah itu kurang sesuai untuk dipakai dalam Islam. Tetapi sekarang istilah teologi banyak dipakai dalam berbagai segi, bukan hanya untuk ilmu-ilmu ketuhanan tetapi juga untuk ilmu yang berkaitan persoalan kemasyarakatan sehingga kita hampir sering mendengar istilah teologi sekuler, teologi pembebasan dan sebagainya. Karena itu sekarang umat Islam juga suka menggunakan istilah teologi. Untuk membedakan dengan keyakinan umat Kristen maka dalam Islam dipakai istilah ‗Teologi Islam‘.3

Istilah-istilah ini tidak lahir sejalan dengan kedatangan atau muncul Islam, tetapi lahir setelah berkembangnya ilmu pengetahuan di dunia Islam, sejalan dengan perkembangan dan kemajuan lain yang dicapai dunia Islam seperti yang dijumpai dalam sejarah. Pada masa awal Islam yang penting adalah pengamalan, bukan ilmu atau pengetahuan sehingga memberikan 1 KBBI Digital

2 Ahmad Hanafi, Teologi Islam (Jakarta: PT. Bulan Bintang, 2001), h.3.

3 Afrizal M, Pemikiran Kalam Imam Al-Syafi’i (Pekanbaru: Suara Umat, 2013), h.1

(6)

nama terhadap ilmu atau pengetahuan tertentu belum menjadi perhatian sama sekali dari para ilmuan. Untuk mendalami persoalan yang diangkat pemahaman terhadap setiap istilah itu sangat penting. Oleh sebab itu pembahasan dimulai dengan mengemukakan akidah.4

Ilmu kalam dinamakan ilmu kalam, diantara alasannya, karena:

1. Persoalan penting yang menjadi pembicaraan pada abad-abad permulaan Hijriah ialah Firman Tuhan (Kalam Allah) dan non azalinya Quran (Khalq al-Quran).

2. Dasar ilmu kalam ialah dalil-dalil pikiran dan pengaruh dalil ini nampak jelas dalam pembicaraan para mutakalimin. Mereka jarang kembali keparda dalil naqli (Quran dan Hadis), kecuali sesudah menetapkan benarnya pokok persoalan lebih dahulu.

3. Karena cara pembuktian kepercayaan-kepercayan agama menyerupai logika dalam filsafat, maka pembuktian dalam agama ini dinamakan ilmu kalam untuk membedakannya dengan logika dalam filsafat. 5

B. Sejarah Pemikiran Kalam dalam Islam

Sebuah kenyataan pahit dalam sejarah umat Islam dimana munculnya Ilmu Kalam dipicu oleh persoalan politik yang menyangkut peristiwa pembunuhan Khalifah ‗Utsman bin Affan yang berbuntut pada penolakan Mu‘awiyah atas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.

Perseteruan antara Mu‘awiyah dan Ali bin Abi Thalib memuncak sehingga terjadi Perang yang dikenal dalam sejarah dengan Perang Shiffin yang berakhir dengan keputusan tahkim (arbitrase) yaitu solusi untuk mendamaikan kedua belah pihak namun dijadikan alat politik untuk memecah kubu Khalifah Ali bin Abi Thalib menjadi dua bagian yaitu Syi‘ah dan Khawarij. Sikap Ali yang menerima tipu muslihat politik Amr bin Ash, utusan dari pihak Mu‘awiyah dalam peristiwa tahkim, membuat kekecewaan dari pihak yang sebelumnya mendukung Ali bin Abi Thalib, lalu meninggalkan barisannya karena memandang Ali bin Abi Tholib telah berbuat kesalahan fatal. Dalam sejarah Islam, kubu yang meninggalkan barisan Ali dikenal dengan sebutan Khawarij, yaitu orang yang keluar dan memisahkan diri atau secerders. Sedangkan, sebagian besar pasukan yang membela dan tetap mendukung Ali menamakan dirinya sebagai kelompok Syi‘ah. Dari sinilah kelak akan menjadi pupuk penyubur kebangkitan aliran-aliran kalam lainnya.6

C. Perkembangan Ilmu Kalam

4 Afrizal M, h.2.

5 Ahmad Hanafi, Teologi Islam, h.4-5

6 Salihun A. Nasir, Pemikiran Kalam (Teologi Islam): Sejarah, Ajaran, dan Perkembangannya (Jakarta: PT.

RajaGrafindo Persada, 2010), h.81.

6

(7)

D. Pada awal-awal sejarah pemikiran Islam, ilmu kalam tidak seperti ilmu fiqh. Ilmu

E. kalam kurang mendapat perhatian bahkan tidak disetujui di kalangan Muslim. Hal itu

F. disebabkan karena adanya pengaruh pola pembinaan keimanan di masa-masa awal

G. islam itu sendiri, yaitu pada masa Rasulullah dan para sahabat- sahabatnya.

H. Di masa Rasulullah SAW, penanaman, pembinaan, dan cara penerimaan keimanan

I. masih melalui hati, al-tas-hdiq bi al-qalb. Dulu, para sahabat tidak pernah

J. mempertanyakan lebih jauh dan detail masalah keimanan tanpa mempersoalkan

K. ataupun mempertimbangkan secara analisis akal. Contohnya cukup mengimani

L. sepenuh hati akan keberadaan Allah Yang Maha Esa tanpa harus mempertanyaka

M. bagaimana konsep keesaan tersebut. Mereka puas mengimani melalui pembenaran hati

N. Rasulullah saja.

O. Rasulullah tidak pernah membicarakan tentang keimanan secara lebih terperinci,

P. beliau hanya menganjurkan para umatnya untuk beriman tanpa banyak bertanya

Q. menyebabkan para sahabat dan tabi’in tidak berkenan untuk memperbincangkan secara

R. detail berdasarkan argumen. Misalnya bagaimana Imam Malik (salah satu tokoh

S. tabi’in) menyampaikan fatwanya kepada para murid seraya berkata :

“Hati-hatilah

T. kalian terhadap para pelaku bid’ah. Ditanya siapakah gerangan mereka itu? Beliau

U. menjawab. “mereka adalah yang memperbincangkan perihal nama, sifat, kalam, ilmu

V. dan kekuasaan Allah; mereka membicarakan apa yang sengaja tidak dibicarakan oleh

W. para sahabat dan tabi’in”. Hal ini karena pada masa awal-awal Islam belum merasakan

X. arti penting dan perlunya mengetahui lebih jauh tentang ilmu kalam.

Tidak adanya

Y. kepedulian membicarakan mengenai masalah ilmu kalam secara teoritis rasional

Z. padahal sangat mungkin bukan karena itu dilarang melainkan belum diperlukan.

AA. Pada awal-awal sejarah pemikiran Islam, ilmu kalam tidak seperti ilmu fiqh. Ilmu

BB. kalam kurang mendapat perhatian bahkan tidak disetujui di kalangan Muslim. Hal itu

CC. disebabkan karena adanya pengaruh pola pembinaan keimanan di masa-masa awal

DD. islam itu sendiri, yaitu pada masa Rasulullah dan para sahabat- sahabatnya.

EE.susun guna menambah wawasan bagi mahasiswa IAIN

(8)

FF. PEKALONGAN . Adapun makalah ini kami susun dari beberapa referensi mengenai sumber yang

GG. saling berkaitan. Makalah ini saya sajikan sebagai

HH. susun guna menambah wawasan bagi mahasiswa IAIN II. PEKALONGAN . Adapun makalah ini kami susun dari beberapa referensi

mengenai sumber yang

JJ. saling berkaitan. Makalah ini saya sajikan sebagai

KK.susun guna menambah wawasan bagi mahasiswa IAIN

LL. PEKALONGAN . Adapun makalah ini kami susun dari beberapa referensi mengenai sumber yang

MM. saling berkaitan. Makalah ini saya sajikan sebagai

NN. susun guna menambah wawasan bagi mahasiswa IAIN OO. PEKALONGAN . Adapun makalah ini kami susun dari beberapa

referensi mengenai sumber yang

PP. saling berkaitan. Makalah ini saya sajikan sebagai 1. Pada Masa Nabi

Pada masa Nabi SAW,dan para khulafaurosyiddin, umat islam bersatu, mereka satu akidah, satu syariah dan satu akhlaqul karimah,kalau mereka ada perselisihan pendapat dapat di atasi dengan wahyu dan tidak ada perselisihan di antara mereka.awal mula adanya perselisihan di picu oleh abdullah bin saba (seorang yahudi)pada pemerintahan khalifah usman bin afan dan berlanjut pada masa khalifah ali. Dan awal mula adanya gejala timbulnya aliran-aliran adalah sejak khalifah usman bin afan, (setelah wafatnya rosulullah) pada masa itu di latar belakangi oleh kepentingan kelompok,yang mengarah terjadinya perselisihan sampai terbunuhnya khalifah utsman bin afan.kemudian di gantikan oleh ali bin abi thalib,pada masa itu perpecahan di tubuh umat islam terus berlanjut.7

Umat islam pada masa itu ada yang pro terhadap kekhalifan ali bin abi tholib yang menamakan dirinya kelompok syi’ah,dan yang kontra yang menamakan dirinya khawarij.akhirnya perpecahan memuncak kemudian terjadilah perang jamal yaitu perang antara ali dengan aisyah dan perang siffin yaitu perang antara ali dengan mu’awiyah.bermula dari itulah akhirnya timbul berbagai aliran di kalangan umat islam masing-masing kelompok juga terpecah belah,akhirnya jumlah aliran di kalangan umat islam menjadi banyak,seperti aliran syi’ah , khowarij,murji’ah,jabariyah,mu’tazilah dll.

2. Pada masa bani umayah(661-750 M)

Masalah aqidah menjadi pendebatan yang hanyat di kalangan umat islam. Di zaman inilah lahir berbagai aliran teologi seperti murjiah, qodariyah jabariyah dan muktazilah. Kaum muslim tidak bisa mematahkan argumentasi filosofi orang lain tanpa mereka menggunakan senjata filsafat rasional pula.

Untuk itu bangkitlah mu’tazilah mempertahankan kehidupan dengan argumentasi-argumentasi filosofis tersebut. Namun sikap mu’tazilah yang terlalu mengagungkan akaldan melahirkan berbagai pendapat controversial menyababkan kaum tradisional tidak menyukainya akhirnya lahir aliran ahlusunnah waljama’ah dengan tokoh besarnya abu hasan al-asy’ari dan abu mansyur al-maturidi.

Pada zaman bani umayah hampir keseluruhan umat islam di dalam keimanan yang bersih dari 7 Harun nasution,teologi islam:aliran-aliran sejarah analisa perbandingan,ui pres,jakarta,hal 6

8

(9)

sebarang pertikaian dan perdebatan.dan apabila kaum muslimin selesai melakukan pembukaan negri dan kedudukanya telah pun mantap, mereka beralih tumpuan kepada pembahasan sehingga menyebabkan berlaku perse;isihan pendapat di kalangan mereka.

3. Pada zaman abasiyah

Telah banyak pembahasan di dalam perkara-perkara akidah termasuk perkara-perkara yang tidak wujud pada zaman nabi saw atau xaman para sahabatnya, pembahasan tersebut memberi penumpuan menjadi satu ilmu yang baru yang di beri nama ilmu kalam.Setelah kaum muslimin selesai membuka negeri-negeri,lalu ramai dari kalangan penganut agama lain yang memeluk islam. Mereka ini menzahirkan pemikiran-pemikiran baru yang di ambil dari agama lain yang memeluk islam.mereka ini menzahirkan pemikiran-pemikiran baru yang di ambil dari agama lama mereka, tetapi di beri rupa bentuk islam iraq khusunya di basrah merupakan tempat segala agama dan aliran.

Maka terjadilah perselisihan apabila ada suatu golongan yang menafikan irodah manusia.

Kelompok ini di ketuai oleh jahnm bin safwan dan para antara pengikutnya ialah para pengikut aliran jabariyah yang di ketuai oleh ma’bad al juhni, aliran ini lahir di tengah-tengah kekacauan dan asa yang di bentuk oleh setiap kelompok untuk diri mereka. Kemudian bangkitlah sekelompok orang yang ikhlas memberi penjelasan mengenai akidah-akidah kaum muslimin berdasarkan jalan yang di tempuh oleh al-qur’an antara yang masyhur di kalangan mereka ialah hasan al basyri.dan sebagian dari kesan perselisihan antara hasan al-basyri dengan muridnya washil bin atho ialah lahirnya suatu kelompok baru yang di kenal dengan muktazilah, perselisihan tersebut ialah mengenai hukum orang beriman yang mengerjakan dosa besar. Kemudian mati sebelum sempat bertaubat.8

Pada akhir kurun ketiga dan awal kurun keempat, lahirlah imam abu matrudi yang berusaha menolak golongan yang berakidah batil. Mereka membentuk aliran al-maturu\idiah kemudian muncul pula abu hassan al asy’ari yang telah mengumumkan keluar dari kelompok mu’tazilah dan menjelaskan asas-asas pegangan barunya yang bersesuaian dengan para ulama dari kalangan fuqoha dan ahli hadis. Dia dan pengikutnya di kenal sebagai aliran asy-ariyah dan dari dua kelompok ini terbentuklah kelompok ahli sunnah wal kamaah

Dan kesimpulanya kita dapat melihat bahwa kemunculan kelompok-kelompok di dalam islam adalah kembali pada dua perkara yaitu, perselisihan mengenai pengetahuan,perselisihan di dalam masalah usul atau asal agama.

8 W.montgomery watt,pemikiran teologi dan filsafat islam terj. Umar basalim hal 10

(10)

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Sejarah penyebab terjadinya perpecahan aliran-aliran agama di picu oleh persoalan politik yang menyangkut peristiwa pembunuhan Ustman bin Affan yang berkelanjutan pada penolakan Mu’awiyah atas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib yang mengakibatkan terjadinya perang Siffin yang berakhir dengan keputusan tahkim .

3.2 Saran

Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dan memberi gambaran ataupun menjadi referensi kita dalam mengenal dan mempelajari Filsafat. Dalam makalah ini kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan.

10

(11)

DAFTAR PUSTAKA

KBBI Digital

Ahmad Hanafi, Teologi Islam (Jakarta: PT. Bulan Bintang, 2001), h.3.

Afrizal M, Pemikiran Kalam Imam Al-Syafi’i (Pekanbaru: Suara Umat, 2013), h.1 Afrizal M, h.2.

Ahmad Hanafi, Teologi Islam, h.4-5

Salihun A. Nasir, Pemikiran Kalam (Teologi Islam): Sejarah, Ajaran, dan Perkembangannya (Jakarta:

PT. RajaGrafindo Persada, 2010), h.81.

W.montgomery watt,pemikiran teologi dan filsafat islam terj. Umar basalim hal 10 Harun nasution,teologi islam:aliran-aliran sejarah analisa perbandingan,ui pres,jakarta,hal 6

Referensi

Dokumen terkait

A. Pengertian Ilmu Kalam Ilmu kalam dalam bahasa Arab biasa diartikan sebagai ilmu tentang perkara Allah dan

Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Ilmu Kalam adalah suatu ilmu yang membahas tentang akidah dengan dalil-dalil aqliyah (rasional ilmiah) dan sebagai tameng

Dalam sejarah perkembangan modern ilmu falak di Indonesia pada awal abad ke-20, ditandai dengan penulisan kitab-kitab ilmu falak oleh para ulama ahli falak

Upaya untuk mendalami sejarah dan strategi perkembangan ilmu adalah lewat pemberian mata kuliah filsafat ilmu pada semua tingkat pendidikan tinggi baik

Secara garis besar, Amsal Bakhtiar membagi periodeisasi sejarah perkembangan ilmu pengetahuan menjadi empat periode: pada zaman Yunani kuno, pada zaman Islam, pada

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ILMU FIQIH Periode pertama adalah pada masa Nabi Muhammad SAW masih hidup.Pada dasarnya,hukum atas suatu perbuatan sudah terbentuk sejak zaman Rasulallah,sejak

makalah ini membahas perkembangan pemikiran fisafat sejak yunani kuno hingga masa

Artikel ini membahas tentang perkembangan sejarah politik Kerajaan Mataram